Anda di halaman 1dari 6

LBM 2:

Unit Belajar
a. Judul

:
: Gigiku harus dilindungi
Skenario

Anak usia 8 tahun dating ke puskesmas untuk berkonsultasi dan memeriksakan gigi. Dokter gigi
memeriksa kondisi gigi pada semua gigi rahang atss dan rahang bawah.
Pada pemeriksaan intar oral didapatkan:
26, 36 : karies media dengan pit dan fissure dalam
16, 46 : fissure dalam
Dokter gigi merencakan tindakan perawan preventif resin restoration pada gigi anak tersebut.
Tidak lupa dokter gigi melakukan upaya preventif

STEP 1
1. preventif resin restoration : merupakan prosedur alternative untuk menangani karies pada
gigi permanen muda. Resin digunakan untuk gigi permanen muda
2. Pit : titik terdalam pada email gigi dan terletak pertemuan antara grove dan grove pada
permukaan gigi
3. Fissure dalam : garis berupa celah yang dalam pada permukaan gigi
4. Fissure sealant : bahan yang diletakkan pada pit an fissure gigi untuk menvengah karies
agar bahan berpenetrasi pada permukaan gigi dan berpolimerisasi dan menutup dari
debris dan bakteri
STEP 2
1. Apa saja tindakan preventive untuk perawatan karies?
2. Apa yang dimaksud dengan preventice resin restoration dan tahapannya?
3. Apa indikasi dan kontraindikasi penggunaan fissure sealan?
4. Apakah perbedaan pit dan fissure dalam dengan karies?
5. Apakah tujuan dari upaya preventif dalam perawatan karies?
6. Bagaimana cara aplikasi dari fissure sealant?
7. Kapankah waktu yang tepat untuk pemberian fissure sealant?
8. Bagaimana tehnik prosedur dalam setiap tindakan preventive?
9. Bagaimana penyebaran karies pada pit dan fissure yang dalam?
10. Kenapa pit dan fissure terjadi pada gigi posterior?
11. Apa saja macam-macam bentuk fissure
12. Apa saja bahan yang digunakan untuk fissure sealant?
STEP 3

1. Kenapa karies pit dan fissure terjadi pada gigi posterior?


- Gigi posterior bayak groove, pit dan fissure, banyak penumpukan maka sehingga sulit
dibersihkan
- Sulit tejangkau apalagi pada anak-anak dan anak-anak tehnik sikat gigi belom dengan
benar
2. Bagaimana penyebaran karies pada pit dan fissure yang dalam?
Berawal dari pit dan fissure berlanjut kea rah lateral cups dan lereng
3. Apa saja macam-macam bentuk fissure?
- Bentuk V : dangkal dan lebar
- Bentuk I : sempit dan dalam
- Bentuk U : cukup lebar dan terbuka
- Bentuk K : sempit dan melebar bagian dalam
Tipe-tipe yang resisten karies:
- Bentuk V. rendah
- Bentuk U dan V : self cleansing
- Bentuk U : ke DEJ lebih rentan karies
- Bentuk K : rentan terkena
4. Apakah perbedaan pit dan fissure dalam dengan karies?
- Pit dan fissure tidak ada kerusakan jaringan dan apabila di sondasi tidak menyangkut
apakah karies atau pit dan fissure?
- Tidak terjadi perbahan warna
- Terbentuk dari gigi atau mengikuti anatomis gigi
- Karies, sudah terjadi kerusakan jaringan, disondasi akan menyangkut di daerah pit
dan fissure
- Sudah terjadi perubahan warna, sehingga mudah didentifikasi karies
- Terbentuk karena proses fisilogis
5. Apa yang dimaksud dengan preventice resin restoration dan tahapannya?
Preventive : upaya pencengahan dengan menggunakan resin dan juga SIK.
Sejarah : dikenalkan oleh simon, suatu prosedur klinik untuk mencengah terjadinya karies
dengan menggunakan tenik etsa. Dikenalkan 3 tipe bahan restorasi berdasarkan
kedalaman karies:
a. Tipe a :bahan selant tanpa bahan pertikel pengisi
b. Tipe b : resin komposit yang di lute
c. Tipe c : bahan sealan dengan bahan pengisi
Ada matriks, pertikel pengisi dan berpengaruh pada pengerasan resin, untuk self
curing dicampuurkan akan beerpolimerisasi. Light curing sealah selesai dilakukan
penyinaran gelombang 450 - 490 nanometer.
Saliva diisolasi dikarenakan pada etsa asam untuk mikrositas gigi sehingga bias adesi.
Jika terkena maka akan terjadi remineralisasi
Tahapan Resin
- Dilihat pit dan fissure yg dalam dan dilihat adakah karies yang besar
- Pemberian dari disclosing, dibersihkan dengan brush dan pumis

Syarat pumis : abrasi ringan, tanpa ada campur perasa, tidak mengandung minyak da
flour, dapat membersihkan plak dan stain, memiliki kemampuan poles yang bagus
Pasien berkumur
Keringkan giginya
Kemudian di berikan etsa d37 % selama 20 detik
Dicuci dan dikeringkan kembali sehingga terlihat frostywhite
Diaplikasin resi sealant dengan sonde
Pastikan tidak ada gelembung dari bahan tadi
Dan sinari selama 30 detik untuk light cured
Dan di evaluasi dengan articulating paper dan kurangi bahan yang berlebih
Tahapan SIK
Membersihkan pit dan fissure dengan brush
Pasien diintruksikan berkumur
Isolasi gigi dari saliva
Keringkan gigi selama 20 30 detik
Aplikasi bahan dentin conditioner 10 20 detik
Bilas dengan air
Dikeringkan, lalu di aplikasikan bahan SIK
Aplikasikan bahan varnish dan kurangi bahan yang berlebih
Ada bubuk dan cairan : bubuk silica, alumina, dan cairan ada larutan asam poliaklrilat
dengan konsentarsi 50 %
Sifat sik : kekerasan yang baik namun jauh dibawah resin, anti karies dengan
mengeluarkan flour sehingga pengerasan dihindadari dari saliva, ikatan fisikokimia
sangan baik karena menghindari kebocoran tepi.
Indikasi : gigi sulung, kekuatan kunyah yang relative besar, erupsi belum sempurna,
area yang sulit di kontaminasi
Tahapan umumnya:
Isolasi : rubber damn, cotton roll. Untuk menghindari saliva
Preparasi : pembungan jaringan karies untuk pit dan dfissure dicurigai yang
dekalsifikasi dengan round damn dan tidak dibutuhkan retensi karena sudah ada etsa.
Dan struktur gigi yang hilang seminimal mungkin
Restorasi : dilakukan aplikasi etsa asam dengan asam posfat 37 % di permukaan
email di oklusa untuk mengahsilkan porinkecil sehingga resin berikatan dengan gigi
bahan etsa asam, ada yang berbentuk larutan dan gel. Yang baik digunakan bahan
yang berbentuk gel.lalu dilakukan bonding selama penyinaran 60 detik kemudian
diaplikasikan bahan sealant diatas daerah restorasi yang sudah di etsa di sinari selama
40 detik. Untuk PRR tipe a hanay di oklusal yang sudah di reparasi.
Tipe- tipe PRR:
1. Memerlukan preparasi minimal dengan round bur sperempatan atau setengah
untuk menempatan sealant
2. Pembungan karies dengan raound bur biasanya total setengah dari enamel yg
terlibat

3. Pembuangan karies yang biasanya sudah mencapai dentin dan butuh kalisum
hidroksida. Jika ada karies maka di reparasi. Jika tidak ada karies maka tidak Di
PRR.

6. Apakah tujuan dari upaya preventif dalam perawatan karies?


a. Untuk mencengah bakteri
b. Memperkuat struktur gigi dari akumulasi plak pada pit dan fissure
c. Melindungi host dari serangan penyakit dengan membangun penghalang bagi
mikroorganisme
d. Untuk menghentikan proses karies yang awal
e. Melakukan tindakan pencengah pada karies pada pit dan fissure yang belom terkena
karies
7. Apa saja tindakan preventive untuk perawatan karies?
a. Melakukan DHE, suatu tindakan untuk berikan edukasi pada anak-anak
b. Pemberian flour, untuk mempercepat remineralisasi. Baik dengan pasta gigi terbukti
menurunkan insidensi karies(1mg flour pergraam) harus pada pengawasan orang tua
ataupun berkumur, dapat menurunkan 20-50 % insidensi karies disarankan untuk
orang yang berisiko tinggi terhadap karies, Topical aplikasi prosedur pengolesan
langsung pada gigi setelah diberikan dibiarkan beberapa menit lalu selama 1 jam
tidak boleh terkena makanan ataupun minuman, untuk mempercepat remineralisasi.
Menghambat plak. Indikasi pada usia lebih dari 6 tahun dan menggunakan ortho.
c. Pit dan fissure sealant bahan yang berfungsi untuk menghindari karies secara dini
d. Aplikasi CPP-ACP: berfungsi sebagai remineralisasi pada email. Indikasi untuk
menguatkan enamel gigi, mencengah demineralisasi dan mendorong remineraisasi.
Permukann enamel dibersihkan, pasta di aplikasikan pada seluruh permukaan gigi di
ratakan dan dipertahankan selama 1-2 menit tidak dikunyah. Pasta di aplikasikan
selama 2 kali sehari, diintruksikan tidak makan selama 30 menit.
e. Pengurangi bakteri dengan kontrol plak, diet karbohidrat
f. Minimum interfensi karies
Pembagian PRRa secara umum
a. Primer : sebelum terjadi karies, DHE, pemberian flour dan fissure sealant. Sedianakn
dalam bentuk naf 2 % sebanyak 10 mgf/ml. larutan nsf 8 % sebanyak 20 mgf/ml,
larutan gel apf 12,29 mgf/ml, pernis naf 2,26 % mgf/ml, pasta propilaktif sebanyak
0,6 % 1mgf/ml.
b. Sekunder : sudah terdapat karies, bias menggunakan PRR, ART dengan hand
instrument
c. Tersier : penvengahn untuk mngurangi kehilangan fungsi gigi.

8. Bagaimana tehnik prosedur dalam setiap tindakan preventive?


Topical aplikasi : karies yang superficial dan semua gigi diberi aplikasi. Permukan
oklusal dibersihkan. Dan bagian proksimal dengan dental flosh, dikeringkan, gigi di

isolasi, dan flour jangan terkena saliva ditunggu 4-5 menit, intsruksikan tidak makan dan
minum 30 menit.
9. Apa indikasi dan kontraindikasi penggunaan fissure sealan?
Pada anak-anak, proses demineralisasi pada karies gigi berjalan lebih
cepat dibanding orang tua, hal ini disebabkan :
(1) email gigi yang baru erupsi lebih mudah diserang selama belum
selesai maturasi setelah erupsi (meneruskan mineralisasi dan
pengambilan flourida) yang berlangsung terutama satu tahun setelah
erupsi;
(2) remineralisasi yang tidak memadai pada anak-anak, bukan karena
perbedaan fisiologis, tetapi sebagai akibat pola makannya (sering
makan makanan kecil);
(3) lebar tubuli pada anak-anak mungkin menyokong terjadinya
sklerotisasi yang tidak memadai; dan
(4) diet yang buruk dibandingkan dengan orang dewasa, pada anakanak terdapat jumlah ludah dari kapasitas buffer yang lebih kecil,
diperkuat oleh aktivitas proteolitik yang lebih besar di dalam mulut
(Schuurs, 1993)
10. Bagaimana cara aplikasi dari fissure sealant?
11. Kapankah waktu yang tepat untuk pemberian fissure sealant?
Identifikasi
Kriteria risiko tinggi untuk anak-anak meliputi satu atau lebih dari hal-hal
berikut ini:
gigi karies, karies email awal pada area multipel (white spot lesion), plak
terlihat pada gigi anterior, gambaran radiografis menunjukkan karies email,
titer tinggi terhadap Streptococcus mutans (SM), penggunaan alat ortodontik,
dan adanya hipoplasia email. Anak-anak lain yang dapat dimasukkan ke
dalam risiko tinggi adalah anak yang pernah dilakukan aplikasi fluor secara
topikal, anak yang mengkonsumsi gula-gula dan makanan kariogenik lebih
dari tiga kali sehari, ibu dengan karies aktif, anak dengan kebutuhan khusus,
dan kondisi yang mengganggu komposisi serta aliran saliva

12. Apa saja bahan yang digunakan untuk fissure sealant?


GIC
Semen glass ionomer termasuk yang berguna dalam memperbaiki gigi
karena bersifat self-adhesive, terikat pada struktur gigi, melepaskan fluor,
dan bertindak sebagai pompa fluorida yang dapat diisi ulang untuk
menimbulkan remineralisasi. Protektan permukaan glass ionomer terikat
pada email dan melepaskan fluorida pada permukaan gigi untuk
meningkatkan remineralisasi. Selain itu, glass ionomer juga membantu
proses remineralisasi internal jika ditempatkan langsung di atas dentin

13. Apa saja tipe-tipe PRR dan bagaimana cara aplikasi mashing - masing tipe dan apa bahan
di setiap tipe?
1. PREVENTIVE RESIN RESTORATION
PRR Tipe A Teknik aplikasi:
1. Bersihkan permukaan gigi dengan brush dan pumice
2. Gambar outline kavitas

3. Hilangkan karies yang kedalamannya sebatas enamel dari pit dan fissure
menggunakan low speed round bur.
4. Menghaluskan seluruh permukaan bidang preparasi dengan fine finishing
diamond bur
5. Isolasi gigi dengan cotton rolls
6. Etsa 15 detik,lepas cotton roll, bilas 20 dan keringkan 15
7. Isolasi gigi dengan cotton rolls
8. Aplikasi sealant, hindari gelembung
9. Polimerisasi sinar 20atau sesuai aturan pabrik
10. Lepas cotton rolls
11. Cek oklusi dengan articulating paper
PRR Tipe B Teknik Aplikasi:
1. Bersihkan permukaan gigi dengan brush dan pasta gigi
2. Gambar outline kavitas
3. Hilangkan karies yang kedalamannya sebatas dentin yang dangkal dari pit
dan fissure menggunakan low speed round bur.
4. Menghaluskan seluruh permukaan bidang preparasi dengan fine finishing
diamond bur
5. Isolasi gigi dengan cotton rolls
6. Dentin yang terbuka di beri liner Ca(OH)2
7. Etsa 15 detik, lepas cotton roll, bilas 20 dan keringkan 15
8. Aplikasi bonding agent dengan menggunakan cotton pellet kemudian
dikeringkan dengan chip blower supaya merata dan disinar selama 10 detik
9. Aplikasi komposit ke dalam kavitas hingga bentuk sesuai dengan anatomi
gigi. dan disinar selama 40 detik.
10. Aplikasi sealant diatas bahan restorasi dan pada pit, fissure yang tidak
terkena karies dengan menggunakan aplikator (sonde bengkok) hindari
gelembung udara
11. Polimerisasi sinar selama 20 detik
12. Lepas cotton roll
13. Cek oklusi dengan menggunakan articulating paper

2. Apa indikasi dan kontraindikassi PRR?


3. Bagaimana mekanisme perlekatan resin?
4. apa perbedaan kriteria sondasi pada pit dan fissure dengan karies

STEP 4