Anda di halaman 1dari 38

LECTURE NOTE MK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Alfitman, SE., M.Sc


Catatan:-

File ppt belum dapat di upload karena keterbatasan sistem


File doc ini hanya sebagian saja (Jogiyanto only)

PERKEMBANGAN DAN PERANAN SISTEM


TEKNOLOGI INFORMASI

1.1 PENDAHULUAN
System teknologi informasi (STI) telah berkembang dengan sangat pesatnya.
Jika diamati, setiap satu decade, terjadi perkembangan yang cukup signifikan
dari system teknologi informasi (STI). Dimulai dari era akuntansi pada tahun
1950, beranjak ke era operasional mulai tahun 1960, ke era informasi mulai
tahun 1970, menuju ke era jejaring global dimulai tahun 1990, system
teknologi informasi telah banyak mengalami perubahan-perubahan.
Perkembangan dari system teknologi informasi (STI) menyebabkan banyak
perubahan dari materi pengajaran system teknologi informasi ini. Materi dari
system teknologi informasi sekarang ini semakin luas. Perkembangan dari
system teknologi informasi itu sendiri, mulai dari perannya membantu operasi
organisasi menjadi lebih efisien sampai keperannya sebagai alat memenangkan
kompetisi. Perkembangan ini juga menyebabkan perubahan-perubahan peran
manajer di dalam organisasi.
1.2 PERUBAHAN TERMINOLOGI
Sebelum membahas perkembangan dari system teknologi informasi dan
perubahan-perubahan yang diakibatkannya, kesepakatan istilah (terminology)
perlu didiskusikan. Beberapa istilah diusulkan untuk member nama system
teknologi informasi (information technology system), yaitu system informasi
manajemen (management information system), system informasi manajemen
berbasis computer (computer-based management information system),
teknologi informasi (information technology), teknologi system infomasi
(information system technology), system informasi teknologi (technology
1

information system), manajemen informasi (information management), dan


system informasi (information system).
Istilah system informasi manajemen (management information system)
banyak digunakan di buku-buku system informasi di tahun 1980-an, walaupun
saat ini masih banyak yang menggunakan istilah ini. Istilah Sistem Informasi
Manajemen (SIM) atau Management Information System (MIS) sebenarnya
menunjukkan system-sistem informasi fungsional, yaitu system-sistem
informasi yang diterapkan di fungsi-fungsi organisasi. Sistem informasi
manajemen terdiri dari system informasi akuntansi, system informasi
keuangan, system informasi produksi, system informasi pemasaran, dan system
informasi sumber daya manusia. System informasi manajemen ini mulai
berkembang di Amerika Serikat awal tahun 1970 yang digunakan untuk
memberikan informasi kepada manajer-manajer fungsional. Dengan demikian
istilah SIM sudah tidak sesuai lagi untuk menggambarkan system informasi
sekarang ini yang sudah berkembang melebihi system informasi fungsional.
Istilah system informasi manajemen berbasis computer (computer-based
management information system) mempunyai makna yang sama dengan
system informasi manajemen (SIM), hanya ditambahkan istilah berbasis
computer untuk menekankan bahwa teknologi computer digunakan di sistem
ini. Kenyataannya, semua SIM yang ada berbasis computer.
Istilah yang baru berkembang dan mulai banyak digunakan untuk
menggantikan system informasi manajemen adalah teknologi informasi
(information technology). Istilah teknologi informasi (TI) lebih berorientasi
kepada teknologinya. Teknologi Informasi (TI) atau information technology
(IT) adalah sub system atau system bagian dari system informasi. System
informasi mempunyai enam komponen atau bagian dan salah satu dari
komponen dari system informasi adalah teknologi atau teknologi informasi.
Istilah system teknologi informasi (information system technology) juga
digunakan. Istilah teknologi system informasi (TSI) atau information system
technology (IST) juga menunjukkan ke teknologi yang digunakan oleh system
informasi. Istilah teknologi system informasi (information system technology)
mempunyai arti yang mirip dengan teknologi informasi (TI) atau information
technology (IT).

System computer (computer system) juga merupakan teknologi informasi


yang digunakan di system informasi. Teknologi informasi dapat berupa
teknologi apapun yang dapat menghasilkan informasi, termasuk teknologi
computer dan teknologi telekomunikasi. Dengan demikian system computer
(computer system) merupakan sub system atau system bagian dari teknologi
informasi.
Istilah system informasi teknologi (technology information system) lebih
menunjukkan system informasi dari suatu teknologi. Istilah ini kurang jelas
artinya, yaitu system informasi dari teknologi apa dan bagaimana suatu
teknologi dapat mempunyai system informasi.
Istilah yang lainnya adalah manajemen informasi (information
management) yang lebih menunjukkan ke suatu aktivitas yaitu aktivitas
pengelolaan informasi. Istilah ini juga kurang tepat untuk menggambarkan
system teknologi informasi yang luas.
Buku ini menggunakan istilah system informasi (SI) atau information
system (IS) yang menunjukkan system yang dapat menghasilkan informasi
yang berguna. Sistem informasi (SI) ini menggunakan teknologi informasi,
sehingga juga disebut dengan istilah system teknologi informasi (STI), yaitu
system yang menggunakan teknologi informasi. Buku ini akan menggunakan
istilah system informasi (information system) dan system teknologi informasi
(information technology system) bergantian dengan makna yang sama.
1.3 PERUBAHAN-PERUBAHAN MATERI PENGAJARAN
Matakuliah system teknologi informasi (STI) telah mengalami perubahan yang
cukup drastis dengan perubahan perkembangan zaman. Jika beberapa tahun
yang lalu, matakuliah ini lebih menekankan pada aspek teknikal dari STI itu
sendiri, maka sekarang, materi STI sudah dihubungkan dengan stratejik
perusahaan,

sudah

memasukkan

proses

pengembangannya

dan

pengelolaannya. Secara garis besar, materi STI mencakup 5 topik besar seperti
yang digambarkan dalam bentuk piramida berikut ini:

Gambar 1.1 Materi system teknologi informasi (STI)


Materi sistem teknologi informasi (STI) diawali dengan pemahaman dengan
pemahaman konsep dasar tentang sistem itu sendiri dan kemudian diteruskan
dengan pembahasan teknologi yang digunakan. Jika mahasiswa sudah
memahami konsep dasar dari sistem dan teknologinya, pertanyaan berikut
yang akan muncul adalah untuk apa sistem teknologi informasi tersebut,
sehingga pembahasannya dilanjutnya adalah tentang aplikasi-nya. Setelah
aplikasi sistem informasi diketahui pertanyaan berikut yang mucul adalah
bagaimana mengembangkan sistem ini untuk diterapkan di organisasi. Setelah
sistem yang dikembangkan digunakan, sistem ini tidak dapat dibiarkan saja,
tetapi harus dikelola sehingga tetap mengenai sasarannya.
1.4 Perkembangan Sistem Teknologi Informasi
Perkembangan sistem teknologi informasi dimulai pada tahun 1964,
yaitu pada saat IBM memperkenalkan MT/ST (Magnetic Type/Selectric Type )
Writer, yaitu mesin ketik elektronik yang dapat merekam ke pita magnetik.
Tahun 1964 ini merupakan awal dari aplikasi pengolahan kata (word
processing) yang sederhana jika dibandingkan dengan aplikasi pengolahan kata
sekarang. Aplikasi pengolahan kata termasuk dalam aplikasi OAS (Office
Automation System). OAS sekarang tidak hanya terdiri dari aplikasi

pengolahan kata, tetap juga ada aplikasi desktop publishing, scheduling, email, voice mail, facsimille, dan electronic conference.
Perkembangan selanjutnya dari sistem teknologi informasi tidak terlepas
dari perkembangan sistem komputer. Komputer pertama selesai dibuat tahun
1946 yaitu ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer). Pada era
komputer pertama ini, aplikasi yang banyak dilakukan adalah aplikasi teknik,
karena pada waktu itu komputer dimaksudkan sebagai alat untuk menghitung
(compute).
Lebih jelasnya perkembangan sistem teknologi informasi dapat dilihat pada
gambar di bawah ini:

EIS
(19
90)

OAS
(198
0)

TP
PSC
S1950-1960
SIS (191960-1970
Era(19
Akuntansi 70)
Era
Operasional
64)

GIS
(199
0)

ANN
(2000)

GSS
(1990)

SIS
(199
1970-19800) Kompetisi
1980-1990

Era
Era
Informasi
Jejaring
DSS (1980)
Gambar 1. Perkembangan STI dan Era-nya

Pengolahan
kata
sederhana
(1946)

1990Era
Jejaring Global

ES
SI
(1980
M
Kolaborasi
OAS
)
1.5. Peran Sistem Teknologi(19
Informasi di Dalam Organisasi
70)

Sistem teknologi informasi memberikan lima peran utama di dalam organisasi,


yaitu untuk meningkatkan (1) efisiensi, (2) efektifitas, (3) komunikasi, (4)
kolaborasi, dan (5) Kompetitif.
SIM, DSS,
GSS, GIS, ES,
EIS, ANN

Sistem Teknologi Informasi

PCS

TPS

Komunikasi

Peran

Efektifitas

Efisiensi

Gambar 2. Sistem Teknologi Informasi dan Perannya


1.6. Peran Organisasi Sistem Teknologi Informasi
Dengan berkembangnya teknologi dan dengan berubahnya cara perusahaan
untuk beroperasi dan berkompetisi, maka peranan organisasi sistem teknologi
informasi

juga

perkembangan

dituntut
peran

untuk

organisasi

berubah.

Menurut

sistem

teknologi

Rockart
informasi

(1988),
dapat

dikelompokkan kedalam lima era, yaitu era akuntansi, era operasional, era
informasi, era jejaring, dan era jejaring global.
1.7. Peran Manajer Sistem Teknologi Informasi
Manajer sistem teknologi informasi merupakan orang yang memimpin dan
mengelola organisasi sistem teknologi informasi. Dulunya, manajer STI ini lebih
berorientasi pada masalah teknikal dan teknologinya serta penekanannya untuk
efisiensi. Sekarang, manajer STI harus mempunyai pengetahuan bisnis secara
umum, berorientasi manusia pada manusia dan penekanannya pada memenangkan
kompetisi. Karena sistem teknologi informasi digunakan untuk keuntungan
stratejik, pengetahuan bisnis dibutuhkan supaya manajer STI dapat berkomunikasi
dengan manajer puncak perusahaan. Martin et al., (1999) bahkan menyebutnya
bahwa sekarang manajer STI harus mempunyai 80% pengetahuan bisnis dan 20%
sisanya adalah pengetahuan teknikalnya.

Tabel 1. Perubahan Peran Manajer STI


Peran Dulu
80% pengetahuan teknikal
Beorientasi pada teknologi
Penakanan pada efisiensi

Peran sekarang
80% pengetahuan bisnis
Berorientasi pada manusia
Penakanan pada kompetisi

Rockart et al., (1996) menunjukkan bahwa peran manajer STI yang paling utama
adalah menyelaraskan strategi bisnis dan strategi STI secara komunikasi dua arah.
Peran kedua adalah menciptakan hubungan yang efektif dengan manajemen lini.
Peran lainnya dapat dilihat di tabel berikut ini.
Tabel 1. Peran Manajer STI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Menyelaraskan strategi bisnis dan STI secara dua arah


Menciptakan hubungan yang efektif dengan manajemen lini
Merencanakan, merancang, dan mengimplementasikan sistem-sistem baru
Membangun dan mengelola infrastruktur
Meningkatkan keahlian organisasi STI
Mengelola kerjasama dengan pemasok
Membangun kinerja yang tinggi
Mendisain ulang dan mengelola organisasi STI

Penelitian Applegate dan Elam (1992) menunjukkan bahwa di Amerika Serikat,


manajer-manajer STI yang tidak mempunyai pengetahuan hibrid, yaitu
pengetahuan

teknis

dan

bisnis

dikeluarkan

dan

diganti

dengan

yang

mempunyainya.

KONSEP DASAR SISTE, INFORMASI, DAN SISTEM


TEKNOLOGI INFORMASI

2.1.

PENDAHULUAN
Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan
informasi. Sebagai suatu sistem, untuk dapat memahami sisten informasi, akan
lebih baik jika konsep dari sistem itu dipahami terlebih dahulu. Demikian juga
sebagai sistem penghasil informasi, maka konsep informasi perlu dipahami
terlebih dahulu. Bab ini akan membahas pemahaman konsep dasar dari sistem
dan sistem informasi.
Bab ini juga akan membahas komponen dari sistem informasi. Beberapa
penulis memberikan komponen-komponen dari sistem informasi yang berbedabeda dan tidak mempunyai dasar konsep yang jelas mengapa komponenkomponennya harus seperti itu. Komponen-komponen dari sistem informasi
tidak boleh kurang, karena jika komponennya kurang, maka sistem informasi
tersebut tidak akan mencapai tujuannya. Komponen-komponen dari sistem
informasi juga tidak boleh berlebihan, karena akan tidak terpakai dan
memboroskan. Oleh karena itu, komponen-komponen dari sistem informasi
harus tepat jumlah dan macamnya. Bab ini akan menjelaskan komponenkomponen yang dibutuhkan oleh sistem informasi untuk mencapai tujuan dari
sistem informasi tersebut.

2.2.

Konsep Dasar Sistem


Manusia hidup di dunia yang penuh dengan sistem. Lihat disekeliling

anda, maka apa yang anda lihat sebenanrnya adalah kumpulan-kumpulan dari
sistem. Misalnya adalah sistem penerimaan mahasiswa baru, sistem perkuliahan,
sistem perguruan tinggi, sistem perekonomian, sistem bisnis, sistem peredaran
bumi, sistem transportasi dan sebagainya. Demikian juga dengan sistem informasi
8

yang juga merupakan suatu sistem. Oleh karena itu pemahaman suatu sistem
terlebih dahulu akan sangat membantu di dalam pemahaman sistem informasi.
Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan pendekatan
komponen. Dengan pendekatan prosedur, sisten dapat didefinisikan sebagai
kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Contoh dari
sistem dengan pendekatan prosedur ini adalah sistem akuntansi. Sistem ini
didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur penerimaan kas, pengeluaran kas,
penjualan, pembelian, dan buku besar.
Dengan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai
kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya
membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem yang
didefinisikan dengan pendekatan komponen adalah sistem komputer yang
didefinisikan sebagai kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak.
Kedua pendekatan ini adalah benar. Tidak ada pendekatan yang salah.
Beberapa penulis memilih salah satu dari pendekatan ini untuk memudahkan
menggambarkan suatu sistem. Untuk sistem yang lebih menekankan pada
prosesnya, pendekatan prosedur akan lebih mengena untuk menggambarkan sistem
tersebut. Untuk sistem yang fisiknya lebih terlihat, pendekatan komponen akan
lebih jelas digunakan untuk menggambarkan sistemnya. Dalam hal ini, sistem
informasi akan lebih mudah dipahami dan dirancang jika didekati dengan
pendekatan komponen.
2.3.

Tujuan Sistem Informasi


Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Informasi

adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Data
yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai informasi. Untuk dapat
berguna, maka informasi harus didukung oleh tiga pilar sebagai berikut: tepat
kepada orangnya atau relevan (relevance), tepat waktu (timeless), dan tepat
nilainya atau akurat (acurate). Keluaran yang tidak didukung oleh ketiga pilar ini
tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah
(garbage).
Menghasilkan informasi merupakan hal yang tidak mudah. Banyak sistem
informasi yang gagal dalam penerapannya, karena sebenarnya sistem tersebut
bukan sistem informasi, tetapi adalah sistem sampah. Sistem sampah ini tidak

menghasilkan informasi, tetapi menghasilkan sampah. Jika yang dihasilkan adalah


sampah, maka hasil yang dihasilkan oleh sistem tersebut tidak akan digunakan
oleh pemakainya, karena merupakan hasil yang tidak berguna. Untuk menjadi
sistem informasi, maka hasil dari sistem itu harus berupa informasi yang berguna,
yaitu harus memenuhi ketiga kriteria relevan, tepat waktu, dan akurat. Satu saja
kriteria ini tidak dipenuhi, maka hasil dari sistem tersebut adalah sampah.
2.4.

Komponen-komponen Sistem Informasi


Komponen-komponen dari sistem informasi akan diderifikasi secara logika

dimulai dari siklus pengolahan data. Sistem dari informasi ini adalah untuk
melakukan siklus pengolahan data ini. Untuk melakukan siklus ini, maka sebagai
suatu sistem diperlukan komponen-komponen tertentu.
Telah diketahui bahwa data perlu diolah untuk dijadikan informasi yang
berguna lewat suatu siklus. Siklus ini disebut dengan siklus pengolahan data atau
disebut juga dengan siklus informasi.
Data
Input

Diolah
Model

Informasi
Output

Gambar 2. Siklus Pengolahan Data


Dari gambar di atas terlihat bahwa untuk melakukan siklus pengolahan
data diperlukan tiga buah komponen yaitu komponen input, komponen model dan
komponen output. Dengan demikian, sistem informasi yang juga melakukan
proses data juga akan membutuhkan tiga komponen ini.
Data yang masih belum diolah perlu disimpan untuk pengolahan lebih
lanjut, karena tidak semua data yang diperoleh langsung diolah. Pada umumnya,
data yang diperoleh disimpan terlebih dahulu yang nantinya setiap saat dapat
diambil untuk diolah menjadi informasi. Data ini disimpan disimpanan dalam
bentuk database. Data yang ada dibasis data ini yang nantinya akan digunakan
untuk menghasilkan informasi. Siklus pengolahan data yang dikembangkan ini
disebut dengan extended data processing life cycle.
Pertanyaannya sekarang apakah dengan keempat komponen tersebut, input,
model, output, dan database telah cukup membentuk suatu sistem informasi untuk
mencapai tujuannya. Untuk menjawab pertanyaan ini, maka perlu diuji apakah

10

tujuan dari sistem informasi, yaitu untuk menghasilkan informasi yang berguna
dapat dicapai. Informasi yang relevan dapat dicapai dengan komponen model.
Informasi yang tepat waktu dapat dicapai dengan komponen teknologi.
Komponen teknologi sistem komputer mempercepat proses pengolahan data dan
komponen teknologi telekomunikasi mempercepat proses transmisi data, sehingga
informasi dapat disajikan tepat waktunya.
Informasi yang akurat dapat dicapai dengan komponen kontrol. Komponen
kontrol atau pengendalian akan menjaga sistem informasi dari kesalahankesalahan yang disengaja atau tidak disengaja. Komponen kontrol membuat sistem
informasi menghasilkan informasi yang akurat.
Dengan demikian, sistem informasi mempunyai enam buah komponen,
yaitu (1) komponen input, (2) komponen model, (3) komponen output, (4)
komponen teknologi, (5) komponen database, dan (6) komponen kontrol.
Komponen-komponen ini harus ada bersama-sama dan membentuk satu kesatuan.
Jika satu atau lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak
akan dapat melakukan fungsinya, yaitu pengolahan data dan tidak dapat mencapai
tujuannya, yaitu menghasilkan informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu.

Model
Input

Output

Teknologi

Kontrol

Gambar 4. Komponen-Komponen Sistem Informasi


Database

2.5.

Klasifikasi Sistem
Suatu sistem dapat diklasifikasikan sebagai sistem abstrak vs sistem fisik,

sistem alamiah vs sistem buatan manusia, sistem pasti vs sistem probabilistik, dan
sistem tertutup vs sistem terbuka. Sistem informasi masuk ke dalam sistem
informasi fisik, sistem buatan manusia, sistem pasti dan sistem terbuka.
Sebagai sistem fisik, sistem informasi mempunyai komponen-komponen
fisik. Sebagai sistem buatan manusia, karena dirancang dan dibuat oleh analis atau
pemakai sistem. Sebagai sistem pasti, karena hasil dari sistem ini yang berupa
informasi merupakan hasil yang sudah dirancang dan sudah ditentukan sesuai
dengan pemakainya. Sebagai sistem yang terbuka, karena sistem ini berhubungan

11

dengan lingkungan luarnya. Lingkungan luar sistem informasi dapat berupa


sesuatu di luar sistem informasi ini tetapi masih di lingkungan perusahaannya atau
sesuatu di luar lingkungan perusahaannya.
2.6.

Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik. Karakteristik sistem adalah sebagai

berikut:
1. Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem atau subsistem2.
3.
4.
5.
2.7.

subsistem.
Suatu sistem mempunyai batas sistem.
Suatu sistem mempunyai lingkungan luar.
Suatu sistem mempunyai penghubung.
Suatu sistem mempunyai tujuan

Sistem Sosio-Teknologi
Sistem informasi merupakan sub-sistem dari sistem organisasi. Sebagai

suatu sistem, organisasi mempunyai beberapa komponen atau subsistem, yaitu


sistem informasi, struktur organisasi, kultur, tugas-tugas, dan manusia sebagai
berikut:

TugasTugas

Struktur
Organisa
si

Kultur

Sistem
Informa
si

Manusia

12

Gambar 5. Komponen-komponen sistem organisasi yang membentuk


sistem sosio-teknologi
Komponen-komponen lainnya dari organisasi selain komponen sistem
informasi adalah komponen sosial dan komponen sistem informasi adalah
komponen teknologi. Oleh karena itu, organisasi juga disebut dengan sistem sosioteknologi.
Salah satu komponen dari organisasi adalah manusia. Manusia adalah
komponen dari organisasi bukan komponen dari sistem informasinya. Di dalam
organisasi, manusia berinteraksi dengan sistem informasi yaitu manusia
mengoperasikan

sistem

informasi

dan

menggunakan

informasi

yang

dihasilkannya. Dengan demikian manusia adalah subyek dan sistem informasi


adalah objek yang digunakan oleh subyeknya. Dalam pengembangan sistem
informasi, yang harus dikembangkan adalah komponen-komponen dari sistem
informasinya. Setelah sistem ini mulai diterapkan di organisasi menjadi komponen
atau subsistem dari organisasi. Mulai saat itu, sistem informasi berinteraksi dengan
manusia yang merupakan komponen lain dari organisasi. Manusia dilatih untuk
mengoperasikan dan menggunakan sistem informasi ini.

Konsep Dasar Pengambilan Keputusan Manajemen

3.1 Pendahuluan
Manajemen membutuhkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan
mereka. Sistem informasi mempunyai peranan yang penting di dalam
menyediakan informasi untuk manajemen semua tingkatan. Tiap-tiap kegiatan dan
keputusan manajemen yang berbeda membutuhkan informasi yang berbeda. Oleh
karena itu, untuk dapat menyediakan informasi yang relevan dan berguna bagi
manajemen, maka pengembang sistem informasi harus memahami terlebih dahulu
kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya.
3.2. Tipe Kegiatan Manajemen
13

Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya di dalam


organisasi. Tingkatan manajemen dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu
manajemen tingkat atas, menengah, dan manajemen tingkat bawah.
Kegiatan-kegiatan manajemen mempengaruhi pengolahan informasi,
karena informasi yang dibutuhkan berbeda untuk masing-masing tingkatan.
Kebutuhan informasi yang berbeda ini dapat diketahui dari masing-masing
kegiatan manajemen tersebut. Kegiatan manajemen untuk masing-masing
tingkatan dapat dikategorikan sebagai berikut ini.
1. Perencanaan stratejik, merupakan kegiatan manajemen tingkat atas.
2. Pengendalian manajemen, merupakan kegiatan manajemen tingkat
menengah.
3. Pengendalian operasi, merupakan kegiatan manajemen tingkat bawah.
3.2.1. Perencanaan Stratejik
Wu (1984) mendefinisikan perencanaan stratejik sebagai proses evaluasi
lingkungan luar organisasi, penerapan tujuan organisasi, dan penentuan strategistrategi. Sedang Anthony dan Dearden (1980) mendefinisikan perencanaan
stratejik sebagai proses penentuan tujuan-tujuan dari organisasi dan strategistrategi yang digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Pada dasarnya perencanaan stratejik meliputi:
1. Proses evaluasi lingkungan luar organisasi
Lingkungan luar organisasi selalu berubah secara konstan dan perubahanperubahan ini mungkin dapat mengakibatkan perubahan terhadap strategistrategi. Pengaruh dari lingkungan luar dapat berupa kesempatankesempatan pasar, teknologi, tekanan-tekanan politik, sosial, persaingan,
inflasi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu manajemen tingkat atas harus
dapat bereaksi terhadap peluang yang ada dan ancaman yang muncul
terhadap organisasi.
2. Penetapan Tujuan
Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi berdasarkan visi yang
dimiliki oleh manajemen. Tujuan ditetapkan oleh manajemen tingkat atas
di dalam proses perencanaan stratejik yang bersifat jangka panjang.

14

Misalnya tujuan perusahaan adalah dalam waktu 5 tahun menjadi penjual


terbesar di dalam industri dengan menguasai 60% pasar.
3. Penentuan Strategi
Manajemen tingkat atas menentukan tindakan-tindakan yang harus
dilakukan oleh organisasi dengan maksud untuk mencapai tujuantujuannya. Inilah yang disebut dengan strategi. Dengan strategi semua
kemampuan yang berupa sumber-sumber daya dikerahkan supaya tujuan
organisasi dapat diraih. Sumber-sumber daya organisasi dapat berupa
sumber-sumber

daya yang terlihat seperti misalnya, material, modal,

personil serta sumber-sumber daya kesempatan-kesempatan lingkungan


luar organisasi. Contoh strategi misalnya adalah strategi low cost
leadership, inovasi, dan fokus. Manajemen dapat memilih sau atau lebih
strategi yang sesuai dengan lingkungan persaingannya. Bila strategi ini
berhasil dilakukan, maka tujuan organisasi akan dapat tercapai. Strategi
ditentukan dan diformulasikan oleh manajemen tingkat atas dan
diimplementasikan oleh manajemen tingkat menengah dan tingkat bawah.
3.2.3. Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen adalah sistem untuk meyakinkan bahwa
organisasi telah menjalankan strategi yang sudah ditetapkan dengan efektif dan
efisien. Pengendalian manajemen merupakan tingkatan taktik, yaitu bagaimana
manajemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategi
dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yang dijalankan biasanya bersifat jangka
pendek, kurang atau sama dengan satu tahun.
Masing-masing manajemen bagian bertanggung jawab mengendalikan
penggunaan sumber-sumber daya di dalam organisasi dengan efisien dan efektif.
Pusat-pusat pertanggungjawaban merupakan komponen dari sistem pengendalian
manajemen yang dapat berupa pusat biaya, pusat laba, dan pusat investasi.
Sasaran-sasaran harus dipasang supaya sumber-sumber daya menjadi optimal.
Penetapan standar adalah penerapan sasaran-sasaran yang akan dicapai. Masingmasing manajer pusat pertanggungjawaban mewujudkan strategi yang dirancang
oleh manajemen atas dengan cara mengendalikan penyimpangan-penyimpangan
yang terjadi dari sasaran yang akan dicapai.
Di dalam pengendalian manajemen terdapat proses yang menunjukkan
apa yang harus dilakukan oleh manajer. Proses pengendalian manajemen terdiri
15

dari tahapan pembuatan program kerja, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan


pengukuran, serta pelaporan dan analisis.
3.2.4. Pengendalian Operasi
Pengendalian operasi adalah sistem untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap
tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasi
ini merupakan penerapan program-program yang telah ditetapkan di pengendalian
manajemen. Pengendalian operasi dilakukan di bawah pedoman proses
pengendalian manajemen dan difokuskan pada tugas-tugas tingkat bawah.
Kegiatan-kegiatan manajemen tingkat atas lebih menjurus ke perencanaan
jangka panjang dan penentuan-penentuan strategi . lebih bawah tingkatannya,
kegiatan manajemen lebih menjurus kepada hal-hal yang sifatnya terperinci dan
operasional.
3.3. Tipe Keputusan Manajemen
Pengambilan keputusan adalah tindakan manajemen di dalam pemilihan
alternatif untuk mencapai sasaran. Kegiatan dilaksanakan setelah keputusan
diambil. Keputusan yang diambil oleh manajemen tingkat bawah sifatnya adalah
rutin dan berulang-ulang yang disebut dengan istilah terprogram atau keputusan
terstruktur. Terprogram bukan berarti keputusan yang dibuat oleh komputer
melalui suatu program komputer, tetapi berupa suatu kumpulan prosedur yang
dilakukan berulang-ulang. Keputusan pada tingkat yang lebih tinggi sifatnya
adalah lebih tidak teprogram atau lebih tidak terstruktur.
Secara ringkas, keputusan oleh manajemen dapat dikalsifikasikan ke dalam
tiga tipe, yaitu sebagai berikut:
1. Keputusan terprogram atau keputusan terstruktur
2. Keputusan setengah terprogram atau setengah terstruktur.
3. Keputusan tidak terprogram atau keputusan tidak terstruktur.

3.4 Tipe Informasi


Sistem informasi sekarang peranannya tidak hanya sebagai pengumpul data
dan mengolahnya menjadi informasi berupa laporan-laporan keuangan saja, tetapi
mempunyai peranan yang lebih penting di dalam menyediakan informasi bagi

16

manajemen untuk fungsi-fungsi perencanaan, alokasi sumber-sumber daya,


pengukuran dan pengendalian. Laporan-laporan dari sistem informasi memberikan
informasi kepada manajemen mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi
di dalam organisasi untuk menjadi suatu bukti yang berguna di dalam menentukan
tindakan yang diambil. Sistem informasi dapat menyediakan tiga macam tipe
informasi, masing-masing mempunyai arti yang berbeda untuk tingkatan
manajemen yan berbeda yaitu:
1. Informasi pengumpul data- merupakan informasi yang berupa akumulasi
atau pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan: apakah saya sudah
mengerjakannya dengan baik atau belum?
2. Informasi pengarah perhatian- merupakan informasi untuk membantu
manajemen
menyimpang,

memusatkan

perhatian

ketidakberesan,

pada

masalah-masalah

ketidakefisienan,

dan

yang

kesempatan-

kesempatan yang dapat dilakukan. Informasi ini untuk menjawab


pertanyaan: permasalahan apakah yang seharusnya saya amati?
3. Informasi pemecahan masalah- informasi ini merupakan informasi untuk
membantu manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan
yang dihadapinya. Informasi ini untuk menjawab pertanyaan: manakah
yang terbaik dari beberapa cara melakukan pekerjaan?. Problem solving
biasanya dihubungkan dengan keputusan-keputusan yang tidak berulangulang serta situasi yang membutuhkan analisis yang dilakukan oleh
manajemen tingkat atas.
3.5. Karakteristik Informasi
Untuk mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen,
maka manajemen membutuhkan informasi yang berguna. Untuk tiap-tiap tingkatan
manajemen dengan kegiatannya yang berbeda, dibutuhkan informasi dengan
karakteristik yang berbeda pula. Karakteristik informasi misalnya adalah
kepadatan informasinya, luas informasinya, frekuensi informasinya, skedul
informasinya, waktu informasinya, akses informasinya dan sumber informasinya.
3.6. Peranan Manajemen

17

Menurut Henry Mintzberg, ahli manajemen dari Kanada, manajer


mempunyai beberapa peran yang dapat diklasifikasikan kedalam tiga kategori,
yaitu peran hubungan personal, peran informasi, dan peran keputusan.
Peran interpersonal, yaitu peran hubungan personal dapat terdiri dari figur
kepala, pemimpin, dan sebagai penghubung. Sebagai figur kepala, manajer
mewakili organisasi untuk kegiatan-kegiatan di luar organisasi. Sebagai pemimpin,
manajer mengkoordinasi, mengendalikan, memotivasi, dan mendukung bawahanbawahannya. Sebagai penghubung, manajer menghubungkan personal-personal di
semua tingkatan manajemen.
Peran informasi, yaitu peran dari manajer sebagai pusat syaraf organisasi
ntuk menerima informasi yang paling mutakhir dan sebagai penyebar informasi ke
seluruh personal di organisasi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai
juru bicara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang informasi yang
dimilikinya.
Peran keputusan yang dilakukan oleh manajer adalah sebagai entrepreneur,
sebagai orang yang mengalokasikan sumber-sumber daya organisasi dan sebagai
negosiator jika terjadi konflik dalam organisasi.
Untuk

menjalankan

peranannya,

manajer-manajer

di

organisasi

membutuhkan sistem informasi. Sistem-sistem informasi ini dapat digunakan oleh


manajer-manajer untuk mendukung kegiatan dan perannya.

3.7. Tahapan Pengambilan Keputusan


Pengambilan keputusan bukan merupakan satu proses aktifitas saja, tetapi
melewati beberapa aktivitas. Simon (1960) memperkenalkan empat aktivitas
dalam proses pengambilan keputusan, yaitu intelligence, design, choice, dan
implementation.
Sistem-sistem informasi yang dapat digunakan untuk masing-masing tahap
kegiatan pengambilan keputusan dapat dilihat di gambar di bawah ini.

18

Tahapan Pengambilan Keputusan


Intelligence
Design
Choice
Implementation
Teknologi Sistem Komputer

Sistem Informasi
SIM
DSS
DSS
-

4.1. Sistem Komputer


Sistem komputer terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Tanpa
perangkat lunak, perangkat keras hanya berfungsi sebagai benda metal saja yang
tidak dapat mengerjakan sesuatu. Tanpa perangkat keras, perangkat lunak hanya
hanya merupakan kode-kode komputer saja yang tidak dapat menggerakkan
perangkat kerasnya. Oleh karena itu, perangkat keras dan perangkat lunak harus
bekerja bersama-sama membentuk suatu sistem, yaitu sistem komputer.
4.2. Sistem Perangkat Keras
Perangkat keras sebagai subsistem dari sistem komputer juga mempunyai
komponen, yaitu komponen:
1. Alat masukan (input device)
Keyboard
Pointing device (mouse, touch screen)
Scanner
Censor
Voice recognizer
Camera
2. Alat Pemroses (processing device)
CPU
Memori Utama
3. Alat keluaran (output device)
Hard copy device
Softcopy device
4. Alat Simpanan Luar
Sequential access strorage device
Direct acces strorage device

4.3. Hubungan antara Komponen-Komponen Perangkat Keras

19

Hubungan antara komponen-komponen perangkat keras dapat dijelaskan


sebagai berikut ini. Data dan program dimasukkan lewat perangkat keras masukan
ke dalam RAM di alat pemroses. Data dan program selanjutnya dapat disimpan di
alat simpanan luar. Jika data dan program sebelumnya sudah disimpan luar, maka
tidak perlu lagi dimasukkan lewat alat masukan, tetapi dapat diambil dari RAM.
Data dan program yang sudah ada di RAM akan diproses oleh prosesor. Hasil
pengolahan akan ditampilkan di alat keluaran.
4.4. Ukuran kemampuan Perangkat Keras
Ukuran kemampuan perangkat keras ditunjukkan dengan kapasitas memori
utamanya dan kecepatan prosesnya.
Kapasitas memori utama
Kapasitas
8 bit
1024 byte
1024 Kb atau 1.048.576 byte
1024 Mb atau 1.073.741.824 byte
1025 Gb atau 1.099.511.627.776 byte

Ukuran
Byte
Kilobytes
Megabytes
Gigabytes
Terabytes

Memori utama mempunyai kapasitas lebih kecil dibandingkan dengan ukuran


memori luar. Memori utama untuk komputer PC misalnya adalah 512 Mb, 1 Gb,
atau 2 Gb, sedang memori luarnya misalnya adalah 180 Gb.
Kecepatan Proses
Kecepatan proses komputer ditunjukkan dengan satuan kecepatan komputer siklus
mesin (machine cycle) perdetiknya. Komputer yang lambat mempunyai kecepatan
proses dengan ukuran miliseconds (ribuan siklus mesin per detik). Komputer yang
lebih cepat menggunakan ukuran microseconds (jutaan siklus mesin per detik).
Komputer yang lebih cepat lagi menggunakan ukuran nanoseconds (milyaran
siklus mesin per detik). Komputer yang sangat cepat menggunakan ukuran
picoseconds (triliunan siklus mesin per detik).

20

Ukuran lain dari siklus mesin per detik adalah satuan Hertz. Kecepatan 1
KHz = seribu siklus mesin per detik, 1 MHz = 1 juta siklus mesin per detik, 1 GHz
= 1 Milyar siklus mesin per detik dan 1 THz = 1 triliun siklus mesin per detik.
Kecepatan
Ribuan siklus per detik
Jutaan siklus per detik
Milyaran siklus per detik
Triliunan siklus per detik

Ukuran
KHz
MHz
GHz
THz

Satuan ukuran lain dari kecepatan komputer adalah dihitung dari kecepatannya
mengolah instruksi program. Ukuran satuan MIPS (millions of instruction per
second) menunjukkan kemampuan mengolah jutaan instruksi program per detik.
Satuan ukuran lainnya dari kecepatan komputer adalah dihitung dari kecepatannya
memproses perhitungan dasar (pertambahan) bilangan pecahan (floating points).
Ukuran MFLOATS (millions of floating points per second) menunjukkan
kemampuan menghitung jutaan bilangan pecahan per detik.
4.5. Seberapa cepat Komputer Anda?
Misalnya anda mempunyai komputer mikro dengan kecepatan 1 MHz.
seberapa cepatkah komputer ini?. Untuk menjawab pertanyaan ini, maka
diperlukan pengetahuan tentang bagaimana komputer ini memproses data.
Kecepatan komputer 1 GHz berarti mempunyai kemampuan melakukan 1 milyar
siklus mesin selama 1 detik. Komputer 1 GHz ini dalam satu detik mampu
mengambil data dari memori dan mengeksekusinya sebanyak 1 milyar kali.
4.6. Klasifikasi Komputer

Komputer mikro atau PC


Komputer mini atau workstation (server)
Komputer mainframe
Komputer super
Tabel. Kategori Komputer dan Kecepatannya

Kategori komputer

Kecepatan Sampai dengan


MFLOAT MIPS GHz

Penggunaan

21

Komputer Mikro

S
250

75

1,5

Workstation

500

150

-pemakaian pribadi
-klien server
-server klien

Komputer Mini
Mainframe

1000
2000

300
600

6
12

-Server klien
-Komputer pusat dengan

1.200

banyak terminal
-lembaga sain penelitian
-lembaga militer
-lembaga bisnis besar
Sama dengan mainframe

Komputer super

200.000

60.000

4.7. Sistem Perangkat Lunak


Perangkat lunak dapat diklasifikasikan ke dalam dua bagian besar, yaitu
sebagai berikut ini:
1. Perangkat Lunak Sistem
Perangkat lunak sistem operasi
Perangkat lunak sistem bantuan
Perangkat lunak bahasa
2. Perangkat Lunak Aplikasi

Teknologi Sistem Telekomunikasi

5.1. Pendahuluan

Kemajuan teknologi komunikasi sekarang mempunyai pengaruh pada


perkembangan pengolahan data. Data dari suatu tempat dapat dikirim ke tempat
lain dengan alat telekomunikasi. Sistem informasi sekarang memanfaatkan alat
telekomunikasi untuk membentuk suatu jaringan komputer. Di dalam sistem
telekomunikasi, istilah jaringan kerja (network) digunakan bila paling sedikit dua
atau lebih alat-alat dihubungkan satu dengan yang lainnya. Sistem pemesanan tiket
pesawat terbang merupakan contoh computer network, dengan puluhan, ratusan
bahkan sampai ribuan terminal dapat dihubungkan dengan pusat komputer yang

22

menyimpan semua informasi jadwal penerbangan dan tempat duduk untuk masingmasing nomor penerbangan.
Jaringan komputer ini memungkinkan tidak hanya organisasi yang sama
dihubungkan satu dengan yang lainnya untuk pengiriman data, tetapi juga dengan
organisasi yang lain dan bahkan langsung dengan pemasok dan konsumen. Dengan
cara seperti ini sekarang perusahaan dapat memperoleh keuntungan stratejik,
karena perusahaan dapat lebih dekat dengan pemasok dan pelanggan. Upayaupaya ini telah banyak dilakukan, misalnya jaringan ATM, yaitu menarik sistem
informasi bank keluar mendekati nasabah dengan menggunakan teknologi
telekomunikasi. Begitu juga dengan toko maya lewat jaringan internet. Oleh
karena itu pemanfaatan teknologi telekomunikasi ke dalam teknologi sistem
komputer merupakan hal penting.
Pengiriman data secara transmisi elektronik biasanya disebut dengan istilah
komunikasi data (data communication). Data perlu dikirim dari satu tempat ke
tempat lain dengan beberapa alasan, diantaranya adalah:
1. Transaksi sering terjadi pada suatu tempat yang berbeda dengan tempat
pengolahan datanya atau tempat di mana data tersebut akan disimpan,
sehingga data perlu dikirim ke tempat pengolahan dan dikirim lagi ke
tempat yang membutuhkan informasi dari data tersebut.
2. Kadang-kadang lebih efisien atau lebih murah mengirim data lewat
jalur komunikasi, lebih-lebih bila data telah diorganisasikan melalui
komputer, dibandingkan dengan cara pengiriman biasa.
3. Suatu organisasi yang mempunyai beberapa tempat pengolahan data,
data dari suatu tempat pengolahan yag sibuk dapat membagi tugasnya
dengan mengirimkan data ke tempat pengolahan lain yang kurang sibuk
4. Alat-alat yang mahal, seperti misalnya alat pencetak grafik atau printer
berkecepatan tinggi, cukup diletakkan di suatu lokasi saja untuk
digunakan bersama-sama sehingga dapat menghemat biaya.
5.2.

Komponen-komponen Sistem Telekomunikasi


1. Komputer pengirim
Sebelum data dikirimkan, maka data perlu dipersiapkan terlebih
dahulu. Komputer pengirim mempunyai tugas melakukan hal ini.
Demikian juga komputer penerima perlu melakukan tugas-tugas
menerima kiriman data. Tugas-tugas yang dilakukan oleh komputer
pengirim (penerima) dalam transmisi data adalah sbb ini:
23

2.

3.

4.

5.
5.3.

Mengirim (menerima) sinyal untuk membentuk jalur perantara

transmisi.
- Mengarahkan transmisi ke media yang digunakan
- Mempersiapkan format dari data yang dikirim (diterima)
- Melakukan transmisi data dan mengatur kecepatan dari tramsmisi
- Melakukan pengawasan transmisi jika terjadi kesalahan transmisi
Media transmisi
Bentuk media transmisi yang dapat digunakan
Twisted pair
Coaxial cable
Radio frekwensi wireless LAN
Infrared light wireless LAN
Microwave
Satellite
Fiber optic cable
Kapasitas media atau kanal transmisinya
Narrowband channel (telegraf)
Voiceband channel (telepon)
Broadband channel (audio visual)
Tipe dari kanal transmisinya
One-way transmission (Apple ke IBM)
Two-way transmission (HDX/FDX)
Both-way transmission (telepon)
Mode transmisi
mode transmisi paralel
mode transmisi secara seri
Pemroses komunikasi
Modem
Concentrator
Multiplexer
Front-end processor
Perangkat lunak komunikasi
Telecommunications monitor (TCM)
Network control program (NCP)
Komputer penerima

Kurir Telekomunikasi dan ISDN


Perusahaan yang menyediakan jasa kanal transmisi disebut dengan kurir

telekomunikasi

(telecommunication

carrier),

misalnya

Telkom,

Indosat.

Perusahaan kurir telekomunikasi ini menyediakan jasa kanal transmisi secara


publik dan privat. Penyediaan jasa secara publik dapat dilakukan dengan lewat jasa
jalur telpon biasa. Jalur publik ini tidak terlalu lebar. Untuk jalur yang lebih lebar,
24

maka dapat digunakan jalur privat (private line) atau leased line atau dedicated
line.

Salahsatu jasa leased line yang mempunyai prospek adalah ISDN


(integrated services digital network). Jika jalur telepon biasa menggunakan pulsa
analog, maka ISDN menggunakan pulsa digital. Dengan demikian jika ISDN
digunakan maka modem sudah tidak diperlukan lagi. Disamping itu, jalur ISDN
merupakan jalur lebar yang dapat membawa sekaligus secara simultan suara, teks,
data, dan video. Bentuk dasar ISDN adalah B-Channel dengan lebar 64 Kbps dan
D-Channel dengan lebar 16 Kbps sampai dengan 64 Kbps. B-Channel digunakan
untuk membawa informasi beritanya (suara, data, teks, dan video), sedang DChannel digunakan untuk membawa kode kontrol transmisi dan sinyal lainnya
(seperti nomor telpon pengirim atau caller number identification). Jasa ISDN
dapat dalam bentuk akses dasar (basic access) dan akses primer (primer access).
Akses dasar terdiri dari 2 B-Channel dan sebuah 16 Kbps D-Channel. Akses
primer terdiri dari 23 B-Channel dan sebuah 64 Kbps D-Channel.

5.4.

Connectivity dan Protocol


Kemampuan komputer untuk berkomunikasi dan berbagi komunikasi satu

dengan yang lainnya disebut dengan connectivity. Untuk mencapai connectivity


dibutuhkan standar komunikasi data yang disebut dengan protocol.
Protocol adalah suatu kumpulan dari aturan-aturan yang berhubungan dengan
komunikasi data antara alat-alat komunikasi supaya komunikasi data dapat
dilakukan dengan benar. Protocol menjamin bahwa alat-alat yang dihubungkan
compatible.
Contoh protocol:
Systems network architecture (SNA) dari IBM
Burrogh network architecture (BNA) dari Burroughs
Distributed System environtment DSE) dari Honeywell
Open system interconnection dari international standards organization
Transmission control protocol/internet protocol (TCP/IP) dari
Departemen pertahanan USA pada tahun 1972 untuk digunakan di
jaringan internet.

25

5.5.

Topologi Jaringan
Network adalah jaringan dari sistem komunikasi data yang melibatkan
sebuah alat atau lebih node (sumber-sumber daya) yang dihubungkan dengan
jalur transmisi (link)

membentuk suatu sistem. Istilah node menunjukkan

sumber-sumber daya seperti terminal, komputer, printer, dan lain sebagainya.


Sedang istilah link menunjukkan media penghubungnya, misalnya kabel,
microwave, atau satelit. Bentuk dari jaringan (network) disebut dengan
topology.
Topologi dasar dari jaringan komputer dapat berbentuk jaringan bentuk
bintang (star network), jaringan bentuk bus (bus network), jaringan bentuk
lingkaran (loop network), dan jaringan bentuk cincin (ring network). Bentuk
tambahan lainnya adalah jaringan bentuk laba-laba (web network) dan jaringan
bentuk meta (meta network). Masing-masing topologi bentuk jaringan ini
menghubungkan beberapa node dengan menggunakan link.
5.6.

Macam-Macam jaringan

5.7.
5.8.
5.9.
5.10.

1. Jaringan Lokal
Private Branch Exchanges (PBX)
Local Area network (LAN)
2. Jaringan Luas
Wide Area network (WAN)
Value Added Network (VAN)
Teleprocessing System
Client Server System
Resource Sharing System
Distributed Data Processing System

SISTEM INFROMASI DI FUNGSI-FUNGSI ORGANISASI


Sistem Informasi dapat diterapakan secara internal maupun Eksternal Perusahaan.
Secara Internal, system informasi dapat diterapkan didalam fungsi-fungsi
organisasi atau ditingkat-tingkatan organisasi. Tergantung pada departemen yang
26

ada pada sebuah perusahaan, seperti pada departemen akuntansi, keuangan,


pemasaran, produksi, SDM dan lain-lain. Secara Eksternal system informasi yang
ada ditarik kelur menjangkau ke pelanggan.

Penerapan Sistem Informasi Pada Organisasi Perusahaan


1
Penerapan

Sistem

Informasi

pada

Keuangan

Sistem

informasi

Keuangan(Financial information System)


Penerapan Sistem Informasi pada Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi(Accounting Information System)
Merupakan Sistem Informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi
informasi keuangan yang berguna bagi pemkainya. Tujuan Sistem Informasi
Akuntansi
1

1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to support the day-to-day


operartions), seperti untuk menerima cek pembayaran, penerimaan
penjualan tiap hari, Pelanggan menerima faktur, order pembelian barang,
perintah pembayaran kepada kasir dan lain-lain

2.

Mendukung pengambilan keputusan manajemen(to support decision


making by internal decision markers). Seperti membuat keputusan badget
penyediaan alat-alat yang dibutuhkan dalam operasional, perencanaan
keuangan suatu perusahaan dan lain-lain.

3.

Untuk memenuhi kewajiban untuk pertanggung jawaban(to fulfill


obligations relating to stewardship). Seperti pelaporan kepada pemilik
saham perusahaan, laporan pajak kepada pemerintah dan lain-lain.

4
Penerapan Sistem Informasi pada Pemasaran
Sistem Informasi Pemasaran(Marketing Information System)

27

Informasi dari system informasi pemasaran digunakan oleh manejer-manajer


semua tingkatan. Seperti untuk perencanaan baik, dalam hal procuk ataupun jasa,
untuk pengendalian penjualan dan pemasaran.
Penerapan system informasi pada produksi
Sistem Infrmasi Produksi(Production Information System)
Penerapn system informasi pada SDM
Sistem informasi SDM (Human Resource information System)
Dan lain-lain
Ada dua jenis sistem informasi, yaitu :
1 1. Sistem Informasi yang berdiri sediri, merupakan system informasi yang
berdiri sendiri, artinya tidak ada hubungan antara system informasi pada
suatu departemen dengan system informasi yang ada pada departemen lain.
2 2. Sistem informasi terintegrasi, merupakan system informasi yang saling
berkait antara satu departemen dengan departemen lainnya.
3
SISTEM PENGOLAHAN TRANSAKSI
Sistem informasi yang digunakan untuk level operasional, disebut juga dengan
nama SPT (Sistem Pengolahan Transaksi) atau TPS(Transaction processing
Systems ).
Tujuan dari SPT adalah :
1

1. Menangkap Transaksi-transaki bisnis yang tejadi.

2. Mencatat Transaksi pada document dasar

3. Entry kedalam System informasi dan merekam kedalam basisdata

4. Mengolah data menjadi informasi

28

Gambar . Sistem Pemrosesan transaksi


Dari gambar diatas terlihat bahawa alur didalam SPT adalah sebagai berikut :
1

1. Data transaksi diolah dengan SPT

2. Data Transaksi disimpan kedalam database

3. Data transaksi akan melahirkan laporan-laporan pencatat nilai

4. Laporan-laporan tersebut digunakan oleh pihak yang mekukan transaksi,


stake holder(pemerintah, kreditor, manajer-manajer level bawah).

Enterprise Resource Planning ERP)


ERP adalah suatu perangkat lunak paket dengan aplikasi yang terintegrasi untuk
digunakan secara luas di organisasi. ERP termasuk TPS ditambah dengan sistemsistem fungsional yang terintegrasi.
Aplikasi ERP meliputi fungsi-fungsi akuntansi, keuangan, SDM, pemasaran, dan
logistik. Aplikasi ERP di fungsi akuntansi meliputi modul-modul seperti buku
besar, piutang dagang, hutang dagang, aktiva tetap, manajemen kas, dan akuntansi
biaya. Aplikasi ERP di fungsi keuangan meliputi modul analisis porto folio,
analisis resiko, analisis kredit, manajemen aktiva, sewa guna, dan manajemen realestate. Aplikasi ERP di fungsi SDM meliputi modul rekruitmen, penggajian,
manajemen personil, pengembangan karyawan, dan manajemen kompensasi.
Aplikasi ERP di pemasaran meliputi modul manajemen relasi pelanggan,

29

pemasukan order, pemrosesan order. Aplikasi ERP di logistik meliputi modul


perencanaan produksi, manajemen material, manajemen pabrik.

APLIKASI SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI(STI) DI LEVELLEVEL ORGANISASI


Sistem teknologi informasi atau yang biasa disebut STI itu adalah suatu
system yang terbentuk sehubungan adanya penggunaan teknologi
informasi. STI ini dapat di aplikasikan ke dalam level-level organisasi,
sebelumnya definisi organisasi itu adalah suatu tempat, wadah dan suatu
media dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan
berstruktur, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam mengelola suatu
sumber daya, sarana-parasarana yang ada, data, dan lain sebagainya yang
digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan tertentu dan
tujuan organisasi itu sendiri. Dan level-level dalam organisasi itu adalah :
1. Level Operasional
Level dimana terjadinya aktifitas dasar dan transaksi rutin dan adanya
data yang terkini.
2. Level Pengetahuan (Knowledge)
Level yang bertujuan untuk mendukung dan memberikan pengetahuan
atau informasi dan data pekerjaan yang diperuntukan untuk karyawan.
3. Level Menejemeni
Ialah level untuk mengawasi, mengkoordinasi dan juga pengambilan
keputusan dalam organisasi.
4. Level Strategis
Adalah level untuk membentuk perencanaan jangka panjang dan juga
jangka pendek organisasi.
1. Sistem pakar
Sistem pakar adalah suatu system untuk mengadopsi pengetahuan yang dimiliki
30

manusia ke komputer yang dirancang untuk memaksimalkan kemampuan dalam


menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar atau orang yang sudah
terbiasa menghadapi masalah itu.
Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau
hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat
diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Dalam penyusunannya, sistem
pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules)
dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam
bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer,
yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk
penyelesaian masalah tertentu.
Suatu sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut :
a)
b)
c)
d)

Memiliki informasi yang handal.


Mudah dimodifikasi.
Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.

Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem
pakar, antara lain :
a) Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
b) Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
c) Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
d) Meningkatkan output dan produktivitas.
e) Meningkatkan kualitas.
f) Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang
g)
h)
i)
j)

termasuk keahlian langka).


Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap

dan mengandung ketidakpastian.


k) Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
l) Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
m) Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki
beberapa kelemahan, antara lain :
a) Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat
mahal.

31

b) Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan


ketersediaan pakar di bidangnya.
c) Sistem Pakar tidak 100% bernilai benar.
Sistem pakar itu sendiri dapat dikembangkan lebih lanjut dengan beberapa alasan
yaitu :
a) Dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan di berbagai lokasi.
b) Secara otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan
seorang pakar.
c) Seorang pakar akan pensiun atau pergi.
d) Seorang pakar adalah mahal.
e) Kepakaran dibutuhkan juga pada lingkungan yang tidak bersahabat.
2. Sistem Penunjang Keputusan & Sistem Informasi Eksekutif

System penunjang keputusan(SPK) disebut juga dengan DSS (Decision Suport


system) Pengembanag DSS berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya
pengguna computer secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada
mulanya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus
melalui spesialis informasi. Timesharing membuka peluang baru dalam
penggunaan computer. Tidak sampai tahun 1971, ditemukan istilah DSS, G
Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang keduanya frofesor MIT,
bersama-sama menulis artikel dalam jurnal yang berjudul A Framework for
Management Information System mereka merasakan perlunya ada kerangka
untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan keputusan manajemen.
Gorry dan Scott Morton mendasarkan kerangka kerjanya pada jenis keputusan
menurut Simon dan tingkat manajemen dari Robert N. Anthony. Anthony
menggunakan istilah Strategic palnning, managemen control dan operational
control (perencanaan strategis, control manajemen, dan control manajemen).
DSS adalah sebuah system yang memberikan dukungan kepada seorang manajer,
atau kepada sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai team
pemecah masalah, dalam memecahkan masalah semi terstrukitur dengan
memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu. Informasi tersebut
diberikan oleh laporan berkala, laporan khusus, maupun output dari model

32

matematis. Model tersebut juga mempunyai kemampuan untuk memberikan saran


dalam tingkat yang bervariasi.
Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS dilakuikan oleh Steven L.
Alter. Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang
digunakan pada waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam
mengidentifikasi enam jenis DSS, yaitu :
a) Retrive information element (memanggil eleman informasi)
b) Analyze entries fles (menganali semua file)
c) Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa
files)
d) Estimate

decisions

qonsquences

(meramalkan

akibat

dari

keputusan)
e) Propose decision (menawarkan keputusan )
f) Make decisions (membuat keputusan)
Tujuan dari system DSS ini memiliki tiga tujuan yang harus di
capai yaitu :
a) Membantu

manajer

dalam

pembuatan

keputusan

untuk

memecahkan masalah
semi terstruktur.
b) Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau
mengganti keputusan tersebut.
c) Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan,
dan bukannya peningkatan efisiensi
Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur
masalah, dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.
Pada dasarnya dua pengguna informasi dari DSS oleh manajer, yaitu untuk
mendefinisikan masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pendefinisian
masalah adalah usaha definisi dari pendekatan system. berkaitan dengan fase
intelegensi yang di kemukakan oleh simon. Selanjutnya manjer menggunakan
informasi untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasi. Hal ini merupakan
usaha pemecahan menurut poendekatan sistim dan berkaitan denga fase disain dan
pemilihan. Pada umumnya, laporan berkala dan khusus digunakan terutama dalam
usaha definisi, dan simulasi dalam usaha pemecahan Laporan berkala dapat di
rancang untuk menidentifikasi masalah atau masalah yang kemungkinan besar
akan muncul, manjer juga melakukan query terhadap database untuk menemukan
masalah atau mempelajari lebih jauh lagi mengenai masalah yang telah di

33

identifikasi. Simulasi dapat juga membuka masalah yang tersembunyi, karna


kelemahan cenderung akan kelihatan menonjol ketika operasi perusahaan diubah
secara matematis. Laporan berkala dan khusus dapat juga membantu manajer
untuk memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi keputusan alternative,
mengevaluasi dan memilih alternative tersebut, dan memberikan informasi
lanjutan.
Sistem informasi eksklusif adalah Suatu bagian yang menyediakan informasi bagi
eksekuif mengnai kinerja keseluruhan perusahaan.yang disingkat dengan EIS.
Mengirimkan, menganalisis, dan menyajikan informasi pada station kerja para
pengambil keputusan yang memberikan gambaran jelas kepadanya mengenai
standar penting serta kejadian-kejadian, sebelum terlambat menanganinya. Data
khususnya

gambaran

pasar, informasi

keuangan,

dan

statistik

industri,

dikumpulkan dari sistem pemrosesan bisnis on-line milik perusahaan dan


organisasi pihak ketiga.
Dalam membangun EIS para eksekutif menggunakan beberapa konsep dasar yang
bertujuan memungkinkan para eksekutif dapat memantau seberapa baiknya knerja
perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Faktor-faktor penentu keberhasilan penerapan EIS
a. Sponsor eksekutif yang mengerti dan berkomitmen Eksekutif tngkat
puncak (CEO) harus berfungsi sebagai sponsor eksekutif EIS agar
mampu menorong penerapan EIS diperusahaan
b. Sponsor Operasi
Jika sponsor eksekutif terlalu sibuk, maka sebagian tugas dilimpahkan
kepada eksekutif puncak lain sebagai sponsor operasi yang bekerja sama
dengan spesialis informasi unuk memastikan pelaksanaan pekerjaaan
c. staf jasa informasi yang sesuai harus tersedia spesialis informasi yang
tidak hanya mengerti teknologi informasi, tetapi tahu juga cara eksekutif
menggunakan system tersebut.
d. Teknologi Informasi yang sesuai
Penggunakan teknologi informasi harus benar-benar sesuai dengan
keinginan eksekutif, tidak lebih atau kurang.
e. Manajemen data

34

Tidak

hanya

untuk

menghasilkan

informasi,

eksekutif

juga

menginginkan sejauh mana kemutakhiran dari data dan informasi yang


dihasilkan.
f. Kaitan yang jelas dengan tujuan bisnis
Sebagian besar EIS yang dirancang digunakan untuk memecahkan
masalah yang spesifik berkaitan dengan bisnis
g. Manajemen atas penolakan organisasi
Jika eksekutif menolak menggunakan EIS, perlu dilakukan upaya untuk
mendapatkan mengidentifikasikan satu masalah yang dihadapi eksekutif
tersebut untuk penerapannya.
h. Manajemen atas penyebaran dan evolusi sistem
jika manajer tingkat atas mulai menerima informasi dari EIS, maka
manajer tingkat bawah menginginkan informasi yang sama, karena
mereka ingin mengantisipasi masalah dan memecahkannya sebelum
manajer tingkat atas mengangap masalah tersebut tidak terkendali
3. Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis merupakan system yang berbasis computer didesain
untuk mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, dan menampilkan informasi
spasial (keruangan). Yakni informasi yang mempunyai hubungan geometric
dalam arti bahwa informasi tersebut dapat dihitung, diukur, dan disajikan dalam
sistem koordinat, dengan data berupa data digital yang terdiri dari data posisi
(data spasial) dan data semantiknya (data atribut). SIG dirancang untuk
mengumpulkan, menyimpan dan menganalisis suatu obyek dimana lokasi
geografis merupakan karakteristik yang penting, dan memerlukan analisis yang
kritis. Penanganan dan analisis data berdasarkan lokasi geografis merupakan
kunci utama SIG. Oleh karena itu data yang digunakan dan dianalisa dalam
suatu SIG berbentuk data peta (spasial) yang terhubung langsung dengan data
tabular yang mendefinisikan bentuk geometri data spasial. Misalnya apabila
kita membuat suatu theme atau layer tertentu, maka secara otomatis layer
tersebut akan memiliki data tabular yang berisi informasi tentang bentuk
datanya (point, line atau polygon) yang berada dalam layer tersebut.

35

.
SIG juga merupakan sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan
komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap
segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi. Teknologi
SIG mengintegrasikan operasi pengolahan data berbasis database yang biasa
digunakan saat ini, seperti pengambilan data berdasarkan kebutuhan dan
analisis statistik dengan menggunakan visualisasi yang khas serta berbagai
keuntungan yang mampu ditawarkan melalui analisis geografis melalui
gambargambar petanya.
Kemampuan tersebut membuat SIG berbeda dengan system informasi pada
umumnya. Dengan SIG kita mampu melakukan lebih banyak dibanding hanya
dengan

menampilkan

data

semata-mata.

SIG

menggabungkan

semua

kemampuan, baik yang hanya berupa sekedar tampil saja, sistem informasi
yang tersaji secara thematis, dan sistem pemetaan yang berdasarkan susunan
dan jaringan lalu-lintas jalan, bersamaan dengan kemampuan untuk
menganalisa lokasi geografis dan informasi-informasi tertentu yang terkait
terhadap lokasi yang bersangkutan.
Dan jangan lupa, SIG adalah sebuah aplikasi dinamis yang akan terus
berkembang. Peta yang dibuat pada aplikasi ini tidak hanya akan berhenti dan
terbatas untuk keperluan saat dibuatnya saja. Peremajaan terhadap informasi
yang terkait pada peta tersebut dapat dilakukan dengan mudah, dan secara
otomatis peta tersebut akan segera menunjukkan akan adanya perubahan
informasi tadi. Semuanya itu dapat dikerjakan dalam waktu singkat, tanpa perlu
belajar secara khusus. SIG sangat memungkinkan untuk membuat tampilan
peta, menggunakannya untuk keperluan presentasi dengan menunjuk dan mengkliknya, serta untuk menggambarkan dan menganalisis informasi dengan cara
pandang baru, mengungkap semua keterkaitan yang selama ini tersembunyi,
pola, beserta kecenderungannya.
4. Sistem Kantor Otomatis

36

a. Otomatisasi kantor didefinisikan oleh OBrien ( 1996 ) sebagai system


informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan
dan

mendistribusikan

pesan-pesan,

dokumen-dokumen

dan

komunikasi

elektronik lainnya diantara individual, grup-grup kerja dan organisasi


b. Otomatisasi kantor yang biasa juga di sebut dengan Office Automation
merupakan penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal
dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orangorang didalam dan diluar perusahaan untuk meningkatkan perusahaan
Dalam system ini terdapat beberapa tahap yang di lalui yaitu dengan :

c. Tradisional
penggunaan teknologi utamanya ditujukan untuk mengurangi biaya dan
meningkatkan produktifitas. Terfokus pada penggunaan Word Processing
d. Transisional
ditandai dengan mulai digunakannya proses data secara elektronik serta
dibangunnya

aplikasi

untuk

keperluan

pengarsipan,

penyimpanan,

dan

komunikasi yang berbasis komputer.


e. Transformasional
merupakan fase integrasi informasi dan pematangan konsep Information
Resource Management (IRM) yang merupakan konvergensi telekomunikasi dan
informasi (ICT)
system ini sangat membantu pekerjaan manusia, system ini memiliki beberapa
tujuan yaitu :
1. pendapatan yang lebih tinggi
2.membantu pemecahan masalah
3. penggabungan dan penerapan teknologi
4. memperbarui proses pelaksanaan pekerjaan di kantor
5. meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan

37

Kesimpulan

dari

tujuan-tujuan

yang

ada

adalah

untuk

meningkatkan

produktivitas. Bila diterapkan sebagai alat pemecah masalah, otomatisasi kantor


dapat memberikan kemampuan antara manajer untuk saling melakukan
komunikasi dengan lebih baik selagi mereka memecahkan masalah. Peningkatan
komunikasi ini dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.
Pengguna

dalam

system

kantor

otomatis

adalah

sebagai

berikut

a. manajer
Adalah orang-orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya
perusahaan, terutama sumber daya manusia.
b. Professional
Orang yang tidak mengelola orang lain tetapi menyumbang keahlian khusus yang
membedakan mereka dari sekretaris dan pegawai administrative, contohnya
pembeli, wiraniaga dan lain-lain.
c. Sekretaris
Biasanya ditugaskan pada pekerja terdidik tertentu untuk melaksanakan berbagai
tugas, seperti menangani korespondensi, menjawab telepon dan mengatur jadwal
pertemuan.
d. Pegawai administratif,
Biasanya bertugas melaksanakan

tugas-tugas

untuk

sekretaris,

seperti

mengoperasikan mesin fotokopi, menyusun dokumen, menyimpan dokumen dan


mengirimkan surat.

38