Anda di halaman 1dari 2

Olanzapine pada skizofrenia

olanzapine merupakan antagonis monoaminergik selektif yang mempunyai


afinitas yang kuat terhadap reseptor dopamine (D1-D4), antagonis 5HT2C,
5HT2A, antagonis H1 dan antagonis 1 adrenergik. Memiliki afinitas sedang
dengan reseptor kolinergik muskarinik (M1-5) dan 5HT3. Berikatan lemah

dengan reseptor GABAa, benzodiazepine dan adrenergic.


Absorbsi olanzapine tidak dipengaruhi oleh makanan, kadar puncak dalam
darah dicapai dalam waktu 5-6 jam setelah pemberian per-oral, 15-45 menit

setelah injeksi IM.


Waktu paruh: 30 jam (berkisar antara 21-54 jam).
Kemampuan berikatan dengan protein yaitu 93% dengan volume distribusi 1018 L/Kg. Metabolisme terjadi di hati oleh cytochroom P450 CYP 1A2 dan

2D6. Sekitar 40 % hasil metabolisme hati,


Metabolisme akan meningkat pada penderita yang merokok dan menurun bila
diberikan bersama anti depresan fluvoxamine atau antibiotik ciprofloxacin. 57

% dosis dieksresikan dalam urin sebagai metabolit, 30 % pada tinja


Indikasi

- Oral : Pengobatan akut dan pengobatan pemeliharaan skizofrenia pada dewasa,


gangguan afektif bipolar episode akut manik atau campuran (monoterapi dan
kombinasi dengan litium atau valproate)
- Injeksi IM: agitasi akut yang terkait dengan skizofrenia dan gangguan bipolar
episode manik pada orang dewasa

Sediaan

- Tablet oral 2,5 mg, 5 mg, 7,5 mg, 10 mg, 15 mg dan 20 mg. (umum 5 mg dan 10
mg)
- Vial 10 mg, bubuk, IM untuk penggunaan akut jangka pendek.

Cara penggunaan dan Dosis :

- Schizophrenia pada dewasa, oral: dimulai dengan dosis 5-10 mg 1x sehari. Target:
10 mg/hari dalam beberapa hari
- Schizophrenia pada remaja, oral: dimulai dengan dosis 2.5-5 mg 1x sehari. Target:
10 mg/hari

Lorazepam