Anda di halaman 1dari 19

PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK KERIPIK

PISANG DI KAWASAN SENTRA INDUSTRI KERIPIK


BANDAR LAMPUNG
( Tugas Mata Kuliah Perilaku Konsumen )

Oleh
Kelompok 6
Khairuni Shalehah
Maria Christina Pasaribu
Marietta Debora
Mita Fitria Dewi
Mulia Wulandari
Via Agiesta

1214131055
1214131059
1214131061
1214131063
1214131069
1214131109

JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada era sekarang ini, banyak sekali perusahaan yang melakukan inovasi
produk. Contohnya saja perusahaan di bidang makanan yang menciptakan
inovasi dimulai dari bentuk hingga inovasi rasa. Inovasi produk yang
demikian memunculkan berbagai persaingan antar perusahaan untuk
mengambil hati konsumen, agar konsumen dapat kembali lagi untuk membeli
sebuah produk perusahaan dan dapat menunjang keberhasilan tujuan
perusahaan yang diantaranya untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.
Perusahaan di bidang makanan sebagai produsen tidak hanya sekedar
bertugas untuk menciptakan suatu produk semata, melainkan juga harus
disertai kemampuan untuk mengetahui perilaku konsumen agar dapat
mengenali produknya. Salah satu upaya untuk mengenali keadaan konsumen
yang menjadi sasaran penjualan adalah dengan mempelajari bagaimana
perilaku mereka dalam membeli suatu barang atau produk tertentu. Hal inilah
yang mendasarkan bahwa pemasaran produk perusahaan kepada konsumen
harus dilakukan dengan tepat sasaran atau efektif.
Pemasaran merupakan ujung tombak sebuah usaha dalam mencapai tujuan
bisnisnya. Tujuan tersebut akan dapat dicapai manakala seorang pengusaha
mampu menciptakan, mengantarkan serta mengkomunikasikan nilai melalui
sebuah produk sehingga dapat meraih dan mempertahankan pelanggan.
Sehingga bidang pemasaran adalah merupakan bidang pengambilan
keputusan yang sulit bagi sebuah usaha ataupun perusahaan. Berbagai
variabel psikologis konsumen memainkan peranan penting dan besar dalam

perencanaan pemasaran serta membentuk dan berinteraksi dalam fungsi


bisnisnya. Pemahaman tentang bagaimana konsumen menanggapi tawaran
produk, memilih serta memutuskan produk yang akan dibeli adalah
merupakan kunci sukses dalam pencapaian tujuan perusahaan.
Keripik merupakan makanan ringan yang banyak digemari oleh masyarakat
dan dapat dijangkau oleh semua kalangan. Keberadaan usaha kecil keripik
ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan nilai tambah
pada komoditi itu sendiri dan menjadi sumber pendapatan bagi pemilik
usaha tersebut yang diharapkan juga dapat berpengaruh dalam
meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Selain itu dengan adanya Indutri
keripik ini, konsumen juga mendapatkan keuntungan seperti mudahnya
konsumen dalam mencari oleh-oleh khas Lampung dan mudah dalam
menjangkau produsen. Konsumen juga memiliki banyak alternatif toko di
sentra ini sehingga kepuasan konsumen saat berbelanja menjadi terpenuhi.
Konsumen dari keripik pisang di Kawasan Sentra Industri Keripik di Bandar
Lampung memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Hal ini dapat
mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
konsumen. Proses pengambilan keputusan melalui 5 tahap yaitu ; pengenalan
masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan
perilaku pasca pembelian. Tetapi tiap konsumen mempunyai proses yang
berbeda-beda dalam tiap tahap tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat
memperjelas tentang karakteristik konsumen dan proses pengambilan
keputusan konsumen keripik pisan di di Kawasan Sentra Industri Keripik di
Bandar Lampung.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, dapatlah
dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.

Bagaimana karakteristik konsumen keripik di Sentra Keripik Bandar


Lampung?

2.

Bagaimana proses pengambilan keputusan konsumen dalam membeli


keripik pisang di Sentra Keripik di Bandar Lampung?

3.

Apa saja faktor-faktor yang menentukan pengambilan keputusan


konsumen dalam pembelian keripik pisang.

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang ingin
dicapai adalah:
1.

Mengetahui karakteristik konsumen keripik di Sentra Keripik Bandar


Lampung.

2.

Menganalisis proses pengambilan keputusan konsumen di Sentra Keripik


di Bandar Lampung.

3.

Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menentukan


pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian keripik pisang.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tanaman Pisang
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas

: Commelinidae

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Musaceae (suku pisang-pisangan)

Genus

: Musa

Spesies

: Musa paradisiaca

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa
berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa
acuminata, M. balbisiana, dan M. paradisiaca) menghasilkan buah
konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan
kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua
buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada
beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir
hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi
(karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.
Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang
tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan
pisang kipas.Pisang secara tradisional tidak dibudidayakan secara intensif.

Hanya sedikit yang dibudidayakan secara intensif dan besar-besaran dalam


perkebunan monokultur, seperti 'Gros Michel' dan 'Cavendish'. Jenis-jenis
lain biasanya ditanam berkelompok di pekarangan, tepi-tepi lahan tanaman
lain, serta tepi sungai.Perbanyakan secara vegetatif membuat pisang amat
mudah terkena serangan pengganggu, karena sempitnya keragaman
genetik. Suatu perkebunan yang terkena penyakit dapat menularkan
dengan singkat ke perkebunan tetangganya.
Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua
golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain,
cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah
buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang
olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti
pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli.Buah pisang diolah menjadi
berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin).Selain
memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat
menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk
ketika otak mengalami keletihan.
Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain
Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang(Bandung), Pisang Molen
(Bogor), dan epe (Makassar).Pisang mempunyai kandungan gizi sangat
baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan
buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor,
besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks,
B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran
fungsi otak.
Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara
keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat
lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya
mengandung 54 kalori.Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit
lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat

dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda
atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi.

B. Keripik Pisang
Keripik pisang adalah makanan ringan yang paling banyak diproduksi dan
diperdagangkan di Indonesia. Hal ini bisa dimaklumi, karena pisang juga
merupakan buah yang paling banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh
masyarakat Indonesia. Selain itu, pisang juga merupakan buah tanpa
musim. Hingga agroindustri keripik pisang bisa berlangsung sepanjang
tahun tanpa berhenti. Meskipun pada musim kemarau, produksi pisang
tidak sebanyak pada musim penghujan, hingga para perajin keripik sering
kesulitan bahan baku.
Bahan keripik adalah pisang ambon dan kepok kuning. Sebab dua jenis
pisang ini paling mudah dijumpai di pasaran. Dan dua jenis pisang ini,
juga akan menghasilkan keripik dengan kualitas terbaik. Ambon kuning,
selama ini merupakan pisang favorit sebagai buah meja. Sementara kepok
kuning paling banyak diminati sebagai pisang goreng. Hingga agroindustri
keripik pisang, harus berebut bahan baku ambon kuning dengan pasar
buah segar, serta kepok kuning dengan pedagang pisang goreng.
Pisang tanduk, sebenarnya juga bisa menjadi bahan keripik dengan
kualitas cukup baik. Namun ukurannya terlalu besar, dan nilai pisang
segarnya juga cukup tinggi, hingga harga keripiknya akan menjadi terlalu
mahal. Pisang raja sereh dan raja bulu, sebenarnya juga akan
menghasilkan keripik dengan kualitas cukup baik. Namun ketersediaan
dua pisang ini sangat terbatas. Untuk pasar segar pun masih kurang,
apalagi untuk keripik. Pisang kepok putih, sebenarnya tersedia dalam
volume melimpah, namun kualitas keripiknya kurang bagus.

C. Agroindustri Keripik Pisang

Pemilihan jenis pisang Pisang yang akan diolah menjadi keripik adalah
pisang dengan kualitas yang baik. Jenis pisang yang bisanya digunakan
adalah pisang kepok kuning dan pisang Ambon.Skala usaha Agroindustri
keripik pisang yang banyak dijumpai di Indonesia adalah agroindustri
berskala kecil-menengah. Skala usaha yang ditetapkan pada agroindustri
keripik pisang ini terkait dengan ketersediaan input
dan pasar. Hal ini perlu dipertimbangkan dengan matang agar tidak terjadi
kelebihan pasokan produk maupun kelebihan permintaan.
Pemilihan lokasi produksi Lokasi produksi yang dipilih bisa ditentukan
berdasarkan skala usaha. Kegiatan produksi skala usaha kecil-menengah
dapat dilakukan di rumah (home industry) atau di lingkungan sekitar
tempat tinggal produsen. Untuk usaha berksala besar, dapat dilakukan di
pabrik pengolahan keripik pisang. Pemilihan lokasi produksi juga perlu
memperhatikan ketersediaan tenaga keja, ketersediaan sarana-prasarana
fisik yang menunjang, lokasi pemasaran, serta insentif wilayah yang
terkait dengan kebijakan pemerintah seperti penarikan pajak dan lain-lain.
Dalam perencanaan proses produksi hal-hal yang perlu dipertimbangkan
dalam perencanaan proses produksi adalah biaya produksi, penjadwalan
produksi, pola produksi, dan sumber-sumber input serta pengadaannya.
Pengorganisasian sumber daya berupa input dan sarana produksi yang
diperlukan sangat berguna bagi pencapaian efisiensi waktu dan usaha.
Pengorganisasian tersebut menyangkut bagaimana mengalokasikan
berbagai input dan fasilitas yang akan digunakan dalam proses produksi
sehingga produksi dapat berjalan efektif dan efisien.
Pencapaian efektivitas dan efiensi dalam pengorganisasian input
dan sarana produksi merupakan salah satu komponen yang sangat
menentukan produktivitas. Dalam agroindustri keripik pisang, input
dan sarana produksi yang diperlukan adalah bahan baku, peralatan yang
digunakan dalam proses produksi, serta sumber daya manusia (tenaga
kerja) Input dan sarana produksi yang dipilih harus benar-benar

diperhatikan dan diorganisasikan dengan baik guna mencapai efektivitas


dan efisiensi sehingga dapat mencapai produktivitas yang tinggi.
Pengarahan merupakan pemberian instruksi dari manajer kepada karyawan
(tenaga kerja) agar karyawan mau menjalankan tugas yang dibebankan
dengan baik dan benar. Hal ini sangat diperlukan demi kelancaran kerja
dan proses produksi. Pengkoordinasian penting dilakukan oleh para
pekerja untuk menyelesaikan tugas bersama. Dalam agroindustri keripik
pisang ini, pekerja dapat melakukan koordinasi dengan pekerja lainnya,
misalnya pekerja A melakukan pemilahan bahan, pekerja B melakukan
pengupasan, dan sebagainya sesuai dengan posisi masing-masing.
Kegiatan produksi keripik pisang meliputi pemilahan bahan, pengupasan,
perendaman, perajangan, penggorengan I, pendinginan, pemberian
bumbu, penggorengan II, pendinginan, dan pengemasan. Pemilihan bahan
bertujuan untuk memperoleh pisang berkualitas baik sehingga keripik
pisang yang dihasilkan memiliki kualitas baik pulaPengawasan dilakukan
agar semua kegiatan berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan tenaga
kerja dapat bekerja dengan baik dan benar sesuai tugasnya masing-masing.
Pengawasan produksi meliputi pengawasan upaya-upaya untuk
memperoleh hasil maksimal dalam produksi, seperti pengawasan
anggaran, proses kerja, dan lain-lain.

D. Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi


dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang
produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya.
Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap
sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap
sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang

terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan
pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen
melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan
akhirnya membuang produk setelah digunakan.
Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka
memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin
berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user. Dalam upaya
untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan
konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu
pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku
(Sumarwan, 2004).
Konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi suatu barang atau jasa.
Kegiatan konsumen adalah seseorang atau kelompok yang melakukan
serangkaian kegiatan konsumsi barang atau jasa. Maka konsumsi
seseorang itu tergantung pada pendapatan, pendidikan kebiasaan dan
kebutuhan. Adapun pengetrian perilaku konsumen, yaitu tingkah laku dari
konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan untuk membeli,
menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki dan memperbaiki sutu
peroduk dan jasa mereka. Fokus dari perilaku konsumen adalah bagai
mana individu membuat keputusan untuk mengkonsumsi suatau barang.
1. James F Engel
Perilaku konsumen didefinisikan tindak-tindakan individu secara
langsung terlibata dalam usaha memperoleh dan menggunakan barangbarang jasa ekonomi termasuk proses pengambilan kepustusan yang
mendahuli dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.
2. David L Loundon
Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan
keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam
mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan
barang-barang atau jasa.

3. Gerald Zaltman
Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial
yang di lakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dan
mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai sutu
akibat dari pengalaman dengan produk, pelayanan dan dumber-sumber
lainya. Dari beberapa Definisi tersebut di atas maka dapat di tarik suatu
kesimpulan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang
dilakukan oleh individum, kelompok, atau organisasi yang berhubungan
dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapakan, menggunakan
barang-barang atau jasa ekonimi yang dafat di pengaruhi linkungan
(Sukirno, 2005).
Teori perilaku konsumen yang berkembang akhir-akhir ini didasarkan pada
kebutuhan ekonomi, yakni yang menjelaskan bahwa seorang konsumen
akan menetapkan kuantitas komoditas yang dikonsumsi dengan cara
memaksimumkan kepuasan (utilitas). Pada menentuan kuantitas tersebut,
konsumen dihadapkan pada kendala pendapatan dan harga komoditas.
Sementara itu, preferensi dan variabel yang lain dianggap tetap atau
konstan yang disebut dengan istilah ceteris paribus.
Pada teori ekonomi mikro tersebut, konsumen hanya mempertimbangkan
dari sisi kuantitas. Keputusan individu konsumen diturunkan dari perilaku
konsumen didalam memaksimumkan utilitas dengan kendala pendapatan.
Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan
dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan
alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian,
penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi, terdapat tiga faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
1. Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan
situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami
pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu

dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup


dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka
dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.
2. Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan,
pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan
individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan
serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas
pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.
3. Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran,
perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat
utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut
mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan
pembelian(Hamidah, 2009).

III.

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Pengumpulan Data


Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.
Data primer diperoleh dari wawancara, observasi, dan juga menggunakan
kuesioner (lampiran). Kuesioner yang dibagikan terdiri dari tiga bagian
yaitu bagian pertama berisi tentang karakteristik responden, bagian kedua
berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan proses
pengambilan keputusan, dan bagian ketiga berisi tentang faktor-faktor apa
yang mempengaruhi perilaku konsumen. Pengumpulan data dilakukan
dengan menggunakan metode self administration survey, yaitu responden
diminta untuk mengisi sendiri kuesioner. Sedangkan data sekunder
berasal dari artikel, internet, buku-buku, majalah yang terkait dan relevan
dengan penelitian.

B. Metode Pengambilan Sampel


Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan salah satu
teknik pengambilan sampel non-probabilitas/non acak yaitu convinience
sampling (cara dipermudah). Teknik ini menjadikan semua elemen populasi
belum tentu memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota
sampel dan memiliki beberapa keunggulan yaitu paling murah, cepat
dilakukan, serta memiliki kebebasan untuk memilih siapa saja yang mereka
temui. Untuk menentukan jumlah sampel digunakan aturan jumlah sampel
minimal untuk melakukan analisis faktor yaitu empat sampai lima kali
jumlah variabel (Sulianto, 2005).

Pada penelitian ini, jumlah variabel yang digunakan adalah 15 variabel


sehingga jumlah sampel yang diambil sebagai responden adalah 36 orang.
Pada penelitian ini, lokasi yang dipilih untuk melakukan pengambilan data
adalah Kawasan Sentra Industri Keripik Bandar Lampung yang beralamat di
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam (Gang PU) Bandar Lampung. Alasan memilih
lokasi tersebut adalah dikarenakan Kawasan Sentra Industri Keripik
merupakan pusat transaksi produk keripik pisang. Di Kawasan Sentra
Industri Keripik tersebut terdapat banyak kios yang menjual berbagai jenis
keripik yang salah satunya adalah keripik pisang. Pada penelitian ini diambil
minimal 10% dari jumlah keseluruhan kios yang ada di Kawasan Sentra
Industri Keripik Bandar Lampung.

KUESIONER PENELITIAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN


PRODUK KERIPIK PISANG DI SENTRA INDUSTRI KERIPIK
DI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014

No. Responden
I.

KARAKTERISTIK KONSUMEN KERIPIK


Nama produsen keripik

Umur

Jenis Kelamin

Pendidikan

Penghasilan

II. PENGETAHUAN KONSUMEN KERIPIK


1. Menurut saudara, Bagaimana harga produk keripik pisang di Sentra Industri Keripik?
a) Sangat mahal (very expensive)
b) Mahal (expensive)
c) Sedang (medium)
d) Murah (cheap)
e) Sangat murah (very cheap)
2. Mengapa saudara melakukan pembelian dan mengkonsumsi produk keripik pisang?
a) Makanan utama (the main food)
b) Makanan camilan (snack foods)
c) Hobi (hobby)
d) Kuliner (culinary)
e) Lainnya .............
3. Berapa pendapatan saudara perbulannya?
a) < 500.000
b) 500.000 1.000.000
c) 1.000.001 1.500.000
d) 1.500.001 2.000.000
e) > 2.000.0004.
Universitas Sumatera Utara

III. PENGENALAN KEBUTUHAN


4. Apa alasan saudara membeli keripik pisang di Sentra Industri Keripik Bandar
Lampung?
a) Memenuhi keinginan mengkonsumsi keripik
b) Merupakan pilihan oleh-oleh yang cocok dari Lampung
c) Ingin mencoba makanan keripik khas Lampung
d) Untuk dijual kembali
e) Dianjurkan/diajak oleh teman
f) Lainnya.........
5. Apa manfaat yang Saudara dapatkan dari membeli keripik di Sentra Industri Keripik
Bandar Lampung?
a) Keinginan/kebutuhan akan jajanan keripik terpenuhi
b) Dapat menjadi oleh-oleh dari Lampung
c) Dapat menjadi sumber pendapatan bagi reseller keripik
d) Menjadi salah satu sumber pemenuh kebutuhan gizi
e) Lainnya.....
6. Menurut saudara, apakah anda memiliki keterlibatan tinggi dengan produk
keripik pisang atau apakah Saudara akan merasa tidak nyaman bila tidak
membeli keripik di Sentra Industri Keripik?
a) Biasa saja
b) Merasa ada kebutuhan yang kurang/belum terpenuhi
IV. PENCARIAN INFORMASI
7.

Darimana saudara mendapat informasi tentang adanya penjualan keripik pisang di


Sentra Industri Keripik bandar lampung?
a) Teman
b) Saudara
c) Iklan
d) Brosur
e) Radio
f) Lainnya...........

8. Menurut saudara, apa fokus perhatian Saudara terhadap informasi yang diperoleh?
a) Harga
Universitas Sumatera Utara

b) Lokasi
c) Brand/nama
d) Rekomendasi teman
e) Lainnya......
9. Apakah toko tempat anda membeli keripik melakukan kegiatan promosi ?
a) Ya
b) Tidak
10. Jika Ya, bagaimana menurut Saudara, pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian
?
a) Tidak terpengaruh
b) Tertarik mencoba
c) Tertarik membeli
V. EVALUASI ALTERNATIF
11. Hal apa saja yang menjadi pertimbangan anda untuk membeli Keripik pisang di
Sentra Industri Keripik ? (jawaban bisa lebih dari satu)
a) Harga
b) Lokasi
c) Fasilitas
d) Rekomendasi teman/keluarga
e) Brand /nama
f) Lainnya,sebutkan...............
12. Menurut anda, bagaimana harga yang ditawarkan oleh produsen keripik pisang di
Sentra Industri Keripik ?
a) Mahal
b) Murah
c) Biasa saja
13. Bagaimana lokasi Sentra Industri Keripik ini?
a) Mudah dicapai
b) Relatif jauh
c) Dekat dengan rumah
d) Dekat dengan Kantor
e) Lainnya, sebutkan..................
Universitas Sumatera Utara

14. Apakah anda membeli keripik pisang di tempat lain?


a) Ya
b) Tidak
15. Jika ya, mengapa? (jawaban bisa lebih dari satu)
a) Harga yang ditawarkan
b) Fasilitas
c) Suasana yang nyaman
d) Lokasi
e) Lainnya, sebutkan..................
VI. KEPUTUSAN PEMBELIAN
15. Kapan anda biasanya membeli keripik pisang di Sentra Keripik ?
a. Waktu senggang
c. Pulang Kerja/Kuliah/Sekolah
b. Liburan
d.Lainnya, sebutkan..................
16. Siapakah yang mempengaruhi anda untuk membeli keripik di Sentra Industri Keripik?
a. Pengaruh teman
c. Keinginan sendiri
b. Pengaruh keluarga
d. Lainnya, sebutkan..................
VII.EVALUASI PASCA PEMBELIAN (HASIL)
17. Apakah anda merasa puas membeli keripik di Sentra Industri Keripik?
a. Puas
b. Biasa saja
c. Tidak puas
18. Sudah berapa lama anda membeli keripik di Sentra Industri Keripik?
a. 1 bulan
c. 3 bulan
b. 2 bulan
d. >3 bulan
19. Apabila keripik di Sentra Industri Keripik menaikkan harga, apa reaksi anda?
Universitas Sumatera Utara

a. Tetap membeli keripik di Sentra Industri Keripik


b. Membeli di tempat lain
c. Berhenti membeli keripik di Sentra Industri Keripik
d. Lainnya, sebutkan............
VIII. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Menurut anda, sejauh mana faktor-faktor dibawah ini mempengaruhi anda untuk membeli
keripik pisang di Kawasan Sentra Industri Keripik Bandar Lampung.
Petunjuk: berilah tanda ( ) pada kolom yang sesuai dengan pilihan anda berdasarkan
keterangan pilihan berikut:
1= Sangat Tidak Mempengaruhi

4= Mempengaruhi

2= Tidak Mempengaruhi

5= Sangat Mempengaruhi

3= Cukup Mempengaruhi
NO
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3

Faktor Yang Mempengaruhi


BUDAYA
Kebiasaan
Kelas Sosial (Pendapatan per bulan)
Iklan atau Promosi
SOSIAL
Keluarga (orang tua, anak, saudara kandung)
Teman
Peran dan status dalam keluarga
PRIBADI
Gaya hidup
Selera
K epercayaan diri dan kemampuan bersosialiasi
PSIKOLOGIS
Motivasi
Persepsi (pandangan)
Pengalaman
ATRIBUT PRODUK
Harga produk per kg
Rasa, warna dan aroma
Kemasan

TERIMA KASIH ATAS KERJASAMA ANDA

Universitas Sumatera Utara

Anda mungkin juga menyukai