Anda di halaman 1dari 28

JARINGAN TRANSMISI

PENGERTIAN
Saluran Transmisi adalah sistem penyaluran tenaga listrik yang
beroperasi pada TT (tegangan Tinggi), TET (Tegangan Ekstra Tinggi), dan TUT
(Tengangan Ultra Tinggi). Kemampuan sistem transmisi dengan tegangan
yang lebih tinggi akan menjadi jelas jika dilihat pada kemampuan transmisi
dari suatu saluran transmisi, kemampuan ini biasanya dinyatakan dalam
Mega Volt Ampere (MVA). Transmisi dapat menyalurkan tenaga listrik dari GI
Pembangkitan ke GI Tegangan Tinggi dan dari GI Tegangan Tinggi ke GI
Distribusi.

GAMBAR

SINGLE LINE DIAGRAM

KOMPONEN
TOWER
Energi listrik yang disalurkan lewat saluran transmisi udara pada
umumnya menggunakan kawat telanjang sehingga mengandalkan
udara sebagai media isolasi antara kawat penghantar tersebut dengan
benda sekelilingnya, dan untuk menyanggah / merentang kawat
penghantar dengan ketinggian dan jarak yang aman bagi manusia dan

lingkungan sekitarnya, kawat-kawat penghantar tersebut dipasang


pada

suatu

konstruksi

bangunan

yang

kokoh,

yang

biasa

disebut menara / tower. Antara menara / tower listrik dan kawat


penghantar

disekat

oleh isolator.

Konstruksi

tower

besi

baja

merupakan jenis konstruksi saluran transmisi tegangan tinggi (SUTT)


ataupun saluran transmisi tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang paling
banyak digunakan di jaringan PLN, karena mudah dirakit terutama
untuk pemasangan di daerah pegunungan dan jauh dari jalan raya,
harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan penggunaan
saluran bawah tanah serta pemeliharaannya yang mudah.
Jenis-Jenis Menara / Tower Listrik
Menurut bentuk konstruksinya, jenis-jenis menara / tower listrik
dibagi
1.
2.
3.
4.

atas

macam,

yaitu:

Lattice tower
Tubular steel pole
Concrete pole
Wooden pole

Gambar 1. Lattice tower


steel pole

Gambar 2. Tubular

Menurut fungsinya, menara / tower listrik dibagi atas 7 macam yaitu:


1. Dead end tower, yaitu tiang akhir yang berlokasi di dekat Gardu
induk, tower ini hampir sepenuhnya menanggung gaya tarik.
2. Section tower, yaitu tiang penyekat antara sejumlah tower
penyangga dengan sejumlah tower penyangga lainnya karena alasan
kemudahan saat pembangunan (penarikan kawat), umumnya
mempunyai sudut belokan yang kecil.
3. Suspension tower, yaitu tower penyangga, tower ini hampir
sepenuhnya menanggung gaya berat, umumnya tidak mempunyai
sudut belokan.
4. Tension tower, yaitu tower penegang, tower ini menanggung gaya
tarik yang lebih besar daripada gaya berat, umumnya mempunyai
sudut belokan.
5. Transposision tower, yaitu tower tension yang digunakan sebagai
tempat melakukan perubahan posisi kawat fasa guna memperbaiki
impendansi transmisi.
6. Gantry tower, yaitu tower berbentuk portal digunakan pada
persilangan antara dua Saluran transmisi. Tiang ini dibangun di bawah
Saluran transmisi existing.
7. Combined tower, yaitu tower yang digunakan oleh dua buah saluran
transmisi yang berbeda tegangan operasinya.

Gambar 3. Tower 2 sirkit tipe suspensi (kiri) dan tension


(kanan).

Gambar 4. Tower 4 sirkit tipe suspensi (kiri) dan tension


(kanan).
Menurut susunan / konfigurasi kawat fasa, menara / tower listrik
dikelompokkan atas:
1. Jenis delta, digunakan pada konfigurasi horizontal / mendatar.
2. Jenis piramida, digunakan pada konfigurasi vertikal / tegak.
3. Jenis Zig-zag, yaitu kawat fasa tidak berada pada satu sisi lengan

tower.
Dilihat dari tipe tower, dibagi atas beberapa tipe seperti ditunjukkan
pada tabel 1 dan tabel 2.

Tabel 1. Tipe tower 150 Kv

Tabel 2. Tipe

Tower 500 kV

ISOLATOR
Isolator

mempunyai

peranan

penting

untuk

mencegah

terjadinya aliran arus dari konduktor phasa ke bumi melalui menara


pendukung. Dengan demikian,

isolator merupakan bagian penting

dalam sistem transmisi energi listrik. Beberapa persyaratan penting


yang harus dimiliki suatu isolator adalah:
-

Isolator harus mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi.

Memiliki kekuatan dielektrik yang tinggi.

Mempunyai nilai resistivitas yang tinggi untuk memperkecil arus


bocor yang terjadi.

Tidak mudah keropos dan tahan terhadap masuknya gas-gas


ataupun cairan-cairan ke dalam bahan isolator.

Tidak dipengaruhi oleh perubahan suhu.

Bahan-bahan Isolator :

Isolator Porselen
Porselen berasal dari tanah liat yang mengandung aluminium
silikat, kemudian aluminium silikat ini direaksikan dengan plastik
kaolin, felspar, kwarsa dan campuran ini dipanaskan pada tempat
pembakaran dengan suhu yang diatur. Komposisi bahan bakunya
adalah: 50% tanah liat, 25% felspar, 25% kwarsa. Isolator yang
dihasilkan harus keras, permukaannya halus/licin dan bebas dari
sifat

perembesan.

Kehalusan

bahan

pada

permukaan

akan

membebaskan isolator dari jejak air. Sifat menyerap pada bahan


isolator akan menurunkan kekuatan dielektrik, dan adanya kotoran
ataupun gelembung udara di dalam bahan isolator juga akan
mengakibatkan penurunan kekuatan dielektrik.
Jika bahan isolasi diproduksi pada suhu yang rendah maka sifat
mekaniknya akan menjadi lebih baik, tetapi bahan tersebut bersifat
menyerap air dan ketika bahan tersebut digunakan, kondisinya
mungkin akan memburuk. Sebaliknya jika bahan isolasi diproduksi
pada suhu yang lebih tinggi, sifat menyerapnya akan berkurang,
tetapi bahan isolasi tersebut menjadi rapuh. Jadi di dalam membuat
isolator

perlu

dielektrik,

sifat

pengeringannya.

dirancang

sedemikian

rembesan
Secara

terhadap

mekanis

rupa
air

isolator

antara
dan

suhu

porselen

kekuatan
tempat
memiliki

kekuatan dielektrik 60.000 V/cm, tekanan dan kuat regangannya


adalah 70.000 kg/cm2 dan 500 kg/cm2.

Isolator Gelas
Sering kali gelas digunakan sebagai bahan isolasi. Gelas
diproduksi dengan proses penguatan yaitu dipanaskan dulu lalu

didinginkan. Isolator yang terbuat dari bahan gelas ini memiliki


beberapa keuntungan sebagai berikut :
Kekuatan dielektriknya tinggi kira-kira 140 kV/cm
Dengan pemanasan yang tepat akan diperoleh resistivitas yang
tinggi.
Koefisien muai panasnya rendah.
Karena kekuatan dielektriknya tinggi, maka isolator gelas memiliki
bentuk yang

lebih sederhana dan

bahkan dapat digunakan satu

lapis sebagai bahan isolator.


Bersifat transparan (lebih jelas dibandingkan porselen), sehingga
sedikit cacat,

ketakmurnian

kotoran-kotoran yang lain dapat

gelembung
dideteksi

udara,
dengan

retak-retak,
mudah

dan

bersifat homogen.
Daya rentanganya lebih besar dari porselen.
Lebih murah dari pada porselen
Kelemahan dari isolator gelas antara lain :
Uap-uap air mudah mengembun di sepanjang permukaan isolator,
sehingga hal ini

dapat menyebabkan penumpukan kotoran-kotoran

pada permukaan isolator dan

mempercepat

terjadinya

arus

bocor.
Pada tegangan yang lebih tinggi, gelas tidak dapat dituang
(casting) dalam bentuk atau model yang tidak beraturan, karena
pendingin yang tidak teratur akan menyebabkan

terjadinya

kegentingan-kegentingan didalam isolator dan keadaan ini dapat


mempercepat terjadinya arus bocor.

Isolator Steatite
Steatite adalah magnesium silikat dan dijumpai pada berbagai
bagian dari oksida magnesium dengan silikat. Daya rentang dari
isolator steatite jauh lebih besar dibandingkan dengan isolator
porselen, dan dapat menguntungkan jika digunakan pada keadaan
dimana isolator mengalami regangan sempurna misalnya ketika
jaringan saluran transmisi mengalami belokan tajam.

Klasifikasi Isolator Transmisi Hantaran Udara. Isolator transmisi


hantaran

udara

diklasifikasi

menurut

penggunaan

dan

konstruksinya menjadi isolator gantung (suspension), jenis pasak


(pin-type), jenis batang panjang (long-rod) dan jenis pos-saluran
(line post). Gandengan isolator gantung pada umumnya dipakai
pada saluran transmisi tegangan tinggi, sedang isolator batang
panjang dipakai ditempat-tempat dimana pengotoran udara karena
garam dan debu banyak terjadi. Kedua jenis yang lain dapat dipakai
pada saluran transmisi yang relatip rendah (kurang dari 22-33 kV).

Isolator Gantung,
Pada

isolator

gantung

dikenal

dua

jenis,

yakni clevis

type dan ball-and-socket type,yang masing-masing terbuat dari


porselen dengan tutup (cap) dari besi tempaan (malleable iron),
yang

keduanya

berkualitas baik.

diikatkan

pada

porselennya

dengan

semen

Keuntungan-keuntungan dari isolator gantung :


1. Setiap unit dirancang untuk tegangan 11 kV sehingga dengan
menghubungkan

beberapa

buah

isolator

secara

seri,

maka

sederetan isolator tersebut dapat digunakan untuk setiap tegangan


yang diinginkan.
2. Bila didalam deretan isolator yang telah dihubungkan tersebut
salah satu isolator rusak, maka proses penggantiannya lebih
mudah dan harganya relatif lebih murah.
3. Tekanan mekanis pada rangkaian isolator akan berkurang karena
tempat pengikat kawat penghantarnya fleksibel.
4. Apabila deretan isolator tersebut digantungkan pada menara
yang terbuat dari baja maka konduktor tegangan tinggi hanya
sedikit berpengaruh terhadap sambaran kilat, karena penghantar
kawat tersebut posisinya lebih rendah dari pada lengan menara
yang ditanahkan dan mempunyai sifat sebagai penangkal petir.
5. Jika beban yang diberikan pada transmisi bertambah, maka
potensial

jaringan

yang

ada

dapat

diperbesar

lagi

menambahkan sejumlah deretan atau rangkaian isolator.

Isolator Pasak,

dengan

Isolator jenis pasak dan jenis pos-saluran terbuat dari porselen,


yang bagian bawahnya diberi tutup (thimble, cap) besi cor yang
disemenkan pada porselen serta pasak baja yang disekrupkan
padanya. Karena jenis ini dipakai secara sendirian (tidak dalam
gandengan) serta kekuatan mekanisnya rendah, maka tidak dibuat
dalam ukuran-ukuran yang besar.

Jenis batang-panjang mempunyai sedikit bagian logam sehingga


tidak mudah menjadi rusak. Oleh karena rusuknya yang sederhana
maka ia mudah tercuci oleh hujan, sehingga jenis ini sesuai sekali
untuk penggunaan pada tempat-tempat yang banyak dikotori
garam dan debu

KONDUKTOR
Fungsi Konduktor
Konduktor berfungsi untuk memindahkan energi listrik dari suatu
tempat yang lain.
Jenis Bahan Konduktor
Bahan-bahan yang dipakai untuk konduktor harus memenuhi
persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
- Konduktifitasnya cukup baik.
- Kekuatan mekanisnya (kekuatan tarik) cukup tinggi.
- Koefisien muai panjangnya kecil.
- Modulus kenyalnya (modulus elastisitet)cukup besar.
Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai konduktor, antara lain :
- Logam biasa seperti tembaga, aluminium, besi, dan sebagainya
- Logam campuran (alloy) adalah tembaga atau aluminium yang
diberi campuran dalam jumlah tertentu dari logam jenis lain yang
gunanya untuk menaikkan kekuatan mekanisnya.
- Logam paduan (composite) yaitu dua jenis logam atau lebih yang
dipadukan dengan cara kompresi, peleburan (smelting) atau
pengelasan (welding).
Klasifikasi Konduktor.
a.

Klasifikasi Konduktor Menurut Bahannya :

Kawat Logam Biasa


Contoh :
BBC (Bare Copper Conduktor)

AAC (All Aluminium Alloy Conduktor)

Kawat Logam Campuran (Alloy)


Contoh :

AAAC (All Aluminium Alloy Conduktor)

Kawat Logam Paduan (composite)


Contoh :
- Copper Clad Steel (Kawat baja berlapis tembaga)
- Aluminum Clad Steel (Kawat baja berlapis Aluminium)

Kawat Lilit Campuran


Yaitu kawat yang lilitannya terdiri dari dua jenis logam atau
lebih.
Contoh :
ASCR (Aluminium Cable Steel Reinforced)

b.

Klasifikasi Konduktor Menurut Konstruktsinya :

Kawat padat (solid wire) berpenampang bulat.

Kawat berlilit (standart wire) terdiri 7 sampai dengan 61 kawat


padat yang dililit menjadi satu, biasanya berlapis dan
konsentris.

Kawat berongga (hollow conductor) adalah kawat berongga


yang dibuat untuk mendapatkan garis tengah luar yang besar.

c.

Klasifikasi Menurut Bentuk Fisiknya.

Konduktor telanjang.

Konduktor berisolasi.
Konduktor berisolasi adalah konduktor telanjang yang pada
bagian luarnya diisolasi sesuai dengan peruntukan tegangan
kerja.

Contoh :

Kabel twisted.

Kabel NYY.

Kabel NYCY.

Kabel NYFGBY.

Karakteristik Konduktor
Ada 2 (dua) jenis karateristik konduktor, yaitu :
a. Karakteristik Mekanik
b. Karakteristik Listrik.
Karakteristik Mekanik.
Karakteristik mekanik menunjukkan keadaan fisik dari konduktor yang
menyatakan kekuatan tarik dari pada konduktor.
Dari SPLN 41-8:1981 untuk konduktor 70 mm

berselubung AAAC-S

pada suhu sekitar 30 C, maka kemampuan maksimal dari konduktor


untuk menghantar arus adalah 275 A.
Karakteristik Listrik
Karakteristik listrik menunjukkan kemampuan dari konduktor terhadap
arus listrik yang melewatinya.
Dari SPLN 41-10 : 1991 untuk knduktor 70 mm 2 berselubung AAAC-S
pada suhu sekitar 30o C, maka kemampuan maksimum dari konduktor
untuk menghantar arus adalah 275 A.
Karakteristik Hantaran
a. Karakteristik Mekanik
-

Karakteristik mekanik hantaran udara aluminium (A2C)


Tabel.

Luas

Luas

Jumlah

Diamet

Diamet

Berat

Kuat

Penamp

Penamp

Kawat

er

er

Hantar

tarik

ang

ang

Kawat

Hantar

an

Putus

Nominal

Sebenar

Alumini

an

Kira-

Hantar

nya

um

Nomin

kira

an

Nominal

al

(mm2)

(mm)

(mm)

(secara
(kg/km hitunga

(mm)

n)
(kp) *)

16

15,89

1,7

5,1

44

290

25

24,25

2,1

6,3

67

425

35

34,36

2,5

7,5

94

585

50

49,48

,30

9,0

135

810

50

48,36

19

1,8

9,0

133

860

70

65,82

19

2,1

10,5

181

1150

95

93,27

19

2,5

12,5

256

1595

120

117,0

19

2,8

14,0

322

1910

150

147,1

37

2,25

15,7

406

2570

185

181,6

37

2,5

17,5

501

3105

240

242,5

61

2,25

20,2

670

4015

300

299,4

61

2,5

22,5

827

4850

400

400,1

61

2,89

26,0

1105

6190

500

499,8

61

3,23

29,1

1381

7600

625

626,2

91

2,96

32,6

1733

9690

800

802,1

91

3,35

36,8

2219

12055

1000
-

499,7
91
3,74
41,1
2766
14845
Karakteristik mekanik hantaran udara aluminium
campuran (A3C)
Tabel

Konstruksi Penghantar Udara Campuran Aluminium Telanjang


(AAAC)
Luas

Luas

Jumla

Diamete

Diamete

Berat

Kuat

Penamp

Penamp

Penghan

tarik

ang

ang

Kawa

Kawat

Penghan

tar

Putus

Nominal

Sebenar

Aluminiu

tar

Nominal

Penghan

Nominal

nya
(mm2)

Nominal
(mm2)

tar
(kg/km)

(mm)

(mm)

(N)

16

16,84

1,75

5,25

46

4,700

25

27,83

2,25

6,75

76

7,750

35

34,36

2,5

7,5

94

9,600

50

49,48

3,0

9,0

135

13,850

50

45,7

19

1,75

8,75

126

12,750

70

75,55

19

2,25

11,25

208

21,100

95

93,27

19

2,5

12,5

256

26,100

120

112,85

19

2,75

13,75

310

31,550

150

147,11

37

2,25

15,75

406

41,100

185

181,62

37

2,5

17,5

501

50,750

240

242,54

61

2,25

20,25

670

67,750

300

299,43

61

2,5

22,5

827

83,700

400

431,18

61

3,0

27,0

1195

120,550

500

506,04

61

3,25

29,25

1402

141,400

630

643,24

91

3,0

33,0

1782

179,750

800

754,91

91

3,25

35,75

2092

211,000

1000
-

1005,06
91
3,75
41,25
2785
280,85
Karakteristik mekanis hantaran udara tembaga (BCC)

Luas

Luas

Penampa Penampa

Jumlah

Diamet

Diamet

Berat

Kuat

Kawat

er

er

Hantar

tarik

ng

ng

Kawat

Hantar

an

Putus

Nominal

Sebenar

Tembag

an

Kira-

Hantar

nya

Nomina

kira

an

Nomina

(mm2)
(mm2)

l
(mm)

(secara
(kg/km)

(mm)

hitunga
n)
(kp) *)

6,16

2,8

2,8

54,8

246

10

10,02

1,35

4,05

90

410

16

15,89

1,7

5,1

143

650

25

24,25

2,1

6,3

219

990

35

34,36

2,5

7,5

310

1405

50

49,48

3,0

9,0

447

2020

50

48,36

19

1,8

9,0

438

1980

70

65,82

19

2,1

10,5

597

2690

95

93,27

19

2,5

12,5

846

3810

120

117,0

19

2,8

14,0

1061

6010

150

147,1

37

2,25

15,7

1337

7420

185

181,6

37

2,5

17,5

1651

7420

240

242,5

61

2,25

20,2

2208

9910

300

299,4

61

2,5

22,5

2726

12235

400

400,1

61

2,89

26,0

3643

16345

500

499,8

61

3,23

29,1

4551

20420

Karakteristik mekanik kabel Twisted TR


Diameter

Penampang nominal

kabel

Fasa

Netral

Penerangan

(mm2)

(mm2)

(mm2)

3 x 25

kabel
Per kg

(mm)

(kg)

54,6

30,8

550

3 x 35

54

33,8

670

3 x 50

54

36,2

780

3 x 70

54

40,6

1010

3 x 35

54

2 x 16

33,8

810

3 x 30

54

2 x 16

36,2

910

2 x 16

40,6

1230

3 x 70
54
b. Karakteristik Listrik
-

Berat

Karakteristik listrik hantaran tembaga (CU)


Luas Penampang

KHA terus menerus

(mm2)
10

A
90

16

125

25

160

35

200

50

250

70

310

95

380

120

440

150

510

185

585

240

700

300

800

400

960

500

1.110

Karakteristik listrik hantaran aluminium (AAC)


Luas Penampang

KHA terus menerus

(mm2)

16

110

25

145

35

180

50

225

70

270

95

340

120

390

150

455

185

520

240

625

300

710

400

855

500

990

625

1.140

800

1.340

1000

1.540

Karakteristik listrik hantaran udara aluminium campuran


(A3C)
Luas Penampang
Nominal
(mm2)

KHA terus menerus)


A

16

105

25

135

35

170

50

210

50

210

70

255

95

320

120

365

150

425

185

490

240

855

300

670

400

810

500

930

625

1.075

800

1.255

1.000

1.450

Karakteristik listrik kabel Twisted TR


Tabel

Penampa

Penaha

ng

nominal

Ohm

(mm2)

Ohm /
Km

Reaktansi

Arus yang diizinkan

pada
Frekwensi 50
Hz

20C
Amper

Ohm / Km

16

2,41

0,10

25

1,52

0,10

35

1,10

0,10

50

0,81

0,10

70

0,54

0,10

30C

40C
Amper

Amper
85

80

110

100

70
95
135

125

110
160

145

135
200
170

185

Tabel. Konstruksi & KHA Penghantar Berselubung AAAC S


1

Luas

Konsruk

Jumlah

Diamet

Tebal

Kuat

penampa

si

Kawat

er

Selubu

hantar

ng

penghan

Kawat

ng

arus

penghant

tar

nomina nomina

diudara

pada

ar

nominal

suhu
sekitar

S
(mm2)

mak30 40
C

Buah

mm

mm

35

Rm

2,5

3,0

167

150

50

Rm

19

1,75

3,0

200

180

70

Rm

19

2,25

3,0

275

246

95

Rm

19

2,5

3,0

315

282

120

Rm

19

2,75

3,0

356

319

150

Rm

19

3,25

3,0

423

378

150

Rm

37

2,25

3,0

423

378

185

Rm

37

2,5

3,0

484

423

240

Rm

61

2,25

3,0

586

523

PENGAMAN

Pemisah Disconnecting Switch (DS)


Berfungsi sebagai pemisah atau penghubung instalasi listrik 20
kV. Pemisah hanya dapat dioperasikan dalam keadaan tidak berbeban.
Pemutus beban Load Break Switch (LBS)
Berfungsi sebagai pemutus atau penghubung instalasi listrik 20
kV. Pemutus beban dapat dioperasikan dalam keadaan berbeban dan
terpasang pada kabel masuk atau keluar gardu distribusi. Kubikel LBS
dilengkapi dengan sakelar pembumian yang bekerja secara interlock
dengan LBS. Untuk pengoperasian jarak jauh (remote control), Remote
Terminal Unit (RTU) harus dilengkapi catu daya penggerak.
Pemutus Tenaga - Circuit Breaker (CB)
Berfungsi sebagai pemutus dan penghubung arus listrik dengan
cepat dalam keadaan normal maupun gangguan hubung singkat.
Peralatan Pemutus Tenaga (PMT) ini sudah dilengkapi degan rele
proteksi arus lebih (Over Current Relay) dan dapat difungsikan sebagai
alat pembatas beban. Komponen utama PHB-TM tersebut diatas sudah
terakit dalam kompartemen kompak (lengkap), yang sering disebut
Kubikel Pembatas Beban Pelanggan.
LBS - TP (Transformer Protection)
Transformator distribusi dengan daya 630 kVA pada sisi primer
dilindungi pembatas arus dengan pengaman lebur jenis HRC (High
Rupturing

Capacity).

Peralatan

kubikel

proteksi

transformator,

dilengkapi dengan LBS yang dipasang sebelum pengaman lebur. Untuk


gardu kompak, komponen proteksi dan LBS dapat saja sudah terangkai
sebagai satu kesatuan, dan disebut Ring Main Unit (RMU).

PROTEKSI
Pengertian proteksi transmisi tenaga listrik adalah proteksi yang
dipasang pada peralatan-peralatan listrik pada suatu transmisi tenaga listrik

sehingga proses penyaluaran tenaga listrik dari tempat pembangkit tenaga


listrik(Power Plant) hingga Saluran distribusi listrik (substation distribution)
dapat disalurkan sampai pada konsumer pengguna listrik dengan aman.
Proteksi transmisi tenaga listrik diterapkan pada transmisi tenaga listrik agar
jika terjadi gangguan peralatan yang berhubungan dengan transmisi tenaga
listrik tidak mengalami kerusakan. Ini juga termasuk saat terjadi perawatan
dalam kondisi menyala. Jika proteksi bekerja dengan baik, maka pekerja
dapat melakukan pemeliharaan transmisi tenaga listrik dalam kondisi
bertegangan. Jika saat melakukan pemeliharaan tersebut terjadi gangguan,
maka

pengaman-pengaman

yang

terpasang

harus

bekerja

demi

mengamankan sistem dan manusia yang sedang melakukan perawatan.


Transmisi tenaga listrik terbagi dalam beberapa kategori. Kategori
yang pertama adalah transmisi dengan tegangan sebesar 500kV. Ini
merupakan transmisi yang sangat tinggi. Karena di Indonesia masih
menggunakan sistem 500 kV. Kategori yang kedua adalah transmisi dengan
tegangan sebesar 150 kV. Dan yang ketiga adalah transmisi 75 kV. Untuk
dibawah 75 kV selanjutnya dinamakan dengan distribusi tenaga listrik.
Proteksi berbeda dengan pengaman. Jika pengaman suatu sistem berarti
system tersebut tidak merasakan gangguan sekalipun. Sedangkan proteksi
atau pengaman sistem, sistem merasakan gangguan tersebut namun dalam
waktu yang sangat singkat dapat diamankan. Sehingga sistem tidak
mengalami kerusakan akibat gangguan yang terlalu lama. Gangguan pada
transmisi

tenaga

listrik

dapat

berupa

a. Gangguan transmisi akibat hubung singkat.


b. Gangguan transmisi akibat sambaran petir.
c. Gangguan transmisi akibat hilangnya salah satu kabel fasa disebabkan
dicuri oleh manusia
2. Peralatan Proteksi Transmisi Tenaga Listrik. Peralatan proteksi transmisi
tenaga listrik diantaranya adalah :

a. Relay arus lebih, merupakan relay Pengaman yang bekerja karena adanya
besaran arus dan terpasang pada Jaringan Tegangan tinggi, Tegangan
menengah juga pada pengaman Transformator tenaga. Rele ini berfungsi
untuk mengamankan peralatan listrik akibat adanya gangguan phasa-phasa.
b. Relay hubung tanah, Merupakan relay Pengaman yang bekerja karena
adanya besaran arus dan terpasang pada jaringan Tegangan tinggi,Tegangan
menengah juga pada pengaman Transformator tenaga.
c. Relay Diferensial, Relay diferensial ini berfungsi untuk mengamankan
transformator tenaga terhadap gangguan hubung singkat yang terjadi
didalam daerah pengaman transformator, yang disambung ke instalasi trafo
arus ( CT ) dikedua sisi

d. Relay jarak, : Dapat menentukan arah letak gangguan , Gangguan didepan


relai harus bekerja, Gangguan dibelakang relai tidak boleh bekerja, Dapat
menentukan letak gangguan, Gangguan di dalam daerahnya relai harus
bekerja, Gangguan diluar daerahnya relai tidak boleh bekerja, Dapat
membedakan

gangguan

dan

ayunan

daya,

Kawat

tanah

Kawat tanah atau overhead grounding adalah media pelindung kawat fasa
dari sambaran petir. Kawat ini dipasang diatas kawat fasa dengan sudut
perlindungan sekecil mungkin karena dianggap petir menyambar diatas

kawat. Pada umumnya ground wire terbuat dari kawat baja (steel wire)
dengan kekuatan St 35 atauSt 50, tergantung dari spesifikasiyang ditentukan
oleh PLN.
Pemutus

Tenaga

PMT

Adalah

alat

untuk

memisahkan

menghubungkan satu bagian instalasi dengan bagian instalasi lain, baik


instalasi dalam keadaan normal maupun dalam keadaan terganggu. Batas
dari bagian-bagian instalasi tersebut dapat terdiri dari satu PMT atau lebih.
3. Cara Kerja Proteksi Transmisi Tenaga Listrik
a. Relay arus lebih:

Jika dalam suatu transmisi terdapat gangguan yang

berupa arus lebih, maka dalam waktu yang singkat relay arus lebih akan
bekerja sehingga jaringan transmisi akan tidak terhubung sementara. Jika
gangguan telah hilang, maka jaringan transmisi akan terhubung kembali.
Macam-macam karakteristik relay arus lebih :
a. Relay waktu seketika (Instantaneous relay), Relay yang bekerja
seketika (tanpa waktu tunda) ketika arus yang mengalir melebihi
nilai settingnya, relay akan bekerja dalam waktu beberapa mili detik
(10

20

ms).

b. Relay arus lebih waktu tertentu (Definite time relay), Relay ini
akan memberikan perintah pada PMT pada saat terjadi gangguan
hubung singkat dan besarnya arus gangguan melampaui settingnya
(Is), dan jangka waktu kerja relay mulai pick up sampai kerja relay
diperpanjang dengan waktu tertentu tidak tergantung besarnya arus
yang mengerjakan relay.
c. Relay arus lebih waktu terbalik (Inverse Relay), Relay ini akan
bekerja dengan waktu tunda yang tergantung dari besarnya arus
secara terbalik (inverse time), makin besar arus makin kecil waktu
tundanya. Karakteristik ini bermacam-macam dan setiap pabrik
dapat membuat karakteristik yang berbeda-beda, karakteristik
waktunya dibedakan dalam tiga kelompok : Standar invers, Very
inverse, Extreemely inverse

b. Relay hubung tanah, Jika dalam transmisi tenaga listrik terjadi


hubung singkat antara kabel fasa dengan tanah, maka relay hubung
tanah akan langsung bekerja dalam waktu yang sangat singkat,
sehingga sistem menjadi aman karena tidak terjadi kerusakan yang
sangat banyak.
c. Relay diferensial, Relay differensial adalah suatu alat proteksi yang
sangat

cepat

bekerjanya

dan

sangat

selektif

berdasarkan

keseimbangan (balance) yaitu perbandingan arus yang mengalir


pada kedua sisi trafo daya melalui suatu perantara yaitu trafo arus
(CT). Dalam kondisi normal, arus mengalir melalui peralatan listrik
yang diamankan (generator, transformator dan lain-lainnya).
Dalam kondisi normal, arus mengalir melalui peralatan listrik yang
diamankan (generator, transformator dan lain-lainnya). Arus-arus
sekunder transformator arus, yaitu I1 dan I2 bersikulasi melalui jalur
IA. Jika relay pengaman dipasang antara terminal 1 dan 2, maka
dalam kondisi normal tidak akan ada arus Jika terjadi gangguan
diluar peralatan listrik peralatan listrik yang diamankan (external
fault), maka arus yang mengalir akan bertambah besar, akan tetapi
sirkulasinya akan tetap sama dengan pada kondisi normal, sehingga
relay pengaman tidak akan bekerja untuk gangguan luar tersebut.
Jika gangguan terjadi didalam (internal fault), maka arah sirkulasi
arus disalah satu sisi akan terbalik, menyebabkan keseimbangan
pada kondisi normal terganggu, akibatnya arus ID akan mengalir
melalui relay pengaman dari terminal 1 menuju ke terminal 2.
Selama arus-arus sekunder transformator arus sama besar, maka
tidak akan ada arus yang mengalir melalui kumparan kerja
(operating coil) relay pengaman, tetapi setiap gangguan (antar fasa
atau

ke

tanah)

yang

mengakibatkan

sistem

keseimbangan

terganggu, akan menyebabkan arus mengalir melalui Operating Coil


relay

pengaman,

maka

relai

pengaman

akan

bekerja

dan

memberikan perintah putus (tripping) kepada circuit breaker (CB)

sehingga peralatan atau instalasi listrik yang terganggu dapat


diisolir. Adapun gambar kerja dari relai differensial seperti gambar
dibawah ini.

d. Relay jarak , Rele jarak merupakan proteksi yang paling utama


pada saluran transmisi. Rele jarak menggunakan pengukuran
teganan dan arus untuk mendapatkan impedansi saluran yang harus
diamankan. Di sebut rele jarak, karena impedansi pada saluran
besarnya akan sebanding dengan panjang saluran. Oleh karena itu,
rele jarak tidak tergantung oleh besarnya arus gangguan yang
terjadi, tetapi tergangung pada jarak gangguan yang terjadi
terhadap rele proteksi. Impedansi yang diukur dapat berupa Z, R
saja

ataupun

saja.

Tergantung

rele

yang

dipakai.

Relai jarak mengukur tegangan pada titik relai dan arus gangguan
yang terlihat dari relai, dengan membagi besaran tegangan dan
arus, maka impedansi sampai titik terjadinya gangguan dapat
ditentukan.
4. Penerapan Proteksi Transmisi Tenaga Listrik
Proteksi transmisi tenaga listrik diberlakukan di semua transmisi
tenaga listrik. Namun, untuk pemasangannya hanya berada di gardu
induk. Pemasangannya pada saluran masuk ke gardu induk dan di
saluran keluar garu induk. Sehingga jika jaringan transmisis terjadi
gangguan, maka gardu induk tidak mengalami kerusakan. Jika terjadi
kerusakan, maka kerusakannya minimal. Kecuali kawat tanah. Kawat
tanah dipasang diatas kawat fasa yang berfungsi untuk melindungi kawat

fasa dari sambaran petir. Sehingga pemasanggannya berada diseluruh


jaringan transmisi tenaga listrik.

Gambar pemasangan relai untuk memproteksi arus lebih pada jaringan


transmisi disebuah gardu induk
5. Pencegahan Gangguan Transmisi Tenaga Listrik
Pencegahan

gangguan

pada

jaringan

transmisi

sangat

penting

dilaksanakan karena jaringan tranmisi merupakan penyalur utama dari


energi listrik untuk sampai ke jaringan distribusi dan seterusnya sampai
ke konsumen. Jika jaringan transmisi menyalurkan secara baik maka
energi listrik tidak akan terputus-putus. Pencegahan gangguan bertujuan
untuk mengecilkan dari frekuensi terjadinya hambatan penyaluran energi
listrik.