Anda di halaman 1dari 1

DIAGNOSA

Diagnosa pada penyakit Panleukopenia yaitu :


Diagnosa Panleukopenia dapat dilihat berdasarkan riwayat, pemeriksaan klinis dan
gejala klinis. Pemeriksaan serologik untuk mengetahui ada atau tidaknya antibodi terhadap
virus FPL didalam serum, pada saat ini sering menggunakan teknik haemagglutinationinhibition (HI) dan atau menggunakan serum neutralization test (SNT) teknik mikro.
Pemeriksaan patologi dan pemeriksaan laboratorium juga dilakukan untuk memastikan
diagnosa yang tepat.
Pemeriksaan patologi dan pemeriksaan laboratorium, antara lain : (Syafriati, 2004)
-

Pemeriksaan hematologi untuk mengetahui adanya leukopenia, hemaglutinasi

langsung dari sel darah merah babi atau kera resus.


Pengisolasian virus dalam biakan sel.
Pewarnaan antibodi fluorosensi dapat digunakan untuk mendeteksi antigen
Uji ELISA untuk mendeteksi antibodi atau antigen, di deteksi dengan menggunakan
PCR.

PROGNOSA
Prognosa ditegakkan dengan memperhatikan status cairan tubuh, tingkat anemia, serta
beratnya infeksi yang diperoleh dari pemeriksaan darah. Biasanya prognosanya sangat
dubius. Anak kucing terinfeksi yang berumur kurang dari 2 bulan, 90-95% meninggal tanpa
pengobatan. Anak kucing yang berumur lebih dari 2 bulan memiliki tingkat kematian 60-70%
dengan pengobatan dan angka kematian hampir 100% jika tidak diobati. Kucing dewasa
memiliki tingkat kematian 10-20% jika diobati, dan angka kematian 85% jika tidak diobati.
Kucing tua memiliki tingkat kematian 20-30% jika dirawat dan tingkat kematian 90% jika
tidak diobati (Greene, 2005).
Daftar pustaka
Greene CE, Addie DD. Feline panleukopenia. 2005. In: Greene CE, ed. Infectious
diseases of the dog and cat, Philadelphia: WB Saunders Company, 2005: 7888.
Syafriati, T. 2004. Detection of Feline Panleukopenia Antibodies in Cat Using ELISA
Technique. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor : Balai
Penelitian Veteriner