Anda di halaman 1dari 4

Review Jurnal Internasional Detecting Corporate Fraud And Financial Distress Using The Altman And Beneish Models

Disusun untuk memenuhi Ujian Akhir Semeseter (UAS) mata kuliah Manajemen

Keuangan Lanjutan

Oleh :

Ananta Wahyu Sasongko (NIM. 2015250955)

Lanjutan Oleh : Ananta Wahyu Sasongko (NIM. 2015250955) JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2015

REVIEW

Kesulitan Keuangan/Kebangkrutan (Financial distress) adalah suatu hal yang dapat

terjadi pada segala jenis perusahaan. Saat ini, telah dikembangkan berbagai metode dan

model untuk memprediksi Kesulitan keuangan/Kebangkrutan (Financial distress) tersebut.

Berdasarkan jurnal ini, penulis membandingkan efektivitas model Altman Z-Score dengan

Beneish M-Score dalam memprediksi Kesulitan keuangan/Kebangkrutan (Financial distress)

serta mengkombinasikan keduanya untuk mendeteksi kecurangan yang dapat berujung pada

kesulitan keuangan itu sendiri.

Z-Score adalah model yang digunakan untuk memprediksi apakah sebuah perusahaan

dalam kesulitan keuangan atau tidak. Model ini pertama kali diciptakan di tahun 1968 oleh

Edward I. Altman, seorang profesor di Stern School of Business di New York University.

Model ini menggunakan beberapa indikator performa keuangan (modal kerja, total aset, laba

ditahan, laba sebelum bunga dan pajak, nilai pasar ekuitas, nilai buku total hutang dan

penjualan) untuk menentukan apakah sebuah perusahaan kesulitan finansial. Model ini sangat

akurat karena persentase prediksi yang benar adalah sekitar 95% dan menerima banyak reaksi

positif dan hanya beberapa kritik (Altman et al., 2010).

Namun

dengan

keterbatasan

yang

terkait

(penggunaan

rasio-rasio)

tersebut

mengurangi efektivitas Z-Score. Meskipun model Z-Score telah menjadi model financial

distress

yang

diterima

dengan

baik

selama

hampir

empat

dekade,

para

ahli

belum

menemukan potensinya sebagai alat manajemen kinerja (Calandro, 2007). Sebagai contoh

yang saya temukan, The Kenexa High Performance Institute (KHPI) pada tahun 2009

berpendapat bahwa risiko tinggi dari potensi kebangkrutan (nilai rendah dari Altman "s Z

score) mungkin tidak mencerminkan kinerja sesungguhnya dari suatu organisasi.

Mengidentifikasi manajemen laba penting bagi pengguna laporan keuangan untuk

menilai kinerja ekonomi saat ini, untuk memprediksi profitabilitas masa depan, dan untuk

menentukan nilai perusahaan (Jansen et al., 2012). M-Score ditemukan oleh Profesor Messod

Beneish. Ini adalah model matematika yang mengadopsi beberapa metrik keuangan untuk

mengidentifikasi tingkat laba perusahaan. M-Score mirip dengan Z-Score, akan tetapi M-

Score berkonsentrasi pada memperkirakan sejauh mana manipulasi laba perusahaan, bukan

menentukan kapan sebuah perusahaan menjadi bangkrut. M-Score terdiri dari delapan rasio

yang mendeteksi dengan baik distorsi laporan keuangan yang didapat dari hasil manipulasi

laba, atau menunjukkan kecenderungan untuk terlibat dalam manipulasi laba (Beneish dan

Nichols, 2005). Warshavsky (2012) menunjukkan bahwa perusahaan dengan skor Beneish

lebih tinggi lebih mungkin untuk menjadi manipulator dan berujung pada kebangkrutan.

Dalam jurnal ini, penulis mengakui bahwa metrik keuangan saja tidak cukup dalam

memprediksi kesulitan keuangan serta mendeteksi manipulasi laporan keuangan. Mereka

seharusnya

dilengkapi

dengan

analisis

laporan

keuangan

secara

total.

Siegel

(2006)

menunjukkan

bahwa

menganalisis

laporan

arus

kas

merupakan

bagian

integral

untuk

memahami kinerja keuangan perusahaan karena sering memberikan efek pada kualitas laba

yang ditunjukkan dalam laporan laba rugi. Secara umum, laporan arus kas dapat dianggap

sebagai ukuran kinerja yang lebih obyektif, dan prediktor yang lebih baik dari stabilitas masa

depan perusahaan (Warshavsky, 2012).

Kasus yang digunakan penulis dalam menyusun jurnal ini adalah kasus Enron. Kasus

Enron adalah kasus yang menurut saya sangat tepat untuk memadukan antara permasalahan

kecurangan laporan keuangan dan permasalahan kebangkrutan. Sesungguhnya Altmans Z-

Score dan Beneish M-Score telah menunjukkan bahwa Enron sedang dalam kekacauan

keuangan sejak 1997 dan terlibat dalam manipulasi laba kotor yang berujung kebangkrutan

perusahaan. Namun seperti yang sudah disebutkan penulis, metrik keuangan saja tidak cukup

dalam mempresiksi kesulitan keuangan serta mendeteksi manipulasi laporan keuangan.