Anda di halaman 1dari 2

BAGIAN KEDUA

KASUS KEDOKTERAN KELUARGA


PENANGGULANGAN PENYAKIT HIPERTENSI
Penderita bernama Nyoman Suka, laki-laki berumur 65 tahun. Bapak Nyoman Suka
bersekolah hingga tamat SD dan saat ini masih melanjutkan pekerjaannya sebagai
petani kopi. Penderita tidak mengetahui tentang riwayat hipertensi pada keluarganya.
Bapak Suka diketahui menderita hipertensi sejak lama, kurang lebih 5 tahun. Jika ada
keluhan biasanya bapak Suka berobat ke Pustu desa Batu Kaang.
Penulis mengetahui tentang penyakit yang diderita Bapak Suka ketika kunjungan
kedua dilakukan. Saat dilakukan kunjungan pertama bersama dengan Sandi, cucu
Bapak Nyoman Suka, penulis tidak berhasil bertemu dengan keluarga Bapak Nyoman
Suka karena sehari-hari bapak Suka dan istrinya lebih banyak menghabiskan
waktunya di ladang yang terletak tidak jauh dari rumah. Saat bertemu, bapak Suka
menceritakan awalnya sering mengeluh sakit kepala dan tidak membaik dengan obat
tradisional. Saat diperiksakan ke Puskesmas Kintamani III diketahui Bapak Suka
menderita hipertensi. Tekanan darah Bapak Suka dikatakan pernah mencapai 160/120
mmHg. Pengobatan yang diberikan adalah captopril. Sejak 5 tahun lalu sampai
sekarang Bapak Suka tidak berobat secara rutin Hanya minum obat bila ada keluhan.
Bila ada keluhan biasanya Bapak Suka langsung berobat di Puskesmas Kintamani III
yang terletak kurang lebih 7 km dari rumah.
Saat dilakukan kunjungan bapak Suka sedang tidak mengkonsumsi obat
antihipertensi. Mengenai keluhan sakit kepala hanya dirasakan kadang-kadang saja
dan tidak terlalu mengganggu. Penulis sempat melalukakan pengukuran tekanan
darah dan didapatkan hasil tekanan darah Bapak Suka 150/100 mmHg. Di akhir
kunjungan penulis menyarankan pada Bapak Suka untuk memeriksakan diri ke
Puskesmas.

10

Dari hasil wawancara penulis mendapatkan bahwa pemahaman penderita dan


keluarga mengenai penyakit hipertensi masih kurang. Penderita tidak memahami apa
komplikasi penyakit hipertensi dan pengobatannya.
Usaha penulis dalam memberikan solusi tentang masalah kesehatan Bapak Suka
adalah dalam bentuk pemberian informasi yang bersifat edukatif. Informasi yang
diberikan terutama berhubungan dengan penyakit yang diderita, upaya pengobatan
serta komplikasinya. Informasi yang diberikan antara lain :
1. Penulis memberikan KIE pada penderita tentang gejala-gejala dari hipertensi,
agar pasien segera menyadari dan memahami bahwa seringkali penyakit ini hanya
memberikan gejala yang ringan bahkan tanpa gejala. Perlu juga dijelaskan bahwa
tekanan darah tinggi jika tidak dikontrol dapat menimbulkan komplikasi
Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi bermacam-macam seperti
penglihatan cepat kabur, sakit jantung, sakit ginjal dan stroke.
2. Bapak Suka perlu memahami diperlukan pengobatan yang teratur serta kontrol
tekanan darah secara rutin, karena penyakit ini bukanlah penyakit yang dapat
sembuh hanya dengan berobat sekali dua kali saja, namun membutuhkan
pengobatan yang berkesinambungan. Dengan pengobatan teratur dan kontrol rutin
diharapkan dapat mencegah timbulnya komplikasi.
3. Menganjurkan Bapak Suka untuk melakukan usaha-usaha sendiri di rumah tanpa
obat seperti diharapkan agar penderita untuk makan rendah garam, mengurangi
atau berhenti minum kopi, mengurangi makan jeroan, istirahat yang cukup.
4. Selain penderita penulis juga memberikan KIE untuk keluarga mengenai risiko
menderita hipertensi. Anggota keluarga perlu untuk menerapkan pola hidup sehat,
rajin berolahraga serta mengkonsumsi makanan sehat dan tidak merokok maupun
mengkonsumsi minuman beralkohol. Keluarga penderita juga diharapkan
memberikan dukungan dalam proses pengobatan penderita.

11

Anda mungkin juga menyukai