Anda di halaman 1dari 20

Proses Pembuatan Asam

Sulfat PT Dunia Kimia Utama


Disusun Oleh :
Nama : 1. Anindya Misdiantari
2. Syarah Ulfah
3. Agung Nursyawaly
Kelompok : 5
Dosen : Ir. Erwana Dewi M.Eng

Pengertian Asam
Sulfat
Asam Sulfat mempunyai rumus kimia
H2SO4 , merupakan asam mineral
yang kuat. Zat ini larut dalam air pada
semua kepekatan. Asam sulfat
mempunyai banyak kegunaan,
termasuk dalam kebanyakan reaksi
kimia dan proses pembuatan. Ia
digunakan secara meluas sebagai
bahan kimia pengilangan. Kegunaan
utama termasuk produksi baja,
memproses bijih mineral, sintesis
Di atmosfer,
zat ini air
termasuk
kimia,
pemrosesan
limbah salah
dan satu bahan
kimia yangminyak.
menyebabkan hujan asam. Memang
penapisan
tidak mudah membayangkan bahwa bahan
kimia yang sangat aktif, seperti asam sulfat,
juga merupakan bahan kimia yang paling
banyak dipakai dan merupakan produk teknik
yang amat penting. Zat ini digunakan sebagai
bahan untuk pembuatan garam garam sulfat
dan untuk sulfonasi, tetapi lebih sering dipakai
terutama karena merupakan asam anorganik
yang agak kuat dan murah. Bahan ini dipakai
dalam berbagai industri, tetapi jarang muncul

Bahan Baku Utama Yang Digunakan


Belerang ( Sulfur )
Belerang (sulfur) adalah unsur nonlogam multivalen, berlimpah, tidak
berasa dan tidak berbau.
Dalam bentuk alami, belerang
berbentuk kristal padat berwarna
kuning. Meskipun belerang terkenal
karena baunya yang mirip telur busuk,
bau ini sebenarnya berasal dari gas
hidrogen sulfida (H2S), bukan dari
belerang murni.

Bahan Baku Pendukung


Vanadium Pentoksida
Senyawa vanadium pentoksida
merupakan padatan berwarna
kuning
yang
digunakan
sebagai katalis dalam proses
kontak untuk pembuatan asam
sulfat

Air (H20)
Air yang digunakan didapat
dari
sumur
bor
yang
melalui tahap pengoahan,
fungsi dari air itu sendiri
adalah sebagai pelarut

Proses Pembuatan Asam Sulfat Pada PT Dunia


Kimia Utama
Proses produksi asam sulfat di PT. Dunia Kimia Utama, menggunakan proses
kontak. Pembuatan Sampai tahun 1900, belum ada pabrik dengan proses
kontak yang dibangun di Amerika Serikat, walaupun proses ini sudah sangat
berperan di Eropa, di mana terdapat kebutuhan terhadap oleum dan asam
konsentrasi tinggi untuk digunakan pada sulfonasi, terutama pada industri zat
warna . Dalam periode 1900 sampai 1925, banyak pabrik asam kontak yang
dibangun dengan menggunakan platina sebagai katalis . pada tahun 1930 ,
proses kontak ini telah dapat bersaing dengan proses kamar pada segala
konsentrasi asam yang di hasilkan. Sejak pertengahan tahun 1920-an ,
kebanyakan fasilitas yang baru di bangun dengan menggunakan proses
kontak dengan katalis vanadium.
Proses kontak kemudian mengalami modifikasi secara berangsur angsur
dan menggunakan absorpsi ganda ( juga disebut katalis ganda ) , sehingga
hasilnya lebih tinggi dan emisi SO2 yang belum terkonversi dari cerobong
asap berkurang . Baru baru ini , peraturan pemerintah Amerika Serikat telah
menentukan batas emisi SO2 maksimum yang diperbolehkan dari pabrik
asam dan mengharuskan semua pabrik menggunakan proses absorbsi
ganda , atau kalau tidak dilengkapi dengan system pembasuhan gas
cerobong , sehingga tingkat emisinya setingkat dengan hasil cara pertama.

Kalor pembakaran belerang dimanfaatkan di dalam ketel uap


kalor limbah atau ketel uap dan ekonomiser guna
membangkitkan uap yang dipakai untuk melebur belerang serta
untuk keperluan tenaga disekitar pabrik . Uap merupakan salah
satu hasil pabrik itu. Pabrik pabrik yang modern
membangkitkan uap pada tekanan 6 MPa , lebih tinggi dari
tekanan 2 MPa yang diperoleh beberapa tahun yang lalu. Reaksi
SO2 menjadi SO3 adalah suatu reaksi eksotermik yang dapat
balik . Tetapan keseimbangan untuk reaksi ini dihitung dari
tekanan bagian sesuai dengan hukum aksi massa dan dapat
dinyatakan sebagai :Nilai Kp telah ditentukan dari percobaan
dan nilai ini atas dasar P dalam atmosfer.
Proses proses pembuatan Asam Sulfat dilakukan dengan cara :
a. Pembakaran
b. Oksidasi
c. Menaikan Tekanan
d. Absorber
e. Penguapan

Proses yang dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu:


1) Pembakaran Sulfur
Proses produksi asam sulfat di awali dengan peleburan sulfur (S) yang
digunakan sebagai bahan baku utama dengan menggunakan steam yang
dialirkan pada coil-coil di Sulfur Melter pada tekanan 4 Kg/cm2. Kemudian
sulfur cair dipompakan dari Sulfur Melter melalui pipa-pipa dan disemprotkan
ke dalam Furnace. Di dalam Furnace terjadi pembakaran belerang dengan
udara.
Reaksi : S(g) + O2(g) SO2(g)
Udara yang digunakan disuplai oleh Main Blower yang sudah mengalami
proses pengeringan. Proses pengeringan udara dilakukan di Drying Tower
dengan menggunakan asam sulfat sirkulasi dengan konsentrasi 93%-98%.
Proses pengeringan udara tersebut dimaksudkan untuk mencegah korosi
oleh gas pada pembakaran dan untuk menghilangkan kandungan air dalam
udara.
Proses pembakaran belerang cair menjadi SO 2 dengan temperature
pembakaran kurang lebih 750-770 oC. Gas hasil pembakaran di Furnace
kemudian dialirkan ke Boiler melalui tube-tube untuk diambil panasnya guna
menghasilkan steam yang digunakan untuk mencairkan belerang di Sulfur
Melter, sebagian gas yang lain dialirkan ke Heat Exchanger bersama dengan
gas keluar dari Boiler yang telah diambil panasnya. Di dalam Heat Exchanger
gas didinginkan dengan menggunakan udara yang di suplai oleh Blower.
Setelah itu aliran gas mengalami proses penyaringan dan penstabilan suhu
gas di Hot Gas Filter.

2) Oksidasi Katalitik SO2 Menjadi SO3 dengan bantuan


Katalis
Dari Hot Gas Filter aliran gas masuk ke Converter.
Converter ini terdiri dari empat bed katalis V2O5. Aliran
gas masuk ke setiap bed diatur pada temperature 425440oC. Dengan bantuan katalis ini aliran gas tersebut
(SO2) diubah menjadi gas SO3. Reaksi ini merupakan
reaksi eksoterm sehingga gas tersebut harus
didinginkan pada tahap-tahap katalis. Aliran gas keluar
bed I dan bed II didinginkan dalam 1st and 2nd Heat
Exchanger. Sedangkan aliran gas dari bed III langsung
masuk ke bed IV karena perbedaan temperature gas
keluar dan bed III dan bed IV sudah kecil.
Reaksi : SO2(g) + 1/2O2(g) SO3(g)
Dari converter aliran gas SO3 masuk ke dalam SO3
Cooler A untuk didinginkan. Kemudian didinginkan lebih
lanjut ke SO3 Cooler B setelah itu aliran gas tersebut
masuk ke Absorbing Tower.

3) Absorbsi Gas SO3


Di Absorbing Tower terjadi proses penyerapan gas
SO3 dengan menggunakan sirkulasi asam sulfat dengan
konsentrasi 98-99% yang diatur di AT Pump Tank. Asam
resirkulasi tersebut kemudian diencerkan dengan
menambahkan air dan setelah itu baru dialirkan
kembali ke dalam AT Pump Tank. Asam sulfat yang
dihasilkan pada AT Pump Tank setelah mencapai level
maksimum yang ditentukan, kemudian ditransfer dan
ditampung di Sulphuric Acid Storage Tank.
Reaksi yang terjadi di absorbing tower yaitu:
SO3(g) + H2SO4(l) H2SO4.SO3(aq)
H2SO4.SO3(aq) + H2O(l) 2 H2SO4(aq)

Fungsi Alat

Sulfur
Melter
Sulfur melter merupakan
peralatan yang digunakan
sebagai tempat pencairan
ataupun peleburan belerang
dengan bantuan panas
steam pada coil pada
tekanan 7 kg f/cm2 dan
temperatur 170 C.
Untuk meratakan panas
dan mengurangi kotoran
maka pada dasar melter
dilengkapi pengaduk
sedangkan untuk mengatasi
terjadinya asam bebas dapat
ditambahkan serbuk kapur.

Sulphuric Pump
Fungsinya sebagai
pengalir sulfur cair ke
furnace. Pompa ini
mempunyai pipa-pipa
penyaluran luar
bermantel uap, sehingga
belerang tidak menjadi
dingin dan membeku,
karena titik lebur
belerang adalah 115oC.

Sulphuric Furnace

Sulphuric Furnace Fungsinya sebagai tempat berlangsungnya


proses pembakaran belerang cair dengan udara menjadi gas
SO2. Furnace yang dipakai berbentuk silinder mendatar dengan
panjang 7,02 m, diameter luar 2,04 m dan diameter ruang
bakar 1,65 m.

Boiler
Fungsinya sebagai tempat memproduksi steam.
Boiler yang digunakan berbentuk silinder mendatar
dengan dapur dan pipa-pipa api (fire tube). Boiler ini
mempunyai panjang 4,6 m dan tekanan operasi 4
kg/cm2.

Gas Filter
Gas filter merupakan peralatan yang digunakan untuk menyaring aliran gas
yang akan di alirkan masuk kedalam converter sehingga didapatkan gas yang
baik untuk digunakan. Pada umumnya alat ini memiliki tinggi 1,53 m dan
diameter 3,448 m.

Reactor / Converter

Fungsinya sebagai unit proses berlangsungnya


proses perubahan gas SO2 menjadi gas SO3
dengan bantuan katalis vanadium pentaoksida.
Converter yang digunakan biasanya mempunyai
jumlah bed 4 buah, tinggi 8,5 m, diameter
dalam 2,76 m dan diameter luar 3,002 m.

Cooling Tower
Cooling tower merupakan unit tempat
pendinginan air yang keluar dari SO3 cooler,
dimana pada SO3 cooler terjadi pendinginan
aliran gas SO3 sebelum masuk ke dalam
absorption tower.

Absorption Tower-Drying Tower


Fungsi absorption tower
adalah sebagai unit
proses terjadinya proses
penyerapan gas SO3 oleh
sirkulasi asam sulfat
(98,3%-99%) . Sedangkan
Fungsi drying tower
adalah sebagai unit
proses tempat terjadinya
pengeringan udara oleh
sirkulasi asam sulfat
(minimal 93%) .

TERIMA KASIH