Anda di halaman 1dari 38

Nama kelompok : 1.

Adhan Shofari Baharsyah (135874007)


2.Niken Pramudita Sari (135874008)
3.Rakhmad Nugroho Jati (135874019)
4.Eka Pratama Saksono (135874039)

1. Apa pengertian dari domain frekuensi?


Jawab
: Sinyal dalam bentuk amplitudo terhadap frekuensi
(merupakan spektrum sebuah sinyal waktu)
2. Apa keuntungan dari domain frekuensi?
Jawab

: Keuntungan dari domain frekuensi adalah dapat

langsung melihat nilai dari frekuensi dan amplitudo puncak.


Sebuah gelombang sinus lengkap diwakili oleh satu spike. Posisi
lonjakan menunjukkan frekuensi; tingginya menunjukkan amplitudo
puncak. (Terjemahan Buku Data Communications and Networking
penulis Behrouz A Forouzan)

3. Berikan contoh bagaimana membagi aplikasi dengan domain


frekuensi?
Jawab
: Misal di indonesian, sistem telepon selular di
berikan sebuah band terlalu (sekitar 800-900 Mhz) dimana
untuk beroperasi , sementara stasiun frequency modulation (FM)
menggunakan frekuensi yang berbeda. Dengan Advanced Mobile
Phone Service (AMPS) sistem telepon selular analog yang
digunakan di indonesia, setiap percakapan ponsel ini kemudian
dibagi dan ditugaskan band frekuensi sendiri,dengan range 30
kHz.
4. Gambarkan sinyal domain frekunsi pada saat nilai puncak 5V
dan frekuensi 6Hz !
Jawab

((Terjemahan Buku Data Communications and Networking penulis


Behrouz A Forouzan)

5. Pada gambar di bawah


Pengikut emiter mempunyai harga-harga sebagai berikut:
R =5 kdan Rout =45,9 .

hitung frekuensi pancung dari jaringan

mendahului masuk dan keluar. (Malvino)


Jawab :
Frekuensi pancung masuk
f =

1
2 ( R s+ R ) (C )

f =

1
=27,2 Hz
2 ( 3,6 k+5 k ) (0,68 F)

Frekuensi pancung keluar

f out =
f =

1
2 ( Rout + R L ) (C out )

1
=724 Hz
2 ( 45,9 +620 ) (0,33 F )

Kelompok 4 : TE13A (Rangkaian Elektronika 2)


1. Achmad Sukamdani

(135874003)

2. Fahmi Santoso

(135874014)

3. Fida Jazilatur Rohma

(135874021)

4. Andi Rahman

(135874044)

Aplikasi Op-amp

1.

Sebuah rangkaian op-amp pembalik seperti gambar di atas memiliki nilai nilai yaitu: tahanan
feed back = 330 k , tahanan input = 1 k , dan tegangan input = 17 mV. Hitung berapa
perolehan tegangan (Av), tegangan output (Vout) dan tegangan catu daya (Vcc) pada
rangkaian tersebut ?
Jawaban :
Diketahui :
Rf = 330 k = 330.000
Rin = 1 k = 1.000
Vin = 17 mV = 0,017 V
Av = Rf Rin = 330.000 1.000 = 330
Vout = Av Vin = 330 0,017 V = 5,61 V
Vcc = 150% Vout = 150% 5,61 V = 8 V

Apabila input yang diberikan adalah +17 mV, maka output yang dihasilkan adalah 5,61 V.
Hal ini mengasumsikan bahwa tegangan catu daya (Vcc) yang digunakan memungkinkan
output bergerak mencapai nilai itu. Sebuah catu daya 6V terlalu kecil untuk itu, oleh
karenanya membutuhkan catu daya dengan rating tegangan setidaknya 8V (atau sekitar
150% Vout), untuk menguatkan tegangan input sebesar 17 mV.
Sehingga diperoleh Av = 330 , Vout = 5,61 V , Vcc = 8 V.

2.

Hitung differensiator op-amp dari rangkaian seperti gambar di atas dengan nilai C1 = 1uF =
dan R = 1 K Ohm Sumber tegangan 15Volt > Awal sinyal adalah 0 Volt. Tentukan tegangan
output :
a. Vin = 1 Volt (sinyal dc) saat 10 detik.
b. Vin = 20 Volt (sinyal dc) saat 1 detik
Jawaban :
a.

Vo = - RfC1 . dvin / dt
= - 103 . 10-6 (1V 0V) / 10
= - 10-3 . 0,1
= - 0,0001 V
b.

Vo = - RfC1 . dvin / dt
= - 103 . 10-6 (20V 0V) / 1
= - 10-3 . 20
= - 20-2 V

Gambar Sinyal Output :

3. Jelaskan dua aturan penting dalam melakukan analisa rangkaian op-amp berdasarkan
karakteristik op-amp ideal. Aturan ini dalam beberapa literatur dinamakan golden rule ?
Jawaban :
Aturan 1 : Perbedaan tegangan antara input v+ dan v- adalah nol (v+ v- = 0 atau v+ = v- )
Aturan 2 : Arus pada input Op-amp adalah nol ( i+ = i- = 0 )
4. Gambarkan rangkaian pengurangan dengan 2 op-omp ?
Jawaban :

5.

Sebuah penguat pembalik seperti pada gambar diatas memiliki hambatan R1 sebesar 100
dan R2 sebesar 1K. Penguat pembalik tersebut di beri input sebesar 1000Volt. Hitung
berapa besarnya penguat dan tegangan output?

Jawaban :
A

R2
1K

10
R1
100

Vout A Vin 10 1000Volt 10nVolt

6.

Sebuah penguat pembalik seperti pada gambar di atas memiliki hambatan R1 sebesar 100.
Penguat pembalik tersebut di beri input sebesar 100m Volt. Tegangan keluaran dari penguat
yang diinginkan 0,2 Volt. Hitung berapa besarnya penguat dan hambatan R2 ?
Jawaban :

Vout
Vin

0,2Volt
100nVolt

A 2000
R 2 A ( R1)

R 2 2000 (100)

R 2 200k

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan rangkaian penguat inverting pada aplikasi op-amp dan
berikan contoh gambar rangkaiannya ?
Jawaban :
Rangkaian penguat inverting merupakan rangkaian penguat pembalik dengan impedansi
masukan sangat rendah. Rangkaian dasar penguat inverting ini dimana sinyal masukannya
dibuat melalui input inverting v(-), melalui R1 dan terdapat R2 sebagai umpan balik yang
masuk pada masukan inverting v(-). Sedangkan masukan non inverting v(+) dihubungkan
langsung ke ground.
Gambar :

TUGAS UTS RANGKAIAN ELEKTRONIKA


MODULASI

Disusun oleh :
Mohammad Aprilianto Nafian (13050874009)
Riski Agustin Kuswanto (13050874028)
Yunus Alam (13050875029)

TE A 2013
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

MATERI
PERTANYAAN

1. Apayang dimaksud dengan modulasi dan apa saja jenis-jenisnya ?


2. Jelaskan pengertian modulasi analog beserta jenis-jenisnya !
3. Diketahui gelombang AM sebagai berikut :

Tentukan :

a
b
c
d
e

Puncak amplitude USF adan LSF


Puncak amplitude modulasi carrier
Perubahan puncak pada envelope amplitude pemodulasi
Koefisien modulasi
Persentase koefisien modulasi

4. Jelaskan pengertian modulasi digital beserta jenis-jenisnya !


5. Modulator AM DSBFC dengan frekuensi carrier fc= 100 kHz dan frekuensi sinyal
pemodulasi maximum fm(max)=5kHz.
Tentukan :
a. Batas frekuensi upper dan lower side band
b. Bandwidth
c. Upper dan lower side frekuensi dihasilkan ketika sinyal pemodulasi adalah single
frekuensi 3 kHz.
d. Gambar output spectrum frekuensi

Jawab

Modulasi adalah proses pencampuran dua sinyal menjadi satu sinyal. Biasanya sinyal
yang dicampur adalah sinyal berfrekuensi tinggi dan sinyal berfrekuensi rendah.
Modulasi dibagi dua jenis yaitu modulasi analog dan modulasi digital.
Modulasi analog adalah modulasi dimana sinyal masukannya adalah sinyal analog.
Modulasi analog adalah komunikasi yang mentransmisikan sinyal-sinyal analog yaitu
time signal yang berada pada nilai kontinu pada interval waktu yang terdefinisikan.
Dalam modulasi analog, proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal
analog. Ada beberapa macam yaitu AM, FM, PM, QAM, SM, SSB.
a) Eusf=Elsf= (18-2) = 4 Volt
b) Ec=( 18+2) = 10 Volt
c) Em= (18-2) = 8 Volt
d) m = 8/10 = 0.8
e) M= m x 100 % = 0,8 x 100 % = 80 %
Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) ke dalam
sinyal carrier. Modulasi digital sebetulnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik
dan sifat gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya
(modulated carrier) memeiliki ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1) yang dikandungnya.
Teknik modulasi digital dibagi menjadi :

Amplitude shift keying (ASK)

Frequency shift keying (FSK)

Phase shift keying (PSK)

Penyelesaian :
a. Luas Lower Side Band (LSB) adalah dari LSF minimum sampai dengan frekuensi
carrier
LSB = (fc-fm(max)) sampai dengan fc
= (100-5) kHz sampai dengan 100 k Hz
= 95 kHz sampai dengan 100 k Hz
Luas Upper Side Band (USB) adalah dari frekuensi carrier sampai dengan USF
maximum
USB = fc sampai dengan (fc+fm(max))
= 100 k Hz sampai dengan (100+5) kHz
= 100 k Hz sampai dengan 105 kHz
b. Bandwidth
B= 2 fm(max) = 2 x 5 kHz = 10 kHz
c. Upper Side Frekuensi (USF) adalah jumlah antara carrier dan frekuensi pemodulasi
USF = fc + fm = 100 kHz + 3 kHz = 103 kHz
Lower Side Frekuensi (LSF) adalah perbedaan antara carrier dan frekuensi pemodulasi
LSF = fc - fm = 100 kHz - 3 kHz = 97 kHz

Soal dan Jawaban Rangkaian Elektronika: Intermodulasi dan


Pencampur (Mixer).
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Intermodulasi?
Jawab:
Sesuatu yang disebabkan karena sinyal-sinyal pada frekuensi-frekuensi yang
berbeda tersebar pada medium transmisi yang sama sehingga menghasilkan sinyalsinyal pada suatu frekuensi yang merupakan penjumlahan atau pengalian dari dua
frekuensi asalnya. misalnya : sinyal dengan frekuensi f1 dan f2 maka akan
mengganggu sinyal dengan frekuensi f1 + f2. Hal ini timbul karena ketidak linearan
dari transmitter, receiver atau sistim transmisi.

2. Apa yang dimaksud dengan Transmisi Analog? Apa bedanya dengan Transmisi
Data?
Jawab:
Transmisi analog merupakan suatu upaya untuk mentransmisikan sinyal-sinyal
analog tanpa memperhatikan isinya. Sinyal dapat menampilkan data analog
(misalnya suara) atau data digital (misalnya data biner yang melintasi sebuah
modem).
Transmisi digital merupakan upaya pentransmisian yang berhubungan dengan
muatan dari sinyal, dapat ditransmisikan pada jarak tertentu sebelum atenuasi,
derau, dan gangguan yang lain membahayakan intergritas data. Agar dapat
mencapai jarak yang cukup besar, dipergunakan repeater. Sebuah repeater
menerima digital sinyal, memperoleh kembali pola 1 dan 0, dan kembali

mentrasmisikan sinyal yang baru kemudian barulah atuensi diatasi.


3. Apa yang dimaksud dengan Pencampur (Mixer)? Bagaimana Prinsip dasarnya?
Jawab:
Mixer merupakanrangkaian yang berfungsiuntukmengubah sinyal dari satu frekeunsi
ke frekuensi yang lain.Prinsipdasarnyaadalahduabuahsinyalmasukkesuaturangkaian
non
linier
yang
menghasilkanfrekuensi-frekuensi
lain
selainfrekuensiduabuahsinyalmasukantersebutdenganamplitudatertentu.

Soal nomor 4 dan 5


Satu FET gate ganda dioperasikan sebagai multiplicative-mixer, yang mempunyai
karakteristik sebagai berikut,
Gate1 :

g1max

= 1,5 mS

g1o = 1,0 mS pada V2 = 0 volt


Vpo2

= - 3,0 volt

Gate2 :

g2max

= 0,8 mS

G2o = 0,6 mS pada V1 = 0 volt


Vpo1

= - 2,5 volt

Rangkaian mixer diatas diatur sedemikian sehingga Gate-2 dicatu cutoff, dan
disedikit masuk ke saturasi oleh tegangan osilator lokal. Gate-1 dicatu pada
tegangan nol volt. Dalam hal ini dianggap bahwa karakteristik g-V merupakan kurva
linier.
4. a. Lukiskan kurva g-V dalam sistem sumbu yang sama
b. Tentukan persamaan garis lurus bagian kurva tersebut
5. a. Tentukan V1max dan V2max
b. Tentukan nilai puncak tegangan osilator
c. Hitung nilai gc ?
Jawab:
4.a. Kurva yang dimaksudkan ditunjukkan pada Gambar 11.8 berikut ini,

Gambar 11.8

Kurva g-V untuk FET gate ganda

g1o
V po 2
b. Slope bagian garis lurus untuk kurva g1 =

=
g 2o
V po1

Slope bagian garis lurus untuk kurva g2 =

1
3

= 0,333

0,6
2,5

= 0,24

Sehingga persamaan aris tersebut masing-masing adalah,


g1 = 1,0 + 0,33 V2
g2 = 0,6 + 0,24 V1

g1 max 1
0,333

5. a.V2max =

1,5 1
0,333

= 1,5 volt

g 2 max 0,6
0,24

V1max =

0,8 0,6
0,24

= 0,833 volt

b.Vop = V2max Vpo2 = 1,5 ( 3,0) = 4,5 volt

c.gc

= . a1. g1max
= x x 1,5 = 0,375 mS

Karena mixer mengikutitanggapansetengahsikluspositifteganganosi-lator, makaa1


= (koefisienderet Fourier harmonikpertamauntukpe-rataansetengahgelombang).

Nama Kelompok:
1. Luqmuan Hakim P.

(135874001)

2. Bakhtiyar Arsada

(135874004)

3. David Setiawan W.

(135874010)

4. Moch. Andreyan A. P.

(135874025)

SOAL
1
Step1

1
2 s+1

PID
Step 2

+-

PID Control

Transfer fent

Buktikan bahwa syistem diatas dapat menghilangkanerror stady state !

Jawab :
Jika transfer =

G p ( s )=

1
2 s+1

Jika transfer function kontroler 1 =

Jika tranfer function open loop =


Transfer function error =

Gc ( s ) =

G(s )=

1
s

1
2
2 s +s

E(s )
E(s)
1
2 s 2+ s
=
=
= 2
R(s) 1+G(s) + I (s) R(s) 2 s + s+1
2

E ( s) =

2 s +s 1
2
2 s ++1 s

Ess =lim s E( s)
s0

Ess =lim s
s0

2 s 2+ s 1
=0
2 s2 +s +1 s

T F Error stady state=


Terbukti bahwa penggunaan kontroler 1 menghilangkan error steady state

Ess =0

Tentukan keluaran dari pengontrol 3 mode yang mempunyai

K p=4 T 1=0,2 T D=0,5 s

pada (a) t = 0 dan t = 2 s, ketika terdapat

masukan error yang mulai muncul pada T dan bertambah dengan laju
15%/s.
Jawab :
A Pengeluaran pengolahan PID =

( T1 ) X integral error +T =laju perubahan error )

b p error +

untuk t = 0

terdapat error yang sama dengan 0, laju perubahan terhadap waktu


sebesar

I s , dan luas daerah di antara t dan t sama dengan 0 yang

sama dengan 0. Jadi keluaran pengontrol = 4(0+0+0,5 x 1) = 2,0 %

B Pada saat t = 2,5 , error telah menjadi 1%, laju perubahan error
terhadap waktu 1% /s dan luas area di bawah kurva antara t = 2 dan X

= 0 adalah 1%. Jadi keluaran pengontrol = (1 x


3

( 0,21 ) x 1+0,5 x 1 =26

Apa yang dimaksud dengan pengontrolan ?


Jawab :
Pengontrolan ialah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur besarnya harga suatu
besaran kemudian mengadakan kegiatan untuk membatasi penyimpangan terhadap
suatu harga yang diinginkan

sebutkan langkah-langkah pengontrolan ?


jawab :
Langkah-langkah pengontrolan :
1. Pengukuran (measurement)
2. Perbandingan (comparation)
3. Menghitung (judgement)
4. Mengoreksi (correction)

apa yang anda ketahui tentang Programmable Logic Controller (PLC)?


Jawab :
adalah sebuah rangkaian elektronik yang dapat mengerjakan berbagai
fungsi-fungsi kontrol pada level-level yang kompleks.
PLC sebenarnya adalah suatu sistem elektronika digital yang dirancang
agar dapat mengendalikan mesin dengan proses mengimplementasikan
fungsi nalar kendali sekuensial, operasi pewaktuan (timing), pencacahan
(counting), dan aritmatika.

Nama Kelompok :
1. Riza Yulian
2. Fakhrul Rizza
3. Else Orlanda Merti Wijaya

(135874005)
(135874018)
(135874042)

FILTER AKTIF
1. Jelaskan apa yang dimaksud Filter, Filter Pasif, dan Filter Aktif?

Jawab :

Filter adalah merupakan penyaring yang dipakai untuk memperoleh


frekuensi-frekuensi yang diinginkan, sedang frekuensi yang tak diinginkan
akan diredam seluruhnya.
Filter pasif adalah filter yang menggunakan induktor sebagai salah satu
komponennya untuk memperoleh selektivitas yang baik, dan umumnya
tidak menggunakan komponen-komponen aktif sehingga disebut sebagai
rangkaian LC pasif filter atau jala-jala empat jepitan.
Filter Aktif adalah gabungan dari rangkain pasif RC dengan komponen
aktif Op-amp, dimana pada filter aktif ini selain dapat menyamai sifat
rangkaian filter pasif juga memberikan penguatan.

2. Sebut dan jelaskan masing-masing penggolongan Filter Aktif?


Jawab :

1. Low Pass Filter (LPF)

Low Pass Filter atau yang disebut Filter Lolos Rendah adalah filter yang hanya
melewatkan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc ). Diatas frekuensi
tersebut outputnya mengecil (idealnya tidak ada).
2. High Pass Filter (HPF)
High Pass Filter atau disebut Filter Lolos Tinggi adalah filter yang outputnya
hanya melewatkan frekuensi diatas frekuensi cut-off (fc ). Di bawah frekuensi itu
output idealnya tidak ada.
3. Band Pass Filter (BPF)
Band Pass Filter atau disebut Filter Lolos Rentan adalah gabungan dari LPF +
HPS atau HPS + LPS. Dengan harapan rangkaian akan memiliki beban yang lebih
besar, dengan artian:
a. Bila dipilih LPF + HPF maka beban (impedansi) HPF harus lebih besar
dibandingkan dengan LPF.
b. Bila dipilih HPF + LPF maka beban (impedansi) LPF harus lebih besar
dibandingkan dengan HPF.
4. Band Reject Filter (BPF)
Rangkaian Band Reject Filter ada 2 macam yaitu :
a. BRF bidang lebar
BRF bidang lebar adalah terdiri dari rangkaian HPF dan LPF yang dimasukkan
ke rangkaian penjumlah. Sedang BRF bidang sempit adalah terkenal dengan
rangkaian Notch Filter yaitu menolak frekuensi tertentu.
b. BRF bidang sempit

Nama band reject filter bidang sempit ini sering dikenal dengan nama Aktif
Notch Filter. Rangkaian menggunakan model twin-T circuit. Biasanya rangkaian
aktif Notch Filter ini digunakan pada rangkaian medika. Rumus untuk rangkaian
ini adalah :
f N=

1
2 RC
5. All Pass Filter (APF)

Rangkain APF ini bisa dikatakan pula bukan termasuk rangkaian filter karena
tidak ada yang di filter. Rangkaian ini terkenal dengan nama delay equalizer atau
phase corector, karena berhubungan dengan fungsi rangkaian dalam aplikasinya.
Rangkain ini sering digunakan pada sinyal telkomunikasi untuk mencocokan fasa
sinyalnya atau sengaja membuat selisih dengan aslinya, dan juga terdapat pada
aplikasi yang lainnya misalnya digunakan untuk stereo buatan di audio, atau untuk
penggetar suara pada gitar elektrik, dan lain lain.
3. Buatlah contoh rangkaian High Pass Filter beserta sinyal outputnya?
Jawab :

Rangkaian High Pass Filter -20 dB :

Grafik tegangan output terhadap frekuensi :

4. Andaikan suatu sistem diinginkannya hanya memiliki frekuensi < 1 kHz, namun
ternyata sistem itu memiliki noise pada frekuensi di sekitar 1 MHz. Rancanglah Filter
Lolos Rendah (LPF) yang dapat mengatenuasi noise hingga 1%. Efek apa saja yang
terjadi pada sinyal tersebut pada frekuensi 1 kHz?
Jawab :
Penguatan LPF adalah :

G=

V out
1
1
=
=
2
2
2
2
V 1+ C R
1+ ( f / f c )

Dan diketahui pada frekuensi pada 1 MHz terjadi attenuasi sebesar 1% sehingga
V out
1
=
=0.01
2
V
1+ ( 1 MHz / f c )

Artinya

1
4
=10
2
1+ ( 1 MHz / f c )

Diperoleh frekuensi cut-off sebesar

1 MHz
=9999
fc

f c =10 kHz

Untuk merancang filter ini, bisa dipilih sembarang nilai C dan R, asalkan memenuhi
syarat

f c=

1
2 RC

Misalnya pilih C = 0,47

F , diperoleh R = 33,9 R terlalu kecil dan ganti

pilihan lainnya, misalnya pilih C = 0,01

F , diperoleh R = 1591 . Pilihan ini

cukup memadai, sehingga pilih nilai R yang tersedia, misalnya R = 1,5 k .


Efek-efek yang terjadi adalah :

Akibatnya frekuensi cut-off nya menjadi


penyimpangan sebesar 6%.

f c=

1
=10610 Hz
2 RC

ada

V out
1
=
=0,0099995
2
6
,
V
(
)
1+ 10 /10610

Noise pada frekuensi 1MHz menjadi

tidak sama yang diminta design rancangan (0,01).


V out
1
=
=0,996 ,
2
Efek filter ini pada sinyal 1kHz adalah V
1+ ( 103 /10610 )

yaitu ada reduksi tegangan output sebesar 0,4%.


f H =

5. Rancanglah LPF dengan order kedua (-40dB) dengan

1 KHz. Gambarkan

rangkaiannya?
Jawab :
Langkah-langkah :
1)

f H =

2) Misal

1 KHz
C2 =C3=0.0047 F

R2=R3 =

3)

1
=33,86 KHz
, digunakan 33KHz
( 2 ) ( 10 ) ( 47 ) ( 1010 )
3

AF

4) Menurut responsi teori Butterworth , bahwa


maka nilai

1+

RF
27 K

RF

dan

RI

adalah : Misal

) = 1,586 sehingga

RF

RF =(0.586)(27 K )=33.86 K R F

RI

= 1,586 untuk order kedua,

= 27 K , maka

menjadi
dipasang potensiometer sebesar 20 K

.
5) Rangkaian LPF yang dimaksud adalah :

Rangkaian hasil perhitungan dan tegangan output terhadap frekuensi

TUGAS UTS RANGKAIAN ELEKTRONIKA


II
Kelompok Efek Frekuensi (revisi)
Nama : - AHMAD NUR H (135874015)
- HATOMO FADLY(135874041)
-ILHAM AKBAR (135874011)

Soal
1. Apa yang di maksud kapasitansi ?
Penyelesaian
Kapasitansi atau kapasitans adalah ukuran jumlah muatan listrik yang di
simpan ( atau di pisahkan ) untuk sebuah potensial listrik yang telah di tentukan.
Bentuk paling umum dari piranti penyimpanan muatan adalah sebuah kapasitor

dua lempeng/pelat/keping. Jika muatan di lempeng/pelat/keping adalah +Q dan


Q dan V adalah tegangan listrik antar lempeng/pelat/keping, maka rumus
kapasitansi adalah

C=Q/V
C = kapasitansi yang di ukur dalam Farad
Q = muatan yang di ukur dalam coulumb
V = voltase yang di ukur dalam volt

Soal
2. Bila = 150, berapa frekuensi pancung dari jaringan mendahului masuk dan
keluar ?
(Gambar 14-4a)(MALVINO BARMAWI

Penyelesaian
Kita telah menganalisa penguat CE ini pada Contoh 7-3 dan menemukan bahwa
Rin= 1,18 k
Rout= 3,6 k
Dengan Pers. maka :

fin = 1/2(Rs+Rin)(Cin)
fin = 1/2(1k+1,18k)(0,47F)= 155 Hz

Dengan Pers. maka :

fout = 1/2(Rout +RL) (Cout)


fout= 1/2(3,6k+1,5k)(2,2k)= 14,2 Hz

Soal

3.Pada (Gambar 14-5), pengikut emiter mempunyai harga-harga sebagai berikut:


Rin= 5 k dan Rout= 45,9 (di temukan contoh pada 8-3). Hitunglah frekuensi
pancung dari jaringan mendahului masuk dan keluar? (MALVINO BARMAWI

Gambar 14-5

Penyelesaian
Frekuensi pancung dari jaringan mendahului masuk adalah :

fin = 1/2(Rs+Rin)(Cin)
fin= 1 / 2 (3,6k + 5k)(0,68F)= 27,2 Hz

Frekuensi pancung dari jaringan mendahului keluar adalah

fout = 1/2(Rout +RL) (Cout)


fout = 1/2(45,9+620)(0,33) = 724 Hz

Soal
4. Lembaran data 2N3904 memberikan fr = 300 MHz pada
harga Ce ?

(MALVINO

BARMAWI

IE = 10 mA. Hitunglah

Penyelesaian
Karena IE = 10 mA, maka
r e = 25 mV/10 mA = 2.5
Dari Pers. Ce = 1/2 (300 MHz) (2.5 ) = 212 pF

Soal
5. Apa yang di maksud dengan Efek Doppler ?
Penyelesaian
Perubahan frekuensi atau panjang gelombang dari sebuah sumber gelombang
yang di terima oleh pengamat, jika sumber suara/ pendengar tersebut bergerak
relatif terhadap pengamat/pendengar. Untuk gelombang yang umum di jumpai,
seperti gelombang suara yang menjalar dalam medium udara, perhitungan dari
perubahan frekunsi ini, memerlukan kecepatan pengamat dan kecepatan sumber
relatif terhadap medium di mana gelombang itu di salurkan. Rumus ini ada dua
dimana yang satu di pengaruhi oleh angin dan yang satu tidak di pengaruhi oleh
angin yaitu :

SOAL UMPAN BALIK NEGATIF


1) Jelaskan
mengapa
pada
Gambar,
bati
(rata-rata hasil
bagi antara keluaran sinyal dari suatu sistem dengan masukan
sinyal pada sistem yang sama)tegangan keseluruhan hampir tetap,
meskipun bati tegangan dideferensial berubah ?

2) Bila 741C pada gambar dibawah mempunyai bati simpal terbuka


100.000, berapa bati simpal tertutupnya ? bila Vin = 1 mV, sama
dengan berapa tegangan keluarannya dan tegangan kesalahannya ?

3) Gambar dibawah memperlihatkan 741C dengan nomor nomor


penyematnya. Bila A = 100.000 in = 2 M, dan out = 75 , berapa
impedansi masuk dan impedansi keluar simpal tertentu ?

4) Apa yang dimaksud dengan umpan-balik arus memantapkan arus


keluar ?
5) Mengapa Op amp cocok bila digunakan dalam penguat umpan-balik
negatif?

Jawaban :
1)Misalkan karena suatu hal (perubahan suhu, pergantian op-amp, atau

penyebab lainnya) A naik. Maka tegangan keluarannya akan berusaha


untuk naik. Artinya, makin banyak tegangan yang diumpankan kembali
kemasukan membalik, yang menyebabkan tegangan kesalahan turun.
Efek ini dapat mengurangi usaha kenaikan pada tegangan keluar. Sama
juga pada penurunan bati tegangan diferensial. Bila A turun, tegangan
keluar berusaha untuk turun. Akibatnya tegangan umpan balik juga turun,
dan menyebabkan Vkes naik, efek ini dapat mengurangi penurunan pada
bati A.

2)

Bati dari pembagi tegangan adalah :

B=

2 k
=0,02
100 k

Bati simpal tertutup didekati dengan harga

Acl =

1
0,02

= 50

Bati yang lebih cermat diberikan oleh persamaan :

Acl =

100.000
1+100.000(0,02)

= 49,975

Perhatikan betapa dekatnya harag ini dengan 50. Yang penting ialah
bahwa 1/B merupakan pendekatan yang teliti untuk bati simpal tertutup
dari penguat yang menggunakan umpan balik tegangan tak membalik.
Bila Vin = 1 mV, tegangan keluar adalah :

Vout = ACL Vin = 50 (1 mV) = 50 mV


Tegangan kesalahannya adalah :

Ukes =

50 mV
100.000

= 0,5 V

3) Penyelesaian :
Bagian umpan balik adalah:

B=

100
=0,000999
100.100

Dan desensivitasnya adalah :

1 + AB = 1 +100.000(0,000999) =
101

Impedansinya masuk simpal tertutup adalah:

rin(CL) = 101(2M)=202M
impedansi keluar simpal tertutup adalah:

rout(CL) =

75
101

= 0,743

4) Umpan balik memantapkan arus keluar berarti tegangan masuk


yang tetap akan menghasilkan arus keluar yang hampir tetap,
meskipun ada perubahan pada bati simpal-terbuka dan resistansi
beban. Misalnya, bila bati tegangan bati simpal terbuka turun, maka
harus keluar akan berusaha untuk turun. Ini menyebabkan tegangan
umpan balik berkurang dan tegangan kesalahan bertambah.
Kenaikan tegangan kesalahan ini hampir mengimbangi seluruh
penurunan pada bati tegangan simpal terbuka, sehingga arus keluar
hampir selalu tetap.
5) Op amp cocok bila digunakan dalam penguat umpan-balik negatif
karena umpan balik negatif mempunyai bati tegangan simpal
terbuka tinggi, impedansi masuk tinggi, dan impedansi keluar yang
rendah.

Nama Kelompok :
Ribhi Atma Ivory
Arya Dimas
Zainul Mukhtarom

(135874022)
(135874027)
(135874034)

PENGUAT SINYAL BESAR

Nama Kelompok :
Dimas Yoga Apriawan

(135874013)

Puthut Giri Winoto

(135874020)

Doni Wahyudi

(135874033)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

TAHUN AJARAN 2013/2014

1. Rangkaian penguat daya kelas A seperti pada gambar


berikut diberi sinyal input sehingga mengalir arus basis
(AC) dengan harga puncak 10mA. Tentukan efisiensi
penguat daya tersebut:

2. Perhatikanrangkaianpenguatdayasimetrikomplementerpad
agambarberikut.
Apabilasinyalsebesar
12
Vrmsdiumpamakanpada
input
penguat,

tentukandayabeban, dayadaricatudaya, efisiensi, dandaya


transistor.

3. MengapapenguatdayakelasAkurangefisien?
Karenaarus
output
(kolektor)
mengalirterusmenerusmeskipuntidakadasinyal
input,
sehingga transistor menerimapanaskarenaadanya ICQ.
4. GambarkanRangkaianpenguatdayakelasAyangmenggunak
anbebantrafodengan parameter VCC, R1, R2, RE, C1, CE,
RL, dantrafo!

5. Jelaskantentangcacatsilangpadapenguatdaya
push-pull
kelas B!
Cacatiniterjadikarenaketidaklinierankarakteristiktransistor
padaawalkerjanya, yaituantaratitikmatihingga cut-in.
Bentukgelombang
output
dengancacatsilangditunjukkanolehgambarberikut: