Anda di halaman 1dari 17

Kepaniteraan Klinik Stase Obstetri

dan Ginekologi
Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2014

Firdha Triasurya Ramdhani, S.Ked


Pembimbing: dr. Rusmaniah, Sp.OG

Ca Ovarium

Kanker ovarium
merupakan
tumor dengan
histiogenesis
yang
beranekaragam,
dapat berasal
dari ketiga
dermoblast
(ektodermal,
endodermal,
mesodermal)
dengan sifatsifat histiologis
maupun biologis
yang beraneka
ragam.

Epidemiologi
Di Amerika Serikat :
Terjadi 20.000 pertahun dan sekitar 12.000
meninggal.
Ca ovari merupakan kanker peringkat ke 6,
lebih banyak terjadi kanker endometrii (dan
Ca Cervix di sana menempati peringkat 16-17,
karena Pap Smear sudah rutin dilakukan).
Ca ovari merupakan 52% dari kematian pada
Ca ginekologi dan hampir 70% datang ke RS
pada stadium lanjut.

Terdapat pada usia peri menopause kira-kira 60%,


dalam masa reproduksi 30% dan 10% terpadat
pada usia yang jauh lebih muda.

Tumor ini dapat jinak (benigna), tidak jelas jinak


tapi juga tidak jelas / pasti ganas (borderline
malignancy atau carcinoma of low maligna
potensial) dan jelas ganas (true malignant).

Kanker
Ovarium
Karena ovarium
terletak di
bagian dalam
sehingga tidak
mudah
terdeteksi 7080% kanker
ovarium baru
ditemukan pada
stadium lanjut
dan telah
menyebar
(metastasis)
kemana-mana.

Anatomi dan Fisiologi


Ovarium

Etiologi
Penyebab kanker ovarium hingga kini belum
jelas, tapi faktor lingkungan dan hormonal
berperan penting dalam patogenesisnya.
Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan
tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya:
Ovarium mempunyai 3 fungsi, yaitu :
Memproduksi ovum, Memproduksi hormone
estrogen,
Memproduksi
hormone
progesterone.

Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara


pasti. Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan
tentang etiologi kanker ovarium, diantaranya:

1. Hipotesis
incessant ovulation
2. Hipotesis
androgen

Faktor Risiko
1. Diet tinggi lemak
2. merokok
3. alkohol
4. penggunaan bedak
talk perineal
5. riwayat kanker
payudara, kolon, atau
endometrium
6. riwayat keluarga
dengan kanker
payudara atau
ovarium
7. nulipara
8. infertilitas
9. menstruasi dini
10. tidak pernah
melahirkan

Patofisiolo
gi

Gejala Klinis
Stadium Awal
Gangguan haid
Konstipasi
Sering berkemih
Nyeri spontan panggul
Nyeri saat bersenggama
Melepaskan hormon yang
menyebabkan
pertumbuhan berlebihan
pada lapisan rahim,
pembesaran payudara
atau peningkatan
pertumbuhan rambut

Stadium Lanjut

Asites

Penyebaran ke omentum (lemak perut)

Perut membuncit

Kembung dan mual

Gangguan nafsu makan

Gangguan BAB dan BAK

Sesak nafas

Dyspepsia

Pemeriksaan Penunjang

Sebagian besar kanker ovarium bermula dari suatu


kista. Oleh karena itu, apabila pada seorang wanita
ditemukan suatu kista ovarium harus dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan
apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas
(kanker ovarium).
Ciri2 kista yang bersifat ganas yaitu pada keadaan :
1. Kista cepat membesar
2. Kista pada usia remaja atau pascamenopause
3. Kista dengan dinding yang tebal dan tidak
berurutan
4. Kista dengan bagian padat
5. Tumor pada ovarium

Lanjutan

Pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat


dugaan ke arah kanker ovarium seperti :
USG dengan Doppler untuk menentukan
arus darah
Jika diperlukan, pemeriksaan CT-Scan/ MRI
Pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125
dan Ca-724, beta HCG dan alfafetoprotein
Semua pemeriksaan diatas belum bisa
memastikan diagnosis kanker ovarium, akan
tetapi hanya sebagai pegangan untuk
melakukan tindakan operasi.

Diagnosis

1.Anamnesis : gejala tidak selalu ada, tapi bisa juga


muncul seperti pembengkakan perut, nafsu makan
turun, gangguan urinari, konstipasi, berat badan
turun, perdarahan pervagina.
2.Pemeriksaan fisik : inspeksi, palpasi, perkusi,
auskultasi, inspekulo, rectovagina touche
3.Pemeriksaan penunjang : USG, MRI atau tumor
marker (Ca 125). Kadar normalnya dalam darah
adalah < 35 mIU. Kadar dalam darah > 600 mIU
maka sangat amat dicurigai adanya kanker ovarium.
Kadar diantaranya (35-600) bervariasi pada lesi
jinak hingga ganas.
4.Gold standar : PA

Penatalaksanaan
Prinsip terapi Ca ovari adalah operasi dan
kemoterapi.

Pembeda
han

Biopsi

Kemotera
pi

Second
look
Laparoto
mi

Penangan
an lanjut

Faktor Prognosis
Merupakan faktor yang dapat memberikan gambaran apakah
perkembangan penyakit itu akan baik atau jelek. Meliputi :
Stadium
Tipe sel. Tipe seperti clear cell atau tipe adeno (kelenjar),
tipe sel embrional mempunyai prognosis yang jelek.
Diferensiasi. Merupakan suatu tingkat pertumbuhan sel
yang dapat dinilai berdasar faktor tertentu (misal
pertandukan atau adanya pola tertentu).Berdasarkan
patologi, dapat dibagi menjadi 3 : baik, sedang, buruk.
Diferensiasi baik akan sensitif terhadap terapi yang
diberikan (kemoterapi untuk Ca ovari).
Menejemen. Seorang penderita Ca ovari, misal IC (tumor
pecah atau adanya asites). Seharusnya diberi kemoterapi,
tapi karena tidak diberi kemo, maka prognosisnya menjadi
buruk.

DAFTAR PUSTAKA

www. Practice guidline in oncology cancer ovarium.com


http://webchache.googleusercontent.com/searrch?q=ca
che:VYLFp6Yu11YJ:kesehatanwanita.blog.com/tag/kanke
r-indung-telur
http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/421292731736.pdf
Sukandar, Y.E.,Andrajati, R., Sigit, I.J., Adnyana, I,K.,
Setiadi, A.A.P., Kusnandar, 2008, Iso Farmakoterapi, PT.
ISFI Penerbitan , Jakarta
Cunningham, F. Gary, dkk. 2005. Obstetri Williams edisi
21. Jakarta : EGC.
Saifuddin, Abdul Bari, dkk. 2010. Ilmu Kebidanan
Sarwono Prawirohardjo. Jakarta : PT Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.