Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Indonesia merupakan suatu Negara kepulauan yang terletak di antara benua
Asia dan benua Australia serta samudra pasifik dan samudra hindia. Masyarakat
Indonesia adalah masyarakat majemuk yang hiterogen, didalamnya terdiri dari
berbagai ras suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang
berbeda. Dari berbagai perbedaan tersebut sehingga dalam masyarakat Indonesia
rawan dengan adanya konflik antara daerah yang satu dengan daerah yang lain.
Oleh karena itu perlu adanya suatu strategi guna menjaga persatuan dan
kesatuan masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya strategi tersebut tidak
hanya untuk menanggulangi masalah konflik antar daerah di Indonesia tetapi juga
untuk menghadapi segala gangguan yang datang dari luar Indonesia yang
mengancam keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia.
Suatu Negara akan bisa utuh jika masyarakatnya menjaga perdamain dan
persatuan. Terutama di Negara kita ini, yang didalamnya terdiri dari berbagai ras
suku bangsa, bahasa, warna kulit, agama dan adat istiadat yang berbeda. Dan
keutuhan Negara Kesatuan Rebublik Indonesia itu juga dipengaruhi oleh
ketahanan nasional yang dimiliki Negara tersebut.
Adapun unsur atau gatra delapan dalam ketahanan nasional adalah
penduduk, sumber daya alam, wilayah, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,
dan pertahanan keamanan.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia?
1.2.2 Apa pengertian dari Trigarta?
1.2.3 Aspek aspek apa sajakah yang terkandung dalam Trigatra?
1.2.4 Bagaimana hubungan antar gatra dalam Trigarta?
1.2.5 Bagaimana hubungan antara Trigatra dengan Pancagatra?
1.2.6 Bagaimana hakikat ancaman pada Trigatra?

1.3 Tujuan
Berdasarkan masalah di atas, maka tujuan ditulisnya makalah ini adalah
untuk:
1.3.1 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Astagatra dalam ketahanan
nasional Indonesia.
1.3.2 Untuk mengetahui pengertian dari Trigatra.
1.3.3 Untuk mengetahui aspek-aspek yang terkandung dalam Trigatra.
1.3.4 Untuk mengetahui hubungan antar gatra dalam Trigarta.
1.3.5 Untuk mengetahui hubungan antara Trigatra dengan Pancagatra.
1.3.6 Untuk mengetahui hakikat ancaman pada Trigatra.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Penjelasan tentang Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia


Unsur-unsur kekuatan nasional di Indonesia diistilahkan dengan
gatra dalam ketahanan nasional Indonesia. Sedangkan unsur-unsur kekuatan
nasional Indonesia dikenal dengan nama Astagatra yang terdiri atas Trigatra
dan Pancagatra.
1) Trigatra adalah aspek alamiah yang terdiri atas penduduk, sumber
daya alam, dan wilayah.
2) Pancagatra adalah aspek sosial yang terdiri atas ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
Unsur-unsur tersebut dianggap mempengaruhi negara dalam hal
mengembangkan kekuatan nasionalnya untuk menjamin kelangsungan hidup
bangsa dan negara yang bersangkutan.
Dalam praktiknya kondisi ketahanan nasional dapat kita ketahui
melalui pengamatan atas delapan gatra yang sudah disebutkan diatas.
Sedangkan lemah/menurunnya tingkat ketahanan nasional akan menurunkan
kemampuan bangsa dalam menghadapi ancaman kekuatan yang terjadi.
2.2 Pengertian dari Trigarta
Trigatra adalah aspek-aspek suatu negara yang memang sudah
melekat pada negara itu dan tidak pernah sama spesifikasinya untuk setiap
negara. Trigatra mengandung unsur-unsur alamiah yang bersifat relatif tetap
atau statis.

Aspek-aspek trigatra meliputi :


1. Geografi
Geografi suatu negara adalah segala sesuatu pada permukaan
bumi yang dapat dibedakan antara hasil proses alam dan hasil ulah
manusia, dan memberikan gambaran tentang karakteristik wilayah
kedalam maupun keluar.
2. Kekayaan alam
Kekayaan alam adalah segala sumber dan potensi alam yang
terdapat di bumi, dilaut, dan di udara dalam wilayah suatu negara.
3. Kependudukan
Penduduk adalah manusia yang mendiami suatu wilayah
negara. Manusia adalah faktor penentu apa yang dilakukan atau tidak
dilakukan disuatu negara.
2.3 Aspek aspek yang terkandung dalam Trigatra
2.3.1 Aspek lokasi dan posisi Geografis Wilayah Indonesia
Jikalau kita melihat letak geografis wilayah Indonesia dalam peta
dunia, maka akan nampak jelas bahwa wilayah Negara tersebut merupakan
suatu kepulauan, yang menurut wujud kedalam, terdiri dari daerah air
dengan ribuan pulau-pulau didalamnya. Yang dalam bahasa asing bisa
disebut sebagai suatu archipelago kelvar, kepulauan itu merupakan suatu
archipelago yang terletak antara benua Asia disebelah utara dan benua
Australia disebelah selatan serta samudra Indonesia disebelah barat dan
samudra pasifik disebelah timur. Berhubungan letak geografis antara dua
benua dan samudra yang penting itu, maka dikatakan bahwa Indonesia
mempunyai suatu kedudukan geograpis ditengah tengah jalan lalu lintas
silang dunia. Karena kedudukannya yang strategis itu, dipandang dari tiga
segi kesejahtraan dibidang politik, ekonomi dan sosial budaya Indonesia

telah banyak mengalami pertemuan dengan pengaruh pihak asing


(akulturasi).
Suatu bangsa akan mampu menghadapi ancaman tantangan
hambatan dan gangguan bila bangsa tersebut mampu mensinergirkan
aspek almiah dan aspek sosial (trigatra dan pancagatra). Sisi lain juga
mampu mengeliminasi faktor-faktor yang mengganggu. Secara geografis
sebuah negara memiliki bentuk kedalam dan keluar, keduanya merupakan
wadah bagi bangsa yang mendiami sekaligus menentukan wujud dan isi,
dalam kehidupan berbangsa letak dan kondisi geografis memiliki pengaruh
yang kuat terhadap kehidupan serta cara berkehidupan suatu bangsa.
Indonesia merupakan negara yang letak geografisnya sangat
strategis, yakni berada pada POSISI SILANG DUNIA. Dengan posisinya
yang berada diantara dua benua besar Asia dan Australia, juga diapit oleh
dua samudra, Samudra Pasific dan Samudra Hinda. Dengan letaknya yang
strategis ini akan membawa pengaruh pada lalu lintas laut, disamping
negara yang diapit dua samudra ini memiliki karakteristik yang unggul
utamanya dari kekayaan alamnya. Disamping itu pula perairan Indonesia
memungkinkan menjadi jalan aman bagi lalu lintas laut.
Berdasar dari titik tolak inilah maka perlu diupayakan suatu
konsepsi agar wilayah Nusantara ini tidak terkontaminasi oleh semua
budaya asing, ataupun mencegah timbulnya niatan negara asing untuk
menguasai wilayah Nusantara. Oleh karenanya diperlukan ketahanan
nasional yang mantap dan disertai pemahaman tentang konsepsi
kewilayahan yang disebut Wawasan Nusantara.
Adapun Pengaruh faktor geografis ini dapat di simpulkan sebagai
berikut:
a) Kemungkinan terkontaminasi pola pikir pola laku dan pola tindak
dari luar sebagai akibat letak geografis yang menjadi lalu lintas
asing.
b) Letak geografis yang strategis membawa kemungkinan untuk
dijadikan (basic) perperangan, misalnya sebagai pangkalan perang.
Pengaruh faktor demografis/penduduk
5

a) Jumlah penduduk yang dinamik karena berubahnya kelahiran


(natalitas), kematian (mortalitas) dan migrasi (imigrasi,
emigrasi, transmigrasi, urbanisasi).
b) Pertambahan penduduk yang membawa dampak positif dan
negatif, dampak positif akan meningkatkan angkatan kerja, dan
sisi lain akan menyulut keresahan sosial.
c) Komposisi penduduk yang tidak merata.
d) Penyebaran penduduk yang kurang merata.
Menurut catatan Indonesia terdiri dari wilayah lautan dengan
13.667 pulau besar dan kecil, diperkirakan 3.000 pulau diantaranya yang
dialami penduduk. Luas pulau-pulau diperkirakan 735.000 mil persegi,
sedangkn luas perairannya ditaksir 3 sampai 4 kali luas tanah (pulaupulau). Jarak antara ujung barat sampai ujung timur adalah kira-kira 3.200
mil, secara geografis kepulauan Indonesia dapat dibagi 4 kelompok pulaupulau ialah :
a) Sunda besar yang terdiri dari pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan , dan
Sulawesi.
b) Sunda kecil yang dikenal sebagai nusa tenggara.
c) Maluku, yang terdiri dari pulau-pulau diantara Sulawesi dan Irian Jaya.
d) Irian jaya.
2.3.2 Aspek Keadaan dan Sumber-sumber Kekayaaan Alam
Kekayaan alam suatu negara adalah segala sumber dan potensi
alam yang didapatkan di bumi, di laut, dan di udara yang berada di
wilayah kekuasaan suatu negara.
Hidup berkembang biak dan mempertahankan diri dengan cara
memanfaatkan alam dan kekayaan yang didapat di tanah airnya
merupakan naluri dan fungsi utama semua makhluk Tuhan. Setiap
bangsa wajib mempersiapkan potensi alamnya sederajat dengan
kemampuan bangsa lain, agar bentrokan ekonomi dan budaya di dunia
modern ini sejauh mungkin dapat dihindari. Karena itu, di dalam
pemanfaatannya tidak dapat dielakkan adanya ketergantungan antar
negara di bidang sumber daya alam (International Interdependency of

Natural Resources) yang dapat menimbulkan problem hubungan


internasional.
Telah dijelaskan, bahwa sumber-sumber alam terdapat diatmosfir,
dipermukaan bumi temasuk laut dn perairan dan didalam bumi. Karena
itu sumber-sumbe alam sesungguhnya mempunyai arti yang sangat luas
apalagi dimna Indonesia terkenal sebagai Negara yang mempunyai
sumber-sumber alam yang dapat dikatakan berlimpah-limpah. Sebagai
gambaran umum, disini dibatasi pada sumber-sumber alam termasuk :
sumber-sumber pelican atau mineral : sumber-sumber nabati atau flora
dan sumber-sumber hewani atau fauna. Untuk memulai dengan sumbersumber pelican atau mineral dapat diutarakan, bahwa Indonesia
mempunyai sumber-sumber mineral yang meliputi bahan-bahan galian,
biji-bijian maupun bahan-bahan galian industri disamping sumbersumber tenaga lain.
Perihal sumber nabati atau flora dapat dikemukakan bahwa di
Indonesia telah ditemukan kira-kira 4000 jenis pohon-pohonan, kira-kira
1500 jenis paku-pakuan, dan kira-kira 5000 jenis anggrek. Adapula yang
mengatakan (van stenis) bahwa disini terdapat 25000 jenis tumbuhtumbuhan (angiospermas) dan jenis tumbuh-tumbuhan paku-pakuan
(pteridopit). Diantara tumbuh-tumbuhan itu, yang memang berasal dari
Inodonesia ada, tetapi adapula yang dimasukkan ke Indonesia dari luar.
Keadaan alam adalah segala sumber dan potensi alam negara
yang terdapat dibumi, dilaut dan udara dalam suatu wilayah negara yang
dapat dipenuhi.
1.

2.
3.

Kekayaan alam di golongkan dalam


a.
Kekayaan alam hewani (fauna)
b.
Kekayaan alam nabati (flora)
c.
Kekayaan alam mineral (tambang)
Sifat kekayaan alam
a.
Dapat diperbaharui (hutan, hewan dan lain-lain).
b. Tidak dapat diperbaharui (mineral)
Keberadaan kekayaan alam
a.
Di atmosfir (oksigen, sinar matahari dan lain-lain)
b.
Di permukaan bumi (fauna dan flora)
c.
Didalam bumi (barang tambang)

2.3.3 Aspek Penduduk


Sebagai gambaran umum mengenai penduduk di Indonesia akan
dijelaskan soal-soal seperti berikut jumlah serta pembatasan penduduk
distribusi secara geografis diseluruh Indonesia dan sebagai akibat
sehubungan dengan pertambangan serta penyebaran dan komposisi
penduduk.
Perihal jumlah serta pertambangan penduduk dapat diutarakan,
bahwa menurut dugaan, wabah-wabah penyakit, kerusakan pohon,jumlah
kematian yagn tinggi yang disertai dengan gangguan ketertiban dan
keamanan umum, dalam abad XVIII, telah banyak menekan jumlah dan
perkembangan penduduk, sehingga jumlah penduduk di jawa-madura
diperkirakan hanya mencapai 5.000.000 jiwa, pada waktu itu. Bahanbahan tentang keadaan penduduk diluar Jawa-Madura belum dikenal
waktu itu, namun disanapun diduga jumlahanya ditekan ole keadaankeadaan seperti tersebut diatas.
Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu
tempat atau wilayah. Adapun faktor penduduk yang mempengaruhi
ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :
1.
Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk
Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran,
pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Segi
positif dari pertambahan penduduk ialah pertambahan angkatan
kerja (man power) dan pertambahan tenaga kerja (labour force).
Dan dari segi negatifnya ialah apabila pertumbuhan penduduk
tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tidak
diikuti dengan usaha peningkatan kualitas penduduk.
2.

Faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk


Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur,
kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya.
Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan
migrasi. Fertilitas sangat berpengaruh besar terhadap umur dan
jenis penduduk golongan muda yang dapat menimbulkan persoalan
penyediaan fasilitas pendidikan, perluasan lapangan kerja, dan
sebagainya.
8

3.

Faktor yang mempengaruhi distribusi penduduk


Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat
memenuhi

persyaratan

kesejahteraan

dan

keamanan

yaitu

penyebaran merata. Oleh karena itu diperlukan kebijakan


pemerintah yang mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan
cara transmigrasi, pusat-pusat pengembangan (growth centers),
pusat-pusat industri, dan sebagainya.
2.4 Hubungan antar gatra dalam Trigarta
2.4.1 Antara Geografi dan Kekayaan Alam
Kekayaan

alam

baik

kualitas

maupun

kuantitas

perlu

diinventarisasi. Begitu pula lokasinya karena di dalam perencanaan dan


penggunaan sumber alam dan lokasinya mempunyai saling hubungan
erat.
Contoh : Untuk industri baja maka lokasi bijih besi, batu bara, dan
minyak bumi berdekatan sangat menguntungkan. Pusat pembangkit
tenaga listrik akan sangat menguntungkan jika letaknya berdekatan
dengan daerah industri.
2.4.2 Antara Geografi Penduduk
Distribusi penduduk sangat penting dan mempengaruhi langsung
Ketahanan Nasional. Mata pencaharian penduduk juga dipengaruhi oleh
keadaan geografi sekelilingnya. Distribusi penduduk erat hubungannya
dengan masalah transmigrasi dan pusat-pusat pengembangan
2.4.3 Antara Kekayaan Alam Penduduk
Kekayaan alam baru mempunyai manfaat nyata, jika telah diolah
penduduk yang memiliki kemampuan dan teknologi untuk itu.
Penduduk harus mempunyai potensi kekayaan alam yang ada di

negaranya dan mampu membina dan melestarikan (mereservasikan)


untuk dimanfaatkan di kemudian hari.
2.5 Hubungan antara Trigatra dengan Pancagatra
Aspek Trigatra Dan Pancagatra. Pancagatra merupakan komponen
kenegaraan yang terdiri dari aspek hukum,ekonomi, sosial, budaya, dan
politik. Sedangkan Trigatra terdiri dari letak astronomis bangsa
Indonesia, SDM , dan SDA yang dimiliki. Pancagatra dan Trigatra
dapat berhubungan erat. Untuk menjadi penentu kemajuan bangsa
Indonesia, pancagatradan trigatra harus dikelola dengan baik. Tidak
boleh ada kecacatan dalam menguruskedua hal tersebut bila bangsa ini
ingin mengalami kemajuan.Sebagai contoh aspek Trigatra yang dimiliki
Indonesia sebenarnya sudahmencukupi sebagai modal menjadi bangsa
yang terhormat dan terdepan dalam pergaulan dunia. Coba bayangkan,
negara Indonesia terletak di tempat yang amatstrategis. Diantara dua
benua dan dua samudra. Yang di era globalisasi ini merupakan jalur
perdagangan dan lalu lintas internasional (baik laut & udara) yang
sangat sibuk.Indonesia dapat mengambil keuntungan dari pungutan
retribusi atas tiap kapal lau dan pesawat asing yang melalui wilayah
kedaulatan negara kita. Hal itu memang sudah dilakukan namun
kadangkala keuntungan tersebut tidak pernah sampai ke kas negaraatau
daerah yang mana hasilnya dapat digunakan untuk pembangunan
nasionalmaupun daerah. Namun, justru berakhir di kantong para pejabat
yang berkepentingan.Hal itu pun berkaitan dengan aspek kedua dari
Trigatra yaitu SDM.
Negara kita merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke 4 di
dunia. Namun, fakta tersebut tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk
pembangunan nasional. Jikalau sudahdimanfaatkan, itupun tidak
dengan cara yang bermatabat. Contoh, Indonesia justrumelakukan
pengiriman besar-besaran TKI dan TKW ke luar negeri hingga para
TKIdan TKW tersebut berjuluk Pahlawan Devisa. Namun dengan
cerita yang sangatmiris. Contohnya adalah para TKI dan TKW yang
10

mengalami penyiksaan darimajikan dan tidak diperlakukan secara


manusiawi. Lalu para masyarakat kita yangkalah kualitas jika dibanding
masyarakat luar negeri. Sehingga muncullah slogan Jadi Kuli di Negeri
Sendiri. Jika pemerintah sadar bahwa pemanfaatan SDM yang dimiliki
harus dengan cara yang bermartabat maka pemerintah harusmembuat
kebijakan-kebijakan yang membuat terciptanya lapangan pekerjaan.
Bukandengan mengirim TKI atau TKW. Namun andaikan harus
mengirim, maka pemerintah wajib memberdayakan para TKI atau TKW
dengan kemampuan agar di luar negeri nanti mendapatkan pekerjaan
yang layak. Lalu pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas
intelektual individu masyarakat Indonesia.Lalu yang ketiga adalah
SDA. Jika kita ingin membahas SDA yang dimiliki oleh bangsa
Indonesia pasti tidak akan habis. Apa aja ada di Indonesia. Jika
diumpamakan alam Indonesia bagaikan Surga Duniadikarenakan
keindahan dan beragamnya SDM yang dimiliki. Itupun sebelum
dihancurkan, dirusak, dieksploitasi besar-besaran olehorang-orang yang
gila keuntungan. Indonesia pun tidak dapat menikmati hasil eksploitasi
SD secara penuh dan menyeluruh karena kebanyakan dinikmati oleh
orangasing atau orang berduit yang dekat dengan kekuasaan. Itulah
yang membuat Indonesia terus terpuruk.
Ketidakberesan dalam mengurus Trigatra akhirnya juga merembet
ke Pancagatra. Karena untuk mengelola pancagtra dan trigatra
dibutuhkanorang-orang yang berkualitas baik secara akal maupun
moral. Kalau dalam pembentukan manusia yang akan mengelola kedua
hal tersebut sudah rusak maka bagaimana kita berharap bangsa ini dapat
mengalami kemajuan.
2.6 Hakikat ancaman pada Trigatra
a) Lokasi dan Posisi Geografis negara :
1. Dampak lingkungan yang mengkibatkan polusi udara, polusi air,
polusi suara, polusi bumi, polusi bau dan polusi rumah tangga.
2. Keterbukaan posisi geografisindonesia dari segala penjuru dunia,
yang dapat membuka kerawanan dari berbagai Negara.
11

b) Keadaan dan Kekayaan alam Indonesia :


1. Masih kurangnya modal untuk mengelolah kekayaan alam dan
keterampilan penduduk yang masih relative kurang.
2. Kesediaan tenaga ahli luar negeri yang ingin mengelolah/menggali
sumber kekayaan alam kita.
c) Kependudukan :
1. Penyebaran penduduk ke seluruh wilayah Indonesia dan kepadatan
penduduk yang belum merata di wilayah luar Jawa, menyebabkan
2.

kerawanan perbatasan dengan negara tetangga.


Masih kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat kita
terhadap fungsi dan makna ketahanan nasional bagi bangsa
Indonesia.

12

BAB III
KESIMPULAN
Astagatra dalam ketahanan nasional Indonesia merupakan gabungan dari
aspek trigatra dan pancagatra yang mana antara keduanya terdapat
hubungan yang bersifat timbal-balik dengan hubungan yang erat.
Pengertian dari Trigatra adalah aspek-aspek suatu negara yang memang
sudah melekat pada negara itu dan tidak pernah sama spesifikasinya untuk
setiap negara. Trigatra mengandung unsur-unsur alamiah yang bersifat
relatif tetap atau statis.
Aspek-aspek yang terkandung dalam Trigatra (aspek alamiah) terdiri atas
penduduk, sumber daya alam, dan wilayah.
Hubungan antar gatra dalam Trigarta meliputi Antara Geografi dan
Kekayaan Alam, Antara Geografi Penduduk, Antara Kekayaan Alam
Penduduk
Hubungan antara Trigatra dengan Pancagatra:
1. Kekuatan dan kelemahan aspek Tri Gatra sangat berpengaruhterhadap
kehidupan pada aspek Panca Gatra dan sebaliknya.
2. Ketahanan nasional yang bulat dan utuh, di dalamnya terkandung
hubungan erat antar gatra dalam seluruh kehidupan nasional.
3. Aspek Tri Gatra dan Aspek Panca Gatra berhubungan secara holistiksinergistik, artinya kedua aspek tersebut saling bergantung, saling mengisi
dan saling mengikat secara terpadu.
Hakikat ancaman pada Trigatra:
a. Lokasi dan Posisi Geografis negara :
1. Dampak lingkungan yang mengkibatkan polusi udara, polusi air,
polusi suara, polusi bumi, polusi bau dan polusi rumah tangga.
2. Keterbukaan posisi geografisindonesia dari segala penjuru dunia,
yang dapat membuka kerawanan dari berbagai Negara.
b. Keadaan dan Kekayaan alam Indonesia :
1. Masih kurangnya modal untuk mengelolah kekayaan alam dan
keterampilan penduduk yang masih relative kurang.
2. Kesediaan tenaga ahli luar negeri yang ingin mengelolah/menggali
sumber kekayaan alam kita.
c. Kependudukan :

13

1. Penyebaran penduduk ke seluruh wilayah Indonesia dan kepadatan


penduduk yang belum merata di wilayah luar Jawa, menyebabkan
kerawanan perbatasan dengan negara tetangga.
2. Masih kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat kita terhadap
fungsi dan makna ketahanan nasional bagi bangsa Indonesia.

14

DAFTAR PUSTAKA

Satriya, Bambang. 2009. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan

di Perguuan Tinggi. Nirmana Media: Jakarta


Hadi,Ismono. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Mahasiswa.

Bandar Lampung: Universitas Lampung.


Sumarsono. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gramedia.
Winarno. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Bumi Aksara.

15