Anda di halaman 1dari 9

GEJALA

Nyeri adalah gejala yang paling sering


dikeluhkan. Tetapi nyeri pada daerah bahu
bukan berarti nyeri bahu. Jika pasien
menunjuk pada bagian atas bahu pikirkan
mungkin kelainan terletak pada sendi
akromioklavikular atau nyeri alih dari leher.
Nyeri pada sendi bahu dan rotator cuf,
biasanya pada aspek depan dan luar dari
sendi, terkadang sampai bagian tengah
lengan atas.5

Nyeri pada Daerah Bahu


Nyeri alihan

Kelainan rotator cuf

Spondilosis servikal

Tendinitis

Kelainan mediastinum

Ruptur

Cardiac ischemia

Frozen shoulder

Kelainan sendi

Instabilitas

Artritis glenohumeral

Dislokasi

Artritis akromioklavikular

Subluksasi

Lesi tulang
-

Infeksi

Tumor

Cedera saraf
-

Terjepitnya nervus supraskapula

TANDA
Pasien harus diperiksa secara keseluruhan dari
depan dan belakang. Kedua ekstremitas superior,
leher, gambaran skapula dan dada bagian
anterior harus terlihat.
Inspeksi (Look)
Kulit. Lihat apakah terdapat luka, jangan lupa
periksa bagian aksila.
Bentuk. Kedua ekstremitas harus dibandingkan
Posisi. Jika lengan tertahan pada posisi
endorotasi, pikirkan dislokasi posterior pada
bahu.

Palpasi (Feel) 5
Kulit. Inflamasi dari sendi akan mempengaruhi suhu
disekitarnya.
Tulang dan jaringan lunak. Struktur yang dalam
dipalpasi dengan hati-hati, mengikuti anatomi
permukaan yang ada. Dimulai dari sendi
sternoklavikular, menyusuri klavikula ke arah lateral
menuju sendi akromioklavikular, dan meraba bagian
anterior dari akromion serta bagian atasnya. Batas
anterior dan posterior dari gleniod harus dipalpasi.
Krepitasi pada tendon supraspinatus saat bergerak
menunjukkan adanya tendinitis atau robekan.

. Pemeriksaan sendi bahu.


Pemeriksaan gerak aktif paling baik
dari belakang pasien, perhatikan
baik-baik simetrisitas dan
koordinasi dari pergerakan skapulothorak dan gleno-humeral. (a)
Abduksi; (b) Batas dari abduksi
gleno-humeral; (c) Abduksi penuh
dan elevasi, kombinasi dari
pergerakan skapulo-thorak dan
gleno-humeral. (d) Batas
pergerakan dari gleno-humeral
sesungguhnya didapatkan dengan
membatasi pergerakan dari
skapula dengan meletakkan tangan
pada bagian atas dari skapula. (e)
Eksorotasi. (f,g) Pergerakan yang
lebih rumit meliputi abduksi, rotasi,
fleksi atau ekstensi dari bahu. (h)
Memeriksa ada atau tidaknya
kelemahan pada otot serratus
anterior. (i) Memeriksa ada atau

Pergerakan (Move)

Ritme skapulohumeral. (a-c) Fase


awal abduksi, pusat
dari gerakan ada pada
sendi gleno-humeral.
Semakin tinggi
terangkat, skapula
mulai berotasi pada
toraks. (c) Pada fase
akhir abduksi, gerakan
makin didominasi oleh
skapulo-toraks (d)

Fleksi dan ekstensi diperiksa dengan


meminta pasien mengangkat
lengannya kedepan kemudian ke
belakang. Normalnya adalah 1800
pada fleksi dan 400 pada ekstensi.

. Lingkup gerak normal bahu.


(a) Abduksi dari 00 sampai 1600
(atau bahkan 1800), tetapi
hanya 900 yang berpusat pada
sendi gleno-humeral; sisanya
adalah dari pergerakan
skapula. (b) Eksorotasi
biasanya 800 dan endorotasi
biasanya lebih rendah karena
terhalang oleh tubuh. (c)
Dengan lengan pada posisi
abduksi yang tepat, endorotasi
dapat dilakukan tanpa
terhalang oleh tubuh.