Anda di halaman 1dari 15

Laporan Praktikum

Mata Kuliah Metabolisme Zat Gizi

Tanggal Mulai : 31 Maret 2011


Tanggal Selesai : 31 Maret 2011

ANALISIS STATUS SENG (Zn) DENGAN


METODE KECAP SMITH

Kelompok 2:
Novita Puji Handayani
Andra Vidyarini
Dea Nurul Azizah
Siti Nur Fauziah
Dwi Rusmawati
Efri Angryani
Intan Permatahati

I14104001
I14104009
I14104016
I14104022
I14104028
I14104036
I14104043

Asisten Praktikum:
Eva Fitrina P. S.Gz.
Asia Muflihah

Penanggung Jawab Praktikum:


Ir. Titi Riani, M.Biomed.

DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT


FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2011

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam tubuh manusia terkandung 2 gram seng, terutama terdapat pada
rambut, tulang mata, dan kelenjar alat kelamin pria. Seng merupakan komponen
penting dari berbagai enzim. Paling sedikit 15-20 metalo enzim yang
mengandung seng telah diisolasi dan dimurnikan salah satu contohnya adalah
enzim karbonat anhidrase yang terdapat dalam sel darah merah. Disamping itu,
seng juga terdapat dalam karboksi peptidase dan dehidroginase dalam
hati.kekurangan seng dapat berakibat seperti yang dilaporkan oleh faibank
terhadap dua kelompok dua kelompok anak-anak di Mesir dan Iran, diperkirakan
kebutuhan seng adalah 15 mg bagi setiap anak diatas usia 11 tahun. Telah
dibuktikan bahwa seng dalam proses nabati kurang tersedia dan lebih sulit
digunakan tubuh manusia daripada seng yang terdapat dalam protein hewani.
Hal tersebut mungkin disebabkan karena adanya asam fitat yang mampu
mengikat ion-ion logam.
Penentuan kecukupan seng dalam tubuh slah satunya dapat dilakukan
dengan metode kecap smith dengan menggunakan pereaksi sebanyak 5 ml
ZnSO4

0,1%

yang

diemprotkan

ke

dalam

mulut

responden

dengan

menggunakan alat suntik tanpa jarum. Cairan dibiaskan dalam mulut selama
beberapa saat, baru sesudah itu dibuang dan kepada responden ditanyakan
tentang apa yang dirasakan.
Tujuan
Tujuan praktikum kali ini adalah untuk mengetahui status angka
kecukupan seng pada seseorang. Adapun tujuan khususnya adalah untuk
mengetahui status kecukupan seng pada seseorang apakah defisiensi atau
normal menggunakan metode Kecap Smith.

TINJAUAN PUSTAKA
Seng (Zn)
Seng adalah mikromineral yang ada di mana-mana dalam jaringan
manusia/hewan dan terlibat dalam fungsi berbagai enzim dalam proses
metabolisme. Tubuh manusia dewasa mengandung 2-2,5 gram seng. Tiga
perempat dari jumlah tersebut berada dalam tulang dan mobilisasinya sangat
lambat. Tubuh mengandung 2-2.5 gram seng yang tersebar di hampir semua sel.
Sebagaian sel berada dalam hati, pankreas, ginjal, otot, dan tulang. Jaringan
yang banyak mengandung seng dalah bagian mata, kelenjar prostat,
spermatozoa, kulit, rambut, dan kuku. Seng di dalam plasma hanay merupakan
0.1% dari seluruh seng di dalam tubuh yang mempunyai masa pergantian yang
cepat (Almatsier 2004).
Seng memegang peran essensil dalam banyak fungsi tubuh. Sebagai enzim atau
kofaktor, berperan dari berbagai aspek metabolisme (reaksi yang berkaitan
dengan sintesis dan degradasi karbohidrat, protein, lipida, dan asam nukleat).
Sebagai bagian dari enzim peptidase karboksil yang terdapat di dalam cairan
pankreas, seng berperan dalam pencernaan protein. Seng juga dibutuhkan oleh
enzim insulin yang dibentuk di dalam pankreas walaupun tidak berperan secara
langsung dalam enzim insulin. Selainin itu, peranan penting lain adalah sebagai
bagian integral enzim DNA polimerase dan RNA polimerase yang diperlukan
dalam sintesis DNA dan RNA. Sebagai bagian dari enzim kolagenase, seng
berperan pula dalam sintsesis dan degradasi kolagen. Dengan demikian seng
berperan

dalam

pembentukan

kulit,

metabolisme

jaringan

ikat,

dan

penyembuhan luka (Almatsier 2004). Seng juga berperan dalam pengembangan


fungsi reproduksi laki-laki dan pembentukan sperma. Seng berperan dalm fungsi
kekebalan yaitu dalam fungsi sel T dalam pembentukan antibodi oleh sel B
(Almatsier 2004).
Fungsi seng (Zn). Sebagai salah satu komponen dalam jaringan tubuh,
seng termasuk zat gizi mikro yang mutlak dibutuhkan untuk memelihara
kehidupan yang optimal, meski dalam jumlah yang sangat kecil. Dari segi
fisiologis, seng berperan untuk pertumbuhan dan pembelahan sel, anti-oksidan,
perkembangan seksual, kekebalan seluler, adaptasi gelap, pengecapan, serta
nafsu makan (Solomon 1993). Dari segi biokimia, seng sebagai komponen dari
200 macam enzim berperan dalam pembentukan dan konformasi polisome,
sebagai stabilisasi membran sel, sebagai ion-bebas ultra-seluler, dan berperan

dalam jalur metabolisme tubuh (Sugih 1992). Peranan terpenting seng bagi
makhluk hidup adalah untuk pertumbuhan dan pembelahan sel, sebab seng
berperan pada sintesis dan degradasi karbohidrat, lemak, protein, asam nukleat,
dan pembentukan embrio. Dalam hal ini, seng dibutuhkan untuk proses
percepatan pertumbuhan, menstabilkan struktur membran sel dan mengaktifkan
hormon pertumbuhan. Seng juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan
merupakan mediator potensial pertahanan tubuh terhadap infeksi. Pada
defisiensi seng ditemukan limfopeni, menurunnya konsentrasi dan fungsi limfosit
T dan B. Selain itu, seng juga berperan dalam berbagai fungsi organ. Misalnya,
keutuhan penglihatan yang merupakan interaksi metabolisme antara seng dan
vitamin A. Gejala rabun senja pada defisiensi seng berkaitan pula dengan deplesi
dehidrogenase retinal dan retional, akibat gangguan keutuhan retina yang
dipengaruhi oleh mineral seng (Samsudin 1992).
Sumber Seng (Zn). Menurut Muchtadi (2009), bahan pangan sumber
seng yang paling baik adalah tiram, daging merah, unggas, keju, kepiting dan
kerang-kerangan, susu, produk olahan susu, kacang-kacangan, biji-bijian,
brewers yeast, dan jamur. Tiram merupakan bahan pangan dengan kandungan
Zn terkaya. Tubuh manusia dapat menyerap seng sekitar 20- 40 % dari bahan
pangan. Seng dari panngan hewani lebih mudah diserap dibandingkan dengan
yang berasal dari pangan nabati. Serat pangan dan asam fitat dapat
mengganggu penyerapan seng.
Kekurangan Seng (Zn). Defisiensi seng dapat terjadi pada golongan
rentan, yaitu anak-anak, ibu hamil dan menyusui serta orang tua. Tanda-tanda
kekurangan seng adalah gangguan pertumbuhan dan kemtangan seksual.
Fungsi pencernaan terganggu, karena fungsi pankreas, gangguan pembentukan
kilomikron dan kerusakan permukaan saluran cerna. Di samping itu dapat juga
terjadi diare, dan gangguan fungsi kekebalan. Kekuranagn seng kronis
mengganggu ousat sistem saraf dan fungsi otak. Kekurangan seng juga
mengganggu fungsi kelenjar tiroid dan laju metabolisme, gangguan nafsu makan,
penurunan ketajaman indera serta rasa memperlambat penyembuhan luka.
Kekurangan seng dapat menyebabkan kekurangan tembaga, hambatan
pertumbuhan, hambatan perkembangan, hambatan kematangan sex pada pria,
sintesis dan pengeluaran testosteron rendah, anemia, kurang nafsu makan,
rendahnya daya tahan terhadap infeksi, sintetis kolagen tidak normal, kulit kering,
luka, dan sulit sembuh, gangguan sistem pencernaan, menurunnya fungsi

penciuman dan pengecapan, selera makan berkurang dan berat badan menurun,
gangguan sistem otak dan syaraf yang dapat menyebabkan kemunduran mental,
gangguan sistem imunitas (Damayanthi 2002).
Kelebihan Seng (Zn). Menurut Almatsier (2004) bahwa kelebihan seng
hingga 2-3 kali AKG menurunkan absorbsi tembaga. Kelebihan sampai sepuluh
kali AKG mempengaruhi metabolisme kolesterol, mengubah nilai lipoprotein, dan
tampaknya dapat mempercepat timbulnya aterosklerosis. Dosis sebanyak 2 gram
atau lebih dapat menyebabkan muntah, diare, demam, kelelahan yang sangat,
anemia,dan gangguan reproduksi.
Metabolisme dan Absorpsi Seng(Zn), Absorpsi membutuhkan alat
angkut dan terjadi di bagian atas usus halus (duodenum). Seng diangkut oleh
albumin dan transferin masuk ke aliran darah dan dibawa ke hati. Kelebihan seng
disimpan di dalam hati dalam bentuk metalotionin. Lainnya dibawa ke pankreas
dan jaringan tubuh lain. Di dalam pankreas seng digunakan untuk membuat
enzim pencernaan yang pada waktu makan akan dikeluarkan ke dalam saluran
cerna. Dengan demikian saluran cerna menerima seng dari dua sumber, yaitu
dari makanan dan cairan pencernaan yang berasal dari pankreas. Sirkulasi seng
di dalam tubuh dari pankreas ke saluran cerna dan kembali ke pankreas
dinamakan sirkulasi enteropankreatik (Almatsier 2004).
Absorpsi seng diatur oleh metalotioni yang disintesis di dalam sel dinding
saluran cerna. Bila konsumsi seng tinggi, di dalam sel dinding saluran cerna
sebagian diubah menjadi metalotionin sebagai simpanan, sehingga absorbansi
berkurang. Bentuk simpanan ini akan dibuang bersama sel-sel dinding usus
halus yang umurnya adalah 2-5 hari. Metalotionein di dalam hati mengikat seng
hingga dibutuhkan oleh tubuh. Metalotionein mempunyai peranan dalam
mengatur kandungan seng di dalam cairan intraseluler. Distribusi seng antara
cairan ekstraseluler, jaringan dan organ dipengaruhi oleh keseimbangan
hormaon dan situasi stres. Hati mempunyai peranan penting dalam redistribusi
ini (Almatsier 2004). Seng dikeluarkan tubuh terutama melalui feses. Di samping
itu seng dikeluarkan melalui urin, dan jaringan tubuh yang dibuang, seperti
jaringan kulit, sel dinding usus, cairan haid, dan mani (Almatsier 2004).
Angka Kecukupan Seng, Angka Kecukupan Seng Widya Karya Pangan
dan Gizi tahun 1998 menetapkan angka kecukupan seng untuk Indonesia adalah
bayi (3-5 mg), Umur 1-9 tahun (8-10 mg), umur 10- 60 tahun ke atas (15 mg

untuk pria maupun wanita), ibu hamil (5 mg lebih), ibu menyusui (10 mg lebih)
(Almarsier 2004).
Menurut RDA, kecukupan Zn pada anak usia 7 bulan sampai 3 tahun
adala 3 mg/hari, sedangkan menurut WKNPG (2004), kecukupan Zn anak umur
anak 1-3 tahun adala 8,2 mg/hari. Angka kecukupan ini lebih tinggi menurut
WKNPG (2004) dibandingkan dengan RDA (Office of Dietary Supplement
National Instituite of Health,2007). Saat ini di indonesia belum ada aturan upper
limit untuk Zn, tetapi untuk angka 40 mg/hari merupakan angka yang perlu
diwaspadai. Perlu juga dilihat kembali perbedaan yang besar antara angka
kebutuhan Zink menurut RDA dan AKG. Bagi ibu hamil dan menyusui, seng tidak
terlalu diperlukan banyak. Jika intake zink terlalu tinggi juga tidak baik untuk
kesehatan. Angka kecukupan gizi Seng dapat dilihat dari tabel berikut .

Tabel 1 Angka kecukupan Seng untuk Bayi, Anak dan Dewasa (mg/hari)
Umur

Bayi dan Anak

Pria

Wanita

Hamil

Menyusui

7 bulan -3 tahun

4 8 tahun

9 13 tahun

14 18 tahun

11

13

14

> 19 tahun

11

11

12

Sumber : Office of Dietary Supplement National Instituite of Health,2007)

Tabel 2 Angka kecukupan seng rata-rata yang dianjurkan per orang per hari.

Golongan Umur
0 6 bulan
7 12 bulan
1 9 tahun
10 59 tahun
> 60 tahun
Hamil
Menyusui 0 6 bulan
Menyusui 7 12 bulan

Seng (mg)
3
5
10
15
15
+5
+10
+10

Untuk memenuhi kecukupan seng, dibutuhkan pengaturan diet yang


adekuat, selain itu juga harus memperhitungkan bioavailabilitas bahan makanan
yang mengandung seng, yaitu efek dari setiap proses, baik fisik, kimia, maupun
fisiologis, yang berpengaruh pada jumlah seng yang diserap dari bahan makanan

hingga bentuk biologis yang aktif untuk dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan
fungsional (Jackson MJ 1989).

METODE KECAP SMITH


Test Kecap Smith dapat menentukan konsentrasi seng yang ditemukan
pada lidah, sehingga kekurangan seng berpengaruh pada jaringan ini (Atmadja
et al 1988).
Pada tahun 1984 Smith menemukan teknik sederhana untuk mendeteksi
defisiensi seng yang dikenal dengan test kecap Smith. Uji ini dapat (dilakukan di
ruang praktek dokter. yang perlu disiapkan adalah larutan seng sulfat
(ZnS04.7H20) 0.1%. Penderita yang dicurigai disuruh mencicipi larutan tersebut.
Menurut Smith, orang normal dapat cepat merasakan sesuatu. (kecut, mais, dan
sebagainya). Sedangkan penderita defisiensi seng tidak atau kurang cepat
meresponnya dan responsif terhadap suplementasi seng (Tarmizi,2010).

METODOLOGI
Waktu dan Tempat
Praktikum Analisis Status Seng (Zn) dengan Metode Kecap Smith
dilakukan pada tanggal 31 Maret 2011 pada pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB
di Laboratorium Biokimia Lantai 1 Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi
Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Alat dan Bahan
Analisis Status Seng dengan Metode Kecap Smith
Alat yang digunakan adalah alat suntik tanpa jarum sedangkan bahan yang
digunakan adalah ZnSO4 0.1%

Prosedur Percobaan
Analisis Status Seng dengan Metode Kecap Smith
Praktikum kali ini bertujuan untuk menganalis status seng dengan
menggunakan Kecap Smith. Responden dibagi menjadi 2 kategori yaitu normal
dan defisiensi. Berikut ini merupakan prosedur percobaan.
Disemprotkan 5 ml ZnSO4 0.1% ke dalam mulut menggunakan alat suntik tanpa jarum

Cairan dibiaskan dalam mulut selama beberapa saat

Cairan dibuang dan ditanyakan tentang apa yang dirasakan

Responden dikategorikan dalam empat kategori

Kategori
Defisiensi seng

Normal

Ciri Umum
Tidak merasakan apa-apa atau seperti merasakan air biasa
walaupun telah ditunggu 10 detik.
Mula-mula tidak merasakan sesuatu dengan pasti tetapi dalam
beberapa detik kemudian terasa kering, kesat atau manis.
Segera merasakan sesuatu dengan pasti tetapi tidak sampai
menyalatkan atau mengganggu, rasa tersebut semakin lama
semakin kuat.
Segera timbul rasa yang kuat dan mengganggu sehingga
responden langsung meringis.

PEMBAHASAN

Seng memegang peran essensil dalam banyak fungsi tubuh. Sebagai


enzim atau kofaktor, berperan dari berbagai aspek metabolisme (reaksi yang
berkaitan dengan sintesis dan degradasi karbohidrat, protein, lipida, dan asam
nukleat). Sebagai bagian dari enzim peptidase karboksil yang terdapat di dalam
cairan pankreas, seng berperan dalam pencernaan protein. Seng juga
dibutuhkan oleh enzim insulin yang dibentuk di dalam pankreas walaupun tidak
berperan secara langsung dalam enzim insulin. Selain itu, seng memiliki peranan
penting lain sebagai bagian integral enzim DNA polimerase dan RNA polimerase
yang diperlukan dalam sintesis DNA dan RNA. Sebagai bagian dari enzim
kolagenase, seng berperan pula dalam sintsesis dan degradasi kolagen. Dengan
demikian seng berperan dalam pembentukan kulit, metabolisme jaringan ikat,
dan penyembuhan luka (Almatsier 2004).
Tubuh mengandung 2-2.5 gram seng yang tersebar di hampir semua sel.
Sebagaian sel berada dalam hati, pankreas, ginjal, otot, dan tulang. Jaringan
yang banyak mengandung seng dalah bagian mata, kelenjar prostat,
spermatozoa, kulit, rambut, dan kuku. Seng di dalam plasma hanay merupakan
0.1% dari seluruh seng di dalam tubuh yang mempunyai masa pergantian yang
cepat (Almatsier 2004).
Metode Kecap Smith
Seng adalah mikromineral yang ada di mana-mana dalam jaringan
manusia/hewan dan terlibat dalam fungsi berbagai enzim dalam proses
metabolisme. Tubuh manusia dewasa mengandung 2-2,5 gram seng. Tiga
perempat dari jumlah tersebut berada dalam tulang dan mobilisasinya sangat
lambat. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur defisiensi dari seng
digunakan metode Kecap Smith. Metode Kecap Smith dapat menentukan
konsentrasi seng, yang ditemukan pada lidah, karena kekurangan seng
berpengaruh pada jaringan ini. (Atmadja et al 1988).
Uji ini dapat (dilakukan di ruang praktek dokter. yang perlu disiapkan
adalah larutan seng sulfat (ZnS04.7H20) 0.1%. Penderita yang dicurigai disuruh
mencicipi larutan tersebut. Menurut Smith, orang normal dapat cepat merasakan
sesuatu. (kecut, mais, dan sebagainya). Sedangkan penderita defisiensi seng
tidak atau kurang cepat meresponnya dan responsif terhadap suplementasi seng
(Tarmizi,2010).

Pada praktikum kali ini, probandus atau responden yang melakukan uji
analisis kekurangan seng dengan metode Kecap Smith sebanyak 18 orang.
Pengujian dilakukan dengan menyemprotkan 5ml ZnSO4 kedalam mulut
responden dengan alat suntik tanpa jarum dan didiamkan didalam mulut selama
10 detik untuk melihat reaksi yang ditimbulkan. Hasil yang ditimbulkan
dikelompokkan kedalam empat kategori yaitu, Kategori 1 (tidak merasakan apaapa atau seperti air biasa walaupun telah 10 detik), Kategori 2 (mula-mula tidak
merasakan sesuatu, dengan pasti, namun lama kelamaan terasa kering, kesat
atau manis), Kategori 3 (segera merasakan sesuatu dengan pasti, tetapi tidak
terasa menyakitkan atau mengganggu, makin lama terasa makin kuat), Kategori
4 (segera timbul rasa yang kuat dan mengganggu sehingga responden langsung
meringis). Kategori 1 dan 2 termasuk kedalam kategori defisiensi seng dan
kategori 3 dan 4 termasuk kategori normal. Dari hasil uji terhadap 18 probandus,
hasil yang dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3 Responden Pengukuran Kecap Smith

Kategori
1
2
3
4
Total

Jumlah Responden
9
8
1
0
18

Persentase (%)
50
44
6
0
100

Dari tabel diatas, 94% dari 18 orang responden mahasiswa alih jenis gizi
dinyatakan defisiensi terhadap seng. Sembilan orang responden dengan
persentase sebanyak 50% termasuk kedalam kategori 1, sedangkan 44%
termasuk kedalam kategori 2 dengan delapan orang responden. Sedangkan
sebanyak satu orang dengan persentase 6% termasuk kedalam kategori 3, yaitu
kategori normal. Responden yang masuk ke dalam kategori 1 dan 2 adalah
mahasiswa yang bertempat tinggal di kos-kosan, mungkin pola makan dari
responden kurang mencukupi kebutuhan seng, sehingga responden mengalami
defisiensi seng. Diagram hasil uji dari analisis defisiensi seng dengan Metode
Kecap Smith dapat dilihat pada Gambar 1.

Persentase Test Kecap Smith


Kategori 3
6%

Kategori 4
0%

Kategori 2
44%

Kategori 1
50%

Kategori 1
Kategori 2
Kategori 3
Kategori 4
Gambar 1 Persentase kategori responden.

Angka Kecukupan Seng


Remaja putri dan wanita dewasa rekomendasi kebutuhannya adalah 12
mg/hari. Laki-laki dan Wanita hamil sekitar 15 mg/hari dan Ibu menyusui
membutuhkan sampai 19 mg/hari. Peningkatan kebutuhan Zn ibu menyusui
penting diperhatikan kadar Zn pada air susu ibu terjaga antara 1,6 2,6 mg.
Widya Karya Pangan dan Gizi tahun 1998 menetapkan angka kecukupan
seng untuk Indonesia adalah bayi (3-5 mg), Umur 1-9 tahun (8-10 mg), umur 1060 tahun ke atas (15 mg untuk pria maupun wanita), ibu hamil (> 5 mg), ibu
menyusui (> 10 mg) (Almarsier 2004).
Rekomendasi Pangan
Sumber Zn terbaik adalah dari daging merah, kerang dan hati. Sumber
lainnya susu, telur, kacang, kacang polong dan ragi kering. Zn juga ada pada
beras tapi sulit dicerna. Di Amerika Serikat, 70% pasokan Zn berasal dari daging
dan olahannya. Sayuran juga terbukti sebagai sumber senyawa Zn. Data
menunjukkan saat makan golongan Phytat (sereal, beras, kopi, teh dan coklat)
justru akan meningkatkan kebutuhan Zn tubuh kita (National Research Council,
1989).
Faktor lain yang menjaga kadar Zn makanan adalah adanya mineral bumi
lainnya dan saat proses fertilisasi. Gandum yang digiling akan membuat
kandungan Zn turun, misal terigu dan olahannya. Diet cair juga sering rendah Zn.
Zn terkandung dalam berbagai variasi jenis makanan hingga dari asupan normal

makanan sehari-hari saja sudah mencukupi kebutuhan Zn bayi sampai orang


dewasa, kecuali di negara dunia ketiga dan wilayah malnutrisi. Usia lanjut yang
memang rentan malnutrisi akan mudah juga defisiensi Zn bila dibanding dewasa
muda.
Kekurangan dan Kelebihan Seng
Defisiensi seng dapat terjadi pada golongan rentan, yaitu anak-anak, ibu
hamil dan menyusui serta orang tua. Tanda-tanda kekurangan seng adalah
gangguan pertumbuhan dan kemtangan seksual. Fungsi pencernaan terganggu,
karena fungsi pankreas, gangguan pembentukan kilomikron dan kerusakan
permukaan saluran cerna. Di samping itu dapat juga terjadi diare, dan gangguan
fungsi kekebalan. Kekuranagn seng kronis mengganggu ousat sistem saraf dan
fungsi otak. Kekurangan seng juga mengganggu fungsi kelenjar tiroid dan laju
metabolisme, gangguan nafsu makan, penurunan ketajaman indera serta rasa
memperlambat penyembuhan luka (Almatsier 2004).
Kekurangan seng dapat menyebabkan kekurangan tembaga, hambatan
pertumbuhan, hambatan perkembangan, hambatan kematangan sex pada pria,
sintesis dan pengeluaran testosteron rendah, anemia, kurang nafsu makan,
rendahnya daya tahan terhadap infeksi, sintetis kolagen tidak normal, kulit kering,
luka, dan sulit sembuh, gangguan sistem pencernaan, menurunnya fungsi
penciuman dan pengecapan, selera makan berkurang dan berat badan menurun,
gangguan sistem otak dan syaraf yang dapat menyebabkan kemunduran mental,
gangguan sistem imunitas (Damayanthi 2002).
Kelebihan seng hingga 2-3 kali AKG menurunkan absorbsi tembaga.
Kelebihan sampai sepuluh kali AKG mempengaruhi metabolisme kolesterol,
mengubah nilai lipoprotein, dan tampaknya dapat mempercepat timbulnya
aterosklerosis. Dosis sebanyak 2 gram atau lebih dapat menyebabkan muntah,
diare, demam, kelelahan yang sangat, anemia, dan gangguan reproduksi
(Almatsier 2004).

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Seng memegang peran essensil dalam banyak fungsi tubuh. Sebagai
enzim atau kofaktor, berperan dari berbagai aspek metabolisme (reaksi yang
berkaitan dengan sintesis dan degradasi karbohidrat, protein, lipida, dan asam
nukleat), sebagai bagian dari enzim peptidase karboksil yang terdapat di dalam
cairan pankreas, seng berperan dalam pencernaan protein.
Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengetahui analisis
defisiensi seng adalah dengan menggunakan metode Kecap Smith. Metode ini
menggunakan konsentrasi seng yang terdapat di lidah untuk mengetahui
kekurangan seng dalam tubuh. Hasil yang ditimbulkan dikelompokkan kedalam
empat kategori yaitu, Kategori 1 (tidak merasakan apa-apa atau seperti air biasa
walaupun telah 10 detik), Kategori 2 (mula-mula tidak merasakan sesuatu,
dengan pasti, namun lama kelamaan terasa kering, kesat atau manis), Kategori 3
(segera merasakan sesuatu dengan pasti, tetapi tidak terasa menyakitkan atau
mengganggu, makin lama terasa makin kuat), Kategori 4 (segera timbul rasa
yang kuat dan mengganggu sehingga responden langsung meringis). Kategori 1
dan 2 termasuk kedalam kategori defisiensi seng dan kategori 3 dan 4 termasuk
kategori normal.
Dari 18 probandus yang diuji, 94% dari 18 orang responden mahasiswa
alih jenis gizi dinyatakan defisiensi terhadap seng. Sembilan orang responden
dengan persentase sebanyak 50% termasuk kedalam kategori 1, sedangkan
44% termasuk kedalam kategori 2 dengan delapan orang responden. Sedangkan
sebanyak satu orang dengan persentase 6% termasuk kedalam kategori 3, yaitu
kategori normal.
Saran
Dalam melakukan uji analisis status seng (Zn) dengan metode kecap
Smith, probandus dapat mengetahui apa yang dirasakan. Hal ini untuk
mempermudah penggolongan probandus kedalam empat kategori analisis seng
dengan metode kecap Smith.

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Atmadja et al. 1988. Penelitian Status Zink dengan Tes Kecap Smith pada
Masyarakat RW 04 Manggarai. Jakarta: Majalah Kedokteran Indonesia.
Damayanthi. 2002. Media Gizi & Keluarga. http://www.google.co.id/ Kekurangan
Seng nasution dan damayanthi &spell. Diakses pada tanggal 1 april
2011.
Jackson MJ. Physiology of Zinc: General Aspect Zinc in Human Biology. In Mills
CF ed. London, 1989; 1-14
Muchtadi,2009. Seng (Zn) dalam pangan : Dampaknya Pada Kesehatan,
Kebutuhan dan Toksisitas Pada Manusia. http://www.google.co.id/ . .
Diakses pada tanggal 1 april 2011.
Office of Dietary Supplement National Instituite of Health,2007.
Tarmizi,B.Sc,S.Pd. http://tarmiziblog.blogspot.com/2010/08/ Dampak-kelebihandan-kekurangan-mineral.html). Diakses pada tanggal 1 april 2011.
Samsudin. Peranan mineral khususnya Zn dalam tumbuh kembang anak.
Seminar Sehari Pengaruh Mineral Terhadap Kesehatan. Jakarta, 1992
Soegih R. Peranan mineral khususnya elemen renik terhadap kesehatan.
Seminar Sehari Pengaruh Mineral Terhadap Kesehatan. Jakarta, 1992
Solomon NW. Zinc. Encyclopedia of Food Science, Food Technology and
Nutrition. Vol 7. London. 1993; 4980-94

LAMPIRAN
Tabel 4. Hasil Uji Status Seng (Zn) dengan Metode Kecap Smith

Kelompok
1

Responden
Ariane Monalisa
Maharani Z.
Rachmat M
Dea Nurul
Dwi Rusmawati
Novita Puji
Amrina R.
Anna Febritta
Endah Fitri
Dewi F.
Relina K.
Soffi R.
Arizki W.
Ferry Irawan
Sartika F.P
Citra Nirwansyah
Endah Mayang
Wilda Khaerul

Kategori
1

Gambar 2 Larutan ZnSO4 0.1%