Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengendalian kualitas adalah aktivitas keteknikan dan manajemen,
yang dengan aktivitas tersebut dapat diukur ciri-ciri kualitas dari produk
yang ada, membandingkannya dengan spesifikasi atau persyaratan, dan
mengambil tindakan penyehatan yang sesuai apabila ada perbedaan antara
penampilan yang sebenarnya dan yang standart.
Perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan kualitas produk yang
konsisten

agar

dapat

memenuhi

kebutuhan

pelanggan.

Pengawasan

terhadap produk mutlak diimplementasikan sebagai jaminan pada konsumen


bahwa produk yang dipasarkan memiliki mutu yang baik. Proses ini dalam
perusahaan masuk dalam bagian pengendalian kualitas, dengan proses
pengendalian kualitas ini tidak hanya berlangsung pada hasil produk akhir
melainkan juga dimulai pada saat bahan baku masuk gudang sampai proses
terjadi di lantai produksi.
CILOK atau aci dicolok adalah sebuah jajanan yang berbahan dasar aci
dicampur daging dan bumbu pelangkap yang dibuat menyerupai pentol.
Biasanya pada pembuatannya tidak ada standart berat yang ditetapkan.
Oleh

karena

itu,

kami

akan

melakukan

penelitian

untuk

menguji

penyimpangan dari berat cilok yang dibuat oleh penjual cilok tersebut.
Pengujian yang kami lakukan yaitu dengan menggunakan peta kendali atau
control chart.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang ada, berikut ini merupakan perumusan
masalah yang teridentifikasi :

Tugas Pegendalian Kualitas

Page 1

1. Bagaimana tingkat pengendalian kualitas pada berat cilok dengan


menggunakan metode peta kendali X dan R chart?
2. Bagaimana faktor yang mempengaruhi variansi pada berat cilok?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui tingkat pengendalian berat cilok dengan metode peta kendali
x dan r chart
2. mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi perubahan berat pada cilok
1.4 Batasan
Batasan dari penelitian ini adalah:
1. Data yang diambil sebanyak 25 data dengan 3 kali replikasi

Tugas Pegendalian Kualitas

Page 2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Kualitas


Menurut Juran (1989 : 16-17), mendefinisikan kualitas secara sederhana
sebagai kesesuaian untuk digunakan .
2.2 Pengertian Pengendalian Kualitas
Pengendalian

kualitas

bagi

perusahaan

sangat

penting

dilakukan,

terutama dalam produksi. Pengendalian Kualitas dilakukan agar produk yang


nantinya dihasilkan memenuhi standar perusahaan.
Menurut Sofjan Assauri (1998 : 25), pengendalian dan pengawasan
adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin agar kegiatan produksi dan
operasi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan dan
apabila terjadi penyimpangan, maka penyimpangan tersebut dapat dikoreksi
sehinggu apa yang diharapkan dapat tercapai
2.3 Tujuan Pengendalian Kualitas
Pengendalian kualitas bertujuan untuk menjaga kualitas atau mutu dari
suatu hasil produksi maupun jasa, supaya dapat sesuai dengan standart atau
ketentuan yang sudah ditetapkan oleh suatu perusahaan atau produsen.
Menurut Ahyari (2002:293). Fungsi dan tujuan pengendalian kualitas adalah
sebagai berikut :
1.

Peningkatan kepuasan pelanggan.


Tugas Pegendalian Kualitas

Page 3

2.

Penggunaan biaya serendah-rendahnya.

3.

Selesai tepat pada waktunya.


2.4 Faktor-Faktor Pengendalian Kualitas
Menurut Douglas C. Montgomery (2001:26) dan berdasarkan beberapa
literatur

lain

menyebutkan

bahwa

faktor-faktor

yang

mempengaruhi

pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan adalah:


1. Kemampuan proses
Batas-batas yang ingin dicapai haruslah disesuaikan dengan kemampuan
proses yang ada. Tidak ada gunanya mengendalikan suatu proses dalam
batas-batas yang melebihi kemampuan atau kesanggupan proses yang
ada.
2. Spesifikasi yang berlaku
Spesifikasi hasil produksi yang ingin dicapai harus dapat berlaku, bila
ditinjau dari segi kemampuan proses dan keinginan atau kebutuhan
konsumen yang ingin dicapai dari hasil produksi tersebut. Dalam hal ini
haruslah dapat dipastikan dahulu apakah spesifikasi tersebut dapat
berlaku

dari

kedua

segi

yang

telah

disebutkan

di

atas

sebelum

pengendalian kualitas pada proses dapat dimulai.


3. Tingkat ketidaksesuaian yang dapat diterima
Tujuan dilakukan pengendalian suatu proses adalah dapat mengurangi
produk yang berada di bawah standar seminimal mungkin. Tingkat
pengendalian yang diberlakukan tergantung pada banyaknya produk yang
berada di bawah standar yang dapat diterima.

2.5 Statistical Quality Control


Statistical Quality Control atau pengendalian kualitas statistic adalah Ilmu
yang

memperlajari

tentang

teknik/metode

berdasarkan prinsip/konsep statistik


Tugas Pegendalian Kualitas

Page 4

pengendalian

kualitas

Salah satu teknik yang digunakan untuk memonitor proses manufaktur


dan memberikan feedback adalah Statistical Process Chart (SPC). Dalam SPC

ini terdapat seven tools antara lain:


Check Sheet
Pareto Chart
Histogram
Scatter Diagram
Process Flow Chart
Cause and Effect Diagram or Fish Bone Diagram
Control Chart
2.6 Peta Kendali (Control Chart)
Menurut Douglas C. Montgomery (2001:182) peta kendali adalah
tampilan grafis dari karakteristik kualitas yang telah diukur atau dihitung dari
sampel terhadap jumlah atau waktu sampel. Peta control tersebut memiliki :

Garis Tengah yang mewakili nilai rata-rata karakteristik kualitas yang

sesuai dengan keadaan yang terkontrol


Sepasang batas kontrol (control limits), satu batas kontrol ditempatkan
diatas garis tengah sebagai batas kontrol atas (Upper Control LimitsUCL), dan satu lagi dibawah garis tengah sebagian batas kontrol
bawah (Lower Control Limits-LCL)

Tugas Pegendalian Kualitas

Page 5

BAB III
PEMBAHASAN
3.1

Peta Kendali X chart


Pada kesempatan ini peneliti ingin membuat pengendalian X chart untuk

proses pembuatan cilok dengan melihat berapa jumlah kecacatan yang


disebabkan karena adanya produk cilok yang melewati batas control. Berikut
ini merupakan data hasil pengamatan terhadap berat cilok:
Tabel 3.1 Data observasi

Observas

Hasil

Pengukuran
X1
X2
X3

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Tugas Pegendalian Kualitas

15
11
12
17
19
19
15
18
14
15
19
12
12
10

12
12
19
18
17
18
17
15
21
17
18
20
12
10

Perhitungan

20
10
18
16
12
16
18
19
18
17
19
17
15
12

Page 6

Rata-rata

Rang

15,7
11,0
16,3
17,0
16,0
17,7
16,7
17,3
17,7
16,3
18,7
16,3
13,0
10,7

e
8,0
2,0
7,0
2,0
7,0
3,0
3,0
4,0
7,0
2,0
1,0
8,0
3,0
2,0

15
16
17
18

12
17
15
17

15
17
12
15

17
17
15
16

14,7
17,0
14,0
16,0

5,0
0,0
3,0
2,0

Tabel 3.1 Data observasi(lanjutan)

Observas

Hasil

Pengukuran
X1
X2
X3

19
20
21
22
23
24
25

16
18
18
14
19
12
17
15
20
11
20
12
12
15
Total
Rata-rata

Perhitungan
Rata - rata

Rang

15,0
16,3
16,0
16,7
16,7
17,0
14,3
394,0
15,8

e
7,0
4,0
7,0
3,0
9,0
8,0
4,0
111,0
4,4

11
17
17
18
19
19
16

Dengan menggunakan Perhitungan Rumus Peta kendali X, maka akan


didapatkan nilai UCL dan LCL sebagai berikut :
X

= ( X)/k = 398,3 / 25 = 15,8

= ( R)/k = 117 / 25 = 4,4

Peta Kendali X :
CL

= X = 15,8

UCL

= X + (A2 * R) = 15,8 + (1,023*4,4) = 20,3

LCL

= X - (A2 * R) = 15,8 (1,023*4,4) = 11,3


Dari hasil perhitungan di atas diketahui UCL adalah sebesar 20,3 dan

LCL adalah sebesar 11,3 . Setelah itu di bandingkan hasil tersebut dengan
data di tabel di atas. Dan data yang yang out of control dari peta X

Tugas Pegendalian Kualitas

Page 7

dihilangkan yaitu observasi ke 2 dan 14. Di bawah ini adalah tabel setelaah
data out of control dihilangkan

Tabel 3.2 data tanpa out control

Observa

Hasil

si

Pengukura
X

1
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

n
X2

1
15 12
12 19
17 18
19 17
19 18
15 17
18 15
14 21
15 17
19 18
12 20
12 12
12 15
17 17
15 12
17 15
16 18
18 14
19 12
17 15
20 11
20 12
12 15
Total
Rata-rata

Perhitungan

Rata-rata

Range

15,7
16,3
17,0
16,0
17,7
16,7
17,3
17,7
16,3
18,7
16,3
13,0
14,7
17,0
14,0
16,0
15,0
16,3
16,0
16,7
16,7
17,0
14,3
372,3
16,2

8,0
7,0
2,0
7,0
3,0
3,0
4,0
7,0
2,0
1,0
8,0
3,0
5,0
0,0
3,0
2,0
7,0
4,0
7,0
3,0
9,0
8,0
4,0
107,0
4,7

3
20
18
16
12
16
18
19
18
17
19
17
15
17
17
15
16
11
17
17
18
19
19
16

Dengan menggunakan Perhitungan Rumus Peta kendali X, maka akan


didapatkan nilai UCL dan LCL sebagai berikut :

Tugas Pegendalian Kualitas

Page 8

= ( X)/k = 372,3 / 23 = 16,2

= ( R)/k = 100 / 23

= 4,7

Peta Kendali X :
CL

= X = 16,2

UCL

= X + (A2 * R) = 16,2 + (1,023*4,7) = 21

LCL

= X - (A2 * R) = 16,2 (1,023*4,7) = 11,4

Peta Kendali X
25
20
15
10
5
0
1

UCL

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
LCL

X bar

Column2

3.1.1 Analisa X Chart


Berdasarkan perhitungan diatas, CL diperoleh hasil 16,2, dengan UCL =
21, dan LCL = 11,4. Berdasarkan control chart diatas, dapat diketahui bahwa
data berada di antara UCL dan LCL. Sehingga dapat diketahui data berada
dalam batas kendali.
3.2

Peta Kendali R chart

Tugas Pegendalian Kualitas

Page 9

Pada sub-bab ini akan dibuat pengendalian R chart untuk proses


pembuatan cilok dengan melihat berapa jumlah kecacatan yang disebabkan
karena adanya produk cilok yang melewati batas control. Berikut ini
merupakan data hasil pengamatan terhadap berat cilok yang susdah
dihilangkan data yang out of control pada bab sebelumnya:
Tabel 3.2 data tanpa out control

Observa

Hasil

si

Pengukura

1
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
15
16
17
18
19
20
21
22

Perhitungan

n
X2

Rata-rata

Range

1
15
12
17
19
19
15
18
14
15
19
12
12
12
17
15
17
16
18
19
17

12
19
18
17
18
17
15
21
17
18
20
12
15
17
12
15
18
14
12
15

3
20
18
16
12
16
18
19
18
17
19
17
15
17
17
15
16
11
17
17
18

15,7
16,3
17,0
16,0
17,7
16,7
17,3
17,7
16,3
18,7
16,3
13,0
14,7
17,0
14,0
16,0
15,0
16,3
16,0
16,7

8,0
7,0
2,0
7,0
3,0
3,0
4,0
7,0
2,0
1,0
8,0
3,0
5,0
0,0
3,0
2,0
7,0
4,0
7,0
3,0

Tabel 3.2 data tanpa out control(lanjutan)

Observa

Hasil

si

Pengukura
X

23

1
20

Tugas Pegendalian Kualitas

Perhitungan

n
X2

Rata - rata

Range

11

3
19

16,7

9,0

Page 10

24
25

20 12
12 15
Total
Rata-rata

19
16

17,0
14,3
372,3
16,2

8,0
4,0
107,0
4,7

Dengan menggunakan Perhitungan Rumus Peta kendali R, maka akan


didapatkan nilai UCL dan LCL sebagai berikut :
Perhitungan Peta Kendali R :
CL

= R = 4,7

UCL

= D4 * R = 2.574 * 4,7 = 12,1

LCL

= D3 * R = 0 * 4,68 = 0

Peta Kendali R
14
12
10
8
6
4
2
0
1

UCL

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
LCL

R bar

Range

3.2.2 Analisa R Chart


Berdasarkan perhitungan diatas, CL diperoleh hasil 4,7, dengan UCL =
12,1, dan LCL = 0. Berdasarkan control chart diatas, dapat diketahui bahwa
data berada di antara UCL dan LCL. Sehingga dapat diketahui data berada
dalam batas kendali.

Tugas Pegendalian Kualitas

Page 11

3.3

Capability Process
Pada sub-bab ini akan di hitung tingkat kapabilitas yang ada pada proses

pembuatan

cilok

berdasarkan

cilok.

Berikut

merupakan

perhitungan

capability proses.
Diketahui

USL

= 17,5 + 2,5 = 20

LSL

= 17,5 2,5 = 15

S = R/d2 = 4,7/1,693 = 2,76


X = 16,2
Cp =

USLLSL 2015
=
=0,301
6S
6(2,76)

CPU =

USLX 2016,2
=
=0,458
3S
32,76

CPL

XLSL 16,215
=
=0,144
3S
32,76

Cpk

= Minimum { CPU ; CPL } = 0,144

3.3.1 Analisa Capability Process


Dari perhitungan diatas diketahui nilai Cp untuk proses pembuatan
scilok sebesar 0,301, nilai tersebut kurang dari 1,00. Sehingga hal ini
menunjukkan bahwa proses pembuatan cilok memiliki kapabilitas yang
masih rendah.
Untuk nilai Cpk dari perhitungan diatas diketahui sebesar 0,036, yang di
dapatkan dari nilai CPL. Sehingga hal menunjukkan bahwa proses cenderung
mendekati batas spesifikasi atas yang telah ditetapkan.

BAB IV
Tugas Pegendalian Kualitas

Page 12

PENUTUP
4.1

Kesimpulan
Berikut adalah kesimpulan yang didapatkan dari tingkat pengendalian

kualitas pada cilok:


1. Tingkat pengendalian kualitas pada produk cilok masih kurang baik. Hal
ini dibuktikan dengan perhitungan peta kendali X chart dan R chart yang
masih memliki data yang out of control, setelah di hilangkan data yang
out control di dapat perhitungan X chart dan R chart didapatkan bahwa
data berada di antara UCL dan LCL. Untuk nilai proses kapabitas
didapatkan sebesar 0,301, dimana nilai ini menunjukkan bahwa pada
proses pembuatan cilok masih digolongkan rendah karena kurang dari
1,00.
2. Variasi yang terdapat pada proses pembuatan cilok ini ini dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, yang paling berpengaruh adalah faktor
dari manusia (operator)
1.2 Saran
Berikut adalah saran yang untuk perbaikan pada sabun media care:
1. Untuk pengusaha diharapkan dapat lebih memperhatikan performansi
dari operator yang ada pada saat pembuatan cilok. Terutama ketelitian
tenaga kerja dalam menyeseuaikan berat cilok dengan standar yang
susdah di tetapkan.

Tugas Pegendalian Kualitas

Page 13