Anda di halaman 1dari 6

Sekolah

: SMA

Mata Pelajaran
Materi

: BIOLOGI
: Sistem Pernapasan

Kelas/Semester

: XI/2

Pertemuan

: 1, 2, dan 3
Alokasi waktu

: 6 x 45 menit

1. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
2. Kompetensi Dasar
1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi
sel, jaringan, organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada mahluk hidup.
1. Bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan YME serta menjaga segala
sesuatu yang telah diciptakan oleh Tuhan YME.
1.

Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur sesuai data dan fakta, disiplin, tanggung
jawab,dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong,
bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif
dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di
dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.

1. Menunjukkan sikap teliti, tanggung jawab, dan kerjasama saat mengadakan kegiatan
baik diskusi di kelas maupun percobaan di laboratorium.
2. Menunjukkan sikap peduli lingkungan
8. Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem respirasi
dan mengaitkannya dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan proses
pernapasan serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem respirasi manusia
melalui studi literatur, pengamatan, percobaan, dan simulasi.

1. Mendeskripsikan struktur dan fungsi alat-alat pernapasan pada manusia.


2. Membedakan mekanisme pernapasan pada manusia meliputi mekanisme ekspirasi,
inspirasi, pernapasan dada dan pernapasan perut.
3. Melakukan percobaan untuk menghitung volume udara pernapasan pada hewan dan
menentukan faktor yang mempengaruhinya.
4. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasa
5. Menjelaskan dampak gangguan sistem pernapasan pada manusia
8. Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan organ
pernapasan/respirasi yang menyebabkan gangguan sistem respirasi manusia melalui
berbagi bentuk media presentasi
1. Membuktikan kandungan udara pernapasan yang berupa karbondioksida.
2. Melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab gangguan sistem pernapasan
manusia.
3. Melaporkan hasil percobaan kandungan udara pernapasan
9. Merencanakan dan melaksanakan pengamatan pengaruh pencemaran udara dan
mengolah informasi beberapa resiko negatif merokok pada remaja untuk menentukan
keputusan.
1. Membuat poster anti rokok sebagai akibat dari kerusakan system pernapasan
3. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat bertanggung jawab dalam mengkomunikasikan pendapat di kelas dengan
jelas
2. Siswa dapat bekerjasama dengan baik saat melakukan kerja kelompok
3. Siswa dapat teliti dalam pengamatan melalui percobaan

4. Siswa mampu mendeskripsikan struktur dan fungsi alat-alat pernapasan pada


manusia melalui pengamatan gambar.
5. Siswa mampu membedakan mekanisme pernapasan pada manusia meliputi
mekanisme ekspirasi, inspirasi, pernapasan dada dan pernapasan perut melalui
simulasi.
6. Siswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan
melalui kajian literatur
7. Siswa mampu melakukan percobaan untuk menghitung volume udara pernapasan
pada hewan dengan baik
8. Siswa mampu melakukan penyelidikan tentang penyebab gangguan system
pernapasan manusia melalui kajian literatur
9. Siswa mampu membuat poster anti sebagai aaibat dari kerusakan system pernapasan
dengan menarik
4. Materi Pembelajaran
Proses Pernapasan yaitu mengambil oksigen (O2) dari udara luar untuk disalurkan ke jaringan
tubuh dan mengeluarkan karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O).
1. Rongga hidung
Merupakan tempat masuknya udara pernapasan. Di dalam rongga hidung udara akan
mengalami:
1. Penyaringan, ditujukan kepada benda-benda asing yang tidak berbentuk gas, misalnya
debu. Benda-benda tersebut dihalangi oleh rambut-rambut yang tumbuh ke arah luar
lubang hidung.
2. Penghangatan, yaitu mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh.
2. Faring atau tekak
Faring merupakan tempat terjadinya persimpangan antara saluran pernapasan dengan saluran
pencernaan. Di dalam faring terdapat:
1. Epiglotis bertugas mengatur pergantian perjalanan udara pernapasan dan makanan
pada persimpangan tersebut.
2. Di bawah faring terdapat laring (pangkal tenggorok).
3. Pada laring terdapat celah yang disebut glotis yang menuju ke batang tenggorok, di
dalam laring juga terdapat pita suara.
3. Trakea

Merupakan pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapis, yaitu:


1. Lapis luar terdiri atas jaringan ikat.
2. Lapis tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan.
3. Lapis terdalam terdiri atas jaringan epitel bersilia yang menghasilkan banyak lendir
yang berfungsi untuk menangkap dan mengembalikannya ke hulu saluran pernapasan
benda-benda asing yang akan masuk ke paru-paru bersama udara pernapasan.
4. Bronkus
Bronkus merupakan cabang batang tenggorok. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju ke
paru-paru kanan dan yang satu lagi menuju ke paru-paru kiri. Dinding bronkus juga terdiri
atas 3 lapis, yaitu jaringan ikat, otot polos, dan jaringan epitel, seperti pada trakea,
perbedaannya adalah bahwa dinding trakea jauh lebih tebal dan cincin tulang rawan pada
bronkus tidak berbentuk lingkar sempurna. Kedudukan bronkus yang ke kiri dan ke
kanan berbeda. Yang ke kiri lebih mendatar daripada yang ke kanan. Hal ini merupakan salah
satu sebab paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit.
5. Bronkiolus
Merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus ini bercabang-cabang menjadi saluran yang
semakin halus. Sel-sel epitel bersilianya berubah menjadi sisik epitel.
6. Alveolus
Alveolus (saluran udara buntu) merupakan saluran akhir dari alat pernapasan. Alveolus
berupa gelembung-gelembung udara. Pada bagian alveolus inilah terjadi pertukaran O2 dari
udara bebas ke sel-sel darah, dan CO2 dari sel-sel darah ke udara bebas.
7. Paru-paru
Paru-paru manusia berjumlah sepasang kanan dan kiri. Masing-masing dibungkus oleh
selaput pembungkus paru-paru yang dikenal dengan pleura. Pleura ini merupakan selaput
tipis rangkap dua. Di antara selaput tersebut dengan paru-paru terdapat cairan limfa, yang
berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gerakan pada waktu mengembang
dan mengempis. Mengembang dan mengempisnya paru-paru disebabkan perubahan tekanan
dalam rongga dada.
Mekanisme Pertukaran gas O2 dan CO2
Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa bernapas merupakan pengambilan udara masuk berupa
oksigen (O2) ke dalam paru-paru yang disebut proses inspirasi dan mengeluarkannya kembali
dalam bentuk karbon dioksida (CO2) dan uap air yang disebut proses ekspirasi. Pada proses
tersebut terjadi pertukaran gas secara difusi. Proses yang pertama yaitu pertukaran O2 dari
udara dalam alveolus dengan CO2 dalam kapiler darah yang disebut dengan pernapasan luar

(pernapasan eksternal), sedangkan proses yang kedua adalah pertukaran O2 dari aliran darah
dengan CO2 dari sel-sel jaringan tubuh yang disebut pernapasan dalam (pernapasan internal).

A. PERNAPASAN EKTERNAL
Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah
dalam alveolus seperti terlihat pada Gambar 6.12. Pada sistem pernapasan ekternal O2 di
dalam elveolus masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi. Proses difusi ini dapat
berlangsung karena perbedaan tekanan parsial antara O2 dalam alveolus dengan O2 dalam
kapiler darah. Tekanan parsial O2 dalam alveolus lebih tinggi dibanding O2 dalam kapiler
darah. Proses difusi akan terjadi dari daerah yang bertekanan parsial tinggi ke daerah yang
bertekanan parsial rendah.
Di dalam kapiler arteri darah O2 kemudian akan diikat oleh hemoglobin. Proses pengikatan
O2 oleh hemoglobin melalui reaksi sebagai berikut.
Hb+O2 HbO2 (hemoglobin) (oksihemoglobin)
Oksigen atau O2 yang diikat hemoglobin akan dibawa ke seluruh tubuh untuk diberikan ke
sel (mitokondria) untuk proses oksidasi. Oksidasi dalam sel akan menghasilkan CO2 yang
kemudian akan diangkut lewat kapiler vena darah menuju alveolus. CO2 dalam alvelous ini
akan dikeluarkan lewat paru-paru. CO2 diangkut sebagai ion bikarbonat (HCO3 ). Reaksi
yang terjadi adalah sebagai berikut.
H+ + HCO3 H2CO3 H2O + CO2
Reaksi tersebut bisa berjalan dengan baik karena adanya enzim karbonat anhidrase, yang
terdapat dalam sel-sel darah merah.
B. PERNAPASAN INTERNAL
Pernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh,
seperti terlihat pada berikut:Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin
dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel: HbO2 Hb+O2
Hemoglobin dalam darah berfungsi untuk mengikat dan melepaskan oksigen. Reaksi yang
terjadi adalah: Hb4 + 4O2 4 HbO2
Selanjutnya, oksi hemoglobin akan melepaskan O2 ke dalam jaringan tubuh atau sel.
Kemudian O2 akan diterima oleh mitokondria untuk oksidasi. Semakin banyak O2 yang
masuk ke dalam sel maka semakin banyak pula CO2 yang dihasilkan dari proses oksidasi.
CO2 akan berdifusi masuk ke kapilervena darah. CO2 ini akan diangkut oleh kapiler vena
darah menuju alveolus.
Reaksi itu dapat berjalan dengan baik karena adanya enzim karbonat anhidrase. HCO3 akan
keluar dari sel darah merah dan masuk plasma darah. Kedudukan HCO3 diganti dengan ion

klorida. Proses seperti ini paling sering dilakukan, persentase terjadinya proses ini sekitar
65%. O2 yang masuk ke dalam jaringan kemudian akan diberikan pada mitokondria
(organela sel) untuk respirasi seluler (lihat kembali bagan di depan). Dari respirasi selular
itulah energi dihasilkan.
5. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan

: Scientific approach

2. Model

: Discovery learning

3. Media
pernapasan.

: Torso, video, gambar, powerpoint, gambar dan animasi mekanisme

4. Alat dan Bahan


: Spidol, kaca datar, respirometer, syringe, kapas, tissue,
belalang, larutan KOH, eosin, dan vaselin
6. Sumber Belajar
Aryulina; Muslim; Manaf; Winarn. 2007. Biologi untuk Kelas XI. Jakarta: Esis
Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Bagod, sujadi. 2007. BIOLOGI Sains Dalam Kehidupan Untuk SMA Kelas XI. Jakarta :
Yudhistira
Tim Abdi Guru. 2007. IPA BIOLOGI untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Penerbit Erlangga