Anda di halaman 1dari 220

Buku Kerja

Pengawas
Sekolah

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN


DIREKTORAT JENDERAL
PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
2010

BUKU KERJA
PENGAWAS SEKOLAH
Diterbitkan oleh :
Direktorat Tenaga Kependidikan
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kementrian Pendidikan Nasional

Alamat :
Direktorat Tenaga Kependidikan
Gedung D Lt. 12, Komplek Kemdiknas
Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I, Senayan-Jakarta
Telp/Fax : (021) 57974109
Email : subditprogramtendik@yahoo.com
www.tendik.org

Pengarah :
Prof. Dr. Baedhowi, M. Si (Dirjen PMPTK Kemdiknas)
Surya Dharma, MPA.Ph.D ( Direktur Tenaga Kependidikan)
Penanggung Jawab :
Dr. Abi Sujak ( Kasubdit Program Direktorat Tenaga Kependidikan)
Drs. Budi Supriyatno, M.Si ( Kasi Perencanaan Subdit Program)
Drs. Yukon Putra, M.Si ( Kasi Evaluasi dan Pelaporan Subdit Program)
Tim Penyusun :
Nana Sudjana, Endang Abutarya, Daliman Sofyan, Tita Lestari,
Darwis, M. Thayeb HMS
Samsul Hadi, Kahar Yoes, Djoko Sumardi, Dedy Kustawan,
Yayat Ibayati, Sambawiyana
Gunawan Ginting, Agustinus Dwi Nugroho,
Agus Mulyadi, Abdul Kamil Marisi

Tim Sekretariat :
Wining Widiharti, Martono, Ngadimin, Otong Kusnadi, M. Noer Solichin,
Prih Yudiyanto, Abdul Ghofur, Widya Kersana, Nasyit Forefry, Darmawan Affandi,
Fahrial Hamdi, M. Yusuf Wibisono, Rr. Sutaris, Anyes Sedayu Pramesti,
Yuni Indarti, Ratikun, Nina Utami

SAMBUTAN

Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik


dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan Nasional

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat


dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan
tenaga kependidikan (PTK) tanpa menafikan faktor-faktor lainnya seperti sarana
prasarana dan pembiayaan. Pengawas sekolah merupakan salah satu pendidik
dan tenaga kependidikan yang posisinya memegang peran yang signifikan dan
strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di
sekolah.

Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun


program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluas hasil
pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan
profesional guru. Pada Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang guru
pada pasal 15 ayat 4 dijelaskan bahwa pengawas sekolah harus melaksanakan
kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. Dengan demikian,
pengawas sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang
memadai untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya.

Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan


pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan
pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk
meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan
pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab
tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih
mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang
efektif, efisien dan produktif.

Begitu pentingnya peran pengawas sekolah dalam memajukan mutu pendidikan


nasional hingga tak terasa tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipikul
pengawas sekolah juga menjadi besar pula.
Saya menyambut baik inisiatif Direktorat Tenaga Kependidikan untuk membuat
sebuah buku kerja bagi pengawas sekolah. Buku ini diharapkan dapat dipakai
sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi pengawas sekolah; agar dapat
meningkatkan kinerjanya, melaksanakan tugasnya sebagai supervisor akademik
dan supervisor manajerial di sekolah yang dibinanya, agar melaksanakan tugas

Buku Kerja Pengawas Sekolah

kepengawasannya dapat berjalan secara efektif dan efisien, dan agar dapat
melakukan pembimbingan dan pelatihan peningkatan profesional guru. Dengan
demikian, pengawas sekolah dalam tugas pengawasan dapat memiliki
kecermatan melihat kondisi sekolah, ketajaman analisis dan sintesis, ketepatan
dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan, dan kemampuan
berkomunikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah.

Jakarta, November 2010

Prof.Dr. Baedhowi, M.Si


NIP. 19490828197903 1001

Buku Kerja Pengawas Sekolah

ii

KATA PENGANTAR
Peraturan Pemerintah no 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 4
menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan
pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dan tugas pengawasan. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah
melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial.
Untuk melaksanakan kegiatan pengawasan tersebut, Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar
Pengawas Sekolah/Madrasah, menyebutkan bahwa seorang pengawas sekolah
harus mempunyai enam dimensi kompetensi minimal yaitu kompetensi
kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan,
penelitian pengembangan, dan kompetensi sosial.

Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan pengawasan akademik dan


pengawasan manajerial yang didukung oleh dimensi kompetensi pengawas
tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK berusaha
memfasilitasi pengembangan buku panduan yang berisi hal-hal pokok yang
berkaitan dengan pelaksanaan tugas pengawasan, serta dilengkapi beberapa
contoh format kegiatan kepengawasan yang dapat dikembangkan sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.

Sehubungan dengan hal tersebut Direktorat Tenaga Kependidikan pada tahun


anggaran 2010 telah menyusun Buku Kerja Pengawas Sekolah yang diharapkan
dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam melaksanakan tugas
kepengawasan.
Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih atas peran aktif tim
penyusun Buku Kerja Pengawas Sekolah yang telah memberikan kontribusi
dalam penyusunan buku ini sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan
mutu pendidikan di Indonesia.

Jakarta, November 2010


Direktur Tenaga Kependidikan,

Surya Dharma, MPA, Ph.D


NIP. 19530927 197903 1 001

iii

Buku Kerja Pengawas Sekolah

DAFTAR ISI

SAMBUTAN _______________________________________________________ i
KATA PENGANTAR _________________________________________________ iii
DAFTAR ISI _______________________________________________________ iv
DAFTAR LAMPIRAN ________________________________________________ vi
BAB I ___________________________________________________________ 1
PENDAHULUAN ___________________________________________________ 1
A.

LATAR BELAKANG _______________________________________________ 1

B.

TUJUAN _______________________________________________________ 2

C.

MANFAAT _____________________________________________________ 2

D.

DASAR HUKUM _________________________________________________ 2

E.

RUANG LINGKUP ________________________________________________ 3

BAB II ___________________________________________________________ 5
PENGAWAS SEKOLAH PROFESIONAL __________________________________ 5
A.

PENGAWAS DAN PENGAWASAN ___________________________________ 5

B.

PERAN PENGAWAS SEKOLAH ______________________________________ 5

C.

PENGAWAS SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL _________________________ 5

BAB III __________________________________________________________ 7


JENJANG JABATAN, BIDANG PENGAWASAN DAN TUGAS POKOK ____________ 7
PENGAWAS SEKOLAH ______________________________________________ 7
A.

JENJANG JABATAN PENGAWAS SEKOLAH ____________________________ 7

B.

BIDANG PENGAWASAN __________________________________________ 7

C.

KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH _________________________________ 8

D.

TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH________________________________ 8

E.

BEBAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH DAN SEKOLAH SASARAN PENGAWASAN


_____________________________________________________________ 11

F.

ORGANISASI KEPENGAWASAN ____________________________________ 14

BAB IV _________________________________________________________ 17
RUANG LINGKUP KEPENGAWASAN __________________________________ 17
A.

KEPENGAWASAN AKADEMIK _____________________________________ 17

iv

Buku Kerja Pengawas Sekolah

B.

KEPENGAWASAN MANAJERIAL____________________________________18

C.

PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN PROFESIONAL GURU ________________19

D.

PENGAWASAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI


GURU PEMULA ________________________________________________20

E.

EVALUASI HASIL PENGAWASAN____________________________ _______25

BAB V __________________________________________________________ 27
TAHAPAN KEGIATAN KEPENGAWASAN ________________________________ 27
A.

PENYUSUNAN PROGRAM PENGAWASAN____________________________27

B.

PELAKSANAAN _________________________________________________30

C.

EVALUASI HASIL PENGAWASAN ___________________________________30

D.
E.

PELAPORAN ___________________________________________________30
PENGEMBANGAN DIRI __________________________________________32

Buku Kerja Pengawas Sekolah

DAFTAR LAMPIRAN

No.

Judul

Lampiran 1

Permendiknas No. 12 Tahun 2007

33

Lampiran 2

Kode Etik Pengawas Sekolah

50

Lampiran 3

Contoh Format Evaluasi Program Tahun Sebelumnya

51

Lampiran 4

Contoh Program Pembinaan, Pemantauan, Penilaian Kinerja,


Pembimbingan dan Pelatihan

Lampiran 5

52

Contoh Rencana Program Tahunan pembinaan Guru dan


atau Kepala Sekolah

61

Lampiran 6a

Contoh Program Semester (RKA atau RKM)

67

Lampiran 6b

Contoh RKA Naratif

72

Lampiran 6c

Contoh RKM Naratif

74

Lampiran 7

Contoh jadwal Pengawasan Tatap Muka Pada Sekolah Binaan

76

Lampiran 8

Contoh Format Pemantauan Delapan SNP


dan Contoh Instrument Supervisinya

Lampiran 9

79

Contoh Format Pembinaan Guru Dalam Tehnik Penilaian


Dan Analisis SKL

95

Lampiran 10

Contoh Instrumen Validasi / Varifikasi Dokumen KTSP

105

Lampiran 11

Contoh Supervisi Pembinaan Guru

114

Lampiran 11a

Contoh Supervisi Pembinaan Kepala Sekolah

116

Lampiran 12

Contoh Hasil Tindak Lanjut Supervisi


Pembinaan Kepala Sekolah Dan Guru

Lampiran 13

120

Contoh Format Yang Digunakan Dalam Laporan


Hasil Pengawasan

122

Lampiran 14

Alur Kegiatan Program Induksi Guru Pemula (PIGP)

134

Lampiran 15

Lembar Hasil Observasi Pembelajaran

139

vi

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Lampiran 16

Kriteria Penilaian Kinerja Guru Pemula


Pada Program Induksi Guru Pemula (PIGP)

140

Lampiran 17

Format Analisis Kebutuhan Sekolah Penyelenggara PIGP

147

Lampiran 18

Jadwal Kegiatan Pengawasan PIGP

148

Lampiran 19

Instrumen Monitoring PIGP

150

Lampiran 20

Action Plan Pengawasan PIGP

155

Lampiran 21

Jadwal Monitoring PIGP

156

Lampiran 22

Permendiknas No. 27 tahun 2010 tentang


Program Induksi Bagi Guru Pemula

Lampiran 23

Permendiknas No. 28 tahun 2010 tentang


Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah

Lampiran 24

Lampiran 25

157

174

Permendiknas No. 63 tahun 2010 tentang


Penjaminan Mutu Pendidikan

184

Pengurus APSI

207

Buku Kerja Pengawas Sekolah

vii

BAB I
PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG
Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan, yaitu standar isi,
standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut di
atas merupakan acuan dan sebagai kriteria dalam menetapkan
keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.

Salah satu standar yang memegang peran penting dalam pelaksanaan


pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan.
Pengawas sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang
memegang peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan
mutu pendidikan di sekolah.

Peraturan Pemerintah no. 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat
4 menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan
pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dan tugas pengawasan. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah
melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan
manajerial. Dengan demikian, pengawas sekolah dituntut mempunyai
kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjalankan tugas
kepengawasannya.

Berdasarkan hal- hal di atas, Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat


Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja pengawas sekolah
dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui pengadaan buku kerja
pengawas sekolah.

Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan
bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

B.

TUJUAN
Buku kerja pengawas sekolah ini disusun untuk dijadikan sebagai:

C.

1.

Pegangan bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya


sebagai supervisor akademik dan supervisor manajerial di sekolah
yang dibinanya.

2.

Acuan bagi pengawas sekolah dalam melakukan pembimbingan dan


pelatihan peningkatan profesional guru

3.

Acuan bagi pengawas sekolah agar dalam melaksanakan tugas


kepengawasannya berjalan secara efektif dan efisien.

MANFAAT
Buku kerja pengawas sekolah ini diharapkan dapat:

D.

1.

Memudahkan dan mengarahkan pengawas


melaksanakan tugas kepengawasannya.

sekolah

2.

Membantu pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerjanya.

DASAR HUKUM
Dasar hukum penyusunan Buku Kerja pengawas sekolah adalah:
1.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional,

2.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005


tentang Standar Nasional Pendidikan,

3.

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru,

4.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12


Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah,

5.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39


Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas,

Buku Kerja Pengawas Sekolah

dalam

E.

RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Buku Kerja pengawas sekolah ini meliputi: (1) pengertian
dan perkembangan pendekatan pengawasan, (2) profesionalisme
pengawas, (3) Jenjang Jabatan, bidang kepengawasan dan tugas pokok
pengawas, (4) ruang lingkup kepengawasan, dan (5) tahapan kegiatan
kepengawasan.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Buku Kerja Pengawas Sekolah

BAB II
PENGAWAS SEKOLAH PROFESIONAL

A.

PENGAWAS DAN PENGAWASAN


Pengawas sekolah adalah guru pegawai negeri sipil yang diangkat dalam
jabatan pengawas sekolah (PP 74 tahun 2008). Kegiatan pengawasan
adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan,
melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program,
dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru.

B.

PERAN PENGAWAS SEKOLAH


Pengawas sekolah memiliki peran yang signifikan dan strategis dalam
proses dan hasil pendidikan yang bermutu di sekolah. Dalam konteks ini
peran pengawas sekolah meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi,
pelaporan, dan tindak lanjut pengawas yang harus dilakukan secara teratur
dan berkesinambungan (PP 19 Tahun 2005, pasal 55). Peran tersebut
berkaitan dengan tugas pokok pengawas dalam melakukan supervisi
manajerial dan akademik, pembinaan, pemantauan dan penilaian. Peran
pengawas sekolah dalam pembinaan setidaknya sebagai teladan bagi sekolah
dan sebagai rekan kerja yang serasi dengan pihak sekolah dalam memajukan
sekolah binaannya.

Peran pengawasan tersebut dilaksanakan dengan pendekatan supervisi


yang bersifat ilmiah, klinis, manusiawi, kolaboratif, artistik, interpretatif,
dan berbasis kondisi sosial budaya. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan
mutu pembelajaran.

C.

PENGAWAS SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL


Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan tugas
pokok kepengawasan yang terdiri dari melaksanakan kegiatan pengawasan
akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan
pelatihan profesional guru dengan optimal yang didukung oleh standar
dimensi kompetensi prasyarat yang dibutuhkan yang berkaitan dengan (1)

Buku Kerja Pengawas Sekolah

pengawasan sekolah, (2) pengembangan profesi, (3) teknis operasional,


dan wawasan kependidikan. Selain itu untuk meningkatkan
profesionalisme pengawas sekolah melakukan pengembangan profesi
secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia
pendidikan yang semakin komplek dan untuk lebih mengarahkan sekolah
ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien dan
produktif.

Seorang pengawas profesional dalam melakukan tugas pengawasan harus


memiliki (1) kecermatan melihat kondisi sekolah, (2) ketajaman analisis dan
sintesis, (3) ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang
diperlukan, serta (4) kemampuan berkomunikasi yang baik dengan setiap
individu di sekolah.

Karakteristik yang harus dimiliki oleh pengawas sekolah yang profesional


diantaranya:
1. menampilkan kemampuan pengawasan dalam bentuk kinerja
2. memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme
3. melaksanakan tugas kepengawasan secara efektif dan efisien
4. memberikan layanan prima untuk semua pemangku kepentingan.
5. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan
6. mengembangkan metode dan strategi kerja kepengawasan secara terus
menerus
7. memiliki kapasitas untuk bekerja secara mandiri
8. memiliki tanggungjawab profesi
9. mematuhi kode etik profesi pengawas (Lihat Lampiran 2)
10. memiliki

komitmen

dan

menjadi

kepengawasan sekolah

Buku Kerja Pengawas Sekolah

anggota

organisasi

profesi

BAB III
JENJANG JABATAN, BIDANG PENGAWASAN DAN TUGAS POKOK
PENGAWAS SEKOLAH

A.

JENJANG JABATAN PENGAWAS SEKOLAH


Jenjang jabatan pengawas dibagi menjadi tiga, mulai dari jenjang yang
terendah sampai dengan jenjang yang tertinggi yaitu pengawas muda
(Golongan III/c-III/d), pengawas madya (Golongan IV/a-IV/c), dan
pengawas utama (Golongan IV/d-IVe).

B.

BIDANG PENGAWASAN
1. Pengawas Taman Kanak-kanak dan Pengawas Sekolah Dasar, adalah
pengawas sekolah yang mempunyai tugas, tanggungjawab, wewenang dan
hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah
sekolah baik negeri maupun swasta untuk pengelolaan sekolah, bidang
pengembangan untuk Taman Kanak-Kanak, dan seluruh mata pelajaran
Sekolah Dasar kecuali mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan
jasmani dan kesehatan

2. Pengawas mata pelajaran/rumpun mata pelajaran adalah pengawas


sekolah yang mempunyai tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak
secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan mata pelajaran
atau rumpun mata pelajaran tertentu pada sejumlah sekolah baik negeri
maupun swasta.

3. Pengawas sekolah luar biasa adalah pengawas sekolah yang


mempunyai tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh
dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik
negeri maupun swasta pada sekolah luar biasa di lingkungan
Kementerian Pendidikan Nasional untuk seluruh mata pelajaran.

4. Pengawas bimbingan dan konseling adalah pengawas sekolah yang


mempunyai tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh
dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik
negeri maupun swasta pada kegiatan bimbingan dan konseling.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

C.

KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH


Sesuai dengan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007, dimensi Kompetensi
Pengawas Sekolah terdiri dari: kepribadian, supervisi manajerial, supervisi
akademik, evaluasi pendidikan, penelitian pengembangan, dan sosial yang
diuraikan dalam 33 kompetensi (Lampiran 1).

D.

TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH


Tugas Pokok Pengawas Sekolah sesuai dengan PP 74 tahun 2008 adalah
melakukan tugas pengawasan akademik dan/atau manajerial serta tugas
pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Rincian masing-masing
tugas Pengawasan untuk setiap jenjang jabatan pengawas sekolah
diuraikan sebagai berikut:

1.

Pengawas Sekolah Muda


a. menyusun program pengawasan;
b. melaksanakan pembinaan guru;
c. memantau pelaksanaan delapan Standar Nasional Pendidikan
(standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar
penilaian);
d. melaksanakan penilaian kinerja guru;
e. melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan
pada sekolah binaan;
f. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru
di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya;
g. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam perencanaan pembelajaran;
h. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam pelaksanaan pembelajaran;
i. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam penilaian dan evaluasi pembelajaran;
j. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam pelaksanaan perbaikan dan pengayaan;
k. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru;

Buku Kerja Pengawas Sekolah

2.

Pengawas Sekolah Madya


a. menyusun program pengawasan;
b. melaksanakan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah;
c. memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar
kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan,
standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan dan standar penilaian pendidikan;
d. melaksanakan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah;
e. melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan
pada sekolah binaan;
f. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dan/atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau
KKKS/MKKS dan sejenisnya;
g. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam perencanaan pembelajaran dan/atau kepala sekolah dalam
pengelolaan sekolah;
h. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam pelaksanaan pembelajaran dan/atau kepala sekolah dalam
pengelolaan sekolah;
i. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam penilaian pembelajaran dan/atau kepala sekolah dalam
evaluasi diri sekolah;
j. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam pelaksanaan perbaikan dan pengayaan dan/atau kepala
sekolah dalam refleksi hasil evaluasi diri sekolah;
k. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dan/atau kepala sekolah;
l. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam
menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan
evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan
manajemen;
m. membimbing pengawas sekolah muda dalam melaksanakan tugas
pokok;

3.

Pengawas Sekolah Utama


a. menyusun program pengawasan;
b. melaksanakan pembinaan guru dan kepala sekolah;
c. memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar
kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan,

Buku Kerja Pengawas Sekolah

d.
e.
f.

g.

h.

i.

j.

k.
l.

standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar


pembiayaan dan standar penilaian pendidikan;
melaksanakan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah;
melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan
pada sekolah binaan;
menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan
sejenisnya;
melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam perencanaan pembelajaran dan kepala sekolah dalam
pengelolaan sekolah;
melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam pelaksanaan pembelajaran dan kepala sekolah dalam
pengelolaan sekolah;
melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam penilaian pembelajaran dan kepala sekolah dalam evaluasi
diri sekolah;
melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam pelaksanaan perbaikan dan pengayaan dan kepala sekolah
dalam refleksi hasil evaluasi diri sekolah;
mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dan kepala sekolah;
melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam
menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan
evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan
manajemen;
membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah
madya dalam melaksanakan tugas pokok;
melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan
kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan;
mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas pokok pengawasan di
tingkat kabupaten/kota;

m.
n.
o.

Pelaksanaan setiap tugas pokok tersebut dievaluasi sendiri oleh pengawas


yang bersangkutan dan hasilnya dilaporkan kepada Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota/provinsi melalui Koordinator Pengawas
Sekolah.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

10

E.

BEBAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH DAN SEKOLAH SASARAN


PENGAWASAN
2. Beban kerja
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru pasal 54
ayat (8) yang menyatakan bahwa beban kerja pengawas sekolah dalam
melaksanakan tugas pengawasan dan tugas pembimbingan serta
pelatihan profesionalisme guru ekuivalen dengan paling sedikit 24 (dua
puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

Beban kerja pengawas sekolah untuk melaksanakan kegiatan tatap


muka tersebut merupakan bagian dari jam kerja sebagai pegawai yang
secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam
kerja (@60 menit) dalam 1 (satu) minggu melaksanakan kegiatan
pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 SNP, dan penilaian, serta
pembimbingan dan pelatihan profesional guru.

Jika ketentuan jam kerja 37,5 jam kerja dikaitkan dengan equivalensi 24
jam tatap muka dapat diartikan bahwa seorang pengawas sekurangkurangnya harus melaksanakan tugas pokok kepengawasan selama 24
jam tatap muka perminggu. Sisa waktu yang tersedia digunakan untuk
kegiatan non tatap muka seperti: penyusunan program, penyusunan
laporan, pengembangan profesional dan kegiatan pendukung lainnya.

Alokasi waktu tatap muka pengawasan akademik dan/atau manajerial


pada setiap jenjang pendidikan berbeda, pada jenjang TK satu jam tatap
muka dilaksanakan selama 30 menit, pada jenjang SD 35 menit, pada
jenjang SMP 40 menit, sedangkan pada jenjang SMA dan SMK selama
45 menit.

Pengaturan beban kerja 24 jam/minggu setiap pengawas sekolah dalam


melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik disusun
dalam 1 (satu) semester pada sekolah binaan dapat dilakukan seperti
pada contoh tabel berikut.

11

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Tabel 1.
Contoh Pengaturan Distribusi Beban Kerja dengan 6 (enam) Sekolah Binaan

Komponen

Kunjungan
Sekolah dan
Alokasi Waktu
ABC
(3)(4)(5)

(1)(2)
A. Pembinaan (Pengawasan Manajerial
dan Pengawasan Akademik)
Membina kepala sekolah
dalam pengelolaan dan
administrasi sekolah:
Minggu ke-1
Penyusunan Program
Bulan ke-1
Sekolah /Rencana
Pengembangan
Sekolah/Penyusunan KTSP
Membina kepala sekolah
dalam pengelolaan dan
administrasi sekolah:
Minggu ke-2
Penyusunan Program
Bulan ke-1
Sekolah /Rencana
Pengembangan
Sekolah/PenyusunanKTSP
Membimbing guru dalam
Minggu ke-3
menyusun perencanaan
Bulan ke-1
pembelajaran (PAIKEM)
B. Pemantauan (Manajerial dan
Akademik)
Pemantauan pelaksanaan
standar pengelolaan
Minggu ke-4
(Administrasi PPDB, KTSP,
Bulan ke-1
Program kerja Kepala
Sekolah/RPS

Minggu ke-1
Bulan ke-2

Pemantauan pelaksanaan
pembelajaran (Standar Isi,
Proses, SKL, Penilaian)

Minggu ke-2
Bulan ke-2

Pemantauan pelaksanaan
pembelajaran (Standar Isi,
Proses, SKL, Penilaian)

Jml
TM

(9)

C. Pembimbingan dan Pelatihan


profesional guru:

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Kunjungan
Sekolah dan
Alokasi Waktu
DEF
(6)(7)(8)

12

24 jam

24 jam

24 jam

24 jam

24 jam

24 jam

Komponen

(1)

Kunjungan
Sekolah dan
Alokasi Waktu
ABC
(3)(4)(5)

Kunjungan
Sekolah dan
Alokasi Waktu
DEF
(6)(7)(8)

Jml
TM

(2)

Minggu ke-3
Bulan ke-2

(9)

Pelatihan Pembelajaran
berbasis ICT, Model-model
pembelajaran yang
inovatif, PTK di
KKG/MGMP

12 Jam
(3 sekolah)

12 jam
(3 sekolah)

24
Jam

D. Penilaian
Minggu ke-4
Bulan ke-2

Minggu ke-1
Bulan ke-3

Penilaian Kinerja Guru


dalam melaksanakan tugas
pokok
Pembimbingan guru di
sekolah binaan sebagai
refleksi dan feedback hasil
penilaian kinerja
dan seterusnya Kegiatan
Tatap Muka Lainnya

24 jam

24 jam

Minggu ke-2
Bulan ke -3

24 jam

Catatan:
Pengaturan waktu disesuaikan dengan jumlah sekolah binaan dan kondisi geografis
setempat (Lihat Lampiran 6).

2. Sasaran Pengawasan
Sasaran pengawasan bagi pengawas sekolah untuk ekuevalensi dengan
24 (dua puluh empat) jam tatap muka per minggu diuraikan sebagai
berikut.
a. Pengawas Sekolah Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar paling
sedikit 10 (sepuluh) satuan pendidikan dan/atau 60 (enam puluh)
guru;

b. Pengawas Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah


Atas/Sekolah Menengah Kejuruan paling sedikit 7 (tujuh) satuan
pendidikandan/atau40 (empat puluh) guru mata
pelajaran/kelompok mata pelajaran;
c.

Pengawas Sekolah Luar Biasa paling sedikit 5 (lima) satuan


pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) guru.

13

Buku Kerja Pengawas Sekolah

d. Pengawas Bimbingan dan Konseling paling sedikit 40 (empat puluh)


guru Bimbingan dan Konseling.
e.

F.

Untuk daerah khusus (daerah yang terpencil atau terbelakang,


daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah
perbatasan dengan negara lain, daerah yang mengalami bencana
alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan
darurat lain), beban kerja pengawas sekolah sebagaimana dimaksud
paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan secara lintas jenis dan
jenjang satuan pendidikan.

ORGANISASI KEPENGAWASAN
1.

Koordinator Pengawas (Korwas)


Untuk memudahkan koordinasi antar sesama pengawas sekolah dan
antara pengawas sekolah dengan dinas pendidikan, dipilih seorang
koordinator yang disebut dengan koordinator pengawas sekolah.
Koordinator pengawas sekolah adalah pengawas sekolah yang dipilih
oleh para pengawas seluruh jenis dan jenjang pendidikan di lingkungan
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk
SLB dan dikukuhkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota/Provinsi.
Tugas dan wewenang korwas meliputi:
a. mengatur pembagian tugas pengawas sekolah
b. mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengawas sekolah
c. mengkoordinasikankegiatanpengembanganprofesional
pengawas
d. melaporkan hasil kegiatan pengawasan sekolah kepada kepala
dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi
e. menyusulkan penetapan angka kredit pengawas
f. menghimpun dan menyampaikan hasil penilaian pelaksanaan
kinerja para pengawas sekolah kepada Kepala Dinas
Kabupaten/Kota/Provinsi.

Untuk efektifitas pelaksanaan tugas dan wewenangnya, koordinator


pengawas dibantu oleh pengurus Kelompok Kerja Pengawas Sekolah

Buku Kerja Pengawas Sekolah

14

(KKPS)/Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) dari setiap jenis


dan jenjang pendidikan.

Masa bakti Koordinator Pengawas Sekolah setiap Kabupaten/kota


adalah 4 tahun masa bakti dan dapat dipilih kembali untuk periode
berikutnya.

2. Organisasi dan Asosiasi Pengawas Sekolah


Untuk meningkatkan kemampuan profesional secara berkelanjutan,
pengawas sekolah bergabung dalam organisasi profesi yang disebut
Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) sebagai organisasi
independen yang memiliki struktur organisasi mulai dari
kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Disamping melalui organisasi
profesi secara kedinasan pengembangan kemampuan profesional
pengawas melalui wadah Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) dan
Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS).

15

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Buku Kerja Pengawas Sekolah

16

BAB IV
RUANG LINGKUP KEPENGAWASAN

Ruang lingkup kepengawasan meliputi kepengawasan akademik dan


kepengawasan manajerial. Kepengawasan akademik terdiri dari :
1. pembinaan guru.
2. pemantauan pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah terdiri atas :
Standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar penilaian
pendidikan
3. penilaian kinerja guru
4. pembimbingan dan pelatihan profesional guru.
5. Penilaian Kinerja Guru Pemuladalam program Induksi Guru Pemula (berkaitan
dengan pemberlakuan Permenpan nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
6. Pengawasan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula

Kepengawasan manajerial terdiri dari:


1. Pembinaan Kepala sekolah
2. Pemantauan pelaksanaan standard nasional pendidikan yang terdiri atas : standard
pendidik dan tenaga kependidikan, standard pengelolaan, standard sarana dan
prasana, serta standard pembiayaan

3. Penilaian kinerja kepala sekolah


Rincian dari masing-masing bidang tersebut diuraikan sebagai berikut.

A.

KEPENGAWASAN AKADEMIK
Supervisi akademik atau pengawasan akademik adalah fungsi pengawas yang
berkenaan dengan aspek pelaksanaan tugas pembinaan, pemantauan,
penilaian dan pelatihan profesional guru dalam melaksanakan tugas
pokoknya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 pasal
52 ayat (1) berbunyi: Beban kerja Guru mencakup kegiatan pokok:
a. merencanakan pembelajaran;
b. melaksanakan pembelajaran;
c. menilai hasil pembelajaran;
d. membimbing dan melatih peserta didik; dan
e. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan
pokok sesuai dengan beban kerja Guru.

17

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan melalui kegiatan tatap muka atau non


tatap muka dengan sasaran supervisi perencanaan pembelajaran,
pelaksanakan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran,
pembimbingan dan pelatihan peserta didik.

Bidang pembinaan, pemantauan dan penilaian terhadap kemampuan


profesional guru meliputi:
a. Kemampuan guru mata pelajajaran/kelas dalam merencanakan
pembelajaran melalui penyusunan silabus dan RPP atau guru BP (konselor)
menyusun perencanaan pembimbingan dan konseling.
b. Kemampuan guru BP dalam pelaksanaan pembimbingan dan
melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif termasuk
penggunaan media pembelajaran yang relevan.
c. Kemampuan guru/pembimbing dan konseling dalam menilai proses dan
hasil pembelajaran/pembimbingan dengan menggunakan teknik
penilaian yang relevan.
d. Kemampuan guru dalam membimbing dan melatih peserta didik dalam
proses pembelajaran, bimbingan dan latihan pada kegiatan yang terkait
intra kurikuler (pembelajaran remedial dan pengayaan), dan ekstra
kurikuler.
e. peningkatan kemampuan guru Bimbingan dan Konseling yang terkait
dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan
kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di
sekolah.

B.

KEPENGAWASAN MANAJERIAL
Supervisi manajerial atau pengawasan manajerial merupakan fungsi
supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait
langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang
mencakupperencanaan,koordinasi,pelaksanaan,penilaian,
pengembangan kompetensi sumber daya tenaga kependidikan dan
sumberdaya lainnya. Dalam melaksanakan fungsi manajerial, pengawas
sekolah berperan sebagai: (1) fasilitator dalam proses perencanaan,
koordinasi, pengembangan manajemen sekolah, (2) asesor dalam
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta menganalisis potensi
sekolah, (3) informan pengembangan mutu sekolah, dan (4) evaluator
terhadap hasil pengawasan.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

18

Bidang pembinaan, pemantauan dan penilaian terhadap kemampuan


profesional kepala sekolah sebagai berikut.
a. Pengelolaan sekolah yang meliputi penyusunan program sekolah
berdasarkan 8 SNP, baik rencana kerja tahunan maupun rencana kerja
4 tahunan, pelaksanaan program, pengawasan dan evaluasi internal,
kepemimpinan sekolah dan Sistem Informasi Manajemen (SIM).
b. Membantu Kepala Sekolah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS) dan
merefleksikan hasil-hasilnya dalam upaya penjaminan mutu
pendidikan.
c. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah dan
memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah
mempersiapkan akreditasi sekolah.
d. Mengembangkan perpustakaan dan laboratorium serta sumbersumber belajar lainnya.
e. Kemampuan kepala sekolah dalam membimbing pengembangan
program bimbingan konseling di sekolah.

Metode kerja yang dilakukan pengawas sekolah antara lain observasi,


kunjungan atau pemantauan, pengecekan/klarifikasi data, kunjungan kelas,
rapat dengan kepala sekolah dan guru-guru dalam rangka pembinaan.

C.

PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN PROFESIONAL GURU


Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru termasuk kepala
sekolah oleh setiap pengawas sekolah dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga)
kali dalam satu semester secara berkelompok dalam kegiatan di sekolah
binaan KKG/MGMP/MGP/KKKS/MKKS/K3SK. Kegiatan ini dilaksanakan
terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap
kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi guru
hal-hal yang inovatif sesuai dengan tugas pokok guru dalam pembelajaran/
pembimbingan.

Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru ini dapat


berupa bimbingan teknis, pendampingan, workshop, seminar, dan group
conference yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kelas melalui supervisi,
akademik.

19

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Bidang peningkatan kemampuan profesinal guru, difokuskan pada


pelaksanan standar nasional pendidikan, yang meliputi :
a. kemampuan guru dalam melaksanakan standar isi, standar proses,
standar kompetensi lulusan, dalam kerangka pengembangan KTSP,
b. kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan standar pengelolaan,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana
dan standar pembiayaan.
c. pembelajaran yang Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan
Menyenangkan (PAIKEM) termasuk penggunaan media yang relevan,
d. pengembangan bahan ajar,
e. penilaian proses dan hasil belajar
f. penelitian tindakan kelas untuk perbaikan/pengembangan metode
pembelajaran,
g. Kemampuan supervisi dan tindak lanjut (khusus untuk kepala sekolah).

D.

PENGAWASAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA


1. Konsep Program Induksi Guru Pemula (PIGP)
Program Induksi Guru Pemula yang selanjutnya disebut PIGP adalah
kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik
pemecahanberbagai permasalahan dalam proses
pembelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada
sekolah/madrasah di tempat tugasnya. Guru pemula adalah guru yang
baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses
pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat.
Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain, program
Induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam
jabatan fungsional guru. Bagi guru pemula yang berstatus bukan PNS,
program Induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan
dalam jabatan guru tetap. Pelaksanaan program induksi bertujuan untuk
membimbing guru pemula agar dapat: (1) beradaptasi dengan iklim kerja
dan budaya sekolah/madrasah; dan (2) melaksanakan pekerjaannya
sebagai guru profesional di sekolah/madrasah. Program induksi

Buku Kerja Pengawas Sekolah

20

diselenggarakan berdasarkan prinsip: (1) keprofesionalan yaitu


penyelenggaraan program yang didasarkan pada kode etik profesi sesuai
bidang tugas; (2) kesejawatan yaitu penyelenggaraan atas dasar
hubungan kerja dalam tim; (3) akuntabel yaitu penyelenggaraan yang
dapat dipertanggungjawabkan kepada publik; dan (4) berkelanjutan
yaitu kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dengan selalu
mengadakan perbaikan atas hasil sebelumnya. Program induksi
dilaksanakan secara bertahap, meliputi persiapan, pengenalan
sekolah/madrasah dan lingkungannya, pelaksanaan pembimbingan,
penilaian, dan pelaporan. Adapun tahap-tahap pelaksanaan PIGP dapat
dilihat dalam table Alur Kegiatan PIGP pada Lampiran 14.

2. Peran dan tanggung jawab pengawas sekolah/madrasah dalam PIGP


Peran dan tanggungjawab pengawas sekolah/madrasah adalah sebagai
berikut:
a. Melakukan Penilaian Kinerja Guru Pemula (PKGP) pada penilaian
tahap dua PIGP
Penilaian tahap kedua merupakan penilaian hasil (assessment of
learning), yang bertujuan untuk menilai kompetensi guru pemula
dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dan
tugas lainnya. Observasi pembelajaran/pembimbingan pada
penilaian tahap kedua dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah
sekurang-kurangnya tiga kali, sedangkan oleh pengawas
sekolah/madrasah sekurang-kurangnya dua kali. Penilaian tahap
kedua dilaksanakan pada bulan kesepuluh sampai dengan bulan
kesebelas berupa observasi pembelajaran/pembimbingan berupa
ulasan dan masukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas
yang mengarah pada peningkatan kompetensi dalam
pembelajaran/pembimbingan. Langkah observasi
pembelajaran/pembimbingan dilakukan kepala sekolah dan
pengawas dalam tahap kedua adalah sebagai berikut:
1) Praobservasi
Pengawas sekolah/madrasah bersama guru pemula
menentukan dan menyepakati fokus observasi

21

Buku Kerja Pengawas Sekolah

pembelajaran/pembimbingan yang meliputi paling banyak lima


sub-kompetensi dari keseluruhan kompetensi sebagaimana yang
tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang diisi oleh
kepala sekolah/madrasa atau pengawas sekolah/madrasah dan
lembar refleksi diri yang diisi oleh guru pemula.
2) Pelaksanaan observasi
Pengawas sekolah/madrasah mengisi lembar observasi
pembelajaran/pembimbingan secara objektif dengan
memberikan nilai pada saat pelaksanaan observasi dilakukan.
3) Pascaobservasi
Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah:
(a) G u r u p e m u l a m e n g i s i l e m b a r r e f l e k s i
pembelajaran/pembimbingan setelah
pembelajaran/pembimbingan dilaksanakan.
(b) Pengawas sekolah/madrasah dan guru pemula
mendiskusikan hasil penilaian pada setiap tahap
pembelajaran/pembimbingan.
(c) Pengawas sekolah/madrasah memberikan masukan
kepada guru pemula setelah observasi selesai.
(d) Guru pemula dan pengawa sekolah/madrasah
menandatangani lembar observasi
pembelajaran/pembimbingan. Kepala sekolah/madrasah
memberikan salinan lembar observasi
pembelajaran/pembimbingan kepada guru pemula.
Penilaian KInerja Guru Pemula tahap dua ini, melalui
Observasi Pembelajaran dengan menggunakan Lembar
Observasi Pembelajaran (Lampiran 15). Dan untuk
menentukan skor masing-masing subkompetensi yang
dinilai menggunakan Kriteria Penilaian Kinerja Guru Pemula
(Lampiran 16)

b. Melakukan pengawasan pelaksanaan PIGP di sekolah, yang meliputi


kegiatan:
1) Perencanaan Pengawasan
Program Induksi bagi guru pemula secara umum tertuang Program
tahunan yang meliputi kegiatan sosialisasi dan pemahaman tentang
Program Induksi baik melalui Pembelajaran mandiri melalui modul

Buku Kerja Pengawas Sekolah

22

ini, workshop pemahaman, bimbingan teknis dan pendidikan


pelatihan di organisasi profesi seperti APSI, MKPS dan KKPS. Program
pengawasan tahunan disusun dengan melibatkan sejumlah
pengawas dalam satu kabupaten/kota.
Dalam Perencanaan PIGP yang tertuang dalam Program pengawasan
semester, Rencana Tindak Pengawasan PIGP (Lampiran 20) dan
Jadwal Kegiatan (Lampiran 18), merupakan penjabaran program
pengawasan lebih rinci pada masing-masing sekolah binaan selama
satu semester. Program pengawasan semester disusun oleh setiap
pengawas sesuai kondisi obyektif sekolah binaanya masingmasing.

2) Melaksanakan pengawasan, yang terdiri dari:


a) Pemantauan setiap tahap PIGP
pengawas sekolah/madrasah melaksanakan pemantauan
terhadap setiap tahap-tahap kegiatan pada PIGP, yang meliputi:
(1) Persiapan (2) Pengenalan lingkungan sekolah (3) Pelaksanaan
Pembimbingan (4) Penilaian dan; (5) Pelaporan. Pemantauan
dilakukan dengan cara studi dokumen dan observasi
keterlaksanaan setiap tahap. Untuk kegiatan pemantauan ini
mengunakan instrumen pemantauan PIGP (Lampiran 19).

b) Pembinaan Kepala sekolah/madrasah dan guru yang ditunjuk


sebagai pembimbing dalam PIGP
Pengawas sekolah/madrasah melakukan pembinaan kepada
kepala sekolah/madrasah dan pembimbing berdasarkan hasil
analisis kebutuhan dan pemantauan kesiapan sekolah dengan
menggunakan Lembar Analisis Kesiapan Sekolah (Lampiran 17)
dan Instrumen Pemantauan (Lampiran 19) pada setiap sekolah
binaan. Pembinaan dapat dilakukan secara individual atau
klasikal. Pembinaan individual dapat dilakukan di masing-masing
sekolah, sedangkan pembinan klasikal dapat dilakukan dalam
bentuk kegiatan pendidikan dan pelatihan atau workshop yang
dilaksanakan oleh MKPS/KKPS yang bekerja sama dengan
organisasi profesi lain MKPS/KKKS dan MGMP/KKG, atau
bekerjasama dengan lembaga lain yang terkait seperti LPMP.

23

Buku Kerja Pengawas Sekolah

PPPTK dan lain-lain.


c) Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan Guru yang diberi
tugas sebagai pembimbing dalam PIGP
Sepanjang pelaksanaan PIGP di sekolah, pengawas sekolah
melakukan penilaian kinerja kepala sekolah dan
pembimbing dalam melaksanakan program induksi
berdasarkan tugas dan tanggung jawabnya masingmasing. PKKS/M dan pembimbing dalam pelaksanaan
program induksi meliputi aspek-aspek kompetensi kepala
sekolah dan pembimbing dalam melakakukan persiapan,
pelaksanaan dan penilaian (observasi pembelajaran) dan
pelaporan PIGP.
3) Evaluasi dan Program Tindak Lanjut Pengawasan PIGP
Berdasarkan analisis dan pengolahan data hasil pemantauan,
pembinaan dan penilaian kinerja kepala sekolah dan
pembimbing dalam PIGP maka, pengawas sekolah melakukan
evaluasi yang meliputi: (a) Evaluasi diri pengawas sekolah dan;
(b) Evaluasi Kegiatan Program Induksi berdasarkan
Pemantauan, Pembinaan dan Penilaian Kinerja kepala sekolah
dan pembimbing, pada setiap sekolah yang diawasi. Dari Hasil
Evaluasi, disusun program tindak lanjut, berupa penguatan
terhadap program yang sudah baik, perbaikan-perbaikan
program dan strategi, penyusunan strategi baru yang akan
diimplementasikan pada program pengawasan berikutnya.

4) Pelaporan pengawasan pelaksanaan PIGP


Pengawas sekolah menyususun Laporan Kegiatan Pengawasan
Pelaksanaan PIGP diakhir pelaksanaan program induksi di
sekolah penyelenggara Program Induksi. Hal-hal yang perlu
dilaporkan meliputi hasil pemantauan, hasil pembinaan dan
penilaian kinerja kepala sekolah dan pembimbing dari tahap
persiapan, pelaksanaan, pembimbingan dan penilaian serta
pelaporan dalam program induksi, serta hasil penilaian kinerja
dalam pembimbingan Guru Pemula.
Laporan Kegiatan Pengawasan Program Induksi dilengkapi

Buku Kerja Pengawas Sekolah

24

dengan: (a) Identitas sekolah; (b) Data kepala sekolah, pembimbing


dan guru pemula; (c) deskripsi pelaksanaan dan hasil pemantauan: (d)
deskripsi pelaksanaan dan hasil pembinaan; (e) deskripsi pelaksanaan
dan hasil penilaian kepala sekolah dalam pelaksanaan PIGP; (f)
deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian kinerja pembimbing; (g)
deskripsi dan hasil Laporan Penilaian Kinerja Guru Pemula.
Sistematika Laporan meliputi: (a) Bab I Pendahuluan; (b) Bab II Ruang
Lingkup; (c) Bab III Pelaksanaan Pengawasan; (d) Bab IV Hasil dan
Pembahasan Pengawasan; (e) Bab V Penutup; dan Lampiran.

E.

Evaluasi Hasil Pengawasan


Untuk menjamin pelaksanaan program kegiatan pengawasan sesuai
dengan yang diharapkan dan untuk mengetahui tujuan dan hasil yang
dicapai pada setiap kegiatan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 SNP,
penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, serta pembimbingan dan
pelatihan profesional guru, maka diperlukan evaluasi hasil pengawasan
pada setiap sekolah binaan.

Evaluasi proses pada saat pembinaan maupun pemantauan di sekolah


binaan bertujuan untuk melihat hasil sementara, sedangkan evaluasi akhir
dimaksudkan untuk mengetahui hasil pelaksanaan pengawasan secara
menyeluruh pada sekolah binaan selama 1 tahun.
Hasil evaluasi pengawasan dituangkan dalam sebuah laporan dan
disampaikan kepada kepala dinas pendidikan melalui koordinator
pengawas sekolah.

25

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Buku Kerja Pengawas Sekolah

26

BAB V
TAHAPAN KEGIATAN KEPENGAWASAN
Ruang lingkup kepengawasan yang disajikan pada Bab IV, dalam pelaksanaannya,
selama satu tahun pelajaran mengikuti beberapa tahapan, yaitu: (a) penyusunan
program pengawasan, (b) pelaksanaan, (c) evaluasi, (d) pelaporan, (e)
pengembangan diri.

A.

PENYUSUNAN PROGRAM PENGAWASAN


Setiap pengawas sekolah menyusun program pengawasan yang terdiri dari
program tahunan untuk seluruh sekolah binaan, dan program semester
untuk masing-masing sekolah binaan.
1.

Penyusunan program tahunan yang terdiri dari 2 (dua) program


semester meliputi langkah-langkah kegiatan-kegiatan berikut.
a. Identifikasi hasil pengawasan pada tahun sebelumnya
Identifikasi hasil pengawasan yang telah dilakukan pada tahun
sebelumnya melalui analisis kesenjangan dengan mengacu pada
kebijakan di bidang pendidikan yang digunakan. Identifikasi hasil
pengawasan menggambarkan sejauhmana ketercapaian tujuan
pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Sebagai
acuan penyusunan program pengawasan, dikemukakan pula
berbagai kebijaksanaan di bidang pendidikan. Hasil identifikasi
tersebut merupakan titik tolak dalam menentukan tujuan serta
tindakan yang harus dilakukan pengawas sekolah tahun berikutnya.
Identifikasi dilakukan untuk menjaga kesinambungan kegiatan
pengawasan. Hasil pengawasan yang dianggap kurang/lemah harus
lebih ditingkatkan. Hasil pengawasan yang dianggap sudah baik
harus dipertahankan atau standarnya ditingkatkan.
(Lihat Lampiran 3).

b. Pengolahan dan analisis hasil dan evaluasi pengawasan tahun


sebelumnya
Pengolahan dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya
sebagai bahan evaluasi hasil pengawasan, merupakan tugas pokok
dari Pengawas Muda, Pengawas Madya atau Pengawas Utama.
Pengolahan dan analisis hasil pengawasan yang telah dilakukan

27

Buku Kerja Pengawas Sekolah

tahun sebelumnya diarahkan untuk menetapkan prioritas tujuan,


sasaran, metode kerja serta langkah-langkah kegiatan dalam
program pengawasan tahun berikutnya. Output pengolahan dan
analisis hasil pengawasan harus mampu memberikan gambaran
mengenai kondisi sekolah binaan baik secara kualitatif maupun
kuantitatif.

c. Perumusan rancangan program pengawasan tahunan


Perumusan rancangan program pengawasan tahunan merupakan
tugas pokok Pengawas Madya. Dilandasi oleh informasi yang
diperoleh atas dasar identifikasi serta analisis hasil pengawasan
pada tahun sebelumnya, dirumuskan rancangan program
pengawasan tahunan untuk semua sekolah binaan.

d. Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan


tahunan.
Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan
tahunan merupakan tugas pokok Pengawas Utama. Program
pengawasan tahunan yang telah dimantapkan dan disempurnakan
adalah rumusan akhir yang akan dijadikan sebagai acuan oleh
pengawas dalam penyusunan program pengawasan semester pada
setiap sekolah binaannya dan seluruh sekolah tingkat
kabupaten/kota pada setiap jenjang dan satuan pendidikan (Lihat
Lampiran 4 dan 5).

2.

Penyusunan program semester pengawasan pada setiap sekolah


binaan.
Secara garis besar, rencana program pengawasan pada sekolah binaan
disebut Rencana Kepengawasan Akademik (RKA) dan Rencana
Kepengawasan Manajerial (RKM). Komponen RKA/RKM sekurangkurangnya memuat materi/aspek/fokus masalah, tujuan, indikator
keberhasilan, strategi/metode kerja (teknik supervisi), skenario
kegiatan, sumberdaya yang diperlukan, penilaian dan instrumen
pengawasan (Lihat Lampiran 6).

Buku Kerja Pengawas Sekolah

28

3.

Berdasarkan program tahunan dan program semester yang telah


disusun dan untuk memudahkan pelaksanaan pengawasan, maka
setiap pengawas menyiapkan instrumen-instrumen yang dibutuhkan
sesuai dengan materi/aspek/fokus masalah yang akan disupervisi.
Contoh-contoh instrumen pengawasan akademik dan pengawasan
manajerial terlampir.

4.

Sistematika Program Pengawasan Sekolah adalah sebagai berikut:


HALAMAN JUDUL (SAMPUL)
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Landasan (Dasar Hukum)
C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan
D. Visi, Misi dan Strategi Pengawasan
E. Sasaran dan taget pengawasan
F. Ruang lingkup Pengawasan

BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN


A. Identifikasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
B. Analisis dan Evaluasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya)
C. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Sebagai Acuan dalam
Penyusunan Program

BAB III RENCANA PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN


A. Matriks Program Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah
B. Matriks Program Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP
C. Matriks Program Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah
D. Matriks Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru

BAB IV PENUTUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. RKA/RKM/RKBK
2. Matriks program semester dan jadwal
3. Surat tugas kepengawasan
4. Contoh-contoh Instrumen Kepengawasan.
5. Data Sekolah Binaan

29

Buku Kerja Pengawas Sekolah

B.

PELAKSANAAN
Tahapan pelaksanaan pengawasan meliputi kegiatan-kegiatan berikut.
1. Pembinaan, pemantauan pelaksanaan standar isi, standar kompetensi
lulusan, standar proses, standar penilaian, dan penilaian kinerja guru
2. Melakukan pembinaan, pemantauan dan penilaian terhadap kepala sekolah
(Lihat Lampiran 8, 9, 10 dan 11).

C.

EVALUASI HASIL PENGAWASAN


Tahapan evaluasi hasil pengawasan meliputi kegiatan-kegiatan berikut.
1. Identifikasi masalah-masalah yang ditemukan pada saat melaksanakan
pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 SNP, dan penilaian kinerja guru
2. Rumuskan masalah yang telah teridentifikasi sebelumnya dari setiap
kegiatan pengawasan,
3. Berikan analisis terhadap masalah-masalah yang telah dirumuskan
tersebut, melalui analisis kuantitatif atau analisis kualitatif.(dapat
digunakan analisis kesenjangan atau analisis SWOT).
4. Evaluasi hasil pengawasan sebagai bahan penyusunan rekomendasi
terhadap guru, kepala sekolah maupun Dinas Pendidikan serta untuk
perbaikan program pengawasan berikutnya (Lihat Lampiran 12).

D.

PELAPORAN
1.

Tujuan Penyusunan Laporan Hasil Pengawasan


Penyusunan laporan oleh setiap pengawas sekolah bertujuan untuk:
a. Memberikan gambaran mengenai keterlaksanaan setiap butir
kegiatan yang menjadi tugas pokok pengawas sekolah.
b. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan
berdasarkan hasil pengawasan akademik maupun manajerial
berupa hasil pembinaan, pemantauan, dan penilaian.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

30

c. Menginformasikanberbagaifaktorpendukungdan
penghambat/kendala dalam pelaksanaan setiap butir kegiatan
pengawasan sekolah.
2.

Tahapan pelaporan meliputi kegitan-kegiatan berikut.


a. Mengkompilasi dan mengklasifikasi data hasil pemantauan dan
pembinaan
b. Menganalisis data hasil pemantauan dan pembinaan
c. Menyusun Laporan hasil pengawasan sesuai sistematika yang
ditetapkan.
d. Menyampaikan Laporan Semester dan Tahunan kepada Dinas
Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, serta
sekolah yang dibinanya.

3.

Sistematika Pelaporan Hasil Pengawasan


Sistematika pelaporan pelaksanaan program pembinaan, pemantauan
pelaksanaan 8 SNP dan penilaian kinerja, serta pembimbingan dan
pelatihan profesional guru adalah sebagai berikut:
HALAMAN JUDUL (SAMPUL)
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Fokus Masalah Pengawasan
C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan
D. Tugas Pokok /Ruang Lingkup Pengawasan

BAB II KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH


BAB III PENDEKATAN DAN METODE
BAB IV HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN
A. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah.
B. Hasil Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP
C. Hasil Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah
D. Hasil Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru.
E. Pembahasan Hasil Pengawasan

31

Buku Kerja Pengawas Sekolah

BAB V PENUTUP
A. Simpulan
B. Rekomendasi
LAMPIRAN:
1. Surat tugas Pengawasan
2. Surat Keterangan telah melaksanakan tugas pembinaan,
pemantauan, penilaian kinerja, pembimbingan dan pelatihan
profesional guru dari sekolah binaan
3. Daftar Hadir guru atau kepala sekolah pada saat
pembinaan/pemantauan/penilaian kinerja.
4. Contoh-contoh instrumen pengawasan yang telah diisi/ diolah.
5. dan lain-lain (Lihat Lampiran 13).

E.

PENGEMBANGAN DIRI
Tahapan pengembangan diri meliputi kegiatan-kegiatan berikut.
1. Melakukan upaya peningkatan 6 (enam) kompetensi pengawas melalui
pelatihan, seminar, workshop, konferensi, studi banding/benchmarking
maupun secara mandiri dengan membaca buku, jurnal ilmiah atau
menggunakan media internet, termasuk bergabung dan aktif dalam
mailing list yang relevan, baik lokal, nasional maupun internasional

2. Melakukan kegiatan pengembangan profesi, antara lain melalui:


a.Penelitian, khususnya Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)
b. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI)
c.Presentasi KTI dalam forum ilmiah/profesi
d. Publikasi KTI dalam jurnal ilmiah/profesi
3. Memberikan kontribusi pemikiran/gagasan kepada Kepala Sekolah
dalam upaya pengembangan sekolah.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

32

Lampiran 1

PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 2007
TENTANG
STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Menimbang

bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 39 ayat (3)


Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan perlu menetapkan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Pengawas
Sekolah/Madrasah;

Mengingat

1. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang


Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
2. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang
Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan
Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun
2006;
3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M
Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia
Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor
20/P Tahun 2005;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan

PERATURANMENTERIPENDIDIKANNASIONAL
REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR PENGAWAS
SEKOLAH/ MADRASAH.

Pasal 1
(1)

Untuk dapat diangkat sebagai pengawas sekolah/madrasah, seseorang


wajib memenuhi standar pengawas sekolah/madrasah yang berlaku
secara nasional.

33

Lampiran 1

(2)

Standar pengawas sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat


(1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.
Pasal 2

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 Maret 2007
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO

Lampiran 1

34

LAMPIRAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL


NOMOR 12 TAHUN 2007 TANGGAL 28 MARET 2007
STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

A. KUALIFIKASI

1. Kualifikasi Pengawas Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA)


dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai
berikut:
a. Berpendidikan minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV)
kependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi;
b. 1) Guru TK/RA bersertifikat pendidik sebagai guru TK/RA dengan
pengalaman kerja minimum delapan tahun di TK/RA atau kepala
sekolah TK/RA dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun, untuk
menjadi pengawas TK/RA;
2) Guru SD/MI bersertifikat pendidik sebagai guru SD/MI dengan
pengalaman kerja minimum delapan tahun di SD/MI atau kepala
sekolah SD/MI dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun, untuk
menjadi pengawas SD/MI;
c. Memiliki pangkat minimum penata, golongan ruang III/c;
d. Berusia setinggi-tingginya 50 tahun, sejak diangkat sebagai pengawas
satuan pendidikan;
e. Memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang
dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan
pelatihan fungsional pengawas, pada lembaga yang ditetapkan
pemerintah; dan
f. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan.
2. Kualifikasi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawi yah
(SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), dan
Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK)
adalah sebagai berikut :
a. Memiliki pendidikan minimum magister (S2) kependidikan dengan
berbasis sarjana (S1) dalam rumpun mata pelajaran yang relevan
pada perguruan tinggi terakreditasi;
b. 1) Guru SMP/MTs bersertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs
dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun
mata pelajaran yang relevan di SMP/MTs atau kepala sekolah
SMP/MTs dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun, untuk
menjadi pengawas SMP/MTs sesuai dengan rumpun mata
pelajarannya;

35

Lampiran 1

2)

Guru SMA/MA bersertifikat pendidik sebagai guru dengan


pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata
pelajaran yang relevan di SMA/MA atau kepala sekolah SMA/MA
dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun, untuk menjadi
pengawas SMA/MA sesuai dengan rumpun mata pelajarannya;

3) Guru SMK/MAK bersertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK


dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun
mata pelajaran yang relevan di SMK/MAK atau kepala sekolah
SMK/MAK dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun, untuk
menjadi pengawas SMK/MAK sesuai dengan rumpun mata
pelajarannya;
c. Memiliki pangkat minimum penata, golongan ruang III/c;
d. Berusia setinggi-tingginya 50 tahun, sejak diangkat sebagai pengawas
satuan pendidikan;
e. Memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang
dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan
pelatihan fungsional pengawas, pada lembaga yang ditetapkan
pemerintah; dan
f. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan.

B. KOMPETENSI
1. Kompetensi Pengawas Taman Kanak-Kanak/Raudatul Athfal (TK/RA)
dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI)

DIMENSI
KOMPETENSI

1. Kompetensi
Kepribadian

KOMPETENSI

1.1
1.2

1.3

1.4

Lampiran 1

Memiliki tanggungjawab sebagai pengawas


satuan pendidikan.
Kreatif dalam bekerja dan memecahkan
masalah baik yang berkaitan dengan
kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas
jabatannya.
Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru
tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang menunjang tugas
pokok dan tanggungjawabnya.
Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya
dan pada stakeholder pendidikan.

36

DIMENSI
KOMPETENSI

2. Kompetensi
Supervisi
Manajerial

3. Kompetensi
Supervisi
Akademik

KOMPETENSI

2.1

Menguasai metode, teknik dan prinsipprinsipsupervisidalamrangka


meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

2.2

Menyusunprogramkepengawasan
berdasarkan visi-misi-tujuan dan program
pendidikan di sekolah.

2.3

Menyusun metode kerja dan instrumen


yang diperlukan untuk melaksanakan tugas
pokok dan fungsi pengawasan di sekolah.

2.4

Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan


dan menindaklanjutinya untuk perbaikan
programpengawasanberikutnyadi
sekolah.

2.5

Membinakepalasekolahdalam
pengelolaan dan administrasi satuan
pendidikanberdasarkanmanajemen
peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

2.6

Membina kepala sekolah dan guru dalam


melaksanakan bimbingan konseling di
sekolah.

2.7

Mendorong guru dan kepala sekolah dalam


merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya
untukmenemukankelebihandan
kekurangan dalam melaksanakan tugas
pokoknya di sekolah.

2.8

Memantau pelaksanaan standar nasional


pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya untuk membantu kepala sekolah
dalam mempersiapkan akreditasi sekolah.

3.1

Memahami konsep, prinsip, teori dasar,


karakteristik,dankecenderungan
perkembangan tiap bidang pengembangan
di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.

3.2

Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi,


karakteristik,dankecenderungan
perkembanganprosespembelajaran/
bimbingan tiap bidang pengembangan di
TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.

37

Lampiran 1

DIMENSI
KOMPETENSI

4. Kompetensi
Evaluasi
Pendidikan

Lampiran 1

KOMPETENSI

3.3

Membimbing guru dalam menyusun silabus


tiap bidang pengembangan di TK/RA atau
mata pelajaran di SD/MI berlandaskan
standar isi, standar kompetensi dan
kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip
pengembangan KTSP.

3.4

Membimbing guru dalam memilih dan


menggunakanstrategi/metode/teknik
pembelajaran/bimbinganyangdapat
mengembangkan berbagai potensi siswa
melalui bidang pengembangan di TK/RA
atau mata pelajaran di SD/MI.

3.5

Membimbinggurudalammenyusun
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
untuk tiap bidang pengembangan di TK/RA
atau mata pelajaran di SD/MI.

3.6

Membimbing guru dalam melaksanakan


kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas,
laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk
mengembangkan potensi siswa pada tiap
bidang pengembangan di TK/RA atau mata
pelajaran di SD/MI.

3.7

Membimbing guru dalam mengelola,


merawat,mengembangkandan
menggunakan media pendidikan dan
fasilitaspembelajaran/bimbingantiap
bidang pengembangan di TK/RA atau mata
pelajaran di SD/MI.

3.8

Memotivasi guru untuk memanfaatkan


teknologi informasi untuk pembelajaran/
bimbingan tiap bidang pengembangan di
TK/RA atau mata pelajaran SD/MI.

4.1

Menyusunkriteriadanindikator
keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/
bimbingan di sekolah.

38

DIMENSI
KOMPETENSI

5. Kompetensi
Penelitian
Pengembangan

KOMPETENSI

4.2

Membimbing guru dalam menentukan


aspek-aspek yang penting dinilai dalam
pembelajaran/bimbingantiapbidang
pengembangan di TK/RA atau mata
pelajaran di SD/MI.

4.3

Menilai kinerja kepala sekolah, guru dan


staf sekolah dalam melaksanakan tugas
pokok dan tanggung jawabnya untuk
meningkatkanmutupendidikandan
pembelajaran/ bimbingan tiap bidang
pengembangan di TK/RA atau mata
pelajaran di SD/MI.

4.4

Memantau pelaksanaan pembelajaran/


bimbingan dan hasil belajar siswa serta
menganalisisnya untuk perbaikan mutu
pembelajaran/bimbingantiapbidang
pengembangan di TK/RA atau mata
pelajaran di SD/MI.

4.5

Membina guru dalam memanfaatkan hasil


penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan
dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang
pengembangan di TK/RA atau mata
pelajaran di SD/MI

4.6

Mengolah dan menganalisis data hasil


penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja
guru dan staf sekolah.

5.1

Menguasai berbagai pendekatan, jenis,


dan metode penelitian dalam pendidikan.

5.2

Menentukan masalah kepengawasan yang


penting diteliti baik untuk keperluan tugas
pengawasanmaupununtuk
pengembangankarirnyasebagai
pengawas.

5.3

Menyusun proposal penelitian pendidikan


baik proposal penelitian kualitatif maupun
penelitian kuantitatif.

39

Lampiran 1

DIMENSI
KOMPETENSI

6. Kompetensi
Sosial

Lampiran 1

KOMPETENSI

5.4

Melaksanakan penelitian pendidikan untuk


pemecahan masalah pendidikan, dan
perumusan kebijakan pendidikan yang
bermanfaat bagi tugas pokok tanggung
jawabnya.

5.5

Mengolah dan menganalisis data hasil


penelitian pendidikan baik data kualitatif
maupun data kuantitatif.

5.6

Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam


bidang pendidikan dan atau bidang
kepengawasan dan memanfaatkannya
untuk perbaikan mutu pendidikan.

5.7

Menyusun pedoman/panduan dan atau


buku/modulyangdiperlukanuntuk
melaksanakan tugas pengawasan di
sekolah.

5.8

Memberikan bimbingan kepada guru


tentang penelitian tindakan kelas, baik
perencanaan maupun pelaksanaannya di
sekolah.

6.1

Bekerja sama dengan berbagai pihak


dalam rangka meningkatkan kualitas diri
untuk dapat melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya.

6.2

Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas


satuan pendidikan.

40

2. Kompetensi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah


Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Pengawas Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dalam Rumpun Mata Pelajaran
yang Relevan (MIPA dan TIK, IPS, Bahasa, Olahraga Kesehatan,
atau Seni Budaya)

Dimensi
Kompetensi
1. Kompetensi
Kepribadian

Kompetensi
1.1
1.2

1.3

1.4

2. Kompetensi
Supervisi
Manajerial

2.1

2.2

2.3

2.4

2.5

Memilikitanggungjawabsebagai
pengawas satuan pendidikan.
Kreatif dalam bekerja dan memecahkan
masalah baik yang berkaitan dengan
kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas
jabatannya.
Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru
tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang menunjang tugas
pokok dan tanggung jawabnya.
Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya
dan pada stakeholder pendidikan.

Menguasai metode, teknik dan prinsipprinsipsupervisidalamrangka


meningkatkan mutu pendidikan di sekolah
menengah yang sejenis.
Menyusunprogramkepengawasan
berdasarkan visi-misi-tujuan dan program
pendidikan sekolah menengah yang
sejenis.
Menyusun metode kerja dan instrumen
yang diperlukan untuk melaksanakan
tugas pokok dan fungsi pengawasan di
sekolah menengah yang sejenis.
Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan
dan menindaklanjutinya untuk perbaikan
program pengawasan berikutnya di
sekolah menengah yang sejenis.
Membinakepalasekolahdalam
pengelolaan dan administrasi satuan
pendidikanberdasarkanmanajemen
peningkatan mutu pendidikan di sekolah
menengah yang sejenis.

41

Lampiran 1

Dimensi
Kompetensi

Kompetensi
2.6

2.7

2.8

3. Kompetensi
Supervisi
Akademik

3.1

3.2

3.3

3.4

3.5

Lampiran 1

Membina kepala sekolah dan guru dalam


melaksanakan bimbingan konseling di
sekolah menengah yang sejenis..
Mendorong guru dan kepala sekolah
dalam merefleksikan hasil-hasil yang
dicapainya untuk menemukan kelebihan
dan kekurangan dalam melaksanakan
tugas pokoknya di sekolah menengah
yang sejenis.
Memantau pelaksanaan standar nasional
pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya untuk membantu kepala sekolah
dalam mempersiapkan akreditasi sekolah
menengah yang sejenis.

Memahami konsep, prinsip, teori dasar,


karakteristik,dankecenderungan
perkembangan tiap mata pelajaran dalam
rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah yang sejenis.
Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi,
karakteristik,dankecenderungan
perkembanganprosespembelajaran
/bimbingan tiap mata pelajaran dalam
rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah yang sejenis.
Membimbing guru dalam menyusun
silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun
mata pelajaran yang relevan di sekolah
menengah yang sejenisberlandaskan
standar isi, standar kompetensi dan
kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip
pengembangan KTSP.
Membimbing guru dalam memilih dan
menggunakanstrategi/metode/teknik
pembelajaran/bimbinganyangdapat
mengembangkan berbagai potensi siswa
melalui mata-mata pelajaran dalam
rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah yang sejenis.
Membimbing guru dalam menyusun
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun
mata pelajaran yang relevan di sekolah
menengah yang sejenis.

42

Dimensi
Kompetensi

Kompetensi
3.6

3.7

3.8

4. Kompetensi
Evaluasi
Pendidikan

4.1

4.2

4.3

4.4

Membimbing guru dalam melaksanakan


kegiatanpembelajaran/bimbingan(di
kelas, laboratorium, dan atau di lapangan)
untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun
mata pelajaran yang relevan di sekolah
menengah yang sejenis.
Membimbing guru dalam mengelola,
merawat,mengembangkandan
menggunakan media pendidikan dan
fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah yang
sejenis.
Memotivasi guru untuk memanfaatkan
teknologi informasi dalam pembelajaran/
bimbingan tiap mata pelajaran dalam
rumpun mata pelajaan yang relevan di
sekolah menengah yang sejenis.

Menyusunkriteriadanindikator
keberhasilanpendidikandan
pembelajaran/bimbingantiapmata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah yang
sejenis.
Membimbing guru dalam menentukan
aspek-aspek yang penting dinilai dalam
pembelajaran/bimbingantiapmata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah yang
sejenis.
Menilai kinerja kepala sekolah, kinerja
guru dan staf sekolah lainnya dalam
melaksanakan tugas pokok dan tanggung
jawabnya untuk meningkatkan mutu
pendidikan dan pembelajaran/bimbingan
pada tiap mata pelajaran dalam rumpun
mata pelajaran yang relevan di sekolah
menengah yang sejenis.
Memantau pelaksanaan pembelajaran/
bimbingan dan hasil belajar siswa serta
menganalisisnya untuk perbaikan mutu
pembelajaran/bimbingantiapmata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah yang
sejenis.

43

Lampiran 1

Dimensi
Kompetensi

Kompetensi
4.5

4.6

5. Kompetensi
Penelitian
Pengembangan

5.1
5.2

5.3

5.4

5.5

5.6

5.7

Membina guru dalam memanfaatkan hasil


penilaian untuk kepentingan pendidikan
dan pembelajaran/bimbingan tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah yang
sejenis.
Mengolah dan menganalisis data hasil
penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja
guru dan staf sekolahdi sekolah
menengah yang sejenis.

Menguasai berbagai pendekatan, jenis,


dan metode penelitian dalam pendidikan.
Menentukan masalah kepengawasan yang
penting diteliti baik untuk keperluan tugas
pengawasanmaupununtuk
pengembangankarirnyasebagai
pengawas.
Menyusun proposal penelitian pendidikan
baik proposal penelitian kualitatif maupun
penelitian kuantitatif.
Melaksanakan penelitian pendidikan untuk
pemecahan masalah pendidikan, dan
perumusan kebijakan pendidikan yang
bermanfaat bagi tugas pokok tanggung
jawabnya.
Mengolah dan menganalisis data hasil
penelitian pendidikan baik data kualitatif
maupun data kuantitatif.
Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam
bidang pendidikan dan atau bidang
kepengawasan dan memanfaatkannya
untuk perbaikan mutu pendidikan
Menyusun pedoman/panduan dan atau
buku/modulyangdiperlukanuntuk
melaksanakan tugas pengawasan di
sekolah menengah yang sejenis.
Memberikan bimbingan kepada guru
tentang penelitian tindakan kelas, baik
perencanaan maupun pelaksanaannya di
sekolah menengah yang sejenis.

5.8

6. Kompetensi
Sosial

Lampiran 1

6.1

Bekerja sama dengan berbagai pihak


dalam rangka meningkatkan kualitas diri
untuk dapat melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya.

44

Dimensi
Kompetensi

Kompetensi
4.5

4.6

5. Kompetensi
Penelitian
Pengembangan

5.1
5.2

5.3

5.4

5.5

5.6

5.7

Membina guru dalam memanfaatkan hasil


penilaian untuk kepentingan pendidikan
dan pembelajaran/bimbingan tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah yang
sejenis.
Mengolah dan menganalisis data hasil
penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja
guru dan staf sekolahdi sekolah
menengah yang sejenis.

Menguasai berbagai pendekatan, jenis,


dan metode penelitian dalam pendidikan.
Menentukan masalah kepengawasan yang
penting diteliti baik untuk keperluan tugas
pengawasanmaupununtuk
pengembangankarirnyasebagai
pengawas.
Menyusun proposal penelitian pendidikan
baik proposal penelitian kualitatif maupun
penelitian kuantitatif.
Melaksanakan penelitian pendidikan untuk
pemecahan masalah pendidikan, dan
perumusan kebijakan pendidikan yang
bermanfaat bagi tugas pokok tanggung
jawabnya.
Mengolah dan menganalisis data hasil
penelitian pendidikan baik data kualitatif
maupun data kuantitatif.
Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam
bidang pendidikan dan atau bidang
kepengawasan dan memanfaatkannya
untuk perbaikan mutu pendidikan
Menyusun pedoman/panduan dan atau
buku/modulyangdiperlukanuntuk
melaksanakan tugas pengawasan di
sekolah menengah yang sejenis.
Memberikan bimbingan kepada guru
tentang penelitian tindakan kelas, baik
perencanaan maupun pelaksanaannya di
sekolah menengah yang sejenis.

5.8

6. Kompetensi
Sosial

6.1

Bekerja sama dengan berbagai pihak


dalam rangka meningkatkan kualitas diri
untuk dapat melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya.

45

Lampiran 1

Dimensi
Kompetensi

Kompetensi
2.5

2.6

2.7

2.8

3. Kompetensi
Supervisi
Akademik

3.1

3.2

3.3

3.4

Lampiran 1

Membinakepalasekolahdalam
pengelolaan dan administrasi satuan
pendidikanberdasarkanmanajemen
peningkatan mutu pendidikan di sekolah
menengah kejuruan
Membina kepala sekolah dan guru dalam
melaksanakan bimbingan konseling di
sekolah menengah kejuruan.
Mendorong guru dan kepala sekolah
dalam merefleksikan hasil-hasil yang
dicapainya untuk menemukan kelebihan
dan kekurangan dalam melaksanakan
tugas pokoknya di sekolah menengah
kejuruan.
Memantau pelaksanaan standar nasional
pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya untuk membantu kepala sekolah
dalam mempersiapkan akreditasi sekolah
menengah kejuruan.

Memahami konsep, prinsip, teori dasar,


karakteristik,dankecenderungan
perkembangan tiap mata pelajaran dalam
rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah kejuruan.
Memahamikonsep,prinsip,
teori/teknologi,karakteristik,dan
kecenderungan perkembangan proses
pembelajaran/bimbingantiapmata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah
kejuruan.
Membimbing guru dalam menyusun
silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun
mata pelajaran yang relevan di sekolah
menengah kejuruan berlandaskan standar
isi, standar kompetensi dan kompetensi
dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan
KTSP.
Membimbing guru dalam memilih dan
menggunakanstrategi/metode/teknik
pembelajaran/bimbinganyangdapat
mengembangkan berbagai potensi siswa
melalui mata-mata pelajaran dalam
rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah kejuruan.

46

Dimensi
Kompetensi

Kompetensi
3.5

3.6

3.7

3.8

4. Kompetensi
Evaluasi
Pendidikan

4.1

4.2

4.3

Membimbing guru dalam menyusun


rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun
mata pelajaran yang relevan di sekolah
menengah kejuruan.
Membimbing guru dalam melaksanakan
kegiatanpembelajaran/bimbingan(di
kelas, laboratorium, dan atau di lapangan)
untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun
mata pelajaran yang relevan di sekolah
menengah kejuruan.
Membimbing guru dalam mengelola,
merawat,mengembangkandan
menggunakan media pendidikan dan
fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah
kejuruan.
Memotivasi guru untuk memanfaatkan
teknologi informasi dalam pembelajaran/
bimbingan tiap mata pelajaran dalam
rumpun mata pelajaran yang relevan di
sekolah menengah kejuruan.

Menyusunkriteriadanindikator
keberhasilanpendidikandan
pembelajaran/bimbingantiapmata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah
kejuruan.
Membimbing guru dalam menentukan
aspek-aspek yang penting dinilai dalam
pembelajaran/bimbingantiapmata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah
kejuruan
Menilai kinerja kepala sekolah, kinerja
gurudanstafsekolahdalam
melaksanakan tugas pokok dan tanggung
jawabnya untuk meningkatkan mutu
pendidikan dan pembelajaran/bimbingan
pada tiap mata pelajaran dalam rumpun
mata pelajaran yang relevan di sekolah
menengah kejuruan.

47

Lampiran 1

Dimensi
Kompetensi

Kompetensi
4.4

4.5

4.6

5. Kompetensi
Penelitian
Pengembangan

5.1
5.2

5.3

5.4

5.5

5.6

5.7

Lampiran 1

Memantau pelaksanaan pembelajaran/


bimbingan dan hasil belajar siswa serta
menganalisisnya untuk perbaikan mutu
pembelajaran/bimbingantiapmata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah
kejuruan.
Membina guru dalam memanfaatkan hasil
penilaian untuk kepentingan pendidikan
dan pembelajaran/bimbingan tiap mata
pelajaran dalam rumpun mata pelajaran
yang relevan di sekolah menengah
kejuruan
Mengolah dan menganalisis data hasil
penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja
guru dan staf sekolah di sekolah
menengah kejuruan.

Menguasai berbagai pendekatan, jenis,


dan metode penelitian dalam pendidikan.
Menentukan masalah kepengawasan yang
penting diteliti baik untuk keperluan tugas
pengawasanmaupununtuk
pengembangankarirnyasebagai
pengawas.
Menyusun proposal penelitian pendidikan
baik proposal penelitian kualitatif maupun
penelitian kuantitatif.
Melaksanakan penelitian pendidikan untuk
pemecahan masalah pendidikan, dan
perumusan kebijakan pendidikan yang
bermanfaat bagi tugas pokok tanggung
jawabnya.
Mengolah dan menganalisis data hasil
penelitian pendidikan baik data kualitatif
maupun data kuantitatif.
Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam
bidang pendidikan dan atau bidang
kepengawasan dan memanfaatkannya
untuk perbaikan mutu pendidikan
Menyusun pedoman/panduan dan atau
buku/modulyangdiperlukanuntuk
melaksanakan tugas pengawasan di
sekolah menengah kejuruan.

48

Dimensi
Kompetensi

6. Kompetensi
Sosial

Kompetensi
5.8

Memberikan bimbingan kepada guru


tentang penelitian tindakan kelas, baik
perencanaan maupun pelaksanaannya di
sekolah menengah kejuruan.

6.1

Bekerja sama dengan berbagai pihak


dalam rangka meningkatkan kualitas diri
untuk dapat melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya.
Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas
satuan pendidikan.

6.2

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,


TTD.
BAMBANG SUDIBYO

49

Lampiran 1

LAMPIRAN 2
KODE ETIK PENGAWAS SEKOLAH
1. DALAM MELAKSANAKAN TUGAS, SENANTIASA BERLANDASKAN IMAN DAN
TAQWA, SERTA MENGIKUTI PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN
TEKNOLOGI
2. MERASA BANGGA MENGEMBAN TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH
3. MEMILIKI PENGABDIAN YANG TINGGI DALAM MENEKUNI TUGAS SEBAGAI
PENGAWAS SEKOLAH
4. BEKERJA DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB DALAM TUGASNYA
SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH
5. MENJAGA CITRA DAN NAMA BAIK SELAKU PEMBINA DALAM MELAKSANAKAN
TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH
6. MEMILIKI DISIPLIN YANG TINGGI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PROFESI
SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH
7. MAMPU MENAMPILKAN KEBERADAANNYA SEBAGAI APARAT DAN TOKOH YANG
DITELADANI
8. SIGAP DAN TERAMPIL UNTUK MENAGGAPI DAN MEMBANTU MEMECAHKAN
MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI APARAT BINAANNYA
9. MEMILIKI RASA KESETIAKAWANAN SOSIAL YANG TINGGI, BAIK TERHADAP
APARAT BINAAN MAUPUN TERHADAP SESAMA PENGAWAS SEKOLAH

Lampiran 2

50

KETERAN
GAN

HASIL YANG
DICAPAI

TARGET YANGDIHARAPAKAN
Tahun 2010a. Dokumen KTSP
sudah divalidasi dannilainya > 90 %
b. 13 Mata Pelajaran
telah dikembangkanKTSPnya

a. Dokumen KTSP belum


PROGRAM
KEGIATAN divalidasi
CONTOH
TAHUN b. Silabus Semua mata
FORMAT
2009/2010 pelajaran
EVALUASI
Dikembangkan KTSPnya
PROGRAM
TAHUN
SEBELUM
NYA
dst.

PELAKSANA
AN
STANDARNA
SIONAL
PENDIDIKAN
STANDAR
ISI

STANDAR
STANDAR
STANDAR
STANDAR
PENGELO
PENDIDIK
STANDAR
KOMPETENSI
LAAN PEMBIAYA
DANTENAGA
STANDAR
PENILAIA
AN
KELULUSAN
STANDAR
KEPENDIDIK
SARANA
N
PROSES
AN

LAMPIRA
N3
No

2.

3
51

7.

8
Lampiran 3

Evaluasi ketercapaian
denganmenggunakan instrumen
skalalikert 1 4.Rentang Skor91
100 Baik Sekali81 - 90 Baik71 - 80
KETERANG
Cukup<70
AN
Kurang

a. 100 % guru pada sekolah binaan


a.
CONTOH
mempunyai prota dan promesdengan nilai minimal baik
PROGRAM
b. 100% guru dapat membuat silabus
PEMBINA
b.
AN,
sendiri yang sesuai dengan StandarProses minimal baik
PEMANTA
c. 100% guru dapat membuat RPP
TARGET sesuai dengan Standar Prosesminimal baik
UAN,
d. 100 % guru dapat menentukan KKM
PENILAIAYANGDIHARA
PKAN sesuai dengan panduan minimal baik
N
e. 100% guru dapat membuat dan
KINERJA,
mengisi agenda hariannya yangsesuai dengan
PEMBIMBI
pembelajaran dalamKTSP minimal baik

NGAN
DAN
PELATIHA
N.

Kegiatan Pembelajaran meliputi


1. Pendahuluan2. Kegiatan Inti meliputi
kegitan
tatap muka,PT dan KMTT, TatapMuka
melalui dilakukan melaluikegiatan :
Eksplorasi Elaborasi Konfirmasi
c. Penutup

Program tahunan dan


programsemesterSilabusRPP
MATERI
KKMAgenda Harian Guru
PEMBINAA
N

A.
a.
PROGRAM
PEMBINA
AN GURU

b.c.d.e.

PROGRAM
PERENCANAA
NPEMBELAJA
RAN

PelaksanaanPem
belajaran

LAMPIRA
N 4.
No

2.

Lampiran 4

52

KETERANG
AN

TARGET
YANGDIHARA
PKAN

Teknik Penilaian : Penilaiandilakukan melalui


Tes,PenugasanTerstruktur dan Kegiatan MandiriTidak
Terstruktur,Pengamatan(penilaian AhlakMulia dan Kepribadian )
Program RemediaalAnalisis Ulangan HarianProgram bimbingan
MATERI
SiswaProgram Penigkatan MutuLulusan 5 Kel MPProgram
PEMBINAA
Pengembangan Diriminat dan bakat melaluiBimbingan Karir dan
N
KegiatanEkstrakurikulerKegiatan KIRdll

a.

PROGRAM
PenilaianPembel
ajaran

No

3.

b.c.a.b.

d.e.

c.

Kegiatan
Tambahan

53

Lampiran 4

Evaluasi ketercapaian
denganmenggunakan instrumen
skalalikert 1 4.Rentang Skor91
100 Baik Sekali81 - 90 Baik71 - 80
KETERANG
Cukup<70
AN
Kurang

a.

b.

TARGET
YANGDIHARA
PKAN

Rencana Kerja Sekolah Tahunan(1tahun ) dan


Penyusunan
Rencana Kerja Sekolah4 tahun berdasarkan
8
SNPPelaksanaan Rencana kerjaSekolah 1RKAS
berdasarkan
tahun dan 4 Tahunberdasarkan 8
MATERI
SNPPengawasan (Supervisi) danEvaluasi8 SNP
PEMBINAA
N kepala sekolahKepemimpinan sekolahSistim
Informasi ManajemenSekolah

B.
PROGRAM
PEMBINA
AN
KEPALA
SEKOLAH a.

b.

PROGRAM
PENGELOLAA
NSEKOLAH

No
1

Lampiran 4

c.

a. Instrumen
Akreditasi Sekolah
dan
bukti fisiknya
b. Pelaksanaan 8
SNP yang kontinyu

d.e.

Rencana
Akreditasi
KeuanganAnggaran
Sekolah
Sekolah(RKAS)

2.

54

KETERANG
AN

TARGET
YANGDIHARA
PKAN

MATERI
PEMANTA
UAN

4. STANDAR 6.
7.
STANDAR
PENDIDIK
8.
STANDAR
PENGELOL
DAN
5.
STANDAR
PEMBIAYA
2.
AAN
TENAGA
STANDAR
AN PENILAIAN
STANDAR KEPENDIDIK
SARANA
1.
PROSES
AN
STANDAR
ISI
3. SKL

C.
PROGRAM
PEMANTA
PROGRAM
UAN
PEMANTAUA
N8 SNP

No
1

55

Lampiran 4

KETERANG
AN

TARGET
YANGDIHARA
PKAN

Program TahunanProgram SemesterSilabusRPPKKMAgenda Harian GuruJadwal Tatap MukaAbsensi


SiswaKalender PendidikanBuku NilaiPendahuluanKegiatan Inti melalui Tatap Muka,Penugasan
Terstruktur danKegiatan Mandiri Tidak TerstrukturKegiatan tatapmuka dilakukanmelalui
D.
EKSPLORASI ELABORASI KONFIRMASI
PROGRAM
MATERI
PenutupDaftar Nilai sesuai dengan standarpenilaianmelakukan tes
PENILAIA
PENILAIAN
denganUlanganHarian,UTS,UAS/UKKmelakukan penilaian Ahlak Muliadan KepribadianMelakukan
N
penilaian Psikomotor

KINERJA
GURU
(Tugas
Pokok Guru
)

1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.1.2.

PROGRAM
PERENCANAA
NPEMBELAJA
RAN

No
1

Lampiran 4

3.1.

2.

3.

PelaksanaanPem
belajaran

Penilaian
HasilPembelajar
an

2.

3.

56

4.

KETERANG
AN

TARGET
YANGDIHARA
PKAN

5. Melakukan Analisis Ulangan


MATERI
Harian
PENILAIAN
6. Remedial dan Pengayaan7. Instrumen tes setiap KD8.
Bank Soal9. Kartu soal
10. Analisi Penilaian
1. Melatih dan membimbingsiswa dalam Remedial
danpengayaan
2. Membimbing siswa dalam
Pengembangan Diri melaluiBK dan Kegiatan
EkstraKurikuler
3. Kegiatan KIR

PROGRAM

Tugas
Tambahan

No
4

57

Lampiran 4

KETERANG
AN

TARGET
YANGDIHARA
PKAN

E.
PROGRAM
PENILAIA
N
KINERJA
KEPALA
Daftar Nilai sesuai dengan standarpenilaian
SEKOLAH a. Rencana Kerja Sekolah 1 tahun
2. melakukan tes dengan
dan
(Tugas
UlanganHarian,UTS,UAS/UKK
Rencana
Kerja
Sekolah
4
3.
melakukan penilaian Ahlak Mulia dan
Pokok
tahunberdasarkan
8
SNP
Kepribadian
MATERI
Kepala
b.
Pelaksanaan
Rencana
Kerja
4.
Melakukan penilaian Psikomotor5. Melakukan Analisis Ulangan
Sekolah PENILAIAN
)
Sekolahc. Pengawasan dan
Evaluasid. Kepemimpinan
Sekolahe. Sistim Informasi
Sekolah

Harian6. Remedial dan Pengayaan7. Instrumen tes setiap KD8. Bank


Soal9. Kartu soal10. Analisi Penilaian1. Melatih dan membimbing siswa
dalam
Remedial dan pengayaan
2. Membimbing siswa dalam
Pengembangan Diri melalui BK danKegiatan Ekstra Kurikuler
3. Kegiatan KIR

1.

PROGRAM
PENGELOLAA
NSEKOLAH

No
1

Lampiran 4

PelaksanaanPembelajar
anPenilaian
HasilPembelajaran

2.

3.

Tugas
Tambahan

58

KETERANG
AN

TARGET
YANGDIHARA
PKAN

F.
PROGRAM
PEMBIMBI
NGAN
DAN
PELATIHA
N GURU
DAN ATAU
KEPALA
SEKOLAH a. Standar Pengelolaanb. Standar isic. Standar Prosesd. SKLe. Standar Penilaiana. Analisis Standar Isib.
MATERI
Analisis Standar Prosesc. Analisis SKLd. Analisis Standar Penilaiana. Inquiryb. Problem Solvingc.
PEMBIMBI
Eksperimend. Simulasie. Demontrasif. Tematikg. Tugas dan Resitasih. Team Teachingi. Konstektualj.
NGAN
Ekspositorik. Diskusil. Berbasis ICT
a. Teknik Penilaian meliputi
(Tes.PT.KMTT dan Pengamatan)
b. Indikator dan bahan ajarc. Kisi- kisid. Kartu Soale. Mastery Learningf. Analisi Hasil Belajar

PENGELOL
AAN KTSP
PROGRAM

No
1

ANALISIS
KONTEKDALAMPENG
EMBANGANKTSPPAIK
EM

2.

3.

PENILAIAN
PROSESDAN
HASIL
BELAJAR

59

Lampiran 4

KETERANG
AN

TARGET
YANGDIHARA
PKAN

g. Program Remedial dan Pengayaanh. Penilaian Ahlak Mulia dan


Kepribadian
i.
Koversi penialian Ahlak Mulia dan
MATERI
Kepribadian
dari Kuantitatip kekualitatatip
PEMBIMBI
j.
Laporan
Hasil
Belajar Peserta Didikk. Penetapan Sistim Penilaian dan
NGAN
sosialisasi sistim Penilaian kepadasiswa
a. Pengertian ,tujuan,ciri,kriteria dan
PTK
b. Latihan Mengidentifikasi masalah
dalam Pembelajaran
c. Latihan Membuat Judul PTKd. Melaksanakan PTK dalam bentuk
siklus tiap siklus terdiri dari4tahapan (Perencanaan,Tindakan,Pengamatan danRefleksi)
e. Menyusun Laporan PTK
(terdiri dari 5 Bab dan Lampiran ).
a. Program Supervisib. Program Pemantauanc. Evaluasi hasil Supervisi dan
pemantauan
d. Program tindak lanjut
SUPERVISI,EVALUA
SIDAN
PROGRAM
TINDAKLANJUT(KE
PALASEKOLAH)
PENELITIANTIN
DAKANKELAS(P
TK)

No
5

Lampiran 4

60

1.disinkronkan
dengan dinaspendidikan
2.pada
kegiatanMGMP/MKKSdan
workshop

1.disinkronkan
Rencana
dengan dinaspendidikan
Tindak Lanjut
2.pada kegiatanMGMP/
MKKSdan workshop

PenilaianInstrumenpenialianPerencanaanPembelajara
dan
InstrumenpenialianPelaksanaanPemb
instrumen
elajaransesuai standarprosesDengan
nDengan skalalikert 1skalalikert 1-4
4InstrumenpenilaiansilabusdanRPP

1.kumpulan
1.kumpulan
2.pedoman,pand
2.pedoman,pand
undanguan juknistentang undanguan juknistentang
Sumber undang.pp,permendiknas,pedo
undang.pp,permendiknas,pedo
SNP
SNP
daya man dalampendidikan.
man dalampendidikan.

1. kunjungan kesekolah
CONTOH
1. kunjungan kesekolah
binaan.
binaan.
RENCANA
2 .mengadakan
2. mengadakan
PROGRAM
pertemuan/menggaliinformasi tentangpotensi
SkenarioKegiatan
pertemuan/ menggaliinformasi tentangpotensi
guru tahunsebelumnya.
TAHUNAN
guru tahunsebelumnya.
3 .menyusun program
PEMBINA
3. menyusun program
yang sesuai dengankebutuhan guru
AN GURU
yang sesuai dengankebutuhan gurusekolahsekolahbinaannya
binaannya
DAN/ATAU
KEPALA
SEKOLAH
Strategi/metode/
teknik
BimbinganTeknisGroupFocusDiscussi
on

BimbinganTeknisGroupFoc
usDiscussion

Indikator
85 % darijumlah
Keberhasilan
gurumempunyaiadmperencanaanpembela
jaranyang sesuaiKTSP denganbaik

85 % darijumlah
gurudapatmelaksanakanpembelajaran
yang sesuaistandar prosesdengan baik

1.Adanya
Tujuan dan
program
sasaranadmperencanaanpembelajaranyang
sesuaidengan KTSP
2. guru mata
pelajaranpada sekolahbinaan.

1.setiap guru
matapelajarandapatmelaksanakanpembelajaransesuai
standarprosesdengan baik.
2. guru mata
pelajaranpada sekolahbinaan

Melakukanpendampingan dalammeningkatkankemampuan gurumenyusun

1. Materi administrasiperencanaanpembelajaran/programbimbingana. Pengembangan


Pembinaansilabus
PEMBINA
guru
AN GURU b. Pengembangan RPPc. Pengembangan

LAMPIRA
N5
No

bahan ajar
Melakukanpendampingan dalammeningkatkankemampuan gurudalam
prosespelaksanaanpembelajaran/bimbingan:a. Pembelajran tatap
muka
b. Pengembangan
modelpembelajaranc. Pembelajaran
tuntas , remedial
1

61

Lampiran 5

Dilanjutkan
denganlatihan
membuatPTK

1.disinkronkan
Rencana
dengan dinaspendidikan
Tindak Lanjut
2.pada
kegiatanMGMP/MKKSdan
workshop

Penilaian dan
Pembelajaransesuai
Instrumenadministra
instrumen
standarprosesDengan
sipenialian skalalikert 1-4

Sumber
daya

InstrumenpenilaianP
elaksanaan

1. kumpulan
2.pedoman,pand
undanguan juknistentang SNP
undang.pp,permendiknas,pedo
Standar penialian
man dalampendidikan.

1. kunjungan kesekolah
binaan.
2. mengadakan
SkenarioKegiatan
pertemuan/menggaliinformasi tentangpotensi
guru tahunsebelumnya.
3. menyusun program
yang sesuai dengankebutuhan gurusekolah
binaannya

Strategi/metode/ BimbinganTeknisGroupFoc
usDiscussion
teknik

1. kunjungan
kesekolah
binaan.
2 .mengadakan

Binteks

85 % darijumlah
Indikator
Keberhasilan gurumempunyaiadministrasihasilpembela
jaranyang sesuaistandar prosesdengan
baik

Tujuan dan
sasaran

Pengembanganbahan
ajar danmodel-model

85 % darijumlah
gurumampu

1. Adanya
admpenilaianhasilpembelajaran yangsesuaidenganKTSP
2. guru mata
pelajaranpadasekolahbinaan

Guru
dapatmengembangka
n bahan dan

dan pengayaan
Materi b. PengembaMelakukanpendampinganmembimbing gurudalam meningkatkankemampuanmelaksanakanpenilaian hasil
Pembinaan
belajarpeserta didik.:a. Pemanfaatan TIKuntuk Penilianan
guru b. Penyediaan
pedoman penilian
c. Juknis rancangan
penilaian
d. penetapan KKMe. Penilaian 5 Kel MPf. Penilaian
Psikomotorik
g. Penilaian Afektif
(Ahlak Mulia danKepribadian )
No
h. Penilaian portofolioi. Pengembangan
3
4
butir soal dan kisi-kisi
j. Analisis butir soalk. Penyusunan LHB-PDMemberikan masukankepada guru dalammemanfaatkan

Lampiran 5

62

Rencana
Tindak Lanjut

Dijadikan
bahanuntuk
umpanbalik

Mencoba latihanuntuk
membuatmodelpembelajara
ndegn IT

PenilaianPembelajaransesuai
dan
instrumen
standarprosesDengan
skalalikert 1-4

Instrumenpenilaianpelaksan
aanperbaikan
danpengayaan

InstrumenpenialianPelaksanaanPemb
elajaransesuai standarprosesDengan
skalalikert 1-4

Programbimbingan,perb
aikan danpengayaan

Modelmodelpembelajarandeng
anmenggunakan IT

Sumber pembelajaran
daya

pertemuan/menggaliinformasi tentangpotensi guru tahunsebelumnya.


3. menyusun program
yang sesuai dengankebutuhan gurusekolah binaannya
SkenarioKegiatan
1. kunjungan kesekolah
binaan.
2 .mengadakan
pertemuan/menggaliinformasi tentangpotensi guru tahunsebelumnya.
3. menyusun program
yang sesuai dengankebutuhan gurusekolah binaannya
1. kunjungan kesekolah
binaan.
2. mengadakan
BimbinganTeknisGroupFoc
BimbinganTeknisGroupFoc
Strategi/metode/
pertemuan/menggaliinformasi
tentangpotensi guru tentangpembelajaran
dgn ITdan memberi contohpembelajaran
usDiscussion
usDiscussion
teknik denganIT.
3. menyusun program
yang sesuai dengankebutuhan guru
memfasilitasisiswanyabelajar
85 %
Indikator
dariberbagaimacam
gurumempunyaiprogrambimbi
Keberhasilan
sumberbelajar
ngan,pengayaan danremedial

memilih bahanajar
Tujuan dan
dariberbagaimacam
sasaransumber

lingkungan dan
Materi sumberbelajar
Pembinaan
guru

No

Guru
dapatmemberikanpengayaa
n danremedial yangtepat

50 %
gurudapatmenggunakanIT
sebagai alatbantupembelajaran

Guru dapatmenggunakanIT
sebagai
alatbantupembelajaran

Memberikanrekomendasi
kepadaguru mengenai
tugasmembimbing
danmelatih peserta didik

Memberi bimbingankepada
guru
dalammenggunakanteknologi
informasi dankomunikasi
untukpembelajaran

63

Lampiran 5

Mencobamengembangk
Rencana
ansoal soal
Tindak Lanjut
dengananalisis SKL

Membuatprogrampeningkat
anmutu untuktahun
berikutnya.

Penilaian dan
instrumen InstrumenAnalisi
s SKL

Analisis
SWOT

Sumber
daya

Panduan
AnalisisSKL

1.kumpulan
2.pedoman,
undangpanduan
undang.pp,permendiknas,pedo
juknistentang SNP
man dalampendidikan.

sekolah binaannya
1. kunjungan kesekolah
binaan.
2.
mengadakan
SkenarioKegiatan
pertemuan/menggaliinformasi tentangpotensi guru dalammembuat analisis SKL
3. menyusun program
pengayaan yang sesuaiSKL serta model-modelsoal ,pada gurusekolah binaan
1.kunjungan kesekolah
binaan.
2 .mengadakan
pertemuan/menggaliinformasi tentang hasil-hasil yangtelah dicapaiguru tahunsebelumnya
kemudianmendiskusikankekuarangan dankelebihannya
3 .menyusun
program
BimbinganTeknisGroupFoc
BimbinganTeknisGroupFoc
Strategi/metode/
yang
sesuai dengankebutuhan siswa untukmemperbaikaikelemahannya
padasekolah binaan.
usDiscussion
usDiscussion
teknik

Indikator Semua gurumata pelajaranyang di


KeberhasilanUNkan dapatmembuatanalisis
SKLdengan tepat

Tujuan dan Guru


sasaran dapatmeningkatkankemampuannya
dalammelaksanakanprosespembelajar
anyang efektif

Memberi bimbingankepada guru


Materi
dalampemanfaatan hasilpenilaian
Pembinaan untukperbaikan mutupendidikan
guru
danpembelajaran/pembimbingan.

No

Lampiran 5

85 % gurumenunjukanada
perubahanpolapembelajaran

Guru dapatmengetahuikelebihan
dankekurangannyaa sebagai
bahanuntukperbaikantahunberikutnya

Memberikanbimbingan
kepada guruuntuk
melakukanrefleksi hasilhasil yangdicapainya.

64

1.disinkronkan
dengan dinaspendidikan
2.pada
kegiatanMGMP/MKKSdan
workshop

Rencana
1.disinkronkan
Tindak Lanjut
dengan dinaspendidikan
2.pada kegiatan
/MKKS danworkshop

PenilaianInstrumenpenilaiandokumenK
dan
instrumen
TSP/Verifikasi dokumenKTSP.

InstrumenpenialianPelaksanaa
nBimbinganKonselingDengan
skala

1.kumpulan
2.pedoman,pand
undanguan juknistentang
Sumber undang.pp,permendiknas,pedo
SNP
daya man dalampendidikan.

1.kumpulan
undangundang.pp,permendiknas,pedo
man dalampendidikan.

1. kunjungan kesekolah
binaan.
2. mengadakan
pertemuan/menggaliinformasi tentangprogram
Skenariokegiatan
Sekolahdalam meningkatkanmutu pendidikan.
3. memberi masukan
untuk menyusunprogram yang sesuaidengan
kebutuhansekolah binaannya

Strategi/metode/
teknik
BimbinganTeknisGroupFocusDiscussi
on

1. kunjungan kesekolah
binaan.
2.mengadakan
pertemuan/menggaliinformasi
tentangpetugas BK dan

BimbinganTeknisGroupFoc
usDiscussion

Indikator
90
Keberhasilan
%pengelolaansekolah
sesuaidengan 8 SNP

90 %
programbimbingandapatter
ealisasidengan baik

1.Adanya
Tujuan danDokumenKTSP danAnalisisKonteks yangsudahditandatangani
sasaranolehkepada DinasPendidikanKota danPropinsi
2. Kepala
Sekolah padasekolahbinaan.

1.Sekolah

2.
PEMBINA
AN
KEPALA Memberikan masukandalam pengelolaan danadministrasi kepalasekolah
Materi berdasarkanmanajemenpeningkatan mutupendidikan di sekolaha. Pengembangan
SEKOLAH
PembinaanKEPA
KTSP
LA SEKOLAH
b. Pengembangan
Mulok
c. Pengelolaan
pelaksanaan KTSP
c.1. Penyusunan RKSc.2. PeraturanAkademik
c.3. Pelaksanaansistim belajarmoving class
c.4.kemitraan dan
kerjasama satdik
No
1c.5. Pengawasan
ProsesPembelajaran

65

mempunyaiprogrambimbingan
dan konseling2.pada sekolah

Melakukanpendampingan
dalammelaksanakanbimbingan
konseling disekolah.a.
Pengembangan diri

Lampiran 5

Rencana
Tindak Lanjut

1.disinkronkan
dengan dinaspendidikan
2.pada kegiatan
/MKKS danworkshop

Penilaian dan
instrumen
likert 1-4

InstrumenPenilaianketer
laksanaanKTSP

Sumber
daya

2.pedoman,panduan 1..kumpulan
2.pedoman,pand
undang3.Panduanjuknistentang SNP
uan juknistentang
undang.pp,permendiknas,pedo
penduanpeningkatanmutu
SNP
man dalampendidikan.
padaKTSP 2010yang
belumterealisasi

programnya serta buktipelaksanaannya.


3. memberi masukan
untuk menyusunprogram BK yang sesuaidengan kebutuhan gurusekolah binaannya
1.
kunjungan kesekolah
Skenariokegiatan
binaan.
2. mengadakan
pertemuan/menggaliinformasi tentanghasil-hasil yang telahdicapai dan yangbelum
dicapai padaprograam sekolahtahun sebelumnya.3. memberi masukan
untuk menyusunprogram yang sesuaidengan kebutuhanguru sekolahbinaannya

Strategi/metode/
teknik

Indikator
Keberhasilan

Tujuan dan
binaannya.
sasaran

layanan BK.
Materi
b. Pengembangan
PembinaanKEPA
diri
LA SEKOLAH
ekstrakurikuler.

No

Lampiran 5

BimbinganTeknisGroupFoc
usDiscussion

Adanyaprogrampeningkatanm
utu untuktahun yangakan
datang

1.Untuk
mengetahuikelemahankelemahandankelebihandalampengelolaaansekolah
2. kepala
sekolah padasekolahbinaan

Memberikanbimbingan kepadakepala sekolah untukmelakukan


refleksihasil-hasil yangdicapainya melaluianalisis kontek
a. Analisis 8 SNPb. Analisis kondisi
internal satdik
c. Analisis lkondisi
lingkunganeksternal satdik
c. Penyusunan
laporan AnalisisKontek

66

: 1. Menumbuhkan
penghayatan dan
pengamalan terhadap
ajaran agama yang
dianut
2. Melaksanakan
B. Visi danProses Pembelajaran
Misi Sekolah
yang efektif sesuai
Visi
PROGRAM
dengan kurikulum
SEMESTER
yang berlaku3.
:Teciptanya
KEPENGAWASA
Mendorong dan
lulusan yang
N
membantu setiap
religius, siswa untuk
SEMESTER :
berprestasi,mengembangkan
1 (SATU)
SMP Negeri 1
kreatif, danpotensi dirinya4
TAHUN
..Drs.
XJl.
berkepribadian
PELAJARAN :
dst.

..
../

:::::
CONTOH
PROGRA
M
SEMESTE
R
(RKA/RK
M)

LAMPIRA
N 6a

A. Identitas
SekolahKepala
SekolahSekolahAlamat
SekolahSemesterTahun
Pelajaran
Misi

67

Lampiran 6a

JADWAL
PEMBINAAN
(7)Juni,Juli 20..

Juni,Juli 20..
Juli, 20..

C. Identifikasi Masalah:
Kunjungan
1. Peningkatan METODA
KERJA
sekolahStudi
kualitas Penerimaan Siswa (6)
DokumenWawancar
a
Baru2. Keterlaksanaan Kunjungan
sekolahObservasiWawancaraStudi
Standar Isi, Standar Proses,
dokumenPendampingan
Standar Kompetensi
Lulusan, dan Standar
Penilaian3. ..4. Dst INDIKATOR
KEBERHASILAN
D. Deskripsi Kegiatan

WorkshorpReviu
dokumenBimbingan

(5)
Adanya Dokumen
Administrasi peneriman siswa barulengkap dan benarJumlah
KTSP yang telahsesuai
siswa yang diterima sesuaikuota yang telah
ditetapkanPenerimaan siswa baru sesuai jadwalyang telah dengan kebutuhan
TahunPelajaran .
ditetapkanAdanya Administrasi rapat kerjaAdanya SK Kepala
dan disyahkan
Sekolah tentangpembagian tugas guru dan
olehKepala Dinas
pegawailainnyaBukti fisik kegiatan awal tahunlainnya
Pendidikan Propinsi

TARGET
Pada awal tahun
KEBERHASILAN
kegiatansekolah sudah
(4)
dipersiapkan,sehingga
Pelaksanaan
kegiatan sekolahdapat
PenerimaanSiswa Baru
dilaksanakan denganbaik
sesuai ketentuanyang telah
ditetapkan DinasPendidikan sejak awal tahun

(3)
SASARAN
Kepala
SekolahPanitia PSB

Kepala SekolahWakil
KepalaSekolah
BidangKurikulum

Tersusunnya Dokumen
KTSPyang telah
disesuaikandengan
kebutuhan
TahunPelajaran ..

Kepala SekolahWakil
KepalaSekolahGuru

(2)
Mengetahuipersiapan
Mengendalikanpelaksanaan
awaltahun pelajaranterutamaPemutakhiranDokum
en KTSP(Dokumen
penerimaansiswa baru pembagiantugas guru
TUJUAN
1 dan 2)
sesuaiketentuan
danpegawai

dst.
NO (1)
1.

Lampiran 6a

2.

68

3.

4.

RTL

PenyelesaianPem
MenentukanMasalah
MelaksanakanWo
buatan RPP
yangakan
rkshop
dijadikanBahan PTK

.:
PENILAIAN
LembarPertanyaantentangPermasalahanyang

DAN
dihadapiguru dalamProsesPembelajaranBuku
.:
INSTRUMEN
SumberPTKFormat RPP

.
SUMBER DAYA
PengawasGuru

YANG
Pengawas
DIGUNAKAN
SekolahTahun
PelajaranSemester
1.2.

RENCAN
A
KEPENGA
WASAN
AKADEMI
K

Pertemuan Intia.Pertemuan I( 6 jam )1. Membuka


Pertemuan Awal1.
Identifikasi Permasalahan2.acara dengan
SKENARIO
menjelaskan tujuanpertemuan
Mengelompokkan
KEGIATANMasalah
2. Memberi arahan tentang
prosedur pelaksanaanPTK
3. Merumus-kan Masalah
3. Menjelaskan langkahlangkah PTK berdasar- kansiklusnya

STRATEGI/
METODE
KERJA/TEKNIK
SUPERVISI
Kolaboratif,Nondirektif

Kolaboratif

Sebanyak 85%Guru
INDIKATOR
dapatmembuatperencanaan
KEBERHASILA
danmelaksanakanPTK
N
dalampembelajaran

..:

Meningkatkankemampuan
..:
gurudalammelaksanakanpeneli
TUJUANtian tindakankelas (PTK)

CONTOH
RKA
MATRIK
SekolahSasaranAl
amat Sekolah
ASPEK

Membimbing guru
dalam
melaksanakan PTK

69

Lampiran 6a

RTL

PENILAIAN
DAN
INSTRUMEN

Revisi RPP-Analisis
datahasil
observasiuntukpembinaan

Memeriksa
RPPMempersiap-kan
tindakanberikutnya

LembarPengamatanPros
esPembela- jaran

- Instrumen
PenilaianProsesPembelajaran
- Lembar
Pengamatan

SUMBER DAYA
YANG
DIGUNAKAN

Membimbing guru dalammerencanakan tindakan


Membimbing guru
6. Membimbing guru dalam
dalammenetapkan
SKENARIO
menyusun RPP
focuspermasalahan
KEGIATAN
b.Pertemuan II( 3 jam )1. Observasi Pelaksanaan
Tindakan
2. Pengumpulan data hasil
observasi
3. Refleksi (membahas hasil
temuan berupa kekurang-an yang harus diperbaikiuntuk pelaksanantindakan berikutnya
c.Pertemuan III( 3 jam )1. Membimbing guru
membuat perencanaanberdasarkan hasil temuan(memperbaiki RPP)
2.
4.
5. Menetapkan langkahlangkah yang harusdilaksanakan dalam siklusberikutnya
STRATEGI/
METODE
KERJA/TEKNIK
SUPERVISI

ObservasiPenilaian
RPPdan Refleksi

KolaboratifNondi
rektif

INDIKATOR
KEBERHASILA
N

TUJUAN

ASPEK

Lampiran 6a

70

RTL

Mengolah datahasilpengamatanMerevisikekurangankekuranganuntukmempersiap-kanpelaksanaantindakan
padasiklusberikutnyaMenentukankesimpulanakhir

PENILAIAN
- Lembar
DAN
Pengamatan
INSTRUMEN

SUMBER DAYA
YANG
DIGUNAKAN

Pertemuan Akhir( 2 jam )1.


d.Pertemuan IV( 3 jam )1. Observasi Pelaksanaan
Penguatan dan pemberian
Tindakan
SKENARIO
motivasi kepada gurumata
2. Pengum-pulan data hasil
KEGIATANobservasi
pelajaran
3. Refleksi (membahas hasiltemuan berupa kekurang- 2. Menyepakati pertemuanberikutnya
an yang harus diperbaikiuntuk pelaksanaantindakan dalam rangkapenilaian kinerja
berikutnya
4. Membahas permasalahan
yang belum terselesaikan

STRATEGI/
METODE
KERJA/TEKNIK
SUPERVISI
Observasi

Kolaboratif

INDIKATOR
KEBERHASILA
N

TUJUAN

ASPEK

71

Lampiran 6a

LAMPIRAN 6b
CONTOH RKA NARATIF

RENCANA KEPENGAWASAN SUPERVISI AKADEMIK


A. Aspek/Masalah
: Pembinaan penyusunan KTSP dokumen 2 (Silabus, dan
RPP) sesuai rambu-rambu
B.Tujuan: Memberikan bimbingan/arahan/ contoh merevisi/
membuat KTSP dokumen 2 (Silabus dan RPP) melalui
MGMP sekolah
C. Indikator: Guru-guru memiliki KTSP dokumen 2 (Silabus dan RPP)
sesuai rambu-rambu
D.Waktu: SMA X, 25 Agustus 2009, Pukul 09.00 15.00
E. Setting: SMA X
F. Strategi/Metode Kerja /Teknik Supervisi: IHT, metode Delphi, Refleksi,
Focused Group Discussion,
Panel Discussion
G. Skenario Kegiatan :
1. Pertemuan Awal (dilakukan 1 minggu sebelumnya : 60 menit):
- Menanyakan informasi perkembangan terakhir tentang program
tahunan sekolah
- Menyampaikan hasil kinerja guru /reviu kinerja yang telah
dilakukan pengawas
- Menyepakati agenda/skenario pertemuan inti untuk pembinaan
2. Pertemuan Inti (4 x 60 menit)
- Kepala Sekolah membuka acara dan menjelaskan tujuan IHT (15
menit)
- Pengawas sekolah melakukan refleksi/reviu/evaluasi hasil kinerja
guru (15 menit)
- Pengawas sekolah melakukan diskusi tentang skenario
merevisi/membuat silabus dan RPP melalui MGMP sekolah (15
menit)
- Pengawas refleksi implementasi standar nasional pendidikan (15
menit)
- Guru berkelompok berdasarkan MGMP untuk melakukan Focused
Group Discussion, tentang revisi/membuat silabus dan RPP sesuai
rambu-rambu ( 75 menit)
- Panel Discussion hasil revisi/membuat silabus dan RPP setiap
MGMP (75 menit)Pengawas mengadakan konfirmasi/penguatan
tentang silabus dan RPP hasil karya MGMP (30 menit)
(Apakah silabus dan RPP sudah sesuai rambu-rambu? Apa yang
akan bapak/ibu lakukan setelah membuat Silabus dan RPP ? )

Lampiran 6b

72

3. Pertemuan Akhir (60 menit)


- Refleksi dari kegiatan IHT
- Penguatan dan pemberian motivasi kepada guru pemanfaatan
silabus dan RPP
- Menyepakati agenda berikutnya untuk melihat tindak lanjut dari
program

H. Sumber daya yang diperlukan :


- SK dan KD mata pelajaran
- SKL
- Standar proses, Standar Penilaian, Model pembelajaran yang
efektif
- LCD
- Komputer

I. Penilaian dan Instrumen


Penilaian : produck hasil revisi/membuat silabus dan RPP
Instrumen: Format evaluasi silabus dan RPP
J. Rencana Tindak Lanjut : Implementasi silabus dan RPP di sekolah (selama
sebulan dilakukan pemantauan)

Mengetahui
Kepala Dinas Pendidikan

.
Pengawas Sekolah

73

Lampiran 6b

Lampiran 6c
CONTOH RKM NARATIF
RENCANA KEPENGAWASAN SUPERVISI MANAJERIAL
A. Aspek/Masalah

Pembinaan Pengelolaan
:
Sekolah tentang
Program Jangka Menengah/Renstra
B.Tujuan:Memberikanbimbingandalam
penyusunanprogramjangka
menengah/Renstra
C. Indikator:Memiliki program jangka menengah yang
benar dan tuntas
D. Waktu Pelaksanaan Pembinaan :Selasa, 10 Feb 2009, Pukul 13.00 16.30
WIB
E. Setting:SMA X ( jumlah guru 15 org, jumlah
siswa 60 org )
F. Strategi/Metode kerja /Teknik Supervisi :metodeDelphi,Refleksi,
Focused Group Discussion
dalam rapat guru-guru dan
komite sekolah/yayasan.

G. Skenario Kegiatan :
1. Pertemuan Awal (20 menit):
- Menanyakan informasi perkembangan terakhir sekolah
- Menyampaikan hasil reviu renstra yang telah dilakukan pengawas
- Menyepakati agenda/skenario pertemuan inti untuk pembinaan
2. Pertemuan Inti (150 menit)
- Kepala Sekolah membuka acara dan menjelaskan tujuan
pertemuan (15 menit)
- Pengawas memberikan arahan tentang pentingnya keterkaitan
antara visi, misi, indikator dan tujuan serta analisis swot (20
menit)
- Peserta bekerja dalam kelompok. (Pengawas membagi kelompok
berdasarkan kata kunci pada visi)
- Masing-masing kelompok mengkaji keterkaitan misi, indikator dan
tujuan yang ada dengan kata kunci visi sekolah sekaligus
merevisinya. ( 20 menit)
- Masing-masing kelompok memaparkan hasil kajiannya (20 menit)
- Masing masing kelompok melakukan anlisis swot berdasarkan
aspek analisis swot (30 menit)
- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kanjiannya (20
menit)
- Pengawas mengadakan konfirmasi/penguatan dan refleksi sebagai
penutup (25 menit)

Lampiran 6c

74

(Apakah manfaat yang bapak/ibu rasakan setelah mengkaji


keterkaitan antara visi, misi, indikator dan tujuan? Kira-kira apa
yang akan bapak/ibu lakukan setelah mengkaji dan merevisi
renstra ?), dll
3. Pertemuan Akhir (10 menit)
- Penguatan dan pemberian motivasi pengawas kepada kepala
sekolah, guru-guru dan komite sekolah/yayasan
- Menyepakati agenda berikutnya untuk melihat tindak lanjut dari
program jangka menengah ke program tahunan dan KTSP serta
perkembangan dan kemajuan yang dicapai sekolah

H. Sumber daya yang diperlukan :


- Profil sekolah
- Renstra sekolah
- LCD
- Komputer
I. Penilaian dan Instrumen
Penilaian : produck renstra
Instrumen: Format onbervasi dokumen renstra
J. Rencana Tindak Lanjut : Implementasi dan tindak lanjut Renstra , selama
sebulan dilakukan pemantauan

Mengetahui
Kepala Dinas Pendidikan

.
Pengawas Sekolah

75

Lampiran 6c

LINGKUP SUPERVISI
MANAJERIAL(PEMBINAAN KEPALA
SEKOLAH )G.membina kepala sekolah dalam
pengelolaan dan administrasi sekolahH.membina
tenaga kependidikan
lainnya(tenagadministrasi,lab,perpustakaan.
I. memantau pelaksanaan standar saranaJ.
memantau pelaksanaan standar pengelolaanK
pembelajaran/bi
LAMPIRAN
C. memantau
.memantau standar pembiayaanL .menialaikinerja
mbingan
7.CONTOH
LINGKUP
pelaksanaan standar
kepala sekolahM. menilai kinerja guru dalam
SUPERVISI
JADWAL
prosesD.memantau
melaksanakan tugas pokokN. Pembimbingan dan
AKADEMI
PENGAWASAN
pelaksanaan standar
Pelatihan guru dan atau kepala sekolah dalam
K(PEMBIN
TATAP MUKA KETERAN
kompetensi kelulusanMGMP
E.
,K3S,BINTEK
AAN GURU
memantau pelaksanaan
PADA
GAN)
O. menilai kinerja sekolah untuk persiapan
standar tenaga
administrasi.
B.memanta
SEKOLAH
pendidik.F.
memantau
u
BINAAN
pelaksanaan standar
pelaksanaan
TAHUN
penilaian
A.membina guru
dalam
merencanakan,
melaksanakan
dan menilai
proses

standar isi

PELAJARAN ......
.........................
(Mengacu PP No
39 tahun 2009
beban kerja
pengawas sekolah
adalah 24 jam
/minggu )

SEKOLAH
BINAAN

ABCDEF
ABCDEFGH
IJKLMN
Jam
ke
3456789123456789123
SELASA

Hari SENIN

No
Lampiran 7

2
76

RABU

LINGKUP SUPERVISI
MANAJERIALG.membina kepala sekolah dalam
pengelolaan dan administrasi sekolahH.membina
tenaga
kependidikanlainnya(tenagadministrasi,lab,perpust
akaan.I. memantau pelaksanaan standar saranaJ.
memantau pelaksanaan standar pengelolaanK
.memantau standar pembiayaanL menialai kinerja
pembelajaran/bi
C. memantau
kepala sekolahM. menilai kinerja guru dalam
mbingan
pelaksanaan standar
melaksanakan tugas pokokN. Pembimbingan dan
prosesD.memantau Pelatihan guru dan atau kepala sekolah dalam
pelaksanaan standar
MGMP ,K3S,BINTEK
kompetensi kelulusanE. O. menilai kinerja sekolah untuk persiapan
memantau pelaksanaan administrasi.
standar tenaga
B.memanta
u pendidik.F. memantau
pelaksanaan standar
pelaksanaan
penilaian
LINGKUP
standar isi
SUPERVISI
AKADEMI
K
A.membina guru
dalam
merencanakan,
melaksanakan
dan menilai
proses

KETERAN
GAN

ABCDEF

SEKOLAH
BINAAN

ABCDEF

ABCDEF

OO
Jam
ke
456789
Hari

No

12345678912345678
KAMIS

JUMAT

5
77

Lampiran 7

KETERAN
GAN

M
SEKOLAH
BINAAN

Jam
ke
9
Hari

No
Lampiran 7

SABTU

6
78

LAMPIRAN 8.
CONTOH FORMAT PEMANTAUAN DELAPAN SNP DAN CONTOH INSTRUMEN
SUPERVISINYA
PROGRAM PEMANTAUAN
No
1

PROGRAM
PEMANTAUAN
8 SNP

MATERI PEMANTAUAN

TARGET YANG
DIHARAPKAN

KETERANGAN

1. STANDAR ISI
2. STANDAR PROSES
3. SKL

4. DST.

79

Lampiran 8

INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN


STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN
Nama Sekolah
Nama Kepala Sekolah
Alamat Sekolah/Kota

No

Aspek

:............................................
:............................................
:.............................................

No

Skor

Indikator dan Sub Indikator


0

Kepemilikan
Dokumen

1.

2.

2.

Komponen
KTSP

Lampiran 8

3.

Dokumen KTSP berlaku dengan


disahkan Kepala Sekolah dengan
pertimbangan Komite dan diketahui
Dinas Pendidikan Propinsi
KTSP disusun dengan memperhatikan
acuan operasional yang terdiri atas:
a. agama
b. peningkatan iman dan taqwa
serta ahlak mulia
c. persatuan nasional dan nilai
kebangsaan
d. tuntuan pembangunan daerah
dan nasional
e. penigkatan potensi,kecerdasan,
dan minat sesuai dengan
tingkat perkembangan dan
kemampuan peserta didik.
f. Keragaman potensi dan
karakterisitik daerah dan
lingkungan .
g. Perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan
seni
h. Dinamika perekembangan
global
i. Kondisi sosial ,budaya
masyarakat setempat
j. Tuntutan dunia kerja
k. Kesetaraan jender
l. Karakteristik satuan pendidikan

Proses Penyusunan Dokumen:


a. membentuk tim KTSP disertai
uraian tugas masing-masing
b. menyusun program dan jadwal
kerja tim penyusun
c. menyusun analisis konteks dan
menyusun hasil analisis.
d. Profil konidisi satuan pendidikan
.
e. Deskripsi peluang dan

80

N
o

Aspek

No

Skor

Indikator dan Sub Indikator


0
f.

4.

tantangan
Menganalisis peluang dan
tantangan

4.1. Visi, Misi dan Tujuan Satuan


Pendidikan dan Strategi yang
mencerminkan upaya untuk
meningkatkan kualitas peserta
didik,yang didukung suasana belajar
dan suasana sekolah yang kondusif.
4.2. Struktur dan Muatan KTSP
mencakup:
a. .Mata pelajaran dan alokasi
waktu
b. Program muatan lokal
c. Kegiatan pengembangan diri
d. Pengaturan beban belajar
e. Ketuntasan belajar dengan
mempertimbangkan PD
f. Ketuntasan belajar dengan
dilengkapi dgn rencana
pencapaian ketuntasan ideal.
g. Kriteria kelulusan diatas ratarata standar nasional
Kriteria penjurusan dengan
mempertimbangkan bakat
h. Ketentuan mutasi peserta didik
i. Pendidikan kecakapan hidup
j. Pendidikan berbasis keunggulan
lokal dan global

4.3 . Kalender pendidikan


4.4 . Penyusunan pengembangan silabus
a. disusun /dikembngkan secara
mandiri
b. mengkaji substansi sk/kd pada
standar isi
c. melakukan pemetaan standar
isi untuk analisi sk/kd
d. disusun /dikembangkan
melalui proses penjabaran
sk/kd menjadi indikator,
MP,KP(tatap muka,PT dan
KMTT ) dan Jenis
Penilaian(tes,PT,KMTT,Pengam
atan ).
e. Mencakup seluruh mata
pelajaran
f. Memanfaatkan berbagai

81

Lampiran 8

N
o

Aspek

No

Skor

Indikator dan Sub Indikator


0
g.
h.

i.

panduan dan contoh silabus


Sekolahmemberi pengalaman
belajar yang luas kepada siswa
Guru mampu merancang
berbagai model pembelajaran
untuk mencapai kompetensi
tertentu.
Guru mampu menerapkan
berbagai model pembelajaran
untuk mencapai kompetensi
tertentu.

4.5. Ada program peningkatan mutu


lulusan untuk :
a. Program Kegiatan peningkatan
mutu lulusan Mata Pelajaran
Ahlak Mulia yang minimal
diikuti 90 % jumlah siswa.
b. Program Kegiatan peningkatan
mutu lulusan Pendidikan
Kewargaan Negara dan
Kepriobadian yang minimal
diikuti 90 % jumlah siswa.
c. Program Kegiatan peningkatan
mutu lulusan mata pelajaran
IPTEK yang minimal diikuti 90 %
jumlah siswa.
d. Program kegiatan peningkatan
mutu lulusan mata pelajaran
seni budaya dan estetika yang
minimal diikuti oleh 90 %
jumlah siswa.
e. Program kegiatan peningkatan
mutu lulusan mata pelajaran
olah raga dan kesehatan yang
minimal diikuti oleh 90 %
jumlah siswa.

Jumlah Skor :......................

NILAI :.........................
KRITERIA:......................

Nilai : Jumlah Skor x 100 %


Skor Maximum
Keterangan : Skor 86- 100 % Baik Sekali
71- 85 % Baik
55- 70 % Cukup
>55 % Kurang

Pengawas Pembina

Lampiran 8

82

INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN


STANDAR PROSES
Nama Sekolah
Nama Kepala Sekolah
Alamat Sekolah/Kota

No

Aspek

:............................................
:............................................
:.............................................

No

Skor

Indikator dan Sub Indikator


0

1.

2.

1.

Ada rencana pelaksanaan


pembelajaran (RPP) yang
dikembangkan dari silabus oleh
setiap guru yang sesuai dengan
standar proses.

2.

Substansi RPP sekurang- kurangnya


memuat Tujuan, materi, metode
,kegiatan pembelajaran(tatap muka,
PT dan KMTT eksplorasi,elaborasi dan
konfirmasi), sumber belajar dan
penilaian hasil belajar( Tes ,
Penugasan Terstrukur dan Kegiatan
Mandiri Tidak Terstruktur ).

3.

Penyusunan RPP sudah menggunakan


prinsip perbedaan individu peserta
didik dan menerapkan TI dan
Komunikasi.

4.

Ada pengembangan bahan ajar dalam


bentuk cetakan(modul, hand out, lks,
dll)

5.

Ada pengembangan bahan ajar dalam


bentuk Audio,Visual dan Audio
Visual.

6.

Ada pengembangan bahan ajar dalam


bentuk berbasis TIK,multimedia, CD
inter aktif dan computer based.

7.

Menerapkan 4 persyaratan yaitu :


Perencanaan, Pelaksanaan ,Penilaian
dan Tindak Lanjut.

8.

Menerapkan Kegiatan pendekatan


tatap muka, kegitan Terstruktur dan
Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur.

9.

Dilakukan guru melalui langkah-

Perangkat
Pembelajaran

Proses
Pembelajaran

83

Lampiran 8

No

Aspek

No

Skor

Indikator dan Sub Indikator


0
langkah pembelajaran yang meliputi
Pembukaan, Kegiatan inti (eksplorasi ,
elaborasi dan konfirmasi ) dan
Penutup.

Lampiran 8

10.

Pindah ruang kelas (moving kelas ),


sehingga diperlukan kelas mata
pelajaran.

11.

Guru menyediakan jadwal untuk


konsultasi mata pelajaran.

12.

Tersusunnya jadwal pemanfaatan


kegiatan laboratorium.

13.

Ada Kegiatan Tatap Muka , PT dan


KMTT.

14.

Ada penasehat akademik yang dapat


mendeteksi potensi peserta didik.

15.

Ada program remedial sepanjang


semester.

16.

Menggunakan pembelajaran berbasis


TIK

17.

Diselenggarakan secara
interaktif,inspiratif, menantang,
menyenangkan ,memotivasi pesrta
didik untuk aktif.

18.

Proses pembelajaran mendorong


prakarsa kreatifitas dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan pisik serta psikologis
peserta didik.

19.

Pelaksanaan proses pembelajaran


mempertimbangkan jumlah maximal
peserta didik perkelas, dan beban
mengajar maximal perpendidik, rasio
buku, rasio jumlah peserta didik
perpendidik.

20.

Setiap pembelajaran dikembangkan


dengan budaya membaca dan
menulis.

84

No

Aspek

No

Skor

Indikator dan Sub Indikator


0

21.

Setiap pendidik menerapkan aspek


keteladanan dalam setiap proses
pembelajaran.

22.

Proses pembelajaran dilakukan


secara terprogram dan intensif
melalui pemantauan, supervisi,
evaluasi, dan pelaporan dan
pengambilan langkah tindak lanjut
yang diperlukan.

Jumlah Skor :......................

NILAI :.........................
KRITERIA:...................

Nilai : Jumlah Skor x 100 %


Skor Maximum
Keterangan : Skor 86- 100 % Baik Sekali
71- 85 % Baik
55- 70 % Cukup
>55 % Kurang
,
Pengawas Pembina

85

Lampiran 8

INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN


STANDAR PENILAIAN
Nama Sekolah
Nama Kepala Sekolah
Alamat Sekolah/Kota

No

Aspek

:............................................
:............................................
:.............................................

No

Skor

Indikator dan Sub Indikator


0

Perangkat
penilaian

1.
2.
3.
4.

Pelaksanaan
penilaian

5.
6.

7.
8.

9.

3.

Hasil
penilaian

Lampiran 8

10.

Adanya rancangan, jadwal pelaksanaan


penilaian dan remedial
Adanya rancangan jadwal pelaksanaan
penilaian dan program pengayaan.
Adanya perangkat penilaian berupa
format penilaian.
Adanya bahan ujian/ulangan (berupa
kumpulan soal ).
Adanya hasil analisis terhadap
perangkat penilaian.
Adanya dokumen laporaan hasil belajar
siswa.

Penilaiaan dilakukan sepanjang


semester.
Teknik penilaian sesuai dengan
kompetensi dasar yang harus dikuasai
siswa, dapat berupa tes tertulis,
observasi(pengamatan ),tes praktek
dan penugasan terstruktur atau
kegiatan mandiri tidak
terstruktur(KMTT).
Setiap guru mata pelajaran melakukan
penilaian ahlak mulia dan kepribadian
minimal satu kali dalam satu semester.
Setiap guru mata pelajaran melakukan
penilaian pengamatan
mata pelajaran iptek minimal satu kali
salam satu semester.

11.

Penerbitan sertifikat kelulusan pada


mata pelajaran dilakukan melalui ujian
nasional dan ujian sekolah.

12.

Seluruh pendidik telah melakukan hasil


belajar untuk memantau proses
,kemajuan dan perbaikan hasil dalam
bentuk ulangan harian,ulangan
tengah semester, ulangan akhir
semester dan ulangan kenaikan kelas.

86

No

Aspek

No

Skor

Indikator dan Sub Indikator


0

13.
14
15.

Peserta didik minimal mencapai batas


KKM.
Rata-rata nilai UN tiga tahun terakhir
minimum 7,00.
Prosentase kelulusan UN> 90 % untuk
tiga tahun terakhir.

Jumlah Skor :......................

NILAI :.........................
KRITERIA:...................

Nilai : Jumlah Skor x 100 %


Skor Maximum
Keterangan : Skor 86- 100 % Baik Sekali
71- 85 % Baik
55- 70 % Cukup
>55 % Kurang
Pengawas Pembina

87

Lampiran 8

INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK


PANDUAN WAWANCARA PRA PENGAMATAN

Sekolah
NamaGuru
MataPelajaran
KELAS/Semester

Lamanya wawancara :
:
:
:
:
CATATAN PENGAMAT

No

PERTANYAAN

KD indikator apa yang akan saudara sajikan

Metode apa yang akan saudara gunakan dalam


pembelajaran KD ini? Apa alasan saudara
memilih metode tersebut ?
Alat dan bahan (sumber belajar) apa yang
saudara siapkan?jelaskan alasannya?
Ceritakan tahapan pembelajaran yang akan
saudara sajikan.
Persiapan tertulis apa yang saudara buat?
Materi apa yang dianggap sulit oleh siswa
berdasarkan perkiraan saudara?
Jika ada materi apa,jelaskan apa alasan
saudara?
Kompetensi apa yang bisa dimiliki siswa setelah
mengikuti pembelajaran sesuai dengan harapan
saudara?
Apa yang perlu mendapat perhatian khusus
pada pembelajaran kali ini?

3.
4.
5.
6

JUMLAH SKOR
HASIL AKHIR WAWANCARA PRA PENGAMATAN:

..........,.....................................
Guru Mata Pelajaran

Pengawas

.....................................
NIP:
Lampiran 8

88

PEMANTAUAN STANDAR PENILAIAN TENTANG PELAKSANAAN ULANGAN


AKHIR SEMESTER SMA
SEMESTER .................... TAHUN PEMBELAJARAN...........................
Nama Sekolah
Alamat
Jumlah siswa Kls I
Jumlah siswa Kls II
Jumlah Siswa Kls III

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

12
13
14
15

:............................................
:............................................
:............................................
:............................................
:............................................

Aspek yang dipantau

Hasil
Pemantauan
AdaTidak

Penilaian
Kesesuian
321

85-100% BS

Situasi Penyelenggaraan
Kisi-Kisi soal
Kartu Soal
Penyimpanan naskah soal
Program Kerja
Waktu Pelaksanaan Test
Dasar Hukum/Landasan
Analisis soal Hasil Ulangan
Kumpulan Soal
Tata Tertib Peserta&Pengawas
Daftar Hadir Peserta dan
Pengawas
Penempatan Peaserta Test
Pengawas Ruangan
Nomor Peserta dibangku/Pintu
Kartu Tanda Peserta

16

Ruang Tes

17

Berita Acara Penyelenggaraan

18

Sumber Biaya

19

Ruang Penyelenggaraan

20

Daftar Siswa Tiap Ruanhgan

Keterangan

75-84% B
55-74% C
<55% K

Prosentase

JUMLAH SKOR

Kepala Sekolah

Pengawas

..............................................

89

Lampiran 8

Lembar
SUPERVISI ADMINISTRASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN
(Berdasarkan Standar Proses )
Nama Sekolah:
Nama Guru:
Pangkat Golongan:
Mata Pelajaran:Jumlah Jam TatapMuka:
Sertifikasi:
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

KomponenAdministrasi
Pembelajaran
Program Tahunan
Program Semester
Silabus
RPP
Kalender Pendidikan
Jadwal Tatap Muka
Agenda Harian
Daftar Nilai
KKM
Absensi Siswa
Jumlah Skor

Keterangan :

kondisi
yatidak

Skor Nilai
32

4= BaikSekali
3= Baik
2= Cukup
1= Kurang

Skor Perolehan X 100%


Nilai Akhir = Skor maximal

Ketercapaian: 86 % - 100 %
70% - 85 %
55% - 69 %
Dibawah 55%

=
=
=
=

Baik Sekali
Baik
Cukup
Kurang

NILAI AKHIR

TINDAK LANJUT:

...............................
Guru Mata Pelajaran

Pengawas

Lampiran 8

Keterangan
Kesesuaian

90

Lembar
SUPERVISI KEGIATAN PEMBELAJARAN
(Sesuai Dengan Standar proses )
Nama Sekolah
Nama Guru
Pangkat Golongan
Mata Pelajaran
Sertifikasi

No
1

:
:
:
:
:

Jumlah Jam TatapMuka:

Sub Komponen dan Butir


komponen
( Tatap Muka )

Kondisi
ya

Kegiatan Pendahuluan
a. Menyiapkan peserta didik
b. Melakukan Apersepsi
c. Menjelaskan KD dan tujuan yang ingin
dicapai
d. Menyampaikan cakupan materi dan
penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus/kesiapan bahan ajar
e. Penampilan guru

Tidak

Skor
Nilai

Keterangan

4321

4=Baik Sekali
3= Baik
2= Cukup

1= Kurang

Kegiatan Inti Pembelajaran


A. EKSPLORASI
1. Melibatkan siswa dalam mencari
informasi dan belajar dari aneka
sumber dgn menerapkan prinsip alam
takambang jadi guru.
2. Menggunakan beragam pendekatan
pembelajaran,
Media pembelajaran dan sumber
belajar lainnya.
3. Memfasilitasi terjadinya interaksi antar
siswa serta
Antar siswa dengan guru,lingkungan
dan sumber
Belajar lainnya. Tekhnik bertanya.
4. Melibatkan siswa secara aktif dalam
berbagai kegiatan pembelajaran
5. Memfasilitasi siswa melakukan
percobaan di laboratorium,studio atau
lapangan
B. ELABORASI

1. Membiasakan siswa membaca dan


menulis yang beragam melalui tugas
tugas tertentu yang bermakna.
2. Memfasilitasi siswamelaluipemberian
tugas,diskusi dan lainlain untuk

91

Lampiran 8

Sub Komponen dan Butir


komponen
( Tatap Muka )

No

Kondisi
ya

memunculkan gagasan baru baik secara


lisan maupoun tertulis.
3.Memberi kesempatan untuk berfikir
,menganalisis,menyelesaikan masalaha
dan bertindak tanpa ada rasa takut
4.Memfasilitasi siswa dalam
pembelajartan kooperatif dan
kolaboratif.
5.Memfasilitasi siswa berkompetesi secara
sehat untuk meningkatkan prestasi
belajar
6.Memfasilitasi siswa membuat laporan
eksplorasi yang dilakukan baik lisan
maupoun tertulis secara individual atau
kelompok.
7.Memfasilitasi siswa untuk menyajikan
hasilkerja secara individual maupun
kelompok.
8. Memfasilitasi siswa melakukan
pameran,turnamen,festival serta produk
yang dihasilkan
9. Memfasilitasi siswa melakukan kegiatan
yang menumbuhkan kebanggaan dan
rasa percaya diri siswa
C. KONFIRMASI

1. Memberikan umpan balik positif dan


penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,
isyarat, maupun hadiah terhadap
keberhasilan siswa.
2. Memberikan konfirmasi terhadap hasil
ekplorasi dan elaborasi siswa melalui
berbagai sumber.
3. Memfasilitasi siswa melakukan refleksi
untuk memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan
4. Berfungsi sebagai nara sumber dan
fasilitator dalam menjawab pertanyaan
siswa yang menghadapi kesulitan
5.Membantu menyelesaikan masalah
siswa dalam melakukan pengecekan
hasil ekplorasi
6. Memberikan motivasi kepada siswa
yang kurang aktif dan memberikan
informasi untuk berekplorasi lebih jauh.
Penutup

3
a.

Lampiran 8

Membuat rangkuman/simpulan

92

Tidak

Skor
Nilai
4321

Keterangan

Sub Komponen dan Butir


komponen
( Tatap Muka )

No

Kondisi
ya

Tidak

Skor
Nilai

Keterangan

4321

b.Melakukan penilaian dan /atau


refleksi terhadap kegiatan
pembelajaran yang sudah
dilakukan.
c. Memberikan umpan balik terhadap
proses hasil pembelajaran

d.

Memberi tugas terstruktur (PT)


dan kegiatan mandiri tidak
terstruktur(KMTT)

e.

Menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya
JUMLAH SKOR

Keterangan :

Skor Perolehan X 100%


Nilai Akhir = Skor maximal

Ketercapaian: 86 % - 100 %
70% - 85 %
55% - 69 %
Dibawah 55%

=
=
=
=

NILAI AKHIR

Baik Sekali
Baik
Cukup
Kurang

TINDAK LANJUT:

Pengawas

Guru Mata Pelajaran

93

Lampiran 8

Lembar
SUPERVISI ADMINISTRASI PENILAIAN PEMBELAJARAN
(Berdasarkan Standar Proses )
Nama Sekolah:
Nama Guru:
Pangkat Golongan:
Mata Pelajaran:Jumlah Jam TatapMuka:
Sertifikasi:
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Komponen Penilaian
Pembelajaran
Ada buku Nilai/Daftar Nilai
Melaksanakan Tes(Penilaian
Kognitif)UH,MIDSEM,UAS
Penugasan Terstruktur
Kegiatan Mandiri Tidak
Terstruktur(KMTT)
Melaksanakan Penilaian
Ketrampilan(Psikomotorik)
Melaksanakan PenilaianAfektif
Ahlak Mulia
Melaksanakan Penilaian
Afektif Kepribadian
Program dan Pelaksanaan
Remedial
Analisis Hasil Ulangan
Bank Soal/Instrumen Tes
Jumlah Skor

kondisi
yatidak

Skor Nilai
32

Keterangan
Kesesuaian
4= BaikSekali
3= Baik
2= Cukup
1= Kurang

9
10

Keterangan :

Skor Perolehan X 100%


Nilai Akhir = Skor maximal

Ketercapaian: 86 % - 100 %
70% - 85 %
55% - 69 %
Dibawah 55%
TINDAK LANJUT:

=
=
=
=

NILAI AKHIR

Baik Sekali
Baik
Cukup
Kurang

.............,...............................
Guru Mata Pelajaran

Pengawas

Lampiran 8

94

TIDAK

BUKTI
PELAPORAN
ADA

TIDAK

BUKTI
PROGRAM
ADA

PENANGGUN
JAWAB
G

PROGRAM

LAMPIRAN
9CONTOH
FORMAT
XII
PEMBINAAN
GURU
DALAM
PROGRAM/
TEKNIK
KELAS
PENILAIAN
XI
DAN
ANALISIS
SKL
Program
Peningkatan
Mutu Skl 5
Kelompok
X 1. BTQ
Mata
PelajaranSMA
:
Mata
Pelajaran

1.BahasaIndonesia2.Bahasa
Inggris3.Matematika4.Fisika5.Kimia6.
Biologi7.Ekonomi8.dst.

Agama
PPKn

Agama danAhlak
Kel Mapel

MuliaKewargaanNegaraan
dankepribadianImuPengetahuandan
Teknologi

No

3
95

EstetikaOlah
RagaDan
Kesehatan

45
Lampiran 9

ProsedurPenilaia
n
pendidik
Pendidik
Pendidik

penidik

Bentuk Tes
Ahlak
InstrumenpilihangandaDaftarpertanya
muliadankepribadian
anTes uji kinerja

CONTOH
RANCAN
GAN
PENILAIA
N OLEH
PENDIDIK
UNTUK
KEGIATA
N TATAP
MUKA
DAN
PENUGAS
AN

pengetahuan
Aspek yang
Pengetahuan
Psikomotor
dinilai
sikap

Teknik 1.Tes tertulis2. tes


PenilaianlisanPraktek
observasi

Membuatrangkumanperbandingan tigareferensi
tafsir Al-Quran(IbnuKatsir,Jalalain,dan AlAzhar) QS:Albaqoroh(30),Almu-minun(12KegiatanMandir
Penilaian14),Az-Zariyat 56 dan An-Nahl 78

Untuk
Kegiatan
Pembelajar
an
Melapalkan

TugasQS:Albaqoroh(30),AlmuTerstruktur
minun(12-14),Az-Zariyat 56
dan An-Nahl 78
denganmakhraj yang benar

TatapUlanganmengenaihukumba
Muka
caanuntuk surat danayat
yangsesuai

: Agama:

Kompetens
Membaca
MATA
i DasarQS:Albaqoroh(30),Alm
u-minun(12-14),AzPELAJARAN
Zariyat56 dan An-Nahl
STANDAR
78
KOMPETENS
I

No
Lampiran 9

1
96

a. pemetaan mutu
Digunakan
untuk satuanpendidikan

b. dasara seleksi
masuk kejenjangyang lebih tinggi
c. penentuan
kelulusan darisatuanpendidikan
d. pembinaan dan
pemberianbantuan kepdasatuanpendidikan
untukmeningkatkanmutu pendidikan

Pemerintah

Ujian
Nasional

.sebagai salah
satupersyaratan
Digunakan
untukuntukmenentukankelulusan
PD darisatuan pendidikan

Penilaian
Hasil
Belajar
a. penilaian ahir semua
OlehSatuankelompok MP padakelmapel agama
danahlakmulia,kewrganegaraan

Pendidikan
dankepribadian,estika,jasmani olah raga dankesehatan.
b. Ujian Sekolah untiuk
mata pelajarankelompok iptek yangtidak
diujiannasionalkan.

a. mengetahui kompetensi
yang telah dicapai.
Digunakan
untukb. Bahan penyusunan HBc.

Memperbaiki proses
pembelajaran
d. Meningkatkan motivasie.
Meningkatkanakuntabilitas.

CONTOH :
Prosedur
Penilaian

a. Ulangan Harianb. Penugasan (tugas


Terstruktur dan Kegiatanmandiri
TidakTersytruktur).
c. Pengamatan(observasi )
Pendidik untuk Ahlak Mulia danKepribadian.
d. UTS,UAS dan UKK dilakukan
oleh pendidik dibawahkoordinasi
satuanpendidikan.

No

1.

97

Lampiran 9

3. Memberikan
2. Melaporkanmasukan penilaian
1.
4. Melaporkan
hasil penilaian agama ahlakmulia
Menghitung/menetapkan
hasil Ujian praktek
kepada kepala
dan
penilaian masingkepda Kep Sek
Laporanmasing
Hasil
satuan pendidikan.
kepribadiankepada
guru
agamadan
PKn
Penilaian
mapel(UH,UTS,UAS,UK
K,PT,KMTT,OBSERVAS
I)

Pengadministrasianse
Program
mua hasil
Program
Remedialuntuk
PD
penilaianyang
telah
Pengayaanuntuk
PD
Tindak Lanjut
yang belummencapai
dilaksanakan
yang sudahmencapai
KKM
KKM
Hasil penilaian

1.

2.

3.

1. Melaksanakan Penilaian
1.Analisis digunakan
2.
penilaian
untuk
AnalisisMembandingkan
Hasil
dengan instrumen yang
mengetahui:
Penilaian
hasil
kemajuanbelajar
masing-masing PDPD,KesulitanPD,memper
telah
baiki PD
:.......................
dengan
CONTOH:
........................ standar yang telah

Mekanisme
...........:............ ditentukan(kognitif,psikomo
Penilaian
........................
ditetapkan (KKM).
yang ......................
tor,aafektif).
2. Memeriksa hasil
dilakukan
pekerjaan 3. Mengembalikan
oleh
peserta didik
hasil
Pelaksanaan
Pendidik
pekerjaan ke PD
disertaikomentar
Penilaian

a. Pengembangan indikator
pencapaian KD dalampenyusunan silabus
yangdijabarkan kedalam RPP.
Menjelang
Awal
b. Teknik,metode
dan instrumen
Perencanaan
penilaian
TahunPembelaja
Penilaian
ran c. .Rancangan Remedial
/Pengayaan
d. KKMe. Awal Semester
menginformasikan KKM dansistim Penilaian kepada
PesertaDidik.

Mata
PelajaranKelas

No
Lampiran 9

98

..................
......,...........
..................
.

Guru Mata
Pelajaran

Melaporkan hasilpenilaian semua mapelkepada


orangtua dalambentuk LHBS/Raport.Melaporkan
LaporankelulusanPD
Hasil kepada orangtuasiswa.Melaporkan
hasilpenilaian satuanpendidikan sepadadinas
Penilaian
pendidikan

1.

2.

3.

1. Menyiapkan

1. Menerbitkan
Tindak Lanjut
LHBS/Raport
ijazah bagi
Hasil penilaian
yang telahlulus
ujian

CONTOH :
Mekanisme
Penilaian
yang
dilakukan
oleh Satuan
Pendidikan

1.Menganalisa hasil belajar PDkelas X dan XI


dibandingkandengan KKM untuk masing-masing Mata
pelajaran2.Menganalisa hasil ujiansekolah
Analisis Hasil
dibandingkan denganbatas kelulusan3.Menganalisa
Penilaianhasil penilaiankelompok Mapel selain IPTEK4.Melalui
rapat DPmenetapkan peserta didikyang lulus/TL dari
satuanPendidikan.

........................
...., ..................
..Kepala
Sekolah

Melaksanakan koordinasi UTS,UAS


dan
UKK.
2. Melakukan Penilaian ahir pada
kelompok
Pelaksanaan
Mapel(Agama/AhlakMulia,PPKn/Kepri,E
stetika,Olah Ragadan Kesehatan
Penilaian
3. Menyelenggarakan Ujian Sekolah
untuk kelompok Mapel Iptek yangtidak
di UN kan

1.
MELALUI RAPAT DEWAN PENDIDIKa. Pendataan
KKMb. Penentuan Kriteria Kenaikan Kelasc. Penentuan
Kriteria Penilaian AhirKel MP ,kecuali Kel MP IPTEKd.
Penentuan Kriteria KelulusanUjianSekolahe. Koordinasi
Perencanaan
UTS,UAS,UKK.Membentuk TIM Untuk
Penilaian
InstrumenPenilaiana.Pengembangan KisiPenulisan soalb.
Penyusunan butir soalc. Penelaahan butir soal danperakitan
butir soall

::

SMASTATUS
No
99

Lampiran 9

MELAPORKANHASILPERINGK

LaporanAT/DAYASERAP
Hasil
UJIANNASIONAL
Penilaian

SECARANASIONALKEPADA
YANGBERKEPENTINGAN.

1. Membuat peta

Tindak Lanjut
daya serapberdasarkan hasilUN
Hasil penilaian
2. Menyusun
peringkat hasil
UNsecaranasional,prop dankab/kota.

Menganalaisa hasil

AnalisisUNsetiap
Hasil sekolah
Penilaian
untukpemetaan
daya serap.

CONTOH :
Mekanisme
Penilaian
yang
Melaksanakan
dilakukan
UJIANNASIONA
oleh
L yang
Pelaksanaan
PEMERIN
mengacupada
TAH Penilaian
POS- UN

a. Mengembangkan SKL
untuk MP yang akandiujikan pada ujiannasional.
b. Menyusun dan
Perencanaan
menetapkan spesifikasites UN berdasarkanSKL
Penilaian
c. Mengembangkan dan
memvalidasi perangkattes UN
d. Menentukan Kriteria
Kelulusan UN

No

Lampiran 9

100

Kete
rangan

SKL
Mata pelajaran
Mata
PelajaranAgam
a:
agama

agama

agama

SKL Keompok mataPelajaran Agama


SKL Keompok
SKLKelompok
danAhlak Mulia:SKL Keompok
mataPelajaran
MataPelajaran
mataPelajaran Agama danAhlak
Agama danAhlak
Mulia:SKL Keompok mataPelajaran
Mulia:
Agama danAhlak Mulia:

Mengembangk
menunjukan
berpartisipa
menghargai
an diri secara
Berprilaku sikap percaya
optimal dengan
sesuai dengndiri dan si aktif keberagaman
dalam
agama memanfaatkank
ajaran agamabertanggungja
penegakan,bangsa elebihan diri
yang dianut wab
aturan- ,rras,suku serta
sesuaidenganatasperilaku,per
aturan sosial
dangolongan
memperbaiki
perkembangan
buatan,dan
SKL Satuan
sosial
ekonomi
kekurangannya.
remaja
pekerjaannya.
Pendidikan
dalam lingkup

HASIL
ANALISIS
SKL
SATUAN
PENDIDIK
AN

global.

No
1

4
101

3.
Lampiran 9

Penilaian

SKL Mata
Pelajaran
Mata
Pelajaran
Agama

Mata
pelajaran
PPKn

SKL Kelompok mata Pelajaran Agama dan AhlakMulia:1.berperilakusesuai dengan


ajaran agama yang
dianut sesuai dengan tahap perekembanganremaja.
2.menghargai
keberagamagama,bangsa,suku,ras
SKL
dan golongan sosial ekonomi
Kelompok
3.berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan
Mata sosial.
Pelajaran
4.memahami hak dan kewajiban diri danorang
lain dalam pergaulan di masyarakat.
5.menghargai adanya perbedaan pendapat dan
berempati terhadap orang lain.
HASIL
ANALISIS 6.berkomunikasi dan berintertaksi secara efektif
dan santun melalui berbagai cara termasukpemanfaatan teknologi informasi
SKL
yangmencerminkan harkat dan martabatnyasebagai mahluk Tuhan.
KELOMP
7.Menjaga kebersihan,kesehatan,ketahanan dan
OK MATA
kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuaidengan tuntunan agama.
PELAJAR 8 memanfaatkan lingkungan sebagai mahluk
AN
ciptaan Tuhan secara bertanggungjawab.

Kelompok
Agama dan
Mata
PelajaranAhlakMulia(8)

No
Lampiran 9

Kewarga
negaraan

2
102

Penilaian

Pendidikan
olah raga
dan
kesehatan

SKL Mata Mata Pelajaran:


Pelajaran 1. Bahasa Indonesia2. Bahasa Inggris3.
Matematika4. FIKIBIO5. sejarah6. ekonomi7.
geografi8. sosiologi9. bahasa asing lainnya
10. TIK
Kesenian dan sastra indonesia

SKL
Kelompok
Mata
Pelajaran

dan
Kelompok
Mata kepribadian
(15)
Pelajaran

Ilmu Pengetahuan
danTeknologi(11)

Jasmani olah
raga
dankesehatan(3
)
Estetika(4)

No

4
103

5
Lampiran 9

RencanaTindak
Lanjut
Kepala SMA melakukansupervisi dengan
caraberdiskusi dan memberikancontoh
kepada guru yangbelum yang
belummencantumkan kegiatandan program
penilaiandalam RPP

Sekitar 40
%RPPbelummencantu
Kesenjangan
mkankegiatan
danprogrampenilaian

RPP yang
mencantumkankegi
atan dan
Kondisi Riil
programpenilaian
sekitar 60%

Semua
RPPmencantumkankeg
Kondisi
Ideal iatan dan
programpenilaian

LATIHA
:.......................
N
.............:..........
ANALISI
......
S
STANDA
R
PENILAI
AN

Komponen

MATA
PRINSIPPENIL
PELAJARAN AIAN
KELAS

No

Lampiran 9

TEKNIK DAN
INSTRUMENPENILA
PENILAIAN
IANMEKANISME
OLEHPENDIDIKPEN
DAN
ILAIAN OLEH
PROSEDURPENILAI
SATUANPENDIDIKA
AN
N

2.

104

5.

LAMPIRAN 10
CONTOH INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP
INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP
KABUPATEN/KOTA/PROVINSI: .....................
PROVINSI: .................................

PETUNJUK PENGISIAN
1. Perhatikan dokumen KTSP yang akan divalidasi/diverifikasi.
2. Tuliskan identitas sekolah, alamat , nama kepala sekolah, nama dan
jabatan petugas validasi/Verifikasi.
3. Bubuhkan tanda cek (v) pada kolom Ada atau Tidak sesuai
keberadaan butir-butir pernyataan.
4. Catatan petugas validasi/verifikasi diisi dengan temuan, komentar dan
saran berdasarkan hasil validasi/verifikasi. Ditulis dengan singkat namun
jelas.

NAMA SEKOLAH
ALAMAT
NAMA KEPALA SEKOLAH
TANGGAL VALIDASI/VERIFIKASI
PETUGAS VALIDASI/VERIFIKASI
JABATAN PETUGAS VALIDASI/VERIFIKASI

105

: .................................
: .................................
: .................................
: .................................
: .................................
: .................................

Lampiran 10

CONTOH
INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP
Nama Sekolah
Nama Kepala Sekolah
Alamat Sekolah
Kabupaten/Kota

:
:
:
:

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

.
.
.
.

DOKUMEN I

No

Penilaian

Komponen KTSP/Indikator

Ya
COVER/HALAMAN JUDUL
1. Logo sekolah dan atau daerah
2. Judul: Kurikulum SMA ............
3. Tahun pelajaran
4. Alamat sekolah
LEMBAR PENGESAHAN
1. Rumusan kalimat pengesahan
2. Tanda tangan kepala sekolah dan stempel/cap
sekolah
3. Tanda tangan ketua komite sekolah dan stempel/cap
Komite Sekolah
4. Tempat untuk tanda tangan kepala/ pejabat dinas
pendidikan provinsi
DAFTAR ISI

Kesesuaian dengan halaman


I
A

PENDAHULUAN
Rasional
1.Latar belakang memuat:
- kondisi nyata
- kondisi ideal
- Potensi dan karakteristik satuan pendidikan
2.

Mencantumkan dasar hukum yang relevan


- Undang-undang No 20 thn 2003
- PP No 19 thn 2005
- Permendiknas No 22, 23, dan 24 thn 2006
- Permendiknas No 6 thn 2007
- Peraturan Daerah yang relevan

Visi Satuan Pendidikan


1.

Lampiran 10

Ringkas dan mudah dipahami

106

Tdk

Catatan

No

Penilaian

Komponen KTSP/Indikator

Ya

3.

Mengacu pada tujuan pendidikan menengah yaitu


untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk
hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih
lanjut.
Mengacu tuntutan SKL Satuan Pendidikan,
sebagaimana tercantum pada Permendiknas Nomor
23 Tahun 2006

4.

Berorientasi pada potensi, perkembangan,


kebutuhan dan kepentingan peserta didik .

5.

Berorientasi pada kepentingan daerah, nasional dan


internasional.

2.

6.
7.

8.

9.
C

Catatan

Tdk

Berorientasi pada perkembangan ilmu


pengetahuan, teknologi dan seni.
Memberi inspirasi dan tantangan dalam
meningkatkan prestasi secara berkelanjutan untuk
mencapai keunggulan
Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga
satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas
proses dan hasil pendidikan
Mengarahkan langkah-langkah strategis yang
konsisten dengan penjabaran misi satuan
pendidikan.

Misi Satuan Pendidikan


Menjabarkan pencapaian visi dalam bentuk pernyataan
yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala
prioritas, mencakup:

1.

Seluruh indikator visi

Sebagian dari indikator visi

Tujuan Satuan Pendidikan


Menjabarkan pencapaian misi dalam bentuk pernyataan
yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala
prioritas, mencakup:

II

1.

Seluruh indikator misi

Sebagian dari indikator misi

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM TINGKAT


SATUAN PENDIDIKAN
Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan, memuat:
Daftar mata pelajaran dan muatan lokal sesuai
1.
dengan standar isi
Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran
disesuaikan dengan standar isi, kebutuhan peserta
2
didik dan sekolah dengan total waktu 38 - 39 Jam
per minggu.

107

Lampiran 10

No

Penilaian

Komponen KTSP/Indikator

Ya
Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran
disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan
3
sekolah dengan memanfaatkan tambahan 4 Jam
per minggu.
Program Muatan Lokal, mencantumkan:
Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang
1.
dilaksanakan sesuai dengan kebijakan daerah
Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang
dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan peserta2.
didik dan karakteristik sekolah.
Daftar SK dan KD Muatan Lokal yang dikembangkan
4.
oleh sekolah
5.Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan
program muatan lokal
Kegiatan Pengembangan Diri, mencantumkan:
1. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan
program layanan konseling dan atau layanan
akademik/belajar, sosial dan pengembangan karier
peserta didik
2.Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan
program pengembangan bakat, minat dan prestasi
peserta didik.
Pengaturan Beban Belajar, mencantumkan:
1. Uraian tentang rasionalisasi pemanfaatan tambahan
4 (empat) jam pelajaran per minggu
2.Uraian tentang pengaturan alokasi waktu
pembelajaran per jam tatap muka, jumlah jam
pelajaran per minggu, jumlah minggu efektif per
tahun pelajaran, jumlah jam pelajaran per tahun.
3.Uraian tentang pemanfaatan 60% dari jumlah waktu
kegiatan tatap muka pada mata pelajaran tertentu,
untuk penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan
mandiri tidak terstruktur (KMTT).
4.Uraian tentang pelaksanaan program percepatan
bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan
bakat istimewa (bila ada).
Ketuntasan Belajar, mencantumkan:

1. Daftar kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk


semua mata pelajaran pada setiap tingkatan kelas.
2.Uraian tentang mekanisme dan prosedur
penentuan KKM
3.Uraian tentang upaya sekolah dalam meningkatkan
KKM untuk mencapai KKM ideal (100%)
Kenaikan Kelas mencantumkan:
1.Kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kebutuhan
sekolah dg. mempertimbangkan ketentuan pada SK
Dirjen Mandikdasmen No. 12/C/Kep/TU/2008.

Lampiran 10

108

Tdk

Catatan

No

Penilaian

Komponen KTSP/Indikator

Ya
2.

3.
4.

Catatan

Tdk

Uraian tentang pelaksanaan penilaian hasil belajar


siswa (ulangan harian, ulangan tengah semester,
ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan
kelas), sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam
Standar Penilaian Pendidikan.
Uraian tentang mekanisme dan prosedur pelaporan
hasil belajar peserta didik
Uraian tentang pelaksanaan program remedial dan
pengayaan

Kelulusan, mencantumkan:
1.
2.
3.

Kriteria kelulusan berdasar pada ketentuan PP


19/2005 Pasal 72 ayat 1
Uraian tentang pelaksanaan ujian nasional dan ujian
sekolah
Target kelulusan yang akan dicapai oleh sekolah

4. Uraian tentang program-program sekolah dalam


meningkatkan kualitas lulusan.
5.Uraian tentang program pasca ujian nasional
sebagai antisipasi bagi siswa yang belum lulus ujian
akhir.
Penjurusan, mencantumkan
1. Kriteria penjurusan sesuai dengan kebutuhan
sekolah dg mempertimbangkan ketentuan yang
diatur pada SK Dirjen Mandikdasmen No.
12/C/Kep/TU/2008
2.Uraian tentang program penelusuran bakat, minat
dan prestasi peserta didik
3.Uraian tentang mekanisme dan proses pelaksanaan
penjurusan.
Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis
Keunggulan Lokal dan Global, mencantumkan:
1.Uraian tentang penerapan pendidikan kecakapan
hidup.
2.Uraian tentang penyelenggaraan pendidikan
berbasis keunggulan lokal
3.Uraian tentang upaya sekolah dalam menuju
pendidikan berwawasan global.

III

KALENDER PENDIDIKAN, Mencantumkan:


1.

Pengaturan tentang permulaan tahun pelajaran.

2.

Jumlah minggu efektif belajar satu tahun pelajaran

3.

Jadwal waktu libur (jeda tengah semester, antar


semester, libur akhir tahun pelajara, libur
keagamaan, hari libur nasional dan hari libur
khusus)

109

Lampiran 10

No

Penilaian

Komponen KTSP/Indikator

Ya

1.

Catatan

Tdk

LAMPIRAN
Silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan
lokal
Silabus semua mata pelajaran kelas X
Silabus semua mata pelajaran kelas XI program
yang dilaksanakan
Silabus semua mata pelajaran kelas XII program
yang dilaksanakan
Silabus muatan lokal kelas X
Silabus muatan lokal kelas XI program yang
dilaksanakan
n Silabus muatan lokal kelas XII program yang
dilaksanakan

Laporan Hasil analisis Konteks

Contoh hasil penentuan KKM (satu mata pelajaran)

Rekomendasi Petugas Validasi/Verifikasi untuk Dokumen I:


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lampiran 10

110

DOKUMEN II
No

Penilaian

Komponen KTSP/Indikator

Ya
I

Catatan

Tidak

Silabus
A

Identitas Silabus
Mencantumkan: nama sekolah, mata pelajaran,
kelas, semester, standar Kompetensi dan alokasi
waktu.

Komponen Silabus
Silabus mencakup komponen: Kompetensi dasar
(KD), Materi Pembelajaran (MP), Kegiatan
Pembelajaran (KP), Indikator Pencapaian
Kompetensi (KP), Penilaian (P), Alokasi Waktu
(AW) dan Sumber Belajar (SB).

Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan


Kompetensi Dasar (KD)
Mencakup seluruh SK dan KD untuk kelas X, XI
dan XII

D
1

Rumusan Materi Pembelajaran


Dikembangkan sesuai dengan tingkatan ranah
kognitif (fakta, konsep dan prosedur), afektif
sikap/perilaku) dan psikhomotor (keterampilan)
pada setiap KD.
Urutan materi pembelajaran dikembangkan
sesuai IPK, dengan memperhatikan pendekatan
prosedural dan hirarkis.
Mengintegrasikan potensi, kenunggulan dan
budaya daerah setempat
Rumusan Kegiatan Pembelajaran

E
1
2
3
4

F
1

Menjabarkan aktifitas peserta didik dalam proses


pembelajaran sesuai dengan IPK
Dikembangkan mengacu pada tingkatan
kompetensi pada IPK (hasil pemetaan SK/KD)
Urutan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
urutan tingkatan kompetensi pada IPK
Mengimplementasikan inovasi pembelajaran
(metode/model) sesuai dengan tututan KD
Mencantumkan pembelajaran TM, PT dan KMTT
sesuai dengan tuntutan KD
Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi
(IPK)
IPK sesuai dengan hasil pemetaan SK/KD pada
Standar Isi

111

Lampiran 10

No

Penilaian

Komponen KTSP/Indikator

Ya
2
3
4
G
1
2

Kata Kerja Operasional (KKO) pada IPK tidak


melebihi tingkatan KKO dalam KD
Setiap KD dikembangkan menjadi 3 KKO
KKO mencakup ranah kompetensi afektif, kognitif
dan psikhomotor, sesuai tuntutan KD.
Rumusan Penilaian
Mencantumkan bentuk dan jenis penilaian yang
dikembangkan berdasarkan IPK.
Bentuk dan jenis penilaian mencakup ranah
kompetensi afektif, kognitif dan psikhomotor,
sesuai tuntutan KD.
Rumusan Alokasi Waktu

H
1

Mencantumkan alokasi KD untuk setiap KD


sesuai dengan hasil pemetaan SK/KD pada
standar isi
Mengacu pada jumlah minggu efektif belajar dan
alokasi yang tercantum dalam struktur kurikulum.
Rumusan Sumber Belajar

II

1 Mencantumkan berbagai jenis sumber belajar


(buku, laporan hasil penelitian, jurnal, majalah
ilmiah, kajian pakar bidang studi, situs-situs
internet, multimedia, lingkungan, dan
narasumber.
2 Mengacu pada hasil pemetaan SK/KD, materi
pembelajaran dan kegiatan pembelajaran
LAMPIRAN
Silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan
1.
lokal
Silabus semua mata pelajaran kelas X
Silabus semua mata pelajaran kelas XI
program yang dilaksanakan
Silabus semua mata pelajaran kelas XII
program yang dilaksanakan
Silabus muatan lokal kelas X
Silabus muatan lokal kelas XI program yang
dilaksanakan
n Silabus muatan lokal kelas XII program yang
dilaksanakan
2

Laporan Hasil analisis Konteks

Contoh hasil penentuan KKM (satu mata


pelajaran)

Lampiran 10

112

Tidak

Catatan

Rekomendasi Petugas Validasi/Verifikasi untuk Dokumen II dan Lampiran:


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

113

Lampiran 10

LAMPIRAN 11
CONTOH SUPERVISI PEMBINAAN GURU

Instrumen
SUPERVISI GURU DALAM MELAKSANAKAN BIMBINGAN
DAN TUGAS TAMBAHAN
Nama Guru:
Pangkat Golongan:
Mata Pelajaran:
Jumlah Jam TatapMuka:
Sertifikasi:

No
1
2
3
4
5
6
7
8

Komponen BIMBINGAN
Ada Program Perencanaan
BK,pengayaan ,Remedial dll
Ada bukti melaksanakan
bimbingan
Ada evaluasi hasil bimbingan
Ada analisis hasil bimbingan
Ada program tindak lajut
Melaksanakan Tugas Tambahan
Menjadi Kepala Sekolah
Menjadi Wakil Kepala Sekolah
Menjadi ketua Program Studi atau
perpustakaan,laboratorium,
bengkel
Atau program khusus

9
10

Menjadi wali Kelas


Menyusun kurikulum pada satuan
pendidikan

11

Menjadi pengawas Penilaian dan


Evaluasi terhadap proses dan
hasil belajar
Membimbing guru pemula

12
13
14

Membimbing siswa dalam


kegiatan ekstra kurikuler
Menjadi pembimbing pada
penyusunan publikasi ilmiah dan
Karya inovatif

Jumlah Skor

Lampiran 11

114

kondisi
yatidak

TINDAK LANJUT:

.............,....................
Guru

Pengawas

................................................
NIP:

.....................................
NIP:

Mengetahui
Kepala Sekolah

..................................
NIP:

115

Lampiran 11

LAMPIRAN 11a
Instrumen
SUPERVISI PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH
Nama Sekolah
Nama Kepala Sekolah
Pangkat Golongan
Mata Pelajaran
Jumlah Jam Tatap Muka
Sertifikasi

No

:
:
:
:
:
:

Sub Komponen dan Butir komponen

Kondisi
ya

Program Perencanaan Kerja sekolah


1. Ada visi dan misi sekolah
2. Ada Tujuan Sekolah
3. Ada Rencana Kerja jangka pendek (1 tahun )
dan Rencana Kerja Jangja Menengah (4
tahun) yang mencakup 8 Standar Nasional
Pendidikan
2 Program Standar Isi
3 .Program Standar Proses
4 Program Standar Kompetensi Lulusan
5. Program Standar Kompetensi Sarana
Prasarana
6 Program Standar Tenaga Pendidik dan
Kependidikan
7. Program Standar Pengelolaan

8 .Program Standar Pembiayaan


9 Program Standar Penilaian
II

PELAKSANAAN RENCANA KERJA


10. Ada pedoman Sekolah,yang berisi :
11) Kurikulum tingkat satuan pendidikan
(KTSP);

12) Kalender pendidikan/akademik;


13) Struktur organisasi sekolah/madrasah;
14) Pembagian tugas di antara guru;
15) Pembagian tugas di antara tenaga
kependidikan

Lampiran 11a

116

Tidak

No

Sub Komponen dan Butir komponen

Kondisi
ya

Tidak

16) Peraturan akademik


17) Tata tertib sekolah/madrasah;
18) Kode etik sekolah/madrasah;
19) Biaya operasional sekolah/madrasah;
20) Penggunaan laboratorium,
perpustakaan, dan fasilitas lainnya.
21. Ada Struktur Organisasi Sekolah
22. Ada pelaksanaan kegiatan sekolah
Sesuai dengan rencana kerja sekolah
23. Ada pelaksanaan Kegiatan Kesiswaan
mencakup:
Seleksi penerimaan peseserta
didik,memberikan layanan
konseling,melaksanakan kegiatan ekstra
kurikuler,melakukan pembinaan prestasi
unggulan dan pelacakan terhadap alumni
24. Pelaksanaan Bidang kurikulum ada TPK
25. Ada penyusunan KTSP yang melalui 7
tahap beserta dokumen KTSP
26. Ada kalender Akademik sekolah
27. Ada program pengelolaan pembelajaran
yang didasarkan pada standar
isi,SKL,Standar Proses dan Standar
Penilaian
28. Ada penilaian Hasil Belajar Peserta didik
29. Ada pengelolaan Tenaga pendidik dan
Kependidikan
Meliputi ( pembagian tugas ,sistem
penghargaan ,promosi dan
,penempatan,pengembangan serta
mutasi ).
30.Pengelolaan Sarana dan Prasarana
mencakup program
Perencanaan,evaluasi program, fasilitas
pembelajaran,skala prioritas,program
pemeliharaan
31. Ada RKAS yang berdasarkan 8 SNP
32. Memelihara budaya dan lingkungan
sekolah serta pendidikan karakter bangsa.
33. Ada peranserta masyarakat dan komite
sekolah
34. Ada ProgramPengawasan dan Evaluasi

III

117

Lampiran 11a

No

Sub Komponen dan Butir komponen

Kondisi
ya

35. Program pengawasan berisi program


supervisi (guru dan tendik ),program
pemantauan,evaluasi,pelaporan dan
tindak lanjut
36. Ada Evaluasi diri Kinerja sekolah dalam
melaksanakan 8 SNP melalui analisis SWOT
dalam pengembangan KTSP

37. Ada evaluasi pendayagunaan Pendidik dan


tenaga kependidikan mencakup kesesuai
penugasan,keseimbangan beban
kerja,kinerja pendidik/tenga pendidik dlm
melaksnakan tugas,pencapain prestasi
pendidik/tendik.
38. Akreditasi sekolah
IV

39.Kepemimpinan sekolah yang dapat


meningkatkan SDM kependidikan yang
professional,manajemen yang efektif dan
professional, lingkungan pendidikan yang
kondusif, dan mampu membangun
kepercayaan kepada masyarakat.

V.
40. Sistem Imformasi Manajemen
Mengelola sistin informasi manajemen
yang memadai untukmendukung
administrasi pendidikan yang
efektif,efisien dan akuntabel
Menyediakan fasilitas informasi yang
efisien,efektif dan mudah diakses
Mengembangkan komunikasi antar
warga sekolah dilingkungannya secara
efisien dan efektif dengan menggunakan
media dan treknik komunikasi al : siaran

radio,TV lokal,Stiker dan


kalender,Poster,perlombaan,leaflet,dialo
g langsung,home visit,partisipasi dalam
kegiatan masyarakat dan penggunaan
website atau blog.

Lampiran 11a

118

Tidak

Tindak Lanjut

Kepala Sekolah

Pengawas Pembina

................................................
NIP:

.....................................
NIP:

119

Lampiran 11a

Rekomendasike

Disdik
Tindaklanjut

danpembinaan

Rekomedasike
Disdik
danPembinaan

Ketercapaia
n

Hambatan

LAMPIRAN
Studi
12CONTOH
dokumen,wawancar
Metode
HASIL
a,observasi
TINDAK
LANJUT
SUPERVISI
PEMBINAAN
KEPALA
SEKOLAH Target
DAN GURU

Studi
dokumen,wawancara,ober
vasi danpengamatan
dikelas

Kepala
sekolah
Sasaran
Guru

Kegiatan

Melaksanakansupervisipe
Melaksanakansupervisipembinaangu
Aspekmbinaankepalasekolah ru
dalammelaksanakanBimbingandan
Tugastambahaan
dst.

No
1

Lampiran 12

120

KETERAN
GAN

ALTERNATIFPEME
CAHAN
MASALAH
(TINDAK LANJUT )

KESENJA
NGAN

CONTOH HASIL
DICAPAI
FORMAT YANG
EVALUAS
I
KETERLA
KSANAA
N
PENCAPAIA
N
PROGRA TARGET
M
KEGIATA
N
MATERI
KEGIATAN

PENILAIAN
PENILAIAN
PEMBINAA
KEPALA
KEPALA
KEPALA
KINERJA
KINERJA
PEMBIMBI
N
GURU
8
DAN PEMBIMBI
DAN
PROGRA
SEKOLAH
SEKOLAH
SEKOLAH
PEMANTAU
NGAN
NGAN
PELATIHANPELATIHAN
PEMBINAA
M
AN
N
SNP

NO

12

3.

GURU

5
121

GURU

7
Lampiran 12

LAMPIRAN 13
CONTOH FORMAT YANG DIGUNAKAN DALAM LAPORAN HASIL
PENGAWASAN

Lingkup kerja pengawas mata pelajaran(Supervisi Akademik) berdasarkan


pedoman tugas guru dan pengawas adalah sbb :

No
1.

2.

3
.

tatap
muka

Lingkup Kerja

Bukan
tatapmuka

Penyusunan Program Pengawasan Mata Pelajaran

a. menyusun program tahunan


b. menyusun program semester
c.menyusun rencana kepengawasan manajerial
(RKA)
Melaksanakan Pembinaan

v
v
v

a. membina guru dalam merencanakan,melaksanakan dan


menilai proses pembelajaran/bimbingan

Melaksanakan Pemantauan Standar Nasional


Pendidikan
a.memantau pelaksanaan standar isi
b. mengolah hasil pelaksanaan pemantauan standar isi

a. memantau pelaksanaan standar proses


b. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar praoses

v
v

c.memantau pelaksanaan standar kompetensi kelulusan


d. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar
kompetensi kelulusan
e. memantau pelaksanaan standar tenaga pendidik.
f. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar tenaga
pendidik.

v
v

g. memantau pelaksanaan standar penilaian


h. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar penilaian

4.

Melaksanakan penilaian kinerja


a. menilai kinerja guru dalam
merencanakan,melaksanakan,menilai hasil
pembelajaran/bimbingan

5.

Menyusun Laporan Pelaksanaan Pogram Pengawasan

a.Menyusun laporan pelaksanaan program


pembinaan
b.Menyusun laporan pelaksanaan program
pemantauan standar nasional pendidikan.
c.Menyusun laporan pelaksanaan penilaian kinerja

Lampiran 13

122

v
v
v

Lingkup kerja pengawas satuan pendidikan (Supervisi Manajerial) berdasarkan


pedoman tugas guru dan pengawas adalah sbb :

No
1.

2.

tatap
muka

Lingkup Kerja
Penyusunan Program Pengawasan Satuan Pendidikan

a. menyusun program tahunan


b. menyusun program semester
c.menyusun rencana kepengawasan manajerial
(RKM)
Melaksanakan Pembinaan
a. membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan
administrasi sekolah
b. membina tenaga kependidikan lainnya (tenaga
administrasi,tenaga laboratorium,tenaga perpustakaan )
dalam melakanakan tugas pokoknya.

3.

g. memantau pelaksanaan standar isi


h. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar isi

v
v

v
v

v
v

v
v

Melaksanakan penilaian kinerja


a. menilai kinerja kepala sekolah dalam pengelolaan dan
administrasi sekolah.
b.menilai kinerja tenaga administrasi lainnya dalam
melaksanakan tugas pokok
c.menilai kinerja sekolah untuk persiapan akreditasi sekolah

5.

v
v

Melaksanakan Pemantauan Standar Nasional


Pendidikan
a. memantau pelaksanaan standar sarana dan prasarana
b. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar sarana
prasarana
c.memantau pelaksanaan standar pengelolaan
d. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar
pengelolaan
e. memantau pelaksanaan standar pembiayaan
f. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar
pembiayaan

4.

Bukan
tatapmuka

v
v
v

Menyusun Laporan Pelaksanaan Pogram Pengawasan

a.Menyusun laporan pelaksanaan program


pembinaan
b.Menyusun laporan pelaksanaan program
pemantauan standar nasional pendidikan.
c.Menyusun laporan pelaksanaan penilaian kinerja

123

v
v
v

Lampiran 13

PENIlAIANKINE
RJA

PENGAWASANM
ATA PELAJARAN(
AKADEMIK )

PEMANTAUA
N

Guru/TenagaPendidik
dalammelaksanakantup
oksinya

Standar Proses.
SKLStandar
IsiStandarPenilaian

1.2.3.4.

DIAGRAM
RUANG
LINGKUP
KEPENGA
WASAN RUANG
SEKOLAH
LINGKUP
PENGAWASA
N SEKOLAH

PEMBINAAN/PEMBI
MBINGAN

PENILAINKIN
ERJA

PENGAWASANSA
TUAN
PEDIDIKAN(MAN
AJERIAL )

PEMANTAU
AN

Kepala
SekDanTenagaKependi
dikan

2. Standar Sara

Na.
.1. Standar

Isi 3. Standar PTK4. Standar Penge


Lolaan.
5. Standar Pembiayaan

PEMBINAAN
PEMBIMBING
AN

Lampiran 13

1.Guru dalammelaksanakanTugas
pokokDan
fungsinya2.Pengembangan
Profesional3. Kompetensiguru

124

.Kep Sek dalamPengelolaan admSekolahj.


Tendik dalam me-Laksanakan
tugasPokoknyaSekolah
dalammempertahankanAkreditasinya

3.Workshop dan
1. Supervisi sosialisasi 4.Monitori
5.Melalui
Individual dan Permendiknas
ng danGroup
kelompok No 39/2009dan
Evaluasi
Focussed
Dilakukan
PP No 74/2008
2.Menilai Diri
Discussion.
Melalui:
Sendiri.

1.Supervisi Akademik yang meliputi


Membina
Memantau Menilai Kinerja
membina/membimbing,memantau
Kepala Sekolah
Kepala Sekolah
PelaksanaanStanda
danmenilai,melaporkan kemampuan guru
dan
r isi, Standar danTendik
dalam;
Tendiklainnya
lainnya.
a. Peningkatan kompetensi gurub.
dalam Sarana,StandarPT
K, standar |
Pemahaman KTSP(Standar Isi )c. Pemahaman
pengelolaan
Tupoksi gurud. Pengimplementasian standar
sekolah Pembiayaan
Proses
dalam pengembangan silabus
2.Supervisi
,RPP,pembelajaran.
e. Pengimplemensian Standar Penilaianf. Manajerial
Mengevaluasi dang. Menyusun PTK

a.

Kerangka
Pikir
Pemecahan
Masalah

b.

c.

1.Membina/
membimbing
2.Memantau3. Menilai4.
Mensupervisi5.Melaporkan

TugasPokok
danfungsiPengawas

125

Lampiran 13

Tindak Lanjut

Nilai
Jumlah Skor
Absen
siswa
KKM

Indikator
Komponen Daftar
Adm
PerencanaanNilai

workshop

c
28
3
3

Baik
SekaliBaikCukupKur
ang

Agenda

PEMBELAJAR
Harian
AN

HASIL
SUPERVIS
I
ADMINIS
TRASI
PERENCA
NAAN
PEMBELA
JARAN
TERHAD
AP GURU

Pembinaan
Guru
dalam
melaksanak
an
Tupoksinya

HASIL
SUPERVIS
I
AKADEMI
K

Jadwal
tTatapmuka
Kelender
Pendidikan
RPP
Silabus
Promes
Prota

====

: > 36
30-3526-29<26

2
2

Nilai
Jumlah
SKOR

3
3

Mata
Pelajaran
Sosiologi

Keterangan : 4 =
Ada , Baik Sekali
3= Ada,
Baik2= Ada, Cukup
1= Ada,
Kurang

Nama Guru

No
Lampiran 13

1.23456

126

Workshop
Tindak Lanjut

Nilai
Jumlah Skor
Bank Soal
Analisi
Ulangan
Indikator harian

Komponen Adm
Remedial
Pelaksanaan
HASILPenilaian

SUPERVIS Peniilaian
Kepribadian
PEMBELAJAR
I
AN
ADMINIS
Penilaian
TRASI
Ahlak Mulia
PELAKSA
Penilaian
NAAN
Psikomotor
PENILAIA
N
KMTT
PEMBELA
JARAN
Penugasan
TERHAD
Terstruktur
AP GURU
Melakukan
Tes(UH,Mid
Buku nilai

K
10
2
o
Baik Sekali
BaikCukupKurang

2
o

: > 36 =
30-35 =26-29 =<26
=

o
o
o

Nilai
Jumlah
SKOR

o
2
4

Mata
Pelajaran
Sosiologi

Keterangan : 4 =
Ada , Baik Sekali
3= Ada, Baik
2= Ada,
Cukup1= Ada,
Kurang

Nama Guru

No

1.

127

Lampiran 13

Tindak lanjut
Nilai
Jumlah Skor
30
29
Penutup
28
27
26
Konfirmasi

Indikator 222 22123 45


Komponen
Pelaksanaa
n
PEMBELA
20
JARAN

Baik
SekaliBaikCukupKur
ang

19

Elaborasi
111111345678
Kegiatan Inti

====
: > 105
84-10460- 84<60

12

Nilai
Jumlah
SKOR

11
10
Ekplorasi789

HASIL
SUPERVIS
I
PELAKSA
NAAN
PEMBELA
JARAN

5
Pendahuluan
34
2
1
Penjas/Kesehat
an

Keterangan : 4 =
Ada , Baik Sekali
3= Ada, Baik
2= Ada,
Cukup1= Ada,
Kurang

No

Nama Guru

1. 2

Lampiran 13

128

Keterangan

Nilai

Jumlah
skor

14

SNP untuk
Sekolah

Indikator
SNP untuk
Pemahaman
KTSP guru

PEMBINA
AN
/PEMBIM
Hasil
BINGAN
Penilaian
KOMPETE
Pemahama
NSI GURU
n Guru

8 SNP

Dasar Hk
KTSP

Pengertian
KTSP

Kelas

Mata
Pelajaran

matematika

= Baik Sekali= Baik=


Cukup= Kurang

Tentang
KTSP

KETERANGANPenilaia
n : skor 18 2013- 178 12
>8

Nama

No

345

129

Lampiran 13

Keterangan

Nilai
B
Jumlah
skor
16
IndikatorDasar
Hukum
Pemahaman
Kompetensi
GURU

Profesionalis
me

4
KEPRIBADIAN

4
SOSIAL

4
PeDAGOGIK

4
Kelas

Hasil
Mata
penilaian
Pelajaran
pemahama
n
Kompetens
i Guru

matematika

KETERANGANPenilaia
n : skor 18 20 = Baik
Sekali
13- 17 = Baik8
- 12 = Cukup
>8
= Kurang

Nama

No

Lampiran 13

12345

130

Ket.

Nilai

Jumlah

Skor

21

22

Beban
mengajar/mg

PT dan KMTT
Indikator
Jenis tes
Pemahaman
Tupoksi guru
Kegiatan inti
Pembelajaran
Perencanaan

Pengembanga
Profesi

TUPOKSI

HASIL
PENILAIA
N
PEMAHA
MAN
TUPOKSI
GURU

Dasar Hukum

Kelas

Mata
Pelajaran

matematika

= Baik Sekali
BaikCukupKurang

matematika
Bahasainggrissosiol
Keterangan :Jumlah
ogi

Skor 28 3223 - 27
=14- 22 => 14 =

Nama

No

234522

23

131

24

Lampiran 13

ket
KlasifikasiJum
NA
lah

K
26

Pengamatan
(afektif)

17

KMTT

16

PT

15

Tes (ULANGAN)

14

13

12

Penilaian

Indikator
Kegiatan KMTT
Pemahaman
Pembelajara
Komponen
Pengasan Terstru
n
RPP

Hasil
Penilaian
Siklus Ke I
praktek
Membuat
RPP
berdasarka
n Standar
Proses

konfirmasi
Tatap Muka
elaborasi
ekplorasi

112
10

Metode
Pembelajaran

Materi Pembelajaran

Tujuan pembelajaran

Alokasi waktu

Indikator

KD

SK

Identitas

Nama Sekolah

Keterangan : Jumlah
Skor 61 - 68 = Baik
Sekali
44 - 60
= Baik29- 43 = Cukup
> 29
= Kurang

Kls

MP

matemati
ka

Nama

No

Lampiran 13

132

345

Ket.
SERTIFIKASI
Nilai

Jumlah

C
Skor

18

Beban
mengajar/mg

PT dan KMTT

Indikator
Jenis tes
Pemahaman
Tupoksi guru
Kegiatan inti
Pembelajaran

2
2

Perencanaan

Pengembanga
Profesi

PEMBINA
AN
TUPOKSI
TUPOKSI
GURU
PADA
Dasar Hukum
MATA
PELAJAR
AN MIPA
Kelas
Mata
Pelajaran

= Baik Sekali
BaikCukupKurang

Kimia

Keterangan :Jumlah
Skor 28 3223 - 27
=14- 22 => 14 =

Nama

No

1
2345

133

Lampiran 13

LAMPIRAN 14
Pembimbing
Mengikuti pelatihan danbimbingan teknis
PIGPMenerima arahan darikepala sekolah
tentangtugas pembimbing dalammembimbing
gurupemulaMenyiapkan ProgramPembimbingan
gurupemula

Melakukanpembimbingan
Memperkenalkan
Memperkenalkan
dalammenyusun
situasidan
gurupemula
perencanaandan pelaksanaan
kondisisekolah/madrasah
kepada siswa;
prosespembelajaran/pembim
kepada guru pemula;
bi

Pihak yang bertanggung jawab


Pengawas Sekolah
Kepala Sekolah
Memantau kegiatan,
Mengikuti pelatihan
membina/membimbing
dan bimbingan teknis
kepala sekolah dan
Melakukan analisis
pembimbing secara
kebutuhan
teknis, menilai Kinerja
Penyusunan Buku
kepala sekolah dan
Pedoman PIGP
pembimbing pada
Penunjukkan
tahap Persiapan
PembimbingMenyambut danmewawancarai gurupemulaMemantau kegiatanpembimbing padatahap
persiapanMemberi arahankepada pembimbingdalam membimbingguru pemula padatahap persiapan
Memantau kegiatan,
Memantau kegiatan
membina/membimbing
pembimbing pada
kepala sekolah
Melapordan
kepada
Mengamati situasi dankondisi
tahap pengenalanMempelajari
Mempelajariketersediaan
kepalasekolahMempelajari
sekolah sertalingkungannya,
pembimbing
secara
danpenggunaan sarana
KurikulumTingkat
BukuPedoman Pelaksanaandan
termasukmelakukan observasi
sekolah
dan
dansumber belajar
Guru Panduan
Pemula Kerja
SatuanPendidikan
PIGP,Tata
Tertib
dan
dikelas sebagai
teknis, menilai
Kinerja
disekolah/madrasah;
(KTSP).
KodeEtik
Sekolah
bagianpengenalan situasi;
lingkungannya.
kepala sekolah dan
Memberi arahan
pembimbing pada
kepada pembimbing
tahap pengenalan
dalam membimbing
sekolahTahap
dan persiapan meliputikegiatan
guru pemula
pada
Pengenalansekolah/madrasah
analisiskebutuhan,
pelatihan
lingkungannya.
Deskripsi
danlingkungannyadilaksanakan pada
danbimbingan teknis
tahap pengenalansekolah
Kegiatan
bulanpertama setelah gurupemula melapor
PIGP,penyusunan
bukupedoman danlingkungannya
kepadakepala sekolah/madrasahtempat
dan penunjukkanpembimbing.
guru pemulabertugas

Alur
Kegiatan
Program
Induksi
Guru
Pemula
(PIGP)

Pengenalansekolah
dan
lingkungannya

Tahap
Persiapan

Bulan
Ke1

Lampiran 14

134

Melaksanakanpembimbingan prosespembelajaran/pembimbingan dan pelaksanaan tugastambahan, dengan cara:


ngan dan Memberi motivasitentang pentingnyatugas guru;Memberi arahantentang penyusunanperencanaan,pelaksanaan
konseling prosespembelajaran/pembimbingan dan penilaian hasilbelajar;Memberi kesempatanuntuk melakukanobservasi
dantugas terkait
pembelajarandi kelas denganmenggunakan lembarobservasi pembelajaran.Melibatkan guru pemuladalam
lainnya. kegiatan-kegiatadi sekolah;Memberi arahan dalammenyusun rencana danpelaksanaan programpada kegiatan
yangmenjadi tugas tambahan

Memantau kegiatanpembimbing padatahap


pelaksanaanpembimbinganMemberi
arahankepada pembimbingdalam
membimbingguru pemula padatahap
pelaksanaanpembimbingan

Memantau
kegiatan,membina/membimbingkepala
sekolah danpembimbing secarateknis,
menilai Kinerjakepala sekolah
danpembimbing padatahap
pelaksanaanpembimbingan

Memperoleh bimbingandalam prosespembelajaran yangmeliputi: : (1) Memperoleh bimbingandalam melaksanakantugas


tambahan daripembimbing
menerimamotivasi tentangpentingnya tugas gurudari pembimbing; (2)mendapat
dengan cara (1)melibatkan guru pemuladalam
arahantentang penyusunanperencanaan,pelaksanaan
kegiatan-kegiatan disekolah; (2) memperoleharahan
prosespembelajaran/pembimbingan dan penilaian hasilbelajar; (3)
dalam menyusunperencanaan danpelaksanaan
mendapatkesempatan kesempatanuntuk melakukanobservasi pembelajarandi
program padakegiatan tugas tambahan
kelas denganmenggunakan lembarobservasi pembelajaran.

Pelaksanaanpembimbingan gurupemula
dilakukan olehpembimbing yang
meliputipembimbingan prosespembelajaran
danpelaksanaan tugas lainseperti
Pembinaekstrakurikuler.dan pelaksanaan

PelaksanaanPembi
mbingan

2-9

135

Lampiran 14

Memotivasi danmembimbing
gurupemula dalammenghadapi
PenilaianKinerja Guru
Pemula(PKGP) pada
PenilaianTahap 2.

Melakukan PenilaianKInerja Guru


Pemulamelalui observasipembelajaran,
yangmeliputi tiga tahap:1. Praobservasi2.
Pelaksanaan
observasi
3. Pascaobservasi

Memantau
kegiatanpembimbingpenilaian tahap
1Memberi arahankepada
pembimbingdalam membimbingguru
pemula dalampenilaian tahap 1

Melakukan PenilaianKinerja Guru


Pemulayang meliputi tigatahap:
1. Praobservasi2. Pelaksanaan
observasi
3. Pascaobservasi

Memantau
kegiatan,membina/membimbingkepala
sekolah danpembimbing secarateknis,
menilai Kinerjakepala sekolah
danpembimbing padaPenilaian tahap 1

Melakukan PenilaianKinerja Guru


Pemulamelalui observasiPembelajaran,
yang
meliputi tiga tahap:1. Praobservasi2.
Pelaksanaan
observasi
3. Pascaobservasi

Melakukan refleksi diridan


melakukan
Melakukan
perbaikanberdasarkan hasil
Mengikuti
persiapanuntuk
refleksidiri dan PKGP
PenilaianKinerja
Penilaian Kinerjaoleh
olehpembimbing
Pembimbing.Guru Pemula

dilakukan olehkepala
Penilaian yang dilakukanoleh pembimbing yangbertujuan untukmengembangkankompetensiPenilaian
guru
sekolah/madrasahdan pengawas
dalamprosespembelajarn/pembimbingan dan tugas lainnya.Penilaian tahap satusekurang-kurangnya
enamkaliPenilaian guru pemulamerupakan penilaiankinerja berdasarkanelemen kompetensi yangbertujuan untukmenentukan
nilai kinerjaguru pemula.
guru:kompetensi pedagogik,kompetensi kepribadian,kompetensi sosial dankompetensi
profesional.Keempat kompetensitersebut dapat dinilaimelalui
observasipembelajaran/pembimbingan serta observasipelaksanaan tugas lain

Penilaian Tahap1

Penilaian Tahap2

10-11

Lampiran 14

136

Menyerahkan
Menyerahkan
LaporanKegiatan
dokumenhasil
Pembimbingandan Hasil
Pembimbingankepada
PenilaianKinerja Guru
kepala sekolah
Pemulatahap 1

Membantu guru pemuladalam


memperbaikikinerja atas umpan
balikyang diberikan olehpenilai
pada penilaiantahap 2

Menginventarisdokumen
hasilPembimbinganMenyusunRekapitulasi
HasilObservasiPembelajaran olehpembimbing,
kepalasekolah/madrasahdan
pengawassekolah/madrasah

Memantau kegiatan,membina/membimbingkepala sekolah


Memberikan masukankepada
Memantau
danpembimbing secarateknis, menilai Kinerjakepala kepalasekolah/madrasahdalam
sekolah
kegiatan,membina/membimbingkepala
danpembimbing padatahap pelaporan baikpelaporan menentukanKeputusan
sekolah danpembimbing secarateknis,
HasilPenilaian Kinerja GuruPemula
menilai Kinerjakepala sekolah HasilPenilaian Kinerja GuruPemula ataupunPelaporan
PelaksanaanPIGP
oleh kepalasekolah
danpembimbing padapenilaian tahap
2

Pelaporan
Penilaian
KinerjaGuru
Pemula

Pelaporan PIGP
meliputiPelaporan Hasil
PenilaianKinerja Guru
Pemula danPelaporan
Kegiatan

Pelaporan

12

137

Lampiran 14

Membuat drafLaporan HasilPenilaian Kinerja GuruPemulaPenentuan


KeputusandanPenandatangananLHPKGPMenyusun LaporanPelaksanaan
PIGPMenyampaikanLaporan PelaksanaanPIGP kepada KepalaDinas
PendidikanProvinsi/Kabupaten/Kota atau kepadaKepala
KementerianAgama

Memantau kegiatan,membina/membimbingkepala
sekolah danpembimbing secarateknis, menilai
Kinerjakepala sekolah danpembimbing padatahap
pelaporanPelaporan PelaksanaanPIGP oleh
kepalasekolah

Pelaksanaan

PelaporanPIGP

Lampiran 14

138

LAMPIRAN 15

Kementerian Pendidikan Nasional


Sekolah____________________
Lembar Hasil Observasi Pembelajaran
Pada Penilaian Tahap 2
Nama:
Pendidikan terakhir :

Sekolah/madrasah:
Kabupaten/Kota:

Institusi pendidikan:

Provinsi:

Kelas yang diajar:

Jumlah jam per minggu :

Mata pelajaran yang diampu: Matematika

Fokus Observasi:

A. Jika hasil observasi memperoleh skor 4


B. Jika hasi; observasi memperoleh skor 3

C. Jika hasil observasi memperoleh skor 2


D. Jika hasil observasi memperoleh skor 1

Catatan pengamat/penilai

1. Kompetensi pedagogis
1.1 Memahami latar belakang siswa

1.2

Memahami teori belajar

1.3

Pengembangan kurikulum

1.4

Aktivitas pengembangan pendidikan

1.5

Peningkatan potensi siswa

1.6

Komunikasi dengan siswa

1.7

Penilaian & evaluasi

Kompetensi kepribadian
2.1 Berperilaku sesuai dengan norma,
kebiasaan dan hukum di Indonesia
2.2

Kepribadian matang dan stabil

2.3Memiliki etika kerja dan komitmen serta


kebanggaan menjadi guru
Kompetensi social
3.1Berperilaku inklusf, objektif, dan tidak pilih
kasih
3.2 Komunikasidenganguru,pegawai
sekolah/madrasah,orangtua,dan
masyarakat
Kompetensi profesional

4
4.1

4.2

Pengetahuan dan pemahaman tentang


struktur, isi dan standard kompetensi mata
pelajaran, serta tahap-tahap pengajaran
Profesionalisme yang meningkat melalui
refleksi diri

Mengetahui:
Pengawas Sekolah/Madrasah

.....................................
NIP.
*) Pilih salahsatu sesuai penilai

Asli untuk guru pemula


Salinan untuk kepala sekolah/madrasah

.............................., .......... 201...


Guru Pemula

........................................
NIP.
Salinan untuk pengawas sekolah/madrasah
Salinan untuk dinas pendidikan

139

Lampiran 15

LAMPIRAN 16

Jika 4 indikator penilaian


terpenuhiJika 3 indikator
penilaian terpenuhiJika 2
indikator penilaian
KriteriaterpenuhiJika 1 indikator
Penilaian
penilaian terpenuhi

4321

Jika 7 indikator penilaian


terpenuhiJika5-6
indikator penilaian
terpenuhiJika 3-4
indikator penilaian
terpenuhiJika 1-2
indikator penilaian
terpenuhi

Jika 4 indikator penilaian


terpenuhiJika 3 indikator
penilaian terpenuhiJika 2
indikator penilaian
terpenuhiJika 1 indikator
penilaian terpenuhi

4321

4321

Guru menjadi fasilitator siswadalam belajar


Guru memperhatikan semuasiswa pada
2. Guru mengkondisikan siswa untuk
awal pembelajaranGuru
KRITERIA
dapat belajar
memperlakukan siswasecara adilGuru Guru menggunakan pendekatan
3. Guru
PENILAIAN menghargai jawaban siswaGuru 3. pembelajaran
2. Guru
yang cocok dengankondisi siswa dan tujuan yangingin mengemukakan
mengembangka
memotivasi siswa untukterlibat dalam
KINERJA Penilaian
tujuan
dicapai
n RPP
Indikator prosespembelajaran
4. Guru menggunakan beberapa
GURU
metode yang relevan untukmencapai tujuan pembelajaran
5. Guru menerapkan berbagai teknik
PEMULAPA
pembelajaran
DA
6. Guru menerapkan berbagai
pendekatan, strategi, metode,dan teknik pembelajaran secarasimultan
PROGRAM
dalam rangka membantusiswa untuk belajar
INDUKSI
1. Guru mengembangkan silabi

GURU
PEMULA
(PIGP)

1.

2.

3.4.

Guru memahami karakteristik


siswa yang terkaitdengan aspek
fisik, intelektual, socialemosional,moral, dan latar
belakang sosial-budaya,
Deskripsi
danmampu menerapkan
Kompetensi
pemahamannya itu
untukmembantu meningkatkan
potensi siswa selamaproses
pembelajaran.

1.1 Memahami
Elemen latar belakang
Kompetensi
siswa

1.
Guru mampu menerapkan
berbagai
pendekatan,strategi,
metode, dan teknik
pembelajaran sesuaidengan
kebutuhan untuk mencapai
tujuanpembelajaran.

Memahami teoridan
prinsippembelajaran

1.2

PengembanganKur
ikulum

1.3

Kompetensi
1. Pedagogik

Lampiran 16

Guru mampu
mengembangkan berbagai
aspekyang terkait dengan
kegiatan
pembelajaran,mulai dari
pengembangan silabi, RPP
yang antaralain memuat
tujuan pembelajaran yang
jelas,

140

Kriteria
Penilaian

Jika 4 indikator penilaian


terpenuhiJika 3 indikator
penilaian terpenuhiJika 2
indikator penilaian
terpenuhiJika 1 indikator
penilaian terpenuhi

4321

Jika 7 indikator penilaian


terpenuhiJika 5-6
indikator penilaian
terpenuhiJika 3-4
indikator penilaian
terpenuhiJika 1-2
indikator penilaian
terpenuhi

4:3:2:

4. Guru 5.Guru mengembangkan materi


4. Guru
yangrelevan baik yang diambil
mengembangkan
3. Guru pemula 1. Guru dapat menarik
mengemukakan
media yangdari bukusumber yang diakui
2. Semua siswa
menggunakan ICT perhatian
indikator
1.
Guru
olehKementerian
Pendidikan
relevan
tampak
pembelajaran
untuk
Indikator Pencapaian Nasional(Buku paket) maupun
menggunakan
semua siswa antusias
pada
denganKompetensi(IPK)
jelas
pembelajarandanpemb
media
awalpembelajaran
yangdikompilasi atau disusun
2. Guru pemula
Penilaian
Indikator
elajaran
pembelajaran
sendiri
mengembangkan
yang sesuaidanmelakukan
kativitaspendidikan yang

kompetensi dasar yang diharapkan dicapai


olehsiswa, indikator ketercapaian
kompetensi, materipembelajaran, media
pembelajaran, rancangankegiatan belajar
mengajar, alokasi waktu,rancangan
strategi pembelajaran yang
Deskripsi
akanditerapkan, sampai rancangan alat
Kompetensi
ukur untukmenilai hasil belajar siswa serta
kriteria penilaianyang terkait.

Elemen
Kompetensi

Guru mampu
melaksanakan
pembelajaran yangaktif,
inovatif, kreatif, efektif,
dan
menyenangkan(PAIKEM)
dalam upaya
mengembangkan
potensisiswa

AktivitasPengembanga
nPendidikan

1.4

Guru memperhatikan siswa


secara individualdengan cara
memberikan perhatian
(misalnyamenyebut nama
siswa, berkeliling
melihatpekerjaan siswa,
menanggapi pertanyaan
siswa,bertanya dengan
menyebut nama siswa yang

Mengembangkan
potensi siswa

1.5

Kompetensi

Lampiran 16

141

Jika 4 indikator penilaian


terpenuhiJika 3 indikator
penilaian terpenuhiJika 2
indikator penilaian
terpenuhiJika 1 indikator
penilaian terpenuhi

Kriteria
Penilaian

1:

4321

9. Tidak ada siswa


7. Semua siswa
3. Guru
yang menunjukkan 1. Guru melakukan interaksi secara
aktif
mengikuti
memperhatikan
memperhatikan
aktif dengan siswa selamapembelajaran
8.
Semua
siswa
keraguan atau
6.
Guru
proses
penjelasan
guru
siswa
secara
berlangsung
aktif
mengerjakan
ketidakpahamantentan
pembelajaran
5. Guru memanfaatkan
individual4. Semua siswa
2. Guru melibatkan siswa dalam
tugas yang
g topik yang
teknologi
memanfaatkan
terlibat dalam
pembelajaran
diberikan
guru
diterangkan
guru
pembelajaran
media
pengerjaan
tugas
Penilaian
Indikator
3.. Guru merespon setiap pertanyaan
yang
relevan
pembelajaran
siswa yang relevan dengan topicyang
seeding dibicarakan
4. Guru meluruskan pertanyaan yang
kurang benar dari siswa

ditunjuk), melakukan
pembinaan,
danmemberikan
bantuan sesuai dengan

Guru mampu
berkomunikasi secara
santunkepada siswa
dan selalu merespon
siswa secaraadil dan
mendidik.

Deskripsi
kebutuhan
Kompetensi
siswa

Elemen
Kompetensi

Komunikasidengan
siswa

1.6
Pedagogik

Kompetensi

1.

Lampiran 16

142

Jika 7 indikator penilaian


terpenuhiJika 5-6
indikator penilaian
terpenuhiJika 3-4
Kriteriaindikator penilaian
terpenuhiJika 1-2
Penilaian
indikator penilaian
terpenuhi

4321
1. Menginformasikan silabus mata
pelajaran yang di dalamnyamemuat rancangan dan kriteriapenilaian pada awal semester.
2. Mengembangkan indikator
pencapaian KD dan memilih teknikpenilaian yang sesuai pada saatmenyusun silabus mata pelajaran.
3. Mengembangkan instrumen dan
pedoman penilaian sesuai denganbentuk dan teknik penilaian yangdipilih.
Penilaian
Indikator
4. Melaksanakan tes, pengamatan,
penugasan, dan/atau bentuk lainyang diperlukan.
5. Mengolah hasil penilaian untilk
mengetahui kemajuan hasil belajardan kesulitan belajar peserta didik.
6. Mengembalikan hasil pemeriksaan
pekerjaan peserta didik disertaibalikan/komentar yang mendidik.
7. Memanfaatkan hasil penilaian untuk
perbaikan pembelajaran.
8. Melaporkan hasil penilaian mata
pelajaran pada setiap akhirsemester kepada pimpinan satuanpendidikan dalam bentuk satu nilaiprestasi belajar peserta didikdisertai deskripsi
singkat sebagaicerminan kompetensi utuh.
1.Melaporkan
Guru menggunakan
9.
hasil penilaian akhlak
Guru memanfaatkan
2. Guru memanfaatkan3.hasil
berbagai
cara, Pendidikan
baik formal
kepada guru
Agamadan
hasil penilaian
kepribadiankepada
guru PendidikanKewarganegaraan sebagaiinformasi untuk
penilaian
tersebut
hasil penilaian
tersebut
maupun
informal
untuk
menentukan nilaiakhir semester akhlak dankepribadian
peserta
didik
dengankategori
sangat baik, baik, atau
untuk merencanakan untuk merencanakan
mendeteksi bahwasiswa sudah
pembelajaran
padamasa
pembelajaran
yang
belajar, sudah menguasai
yangberkualitas pada
akan datang supaya tidak
danmemanfaatkan
Deskripsi
adasiswa
yang
kemampuan
masa yang akan dating
pengetahuan danketerampilan
Kompetensi
yang diperolehnya. atau prestasinyatertinggal
diantara sebagian besar siswa.

Elemen
Penilaian
Kompetensi
danEvaluasi

1.7

Kompetensi

143

Lampiran 16

Kriteria
Penilaian

Jika 4 indikator penilaian


terpenuhiJika 3 indikator
penilaian terpenuhiJika 2
indikator penilaian
terpenuhiJika 1 indikator
penilaian terpenuhi

Jika 5-6 indikator


penilaian terpenuhiJika 34 indikator penilaian
terpenuhiJika 2 indikator
penilaian terpenuhiJika 1
indikator penilaian
terpenuhi

4321

4321

kurang baik.
menjadi teladan bagi siswa dalam berbicara, 1. Siswa
5. Dalam kegiatan Guru
apapun,
2. Guru tidak
1. Guru
berbicara dengan sopan
3. Guru melarang
4. Guru memahamiguru
latarselalu
memperhatikanpernah
siswa siswa
terhadap guru
memperhatikan dan
belakang
menertawakan
didalam
bersikap, dan berperilaku baik di sekolah maupun
menertawakan siswa
siswa terutama yang
menghargaiPancasila
siswa apapun
kelas secara individu
2. Siswa berani bertanya kepada
lain apapunalasannya
pegangan
berasal daridaerah sebgai
lain atau
alasannya
guru
hidupbermasyarakat
yang
memilikipengalaman
Penilaian
Indikator
diluar sekolah
lain.
baik yang menyangkut
pelajaranmaupun yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat
pribadi
3. Orang tua siswa berani
membahas
kemajuan siswa dengan guru
4. Teman sejawat menghargai
guru
sebagai sosok guru yang
kinerjanyapatut dicontoh
5. Teman sejawat bersedia
berbagi
Guru bertindak sesuai dengan
pengalaman dengan guru
hukum yangberlaku di Indonesia.
6. Kepala sekolah menghargai
Semua kegiatan yangdilaksanakan
guru
Deskripsi oleh guru
sebagai orang yang dapat
Kompetensimengindikasikanpenghargaannya
dipercaya
terhadap berbagai agamadan/atau
keyakinan yang dianut, suku, adatistiadat dan gender.

Bertindak sesuainorma,
Elemen
kebiasaandan hukum
KompetensidiIndonesia

Model peranyang stabil


dandewasa

2.1

2.2

Kepribadian
Kompetensi

2.

Lampiran 16

144

Jika 4 indikator penilaian


terpenuhiJika 3 indikator
penilaian terpenuhiJika 2
indikator penilaian
KriteriaterpenuhiJika 1 indikator
Penilaian
penilaian terpenuhi

4321

Jika 4 indikator penilaian


terpenuhiJika 3 indikator
penilaian terpenuhiJika 2
indikator penilaian
terpenuhiJika 1 indikator
penilaian terpenuhi

Jika 4 indikator penilaian


terpenuhiJika 3 indikator
penilaian terpenuhiJika 2
indikator penilaian
terpenuhiJika 1 indikator
penilaian terpenuhi

4321

4321

1. Bersikap inklusif terhadap peserta


1. Menunjukkan etos kerja
didik dalam melaksanakanpembelajaran.
tinggi.2. Menunjukkan sikap
2.
Bertindak objektif terhadap peserta
tanggungjawab
didik dalam melaksanakanpembelajaran.
yang tingi
3. Bersikap inklusif dan bertindak
3. Bangga menjadi guru dan
objektif terhadap teman sejawatdan lingkungan sekitar.
percaya
Penilaian
Indikator
4.
Tidak bersikap diskriminatif
pada diri sendiri.
terhadap peserta didik, temansejawat, orang tua peserta didik danlingkungan sekolah
4. Bekerja mandiri secara
karenaperbedaan agama, suku, jeniskelamin, latar belakang keluarga,dan status sosial-ekonomi.
profesional.
1. Berkomunikasi dengan teman
Memiliki keterampilan berkomunikasi yanng
sejawat dan komunitas ilmiah
efektif, empatik, santun, baik secara lisan
lainnya secara santun, empatik dan
maupun tulisan.
efektif.
2. Beromunikasi dengan peserta didik
Bersikap inklusif,
dengan santun, empattik danefektif
bertindak objektif, serta 3. Berkomunikasi dengan orang tua
Menunjukkan etos
tidakdiskriminatif karena
kerja, tanggungjawab
peserta didik dan masyarakatsecara santun, empatik, dan efektiftentang program
pertimbangan jenis
yangtinggi, rasa
pembelajarandan
kemajuan peserta didik4. Mengikutsertakan orang tua
kelamin,agama, ras,
bangga menjadi guru,
peserta didik dan masyarakatdalam program pembelajaran dan
kondisi fisik, latar
Deskripsi
dan rasapercaya diri.
belakang keluarga,dan
Kompetensi
status sosial ekonomi

Bertindak inklusifdan
Elemen Etos kerja dankomitmen obyektif
Kompetensi
sertakebanggaanmenjadi sertatidakdiskriminatif
guru

2.3

Berkomunikasidengan guru,
stafpendidikan, orangtua,
danmasyarakat

3.1

3.2

Kompetensi
3. Sosial

145

Lampiran 16

Kriteria
Penilaian

Jika 4 indikator yang


terpenuhiJika 3 indikator
yang terpenuhiJika 2
indikator yang
terpenuhiJika 1 indikator
yang terpenuhi

Jika 4 indikator penilaian


terpenuhiJika 3 indikator
penilaian terpenuhiJika 2
indikator penilaian
terpenuhiJika 1 indikator
penilaian terpenuhi

4:

4:

3:

2:1:

3:

2:1:

5. Mengajukan
3. Mampu
1. Mampu menyampaikan
dalam mengatasi
pertanyaan
kepada
1. Mampu
menggunakan ICT
materi
kesulitan
2. Memiliki
4. Mampu
tepat refleksi
4. Mampusiswa yang
melakukan
untuk
belajarpesertapembelajaran secara
pengetahuan
3.
Menjawab
melakukan
2. Menjelaskanmengkaitkan
dan relevan
dan
dan
sistematis,dengan langkahdidik
tentang komunikasi
pertanyaan siswa
penelitian
materi dengan
konsep
mereview
kinerja
pengembanganprofess
langkahpembelajaran
pendidikan
yang
dengan
jelas
dan
tindakan kelas
percaya diri dengan
siswa kontektual
ional
(pembuka, kegiataninti, dan
tepat
Penilaian
Indikator
kehidupan
seharipenutup)
hari

Deskripsi
Kompetensi

Elemen
Kompetensi

Kompetensi

Lampiran 16

Guru memiliki
kemampuan
penguasaan materiyang
sesuai dengan standar
kompetensi
danmenyampaikannya
dengan sistematis.

Memiliki kemampuan
evaluasi dan refleksi
diriterhadap proses
pembelajaran dan
dapatmenentukan
tindaklanjut untuk
meningkatkanproses
pembelajaran berikutnya

Pengetahuan danpemahamantentang
struktur,isi dan standarkompetensi
untukmata pelajaranserta tahapanyang
diajarkan

Profesionalitasyang
meningkatmelalui
refleksidiri

4.1

4.2

4. Profesional

146

LAMPIRAN 17

Format Analisis Kebutuhan Sekolah Penyelenggara PIGP

No
A.

Aspek

Kondisi Ideal

Kondisi Nyata

Tindak Lanjut

Ketersedian
Dokumen yang
dibutuhkan
Permendikanas
nomor 27 tahun
2010 tentang
Program Iduksi
Guru Pemula dan
Lampirannya
12 Panduan Kerja
Bku Pedoman
Pelaksanaan PIGP
yang disusun kepala
sekolah
Dokumen KTSP

Ketersediaan SDM:
Kepala sekolah yang
memahamitentang
PIGP
Ketersedaan
pembimbing yang
sesuai criteria
DLL

147

Lampiran 17

LAMPIRAN 18
4
3
2
1

Bulan ke-4
3
11
2
1

Bulan ke-4
3
9
2
1

Jalan ........Bulan ke-4Bulan


3
................. ke7
2
Pada .................
PENGA
81
sekolah.................
....
WASAN
4
.................
.................
3
PIGP.................
.................
2
Bulan
/
....
.................
1
Minggu ke
............
Bulan ke-4
6

3
2
1

Bulan ke-4
3
5
2
1

JADWA
L
KEGIAT
AN

Bulan ke-4
3
4
2
1

Bulan ke-4
3
3
2
1

Bulan ke-4 Bulan


3
ke1
2
21
4
3
2
1

Kegiatan

No.

Lampiran 18

Pelaporan
2.1 2.1
PerencanaanPen
2.3 PenilaiandanProgram
PelaksanaanPeng
Pembinaan
Monitoring
TindakLanjut
gawasan awasan
Evaluasi

1.

2.

148

5.

4
3
2
1

Bulan ke-4
3
11
2
1

Bulan ke-4
3
....... 9

Jalan
2
................
1
Pada ................Bulan ke-4
3
sekolah................
...
8
2
................
JADW................
1
................
................
4
AL ................
.......... Bulan ke-3
7
MONI................
2

TORIN
G
PIGP

Bulan /
1
Minggu ke
Bulan ke-4
3
6
2
1

Bulan ke-4
3
5
2
1

Bulan ke-4
3
4
2
1

Bulan ke-4
3
3
2
1

Bulan ke-4Bulan
3
ke1
2
21
4
3
2
1

Kegiatan

No.

MonitoringKegiatan
MonitoringKegiatan
MonitoringKegiatan
MonitoringKegiatan
PIGP
PIGP
PIGP
PIGP
TahapPembimbinga
TahapPersiapan
TahapPenilaian
TahapPelaporan
n

1.

2.

149

Lampiran 18

LAMPIRAN 19

INSTRUMEN MONITORNG PIGP

No AspekHasil Monitoring
Persiapan
1. Apakah Progam Induksi telah
tertuang dalam Rencana KerjaYaTidak
Sekolah?
2. Apakah program Induksi telah
teranggarkan dalam RencanaYaTidak
Kegiatan dan Anggaran
Sekolah?
3. Apakah sekolah telah memiliki
dokumen Program Induksi dan
dokumen pendukungnya?
a. Permendiknas danYaTidak
Lampiran tentang Program
Induksi

Dokumen Pendukung
Pelaksanaan Program Induksi yang
tertuang dalam RencanaKerja Sekolah
Alokasi dana pada Rencana Kegiatan
dan Anggaran Sekolah (RKAS)

b. Panduan Kerja

Ya

Tidak

c. Pedoman Program Induksi

Ya

Tidak
Bukti dokumen

d. Kurikulum Tingkat Satuan


Pendidikan (KTSP)
e. Kalender Pendidikan

Ya

Tidak

Ya

Tidak

f. Struktur Oranisasi Sekolah

Ya

Tidak

g. Pembagian Tugas Guru

Ya

Tidak

h. Pembagian Tugas Tenaga


Kependidikan
i. Peraturan Akademik

Ya

Tidak

Ya

Tidak

j. Tata Tertib
Sekolah/Madrasah

Ya

Tidak

k. Kode Etik
Sekolah/Madrasah

Ya

Tidak

l. Biaya Operasional
Sekolah/madrasah

Ya

Tidak

Lampiran 19

150

4.

5.

6.

7.

8.

9.

1.

2.

3.

4.

Apakah Kepala
Sekolah/Madrasah menyusun
Buku Pedoman Program
Induksi?
Apakah kepala sekolah
melakukan analisis kebutuhan?

Apakah kepala sekolah


memberi tugas guru yang
profesional untuk menjadi
pembimbing?
Apakah sekolah memiliki guru
yang memenuhi kriteria
sebagai pembimbing?

Apakah kepala sekolah


berkonsultasi dengan
pengawas sekolah tentang
pelaksanaan program Induksi?
Apakah kepala sekolah
mensosialisasikan Program
Induksi kepada warga sekolah?

Buku Pedoman Program Induksi


Ya

Tidak

Ya

Tidak

Lembar Analisis Kebutuhan yang telah


diisi

Ya

Tidak

Surat Tugas Pembimbing

Ya

Tidak

Keberadaan pembimbing sesuai kriteria

Ya

Tidak

Notula dan Daftar Hadir Rapat

Ya

B. Pelaksanaan
a. Pengenalan Lingkungan Sekolah
Apakah pembimbing
memperkenalkan situasi danYa
kondisi sekolah/madrasah
kepada guru pemula?
Apakah pembimbing
melakukan pembimbinganYa
dalam menyusunan
perencanaan dan pelaksanaan
proses pembelajaran dan tugas
terkait lainnya?
Apakah guru pemula
mengamati situasi dan kondisiYa
sekolah serta lingkungannya,
termasuk melakukan observasi
di kelas sebagai bagian
pengenalan situasi?
Apakah guru pemula
mempelajari Buku PedomanYa
dan Panduan Kerja bagi guru
pemula, data-data

151

Tidak

Bukti Sosialisasi (notula, daftar hadir,


dll), hasil wawancara dengan warga
sekolah

Tidak

Hasil wawancara guru pemula

Tidak

Hasil wawancara guru pemula


Dan Lembar Observasi Pembelajaran

Tidak

Hasil wawancara guru pemula


Dan Lembar Observasi Pembelajaran

Tidak

Hasil wawancara guru pemula

Lampiran 19

5.

6.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

sekolah/madrasah, tata tertib


sekolah/madrasah, dan kode
etik guru?
Apakah guru pemula
mempelajari ketersediaan dan
penggunaan sarana dan sumber
belajar di sekolah/madrasah?
Apakah guru pemula
mempelajari Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan?
b. Pelaksanaan pembimbingan
Apakah Pembimbingan Tahap
1 dilaksanakan pada bulan ke2?

Apakah guru pemula bersama


pembimbing menyusun
Silabus dan Rencana
Pelaksanaan
pembelajaran/Pembimbingan
(RPP) yang akan digunakan
pada pertemuan mingguminggu pertama.?
Apakah guru pemula bersama
pembimbing menyusun
Rencana Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan
untuk tahun pertama masa
induksi?
Apakah selama pembimbingan
pembimbing memberi motivasi
tentang pentingnya tugas guru?
Apakah selama
pembimbingan, pembimbing
memberi arahan tentang
perencanaan
pembelajaran/pembimbingan,
pelaksanaan
pembelajaran/pembimbingan
dan penilaian hasil
belajar/bimbingan siswa?
Apakah selama pembimbingan
pembimbing memberi
kesempatan untuk melakukan
observasi pembelajaran di
kelas dengan menggunakan

Lampiran 19

Ya

Tidak

Hasil wawancara guru pemula

Ya

Tidak

Hasil wawancara guru pemula

Ya

Tidak

Lembar Observasi Pembelajaran

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Silabus dan RPP yang dikembangkan


guru Pemula

Lembar RPK
PK yang digunakan

Hasil wawancara dengan guru pemula


tentang Pembimbing
Bukti dokumen pembimbingan

Ya

Tidak

Ya

Tidak

152

Lembar Observasi Pembelajaran


Guru lain

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

Lembar Observasi
Pembelajaran?
Apakah selama pembimbingan
pembimbing melibatkan guru
pemula dalam kegiatankegiatan di sekolah?
Apakah selama pembimbingan
pembimbing memberi arahan
dalam menyusun rencana dan
pelaksanaan program pada
kegiatan yang menjadi tugas
tambahan?
Apakah pembimbing dan guru
pemula menentukan fokus
elemen kompetensi yang akan
diobservasi?
Apakah guru pemula mengisi
lembar refleksi setelah ada
kesepakatan fokus elemen
kompetensi yang akan
diobservasi
Apakah guru pemula
melakukan refleksi pada pasca
observasi
Apakah pembimbing memberi
umpan balik dari hasil
observasi dan refleksi?
Apakah pembimbing
melakukan observasi lebih dari
atau sama dengan enam kali?
Apakah pembimbing
melakukan observasi
pembelajaran di bulan ke 2-9?

Ya

Tidak

Surat Tugas dan Bukti Kegiatan

Ya

Tidak

Hasil wawancara Guru pemula

Ya

Tidak

Hasil wawancara dengan guru pemula


Lembar obserasi dan Refleksi
Pembelajaran

Ya

Tidak

Lembar Refleski yang telah diisi

Ya

Tidak

Lembar Refleksi yang telah diisi

Ya

Tidak

Ya

Tidak

14.
Ya
Penilaian
15. Apakah kepala sekolah
melakukan obserasi
pembelajaran
16. Apakah kepala sekolah
melakukan observasi
pembelajaran lebih dari atau
sama dengan tiga kali?
17. Apakah pengawas sekolah
melakukan obserasi
pembelajaran

Ya

Tidak

Lembar Observasi pembelajaran yang


telah
Diisi (tangal pelaksanaan)

Tidak

Lembar Observasi pembelajaran yang


telah
Diisi (tangal pelaksanaan)

Ya

Tidak

Ya

Tidak

153

Hasil wawancara dengan guru pemula,


Umpan balik yang tertulis pada Lembar
Observasi Pembelajaran
Jumlah Lembar Observasi yang telah
diisi

Lembar Observasi pembelajaran yang


telah
Diisi (tangal pelaksanaan) oleh kepala
sekolah
Lembar Observasi pembelajaran yang
telah
Diisi (tangal pelaksanaan) oleh

Lampiran 19

18. Apakah pengawas sekolah


melakukan observasi
pembelajaran lebih dari atau
sama dengan dua kali?
19. Apakah kepala sekolah
melakukan observasi
pembelajaran di bulan ke-10?

20. Apakah pengawas sekolah


melakukan observasi
pembelajaran di bulan ke-10?

1.

2.

3.

4.

Pelaporan
Apakah kepala sekolah
menyusun draft Laporan
Penilaian Kinerja Guru pemula
dengan mendiskusikan hasil
dengan pembimbing dan
pengawas sekolah?
Apakah kepala sekolah dalam
menentukan keputusan
mempertimbangkan pendapat
pembimbing dan pengawas
sekolah?
Apakah Laporan Penilaian
Kinerja Guru Pemula
ditandatangani oleh kepala
sekolah dan pengawas
sekolah?
Apakah kepala sekolah
mengajukan penerbitan
sertifikat Program Induksi
telah sesuai dengan ketentuan
?

Lampiran 19

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

pengawas Sekolah
Lembar Observasi pembelajaran yang
telah
Diisi (tangal pelaksanaan) oleh
pengawas sekolah
Lembar Observasi pembelajaran yang
telah
Diisi (tangal pelaksanaan) oleh kepala
sekolah
Lembar Observasi pembelajaran yang
telah
Diisi (tangal pelaksanaan) oleh
pengawas sekolah

Draft Laporan Penilaian Kinerja Guru


Pemula beserta dokumen pendukung

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Daftar hadir dan notula rapat


pengambilan keputusan Penilaian
Kinerja Guru Pemula pada Program
Induksi

Ya

Tidak

Laporan Penilaian Kinerja Guru Pemula


yang telah ditanda tangani oleh kepala
sekolah dan pengawas sekolah

Ya

Tidak

154

Surat pengajuan penerbitan Sertifikat


Program Induksi

LAMPIRAN 20

ACTION PLAN PENGAWASAN PIGP

No

Kegiatan

Tujuan

Hasil yang
diharapkan

Sasaran

Waktu

Penanggung
Jawab
Kegiatan

Tempat

155

Lampiran 20

LAMPIRAN 21
4
3
2
1

Bulan ke-4
3
11
2
1

Bulan ke-4
3
9
2
Jalan .......
1
................
Bulan ke-4
................
3
Pada
8
2
sekolah................
...
1
................
................
JADW
................ Bulan ke 4
................
3
7
..........
AL ................
2
Bulan /
................
1

MONI
TORIN
G
PIGP

Minggu ke
Bulan ke-4
3
6
2
1

Bulan ke-4
3
5
2
1

Bulan ke-4
3
4
2
1
4

Bulan ke
3
3
2
1
4

Bulan ke
3
2
2
1
4

Bulan ke
3
1
2
1

Kegiatan

MonitoringKegiatan
MonitoringKegiatan
MonitoringKegiatan
MonitoringKegiatan
PIGP
PIGP
PIGP
PIGP
TahapPersiapan
TahapPembimbinga
TahapPenilaian
TahapPelaporan
n

No.

Lampiran 21

1.

156

2.

LAMPIRAN 22

PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 27 TAHUN 2010
TENTANG
PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
Menimbang

a. bahwa salah satu syarat untuk pengangkatan pertama kali


dalam jabatan fungsional guru harus memiliki kinerja yang
baik yang dinilai dalam masa program induksi;
b. bahwa Pasal 30 ayat (3) Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun
2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
menentukan bahwa program induksi diatur pada Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional tentang Program Induksi Bagi Guru
Pemula;

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4586);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor
194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4941);
4. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta
Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I
Kementerian Negara;

157

Lampiran 22

5. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai


Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II;
6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan

: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG


PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA.
Pasal 1

1. Program induksi bagi guru pemula yang selanjutnya disebut program induksi
adalah kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik
pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan
konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya.
2. Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan
proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat.
3. Guru tetap adalah guru yang diangkat oleh Pemerintah, pemerintah daerah,
penyelenggara pendidikan, atau satuan pendidikan untuk jangka waktu paling
singkat 2 (dua) tahun secara terus menerus, dan tercatat pada satuan
administrasi pangkal di satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari
Pemerintah atau pemerintah daerah serta melaksanakan tugas pokok sebagai
guru.
4. Pembimbing adalah guru profesional berpengalaman yang diberi tugas untuk
membimbing guru pemula dalam melaksanakan program induksi.
5. Kepala sekolah/madrasah adalah kepala Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal/
Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TK/RA/TKLB), Sekolah Dasar/Madrasah
Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB), Sekolah Menengah
Pertama/Madrasah Ts anawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa
(SMP/MTs/SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah
Menengah Atas Luar Biasa (SMA/MA/SMALB), dan Sekolah Menengah
Kejuruan/ Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) tempat guru pemula bertugas.
6. Pengawas adalah pengawas TK/RA/TKLB, SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB,
SMA/MA/SMALB, SMK/MAK yang menyelenggarakan program induksi.
7. Penilaian kinerja adalah penilaian terhadap proses dan hasil kerja yang dilakukan
oleh guru pemula.
8. Sertifikat program induksi yang selanjutnya disebut sertifikat adalah surat yang
dikeluarkan oleh dinas pendidikan/kantor kementerian agama setempat yang
menyatakan bahwa peserta program induksi telah menyelesaikan program
induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik.
9. Direktorat jenderal adalah direktorat jenderal yang bertanggung jawab dalam
pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pada Kementerian Pendidikan
Nasional atau Kementerian Agama.
10. Penyelenggara pendidikan adalah lembaga yang secara hukum merupakan
pemilik sah dari sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Lampiran 22

158

Pasal 2
Tujuan program induksi adalah membimbing guru pemula agar dapat:
a. beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah; dan
b. melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah.

Pasal 3
Program induksi diselenggarakan berdasarkan prinsip profesionalisme, kesejawatan,
akuntabel, dan berkelanjutan.
Pasal 4
Peserta program induksi adalah:
a. guru pemula berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang ditugaskan pada
sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah
daerah;
b. guru pemula berstatus pegawai negeri sipil (PNS) mutasi dari jabatan lain;
c. guru pemula bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang
diselenggarakan oleh masyarakat.
Pasal 5
(1) Guru pemula diberi hak memperoleh bimbingan dalam hal:
a. pelaksanaan proses pembelajaran, bagi guru kelas dan guru mata pelajaran;
b. pelaksanaan proses bimbingan dan konseling, bagi guru bimbingan dan
konseling;
c. pelaksanaan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
(2) Guru pemula yang telah menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja
paling kurang kategori baik berhak memperoleh sertifikat.
Pasal 6
Guru pemula memiliki kewajiban merencanakan pembelajaran/bimbingan dan
konseling, melaksanakan pembelajaran/bimbingan dan konseling yang bermutu,
menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran/bimbingan dan konseling, serta
melaksanakan perbaikan dan pengayaan.
Pasal 7
(1) Program induksi dilaksanakan di satuan pendidikan tempat guru pemula
bertugas selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 (satu)
tahun.
(2) Bagi guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain, program
induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan
fungsional guru.
(3) Bagi guru pemula yang berstatus bukan PNS, program Induksi dilaksanakan
sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan guru tetap.

159

Lampiran 22

(4) Program induksi dilaksanakan secara bertahap dan sekurang-kurangnya meliputi


persiapan, pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya, pelaksanaan dan
observasi pembelajaran/bimbingan dan konseling, penilaian, dan pelaporan.
(5) Guru pemula diberi beban mengajar antara 12 (dua belas) hingga 18 (delapan
belas) jam tatap muka per minggu bagi guru mata pelajaran, atau beban
bimbingan antara 75 (tujuh puluh lima) hingga 100 (seratus) peserta didik per
tahun bagi guru bimbingan dan konseling.
(6) Selamaberlangsungnyaprograminduksi,pembimbing,kepala
sekolah/madrasah, dan pengawas wajib membimbing guru pemula agar menjadi
guru profesional.
(7) Pembimbingan yang diberikan meliputi bimbingan dalam perencanaan
pembelajaran/bimbingan dan konseling, pelaksanaan kegiatan pembelajaran/
bimbingan dan konseling, penilaian dan evaluasi hasil pembelajaran/bimbingan
dan konseling, perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian
dan evaluasi pembelajaran/bimbingan dan konseling, dan pelaksanaan tugas
lain yang relevan.

Pasal 8
(1) Pembimbing ditugaskan oleh kepala sekolah/madrasah atas dasar
profesionalisme dan kemampuan komunikasi.
(2) Dalam hal sekolah/madrasah tidak memiliki pembimbing sebagaimana
dipersyaratkan, kepala sekolah/madrasah dapat menjadi pembimbing sejauh
dapat dipertanggungjawabkan dari segi profesionalisme dan kemampuan
komunikasi.
(3) Dalam hal kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing, kepala
sekolah/madrasah dapat meminta pembimbing dari satuan pendidikan yang
terdekat dengan persetujuan kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota
atau kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan tingkat
kewenangannya.

Pasal 9
(1) Penilaian terhadap kinerja guru pemula dilakukan pada akhir masa program
induksi.
(2) Hasil penilaian kinerja sebagaimana ayat (1) merupakan hasil kesepakatan
pembimbing, kepala sekolah/madrasah, dan pengawas;
(3) Hasil penilaian kinerja guru pemula berupa nilai dengan kategori amat baik, baik,
cukup, sedang, dan kurang, yang selanjutnya disampaikan kepada kepala dinas
pendidikan/kantor kementerian agama setempat.
(4) Kepala dinas pendidikan/kantor kementerian agama setempat menerbitkan
sertifikat bagi guru pemula yang memiliki kinerja paling kurang kategori baik.

Pasal 10
(1) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain, yang telah
menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik,
yang dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4)
dapat diusulkan untuk diangkat dalam jabatan fungsional guru.

Lampiran 22

160

(2) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain, yang belum
mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dapat mengajukan masa
perpanjangan paling lama 1 (satu) tahun.
(3) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain, yang tidak
mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dalam masa perpanjangan, dapat
ditugasi mengajar sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru.
(4) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain, yang ditugasi
mengajar sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru sebagaimana dimaksud
pada ayat (3), dapat diusulkan untuk diangkat dalam jabatan fungsional guru
apabila telah memiliki nilai kinerja paling kurang kategori baik pada tahun
berikutnya yang dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal
9 ayat (4).
(5) Guru pemula yang berstatus bukan PNS, yang telah menyelesaikan program
induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik, yang dibuktikan dengan
sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4) dapat diusulkan untuk
diangkat sebagai guru tetap dan diangkat dalam jabatan fungsional guru.
(6) Guru pemula yang berstatus bukan PNS, yang belum mencapai nilai kinerja
dengan kategori baik dapat mengajukan masa perpanjangan paling lama 1 (satu)
tahun.
(7) Guru pemula yang berstatus bukan PNS, yang tidak mencapai nilai kinerja
dengan kategori baik dalam masa perpanjangan, tidak dapat diangkat menjadi
guru tetap.
(8) Guru pemula yang berstatus bukan PNS, yang tidak mencapai nilai kinerja
dengan kategori baik dalam masa perpanjangan, dapat ditugasi mengajar
sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru.
(9) Guru pemula yang berstatus bukan PNS, yang ditugasi mengajar sebagai guru
tanpa jabatan fungsional guru sebagaimana ayat (8), dapat diusulkan untuk
diangkat sebagai guru tetap dan diangkat dalam jabatan fungsional guru apabila
telah memiliki nilai kinerja paling kurang kategori baik pada tahun berikutnya yang
dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4).

Pasal 11
(1) Direktorat jenderal melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan program
induksi bagi guru pemula secara nasional.
(2) Dinas pendidikan provinsi atau kantor wilayah kementerian agama melaksanakan
evaluasi pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup provinsi
dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya.
(3) Dinas pendidikan atau kantor kementerian agama kabupaten/kota melaksanakan
evaluasi pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup
kabupaten/kota dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya.
(4) Penyelenggara pendidikan melakukan evaluasi pelaksanaan program induksi
bagi guru pemula pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh
masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya.
(5) Direktorat jenderal memberikan bimbingan teknis terhadap implementasi
kebijakan program induksi bagi guru pemula secara nasional.
(6) Dinas pendidikan provinsi/kantor kementerian agama memberikan bimbingan
teknis terhadap pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup
provinsi dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya.

161

Lampiran 22

(7) Dinas pendidikan atau kantor kementrian agama kabupaten/kota memberikan


bimbingan teknis terhadap pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam
lingkup kabupaten/kota dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya.
(8) Penyelenggara pendidikan memberikan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan
program induksi bagi guru pemula pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan
oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya.
Pasal 12
Setiap sekolah/madrasah wajib melaksanakan program induksi bagi guru pemula
paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan.
Pasal 13
Tata cara pelaksanaan program induksi yang lebih rinci diatur dalam pedoman
sebagaimana tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini.
Pasal 14
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 27 Oktober 2010
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
MOHAMMAD NUH
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 27 Oktober 2010
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
PATRIALIS AKBAR
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 526

Salinan Sesuai dengan aslinya.


Kepala Biro Hukum dan Organisasi,

Dr. A. Pangerang Moenta,S.H.,M.H.,DFM.


NIP. 196108281987031003

Lampiran 22

162

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL


NOMOR 27 TAHUN 2010 TANGGAL 27 OKTOBER 2010

PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA

Program Induksi dapat dilaksanakan dalam beberapa model. Pihak sekolah


menggunakan Panduan Kerja yang disediakan Direktorat Jenderal untuk memandu
guru pemula dalam melaksanakan program induksi. Berikut ini diberikan salah satu
model pelaksanaan program Induksi melalui tahapan-tahapan:

A. Persiapan
Sekolah/madrasah yang akan melaksanakan program induksi bagi guru pemula
perlu melakukan hal-hal berikut:
1. Analisis kebutuhan

dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain: ciri

khas sekolah/madrasah, latar belakang pendidikan dan pengalaman

guru

pemula, ketersediaan pembimbing yang memenuhi syarat, penyediaan buku


pedoman, dan keberadaan organisasi profesi yang terkait.
2. Pelatihan program induksi bagi guru pemula yang diikuti oleh kepala
sekolah/madrasah dan calon pembimbing dengan pelatih seorang pengawas
yang telah mengikuti program pelatihan bagi pelatih program induksi.
3. Penyiapan buku pedoman bagi guru pemula yang memuat kebijakan
sekolah/madrasah, prosedur kegiatan sekolah/madrasah, format administrasi
pembelajaran/pembimbingan, dan informasi lain yang dapat membantu guru
pemula belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah/madrasah.
4. Penunjukan seorang pembimbing bagi guru pemula yang memiliki kriteria sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

163

Lampiran 22

B. Pengenalan Sekolah/Madrasah dan Lingkungannya


Pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya dilaksanakan pada bulan
pertama setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah tempat
guru pemula bertugas. Pada bulan pertama ini, dilakukan hal-hal berikut:
1. Pembimbing:
a. memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula;
b. memperkenalkan guru pemula kepada siswa;
c. melakukan pembimbingan dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan
proses pembelajaran dan tugas terkait lainnya;
2. Guru pemula:
a. mengamati situasi dan kondisi sekolah serta lingkungannya, termasuk
melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi;
b. mempelajari buku pedoman dan panduan kerja bagi guru pemula, data-data
sekolah/madrasah, tata tertib sekolah/madrasah, dan kode etik guru;
c. mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di
sekolah/madrasah;
d. mempelajari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

C. Pelaksanaan Pembimbingan
Pelaksanaan pembimbingan dilakukan pada bulan kedua sebagai berikut:
1. guru pemula bersama pembimbing menyusun silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran/pembimbingan (RPP) yang akan digunakan pada pertemuan
minggu-minggu pertama.
2. guru

pemula

bersama

pembimbing

menyusun

keprofesian berkelanjutan untuk tahun pertama masa induksi;

Lampiran 22

164

rencana

pengembangan

Bimbingan yang diberikan kepada guru pemula meliputi proses pembelajaran dan
pelaksanaan tugas lain yang terkait dengan tugasnya sebagai guru, seperti pembina
ekstra kurikuler.

Bimbingan dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan cara:


1. memberi motivasi tentang pentingnya tugas guru;
2. memberi

arahan

tentang

perencanaan

pembelajaran/pembimbingan,

pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan dan penilaian hasil belajar/bimbingan


siswa;
3. memberi kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan
menggunakan lembar observasi pembelajaran;

Bimbingan pelaksanaan tugas lain dilakukan dengan cara:


1. melibatkan guru pemula dalam kegiatan-kegiatan di sekolah;
2. memberi arahan dalam menyusun rencana dan pelaksanaan program pada
kegiatan yang menjadi tugas tambahan

Selanjutnya guru pemula melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan


dengan diobservasi oleh pembimbing sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setiap bulan
pada masa pelaksanaan program induksi dari bulan kedua sampai dengan bulan
kesembilan.

D. Penilaian
1. Metode Penilaian
Penilaian guru pemula merupakan penilaian kinerja berdasarkan kompetensi
guru: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut dapat dinilai melalui
observasi pembelajaran dan observasi pelaksanaan tugas lain. Observasi
pembelajaran dan pembimbingan ini diawali dengan pertemuan praobservasi
yang dilaksanakan untuk menentukan fokus sub-kompetensi guru yang akan

165

Lampiran 22

diobservasi (maksimal 5 sub-kompetensi), kemudian pelaksanaan observasi


yang dilakukan terhadap fokus sub-kompetensi yang telah disepakati, dan
diakhiri pertemuan pascaobservasi untuk membahas hasil observasi dan
memberikan umpan balik berdasarkan fokus sub-kompetensi yang telah
disepakati bersama, berupa ulasan tentang hal-hal yang sudah baik dan hal
yang perlu dikembangkan.
Hasil penilaian setiap sub-kompetensi dicantumkan dengan memberikan tanda
cek ( ) dan deskripsinya berdasarkan observasi. Deskripsi hasil penilaian
menjadi masukan atau umpan balik untuk perbaikan pada pelaksanaan
pembelajaran dan pembimbingan berikutnya.

Penilaian dilakukan dengan 2 (dua) tahap, yaitu:


1.

Tahap pertama, penilaian dilakukan oleh pembimbing pada bulan kedua


sampai dengan bulan kesembilan yang bertujuan untuk mengembangkan
kompetensi guru dalam proses pembelajaran dan pembimbingan dan tugas
lainnya;

2. Tahap kedua, penilaian dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan


pengawas yang bertujuan untuk menentukan nilai kinerja guru pemula.

Setiap hasil penilaian tahap pertama dan tahap kedua memuat penjelasan
mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan oleh guru
pemula yang dapat menjadi bahan masukan bagi perbaikan guru pemula untuk
memperoleh nilai kinerja baik.

Tabel : Komponen Penilaian Kinerja Guru Pemula

Kompetensi
1. Kompetensi pedagogis
1.1. Memahami latar belakang siswa
1.2. Memahami teori belajar
1.3. Pengembangan kurikulum

Lampiran 22

166

1.4. Aktivitas pengembangan pendidikan


1.5. Peningkatan potensi siswa
1.6. Komunikasi dengan siswa
1.7. Assessmen & evaluasi
2. Kompetensi kepribadian
2.1. Berperilaku sesuai dengan norma, kebiasaan, dan hukum
di Indonesia
2.2. Kepribadian matang dan stabil
2.3. Memiliki etika kerja dan komitmen serta kebanggan
menjadi guru
3. Kompetensi sosial
3.1. Berperilaku inklusif, objektif, dan tidak pilih kasih
3.2. Komunikasi dengan guru, pegawai sekolah,orang tua, dan
masyarakat
4. Kompetensi profesional
4.1. Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur, isi dan
standar kompetensi mata pelajaran dan tahap-tahap
pengajaran
4.2. Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri

Lembar Penilaian dan Kriteria Penilaian:


Penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian kinerja bagi
guru. Skor hasil penilaian selanjutnya dikonversi ke rentang 0-100, sebagai berikut:

Skor yang dperoleh


---------------------------- X 100 = ................ (Skor Akhir)
Total skor

Hasil skor akhir selanjutnya dimasukkan dalam kriteria sebagai berikut:


91 - 100

= Amat Baik

76 - 90

= Baik

61 - 75

= Cukup

51 - 60

= Sedang

< 50

= Kurang

167

Lampiran 22

2. Proses Penilaian Tahap Pertama


Penilaian tahap pertama dilaksanakan pada bulan kedua sampai dengan
kesembilan berupa penilaian kinerja guru melalui observasi pembelajaran dan
pembimbingan, ulasan, dan masukan oleh guru pembimbing. Penilaian tahap
pertama merupakan penilaian proses (assessment for learning) sebagai bentuk
pembimbingan guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran dan
pembimbingan yang meliputi menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dan
pembimbingan, melaksanakan pembelajaran dan pembimbingan, menilai hasil
pembelajaran dan pembimbingan, dan melaksanakan tugas tambahan.
Penilaian tahap ini dilakukan oleh pembimbing melalui observasi pembelajaran
dan pembimbingan dan observasi kegiatan yang menjadi beban kerja guru
pemula, dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setiap bulan
selama masa penilaian tahap pertama. Tujuan penilaian tahap pertama ini
adalah untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu dikembangkan,
memberikan umpan balik secara reguler, dan memberikan saran perbaikan
dengan melakukan diskusi secara terbuka tentang semua aspek mengajar
dengan suatu fokus spesifik yang perlu untuk dikembangkan. Pembimbing dapat
memberikan contoh proses pembelajaran dan pembimbingan yang baik di
kelasnya atau di kelas yang diajar oleh guru lain.

Proses observasi pembelajaran dan pembimbingan memiliki tahapan sebagai


berikut:
1. Praobservasi
Guru

pemula

dan

pembimbing

mendiskusikan,

menentukan,

menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi


paling banyak 5 (lima) sub-kompetensi dari keseluruhan kompetensi
sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang akan
diisi oleh pembimbing dan lembar refleksi diri yang akan diisi oleh guru
pemula. Lima sub-kompetensi yang menjadi obyek dalam fokus observasi
dapat ditentukan secara berbeda pada setiap pelaksanaan observasi yang
didasarkan pada hasil observasi sebelumnya.

Lampiran 22

168

dan

2. Pelaksanaan Observasi
Pembimbing mengisi

lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan

secara objektif pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan.


3. Pascaobservasi
Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah:
a. Guru pemula mengisi lembar refleksi pembelajaran dan pembimbingan
setelah selesai pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan.
b. Pembimbing dan guru pemula mendiskusikan proses pembelajaran dan
pembimbingan yang telah dilaksanakan.
c. Pembimbing memberikan salinan lembar observasi pembelajaran dan
pembimbingan kepada guru pemula yang telah ditandatangani oleh guru
pemula, pembimbing, dan kepala sekolah/madrasah untuk diarsipkan
sebagai dokumen portofolio penilaian proses (assessment for learning).
Penilaian tahap pertama ini dilaksanakan selama pelaksanaan kegiatan pokok
proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya. Selama berlangsungnya
penilaian tahap pertama kepala sekolah/madrasah memantau pelaksanaan
bimbingan dan penilaian tahap pertama terhadap guru pemula. Dalam penilaian
tahap pertama ini pengawas melakukan pemantauan, pembinaan, dan
pemberian dukungan dalam pelaksanaan bimbingan dan penilaian guru pemula.

3. Proses Penilaian Tahap Kedua


Penilaian tahap kedua dilaksanakan pada bulan kesepuluh sampai dengan bulan
kesebelas berupa observasi pembelajaran/pembimbingan, ulasan, dan masukan
oleh

kepala

sekolah/madrasah

dan

pengawas,

yang

mengarah

pada

peningkatan kompetensi dalam pembelajaran/pembimbingan. Penilaian tahap


kedua merupakan penilaian hasil (assessment of learning) yang bertujuan untuk
menilai

kompetensi

guru

pemula

dalam

melaksanakan

proses

pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya.

169

Lampiran 22

Observasi pembelajaran/pembimbingan pada penilaian tahap kedua dilakukan


oleh kepala sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali, sedangkan oleh
pengawas sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 2 (dua) kali. Observasi
pembelajaran/pembimbingan

dalam

penilaian

tahap

kedua

oleh

kepala

sekolah/madrsah dan pengawas disarankan untuk tidak dilakukan secara


bersamaan, dengan pertimbangan agar tidak menggangu proses pembelajaran
dan

pembimbingan.

Apabila

kepala

sekolah/madrasah

dan

pengawas

menemukan adanya kelemahan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan


pembimbingan oleh guru pemula, maka kepala sekolah/madrasah dan/atau
pengawas wajib memberikan umpan balik dan saran perbaikan kepada guru
pemula. Langkah observasi pembelajaran/pembimbingan yang dilakukan kepala
sekolah dan pengawas dalam tahap kedua adalah sebagai berikut:

1. Praobservasi
Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah bersama guru pemula
menentukan

dan

menyepakati

fokus

observasi

pembelajaran

pembimbingan yang meliputi paling banyak 5 (lima) sub-kompetensi dari


keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi
pembelajaran yang akan diisi oleh kepala sekolah atau pengawas
sekolah/madrasah dan lembar refleksi diri yang akan diisi oleh guru pemula.
2. Pelaksanaan Observasi
Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah mengisi lembar observasi
pembelajaran dan pembimbingan secara objektif dengan memberikan nilai
pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan.

Lampiran 22

170

dan

3. Pascaobservasi
Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah:
a. Guru pemula mengisi

lembar refleksi pembelajaran/pembimbingan

setelah pembelajaran/pembimbingan dilaksakan.


b. Kepala sekolah/madrasah, pengawas sekolah/madrasah dan guru pemula
mendiskusikan

hasil

penilaian

pada

setiap

tahap

pembelajaran/

pembimbingan.
c. Kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah memberikan
masukan kepada guru pemula setelah observasi selesai.
d. Guru

pemula

dan

kepala

sekolah/madrasah

atau

pengawas

sekolah/madrasah menandatangani lembar observasi pembelajaran dan


pembimbingan. Kepala sekolah memberikan salinan

lembar observasi

pembelajaran dan pembimbingan kepada guru pemula.


Hasil penilaian kinerja guru pemula pada akhir program induksi ditentukan
berdasarkan kesepakatan antara pembimbing, kepala sekolah/madrasah dan
pengawas dengan mengacu pada prinsip profesional, jujur, adil, terbuka,
akuntabel, dan demokratis. Peserta program induksi dinyatakan berhasil, jika
semua sub-kompetensi pada penilaian tahap kedua paling kurang memiliki nilai
baik.

E. Pelaporan
Penyusunan laporan dilaksanakan pada bulan kesebelas setelah penilaian tahap
kedua, dengan prosedur sebagai berikut:
1. Penentuan keputusan pada Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula
berdasarkan pengkajian penilaian tahap kedua dengan mempertimbangkan
penilaian tahap pertama, yang selanjutnya guru pemula dinyatakan memiliki nilai
kinerja dengan kategori amat baik, baik, cukup, sedang dan kurang.

171

Lampiran 22

amat baik, jika skor penilaian antara 91-100;

baik, jika skor penilaian antara 76-90;

cukup, jika skor penilaian antara 61-75;

sedang, jika skor penilaian antara 51-60;

kurang, jika skor penilaian kurang dari 50;

2. Penyusunan draft Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula oleh kepala
sekolah/madrasah

berdasarkan

pembahasan

dengan

pembimbing

pengawas sekolah/madrasah.
3. Penandatanganan Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dilakukan oleh
kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah.
4. Pengajuan penerbitan sertifikat program induksi dilakukan oleh kepala
sekolah/madrasah yang disampaikan kepada kepala dinas pendidikan atau
kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota bagi guru pemula yang telah
memiliki Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dengan nilai baik.
Sertifikat tersebut menyatakan bahwa peserta program induksi telah berhasil
menyelesaikan program induksi dengan nilai baik.

Isi laporan hasil pelaksanaan program induksi meliputi:


1. Data sekolah/madrasah;
2. Waktu pelaksanaan program induksi;
3. Data guru pemula peserta program induksi;
4. Deskripsi pelaksanaan pembimbingan oleh pembimbing;
5. Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap pertama;
6. Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap kedua;
7. Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula yang menyatakan kategori nilai kinerja guru
pemula (amat baik, baik, cukup, sedang dan kurang) ditandatangani kepala
sekolah/madrasah.
8. Pengawas sekolah ikut menandatangani Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula.

Lampiran 22

172

dan

Penyampaian laporan hasil pelaksanaan program induksi:


1. Laporan hasil pelaksanaan program induksi bagi guru pemula yang berstatus
CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain dalam lingkup pemerintah daerah
disampaikan oleh Kepala sekolah kepada kepala dinas pendidikan
provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya, untuk diteruskan ke badan
kepegawaian daerah.
2. Laporan hasil pelaksanaan program induksi guru pemula yang berstatus
CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain dalam lingkup Kementerian Agama
disampaikan oleh kepala madrasah kepada kepala kantor kementerian agama
kabupaten/kota sesuai tingkat kewenangannya.
3. Laporan hasil pelaksanaan program induksi guru pemula yang berstatus bukan
PNS disampaikan oleh Kepala sekolah/madrasah kepada penyelenggara
pendidikan dan kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau kepala
kantor kementerian agama kabupaten/kota.

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,


TTD.
MOHAMMAD NUH

Salinan Sesuai dengan aslinya.


Kepala Biro Hukum dan Organisasi,

Dr. A. Pangerang Moenta,S.H.,M.H.,DFM.


NIP. 196108281987031003

173

Lampiran 22

LAMPIRAN 23

PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 28 TAHUN 2010
TENTANG
PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
Menimbang

a. bahwa guru dapat diberikan tugas tambahan sebagai kepala


sekolah/madrasahuntuk memimpindanmengelola
sekolah/madrasah dalam upaya meningkatkan mutu
pendidikan;
b. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas kepala
sekolah/madrasah perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan
calon kepala sekolah/madrasah serta sertifikasi kompetensi
dan penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah;
c. bahwa Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai
Kepala Sekolah sudah tidak sesuai dengan perkembangan
sistem pendidikan nasional;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a, b, dan c perlu menetapkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional tentang Penugasan Guru Sebagai
Kepala Sekolah/Madrasah;

Mengingat

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-UndangNomor32Tahun2004tentang
Pemerintahan Daerah (LembaranNegaraRepublik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor
12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah;

Lampiran 23

174

3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan


Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4586);
4. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4916);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4496);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4754);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor
194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4941);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5105);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin
Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5135);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010
tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor
112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5157);
11. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
12. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta
Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I
Kementerian Negara;
13. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai
Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II;
14. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun
2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;

175

Lampiran 23

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG


PENUGASANGURUSEBAGAIKEPALASEKOLAH/
MADRASAH.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:


1. Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk
memimpin taman kanak-kanak/raudhotul athfal (TK/RA), taman kanak-kanak luar
biasa (TKLB), sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah dasar luar
biasa (SDLB), sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs),
sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah
atas/madrasah aliyah (SMA/MA), sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah
kejuruan (SMK/MAK), atau sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) yang
bukan sekolah bertaraf internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan
menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI).
2. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah.
3. Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah adalah suatu tahapan
dalam proses penyiapan calon kepala sekolah/madrasah melalui pemberian
pengalaman pembelajaran teoretik maupun praktik tentang kompetensi kepala
sekolah/madrasah yang diakhiri dengan penilaian sesuai standar nasional.
4. Penilaian akseptabilitas adalah penilaian calon kepala sekolah/madrasah yang
bertujuan untuk menilai ketepatan calon dengan sekolah/madrasah dimana yang
bersangkutan akan diangkat dan ditempatkan.
5. Kompetensi kepala sekolah/madrasah adalah pengetahuan, sikap dan
keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial,
kewirausahaan, supervisi, dan sosial.
6. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang
tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli
pendidikan.
7. Sertifikat kepala sekolah/madrasah adalah bukti formal sebagai pengakuan yang
diberikan kepada guru bahwa yang bersangkutan telah memenuhi kualifikasi dan
kompetensi untuk mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah.
8. Penilaian kinerja adalah suatu proses menentukan nilai kinerja kepala
sekolah/madrasah dengan menggunakan patokan-patokan tertentu.
9. Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah proses dan kegiatan yang
dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional
kepala sekolah/madrasah yang dilaksanakan berjenjang, bertahap, dan
berkesinambungan dalam rangka meningkatkan manajemen dan kepemimpinan
sekolah/madrasah
10. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.
11. Kementerian adalah kementerian yang menangani urusan pemerintah dalam
bidang pendidikan nasional.
12. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintah dalam bidang
pendidikan nasional.

Lampiran 23

176

13. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang bertanggungjawab di bidang


pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan
Nasional dan Kementerian Agama sesuai kewenangannya.
14. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota.
15. Kantor wilayah kementerian agama/kantor kementerian agama kabupaten/kota
adalah perwakilan Kementerian Agama tingkat provinsi dan tingkat
kabupaten/kota.
16. Dinas provinsi adalah dinas yang bertanggungjawab di bidang pendidikan di
provinsi.
17. Dinas kabupaten/kota adalah dinas yang bertanggungjawab di bidang pendidikan
di kabupaten/kota.
18. Pengawas sekolah adalah guru yang diangkat dalam jabatan pengawas
sekolah/madrasah.

BAB II
SYARAT-SYARAT GURU YANG DIBERI TUGAS TAMBAHAN
SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH
Pasal 2
(1) Guru dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah apabila
memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus.
(2) Persyaratan umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi :
a. beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S1) atau diploma empat
(D-IV) kependidikan atau nonkependidikan perguruan tinggi yang
terakreditasi;
c. berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun pada waktu
pengangkatan pertama sebagai kepala sekolah/madrasah;
d. sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dari dokter
Pemerintah;
e. tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai
dengan ketentuan yang berlaku;
f. memiliki sertifikat pendidik;
h. pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenis dan
jenjang sekolah/madrasah masing-masing, kecuali di taman kanakkanak/raudhatul athfal/taman kanak-kanakluar biasa (TK/RA/TKLB)
memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di
TK/RA/TKLB;
i. memiliki golongan ruang serendah-rendahnya III/c bagi guru pegawai negeri
sipil (PNS) dan bagi guru bukan PNS disetarakan dengan kepangkatan yang
dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang dibuktikan dengan
SK inpasing;
j. memperoleh nilai amat baik untuk unsur kesetiaan dan nilai baik untuk unsur
penilaian lainnya sebagai guru dalam daftar penilaian prestasi pegawai
(DP3) bagi PNS atau penilaian yang sejenis DP3 bagi bukan PNS dalam 2
(dua) tahun terakhir; dan
k. memperoleh nilai baik untuk penilaian kinerja sebagai guru dalam 2 (dua)
tahun terakhir.

177

Lampiran 23

(3) Persyaratan khusus guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala
sekolah/madrasah meliputi:
a. berstatus sebagai guru pada jenis atau jenjang sekolah/madrasah yang
sesuai dengan sekolah/madrasah tempat yang bersangkutan akan diberi
tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah;
b. memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah pada jenis dan jenjang yang
sesuai dengan pengalamannya sebagai pendidik yang diterbitkan oleh
lembaga yang ditunjuk dan ditetapkan Direktur Jenderal.
(4) Khusus bagi guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah
Indonesia luar negeri, selain memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam
ayat (3) butir a dan b juga harus memenuhi persyaratan khusus tambahan
sebagai berikut:
a. memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai kepala
sekolah/madrasah;
b. mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan atau bahasa negara
dimana yang bersangkutan bertugas;
c. mempunyai wawasan luas tentang seni dan budaya Indonesia sehingga
dapat mengenalkan dan mengangkat citra Indonesia di tengah-tengah
pergaulan internasional.

BAB III
PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH/MADRASAH
Pasal 3
(1) Penyiapan calon kepala sekolah/madrasah meliputi rekrutmen serta pendidikan
dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah.
(2) Kepala dinas propinsi/kabupaten/kota dan kantor wilayah kementerian
agama/kantorkementerianagamakabupaten/kotasesuaidengan
kewenangannya menyiapkan calon kepala sekolah/madrasah berdasarkan
proyeksi kebutuhan 2 (dua) tahun yang akan datang.
Pasal 4
(1) Calon kepala sekolah/madrasah direkrut dari guru yang telah memenuhi
persyaratan umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 2.
(2) Calon kepala sekolah/madrasah direkrut melalui pengusulan oleh kepala
sekolah/madrasah dan/atau pengawas yang bersangkutan kepada dinas
propinsi/kabupaten/kota dan kantor wilayah kementerian agama/kantor
kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 5
(1) Dinas propinsi/kabupaten/kota dan kantor wilayah kementerian agama/kantor
kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya melakukan
seleksi administratif dan akademik.
(2) Seleksi administratif dilakukan melalui penilaian kelengkapan dokumen yang
dikeluarkan oleh pihak yang berwenang sebagai bukti bahwa calon kepala
sekolah/madrasah bersangkutan telah memenuhi persyaratan umum
sebagaimana dimaksudkan pada Pasal 2 ayat (2).
(3) Seleksi akademik dilakukan melalui penilaian potensi kepemimpinan dan
penguasaan awal terhadap kompetensi kepala sekolah/madrasah sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.

Lampiran 23

178

(1) Guru yang telah lulus seleksi calon kepala sekolah/madrasah sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 harus mengikuti program pendidikan dan pelatihan
calon kepala sekolah/madrasah di lembaga terakreditasi.
(2) Akreditasi terhadap lembaga penyelenggara program penyiapan calon kepala
sekolah/madrasah dilaksanakan oleh lembaga yang ditunjuk dan ditetapkan
oleh menteri.
Pasal 7
(1) Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah merupakan kegiatan
pemberian pengalaman pembelajaran teoretik maupun praktik yang bertujuan
untuk menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada
dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi,
dan sosial.
(2) Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah dilaksanakan dalam
kegiatan tatap muka dalam kurun waktu minimal 100 (seratus) jam dan praktik
pengalaman lapangan dalam kurun waktu minimal selama 3 (tiga) bulan.
(3) Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah dikoordinasikan dan
difasilitasi oleh Pemerintah, pemerintah provinsi, dan/atau pemerintah
kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.
(4) Pemerintah dapat memfasilitasi pemerintah provinsi dan pemerintah
kabupaten/kota untuk meningkatkan kemampuan menyelenggarakan pendidikan
dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah.
(5) Pendidikan dan pelatihan diakhiri dengan penilaian untuk mengetahui
pencapaian kompetensi calon kepala sekolah/madrasah.
(6) Calon kepala sekolah/madrasah yang dinyatakan lulus penilaian diberi sertifikat
kepala sekolah/madrasah oleh lembaga penyelenggara.
(7) Sertifikat kepala sekolah/madrasah dicatat dalam database nasional dan diberi
nomor unik oleh menteri atau lembaga yang ditunjuk

Pasal 8
Ketentuan lebih lanjut mengenai penyiapan calon kepala sekolah/madrasah diatur
dalam pedoman yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
BAB IV
PROSES PENGANGKATAN KEPALA SEKOLAH/MADRASAH
Pasal 9
(1) Pengangkatan kepala sekolah/madrasah dilakukan melalui penilaian
akseptabilitas oleh tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah.
(2) Tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah ditetapkan oleh
Pemerintah,pemerintahprovinsi,pemerintahkabupaten/kota,atau
penyelenggara sekolah/madrasah yang dilaksanakan oleh masyarakat sesuai
dengan kewenangannya.
(3) Tim pertimbangan melibatkan unsur pengawas sekolah/madrasah dan dewan
pendidikan.

179

Lampiran 23

(4) Berdasarkanrekomendasitimpertimbanganpengangkatankepala
sekolah/madrasah,Pemerintah,pemerintahprovinsi,pemerintah
kabupaten/kota, atau penyelenggara sekolah/madrasah sesuai dengan
kewenangannya mengangkat guru menjadi kepala sekolah/madrasah sebagai
tugas tambahan.
(5) Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah
mendapatkan tunjangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
BAB V
MASA TUGAS
Pasal 10
(1) Kepala sekolah/madrasah diberi 1 (satu) kali masa tugas selama 4 (empat)
tahun.
(2) Masa tugas kepala sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapat diperpanjang untuk 1 (satu) kali masa tugas apabila memiliki prestasi kerja
minimal baik berdasarkan penilaian kinerja.
(3) Guru yang melaksanakan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah 2
(dua) kali masa tugas berturut-turut, dapat ditugaskan kembali menjadi kepala
sekolah/madrasah di sekolah/madrasah lain yang memiliki nilai akreditasi lebih
rendah dari sekolah/madrasah sebelumnya, apabila :
a. telah melewati tenggang waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) kali masa tugas;
atau
b. memiliki prestasi yang istimewa.
(4) Prestasi yang istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b adalah
memiliki nilai kinerja amat baik dan berprestasi di tingkat kabupaten/kota/
provinsi/nasional.
(5) Kepala sekolah/madrasah yang masa tugasnya berakhir, tetap melaksanakan
tugas sebagai guru sesuai dengan jenjang jabatannya dan berkewajiban
melaksanakan proses pembelajaran atau bimbingan dan konseling sesuai
dengan ketentuan.

BAB VI
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
Pasal 11
(1) Pengembangankeprofesianberkelanjutanmeliputipengembangan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada dimensi-dimensi kompetensi
kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.
(2) Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan melalui pengembangan
diri, publikasi ilmiah, dan/atau karya inovatif.
(3) Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan Direktur Jenderal.

Lampiran 23

180

BAB VII
PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH/MADRASAH
Pasal 12
(1) Penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dilakukan secara berkala setiap
tahun dan secara kumulatif setiap 4 (empat) tahun.
(2) Penilaian kinerja tahunan dilaksanakan oleh pengawas sekolah/madrasah.
(3) Penilaian kinerja 4 (empat) tahunan dilaksanakan oleh atasan langsung dengan
mempertimbangkan penilaian kinerja oleh tim penilai yang terdiri dari pengawas
sekolah/madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah dimana
yang bersangkutan bertugas.
(4) Penilaian kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat
kepala sekolah/madrasah;
b. peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar
nasional pendidikan selama dibawah kepemimpinan yang bersangkutan;
dan
c. Usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah;
(5) Hasil penilaian kinerja dikategorikan dalam tingkatan amat baik, baik, cukup,
sedang atau kurang.
(6) Penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai pedoman
penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah yang ditetapkan oleh Direktur
Jenderal.

BAB VIII
MUTASI DAN PEMBERHENTIAN TUGAS GURU SEBAGAI
KEPALA SEKOLAH/MADRASAH
Pasal 13
Kepala sekolah/madrasah dapat dimutasikan setelah melaksanakan masa tugas
dalam 1 (satu) sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
Pasal 14
(1) Kepala sekolah/madrasah dapat diberhentikan dari penugasan karena:
a. permohonan sendiri;
b. masa penugasan berakhir;
c. telah mencapai batas usia pensiun jabatan fungsional guru;
d. diangkat pada jabatan lain;
e. dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat;
f. dinilai berkinerja kurang dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud
pada Pasal 12
g. berhalangan tetap;
h. tugas belajar sekurang-kurangnya selama 6 (enam) bulan;dan/atau
i. meninggal dunia.
(2) Pemberhentian kepala sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditetapkan oleh Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota,
atau penyelenggara sekolah/madrasah sesuai dengan kewenangannya.

181

Lampiran 23

Pasal 15
Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, atau pejabat yang
ditunjuk sesuai dengan kewenangannya berdasarkan penilaian kinerja dan masukan
dari tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah menetapkan
keputusan perpanjangan masa penugasan kepala sekolah/madrasah.
BAB IX
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 16
Pada saat Peraturan Menteri ini ditetapkan guru yang sedang melaksanakan tugas
tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah, masa tugasnya dihitung sejak yang
bersangkutan ditugaskan sebagai kepala sekolah/madrasah.

Pasal 17
Pada saat Peraturan Menteri ini ditetapkan, guru yang telah atau sedang
melaksanakan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah tidak
dipersyaratkan memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah sampai selesai masa
tugasnya.
BAB X
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 18
(1) Dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak berlakunya Peraturan
Menteri ini Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, atau
penyelenggara sekolah/madrasah wajib melaksanakan program penyiapan
calon kepala sekolah/madrasah.
(2) Pemerintah,pemerintahprovinsi,pemerintahkabupaten/kota,atau
penyelenggara sekolah/madrasah wajib melaksanakan Peraturan Menteri ini
dalam penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah paling lambat tahun
2013.

Pasal 19
Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah
dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 20
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan

Lampiran 23

182

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan


Menteri Pendidikan Nasional ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 27 Oktober 2010
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
MOHAMMAD NUH
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 27 Oktober 2010
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
PATRIALIS AKBAR
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 527

Salinan Sesuai dengan aslinya.


Kepala Biro Hukum dan Organisasi,

Dr. A. Pangerang Moenta,S.H.,M.H.,DFM.


NIP. 196108281987031003

183

Lampiran 23

LAMPIRAN 24

PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 63 TAHUN 2009
TENTANG
SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
Menimbang : a. bahwa pendidikan nasional menjadi tanggung jawab bersama
antara Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dan
oleh karena itu penjaminan mutu pendidikan menjadi
tanggung jawab bersama ketiga unsur tersebut;
b. bahwa penjaminan mutu pendidikan perlu terus didorong
dengan perangkat peraturan perundang-undangan yang
memberikan arah dalam pelaksanaannya;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional tentang Sistem Penjaminan Mutu
Pendidikan;

Mengingat

Lampiran 24

: 1. Undang-Undang Nomo r 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437);
3. Undang-Undang Nomor 14 Ta hun 2005 tentang Guru dan
Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 157, Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia
Nomor 4586);

184

4. Undang-Undang Nomor 43 Tahu n 2007 tentang Perpustakaan


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4774);
5. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 166, Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia
Nomor 4916);
6. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2009 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4965);
7. Undang-Undang Nomor 25 Ta hun 2009 tentang Pelayanan
Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 112, Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia
Nomor 5038);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4496);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4737);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib
Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 90, Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia
Nomor 4863);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang
Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4864);
12. Peraturan Pemerintah 74 Tahun 2008 tentang Guru
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor
194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4941);
13. Peraturan Pemerintah 37 Tahun 2009 tentang Dosen
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5007);

185

Lampiran 24

14. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan,


Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja
Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden
Nomor 20 Tahun 2008;
15. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai
Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu, sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden
Nomor 77/P Tahun 2007;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan:

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG


SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Bagian Kesatu
Batasan Istilah
Pasal 1

Dalam peraturan menteri ini yang dimaksud dengan:


1. Mutu pendidikan adalah tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat
diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional.
2. Penjaminan mutu pendidikan adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh
satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program
pendidikan, pemerintah daerah, Pemerintah, dan masyarakat untuk
menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan.
3. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut SPMP
adalah subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional yang fungsi utamanya
meningkatkan mutu pendidikan.
4. Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan yang selanjutnya disebut
SPM adalah jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus
disediakan oleh satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan
atau program pendidikan, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten
atau kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38
Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.
5. Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut SNP adalah
sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan dan peraturan perundangan lain yang
relevan.

Lampiran 24

186

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut LPMP


adalah unit pelaksana teknis Departemen Pendidikan Nasional
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 7
Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu
Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 66 Tahun
2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu
Pendidikan Sumatera Barat, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa
Tengah, dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan.
Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal yang selanjutnya
disebut BPPNFI adalah unit pelaksana teknis Departemen Pendidikan
Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 28 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai
Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal.
Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal yang selanjutnya
P2PNFI adalah unit pelaksana teknis Departemen Pendidikan Nasional
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8
Tahun 2008 tentang Organisasi dan Ta ta Kerja Pusat Pengembangan
Pendidikan Nonformal dan Informal.
Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah
sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan.
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut BANPT adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Badan Akreditasi Nasional Sekolah/ Madrasah yang selanjutnya disebut
BAN-S/M adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor
19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal yang selanjutnya disebut
BAN-PNF adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor
19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Badan akreditasi provinsi yang selanjutnya disebut BAP adalah
sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan.
Departemen adalah departemen yang menangani urusan pemerintahan
dalam bidang pendidikan nasional.
Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan dalam
bidang pendidikan nasional.

14.
15.

187

Lampiran 24

Bagian Kedua
Tujuan Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 2
(1)

(2)

Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan


kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh
Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
yang dicapai melalui penerapan SPMP.
Tujuan antara penjaminan mutu pendidikan adalah terbangunnya SPMP
termasuk:
a. terbangunnya budaya mutu pendidikan formal, nonformal, dan/atau
informal;
b. pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan proporsional
dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal pada
satuan atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program
pendidikan, pemerintah kabupaten atau kota, pemerintah provinsi, dan
Pemerintah;
c. ditetapkannya secara nasional acuan mutu dalam penjaminan mutu
pendidikan formal dan/atau nonformal;
d. terpetakannya secara nasional mutu pendidikan formal dan nonformal
yang dirinci menurut provinsi, kabupaten atau kota, dan satuan atau
program pendidikan;
e. terbangunnya sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal
berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal, terpadu, dan
tersambung yang menghubungkan satuan atau program pendidikan,
penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah kabupaten
atau kota, pemerintah provinsi, dan Pemerintah.

Bagian Ketiga
Paradigma dan Prinsip Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 3
(1)

Penjaminan mutu pendidikan menganut paradigma:


a. pendidikan untuk semua yang bersifat inklusif dan tidak mendiskriminasi
peserta didik atas dasar latar belakang apa pun;
b. pembelajaran sepanjang hayat berpusat pada peserta didik yang
memperlakukan, memfasilitasi, dan mendorong peserta didik menjadi
insan pembelajar mandiri yang kreatif, inovatif, dan berkewirausahaan;
dan
c. pendidikanuntukperkembangan,pengembangan,dan/atau
pembangunan berkelanjutan (education for sustainable development),
yaitu pendidikan yang mampu mengembangkan peserta didik menjadi
rahmat bagi sekalian alam.

Lampiran 24

188

(2)

Penjaminan mutu pendidikan dilakukan atas dasar prinsip:


a. keberlanjutan;
b. terencana dan sistematis, dengan kerangka waktu dan target-target
capaian mutu yang jelas dan terukur dalam penjaminan mutu pendidikan
formal dan nonformal;
c. menghormati otonomi satuan pendidikan formal dan nonformal;
d. memfasilitasi pembelajaran informal masyarakat berkelanjutan dengan
regulasi negara yang seminimal mungkin;
e. SPMP merupakan sistem terbuka yang terus disempurnakan secara
berkelanjutan.

Bagian Keempat
Cakupan Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 4
(1)

(2)

Tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) mengacu pada mutu kehidupan manusia
dan bangsa Indonesia yang komprehensif dan seimbang yang mencakup
sekurang-kurangnya:
a. mutu keimanan, ketakwaan, akhlak, budi pekerti, dan kepribadian;
b. kompetensi intelektual, estetik, psikomotorik, kinestetik, vokasional,
serta kompetensi kemanusiaan lainnya sesuai dengan bakat, potensi,
dan minat masing-masing;
c. muatan dan tingkat kecanggihan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
yang mewarnai dan memfasilitasi kehidupan;
d. kreativitas dan inovasi dalam menjalani kehidupan;
e. tingkat kemandirian serta daya saing, dan
f. kemampuan untuk menjamin keberlanjutan diri dan lingkungannya.
Penjaminan mutu pendidikan meliputi:
a. penjaminan mutu pendidikan formal;
b. penjaminan mutu pendidikan nonformal; dan
c. penjaminan mutu pendidikan informal.

Bagian Kelima
Pembagian Peran dalam Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 5
Penjaminan mutu pendidikan formal dan nonformal dilaksanakan oleh satuan
atau program pendidikan.

189

Lampiran 24

Pasal 6
(1)

(2)

(3)

Penyelenggara satuan atau program pendidikan wajib menyediakan


sumber daya yang diperlukan untuk terlaksananya penjaminan mutu
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5.
Penyelenggara satuan atau program pendidikan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) meliputi:
a. penyelenggara satuan atau program pendidikan masyarakat;
b. pemerintah kabupaten atau kota;
c. pemerintah provinsi;
d. Pemerintah.
Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d terdiri dari:
DepartemenPendidikanNasional,DepartemenAgama,dan
kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan.

Pasal 7
(1)

(2)

(3)

(4)

Penyelenggara satuan atau program pendidikan mensupervisi, mengawasi,


dan dapat memberi fasilitasi, saran, arahan, dan/atau bimbingan kepada
satuan atau program pendidikan dalam penjaminan mutu pendidikan.
Pemerintah kabupaten atau kota mensupervisi, mengawasi, mengevaluasi,
dan dapat memberi bantuan, fasilitasi, saran, arahan, dan/atau bimbingan
kepada satuan atau progr am pendidikan sesuai kewenangannya dalam
penjaminan mutu pendidikan.
Pemerintah provinsi mensupervisi, mengawasi, mengevaluasi, dan dapat
memberi bantuan, fasilitasi, saran, arahan, dan/atau bimbingan kepada
satuan atau program pendidikan sesuai kewenangannya dalam penjaminan
mutu pendidikan.
Pemerintah mensupervisi, mengawasi, mengevaluasi, dan dapat memberi
bantuan, fasilitasi, saran, arahan,dan/atau bimbingan kepada satuan atau
program pendidikan sesuai kewenangannya dalam penjaminan mutu
pendidikan.

Pasal 8
(1)

(2)

Pemerintah kabupaten atau kota wajib mensupervisi, mengawasi, dan


mengevaluasi, serta dapat memberi fasilitasi, saran, arahan, dan/atau
bimbingankepadapenyelenggarasatuanpendidikansesuai
kewenangannya berkaitan dengan penjaminan mutu satuan pendidikan.
Pemerintah provinsi wajib mensupervisi, mengawasi, dan mengevaluasi,
serta dapat memberi fasilitasi, saran, arahan, dan/atau bimbingan kepada
pemerintah kabupaten atau kota dan/atau penyelenggara satuan
pendidikan sesuai kewenangannya berkaitan dengan penjaminan mutu
satuan pendidikan.

Lampiran 24

190

(3)

Pemerintah wajib mensupervisi, mengawasi, dan mengevaluasi, serta


dapat memberi fasilitasi, saran, arahan, dan/atau bimbingan kepada
pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten atau kota, dan/atau
penyelenggara satuan pendidikan sesuai kewenangannya berkaitan
dengan penjaminan mutu satuan pendidikan.
BAB II
PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN INFORMAL
Pasal 9

(1)
(2)
(3)

Penjaminan mutu pendidikan informal dilaksanakan oleh masyarakat baik


secara perseorangan, kelompok, maupun kelembagaan.
Penjaminan mutu pendidikan informal oleh masyarakat dapat dibantu
dan/atau diberi kemudahan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah.
Bantuan dan/atau kemudahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat
berbentuk:
a. pendirian perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
b. penyediaan bahan pustaka pada Perpustakaan Nasional, perpustakaan
daerah provinsi, perpustakaan daerah kabupaten atau kota,
perpustakaan kecamatan, perpustakaan desa, dan/atau taman bacaan
masyarakat (TBM);
c. pemberian bantuan dan/atau kemudahan pendirian dan/atau
pengoperasian perpustakaan milik masyarakat seperti perpustakaan di
tempat ibadah;
d. pemberian kemudahan akses ke sumber belajar multi media di
perpustakaan bukan satuan pendidikan formal dan nonformal.
e. pemberian bantuan dan/atau kemudahan pendirian dan/atau
pengoperasian toko buku kategori usaha kecil milik masyarakat di
daerah yang belum memiliki toko buku atau jumlah toko bukunya belum
mencukupi kebutuhan;
f. kebijakan perbukuan nonteks yang mendorong harga buku nonteks
terjangkau oleh rakyat banyak;
g. pemberian subsidi atau penghargaan kepada penulis buku nonteks dan
nonjurnal-ilmiah yang berprestasi dalam pendidikan informal;
h. pemberian penghargaan kepada media masa yang berprestasi dalam
menyiarkan atau mempublikasikan materi pembelajaran informal kepada
masyarakat;
i. pemberian penghargaan kepada anggota masyarakat yang berprestasi
atau kreatif dalam menghasilkan film hiburan yang sarat pembelajaran
informal;
j. pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat yang berprestasi
atau kreatif dalam pembelajaran informal masyarakat ;
k. pemberian penghargaan kepada anggota masyarakat yang sukses
melakukan pembelajaran informal secara otodidaktif;

191

Lampiran 24

l. pemberian layanan ujian kesetaraan sesuai peraturan perundangundangan; serta


m. kegiatan lain yang membantu dan/atau mempermudah pembelajaran
informal oleh masyarakat.
BAB III
PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN FORMAL DAN NONFORMAL
Bagian Kesatu
Acuan Mutu Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 10
(1)

(2)

Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan


ditujukan untuk memenuhi tiga tingkatan acuan mutu, yaitu:
a. SPM;
b. SNP; dan
c. Standar mutu pendidikan di atas SNP.
Standar mutu pendidikan di atas SNP sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapat berupa:
a. Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal
b. Standar mutu di atas SNP yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi
standar internasional tertentu.

Pasal 11
(1)

(2)
(3)
(4)

SPM berlaku untuk:


a. satuan atau program pendidikan;
b. penyelenggara satuan atau program pendidikan;
c. pemerintah kabupaten atau kota; dan
d. pemerintah provinsi.
SNP berlaku bagi satuan atau program pendidikan.
Standar mutu di atas SNP berlaku bagi satuan atau program pendidikan
yang telah memenuhi SPM dan SNP.
Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal dapat dirintis
pemenuhannya oleh satuan pendidikan yang telah memenuhi SPM dan
sedang dalam proses memenuhi SNP.

Pasal 12
(1)
(2)
(3)

SPM ditetapkan oleh Menteri.


SNP ditetapkan oleh Menteri.
Standar mutu di atas SNP dipilih oleh satuan atau program pendidikan
sesuai prinsip otonomi satuan pendidikan.

Lampiran 24

192

Pasal 13
(1)

(2)

(3)

(4)

SNP bagi satuan atau program pendidikan nonformal dirumuskan


sedemikian rupa sehingga tidak menghilangkan atau mengurangi
keluwesan dan kelenturan pendidikan nonformal dalam melayani
pembelajaran peserta didik sesuai dengan3 kebutuhan, kondisi, dan
problematika yang dihadapi masing-masing peserta didik.
Acuan mutu satuan atau program pendidikan formal adalah:
a. SPM;
b. SNP; dan
c. Standar mutu di atas SNP yang dipilih satuan atau program pendidikan
formal.
Acuan mutu satuan atau program pendidikan nonformal yang lulusannya
ditujukan untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal adalah:
a. SPM;
b. Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Kompetensi Lulusan dalam
SNP yang berlaku bagi satuan atau program pendidikan formal yang
sederajat; dan
c. Standar mutu di atas SNP sebagaimana dimaksud pada huruf b.
Acuan mutu satuan atau program pendidikan nonformal yang lulusannya
tidak ditujukan untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal
adalah:
a. SPM;
b. SNP yang berlaku bagi satuan atau program studi pendidikan nonformal
masing-masing; dan
c. Standar mutu di atas SNP sebagaimana dimaksud pada huruf b.

Bagian Kedua
Kerangka Waktu Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 14
(1)

(2)

SPM harus dipenuhi oleh penyelenggara satuan pendidikan dalam rangka


memperoleh izin definitif pendirian satuan pendidikan atau pembukaan
program pendidikan.
SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipenuhi oleh penyelenggara
satuan atau program pendidikan paling lambat 2 (dua) tahun setelah satuan
atau program pendidikan memperoleh izin prinsip untuk berdiri dan
beroperasi.
Pasal 15

(1)

(2)

SPM yang berlaku bagi penyelenggara satuan pendidikan dipenuhi oleh


penyelenggara satuan pendidikan dalam waktu paling lama 5 (lima) tahun
sejak ditetapkannya SPM yang bersangkutan.
SPM yang berlaku bagi pemerintah kabupaten atau kota dipenuhi oleh
pemerintah kabupaten atau kota dalam waktu paling lama 5 (lima) tahun
sejak ditetapkannya SPM yang bersangkutan.

193

Lampiran 24

(3)

SPM yang berlaku bagi pemerintah provinsi dipenuhi oleh pemerintah


provinsi dalam waktu paling lama 5 (lima) tahun sejak ditetapkannya SPM
yang bersangkutan.
Pasal 16

(1)

(2)

(3)

SNP dipenuhi oleh satuan atau program pendidikan dan penyelenggara


satuan atau program pendidikan secara sistematis dan bertahap dalam
kerangka jangka menengah yang ditetapkan dalam rencana strategis
satuan atau program pendidikan.
Standar mutu di atas SNP dipenuhi oleh satuan atau program pendidikan
dan penyelenggara satuan atau program pendidikan secara sistematis dan
bertahap dalam kerangka waktu yang ditetapkan dalam rencana strategis
satuan atau program pendidikan.
Rencana Strategis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
menetapkan target-target terukur capaian mutu secara tahunan.

Bagian Ketiga
Tanggung Jawab dan Koordinasi Pem enuhan Standar Mutu Pendidikan
Pasal 17
Pemenuhan SPM menjadi tanggung jawab:
a. satuan atau program pendidikan formal atau nonformal;
b. penyelenggara satuan atau program pendidikan formal atau nonformal;
c. pemerintah kabupaten atau kota; dan
d. pemerintah provinsi.
Pasal 18
(1)

(2)

(3)

(4)

Pemenuhan Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan,


Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan
Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar
Penilaian Pendidikan, masing-masing dalam SNP dan standar mutu di atas
SNP, menjadi tanggung jawab satuan pendidikan formal.
Pemenuhan Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Kompetensi Lulusan
dalam SNP dan standar mutu di atas SNP menjadi tanggung jawab satuan
atau program pendidikan nonformal yang lulusannya ditujukan untuk
mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal.
Pemenuhan SNP dan standar mutu di atas SNP menjadi tanggung jawab
satuan atau program pendidikan nonforma yang lulusannya tidak ditujukanl
untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal.
Penyediaan sumber daya untuk pemenuhan Standar sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), menjadi tanggung jawab
penyelenggara satuan atau program pendidikan.

Lampiran 24

194

Pasal 19
(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan secara nasional


dituangkan dalam Rencana Strategis Pendidikan Nasional yang
menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan.
Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan pada tingkat provinsi
dituangkan dalam rencana strategis pendidikan provinsi yang menetapkan
target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan
dengan Rencana Strategis Pendidikan Nasional.
Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan pada tingkat kabupaten
atau kota dituangkan dalam rencana strategis pendidikan kabupaten atau
kota yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan
secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Provinsi
dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional.
Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan pada tingkat
penyelenggara satuan atau program pendidikan dituangkan dalam rencana
strategis penyelenggara satuan atau program pendidikan yang menetapkan
target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan
dengan Rencana Strategis Pendidikan Kabupaten atau Kota yang
bersangkutan, Rencana Strategis Pendidikan Provinsi yang bersangkutan ,
dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional.
Program penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan
dituangkan dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan yang
menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan
dan sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Penyelenggara satuan
atau program pendidikan yang bersangkutan, Rencana Strategis
Pendidikan Kabupaten atau Kota yang bersangkutan, Rencana Strategis
Pendidikan Provinsi yang bersangkutan, dan Rencana Strategis Pendidikan
Nasional.

Bagian Keempat
Jenis Kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 20
(1)

Kegiatan penjaminan mutu pendidikan formal dan nonformal terdiri atas:


a. penetapan regulasi penjaminan mutu pendidikan oleh Pemerintah,
pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten atau kota berdasarkan
peraturan perundang-undangan;
b. penetapan SPM;
c. penetapan SNP;
d. penetapan prosedur operasional standar (POS) penjaminan mutu
pendidikan oleh penyelenggara satuan pendidikan atau penyelenggara
program pendidikan;

195

Lampiran 24

(2)

e. penetapan prosedur operasional standar (POS) penjaminan mutu tingkat


satuan pendidikan oleh satuan atau program pendidikan;
f. pemenuhan standar mutu acuan oleh satuan atau program pendidikan;
g. penyusunan kurikulum oleh satuan pendidikan sesuai dengan acuan
mutu;
h. penyediaan sumber daya oleh penyelenggara satuan atau program
pendidikan;
i. pemberian bantuan, fasilitasi, saran, arahan, dan/atau bimbingan oleh
Pemerintah;
j. pemberian bantuan, fasilitasi, saran, arahan, dan/atau bimbingan oleh
pemerintah provinsi;
k. pemberian bantuan, fasilitasi, saran, arahan, dan/atau bimbingan oleh
pemerintah kabupaten atau kota;
l. pemberian bantuan, fasilitasi, saran, arahan, dan/atau bimbingan oleh
penyelenggara satuan atau program pendidikan;
m. pemberian bantuan dan/atau saran oleh masyarakat;
n. supervisi dan/atau pengawasan oleh Pemerintah;
o. supervisi dan/atau pengawasan oleh pemerintah provinsi;
p. supervisi dan/atau pengawasan oleh pemerintah kabupaten atau kota;
q. supervisi dan/atau pengawasan oleh penyelenggara satuan atau
program pendidikan;
r. pengawasan oleh masyarakat ;
s. pengukuran ketercapaian standar mutu acuan; dan
t. evaluasi dan pemetaan mutu satuan atau program pendidikan oleh
Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten atau kota.
Pengukuran ketercapaian standar mutu acuan dilakukan melalui:
a. audit kinerja;
b. akreditasi;
c. sertifikasi; atau
d. bentuk lain pengukuran capaian mutu pendidikan.

Bagian Kelima
Tanggung Jawab Menteri Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 21
(1)
(2)

(3)
(4)

Menteri menetapkan regulasi nasional penjaminan mutu pendidikan sesuai


dengan peraturan perundang-undangan;
Menteri menetapkan SPM yang berlaku bagi satuan atau program
pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah
kabupaten atau kota, dan pemerintah provinsi;
Menteri menetapkan SNP yang berlaku bagi satuan atau program
pendidikan.
Menteri menetapkan program koordinasi penjaminan mutu pendidikan
secara nasional dalam Rencana Strategis Pendidikan Nasional.

Lampiran 24

196

(5)

Menteri melakukan evaluasi pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan


secara nasional dan dampaknya pada peningkatan kecerdasan kehidupan
bangsa.
Pasal 22

(1)

(2)

Menteri memetakan secara nasional pemenuhan SPM oleh satuan


pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan, pemerintah
kabupaten atau kota, dan pemerintah provinsi melalui Badan Penelitian dan
Pengembangan Departemen.
Dalam pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang menyangkut
satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen
bekerjasama dengan LPMP, P2PNFI, B PPNFI, Departemen Agama, dan
Kementerian/Lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan
pendidikan.

Pasal 23
(1)

(2)

Menteri memetakan secara nasional pemenuhan SNP oleh satuan atau


program pendidikan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan
Departemen.
Dalam pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang menyangkut
satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen
bekerjasama dengan LPMP, P2PNFI, BPPNFI, dan Departemen Agama,
dan Kementerian/Lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan
pendidikan.

Pasal 24
(1)

(2)

Menteri menyelenggarakan Ujian Nasional pendidikan dasar dan


pendidikan menengah melalui BSNP sesuai dengan peraturan perundangundangan untuk mengukur ketercapaian Standar Kompetensi Lulusan
pendidikan formal dan nonformal kesetaraan.
Menteri melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen,
memetakan capaian nilai Ujian Nasional dan tingkat kejujuran pelaksanaan
ujian nasional menurut:
a. satuan pendidikan;
b. kabupaten atau kota;
c. provinsi; dan
d. nasional.

197

Lampiran 24

Pasal 25
(1)
(2)

(3)

Menteri mengakreditasi satuan atau program pendidikan melalui BAN-S/M,


BAN-PT, dan BAN-PNF.
Atas dasar akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan peta
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, Pasal 23, dan Pasal 24, Menteri
melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen memetakan
secara nasional dan komprehensif mutu satuan atau program pendidikan
formal dan nonformal menurut:
a. satuan atau program pendidikan;
b. kabupaten atau kota; dan
c. provinsi;
Peta sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikembangkan sedemikian rupa
sehingga merefleksikan:
a. capaian mutu pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4; dan
b. kualitas pelaksanaan pendidikan untuk perkembangan, pengembangan,
dan/atau pembangunan berkelanjutan.

Bagian Keenam
Tanggung Jawab Departemen, Departemen Agama, dan
Kementerian/Lembaga Pemerintah Lainnya
Penyelenggara Satuan Pendidikan Formal Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 26
(1)

(2)

Departemen, Departemen Agama, dan kementerian/lembaga pemerintah


lainnya penyelenggara satuan pendidikan menetapkan regulasi teknis
penjaminan mutu pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan dan kewenangan masing-masing.
Keterlibatan Departemen, Departemen Agama, dan kementerian/lembaga
pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan dalam penjaminan
mutu satuan pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan
pendidikan.

Pasal 27
(1)

(2)

Supervisi, pengawasan, evaluasi, dan pemberian fasilitasi, saran, arahan,


bimbingan, dan/atau bantuan oleh Departemen kepada satuan atau
program pendidikan dilaksanakan oleh unit kerja terkait sesuai peraturan
perundang-undangan.
Inspektorat Jenderal Departemen melakukan audit kinerja terhadap:
a. Kantor Pusat Unit Utama Departemen;
b. LPMP;
c. P2PNFI;
d. BPPNFI;

Lampiran 24

198

(3)

(4)

e. BSNP;
f. BAN-PT;
g. BAN-S/M; dan
h. BAN-PNF,
terkait keterlibatan masing-masing dalam penjaminan mutu pendidikan.
Departemen mengembangkan sistem informasi nasional mutu pendidikan
formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang
andal, terpadu, dan dalam jejaring yang menghubungkan:
a. satuan atau program pendidikan;
b. pemerintah kabupaten atau kota;
c. pemerintah provinsi;
d. Departemen Agama; dan
e. kementerian/lembaga pemerintah lain penyelenggara satuan pendidikan.
Untuk menjamin interoperabilitas sistem informasi, Menteri menetapkan
standar sistem informasi mutu pendidikan yang mengikat semua satuan
atau program pendidikan, penyelenggara satuan atau program pendidikan,
pemerintah kabupaten atau kota, pem erintah provinsi, Departemen,
Departemen Agama, dan kementerian/lembaga pemerintah lain
penyelenggara satuan pendidikan.

Pasal 28
(1)

(2)

(3)

(4)

Supervisi, pengawasan, evaluasi, serta pemberian bantuan, fasilitasi, saran,


arahan, dan/atau bimbingan oleh Departemen Agama kepada satuan atau
program pendidikan dilaksanakan oleh unit kerja terkait sesuai peraturan
perundang-undangan.
Inspektorat Jenderal Departemen Agama melakukan audit kinerja
terhadap :
a. unit kerja di Departemen Agama yang terkait dengan penjaminan mutu
pendidikan;
b. kantor wilayah Departemen Agama; dan
c. kantor Departemen Agama Kabupaten atau Kota.
terkait keterlibatan masing-masing dalam penjaminan mutu pendidikan.
Departemen Agama mengembangkan sistem informasi nasional mutu
pendidikan formal dan nonformal agama dan keagamaan berbasis
teknologi informasi dan komunikasi yang andal, terpadu, dan dalam jejaring
yang menghubungkan:
a. satuan atau program pendidikan; dan
b. Departemen.
Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kompatibel dan
memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4).

199

Lampiran 24

Pasal 29
(1)

(2)

(3)

(4)

Supervisi, pengawasan, evaluasi, serta pemberian bantuan, fasilitasi, saran,


arahan, dan/atau bimbingan oleh kementerian/lembaga lain penyelenggara
satuan pendidikan kepada satuan atau program pendidikan dilaksanakan
sesuai peraturan perundang-undangan.
Inspektorat Jenderal atau Inspektorat Utama kementerian/lembaga
pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan melakukan audit
kinerja terhadap unit kerjanya yang terlibat dalam penjaminan mutu
pendidikan.
Kementerian/lembaga lain penyelenggara satuan pendidikan formal
mengembangkan sistem informasi mutu satuan pendidikan berbasis
teknologi informasi dan komunikasi yang andal, terpadu, dan dalam jejaring
yang menghubungkan:
a. satuan pendidikan; dan
b. Departemen.
Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kompatibel dan
memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4).

Pasal 30
Departemen, Departemen Agama, dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya
penyelenggara satuan pendidikan menyediakan biaya akreditasi satuan atau
program pendidikan formal atau nonformal sesuai kewenangannya masingmasing.
Pasal 31
Departemen, Departemen Agama, dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya
penyelenggara satuan pendidikan berkewajiban mendukung sepenuhnya
pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri.
Bagian Ketujuh
Tanggung Jawab Pemerintah Provinsi Da lam Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 32
(1)
(2)

Pemerintah provinsi menetapkan regulasi penjaminan mutu pendidikan


sesuai dengan kewenangannya dan peraturan perundang-undangan.
Keterlibatan pemerintah provinsi dalam penjaminan mutu satuan atau
program pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan pendidikan.

Lampiran 24

200

Pasal 33
(1)

(2)

(3)

(4)
(5)
(6)

(7)

(8)

Supervisi, pengawasan, evaluasi, serta pemberian bantuan, fasilitasi, saran,


arahan, dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi kepada satuan atau
program pendidikan formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3)
dilakukan bekerjasama dan berkoordinasi dengan LPMP.
Supervisi, pengawasan, evaluasi, serta pemberian bantuan, fasilitasi, saran,
arahan, dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi kepada satuan atau
program pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat
(3) dilakukan bekerjasama dan berkoordinasi dengan P2PNFI atau BPPNFI.
Supervisi, pengawasan, evaluasi, serta pemberian bantuan, fasilitasi, saran,
arahan, dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi kepada satuan atau
program pendidikan memperhatikan pertimbangan dari dewan pendidikan
provinsi, BAN-S/M, dan/atau BAN-PNF.
Inspektorat provinsi melakukan audit kinerja terhadap unit pelaksana teknis
daerah yang terlibat dalam penjaminan mutu pendidikan.
Pemerintah provinsi melalui BAP membantu BAN-S/M dalam pelaksanakan
akreditasi satuan pendidikan formal di provinsi yang bersangkutan.
Pemerintah provinsi membantu BSNP dalam pelaksanakan Ujian Nasional
di wilayahnya dengan penuh kejujuran sesuai dengan peraturan perundangundangan.
Pemerintah provinsi mengembangkan sistem informasi mutu pendidikan
formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang
andal, terpadu, dan dalam jejaring yang menghubungkan:
a. satuan atau program pendidikan;
b. pemerintah kabupaten atau kota; dan
c. Departemen.
Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7) kompatibel dan
memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4).
Dalam pengembangan sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(7) pemerintah provinsi dapat bekerjasama dengan LPMP dan P2PNFI,
atau BPPNFI.

(9)

Pasal 34
Pemerintah provinsi berkewajiban mendukung sepenuhnya pemetaan mutu
satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri.

201

Lampiran 24

Bagian Kedelapan
Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten atau Kota
Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 35
(1)

(2)

Pemerintah kabupaten atau kota menetapkan regulasi penjaminan mutu


pendidikan sesuai dengan kewenangannya dan peraturan perundangundangan.
Keterlibatan pemerintah kabupaten atau kota dalam penjaminan mutu
satuan atau program pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan
pendidikan
Pasal 36

(1)

(2)

(3)

(4)
(5)

(6)

Supervisi, pengawasan, evaluasi, serta pemberian bantuan, fasilitasi, saran,


arahan, dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota kepada
satuan atau program pendidikan formal sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 7 ayat (2) dilakukan dengan mengikuti arahan dan binaan pemerintah
provinsi dan LPMP.
Supervisi, pengawasan, evaluasi, serta pemberian bantuan, fasilitasi, saran,
arahan, dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota kepada
satuan atau program pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 7 ayat (2) dilakukan dengan mengikuti arahan dan binaan pemerintah
provinsi dan P2PNFI atau BPPNFI.
Supervisi, pengawasan, evaluasi, serta pemberian bantuan, fasilitasi, saran,
arahan, dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota kepada
satuan atau program pendidikan memperhatikan pertimbangan dari dewan
pendidikan kabupaten atau kota.
Inspektorat kabupaten atau kota melakukan audit kinerja terhadap unit
pelaksana teknis daerah yang terlibat dalam penjaminan mutu pendidikan.
Pemerintah kabupaten atau kota membantu BSNP dalam pelaksanakan
Ujian Nasional di wilayahnya dengan penuh kejujuran sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
Pemerintah kabupaten atau kota mengembangkan sistem informasi mutu
pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan
komunikasi yang andal, terpadu, dan dalam jejaring yang menghubungkan:
a. satuan atau program pendidikan;
b. pemerintah provinsi; dan
c. Departemen.
Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kompatibel dan
memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4).

(7)

Lampiran 24

202

(8)

Dalam pengembangan sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat


(6) pemerintah kabupaten atau kota dapat bekerjasama dengan LPMP dan
P2PNFI atau BPPNFI.
Pasal 37

Pemerintah kabupaten atau kota berkewajiban mendukung sepenuhnya


pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri.
Bagian Kesembilan
Tanggung Jawab Penyelenggara Satuan Pe ndidikan atau Program Pendidikan
Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan
Pasal 38
(1)

(2)

(3)

Supervisi, pengawasan, evaluasi, serta pemberian bantuan, fasilitasi, saran,


arahan, dan/atau bimbingan oleh penyelenggara satuan pendidikan kepada
satuan pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan pendidikan.
Penyelenggara satuan atau program pendidikan menetapkan prosedur
operasional standar (POS) untuk memenuhi Standar Sarana dan Prasarana,
Standar Pendidik dan Tenaga Kependi dikan, dan Standar Pembiayaan
yang ditetapkan Menteri dalam SNP.
Penyelenggara satuan atau program pendidikan yang telah memenuhi SPM
dan SNP menetapkan prosedur operasional standar (POS) untuk
memenuhi Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pe ndidik dan Tenaga
Kependidikan, dan Standar Pembiayaan di atas SNP yang dipilih oleh
satuan atau program pendidikan yang diselenggarakannya.

Pasal 39
Penyelenggara satuan atau program pendidikan formal menyediakan
sumberdaya yang diperlukan satuan pendidikan yang diselenggarakannya untuk
memenuhi Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan, dan Standar Pembiayaan.
Bagian Kesepuluh
Penjaminan Mutu Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan atau Program Pendidikan
Pasal 40
(1)

(2)

Penjaminan mutu oleh satuan atau program pendidikan menjadi tanggung


jawab satuan atau program pendidikan dan wajib didukung oleh seluruh
pemangku kepentingan satuan atau program pendidikan.
Penjaminan mutu oleh satuan atau program pendidikan dipimpin oleh
pemimpin satuan atau program pendidikan.

203

Lampiran 24

(3)

(4)

(5)
(6)

Komite sekolah/madrasah memberi bantuan sumberdaya, pertimbangan,


arahan, dan mengawasi sesuai kewenangannya terhadap penjaminan mutu
oleh satuan pendidikan.
Penjaminan mutu oleh satuan pendidikan dilaksanakan sesuai prinsip
otonomi satuan pendidikan untuk mendorong tumbuhnya budaya kreativitas,
inovasi, kemandirian, kewirausahaan, dan akuntabilitas.
Penjaminan mutu oleh satuan pendidikan tinggi dilaksanakan sesuai prinsip
otonomi keilmuan.
Satuan atau program pendidikan menetapkan prosedur operasional standar
(POS) penjaminan mutu satuan atau program pendidikan.

Pasal 41
Penjaminan mutu oleh satuan atau program pendidikan ditujukan untuk:
a. memenuhi SPM dalam waktu paling lambat 2 (dua) tahun sejak
ditetapkannya izin prinsip pendirian/pembukaan dan operasi satuan atau
program pendidikan;
b. secara bertahap dalam kerangka jangka menengah yang ditetapkan dalam
rencana strategis satuan atau program pendidikan memenuhi SNP;
c. secara bertahap satuan atau program pendidikan yang telah memenuhi
SPM dan SNP dalam kerangka jangka menengah yang ditetapkan dalam
rencana strategis satuan pendidikan memenuhi standar mutu di atas SNP
yang dipilihnya.

Pasal 42
Semua satuan atau program pendidikan wajib melayani audit kinerja penjaminan
mutu yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah
kabupaten atau kota sesuai kewenangannya.
Pasal 43
Semua satuan atau program pendidikan wajib mengikuti akreditasi yang
diselenggarakan oleh BAN-S/M, BAN-PT, atau BAN-PNF sesuai kewenangan
masing-masing.
Pasal 44
Satuan atau program pendidikan dapat mengikuti sertifikasi mutu pendidikan
untuk:
a. lembaganya;
b. pendidik atau tenaga kependidikannya; dan/atau
c. peserta didiknya.

Lampiran 24

204

Pasal 45
(1)

(2)

Satuan atau program pendidikan mengembangkan sistem informasi mutu


pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal,
terpadu, dan dalam jejaring yang menghubungkan:
a. penyelenggara satuan pendidikan;
b. pemerintah kabupaten atau kota yang bersangkutan;
c. pemerintah provinsi yang bersangkutan;
d. Departemen Agama, bagi satuan atau program pendidikan agama dan
keagamaan;
e. kementerian/lembaga lain penyelenggara satuan atau program
pendidikan; dan
f. Departemen.
Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kompatibel dan
memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4).

Pasal 46
Satuan atau program pendidikan berkewajiban mendukung sepenuhnya
pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri.
BAB IV
SANKSI
Pasal 47
(1)
(2)

Pimpinan satuan atau program pendidikan yang melanggar peraturan ini


disanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pejabat atau fungsionaris penyelenggara satuan atau program pendidikan
yang melanggar peraturan ini disanksi sesuai dengan peraturan perundangundangan.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 48

Semua peraturan yang terkait dengan penjaminan mutu pendidikan dinyatakan


masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti
berdasarkan Peraturan Menteri ini.

205

Lampiran 24

Pasal 49
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 25 September 2009
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO

Salinan sesuai dengan aslinya.


Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Departemen Pendidikan Nasional,

Dr. A. Pangerang Moenta, S.H.,M.H.,DFM.


NIP. 196108281987031003

Lampiran 24

206

LAMPIRAN 25
PENGURUS APSI
Pengurus Pusat
1. Drs. H. Endang Abutarya, M.Pd.Ketua Umum
2. Drs. H. Daliman Sofyan, M.Pd.Sekretaris Jenderal
Alamat Sekretariat:
Komp. SMAN 70 Jakarta
Jl. Bulungan, Blok C, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Tlp. 021-7252311
Fax. 7252311

Pengurus Provinsi
No.

Provinsi

Aceh

2
3
4

Babel
Bali
Banten

Bengkulu

DIY

DKI

Gorontalo

Jabar

Ketua dan Alamat


Dra. Hj. Cut Malawati, M.Pd.
Dinas Pend. Pemuda dan Olahraga
Jl. Tengku Hamzah Bendahara
Lhokseumawe NAD
Drs. M. Tahzi
Dra. Made Mas Suartini, M.Pd.
Drs. Asep Komar Hidayat
Jl. Siliwangi, Kampung Jaura
Rt. 02/02 Rangkas Bitung Timur
Rangkas Bitung
TLP. 0252-280931
Herman Zawawi, SE, MM.Pd.
Jl. Danau 12 No. 29 Rt. 03/01
Panorama, Bengkulu
Drs. Subakir
Dinas Pend. Kulonprogo
Jl. Sutijab Wates (Kantor)
Pedukuhan X, Rt. 040/020 Krembang
Panjatan Kulonprogo DIY (Rumah)
Drs. H.M. Takdir, MM.
SMAN 70 Jakarta
Jl. Bulungan, Keb. Baru, Jakarta Selatan
Yusuf F. PUHI, S.PD.
Jl. Pilohayangan No. 269
Kel. Hulawa Rt. 03/01 Telaga
Gorontalo 96181
TLP. 0435838386, 085240308730
Drs. Yadi Rochyadi, M.SC.
Jl. Silih Asih No. 18 Cipamokocan Rt. 03/04 Rancasari,

207

Lampiran 25

No.

Provinsi

10

Jambi

11

Jateng

12

Jatim

13

Kalbar

14

Kalsel

15

Katim

16

Kalteng

17

Kepri

18

Lampung

Lampiran 25

Ketua dan Alamat


Bandung, Jabar
TLP. 022-7566594, 0818210871
Drs. Dasril Mansyur, M.Pd.
Jl. H. Ibrahim Rt. 22 No. 105 Rawasari, Jambi PO BOX
36125
HP. 08127471271
Drs. Edi Sadono
Ketua Apsi Prov.Jawa Tengan
D.A. Dinas P Dan K Prov. Jateng
Jl. Pemuda 134/ 136 Semarang 50132
TLP. 024-35153301
A.D. Nugrogo, M.Si.
Ketua APSI Provinsi Jawa Timur
D.A. Dinas Pendidikan, Jatim
Ruang Pengawas Sekolah
Jl. Genteng Kali 33
Surabaya Fax. 0318292585
Ketua APSI Prov. Kalbar
Bapak. Drs. Boyli Rasyidi
Dinas Pendidikan Prov. Kalbar
Gedung Lama lantai 2
Jl. Sutan Syahrir No. 7 Pontianak
Ir Abdus Sani
Dinas Pendidikan Kab. Tapin
Jl. Brigjen H. Hasan Basri Km 2
Rantau Kalsel Kp. 71111
Hp. 081348146930
Drs. Ibrahim Amir, MM.
Komp. Perumahan Guru Sd
Jl. A. Wahab Syahrani No. 69
Air Putih Samarinda Ulu Kaltim Tlp. 0541 766508
Drs. Dewalt Amit
Jl. Damang Batu No. 14 Palangkaraya
Prov. Kalimantan Tengah
Dra. Dewi Kumalasari
Jl. Peralatan Km. 7 No. 3
Komp. Pemda Depan PU
Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
DRS. SUTJIPTO
Griya Sejahtera Blok L No. 11
Gunung Terang Bandar Lampung 35152

208

No.

Provinsi

19
20
21

Maluku
Malut
NTB

22
23
24
25

NTT
Papua
Papua Barat
Riau

26
27

Sulbar
Sulteng

28

Sulsel

29

Sultra

30
31

Sulut
Sumbar

32

Sumsel

33

Sumut

Ketua dan Alamat


TLP. 706911, 08127906193
Ir. Ny. A.D. Hehahia, M.Si.
Drs. H. Muhadis Said
Jl. Parawisata Sandik Batulayar, Lobra Ntb
HP. 081339624017
Drs. M.Z. Yusak Bessie

Hadimiharja, S.Pd.MP.
Bep Dinas Pendidikan Riau
Jl. Sultan Syarif Kasim No. 119
Pekanbaru
Drs. Abdul Kadir Capatu, M.Pd
Bapak Melong Kaseng
Jl. Samudra Iii, No. 3
Bumi Bahari, Palu,
Sulawesi Tengah
H. A.M. Akbar Amri
Jl. H. Daeng Tata Komp. Hartaco Indah
Blok 2F No. 6 Kel PR Tambung
Rt. 002/06 Tamalate Makassar
Drs. Maksimum Boonde, M.Pd.
Dinas Diknas Kota Kendari
Jl. Balai Kota Iii/ 44 Kendari
Sulawesi Tenggara Kp. 93117
Drs. A.S.P. Mongan, M.Sc.Ed.
Drs. Federda E.
d.a.Kasi Kurikulum TK/SD
Dinas Pend. Pemuda dan Olahraga
Sumatera Barat
Komp. BLPT Jl. M. Yunus Lubuk Lintah Padang,
Sumatera Barat
Ali Idrus Ishak, SH.
Jl. Gotong Royong Lr. Teladan No. 1
Rt. 32/ 09 Kelurahan Demang Lebar Daun
Palembang
Drs. Gunawan Ginting
Ketua APSI Prov. Sumut
Jl. Bunga Mawar XIII No. 3 Pasar 5
Padang Bulan, Medan

209

Lampiran 25

Beri Nilai