Anda di halaman 1dari 2

EKG Normal

Diagram di atas menggambarkan electrocardiographic beserta


kompleks, interval-interval, dan segmen-segmen yang normal. Gelombang P
menggambarkan aktivitas depolarisasi atrium. Normalnya tinggi gelombang
P kurang dari 3mm (2,5 mm) dan lebar kurang dari 3 mm (0.11 detik).
Gelombang ini selalu positif di sandapan II dan negative di aVR. Kompleks
QRS menggambarkan depolarisasi ventrikel. Repolarisasi atrium juga
berlangsung bersamaan dengan depolarisasi ventrikel. Lebar kompleks ini
normalnya 0.08 detik. Gelombang T menggambarkan fase repolarisasi
ventrikel. Arah gelombang ini sesuai dengan kompleks QRS. Gelombang U
asal usulnya tidak diketahui dan gelombang ini juga tidak harus ada.
Gelombang U paling jelas di sandapan V1 dan V4.
Selain gelombang dan kompleks, juga terdapat beberapa interval dan
segmen. Interval PR yaitu jarak antara permulaan P sampai dengan
permulaan QRS. Panjang normal interval ini antara 0.12-0.20 detik. Bila PR
kurang dari 0.12 detik, berarti hantaran dipercepat dan bila PR lebih dari
0.20 detik, berarti terjadi blok di AV. Interval QT merupakan jarak dari
permulaan Q sampai dengan akhir gelombang T. Interval ini menggambarkan
depolarisasi dan repolarisasi ventrikel. Panjang interval normal pada pria

adalah tidak lebih dari 0.42 detik, sedangkan pada wanita adalah tidak lebih
dari 0.43 detik. Interval ST adalah jarak interval QT dikurangi interval QRS.
Interval ini menggambarkan repolarisasi ventrikel. Pada diagram juga
terdapat segmen PR dan segmen ST. Titik permulaan segmen ST disebut Jpoint. Normalnya isoelektris. +1 atau -1 dianggap normal. Jika J-point lebih
dari +1, maka hal tersebut menandakan adanya infark iskemik miokard.

Daftar Pustaka:
1

Gomella LG, Haist SA. Basic ECG Reading. In: Clinician's Pocket Reference. 11th ed. New
York: McGraw-Hill Medical; 2006. p.383