Anda di halaman 1dari 12

RESUME PSAK 10, 65, 66, dan 67

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pelaporan Korporat

Disusun oleh :

Ananta Wahyu Sasongko Areta Widya Kusumadewi Nurul Qamaril Ramadhani Robert Renovan

(NIM. 2015250955) (NIM. 2015250957) (NIM. 2015250972) (NIM. 2015250974)

(NIM. 2015250957) (NIM. 2015250972) (NIM. 2015250974) JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2015

PSAK 65 : PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

PSAK 65 merupakan standar yang mengatur tentang prinsip penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi saat satu entitas mengendalikan satu atau lebih entitas lain. Pengendalian terjadi ketika investor memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Berdasarkan definisi tersebut, kondisi yang disyaratkan dalam suatu pengendalian adalah:

a. Kekuasaan atas investee

b. Hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee

c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor Penilaian atas apakah investor terkespos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel adalah terlihat dari bervariasinya jumlah sebagai akibat dari kinerja investee. Imbal hasil investor dapat hanya positif, hanya negatif, atau positif dan negatif. Imbal hasil ini dapat diperoleh berbagai pihak walaupun hanya satu investor yang mengendalikan investee. Contohnya adalah pemilik kepentingan nonpengendali dapat berbagi laba atau distribusi dari investee. Pengendalian tidak harus dilakukan oleh hanya satu entitas. Namun, dua atau lebih investor bisa mengendalikan satu investee. Kondisi ini terjadi jika beberapa investor saling tergantung dalam mengendalikan investee. Perlakuan akuntansi oleh setiap investor disesuaikan dengan SAK yang relevan. Hak pengambilan keputusan yang

dimiliki investor menentukan apakah investor tersebut bertindak sebagai prinsipal atau agen. Investor yang bertindak sebagai agen, tidak mengendalikan investee ketika investor tersebut melaksanakan hak pengambilan keputusan yang didelegasikan kepada investor tersebut. Hak yang dimiliki induk saat ini untuk mengarahkan aktivitas relevan yang bisa secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee disebut kekuasaan. Kekuasaan ini bisa dinilai dengan beragam cara, mulai dari cara sederhana (menerbitkan saham untuk memperoleh hak suara) hingga cara yang kompleks (kekuasaan yang berasal lebih dari

Walaupun demikian, kekuasaan tidak dapat semata-mata

satu pengaturan kontraktual).

dinilai dari fakta bahwa investor telah mengarahkan suatu aktivitas yang relevan pada investee. Fakta tersebut merupakan fakta yang tidak dapat berdiri sendiri. Selain itu, kekuasaan juga tidak dapat timbul pada investor yang hanya memiliki hak protektif tidak memiliki kekuasaan atas investee sehingga tidak mengendalikan investee. Hak protektif merupakan hak terkait dengan perubahan fundamental terhadap aktivitas investee atau diterapkan dalam keadaan khusus. Pada beberapa kasus, terdapat dua atau lebih investor yang memiliki hak tersebut. Pada kasus itu, penguasaan muncul pada investor yang memiliki kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang paling mempengaruhi imbal hasil investee secara signifikan. Dalam suatu pengendalian dan kekuasaan, dikenal istilah entitas induk dan entitas anak. Suatu entitas investor dapat dikatakan sebagai entitas induk, jika:

a. Memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan memberikan investor tersebut jasa manajemen investasi;

b. Menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya adalah untuk menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil dari

kenaikan nilai modal, penghasilan investasi , atau keduanya; dan

c. Mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya berdasarkan nilai wajar. Pertimbangan lain yang dapat digunakan untuk menentukan pihak yang merupakan entitas induk adalah:

a. Memiliki lebih dari satu investasi

b. Memiliki lebih dari satu investor

c. Memiliki investor yang bukan merupakan pihak-pihak berelasi dari entitas; dan

d. Memiliki bagian kepemilikan dalam bentuk kepentingan ekuitas atau kepentingan

serupa Namun, jika tidak terdapat karakteristik khusus di atas, hal tersebut tidak berarti entitas tersebut tidak masuk kategori entitas investasi. Entitas investasi yang tidak memiliki seluruh karakteristik khusus di atas memberikan pengungkapan tambahan sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain. Sebagaimana dijelaskan dalam PSAK ini, entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Entitas induk dari investasi

mengonsolidasi seluruh entitas yang dikendalikannya, termasuk entitas yang dikendalikan melalui entitas anak yang merupakan entitas investasi, kecuali entitas induk itu sendiri merupakan entitas investasi. Konsolidasi atas investee dimulai sejak tanggal investor memperoleh pengendalian atas investee dan berakhir ketika investor kehilangan pengendalian atas investee. Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, ketentuan penyajian dan pengungkapannya adalah sebagai berikut:

Entitas induk menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian entitas induk pada entitas anak adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik). Entitas investasi tidak mengonsolidasi entitas anaknya atau menerapkan PSAK 22: Kombinasi Bisnis ketika entitas tersebut memperoleh pengendalian atas entitas lain. Akan tetapi, entitas investasi mengukur investasi dalam entitas anak pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Terlepas dari persyaratan yang dijelaskan dalam paragraf 31, jika entitas investasi memiliki entitas anak yang memberikan jasa terkait dengan aktivitas investasi dari entitas investasi maka entitas investasi mengonsolidasi entitas anak tersebut sesuai dengan Pernyataaan ini paragraf 19-26 dan menerapkan persyaratan dalam PSAK 22:

Kombinasi Bisnis untuk akuisisi dari entitas anak tersebut.

PSAK 66 : PENGATURAN BERSAMA

PSAK 66 merupakan PSAK yang mengatur tentang pengaturan bersama dan bertujuan untuk menetapkan prinsip pelaporan keuangan entitas yang memiliki kepentingan dalam pengaturan yang dikendalikan bersama yaitu pengaturan bersama.

Pengaturan bersama merupakan pengaturan yang dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama. Karakterisitik suatu keadaan dikatakan pengaturan bersama, jika:

a. Para pihak terikat oleh suatu pengaturan kontraktual (lihat paragraf PP02-PP04)

b. Pengaturan kontraktual memberikan pengendalian bersama kepada dua atau

lebih pihak dalam pengaturan tersebut (lihat paragraf 07-13). Pengaturan bersama terbagi menjadi dua jenis, yaitu operasi bersama atau ventura bersama. Operasi bersama adalah pengaturan bersama yang mengatur bahwa para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset, dan kewajiban terhadap liabilitas, terkait dengan pengaturan tersebut. Para pihak tersebut disebut operator bersama. Ventura bersama adalah pengaturan bersama yang mengatur bahwa para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset neto pengaturan tersebut. Para pihak tersebut disebut venturer bersama. Pengaturan dapat merupakan pengaturan bersama meskipun tidak seluruh pihak yang terlibat memiliki pengendalian bersama atas pengaturan tersebut. Pernyataan ini membedakan antara para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan bersama (operator bersama atau venturer bersama) dan pihak yang berpartisipasi dalam pengaturan bersama, tetapi tidak memiliki pengendalian bersama

atas pengaturan bersama tersebut. Entitas yang merupakan pihak dalam pengaturan menilai apakah pengaturan kontraktual memberikan kepada seluruh pihak, atau sekelompok pihak, pengendalian atas pengaturan secara kolektif. Seluruh pihak atau sekelompok pihak mengendalikan pengaturan secara kolektif ketika mereka harus bertindak bersama untuk mengarahkan aktivitas yang mempengaruhi secara signifikan imbal hasil yang berasal dari pengaturan tersebut (yaitu aktivitas relevan). Artinya pengendalian bersama terjadi hanya ketika keputusan mengenai aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara bulat dai pihak yang mengendalikan secara kolektif. Berarti, dalam pengaturan

bersama, tidak ada satu pihak yang dominan ataupun tunggal dalam membuat keputusan. Dalam menentukan apakah suatu entitas terlibat dalam pengaturan bersama sebagai operasi bersama atau ventura bersama bergantung pada hak dan kewajiban para pihak dalam pengaturan. Hak dan kewajibannya dengan mempertimbangkan struktur dan bentuk hukum pengaturan, persyaratan yang disetujui oleh para pihak dalam pengaturan kontraktual dan, jika relevan, fakta dan keadaan lain. Terkadang para pihak terikat oleh suatu kerangka perjanjian yang menetapkan persyaratan umum kontraktual untuk melakukan satu atau lebih aktivitas. Kerangka perjanjian dapat menetapkan bahwa para pihak dapat membentuk pengaturan bersama yang berbeda untuk menangani aktivitas tertentu yang menjadi bagian dari perjanjian. Walaupun pengaturan bersama tersebut terkait dengan kerangka perjanjian yang sama, jenis dari pengaturan bersama dapat berbeda jika hak dan kewajiban para pihak yang terlibat dalam pengaturan tersebut berbeda ketika melakukan aktivitas yang berbeda dalam kerangka perjanjian, akibatnya, operasi bersama dan ventura bersama dapat berdampingan ketika para pihak yang terlibat melakukan aktivitas berbeda yang menjadi bagian dari kerangka perjanjian yang sama. Jika fakta dan keadaan berubah, perlu dilakukan penilaian kembali apakah jenis pengaturan bersama yang entitas terlibat di dalamnya telah berubah. Operator bersama mencatat aset dan liabilitas, pendapatan dan beban terkait dengan kepentingannya dalam operasi. Venturer bersama mengakui kepentingannya dalam ventura bersama sebagai investasi dan mencatat investasi tersebut dengan menggunakan metode ejuitas sesuai PSAK lain. Pengungkapan atas dua jenis keadaan ini adalah:

 

Operator

Ventura

Jika pihak memiliki hak atas asset, dll dan

pihak tersebut harus mengakui apa yang ia dapat dari pengaturan bersama.

 

tidak

memiliki

kepentingan

Pihak tidak memiliki pengendalian

pencatatannya sesuai PSAK terkait

Pencatatan sesuai PSAK 55

PSAK 67: PENGUNGKAPAN KEPENTINGAN DALAM ENTITAS LAIN

PSAK 67 merupakan PSAK yang mengatur tentang pengungkapan kepentingan

dalam entitas lain. Tujuan dari PSAK ini adalah memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi Sifat dan risiko yang terkait dengan kepentingannya dalam entitas lain; dan Dampak dari kepentingan tersebut terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas. Dalam pengungkapan informasi mengenai pengendalian bersama, pengungkapan tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan pengguna untuk memahami komposisi kelompok usaha dan kepentingan yang dimiliki oleh kepentingan non pengendali dalam aktivitas dan arus kas kelompok usaha tersebut. Informasi yang dimaksud dalam PSAK ini adalah informasi bila suatu entitas memiliki pengendalian pada entitas anak (investee), Pengaturan bersama dan entitas asosiasi dan Entitas terstruktur yang tidak dikendalikan oleh entitas induk (entitas terstruktur yang tidak dikonsolidasi). Pengecualian untuk PSAK ini adalah:

Pernyataan ini tidak diterapkan untuk:

a. Program imbalan pascakerja atau program imbalan kerja jangka panjang lain yang telah diatur dalam PSAK 24: Imbalan kerja;

b. Laporan keuangan tersendiri entitas yang telah diatur dalam PSAK 4:

Laporan Keuangan Tersendiri;

c. Kepentingan yang dimilika oleh entitas yang berpartisipasi dalam pengaturan bersama, tetapi tidak memiliki pengendalian bersama, kecuali kepentingan tersebut menyebabkan pengaruh signifikan atas pengaturan bersama atau merupakan kepentingan dalam entitas terstruktur;

d. Kepentingan dalam entitas lain yang dicatat sesuai dengna PSAK 55:

Instrumen Keuangan: Pengakuan dan pengukuran. Akan tetapi, entitas menerapkan pernyataan ini:

(i)

Ketika kepentingan tersebut adalah kepentingan dalam entitas asosiasi atau ventura bersama yang sesuai dengan PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama, diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; atau

(ii)

Ketika kepentingan tersebut adalah kepentingan dalam entitas yang terstruktur yang tidak dikonsolidasi

Dalam melakukan pengungkapan atas pengendalian atau pengaruh signifikan, entitas harus mengungkapkan pertimbangan dan asumsi-asumsi atau kondisi lain yang mendukung alasan entitas mengklasifikan transaksinya berdampak pada perolehan pengendalian, pengaruh signifikan, atau pengendalian bersama. Pengungkapan Entitas Investasi

a. Status entitas investasi, mengungkapkan:

- alasan yang mendasari pengklasifikasian suatu transaksi yang menghasilkan suatu entitas investasi, yaitu adanya kriteria-kriteria yang dipenuhi oleh entitas sesuai PSAK 65

- Entitas juga harus mengungkapkan bila pada kenyataannya ia tidak memenuhi satupun kriteria di PSAK 65 namun tetap mengkategorikannya sebagai entitas anak.

- Alasan Perubahan status dari entitas menjadi entitas investasi atau berhenti menjadi entitas investasi

- Untuk entitas yang menjadi entitas investasi mengungkapkan dampak perubahan status dalam laporan keuangan untuk periode yang disajikan, termasuk:

Jumlah nilai wajar entitas anak yang berhenti untuk dikonsolidasikan, pada tanggal perubahan status;

Jumlah keuntungan atau kerugian, jika ada, yang dihitung sesuai dengan PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian paragraf PP101; dan

Pos dalam laba rugi ketika keuntungan atau kerugian diakui (jika tidak disajikan secara terpisah).

b. Perbedaan tanggal pelaporan, Perbedaan tanggal pelaporan yang dimaksud adalah perbedaan tanggal atau periode pada laporan entitas anak yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian maka entitas mengungkapkan tanggal akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak danalasan untuk menggunakan tanggal atau periode yang berbeda.

c. Kepentingan non pengendali Entitas juga perlu melakukan pengungkapan atas kepentingan nonpengendali yang ada pada entitas anak yang berjumlah material pada beberapa aspek, yaitu:

a. Nama entitas anak.

b. Lokasi utama kegiatan usaha (dan negara tempat pendirian jika berbeda dari lokasi utama kegiatan usaha) entitas anak.

c. Proporsi bagian kepemilikan yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali

d. Proporsi hak suara yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali jika berbeda proporsi bagian kepemilikan yang dimiliki

e. Laba atau rugi yang dialokasikan kepada kepentingan nonpengendali dari entitas anak selama periode pelaporan

f. Akumulasi kepentingan nonpengendali dari entitas anak pada akhir periode pelaporan

g. Ringkasan informasi keuangan mengenai entitas anak

KEPENTINGAN DALAM ENTITAS ANAK YANG TIDAKDIKONSOLIDASI (ENTITAS INVESTASI) Bagian ini mengacu pada PSAK 65: Laporan KeuanganKonsolidasian disyaratkan untuk menerapkan pengecualian terhadap konsolidasi. Bagian ini mencatat investasinya dalam entitas anak pada nilai wajar melalui laba rugi dan entitas pun harus mengungkapkan fakta tersebut, yaitu

a. nama entitas anak;

b. lokasi utama kegiatan usaha (dan negara tempat pendirian jikaberbeda darilokasi

utama kegiatan usaha) entitas anak; dan

c. proporsi bagian kepemilikan yang dimiliki oleh entitas investasi dan,jika berbeda, proporsi hak suara yang dimiliki. Namun, jika entitas investasi adalah entitas induk dari entitas investasi lain, maka entitas

induk juga memberikan pengungkapan untuk investasi yang dikendalikan oleh entitas investasi anaknya. Pengungkapan yang diberikan mencakup, dalam laporan keuangan entitas induk, laporan keuangan entitas anak yang berisi informasi di atas.

KEPENTINGAN DALAM PENGATURAN BERSAMA DAN ENTITAS ASOSIASI Tujuan pengungkapan dalam pengendalian jenis ini adalah untuk memberikan informasi yang memungkinkanpengguna laporan keuangannya untuk mengevaluasi:

a. sifat, luas, dan dampak keuangan dari kepentingannya dalampengaturan bersama dan entitas asosiasi, termasuk sifat dan dampakhubungan kontraktualnya dengan investor lain yang memilikipengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas pengaturanbersama dan entitas asosiasi

b. sifat dan perubahan risiko yang terkait dengan kepentingannyadalam ventura bersama dan entitas asosiasi

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka entitas perlu mengungkapkan:

a. Untuk setiap pengaturan bersama dan entitas asosiasi yang materialbagi entitas pelapor:

i. nama pengaturan bersama atau entitas asosiasi;

ii. sifat hubungan entitas dengan pengaturan bersama atauentitas asosiasi (sebagai contoh, dengan menggambarkansifat aktivitas pengaturan bersama atau entitas asosiasi danapakah mereka strategis terhadap aktivitas entitas);

iii. lokasi utama kegiatan usaha (dan negara tempat pendirian,jika dapat diterapkan dan berbeda dari lokasi utama kegiatanusaha) pengaturan bersama atau entitas asosiasi;

iv. proporsi bagian kepentingan atau penyertaan modal yangdimiliki oleh entitas

dan,jika berbeda, proporsi hak suarayang dimiliki (jika dapat diterapkan).

b. Untuk setiap ventura bersama dan entitas asosiasi yang material bagi entitas pelapor:

i. apakah investasi dalam ventura bersama atau entitas asosiasidiukur dengan menggunakan metode ekuitas atau pada nilaiwajar;

ii. ringkasan informasi keuangan mengenai ventura bersama atau entitas asosiasi

iii. jika ventura bersama atau entitas asosiasi dicatat denganmenggunakan metode ekuitas, maka nilai wajar investasidalam ventura bersama atau entitas asosiasi, jika terdapatharga pasar kuotasian untuk investasi tersebut.

c. Informasi keuangan tentang investasi entitasdalam ventura bersama dan entitas asosiasiyang jumlahnya tidak material secara individual:

i. dalam gabungan dan secara terpisah untuk seluruh venturabersama yang tidak material secara individual;

ii. dalam gabungan untuk seluruh entitas asosiasi yang tidakmaterial secara individual.

d.

Komitmen bahwa entitas telah terkait dengan ventura bersamanya secara terpisah

dari jumlah komitmen lain. Sesuai dengan PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi, kecuali kemungkinan terjadinya kerugian sangat kecil, perlu diungkapkan tentang liabilitas kontinjensi yang terjadi terkait dengan kepentingannya dalam ventura bersama atau entitas asosiasi (termasuk bagiannya atas kontinjensi yang terjadi secara bersamaan dengan investor lain yang memiliki pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas ventura bersama atau entitas asosiasi), secara terpisah dari jumlah liabilitas kontinjensi lain.