Anda di halaman 1dari 75

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak

PEMBANGKITAN

1711036

1711040

PT Indonesia
Power

PT PJB Services

K-ONE DGCS 1000 REVERSE


ENGINEERING GOVERNOR
KONTROL SEBAGAI ALAT
RECOVERY PLTA TULIS UNIT 2

Govemor
1. ANANG ROSIHAN
2.SUKAMTO

Alslom Digipid 1000


K-One DGCS 1000

MODIFIKASI BLADE DREDGING


MACHINE UNTUK
1. FERDIANSYAH
MENGOPTIMALKAN KERJA
2. RULLY CHRISTIAN
ANTI CLOGGING DI CHUTE
3. WAHYU HIDAYAT
COAL BUNKER PLTU
INDRAMAYU

Dredging Machine
Clogging
Chute Coal bunker
5-why

Sistem DCS

1711041

PT PJB Services

PEMBUATAN TAMPILAN
ALARM WINDOW PADA
OPERATION STATION (CCR)
UNTUK MENINGKATKAN
KEHANDALAN OPERASI PLTU
REMBANG

Alarm
1. JOHANDI SOEMARNO
2. MOH SULAIMAN
Trip
3. ZAINAL MASKUR
Derating

Governor PLTA Tulis berfungsi sebagai pengatur putaran dan beban. Peralatan kontrol governor tersebut memiliki teknologi tahun 80an dengan merk
ALSTOM DIGIPID 1000. Terjadinya kerusakan pada DIGIPID 1000 sejak tanggal 4 Desember 2011 membuat unit tidak siap operasi. Pengadaan/cloning
maupun perbaikan DIGIPID 1000 tersebut telah dilakukan akan tetapi tidak berhasil. Tujuan dari inovasi ini adalah agar PLTA Tulis Unit 2 segera
beroperasi kembali. Kemudian diambil keputusan untuk mengganti governor control ALSTOM DIGIPID 1000 dengan hasil karya reverse engineering
yang dirancang dan dibuat sendiri oleh tim engineering yang kami beri nama K-One DGCS 1000. Setelah dilakukan inovasi ini, sistem kontrol
governor dapat berfungsi kembali sehingga PLTA Tulis Unit 2 dapat beroperasi normal. Kata kunci : Governor, Alstom Digipid 1000, K-One DGCS 1000

Permasalahan paling banyak dalam PLTU Batubara termasuk PLTU INDRAMAYU adalah coal handling system. Coal handling system merupakan sistem
pengendalian batubara mulai dari coal yard, conveyor, coal bunker, Coal Feeder sampai batubara masuk ke coal mill. Dari coal mill inilah batubara
digunakan untuk pembakaran boiler. Permasalahan yang akan dibahas dalam karya inovasi ini adalah proses dari coal bunker ke coal feeder, dimana
terjadiclogging batubara, batubara tidak mau turun ke coal feeder karena tertahan di outlet chute coal bunker walaupun sudah ada peralatan pengeruk
yaitu dredging machine. Permasalahan clogging di chute coal bunker cukup membuat nilai overall equpiment efectiveness (OEE)gabungan unit di
tahun 2012 rata-rata hanya 42,80 % karena frekuensi terjadinya clogging cukup banyak terutama saat musim hujan. Setelah di lakukan workshop RCFA
(Root Cause & Effect Analysis)dengan metode 5-why sehingga didapat akar permasalahan yaitu batubara basah akibat di coal yard tidak ada coal shed
dan luas penampang blade dredging machine tidak maksimal bekerja. Untuk mengantisipasi agar dredging dapat bekerja secara maksimal sehingga
meminimalkanclogging, maka di lakukan modifikasi terhadapblade dredging yaitu dengan menambah blade yang diletakan zigzag dan merubah sudut
kemiringan blade yang tadinya sejajar poros menjadi dibuat miring30. Dengan modifikasi ini efek yang terjadi adalah dredging machinelebih maksimal
untuk mengeruk batubara saat terjadinya clogging diChute coal bunker sehingga dapat meminimalkan terjadinya clogging di chute coal bunker. Setelah
di lakukan modifikasi terjadi penurunan frekuensi clogging di Chute coal bunkersebanyak 20 % di PLTU Indramayu unit 3, hal ini dapat menjadi acuan
bahwa dengan modifikasi blade dredging dapat meminimalisir terjadinya clogging sehingga mengurangi hidden capacity PLTU Indramayu.

Sering terjadinya trip pada peralatan yang menyebabkan unit derating dan bahkan trip yang
salah satunya disebabkan oleh fasilitas alarm yang tidak memadai.
PLTU Rembang menggunakan sistem DCS (Distributed Control Sistem) Foxboro I/A Series
Version 10.2 I/A Release 8.3 August, 23, 2007.
Dalam pembuatan alarm, proses yang dilakukan secara berurutan adalah identifikasi, desain
display, configure addressing, link configure dengan display, pengujian, dan terakhir upload
ke sistem. Tampilan alarm dibuat sesederhana mungkin, mudah dilihat dan dieksekusi oleh
operator. Alarm dan sirine aktif saat ada parameter yang abnormal, warna alarm kuning
untuk peringatan dan warna alarm merah untuk trip. Saat terjadi alarm peringatan operator
dapat melakukan silent, selanjutnya operator dapat mengambil tindakan penormalan. Alarm
akan hilang secara auto jika parameter tersebut kembali normal.
Manfaat finansial yang didapat antara lain dapat menghindari kerugian produksi karena
derating dan trip unit pembangkit akibat gangguan yang tidak diketahui oleh operator.
Sedangkan manfaat non finansial adalah meningkatkan kehandalan unit pembangkit dan
membuat operator lebih nyaman dalam mengoperasikan unit pembangkit.

Gambar

NO

KODE

UNIT

JUDUL

INOVATOR

INDEX

ABSTRAK

NON TECHNICAL SUPPORTING MANAJEMEN


1

1714051 Unit
Pembangkitan
Jawa Bali

COAL MANAJEMEN LANGSUNG 1. DANANG WAHYU S


PADA BPP (ENERGI PRIMER)
2. NANDI HIDAYAT

Batubara
Coal Mixing
PLTU

1714076 Distribusi Jawa


Timur

JALAK HATI (KEBIJAKAN


1. DIAN INDRI S
PELAYANAN PEKERJAAN FIHAK 2. NURAINI
KETIGA)
3. RATHY SHINTA U

PFK
Komplain Pelanggan
Citra Perusahaan

1714082 Distribusi Jawa


Barat & Banten

Miniatur Edukasi

1. ANGGONO S
2. KANDI SUKANDI
3. TAUFIK
RAKHMADA H

Sosialisasi
Edukasi
Kelistrikan

Misi PLN UPJB adalah bertindak sebagai manajer aset yang bertanggung jawab terhadap pengendalian dan pemeliharaan pembangkit secara optimal,
efektif dan efisien serta memastikan keamanan pasokan bahan bakar, agar dapat menjadi pembangkit yang andal, produktif dan ramah lingkungan
dengan mengacu pada standar kinerja yang ditetapkan. Kami merealisasikan Misi UPJB dengan mengambil langkah-langkah terkait operasi unit yang
berhubungan langsung dengan pengelolaan & pemakaian energi primer. Fokus inovasi yang kami angkat yaitu: 1. Pendampingan batubara
Pendampingan Penentuan Kualitas dan Kuantitas batubara terhadap surveyor independent bertujuan untuk memastikan bahwa batubara yang dibayar
oleh PLN sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diterima. 2. Optimalisasi Coal Mixing Dari data Uji Heat Rate yang dilakukan oleh PUSLITBANG dan
operasi harian PLTU, PLTU FTP1 (PLTU Labuan, PLTU Indramayu, PLTU Lontar dan PLTU Rembang) menyatakan bahwa unit tidak dapat berbeban
maximum dengan menggunakan tipe LCR(Low Rank Coal) dengan nilai typical 4.200 kCal/kg HHV (High Heating Value). Berdasarkan hal tersebut, maka
PLN UPJB mencari skematik terbaik Coal Mixing batubara terhadap pola pembebanan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh UPJB,
penghematan biaya yang dapat di-saving atas biaya pokok produksi dapat mencapai +/- 6 Milyar perbulan. Hal tersebut dapat dilihat pada BPP yang
dikeluarkan oleh P3B.

JALAK HATI merupakan kebijakan baru manajemen sebagai bentuk realisasi dari misi PLN Bersih dengan mengimplementasikan kebijakan baru
mengenai pelayanan PFK. Langka yang dilakukan yaitu mengurangi kontak informal dan negosiasi harga dengan pemohon, dengancaramembentuktim
PFK yang terdiri dari staf bagian Pelayanan dan Administrasi,Perencanaan dan Jaringan, serta penunjukan PIC sebagai petugas kontrol monitoring
PFK.Tim tersebut membuatkan surat pernyataan kesanggupan pemohon memenuhi syarat dan ketentuanPFK serta penetapan penggunaan MDU
bekas andal jika memungkinkandan menyertakan rincian anggaran biaya (RAB) PFK,sehingga terjadi transparansi biaya. Selain itu tim juga menentukan
target hari layanan sebagai bentuk janji PLN dalam melayani pelanggan. Kinerja pelayanan PFK dipantau manajemen dengan melakukan evaluasi
bulanan masalah proses dan respon pelanggan. Kebijakan ini dapat menyelesaikan permasalahan ketidakpuasaan pemohonPFK yang disebabkan biaya
mahal; tidak transparan dan proses penyelesaian yang lambat, karena banyak kemungkinan yang terjadi akibat ulah beberapa oknum, sehingga revisi
RAB terjadi berulang kali, waktu penyelesaian lama serta tidak adanya kepastian pertanggungjawaban
suatu permohonan dan berdampak pada buruknya image perusahaan. Kebijakan ini sudah diperintahkan serta dilaksanakan di Area Surabaya
Selatansejak Oktober 2013.

Pembangunan di Indonesia yang telah dilaksanakan dalam beberapa dasawarsa telah membawa perubahan pada perikehidupan manusia terlihat dari
adanya peningkatan taraf kehidupan masyarakat diberbagai bidang. Pertumbuhan dan perkembangan penduduk yang pesat, terutama di kota-kota
mengakibatkan daerah pemukiman semakin luas dan padat. keadaan ini menyebabkan bertambahnya kebutuhan energi listrik di masyarakat.
Bertambahnya kebutuhan masyarakat akan energy listrik tidak serta merta masyarakat memahami tentang listrik. Dari pemahaman masyarakat yang
masih kurang tentang listrik, dari mana listrik berasal ataupun apa yang menyebabkan listrik itu padam, juga pola pikir yang tidak peduli akan
keselamatan ketenagalistrikan (K2), maka kami mencoba untuk membuat suatu alat peraga dimana alat ini dapat dengan mudah menerangkan ke
masyarakat secara langsung dengan peragaan alat. Dimana alat yang kami buat diberi nama Miniatur Edukasi (Mr. Edu) yang terdiri dari sebuah
miniature bagunan gardu distribusi lengkap dengan jaringan satu gawang dan ada Jaringan Tegangan Rendah (JTR) serta ada lampu yang dipakai
sebagai penerangan. Miniatur Edukasi (Mr. Edu) untuk mengedukasi dan memberikan pengertian tentang kelistrikan kepada masyarakat sehingga
dapat merubah pola pikir masyarakat menjadi lebih peduli akan keselamatan ketenagalistrikan (K2)

GAMBAR

1714087 Distribusi Bali

Manajemen Rekonduktor
1. GEDE EKA PUTRA
Melalui Metode
JUNAEDY
Rekonduktoring Sistem Estafet 2. I GUSTI LANANG
YOGA ASMARA
3. I NENGAH JANA
ARIWIJAYA

1714094 Distribusi DKI Jaya MODIFIKASI TUL II-04 SEBAGAI


& Tangerang
UPAYA MENCAPAI ZERO
CORRECTION BILLING DI PLN
AREA CIKOKOL

1. BOBBY CRISTYA
SURYA
2. FUAT HASAN
NAWAWI
3. HERI DWI
SULISTYO

Manajemen
Rekonduktor
Rekonduktoring Sistem
Estafet
Pemadaman Bergilir

Modifikasi TUL II-04


Koreksi rekening
KPI
Citra PLN

Pekerjaan rekonduktor merupakan pekerjaan penggantian penghantar listrik yang bertujuan untuk meningkatkan kehandalan sistem jaringan distribusi
tenaga listrik dan untuk menekan susut distribusi tenaga listrik. Penggantian konduktor AAAC menjadi AAAC-S diharapkan mampu menekan angka
gangguan trip penyulang sehingga kehandalan jaringan distribusi dapat dioptimalkan. Penggantian konduktor yang bertujuan untuk pembesaran luas
penampang penghantar diharapkan mampu menekan susut distribusi sehingga mampu menekan angka losses. Melihat manfaat dari pekerjaan
tersebut di atas, maka pekerjaan tersebut dipandang perlu dilaksanakan untuk perbaikan kinerja unit PLN. Disisi lain pekerjaan rekonduktoring
merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi angka SAIDI pemadaman terencana, karena memerlukan waktu pemadaman yang cukup lama. Selain
itu pekerjaan rekonduktor akan menghasilkan frekwensi padam > 1 kali/pelanggan akibat pemadaman berulang selama pelaksanaan pekerjaan
rekonduktor. Hal ini akan menyebabkan turunnya nilai kinerja bidang operasi pemeliharaan distribusi saat ini. Melihat permasalahan tersebut di atas,
maka perlu dikaji lebih mendalam mengenai proses pelaksanaan pekerjaan rekonduktor sehingga diperoleh alternatif solusi untuk menekan jumlah
pemadaman saat pelaksanaan pekerjaan tersebut. Dari hasil kajian kami maka diperolehlah alternatif proses pelaksanaan pekerjaan rekonduktoring
yang kami tuangkan kedalam metode rekonduktoring sistem estafet. Metode ini merupakan kombinasi pelaksanaan pekerjaan online dengan metode
PDKB TM dan pekerjaan offline melalui pembebasan tegangan 20 kV. Kunci dari metode ini adalah membagi section yang akan dilaksanakan pekerjaan
rekonduktoring menjadi beberapa sub section dengan area yang lebih sempit yaitu antar tiang penegang, sehingga pekerjaan rekonduktoring dapat
dilaksanakan dengan sistem estafet antar sub section tersebut. Untuk memaksimalkan implementasi metode ini, maka kami membuatkan upaya
pengelolaannya yaitu menajemen rekonduktor. Manajemen rekonduktor meliputi beberapa upaya pengelolaan/manajeman antara lain manajemen
waktu, pelaksana, pemadaman dan manajemen metode. Manajemen tersebut direncanakan dan dilaksanaan oleh regu PDKB TM mulai dari usulan
rencana rekonduktoring hingga pembuatan jadwal, pembagian section, pembuatan alur pelaksanaan, penentuan jumlah personil pelaksana sampai
dengan proses bembebasan tegangan dan pelaksanaan rekonduktoring. Upaya manajemen dan metode pelaksanaan rekonduktoring tersebut kami
gabungkan kedalam inovasi Manajemen Rekonduktor Melalui Metode Rekonduktoring Sistem Estafet. Manfaat yang diperoleh dari inovasi ini adalah
memperkecil frekwensi pelanggan padam pada area rekonduktoring dengan merubah pemadaman berulang menjadi pemadaman bergilir.
Pemadaman bergilir ini akan menghasilkan frekwensi padam yaitu hanya 1 kali/pelanggan selama pekerjaan rekonduktor tersebut dilaksanakan.

Koreksi Rekening menjadi salah satu item yang masuk dalam Key Performance Indikator (KPI) kontrak kinerja unit dengan nilai yang tidak kecil yaitu 2
poin. Selain masuk dalam KPI, koreksi rekening mempunyai esensi implisit lain yang lebih besar yaitu merupakan representasi kualitas pekerjaan PLN
di mata pelanggan. Koreksi rekening yang terjadi merepresentasikan adanya kesalahan PLN dalam melakukan proses pengambilan data di lapangan
dan akhirnya berimplikasi terhadap salahnya pengolahan rekening yang dilakukan oleh PLN, meskipun terkadang penyebab sebenarnya dari koreksi
tersebut adalah pelanggan yang rumahnya kosong dan dikunci sehingga petugas tidak dapat mandapatkan stan meter di kwh pelanggan. Koreksi
rekening yang tidak tercapai dengan alasan apapun tidak hanya berakibat terhadap tidak terpenuhinya KPI, tetapi juga kepercayaan masyarakat
terhadap kredibilitas PLN. Akhirnya disini citra PLN sebagai perusahaan kelas dunia dipertaruhkan. Kegagalan petugas mendapatkan stand meter
pelanggan karena kunci isi dan kunci kosong kita atasi dengan mengoptimalkan & memodifikasi TUL II-04. Hasil modifikasi tersebut, memudahkan
pelanggan untuk mengirimkan informasi kepada PLN terkait dengan stand meter di lokasi, sehingga PLN mendapatkan angka yang valid dan akhirnya
output rekening yang dicetak juga benar. Setelah program modifikasi TUL II-04 ini dijalankan kami sudah mencapai zero correction billing selama 7
bulan berturut turut. Peningkatan kualitas pekerjaan terkait dengan pencatatan meter diharapkan akan dapat memberikan dampak yang lebih besar
bagi PLN yaitu tidak hanya tercapainya KPI dengan zero correction, tetapi juga membaiknya citra PLN di mata masyarakat.

1714095 Distribusi DKI Jaya CALL BACK CENTER


& Tangerang

1. HENDRIANA
MAYANG SARI
2. MARGARETTY
PITRANELLA NAOLIN
3. SANTOSO

Trust

1714098 Pusat Pendidikan


dan Pelatihan

1. GAMA
AJIYANTONO
2. LUHUT ROIDEL
SIMARMATA

Tata kelola

SISTEM MANAJEMEN
PERALATAN DAN MATERIAL
LABORATORIUM (SM-LAB)

Visi PLN untuk diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia mendapat tantangan dari kurangnya
trust pelanggan. Sejumlah permasalahan pelayanan pelanggan di berbagai media dan persepsi akan rumitnya birokrasi PLN menjadi pemicu lemahnya
High Trust Society (HTS) kepercayaan dan banyaknya praktik calo. Hal ini tercapture pada score ILP PLN tahun 2010=5,47 kemudian menjadi 6,38 di tahun 2011. Untuk
mengatasi kendala tersebut, menurut Direktur Operasional Jawa Bali dan Sumatera, perlu dibangun budaya kerja Mutual Trust, yang ditandai dengan
Integritas Layanan Publik Deklarasi PLN Bersih pada Desember 2012. Budaya kerja Mutual Trust ini kemudian diejawantahkan ke dalam sejumlah program kerja PLN: Integritas
(ILP)
Layanan Publik (ILP) dan High Trust Society (HTS). Trust pelanggan pun terus dibangun dengan meningkatkan kualitas pelayanan yang dipotret dengan
Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP). Call Back Center (CBC) hadir sebagai tolok ukur seberapa jauh usaha pencapaian kesuksesan ILP, HTS dan IKP. CBC
Indeks
adalah sebuah sistem yang dibangun dari sinergi entitas Infrastruktur, Sistem Informasi, Prosedur dan Sumber Daya Manusia. CBC dibangun sebagai
Kepuasan Pelanggan
unit bisnis dalam tubuh PLN Distribusi yang menjadi perekam umpan balik pelanggan terhadap pelayanan Pasang Baru (PB) dan Perubahan Daya (PD).
(IKP)
Sistem CBC secara otomatis merepresentasikan pengalaman pelanggan menjadi laporan kepada Manajemen. Laporan CBC memuat trend perilaku
trust pelanggan kepada PLN, kecepatan pelayanan PB/PD dan integritas petugas PLN. Pada 1 April 2013 CBC di launch oleh Direktur Operasi Jawa Bali
Call Back Center (CBC)
dan Sumatera di PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang. Karena keberhasilannya, saat ini CBC juga telah diimplementasikan di 3 Unit PLN Wilayah dan
siap di-adopt oleh PLN Pusat untuk
implementasi nasional

Efisien
Terukur

1714107 PT Indonesia
Power

MEMBANGUN INTEGRASI
ANTAR BIDANG DALAM
IMPLEMENTASI MANAJEMEN
SIKLUS HIDUP ASET TINGKAT
KORPORAT

1. ANGGI
LCM
ANGGARA 2. FAHMILIA
3. MUAMMAR
30 tahun
SYAKIR
Integrasi
Korporat
Memetakan peran

SM-LAB adalah suatu sistem manajemen yang berfungsi sebagai tool (alat bantu) untuk mengelola segala aktifitas yang berhubungan dengan peralatan
dan material Laboratorium di lingkungan Udiklat Suralaya. Penggunaan SM-LAB dimaksudkan untuk memberikan metode pengelolaan peralatan dan
material Laboratorium yang sederhana, efisien dan terukur. Pengelolaan tersebut dimulai dari proses pengadaan, proses pemakaian, hingga proses
pemeliharaan peralatan dan material tersebut. Hal ini untuk mendukung peningkatan Tingkat Mutu Pelayanan Pembelajaran dan peningkatan
Kepuasan Pelanggan sesuai dengan KPI PLN PUSDIKLAT. Sejauh ini belum ada Laboratorium yang menerapkan sistem manajemen seperti ini, sehingga
banyak aset-aset Laboratorium kurang terawat dan terkelola dengan baik. SM-LAB didesain dengan mengadopsi standard tata kelola yang telah
berlaku. Hal tersebut terlihat pada penggunaan Formulir Laboratorium yang menggunakan format SMT (Sistem Manajemen Terintegrasi). SM-LAB
pertama kali diimplementasikan pada tanggal 1 Desember 2013 di Udiklat Suralaya. Dari hasil implementasi tersebut terbukti penggunaan karya
inovasi ini sangat membantu pegawai dalam mengelola peralatan dan material Laboratorium.

LCM (Life Cycle management) merupakan program Strategis Perusahaan untuk meningkatkan keandalan dan kinerja jangka panjang perusahaan yang
harus diimplementasikan oleh setiap unit bisnis yang dikoordinir oleh satu orang ahli pada divisi manajemen aset sejak tahun 2012. Program ini
meliputi perencanaan strategy dan biaya aset pembangkit untuk jangka waktu 30 tahun ke depan. Dalam aplikasinya, perencanaan yang dikumpulkan
secara korporat dari masing-masing unit yang terealisasi hanya <25%. Dari hasil analisa ditemukan beberapa penyebab diantaranya perbedaan rencana
dalam program LCM, RKA, dan RJPP, terdapat program dari beberapa divisi/bidang yang tumpang tindih pada aset yang sama seperti Perencanaan
Reverse Engineering, Strategy Obsolence Sistem kontrol, dan Rencana Non OEM serta belum adanya koordinasi pengadaan untuk memenuhi
kebutuhan data Aset dalam merencanakan LCM. Kondisi di atas selain menyebabkan Implementasi LCM menjadi terhambat dan tentu saja menambah
beban unit bisnis dengan program yang tumpang tindih karena belum ada integrasi program di kantor pusat Dengan dibangunnya integrasi antar
bidang yang saling terkait (Engineering, keuangan, sistem Informasi, dll) yang terdiri dari proses Memetakan Peran, Pembuatan Aliran Proses integrasi,
Pedoman dan Kebijakan, Workflow Software Aplikasi, hingga prosedur dan implementasinya, permasalahan di atas dapat diminimalisir dan LCM
tingkat Korporat PT Indonesia Power siap untuk dilaksanakan

10

1714108 PT Indonesia
Power

1714109 PT Indonesia
Power

MELALUI BANTUAN
1. JUWARI
PENGADAAN SANDPUMP
2. KRISMONO
DALAM PEMBERDAYAAN
3. PURMIYANTO
MASYARAKAT PENAMBANG
PASIR DI SEKITAR WADUK PLTA
PB.SOEDIRMAN TURUT
BERPERAN MENGURANGI LAJU
SEDIMENTASI

Waduk

PENURUNAN EMISI CO2 PLTU


BATUBARA MELALUI
BUDIDAYA MIKROALGA
MENJADI BAHAN BAKAR
ALTERNATIF

Mikroalga

1. LEDHI
VALENTINA
2. NANDANG
SAFRUDIN
3. VINI CHARLOTH

Sedimentasi
Material

Mitigasi
CO2
Ekstraksi
Biodiesel

11

1714179 PT Pembangkitan MONITOR DAN PREDIKSI


Jawa Bali
KERUSAKAN PERALATAN DAN
POWER PLANT
MENGGUNAKAN RELIABILITY
BLOCK DIAGRAM

1. AGUS WIBAWA
2. ANDI DESI
SUNARNO
3. IRFAN EKO
BUDIYANTO

Reliability
Maintainability
Availability
RAM Analysis
Failure

Besarnya sedimentasi merupakan masalah terhadap kelangsungan waduk PLTA PB Soedirman yang pada akhirnya berpengaruh terhadap ketersediaan
energi
Listrik yang bersumber dari energy terbarukan.
Sebaliknya material sedimen yang berada di hulu waduk berupa bahan galian C yaitu pasir dan batu serta sedimen yang berada di tengah waduk
merupakan pasir
Dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.
Keberadaan sedimen tersebut oleh masyarakat sekitar waduk dimanfaatkan untuk
Melakukan kegiatan ekonominya. Kegiatan ekonomi sebagai sumber penghasilan masyarakat sekitar waduk tidak dapat diabaikan. Kegiatan tersebut
dapat
berpengaruh langsung pada proses bisnis perusahaan. Salah satu kegiatan tersebut
adalah penambangan pasir. L okasi penambangan pasir yang tidak terkontrol justru
memperparah terjadinya sedimentasi.
Dengan adanya bantuan berupa sandpump bagi penduduk sekitar waduk,taraf hidup masyarakat meningkat serta lebih terjaga dan terpeliharanya
lingkungan sekitar
waduk.

Penangkap karbon berbasis mikroalga atay ganggang adalah salah satu dari metodemetode terbaru dalam mitigasi secara biologis gas CO2 yang
dihasilkan oleh industri. Mikroalga dinilai efektif karena kemampuannya dalam mereduksi CO2 melalui proses fotosintesis melalui reaksi CO2 + H2O-->
Biomassa + O2. Keuntungan penggunaan mikroalga dalam proses mitigasi emisi gas CO2 adalah prosesnya berjalan alami seperti prinsip ekosistem
alam, sehingga sangat ramah lingkungan dan tidak menghasilkan limbah. Keunggulan lain dari penggunaan mikroalga adalah hasil ekstraksi dari lipid
mikroalga dapat digunakan sebagai biodiesel yang merupakan sumber energy terbarukan, sedangkan mikroalga kering dapat dijadikan sebagai bahan
makanan. Kemurnian gas CO2 yang tinggi tidak diperlukan untuk kultur mikroalga. Terdapat kemungkinan bahwa gas buang yang mengandung 2-5%
CO2 dapat diberikan langsung ke tempat pembudidayaan mikroalga, sehingga tidak diperlukan adanya pemisahan CO2 dari gas buang secara
signifikan. Panen mikroalga dilakukan setelah berumur 15 hari atau tergantung dari kepadatan sel mikroalga. Panen dilakukan menggunakan
ultrafiltrasi. Hasil filtrasi yang berupa cairan kental mikroalga dimasukan ke dalam bak penenang untuk diendapkan/dikeringkan, sedangkan cairan
beningnya dimasukan ke dalam bak penanganan limbah. Cairan bening sisa pengendapan dapat digunakan kembali sebagai media untuk budidaya
mikroalga berikutnya.

Sampai saat ini kerusakan/failure yang terjadi di peralatan pembangkit masih


sulit diprediksikan kapan terjadinya. Hal ini menyebabkan tingginya Corrective Maintenance/Unschedule Maintenance/Force Outage di pembangkit
sehingga mengganggu ketersediaan listrik di sistem. Kondisi ini diperparah dengan sering terjadinya kemunduran waktu repair saat terjadi failure.
Dalam inovasi ini, dibahas
bagaimana cara untuk memprediksikan failure dan repair time dari peralatan dan pembangkit melalui pemodelan failure distribution dan pemodelan
Reliability Block Diagram (RBD). Pemodelan RBD akan sangat tergantung dari tipe pembangkit. Pemodelan failure distribution dilakukan dengan
memasukkan data maitenance
dari CMMS ke dalam software Weibull sehingga diketahui failure distribution apa yang sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Selanjutnya data
tersebut dimasukkan dalam pemodelan RBD dengan menggunakan software Blocksim. Dalam
inivasi ini telah dibuatkan pemodelan RBD untuk seluruh unit pembangkit di PJB dan FTP-1 (total ada 12 model RBD). Pilot project pembuatan model
dilakukan di PLTU Paiton 1,2 pada September 2011. Setelah itu berturut-turut dibuatkan pemodelanuntuk pembangkit yang lain (UP Gresik, UP Muara
Karang, UP Muara Tawar, UP
Cirata, UP Brantas, UBJOM Paiton, UBJOM Rembang, UBJOM Pacitan, UBJOM Indramayu, UBJOM Indramayu dan UBJOM Awar-Awar). Output dari
pemodelan RBD adalah unit pembangkitan dapat memprediksikan
kapan kemungkinan peralatan/pembangkit akan mengalami failure (F(t)) danseberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk repair setelah failure
(MTTR). Selain data tersebut, dapat diperoleh data-data lain untuk dapat melakukan RAM Analysis seperti: failure rate, MTBF, MDT, MTTFF dll. Dengan
pemodelan RBD maka seluruh data terkait reliability, maintainability dan availability dari pembangkit dan seluruh perlatan yang ada di dalamnya dapat
dihitung, dimonitor, dianalisa, dievaluasi danbahkan dapat disimulasikan secara day to day, update, mudah, cepat dan akurat. Inovasi ini merupakan
yang pertama di PJB dan PLN dan bisa dipergunakan untuk industri lain diluar pembangkit.

12

13

Pembangkitan
1724074 Sumatera Bagian
Selatan

Pembangkitan
1724078 Sumatera Bagian
Selatan

KOORP SEKSI (KOORDINATE


POSFAT SISTEM INJEKSI)

1. ANDIKA BASTIAN
OKTAVIANTO
2. ARI RUDIANTO
3. NINA FAJARWATI

1. AGUS
WAHYUDIN
PERKUSI PLTU (PEMANFAATAN 2. DEDI
REAKSI KIMIA UDARA EMISI
HERMAWAN
PLTU BUKIT ASAM)
3. FACHMI
WIBOWO

KOORP SEKSI
Posfat
free caustic

Hujan asam,
PROPER,
pemanfaatan emisi,
neutralizing

Manajemen Clear
Tamper

14

Wilayah Sulawesi
1724088 Selatan, Tenggara MANAJEMEN CLEAR TAMPER
dan Barat

1. DANI HAMDANI
2. LATIF
PRASETYOHADI
3. ULFAH PRATIWI

Clear Tamper
kWh LPB
Pencurian listrik

KOORP SEKSI (Koordinat Posfat Sistem Injeksi) merupakan karya inovasi dalam bidang non
technikal supporting manajemen yang menghasilkan 6 (Enam) tahapan instruksi kerja, pertama
menimbang 4,62 gram trisodiumposfat (Na3PO4) dan 1 gram disodium posfat (Na2HPO4),
kemudian dilarutkan dalam labu ukur, lalu dipipet larutan tersebut sebanyak 50 ml tambahkan
indicator phenoptaline 3 tetes titrasi dengan asam klorida (HCl) sampai terjadi perubahan warna
yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan koorps seksi ini. Dimana telah diimplementasikan
pada PLTU Ombilin berkapasitas 2x100MW sejak bulan Januari 2013. Inovasi ini disusun
berdasarkan teori kimia yang ditindaklanjuti dengan uji laboratorium yang kemudian menjadi
pedoman pekerjaan yang dituangkan dalam bentuk instruksi kerja (IK). Karya Inovasi ini untuk
menunjang kinerja manajemen terhadap Equivalent Availability Factor (EAF) dan Sudden
Outage Factor (SdOF). Karya inovasi ini bertujuan untuk meminimalisir terbentuknya korosi,
deposit, cracking gouging yang dapat mengakibatkan kebocoran pada pipa boiler. Menanggapi
hasil investigasi PLN PUSLITBANG pada November 2012 tentang kebocoran pipa boiler pada
PLTU Ombilin unit 2, yang sebagian besar diakibatkan oleh kualitas air yang kurang baik.
KOORP SEKSI ini dijadikan manajemen control untuk pengendalian kualitas air, sehingga
dengan mengimplementasikan Inovasi KOORP SEKSI ini maka free Caustic tidak terbentuk
dalam air Boiler, dan saving yang didapat sebesar Rp.9.038.263.319,- (Sembilan Milyar Tiga
Puluh Delapan Juta Dua Ratus Enam Puluh Tiga Ribu Tiga Ratus Sembilan Belas Rupiah)
pertahun.
PERKUSI PLTU adalah PEmanfaatan Reaksi Kimia Udara emiSI
merupakan inovasi yang menghasilkan 7 (tujuh) tahapan instruksi kerja manajemen
(terlampir) yang bertujuan untuk mengurangi (reduce) dan memanfaatkan kembali (reuse &
recycle) emisi gas buang PLTU guna mendukung pencapaian PROPER HIJAU dengan cara
memanfaatkan sebagian gas buang SOx dan NOx yang ditimbulkan oleh proses
pembakaran didalam boiler untuk direaksikan dengan H2O (Air) berdasarkan prinsip
fenomena hujan asam untuk menghasilkan Larutan Asam yang kami namakan Larutan
Perkusi. Larutan ini dapat dimanfaatkan untuk menetralisir limbah cair di Water Treatment
Plant (WTP). Penggunaan Larutan Perkusi ini dapat menghemat penggunaan Asam Sulfat
(H2SO4) untuk proses netralisasi limbah cair sebesar 504 kg/bulan atau setara dengan nilai
Rp. 2.260.000,- per bulan.
Kami merupakan tim yang pertama kali memanfaatkan emisi gas buang untuk
menghasilkan larutan asam yang digunakan untuk neutralizing limbah cair WTP, sehingga
kami mengusulkan agar inovasi kami ini mendapatkan hak paten dan dapat diterapkan pada
pembangkit thermal yang berbahan bakar batu bara.

Adanya modus operandi pencurian tenaga listrik pada kWH Meter LPB melalui penyalahgunaan clear tamper (CT) menjadi cikal bakal
dikembangkannya sebuah ide didalam mengelola dan mengendalikan permohonan clear tamper pada setiap laporan pengaduan kerusakan kwh meter
LPB melalui sebuah manajemen clear tamper yang baik.Inovasi pengelolaan clear tamper yang diberi nama MANAJEMEN CLEAR TAMPER (MCT) ini
memberikan banyak manfaat yaitu : dapat memperkecil ruang terjadinya penyalahgunaan clear tamper, historical permintaan clear tamper setiap
pelanggan LPB dapat lebih mudah diketahui, dapat menjadi salah satu petunjuk dalam menentukan target operasi (TO) P2TL, permintaan clear tamper
dapat diketahui peruntukannya, pemantauan dan pengawasannya dapat diketahui oleh semua lini organisasi, dapat menjadi salah satu bukti kuat jika
terjadi kasus hukum terkait kWH meter LPB, dan tentunya manfaat yang terpenting adalah menurunkan susut / kehilangan energy serta meminimalisir
hilangnya pendapatan penjualan energy listrik.Karya inovasi ini telah diimplementasikan sejak bulan Nopember2013 di PLN Rayon PanritaLopidan
telah banyak disempurnakan untuk kemudahan dalam penerapannya.

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak

NON TECHNICAL SUPPORTING APLIKASI

TMP

1715083

Distribusi Jawa
Barat & Banten

Aplikasi Monitoring Tingkat


Mutu Pelayanan Online (TMP
Online)

1. BARKHAH PUDYA
PERMANA
2.CHUMAIDI RAHMAN
3.ROS ROSIDAH

Nilai Deklarasi
Nilai Realisasi
Kompensasi pelanggan

Informasi sistem
realtime

1715097 Distribusi Bali

20 kV In Hand

1. I KETUT SAPTA
WIJAYA
2.I MADE ARYA
3.MADE EKA SAPUTRA

Aplikasi Mobile
Sistem operasi 20 kV
Aplikasi
Android

e-Book

Penyaluran dan
Pusat Pengatur
1715099
Beban (P3B) Jawa
Bali

e-BOOK PENGOPERASIAN
GARDU INDUK BERBASIS WEB
UNTUK MEMPERCEPAT
PEMULIHAN GANGGUAN

CB 500 kV
1. LILI HERLIAWAN
2.MAMAN NURJAMAN
3.RUSMAN -

on-line
web
Gardu Induk

Aplikasi Monitoring Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) Online yang berbasis web ini dibuat
secara swakelola berfungsi untuk menyajikan data dan informasi terkait TMP. Dalam aplikasi
ini terdapat beberapa fitur input Deklarasi, input Realisasi TMP, input data pendukung
pelanggan yang terkena kompensasi sampai dengan dashboard pelaporan sehingga
manajemen PLN serta masyarakat luas kedepannya bisa bersama-sama melakukan
Monitoring terhadap nilai realisasi serta kompensasinya kepada pelanggan. Sesuai dengan
Peraturan Menteri ESDM No. 9 Tahun 2011 jika nilai Realisasi TMP PLN > 10% dari nilai
Deklarasi maka PLN wajib memberikan pengurangan tagihan rekening (pascabayar) dan
token kompensasi (prabayar) kepada pelanggan (untuk 5 indikator TMP). Maka dengan
adanya aplikasi ini membantu manajemen dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan
Tingkat Mutu Pelayanan kepada pelanggan serta memantau dilaksanakannya aturan
pemerintah terkait Ringkat Mutu Pelayanan.

Area Pengatur Distribusi (APD) Bali bertugas sebagai pengatur sistem kelistrikan 20 KV
dengan 15 Gardu Induk (12 GI tanpa operator), 29 Gardu Hubung, 78 Gardu Distribusi, dan
558 Key Point yang titik remote kontrolnya terpusat melalui fasilitas SCADA secara real time.
Dispatcher bertindak sebagai interfacing utama pada pengoperasian system sisi 20 KV
mempunyai peran yang cukup besar dalam koordinasinya dengan pelanggan DCC dalam hal
ini adalah Area Jaringan di seluruh Bali. Banyak kebutuhan data yang diperlukan oleh
manajemen dari APD Bali ataupun pelanggan sebagai acuan untuk menilai kinerja system
operasi 20 KV dan hal-hal lain yang bersifat situasional serta darurat. System laporan manual
yang biasa dilakukan oleh Dispatcher disamping tidak efektif juga menjadi tidak mudah
dalam prosesnya untuk sharing knowledge atau informasi kepada pegawai maupun
manajemen. Hal tersebut diatas mendorong untuk menyediakan system informasi yang mudah
dengan mengeksplorasi system pelaporan eksisting dengan membuat sendiri aplikasi mobile
20 kV In Hand salah satunya menggunakan OS Android. Aplikasi ini dipergunakan untuk
media informasi dikalangan PLN yang memiliki fitur info Daya mampu dan beban sistem
kelistrikan Bali (real time), Pemadaman terencana, Gangguan penyulang (realtime), Proses
operasi jaringan listrik 20 kV (realtime) dan jadwal pemeliharaan sebagai bahan evaluasi
ataupun sebagai pendukung dalam pengambilan keputusan. Selain itu rencana
pengembangan aplikasi ini nantinya bisa juga memberikan informasi kepada pelanggan PLN.
Dengan tujuan untuk menginformasikan kondisi sistem kelistrikan 20 kV kepada pihak-pihak
yang berkepentingan terhadap data tersebut, dengan mudah diakses kapanpun dan
Inovasi e-Book Pengoperasian Gardu Induk Berbasis Web untuk
Mempercepat Pemulihan Gangguan adalah Sistem buku pengopersian Gardu
Induk On-line yang berfungsi untuk memberikan panduan bagi petugas AE JE di
GI/GITET pada saat terjadi gangguan. Dimana aplikasi analisa dan tindakan yang
harus dilakukan tersimpan pada system aplikasi Web dan Server Web P3B-JB
APP Bandung.
Beberapa hal yang melatarbelakangi dibangunnya inovasi ini adalah
adanya gangguan CB 500 kV di Gitet Saguling dalam penormalannya memakan
waktu lebih dari 5 (lima) jam, dan setelah implementasi inovasi ini dapat
mempercepat penormalan gangguan tersebut hingga kurang dari 1 (satu) jam
dan tidak semua petugas AE JE memahami permasalahan instalasi di GI/GITET
akibat ada perubahan mindset dari petugas operator menjadi fungsi
Pemeliharaan.
Kelebihan dari inovasi yang kami buat adalah :
Membantu Mempercepat penormalan gangguan.
Memudahkan seluruh AE,JE & petugas Har dalam mengatasi gangguan,
bahkan bagi petugas AE JE GITET yang baru ditugaskan sekalipun.
Memudahkan para penentu kebijakan (Manager, Asman, EG dll) di Unit
pada saat terjadi gangguan yang memerlukan analisa lebih banyak orang
pada tempat yang berbeda.

Gambar

1715100

PT Pembangkitan SISTEM INFORMASI


Jawa Bali
PENGELOLAAN FLY ASH

1. GUSTI WAHDANIAH
2.JASWADI
3.SUUD MUSADAD

1715106

UIP Transmisi
Interkoneksi
Sumatera Jawa
(UIP IV)

T-LIV - Transmission Line


Visualization (Metode
Visualisasi Jalur Transmisi)

1. RIVANA HAZLI
2.RIZKI JULIAWAN

1715121

Distribusi Jawa
Timur

PANSER SDM (PENGELOLAAN


SISTEM INFORMASI SDM)

1. ARIEF SUKARTONO
2.DJARU MANTANTRI
3.DODO RACHMAT
SAMUDRA

Sebelum inovasi prosedur penanganan fly ash dilakukan secara manual sehingga
banyak menimbulkan potensi kelalaian dan keteledoran yang disebabkan oleh sumber daya
manusia. Potensi kelalaian tersebut dapat berpengaruh terhadap nilai audit PROPER yang
sangat mempengaruhi image perusahaan.
Peraturan mengenai pengelolaan limbah B3 fly ash yang rigid baik mengenai jumlah
yang dihasilkan, kontrol dokumen manifest limbah B3, nilai kompensasi, perizinan pihak
pemanfaat dan transportir mana sajakah yang telah mendapat legalitas untuk melakukan
pemanfaatan dan pengangkutan, serta pengelolaan yang melibatkan multibidang dalam
Fly Ash, Limbah Bahan
proses penanganan fly ash ini mendorong pihak PJB UP Paiton untuk membuat
Berbahaya dan Beracun, prosedur penanganan fly ash yang efektif dan memiliki fungsi kontrol yang baik.
Nilai Kompensasi,
Fly ash merupakan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dominan pada
Sistem Informasi
P LTU Batubara. Besarnya jumlah fly ash yang dihasilkan memerlukan penanganan yang
serius agar tidak mencemari lingkungan.
Sebagai limbah B3, penanganan fly ash pada PJB Paiton tidak terlepas dari kaidah dan
aturan tentang pengelolaan limbah B3 yang berlaku. Fly ash yang dihasilkan diserahkan
kepada para pemanfaat limbah B3 yang sudah mendapat izin dari Kementrian Lingkungan
Hidup dan diangkut dengan transportir yang juga sudah mempunyai izin pengangkutan.
Oleh karena itu, pada karya inovasi ini dibuatlah Sistem Informasi Penanganan Fly ash
yang terintegrasi dengan memanfaatkan jaringan intranet. Sistem ini dibuat untuk
memudahkan dan mengeliminasi potensi-potensi kesalahan pada prosedur penanganan fly
Untuk memperluas jangkauan suplai PLN dan meningkatkan kualitas pelayanan
terhadap pelanggan maka PLN meningkatkan investasi dibidang kelistrikan, salah satunya
adalah investasi pembangunan Saluran transmisi.
Dalam pembangunan saluran transmisi terdapat beberapa tahapan yang sangat
penting yaitu proses perencanaan, proses pembebasan lahan dan proses konstruksi. Dalam
proses Perencanaan, Untuk menentukan jalur transmisi ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, salah satunya adalah penentuan letak tower transmisi. Tahapan pertama untuk
menentukan letak tower transmisi adalah desktop study. Hasil dari desktop diharapkan harus
dapat memenuhi beberapa kriteria yaitu meminimalkan panjang jalur, meminimalkan jumlah
T-LIV
tower tension, meminimalkan extension tower, panjang span harus memenuhi, menghindari
Transmisi
daerah pemukiman, dan kriteria lain yang telah disyaratkan. Pemenuhan terhadap criteria
Visualisasi
tersebut sangat berpengaruh terhadap biaya dan waktu pembangunan. Hasil dari desktop
study tersebut sangat menentukan langkah selanjutnya yaitu survei jalur dimana dalam
proses ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu perencanaan jalur secara
desktop sangatlah penting. Untuk menghindari kesalahan dalam proses perencanaan jalur
transmisi tersebut, maka diperlukan adanya visualisasi yang dapat menggambarkan jalur
dan letak tower secara nyata. Dari kebutuhan tersebut lahirlah sebuah metode T-LIV yang di
dalamnya terdapat langkah -langkah untuk membantu perencana dalam menentukan jalur
dan titik tower sesuai dengan kriteria yang disyaratkan.
Selain untuk membantu proses perencanaan jalur transmisi, T-LIV juga dapat
Transparansi penilaian kinerja pegawai secara individu sangat penting untuk memotivasi
pegawai agar bisa bekerja lebih baik. PANSERSDM versi 3 mempunyai fasilitaskinerja harian
pegawai mulai dari perencanaan sampai penilaian, dimana nilai bawahan berkontribusi
terhadap nilai atasan sebagai fungsi CMC dan penyediaan Laporan penilaian kinerja harian
sebagai referensi atasan untuk memasukkan dalam SIMKPNAS dan keperluan unit dengan
jenis pekerjaan rutin.
Untuk kebutuhan implementasi diluar PLN Distribusi Jawa Timur, maka ditambahkan fasilitas
Transparansi penilaian
yang dapat mengakomodir penilaian kinerja jenis pekerjaan non rutin; jenis pekerjaan
proyek yang tidak ada fasilitas intranet maupun internet; Anak Perusahaan penyedia jasa
Fungsi CMC
tenaga kerja kontrak dimana approval dilakukan oleh pengguna. Selain itu ditambahkan pula
fasilitas evaluasi manajemen untuk keperluan perencanaan dan peningkatan karir pegawai
SIMKPNAS
dari seluruh Unit Kerja PLN.
Sejalan dengan dengan semakin meningkatnya kebutuhan data untuk analisa dan evaluasi
SDM
SDM, database Panser SDM berupa aktifitas harian pegawai dapat diolah untuk berbagai
kepentingan tersebut sehingga menunjang terlaksananya evaluasi pegawai menuju nilai
fungsi Manajerial dan nilai fungsi Spesialisasi yang dapat digunakan untuk perencanaan karir
pegawai dan hasil evaluasi ini dapat diketahui oleh seluruh Pegawai dimanapun lokasinya
(level terendah hirarchi manajemen) karena aplikasi ini sudah berbasis web.
Panser SDM versi 1 telah diterapkan di PLN Area Sidoarjo dan Area Bojonegoro sejak tahun
2009, sedangkan versi 2 diterapkan sejak akhir 2010. Diluar PLN Distribusi Jawa Timur,

P2TL
Online
7

Distribusi Jawa
1715130 Tengah dan DI
Yogyakarta

Aplikasi Cek-Son (Cek Kwh


Secara On-Line)

1. ARDIAN NUGROHO
2.ASRORI 3.NURYANTO -

P2TL
Aplikasi
Android

Distribusi Jawa
1715133 Tengah dan DI
Yogyakarta

Distribusi Jawa
1715134 Tengah dan DI
Yogyakarta

Ame-TI v.2 (Aplikasi


Manajemen Teknologi
Informasi Versi ke 2)

Virtual SLD (Dynamic 20kV


Single Line Diagram)

Berkembangnya teknologi membawa banyak perubahan terhadap pola hidup


manusia. Semakin mudahnya informasi di akses diharapkan menjadikan iklim kerja yang
semakin efektif dan efisien terutama dalam penggunaan waktu. Berdasarkan hal itulah,
aplikasi Cek-Son (Cek Kwh Secara On-line) dihadirkan sebagai wujud kepedulian terhadap
efektifitas kinerja petugas P2TL.
Aplikasi Cek-Son (Cek Kwh Secara On-line) merupakan suatu aplikasi berbasis
android yang di operasikan menggunakan smartphone. Aplikasi ini berfungsi untuk
membantu pertugas P2TL di lapangan dalam operasional. Aplikasi ini dapat menghitung
Error Kwh Meter 1 phasa dan 3 phasa, dan hasil pemeriksaan tersebut serta pemeriksaan
P2TL lainnya dapat disimpan secara online ke database server. Database server dapat
langsung di akses melalui website www.cekson.com untuk bahan petugas Analisa dan
Evaluasi Rayon untuk menentukan jenis pelanggaran. Dan setiap bulannya petugas P2TL
dapat mendownload laporan bulanan melalui website tersebut.
Petugas P2TL juga dapat langsung mencetak Berita Acara Pemeriksaan P2TL sesuai
SK DIR No.1486.K/DIR/2011 tanggal 27 Desember 2011 dengan cara smartphone
dihubungkan dengan printer portable.

1. DEDI PRANATALI
2.SUYATNO

Pada beberapa kasus inventarisasi perangkat Teknologi Informasi sering tidak valid dengan
kondisi di lapangan karena begitu cepatnya proses mutasi perangkat tersebut. Seperti
bertambahnya pegawai / user yang berdampak pula pada pertambahan jumlah perangkat TI.
Semakin banyak jumlah perangkat maka semakin banyak pula tugas kita untuk
memonitornya. Untuk itu semakin banyaknya perangkat maka makin banyak pula aset yang
ada.
Pada banyak kasus, tidak termonitornya perangkat TI menyebabkan ada pegawai / user
yang memiliki lebih dari 1 KOMPUTER / NOTEBOOK, ada pula pegawai / user yang tidak
mendapatkan perangkat TI.
teknologi informasi, request user
Selain itu adanya konflik IP address yang dapat menggangu pekerjaan tidak cepat tertangani
karena kurang validnya data. Serta proses monitoring Request User juga terkendala karena
kurangnya data yang tercatat.
Aplikasi Manajemen Teknologi Informasi Versi ke 2 dapat digunakan untuk membantu
melakukan pendataan / inventarisasi perangkat IT, baik PC, Switch maupun WiFi serta
mendata IP Address yang digunakan dan mencatat setiap kegiatan pemeliharaan perangkat
TI tersebut.
Dengan adanya aplikasi ini maka diharapkan dapat membantu pekerjaan di PLN, khusunya di
bidang TI atau bidang lain yang terkait.

1. AGUS BUDIONO
2.HENRI WIBOWO
3.SUHARI

Gambar Single Line Diagram 20kV yang ada saat ini bersifat statis, dalam arti tidak
bisa memberikan informasi status peralatan setiap terjadi perubahan konfigurasi jaringan.
Selain itu dibutuhkan waktu dan biaya untuk melakukan update gambar sehingga dalam
prakteknya jarang diupdate.
Virtual SLD adalah aplikasi editor dan simulator single line diagram yang bersifat
Single Line Diagram, simulator, dispatcher, jaringan listrik 20kV
dinamis sehingga praktis saat digunakan, mudah diupdate sekaligus disimulasikan. Aplikasi ini
terhubung dengan database server yang memungkinkan petugas dispatcher di tingkat area dan
rayon dapat melihat gambar SLD yang sama ketika melakukan manuver jaringan. Selain itu
fungsi SOP Manuver-nya akan mempermudah proses pelimpahan beban ketika terjadi gangguan
maupun ada pekerjaan.

10

1715138

Distribusi Jawa
Barat & Banten

Aplikasi Career Management


System

1. DANIEL
HAHOLONGAN SIREGAR Manajemen Karir
2.SUKMA AJI
3.YOVAN GUSTAVA
Aplikasi
SUNARYO

Pelayanan

11

1715151

Distribusi Jawa
Timur

SI SEHAT (SISTEM INFORMASI


KESEHATAN TERPADU)

1. DEDY ARDIANSYAH
2.ENY MAR'ATUS
SOLIKAH
3.HENDY HERNAWAN

Peningkatan
Kesehatan
Employee Self Service

Transparansi
Monitoring

12

1715153

Distribusi Jawa
Timur

WEST-PM (WEB BASED


EVALUATION SYSTEM OF
PROJECT MANAGEMENT)

1. DIDIK DJUNAEDI
Evaluasi
2.JONY HERMAWAN
3.RISKY OKTARINA PUTRI Aplikasi
logistik
Administrasi kontrak

Sumber Daya Manusia merupakan hal penting dari kegiatan bisnis PLN khususnya pada PLN DJBB. Dalam perkembangan saat ini kualitas SDM yang
baik diperlukan untuk menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik pula, maka dari itu diperlukan manajemen SDM yang baik pula untuk menghasilkan
SDM yang berkualitas salah satunya adalah penentuan pejabat struktural sebagai motor unit yang melakukan pekerjaan operasional rutin baik di
Rayon, Area dan APD. Dengan diperlukannya pejabat struktural yang berkualitas maka diperlukan juga manajemen karir yang baik pula terhadap
pegawai yang berpotensi menjadi pejabat struktural. Untuk membuat Manajemen Karir yang baik maka diperlukan pengelolaan karir yang baik
berbasis sistem agar keputusan dalam penetapan karir seseorang dapat dipantau secara real time dan memiliki kriteria yang ditentukan secara
objektif. Untuk itu dibutuhkan sistem yang dapat melakukan manajeman Karir Pegawai yang di dalamnya melakukan proses selektif dengan
menggunakan kriteria yang ditentukan secara objektif. Career Management System merupakan aplikasi Sistem Informasi yang memiliki kemampuan
dalam mengidentifikasi pegawai talent yang siap menduduki suatu jabatan secara berjenjang sesuai dengan kriteria jabatan yang dibutuhkan per
jenjang jabatan. Pada aplikasi ini, semua kegiatan seleksi kandidat pejabat struktural dipilih secara objektif dan terseleksi dengan sistem. Dengan
adanya aplikasi ini seluruh informasi dan pelayanan yang terkait dengan SDM khususnya manajemen karir pegawai dapat terpenuhi dan objektif.
Diharapkan dengan adanya Aplikasi ini penentuan karir seseorang tidak dipenuhi oleh orang orang yang tidak kompeten dalam bidangnya karena
pejabat struktural sangat mempengaruhi pekerjaan dari unit yang dipimpinnya.

Aplikasi SI-SEHAT yang ada saat ini terdiri dari modul dokter, apotek, admin dan
manajemen kantor distribusi (level 1) yang hanya berorientasi pada kuratif dan prefentif
saja. Sehingga modul-modul tersebut masih belum dapat mengakomodir semua
kebijakan-kebijakan manajemen yang terkait dengan pelayanan dan peningkatan
kesehatan pegawai. Oleh karena itu dilakukan pengembangan-pengembangan yang
disesuaikan dengan ketentuan kesehatan perusahaan terbaru, dengan penambahan
modul manajemen dari level 2 (Area) dan level 3 (Rayon), modul laboratorium, modul
restitusi, modul rumah sakit dan poliklinik, modul sms email yang terintregasi, serta
modul employee self service untuk pegawai yang lebih berorientasi pada promotif,
edukatif dan rehabilitatif. Sehingga pengembangan SI-SEHAT ini dapat menampung
kebijakan-kebijakan manajemen sebagai bentuk pencapaian visi PLN dalam pemeliharaan
kesehatan pegawai yang efektif dan efisien agar produktifitas pegawai meningkat.
SI-SEHAT versi 2 manajemen dapat melakukan kontrol, monitoring, pencegahan,
serta memberikan edukasi dan reward kepada pegawai yang tidak pernah sakit.
Penerapan SI-SEHAT versi 2 sejak bulan September 2013 diseluruh PLN Distribusi
Jawa Timur serta implementasi di Unit PLN UIP VI (Desember 2013), PLN APP P3B JB (Maret
2014), PLN UDIKLAT PANDAAN (Maret 2014) dan sampai saat ini beroperasi dengan baik
tanpa ada kendala.
Sebagai upaya peningkatan kualitas transparansi pekerjaan maka dibuatlah aplikasi
WEST PM, yang melakukan tugas monitoring dan evaluasi mulai dari proses perancangan
sampai dengan masa pemeliharaan berakhir, dengan memberikan fasilitas pada pihak-pihak
terkait untuk berkomunikasi melalui media online dan tersimpan dalam database.
Aplikasi ini mengelola proses dari:
Pembuatan RAB: menyediakan format RAB sesuai standar konstruksi.
Logistik: monitoring persediaan material dan penempatan material di gudang.
Aktivitas internal: proses perancangan proyek sampai dengan penagihan.
Aktivitas eksternal: proses pemantauan pelaksanaan proyek dengan data yang valid
dan akurat.
Notifikasi SMS dan e-mail: setiap tahapan proses, sistem akan memberikan notifikasi
kepada pihak terkait di tahapan berikutnya.
Penilaian vendor: mekanisme penilaian setiap tahapan proyek melibatkan hasil
inputan vendor.
Keseluruhannya tergabung menjadi satu kesatuan, sehingga menjadikan nilai evaluasi lebih
transparan.
Aplikasi dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Java, dengan
memakai engine penyimpanan data mySQL, serta dilengkapi fitur sms gateway dan
terintegrasi aplikasi mobile android yang mempunyai teknologi geotagging & barcode
scanner.

Tagihan biaya

13

1715166

Distribusi Jawa
Barat & Banten

APLIKASI RA-PDP

1. HERU ERAWAN
SOEMANTO
2.RAIS JUSIKA
3.SYAM AGUNG
NUGROHO

Aplikasi
Tenaga listrik
AIL

Esensi program revas pembenahan data pelanggan adalah menekan kebocoran dari faktor komersial yang berkaitan dengan kerangka perhitungan
atau acuan perhitungan tagihan biaya pemakaian tenaga listrik. Aplikasi RA-PDP hadir untuk memaksa/memandu secara sistematik, sehingga
pelaksana dapat pemahaman yang sama, sesuai esensinya. Aplikasi ini bukan sekedar aplikasi penata Ail/e-Ail, tapi lebih ke fungsinya sebagai
pemandu dan alat bantu, analisa revenue leakage atas perhitungan rekening listrik, dan mengawasi pelaksanaan perbaikan untuk mencapai esensinya
(menekan leakage dan meningkatkan revenue)

Rekening listrik

14

15

BATHARA WISNU APLIKASI


MOBILE PANDUAN KERJA BEST
Distribusi DKI Jaya PRACTICE PT PLN (PERSERO)
1715167
& Tangerang
DISTRIBUSI JAKARTA RAYA &
TANGERANG BERBASIS SISTEM
OPERASI ANDROID

1. HENRI FIRDAUS
2.KEMAS MUHAMMAD
YUSUF
3.SUFI HAYATI

APLIKASI ANALISA LOAD


PROFILE UNTUK MENDAPAT
TARGET OPERASI P2TL
1. ANDI SETIAWAN
Distribusi DKI Jaya
1715168
PELANGGAN AMR YANG
2.LIGA BONA PARTA
& Tangerang
AKURAT DAN BERKONTRIBUSI 3.TAURISA WIJAYA
DALAM MENEKAN SUSUT
DISTRIBUSI

Android
Smartphone
Mobile app

Analisa
Load profile
AMR
P2TL

PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya & Tangerang / PLN Disjaya pada awal
tahun 2013 telah meluncurkan program unggulan yaitu kaderisasi generasi muda
pada area unggulan di lingkungan area PLN Disjaya yang memiliki lebih dari 1 unit
kantor area yaitu Area Menteng (Grogol), Cempaka putih (Rawamangun), Ciputat
(Cinere), Bintaro (Cileduk), Teluk Naga (Sepatan), Cikupa (Cisoka), Lenteng Agung,
Bandengan (Gunung Sahari), Pondok Kopi dan Area lain. Hampir semua pegawai
muda hijrah ke area unggulan dan pegawai senior pindah ke kantor unit area utama.
Hal ini menimbulkan permasalahan yang perlu dipecahkan.
Aplikasi Bathara Wisnu PLN adalah aplikasi untuk smartphone berbasis sistem operasi
android yang berisi bahan panduan, buku pintar atau best practice yang dapat
diakses kapan saja dan dimana saja secara mobile menyesuaikan dengan sarana
peralatan smartphone yang dimiliki oleh pegawai pln agar setiap jabatan / pekerjaan
/ penugasan memiliki dasar aturan / dasar pengetahuan / dasar pelaksanaan
operasional dan dasar evaluasi sehingga pegawai dapat bekerja sesuai dengan
aturan dan SOP yang berlaku bahkan setiap pegawai baru dapat dengan cepat
melakukan adaptasi / penyesuaian berdasarkan sumber data / informasi yang ada.
Hasil yang didapat dengan implementasi aplikasi Bathara Wisnu PLN ini adalah
pegawai dapat dengan cepat menguasai pekerjaan dilapangan, penghematan biaya
pencetakan (paperless) sop pekerjaan dan manual book hingga 100%, akses kapan
saja dan dimana saja menggunakan perangkat smartphone serta penghematan biaya
PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya & Tangerang memiliki komposisi kWh dan
RPPTL yang hampir seimbang antara pelanggan TM + TT dan pelanggan TR. Oleh sebab itu
sudah selayaknya bila pelanggan TM dan TT serta pelanggan TR diatas 41.5 kVA lebih
diperhatikan. Pelanggan TR dengan daya diatas 41.5 kVA dan pelanggan TM + TT di PLN
Distribusi Jakarta Raya & Tangerang sudah harus menggunakan AMR untuk pencatatan stand
meter dan load profile. Data load profile pelanggan AMR saat ini kurang dimanfaatkan dan
tidak terpantau, ditambah lagi kondisi unit pengelola AMR yang masih tersebar di beberapa
area. Sejalan dengan program unggulan PLN Disjaya untuk mengurangi susut, maka sudah
selayaknya data load profile pelanggan AMR ini dapat dimanfaatkan untuk mencari kelainan
ataupun pelanggaran pada pelanggan AMR yang berakibat kurangnya kWh pakai pelanggan.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka digunakan aplikasi analisa load profile pelanggan
AMR. Aplikasi ini bekerja dengan memanfaatkan data arus, tegangan dan kWh plus minus
pada data loadprofile pelanggan AMR yang ditarik secara periodik oleh sistem. Aplikasi ini
mampu mencari data pelanggan AMR yang mengalami hilang tegangan, beban nol, dan
polaritas pengawatan terbalik. Selain itu, proses download load profile pelanggan AMR juga
dapat diawasi sehingga download load profile mampu mencapai 100%.
Dengan menggunakan aplikasi ini, maka keakuratan data target operasi P2TL
khususnya P2TL Kantor Distribusi semakin meningkat, jumlah kWh yang dapat diselamatkan
dalam rentang waktu bulan Oktober 2013 s.d bulan Maret 2014 sebesar 5.615.609 kWh atau
setara dengan Rp 5.293.391.407,- Jumlah data loadprofile yang berhasil di download juga

16

17

18

Dinamika WCS menjadi tantangan PLN DISJAYA, Posisinya yang strategis dengan
tugas dan tanggungjawab menjamin pasokan kelistrikan yang handal untuk Ibukota
Jakarta, dengan target pertumbuhan 9,2 %, diperlukan strategi kompetitif dalam
memenuhi ekspektasi pelanggan dalam mempertahankan keunggulannya. Salah
satunya mengatasi masalah kepemimpinan dan komunikasi dengan tingkat kepuasan
berada di 70-an poin untuk (EES dan EMI). Hasil EES 5 (lima) tahun terakhir,
mengembangkan pemimpin masa depan, berintegritas dan berkompeten harus
dilakukan. Hal inipun diperkuat dari hasil Assesment Malcolm Baldrige tahun 2009,
Kaderisasi
1. DWI PUTRI RESMIATI
2011 untuk Kategori I masih 50 % score, didapatkan OFI.
Distribusi DKI Jaya SISTEM APLIKASI KADERISASI M
Program strategis harus didukung Human Capital yang kuat, mencetak pemimpin baru
1715169
Talent Pool
& Tangerang
DAN KARIR TALENT
2.GALIH CHRISSETYO
disetiap lini harus dilakukan mengingat tahun 2015 purnakarya 500 Pegawai dari total
3.WARDHA SALSABIELA
pegawai 2382 di tahun 2014. Kebutuhan SDM profesional, Akselerasi Karir sesuai
Pengembangan Individu
Kebijakan Direksi, mengedepankan kompetensi, capability, memotivasi, adil,
transparan berdasarkan mapping talent serta planning karir yang terukur
Kaderisasi dipantau semesteran dengan SI-AKATEL, dan hal terpenting
pengembangan individu dalam bentuk Job enlargement, enrichment, assignment,
Pelatihan dan CMC saat ini pegawai angkatan 2000-an telah menduduki jabatan
struktural sebanyak 18 % keseluruhan pegawai dari Jenjang Jabatan SPV Dasar
hingga MD Unit induk, dimana sebelumnya hanya 1 % tahun 2013, kepuasan pegawai
terhadap komunikasi, kepemimpinan general sudah berada di 74 sehingga terdapat
Untuk selalu menjaga dan meningkatkan kinerja masing-masing unit pembangkit, PT
Pembangkitan Jawa Bali selalu membuat Kontrak Kinerja pada unit-unit yang ada di
lingkungannya, termasuk di dalamnya adalah PT PJB Unit BisnisJasa O&M PLTU Paiton
yang diberi tugas menjalankan Operasi dan Pemeliharaan di PLTU PaitonBaru. Salah
satu indikator yang diukur di dalam kontrak kinerja tersebut adalah Stream WPC (Work
Planning & Control), satuan yang diukur di dalam Stream WPC adalah Level Maturity dan
Level KPI (Key Performance Indicator). Level Maturity
KPI (Key Performance
diukurberdasarkansubyektifitassedangkan Level KPI diukurberdasarkanperhitunganperhitungan
Indikator)
1. HARIADI BUDIWAN
data.
APLIKASI WPC-RTI (WORK
PT Pembangkitan
2.MUHAMAD ARIS
Enterprise Asset Management Tool yang digunakanoleh stream WPC
1715175
PLANNING & CONTROL REAL
WPC(Work Planning&
Jawa Bali
SUJOKO
dalammengelolamanajemenaset di PLTU PaitonBaruadalah
TIME INDICATOR)
Control)
3.SETYO IRNANTO
MAXIMO.Maximomerupakanaplikasi database yang berbasis web, modul yang
dimanfaatkanoleh stream WPC antaralain : Service Request, Work Order, Maintenance
Maximo
Scheduling, Requisition, dan lain-lain.
Untukmengukurkinerja Stream WPC, salahsatu parameter yang
digunakanadalahmenggunakan data-data yang ada di Maximo.Semua data yang
dibutuhkanuntukpengukuran Level KPI ada di database Maximo,
namunsayangnyasampaidengansaatini rata-rata untukmendapatkanhasil KPI
dilakukandengancaraperhitungan manual
ataukonvensional.Dengancaraperhitungansepertiini, untukmendapatkanhasildarisemua KPI

Pusat Pendidikan
1715177
dan Pelatihan

LEARNING MANAGEMENT
SYSTEM PLN (LMS PLN)

Learning Management
1. BUDI WARMAN
System
2.ROY HADINATA
SIJABAT
Pembelajaran
3.SATRIA INDRAPRASTA
Corporate University

LEARNING MANAGEMENT SYSTEM PLN (LMS PLN) adalah aplikasi berbasis web yang digunakan untuk mengelola Pembelajaran, yang di dalamnya
terdapat fungsi administrasi, dokumentasi, pelacakan, laporan, dan penyampaian semua fungsi Pembelajaran PLN yang terintegrasi. LMS
menyeimbangkan fungsi kepatuhan kepada proses bisnis yang berlaku dengan fungsi kemudahan pelayanan kepada End User (Siswa, Instruktur,
Narasumber/SME, HRD User).
Dengan LMS PLN, semua fungsi Pembelajaran mulai dari perencanaan Pembelajaran (Identifikasi Kebutuhan Pembelajaran), hingga evaluasi hasil
Pembelajaran dapat diakomodir pelaksanaannya. Proses Pembelajaran dan hasil dari setiap tahapan Pembelajaran dapat dipantau secara real time,
sehingga dihasilkan laporan yang akurat dan bersifat otomasi. Laporan tersebut disajikan dalam bentuk Dashboard Information System yang terdiri
dari Blue Wall, Red Wall dan Black Wall, untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh Manajemen.
LMS PLN merupakan pemenuhan kebutuhan sistem Pembelajaran yang terukur, terintegrasi dan terotomasi, sebagai prasyarat transformasi PLN
Pusdiklat menjadi Corporate University.

Database

19

1715182

Penyaluran dan
Pusat Pengatur
SIDATO (Sistem Informasi Data
Beban (P3B) Jawa Tower Online)
Bali

1. AKHMAD JUNAEDI
2.BAMBANG
PUJOASMORO
3.MERY ANDRIANTO

Android
SUTT
SUTET

20

PT Indonesia
1715201
Power

PRODCS, PAKET APLIKASI


Real-Time
MONITORING REAL TIME
1. HENDY EKA HARDANA
EFISIENSI PEMBANGKIT UNTUK 2. I WAYAN ARIMBAWA Efisiensi
MENINGKATKAN KINERJA PLTU 3.MARIO ADITYA
BANTEN 3 LONTAR
DCS Historian

PLN merupakan salah satu BUMN di Indonesia yang mempunyai aset banyak baik itu berupa gardu induk, maupun tower SUTT dan SUTET. Semakin
berkembangnya kebutuhan akan listrik maka secara tidak langsung PLN akan menambahkan jumlah aset agar dapat memenuhi kebutuhan listrik di
Iindonesia.
Dengan jumlah aset yang besar dan tersebar keseluruh pelosok negeri maka diperlukan sistem pendataan yang baik agar kedepannya dapat digunakan
sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan pekerjaan disana.
Semakin berkembangnya sistem database maka dibuatlah suatu aplikasi database yang dapat mencatat semua aktifitas yang dilakukan pada tower
tower di PLN dan mempilkannya dalam outputan yang berguna didalam kita managani pekerjaan ataupun mengevaluasi hasil pekerjaan.
Karena itulah lahir aplikasi SIDATO yang diharapkan dapat membantu pekerjaan dilapangan sehingga permasalahan dilapangan dapat cepat
terselesaikan, dan juga dapat membantu evaluasi sehingga permasalahan yang kedepan dapat di minimaliasir

Pemantauan kinerja pembangkit listrik secara real-time memberikan


peluang untuk meningkatkan kinerja unit secara kontinyu. Beberapa parameter
efisiensi utama, seperti efisiensi boiler, net plant heat rate, turbine heat rate,
condenser performance dll, adalah indeks kinerja unit tersebut. Tidak
terpenuhinya kriteria dari sebuah PMS (Plant Monitoring System) terpasang di
PLTU Banten 3 Lontar, dengan kompetensi kita sendiri, kita membangun sebuah
aplikasi client-server yang lebih handal yang berjalan di transport HTTP intranet
korporat dengan memanfaatkan protokol DCS Historian yang telah tersedia;
AIM*AT Historian ODBC. Secara berturut-turut tingkat ketelitian dan kecepatan
update data mencapai 0.001 dan 1 detik. Makalah ini menyajikan keuntungan
utama menggunakan salah satu metode akses data parameter DCS melalui
historian sebagai solusi atas masalah security akses data DCS menjadi sebuah
platform pemantauan data efisiensi secara real-time.
Operator control room mampu memonitor dan mengevaluasi semua
parameter efisiensi yang telah terhitung melalui aplikasi web berbasis AJAX yang
terpusat di komputer server tunggal dengan proteksi firewall yang terhubung
langsung ke sistem DCS. Parameter perhitungan real-time: Net Plant Heat Rate,
Turbine Heat Rate, HP Heater Performance, Condenser Performance,
Controllable Losses, APH Performance, Heat Balance Diagram beserta graphic
trending dan pelaporan telah disediakan oleh paket aplikasi ini. Dengan

Transformator

21

OPTIMASI PENGOLAHAN DATA


Wilayah Sulawesi
BEBAN TRAFO DISTRIBUSI
1. ALIMUDDIN
1725028 Selatan, Tenggara
DENGAN FORMULA
2. ARIFUDDIN
dan Barat
KOMPUTASI

Pemeliharaan
Beban trafo
Pengukuran

Transformator merupakan peralatan yang sangat penting dan memerlukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkelanjutan. Hal tersebut tentu
saja dilakukan untuk mencegah terjadinya ganguan pada Trafo. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk pemantauan tersebut adalah data
beban trafo. Selaian data besaran pada sisi Tegangan rendah besaran-besaran pada sisi tegangan menengah juga penting untuk untuk diketahui,
misalnya tegangan operasi pada titik Gardu Distribusi, arus dan factor daya. Untuk mengetahui besaran tersebut biasanya dilakukan dengan
menggunakan Alat Ukur TM. Sementara Alat Ukur TM ini sangat terbatas. Untuk tujuan tersebut dapat dilakukan dengan lebih mengoptimalkan data
hasil pengukuran beban trafo. Sumber data pengukuran beban, factor daya dan tegangan pada sisi TR Gardu Distribusi dapat dibuat formula komputasi
perhitungan teknisnya.

Sistem

22

1725085 Wilayah Aceh

Sistem Aplikasi Adminsitrasi


Umum

1. ALIMUDDIN JAMAL
2.ARMAIDA OLIVIA
3.EDDI ANDRISA

Aplikasi
Administrasi
Visual Foxpro 9.0

23

Wilayah Riau dan


1725093
Kepri

BOILER PERFORMANCE
SIMULATOR FOR SPREADER
STOKER BOILER

1. ALI AKBAR LUBIS


Boiler
2.LOBERTUS GUNAWAN
HASUGIAN
Simulasi
3.LUKMAN JOSUA
SITOHANG
Efisiensi

AP2B

24

1725096

Wilayah
Aplikasi Tracking Gangguan
Kalimantan Timur Tower

1. DIMAS SETO IRAWAN


Gangguan
2.DITA AGUSTIONO
3.R. BAYU HADI
TWS
NUGRAHA
Transmisi

Penelitian dilakukan pada PT PLN (Persero) Area Lhokseumawe yang beralamat di


Jln. Merdeka Timur, Cunda, Lhokseumawe, Propinsi Aceh. Penelitian
dilatarbelakangi oleh masih lambatnya proses pembuatan surat permohonan cuti
dan pembuatan surat pelaksana harian (PLH) yang ada pada PT PLN (Persero) Area
Lhokseumawe. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses
pembuatan surat permohonan cuti dan surat PLH pada PT PLN (Persero) Area
Lhokseumawe serta membuat suatu sistem aplikasi yang dapat membantu membuat
surat permohonan cuti dan surat PLH dengan menggunakan Visual Foxpro 9.0
sehingga dengan adanya aplikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
waktu. Dalam penulisan karya inovasi ini penulis menggunakan metodologi studi
lapangan, serta mengadakan interview, observasi, dan juga menggunakan studi
literature dengan melalui browsing internet, membaca buku, artikel, dan bahan
lainnya yang ada berhubungan dengan topik pembahasan.

Dalam usaha untuk meningkatkan efektifitas kerja PLTU Tanjung Balai Karimun perlu
adanya perencanaan yang tepat pada operasionalnya, hal ini penting karena berpengaruh
langsung pada biaya operasional yang dikeluarkan oleh perusahaan. Pada proses PLTU di
lapangan efektifitas kerja ini dimaksudkan adalah pengaruh dari performance setiap
peralatan utama di PLTU khususnya Boiler, karena dari nilai efesiensi ini dapat dilihat
langsung apakah sebuah pembangkit dapat dikatakan layak atau tidak untuk beroperasi.
Semakin tinggi nilai efesiensi dari sebuah boiler maka unjuk kerjanya di lapangan juga
bagus. Dalam karya inovasi ini nantinya nilai dari efesiensi boiler tersebut akan dihitung
menggunakan software simulasi yang telah dibuat. Dengan memasukkan data yang diambil
langsung dari hasil penelitian di PLTU Tanjung Balai Karimun, untuk mendapatkan nilai dari
efesiensi boiler sesuai dengan yang diinginkan. Percobaan dilakukan dengan variasi beban
dan variasi masukan jenis batu bara, percobaan dilakukan dengan tujuan mendapatkan
hasil yang lebih variatif. Dari hasil percobaan nantinya bisa didapatkan nilai nilai masing
masing efisiensi dengan percobaan bahan bakar A dan B, load 50%, 75%, dan 100%,
dengan begitu dapat dilihat pengaruh masukan dengan hasil akhir keluaran berupa nilai
efisiensi total boiler. Dengan melakukan analisa perhitungan seperti ini, maka dapat
membandingkan kerja optimal boiler dan perkiraan input supaya menghasilkan efisiensi
sesuai keinginan.

Perbaikan kinerja suatu perusahaan, diperlukan usaha untuk melakukan berbagai perubahan positif. Salah satu bentuk usaha tersebut adalah
menciptakan inovasi untuk memecahkan masalah yang ada untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Transmission Line Outage Duration (TLOD) dan
Recovery Time merupakan elemen pengukuran kinerja yang penting di PT.PLN (persero) Area Penyaluran dan Pengaturan Beban (AP2B) Sistem
Kalimantan Timur. Nilai TLOD dan Recovery Time diharapkan serendah mungkin, yang berarti durasi gangguan menjadi berkurang dan pemulihan
jaringan menjadi lebih cepat. Inovasi yang dibuat untuk meningkatkan kinerja PT. PLN AP2B Sistem Kalimantan Timur dengan merancang suatu
program bernama Aplikasi Mapping Lokasi Gangguan Tower. Aplikasi tersebut sangat berfungsi untuk menentukan lokasi tower yang mengalami
gangguan transmisi dengan memanfaatkan perangkat Travelling Wave Signal (TWS). Aplikasi ini diharapkan dapat mengurangi waktu penelusuran
letak gangguan, sehingga TLOD dan Recovery Time menjadi lebih cepat.

Gangguan meter
prabayar
25

Wilayah Sumatera
SiPrEmi (SIstem PRabayar
1725114 Selatan Jambi dan
EMergency)
Bengkulu

1. ADE MAHVUL AKBAR


2.MOH. KHOZAIN
SBL
3.POLTAK TAHI
PARADONGAN SAMOSIR Data stand meter
Tagihan susulan.

Aplikasi web merupakan suatu fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk segala macam informasi data pelanggan seperti EIS (Excecutive Information
System) dan AP2T (Aplikasi Pelayanan pelanggan Terpusat). Sehingga fasilitas ini perlu dikembangkan, salah satunya adalah memanfaatkannya untuk
memonitor secara mudah pelanggan-pelanggan yang mengalami gangguan pada alat ukurnya, terutama pelanggan prabayar, karena meter LPB untuk
pemeliharaan, jumlahnya terbatas sedangkan gangguan LPB cukup banyak. Prinsip kerja sistem ini yaitu menghimpun data gangguan meter prabayar
pelanggan. Namun gangguan ini adalah kategori emergency, yaitu gangguan meter prabayar yang tidak langsung diganti meternya dengan prabayar
juga, dikarenakan keterbatasan stock meter jenis tersebut. Kondisi seperti ini biasanya petugas pelayanan teknik menyalakan listrik pelanggan dengan
sambung langsung tanpa alat ukur. SiPrEmi ini tidak mengijinkan lagi SBL, melainkan seluruhnya diganti dengan meter sementara pasca bayar. Petugas
yantek mencatat stand pasang dan nomor meter terpasang. Sesampainya dikantor, petugas mengentri data tersebut pada aplikasi SiPrEmi, sehingga
data pelanggan tersebut tetap termonitor sampai kapanpun hingga tersedia meter prabayar pengganti. Selain petugas yantek yang memiliki user,
petugas administrasi juga memiliki user untuk memonitor tagihan susulan. Dengan demikian, pengembangan sistem ini diharapkan dapat bermanfaat
untuk menjaga pendapatan PLN dengan tetap mengutamakan pelayanan kepada pelanggan sebagai upaya untuk menuju World class services

Coal Ash
Riwayat Peralatan
Interface kondisi
Peralatan
26

Pembangkitan
1725117 Sumatera Bagian
Selatan

SI MONTOQ (SISTEM
MONITORING & HISTORY
EQIUPMENT)

1. DANU WASITO
2.FANDY PUTRA
3.JULIAND SUGIARTO

Pemeliharaan
Excel
Macro
Reminder

SI MONTOQ adalah Karya Inovasi yang berbentuk Aplikasi untuk Review History dan
Monitor kondisi Peralatan dengan tampilan Interface yang simple untuk 120 System
Peralatan di bagian Coal Ash Handling dan Water Treatment Plant untuk mendukung
Kehandalan Peralatan.
Aplikasi ini memiliki fitur untuk melihat riwayat pekerjaan dengan rumus dan logika
dalam setiap parameter. Fitur tambahan yang tak kalah pentingnya adalah fasilitas
macro sehingga program akan lebih ringan untuk dioperasikan.
SI MONTOQ memiliki prinsip kerja dengan memanfaatkan input dari Work Order dan
diolah untuk ditampilkan dalam bentuk interface (Bagan peralatan Coal Ash dan Water
Treatment Plant) kemudian disusun berdasarkan nama peralatan. Program ini juga
sudah dilengkapi dengan Reminder (Pengingat) untuk memudahkan rencana dan
jadwal pemeliharaan peralatan pada periode berikutnya berdasarkan Hour Meter dan
Riwayat peralatan

PLTU Ombilin

APEL-DOKTER
Pengendalian dokumen

27

Pembangkitan
1725118 Sumatera Bagian
Selatan

APEL-DOKTER (APLIKASI
PENGENDALIAN DOKUMEN
TERPADU)

1. DEWI TEJA RUKMI


2.HARYANA
3.SAPUTRA DWI
NUGROHO

Online
Papperless
Proper Hijau
Penghematan

APEL-DOKTER (APlikasi PengEndaLian DOKumen TERpadu) adalah karya inovasi Non


Teknikal Supporting Aplikasi. APEL-DOKTER yang berupa aplikasi berbasis internet dan
berfungsi sebagai alat bantu pengendalian dokumen SMT (Sistem Menejemen Terpadu) di
PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Tarahan. Inovasi ini adalah aplikasi yang
menggabungkan sistem pengendalian dokumen dari 4 standar ISO, Sistem Manajemen
Pengaman (SMP) dan SMK3. Sistem ini merupakan suatu sistem informasi terintegerasi yang
memberikan pelayanan online dimulai dari proses pengajuan dokumen, validasi,
pengesahan, pendistribusian dan pemusnahan dokumen SMT. Pengelolaan dokumen SMT
menggunakan APEL-DOKTER bertujuan untuk mewujudkan sistem dokumentasi yang
paperless guna mendukung Key Performance Indicator (KPI) manajemen indikator OPEX
Non Fuel khususnya biaya administrasi, program Proper Hijau dan kinerja 5R. Keuntungan
yang didapat dari APEL-DOKTER adalah penghematan biaya administrasi sebesar Rp.
294.000.000,- per tahun. APEL-DOKTER diimplementasikan sejak bulan September tahun
2012 dan dapat diimplementasikan di seluruh unit PLN yang menerapkan SMT (Sistem
Manajemen Terpadu). Sampai saat ini, telah ada 3 unit PT PLN (Persero) yaitu PLN KITSU
Sektor Nagan Raya, Sektor Jambi & Sektor Teluk Sirih yang telah melakukan study banding
ke PT PLN Sektor Tarahan menyangkut proses bisnis pembangkitan (termasuk SMT). Selain
itu, PLN Sektor Tarahan juga diundang untuk sharing implementasi SMT di Sektor
Bukittinggi, Sektor Bandar Lampung dan Sektor Ombilin

Parameter Operasi

28

Pembangkitan
1725119 Sumatera Bagian
Selatan

ALPHA ONE (APLIKASI


LAPORAN PEMBANGKIT
HARIAN ONLINE)

1. HENDRO PRAMONO
2.MAWARDI
KURNIAWANSYAH
3.MEGIOVANDI PURBA

Digital
Range Permissible
Performance
Notifikasi

SAP

29

1725142 Wilayah Aceh

SAP Uploader Level 3 Modul


FM & MM (Super 3)

1. MAYA RAMDHANIA,
SE
2.MUBAROQ LUBIS
3.MUHAMMAD RIDHO
QADHAFI

SAP Uploader
Modul FM
Modul MM
SUPER 3 F&M

30

1725146 Wilayah Aceh

Sistem Manajemen Trafo


Online

1. FACHRUL RAZI
2.FEBRIZA MASRURHA
3.GARIBALDI
USMAWADI

Susut Distribusi
Trafo Distribusi
Aplikasi Web

ALPHa One adalah karya inovasi yang dapat melakukan monitoring kehandalan performa
power plant dan laporan pengusahaan serta kinerja pembangkit secara real time berbasis
Web melalui akses jaringan intranet. Inovasi ini juga mampu memberikan
notifikasi/pemberitahuan terhadap pengguna/user tentang inputan diluar standard permisible
operasi, baik data dari parameter digital maupun analog. Inovasi ini sangat dibutuhkan pada
unit-unit pembangkit yang masih menggunakan parameter analog dan pembangkitpembangkit
yang masih konvensional dan belum tersentuh metoda digital (PLTD, PLTG/U,
PLTU, PLTMG dll).
Aplikasi ini sudah di implementasikan di unit MIRRLEES KV12 MAJOR, PLTG GE MS6001B,
PLTU SBAM, PLTD SEMBOJA (Wilayah KALBAR Cabang Sanggau) sesuai kunjungan tanggal
9-10 Januari 2014. Komitmen Bersama telah ditanda tangani oleh KADIV KIT JBS pada
tanggal 19 Desember 2013 tentang pelaksanaan implementasi ALPHa One untuk unit
Pembangkit SUMBAGSEL. Aplikasi ini juga akan dipersentasikan di Rapat Koordinasi PLN
SUMATERA oleh Direktur Operasi JBS pada tanggal 23-24 April 2014 di Palembang.
Implementasi ALPHa One akan menggantikan formulir logsheet kertas menjadi formulir
yang penginputannya dilakukan melalui Gadget atau Smartphone sehingga dapat
memudahkan operator untuk storing data dan melihat secara mudah data yang telah di
input serta mampu memantau kecenderungan parameter operasi (trend) sehingga
mempermudah dalam proses pengolahan data kinerja pembangkit dan meningkatkan nilai
maturity level manajemen operasi. Pada aplikasi ALPHa One ini terdapat 4 type login yaitu:

PT PLN (Persero) Area Lhokseumawe telah menggunakan Program SAP (System Application
and Product in data processing). Dalam pengolahan data, sistem tersebut membagi unit
hanya dalam 2 level, sedangkan dalam struktur unit dari PT PLN (Persero) Wilayah aceh
terbagi menjadi 3 level. Hal ini menyebabkan Sub Unit Pelaksana (Level 3) mengolah
transaksi Kas Kecil (Modul FM) dan transaksi Persediaan Material (Modul MM) masih secara
manual,offline, lambat. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang aplikasi dengan nama
SUPER 3-f&m (SAP UPLOADER LEVEL 3 Modul FM & MM) yang dapat membukukan
transaksi Sub Unit Pelaksana yang selanjutnya dilakukan upload data ke SAP oleh Unit
Pelaksana. Tujuan aplikasi ini adalah untuk mempercepat pembukuan transaksi Sub Unit
Pelaksana ke SAP, meningkatkan integritas data dengan penyajian laporan transaksi yang
real time, memperkecil kesalahan pembukuan akibat human error, meminimalisir perbedaan
saldo yang tercatat di SAP & Lapangan, efisiensi biaya pengangkutan material,
mempermudah proses monitoring transaksi.

Pada tahun 2013, PT PLN (Persero) Area Sigli mengalami kerusakan trafo distibusi
sebanyak 18 unit dengan susut distribusi sebesar 16,75%. Salah satu penyebab tingginya
kerusakan trafo yaitu kurangnya monitoring kondisi trafo dan pemeliharaan trafo distribusi
kurang maksimal. PT PLN (Persero) Area Sigli membentuk suatu tim dengan nama PERMEN
(Performance Maintenance) untuk mengoptimalkan pemeliharaan trafo yang mempunyai
Aplikasi berbasis web di beri nama Si-MenTOL (Sigli-Manajemen Trafo Online). Dengan
menggunakan aplikasi ini maka faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada trafo
distribusi bisa di deteksi lebih awal, memperpanjang umur trafo distribusi, efisiensi waktu
untuk melakukan upaya perbaikan sehingga mengurangi susut pada trafo dan JTR

31

Pembangkitan
1725156 Sumatera Bagian
Utara

Aplikasi Online Asset


Management System (AMS
Device Manager) Untuk
Meningkatkan Akurasi dan
Kecepatan Kegiatan Kalibrasi
dan Pemeliharaan

1. ANGGA SUHAEMY
LUBIS
2.DHEKA BAKTI
KRISNAMUKTI W
3.LUKMAN BARTONY

PLTU
Manajemen asset
Kalibrasi

Turbo PC 1.0
Software
Performance Test
Boiler

32

Pembangkitan
1725157 Sumatera Bagian
Utara

Manajemen Performance &


Effisiensi PLTU Labuhan Angin
Menggunakan Turbo PC.2.0

1. RAKHMAD SAZULI
Turbin
2.SYALIMONO SIAHAAN
3.ZULHAM
Enthalphy
Steam Table
Temperatur
Pressure
PLTU Labuhan Angin

33

Pembangkitan
1725159 Sumatera Bagian
Utara

Aplikasi DOLPIN Sebagai Alat


Bantu Manajemen Dalam
Memonitor Kinerja Operasi
Harian Pembangkit

1. ALBERT RISFLO H. P
Monitoring
2.HENDRI BHIROWO
DWI HANANTO
Berbasis web
3.IGNATIUS ADITYA
ANGGAR HARJONO, S.T. Historikal

Di Sumatera Bagian Utara dibutuhkan kehandalan dalam pasokan listrik salah satunya berharap pada PLTU Nagan Raya. Hal ini disebabkan PLTU Nagan
Raya beroperasi based load. Di mana untuk mendapatkan tercapainya kehandalan unit PLTU dalam beroperasi di PT. PLN (Persero) salah satu solusinya
dengan menerapkan sistem manajemen asset. Salah satu pendukung (support) dari sistem manajemen asset adalah aplikasi online AMS (AMS Device
Manager). Aplikasi online AMS (AMS Device Manager) adalah sebuah aplikasi manajemen asset untuk bidang instrumentasi dan kontrol. Salah satu
fitur yang terdapat di dalam aplikasi ini adalah fitur kalibrasi tiap equipment. Fitur kalibrasi ini mengadopsi dari fitur kalibrasi AMS Emerson yang
dikombinasikan dengan best practice kalibrasi di unit. Selain fitur tersebut ada beberapa fitur lainnya, seperti Data Log, Kegiatan Pemeliharaan sesuai
standar ISO 9001 tahun 2008, dan Kegiatan Kalibrasi Equipment Instrumentasi dan Kontrol sesuai standar ISO 9001 tahun 2008. Aplikasi ini diakses oleh
user melalui server (online). Di mana terdapat dua mode untuk login, yaitu admin yang hanya dapat diakses oleh tim pemeliharaan instrumentasi dan
kontrol dan guest yang dapat diakses oleh user selain tim pemeliharaan instrumentasi dan kontrol. Aplikasi online AMS (AMS Device Manager)
dibangun sebagai salah satu aplikasi untuk mendukung (support) dalam meningkatkan sistem manajemen asset di bidang instrumentasi dan kontrol.
Selain itu aplikasi ini dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam melakukan kegiatan kalibrasi dan pemeliharaan. Aplikasi ini akan me-record
semua kegiatan pemeliharaan dan kalibrasi equipment instrumentasi dan kontrol. Di mana dengan menggunakan aplikasi ini, kegiatan pemeliharaan
dan kalibrasi equipment yang sesuai dengan standar ISO 9001 tahun 2008 bisa dikerjakan dengan waktu yang singkat dan lebih efisien. Sehingga
dengan hematnya waktu dalam pekerjaan, secara langsung manajemen juga dapat menghemat dari sisi finansial dan secara tidak langsung kehandalan
unit PLTU dalam beroperasi tetap terjaga.

Manajemen performanace & effisiensi PLTU Labuhan Angin, sebelum tahun 2013 tidak
terdokumentasi dengan rapi dan dilaksanakan secara continiu, hal ini disebabkan diperlukan
kompetensi untuk perhitungan dan system database yang tertata rapi dan mudah dalam pengolahan
datanya. Oleh karena itu dari awal 2013 sampai dengan sekarang digunakan Turbo PC 2.0 yang
memanajemen performance dan effisiensi unit PLTU Labuhan Angin.
Turbo PC 2.0 adalah Aplikasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan, yang bertujuan untuk
menghitung efisiensi turbin dan boiler secara cepat, akurat, dan user friendly.
Aplikasi ini diterapkan pada turbin dan boiler PLTU Tarahan Unit 1 dan 2 pada tahun 2012
dengan menggunakan Turbo PC version 1.0, kemudian aplikasi ini di kembangkan pada PLTU
Labuhan Angin dengan version 2.0 sesuai konteks operasi PLTU Labuhan Angin.
Dengan menggunakan software Turbo PC 2.0 ini, proses perhitungan efisiensi boiler-turbin
PLTU Labuhan Angin menjadi lebih praktis, akurat, dan cepat (hanya 20 menit) bila dibandingkan
dengan cara manual melalui tabel properties steam & water yang menggunakan waktu hingga 10
jam, hal ini mempermudah dalam manajemen effisiensi, karena menghemat waktu dan system
database yang telah tertata rapi. Penggunaan software Turbo PC 2.0 dapat meningkatkan kinerja
perusahaan melalui perspektif implementasi program manajemen aset KPI plant efficiency
improvement.
Sebelum menggunakan software Turbo PC 2.0 KPI plant efficiency improvement khususnya
maturity model based normalization di Labuhan masih berada di level 2, dan ketelitian dari
perhitungan ini sering dipertanyakan. Artinya kebenaran perhitungan masih diragukan karena masih

PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Pekanbaru memiliki 3 unit pembangkit yang tersebar di beberapa lokasi, yaitu PLTD/G Teluk Lembu, PLTA Kota
Panjang, dan PLTG Balai Pungut-Duri. Pemantauan operasi pembangkit oleh manajemen biasanya dilakukan dengan melihat laporan operasi bulanan.
Pemantauan operasi harian oleh pihak manajemen belum dapat dilakukan karena keterbatasan jarak. Hal ini mengakibatkan rencana operasi harian
tidak memiliki pedoman untuk perbandingan karena tidak adanya monitoring operasi harian, sehingga pencapaian operasi pembangkit menjadi tidak
terukur. Untuk mempermudah dalam melakukan monitoring operasi harian, dibuat suatu aplikasi berbasis web untuk menangani input, pengolahan,
serta penyajian grafik operasi secara historikal, sehingga pencapaian operasi dapat dibandingkan dengan rencana operasi. Selain itu, adanya laporan
realisasi operasi harian pembangkit juga memberikan informasi terkini tentang kondisi pembangkit, sehingga pihak manajemen dapat melakukan
analisa dan tindakan dengan lebih cepat.

Invoice

34

1725161 Wilayah Aceh

Reminder Invoice Saldo


Tunggakan

1. AFRA NURMAYANI
2.HUSNI MUBARAK
3.NASRUDDIN

Tagihan
Rekening
SMS

35

36

Wilayah
Kalimantan
1725162 Selatan dan
Kalimantan
Tengah

1725163

Wilayah Papua
dan Papua Barat

Simulator P&ID Untuk PLTU


Asam Asam Unit 3 & 4
(SPUA34)

1. AGUS SETIAWAN
2.TARSEN
3.YULIANUS WAY MRA
MRA

1. ISNU HANDIBRATA
kWh Meter
EKO PUTRA
SIMMERU (SISTEM INFORMASI
2.RAHMADA MULIA
AP2T
MANAJEMEN METER RUSAK)
WHARDANA MOLJOADIE
3.TRI NUR UTOMO
SIMMERU

RI-SaTu (Reminder Invoice Saldo Tunggakan) merupakan metode pengiriman invoice (tagihan)
rekening listrik melalui SMS yang dikirimkan secara periodik dan terjadwal. RI-SaTu mengambil
database tunggakan dari aplikasi EIS dan mengirimkan ke pelanggan yang menunggak melalui
aplikasi Gili-SMS. Aplikasi ini mudah dipahami dan dipergunakan oleh pengguna yang baru
mengenal komputer maupun yang sudah mahir, karena tampilan yang lengkap, mudah
dipahami, difasilitasi modul pencarian dan dilengkapi pula tutorial didalamnya.
Dengan metode ini diharapkan pengiriman invoice kepada pelanggan dapat dilakukan secara
mudah, cepat, efektif dan efisien baik dalam segi tenaga, waktu dan biaya. Karena dapat
menjawab beberapa kendala lapangan yang dihadapi selama ini seperti, delay waktu
pengiriman invoice, biaya BBM dan material cetak invoice disamping itu dengan pengiriman
invoice berupa surat biasanya pelanggan merasa kurang nyaman secara privasi.

SPUA34 adalah program simulator P&ID PLTU Asam Asam 3 & 4 yang
berfungsi mempermudah dan mengurangi resiko kesalahan pengoperasian PLTU
Asam asam 3 & 4. SPUA34 memberikan gambaran yang menyeluruh tentang semua
perclahn dalam PLTU dan memberikan kemudahan dalam melihatnya dengan cepat
dan akurat. Program ini merupakan program yang dapat dikembangkan berdasarkan
PI&D PLTU Asam Asam Unit 3 & 4. Prcgram ini juga dapat mendorong bagi operator
dan pemeliharaan sefta pihak terkait untuk mempelajari unit secara berkelanJutan.
Karcna P&ID pada sebuah PLTU seperti peta dalam operasional PLTU itu sendiri.
Dengan adanla S,PUA34 dapat rneningkatkan keandalan unit PLTI Asam Asarn Unit 3
& 4. Dan diharapkan dapat berkonbibusi baik secara langzung marrpun tidak
langsung menjadikan PLTU Asam Asam Unit 3 & 4 menjadi PLTU Made.In China
terbaik di Indonesia.

kWh Meter merupakan alat ukur yang digunakan PLN untuk mendapatkan pengukuran pemakaian energi oleh Pelanggan, kWh meter yang tidak
akurat atau bahkan rusak dapat menimbulkan susut non teknis yang sangat mempengaruhi susut secara keseluruhan. Aplikasi Pelayanan Pelanggan
Terpusat (AP2T) yang digunakan saat ini untuk melakukan pendaftaran pengaduan teknik dari pelanggan seharusnya dapat memonitoring data-data
teknis pelanggan yang dilakukan penggantian meter, baik karena meter rusak, meter kaca kabur atau bahkan meter yang akurasinya kurang bagus.
Dengan adanya monitor data teknik mengenai kWh meter rusak, akan banyak manfaat yang didapat seperti data merk meter yang sering mengalami
gangguan, monitoring meter rusak per bulan, monitoring penyebab meter mengalami kerusakan serta data pelanggan yang mengalami kWh meter
rusak. Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Meter Rusak (SIMMERU) diharapkan bisa menjadi alat bantu sementara untuk menjawab kekurangan dari
AP2T tersebut dengan harapan dikemudian hari AP2T dapat mengamodir untuk pendataan kWh meter rusak.

Excel
Pengolahan data

37

1725164

Wilayah
Kalimantan Barat

SISTEM BUNG JALI (TUSBUNG


JADI TERKENDALI)

1. DIKY PERMANA
2.MUHAMMAD DIN
ISKANDAR
3.YANDI ANDISTIAR

Tunggakan
Otomatisasi
AP2T
GPS

UJL
Rekon

38

Wilayah Sulawesi
PITON UJL (PIRANTI REKON
1725171 Selatan, Tenggara
UJL)
dan Barat

1. IMAN GOZALI
Rekonsiliasi
2.JASMAN
3.KUKUH RIAN PRASETIO Piton
Niaga
Akuntansi

39

1. HARI MURTI
Wilayah Sulawesi SINOPIECE (SISTEM INFORMASI FITRIANNO
1725181 Selatan, Tenggara OPERASI DISTRIBUSI EFISIEN
2.ICHSAN KURNIADI
dan Barat
CEPAT EFEKTIF)
3.MUHAMMAD FADEL
BENHARDY

Informasi distribusi
Realtime
Laporan

Teknologi Informasi, memiliki peranan yang penting dalam menyebarkan informasi


secara cepat. Perubahan informasi tersebut dapat diakses tidak hanya dalam hitungan jam,
menit namun detik. Teknologi data dibangun dengan Microsoft Excel yang memiliki sifat
dinamis maupun statis serta familiar. Dengan karakteristik tersebut menjadikan Microsoft
Excel dapat diakses oleh semua orang diseluruh dunia.
Saat ini, pengolahan data target tunggakan piutang PLN tidak sepenuhnya otomatis.
Dengan Sistem Bung Jali yang dibangun dengan menggunakan Microsoft Excel, pengolahan
data tunggakan dan targetnya tersebut dapat menjadi lebih mudah, lebih efisien dan efektif.
Proses otomatisasi data tunggakan tersebut, telah dilaksanakan di PT PLN (Persero) Wilayah
Kalimantan Barat Area Sanggau. Proses-proses yang dibangun antara lain; penginputan data
tunggakan dari AP2T, proses data target tunggakan, proses data GPS lokasi target,
pelaporan dan evaluasi tunggakan yang telah ditargetkan. Semua proses berada dalam
suatu sistem aplikasi yang berbasis Microsoft Excel Macro.
Data titik GPS sangat berguna dan mempermudah dalam mencari lokasi target
operasi Tusbung, dan Sistem Bung Jali memfasilitasinya untuk meringankan petugas dalam
pencarian pelanggan TO tusbung.
Fee Tusbung dengan Sistem Bung Jali ini lebih efektif dan tepat sasaran, petugas
tusbung yang bekerja maksimal sesuai yang ditargetkan akan mendapatkan fee sesuai
pekerjaannya dibandingkan dengan petugas yang tidak melakukan pemutusan, tidak seperti
sebelum sistem aplikasi Bung Jali ini dibuat, banyak pelanggan TO Tusbung yang melunasi

Uang Jaminan Langganan (UJL) adalah uang yang merupakan jaminan atas pemakaian daya dan energi listrik selama menjadi konsumen. Data UJL
tersebut diminta untuk dilakukan rekonsiliasi antara bidang Niaga dengan Akuntansi tiap bulannya. Seiring dengan adanya aplikasi AP2T milik Niaga
dan SAP milik Akuntansi diharapkan rekonsiliasi berjalan lancar tiap bulan. Namun kenyataannya tidak demikian, khususnya pada bidang Niaga. Data
keluaran AP2T belum bisa dikatakan dapat langsung digunakan untuk rekonsiliasi mengingat design excelnya yang tidak beraturan. Dengan banyaknya
menu di AP2T juga membuat pengguna merasa kesulitan terhadap data mana yang harus diambil. Pada inovasi kali ini, dibuat suatu piranti bernama
Piton UJL (Piranti Rekon UJL) dengan maksud untuk mempermudah dan mempercepat proses rekonsiliasi bidang Niaga dengan Akuntansi tiap
bulannya. Piranti ini dibuat melalui Macro Excel 2007 dimana pengguna hanya diminta untuk mengambil beberapa data Niaga di AP2T dan data
Akuntansi di SAP kemudian dilanjut dengan proses rekonsiliasi menggunakan Piton UJL sehingga dihasilkan data rekonsiliasi antara Akuntansi dengan
Niaga. Diharapkan dengan adanya piranti ini, dapat membantu lancarnya proses rekonsiliasi UJL di seluruh PLN di Indonesia, khusunya PLN Area
Baubau.

Sebagai bagian dari unit kerja PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar APD Makassar mempunyai peran dalam pengaturan sistem distribusi tegangan
menengah 20 kV yang bertujuan utamanya yaitu mengurangi area terdampak dan mempercepat pemulihan gangguan. Sebagai satu-satunya pengatur
distribusi di Wilayah Sulselrabar, APD sebagai pusat informasi semua data yang berhubungan dengan Operasi Sistem Distribusi. Pada saat sekarang ini,
kebutuhan akan informasi distribusi sangat diperlukan mengingat perubahan sistem jaringan distribusi yang dinamis. SINOPIECE (Sistem Informasi
Operasi Distribusi Efisien Cepat Efektif) merupakan aplikasi berbasis web service yang berisi data segala hal mengenai sistem distribusi seperti data
trafo, penyulang, tegangan, jaringan distribusi, laporan evaluasi serta data lain yang diperlukan untuk pengaturan sistem. SINOPIECE dibuat
berlandaskan kebutuhan data distribusi yang menuntut agar selalu availability, realtime, update, dan trustworthy. Informasi yang ada pun dapat
dipakai oleh unit terkait lainnya yang berhubungan dengan sistem distribusi 20 kV. Jadi dengan adanya SINOPIECE kita dapat mengetahui informasi
distribusi terkini sesuai kebutuhan kapan pun dimana pun dengan mudah.

PLTU

40

41

42

Wilayah
Kalimantan
1725184 Selatan dan
Kalimantan
Tengah

1725186

Wilayah Nusa
Tenggara Barat

PT Pelayanan
1725187 Listrik Nasional
Batam

F-LING (FORMULA
LINGKUNGAN)

PEMANFAATAN APLIKASI
MANAJEMEN GARDU DENGAN
PENGUKURAN REAL-TIME
MENUJU POLA
PEMELIHARAAN GARDU
BERBASIS CONDITION BASED
MAINTENANCE

SIKAT Ver. 2.0

1. ACHMAD BRIAN
FAJAR PRAYOGI
2.DICKY AGUS
SETIAWAN
3.NURUL PUSPITASARI

1. BAGAS SATRIYO
BUWONO
2.DODY WIDIYANTO
3.IBNU SHINA

1. AGUS SUWANTO
2.LINDRI ULFA
KHARISMAWATI
3.SARI JULIA SARTIKA

Emisi
CEMS

PLTU Asam asam menghasilkan limbah cair, padat dan gas. Sesuai dengan PERMENLH NO. 21 Tahun 2008 pembangkit tenaga listrik thermal wajib
melaporkan pemantauan dan pengukuran secara manual udara Emisi dan CEMS minimal setiap 3 bulan sekali. Dan PERMENLH No 8 Tahun 2009
tentang bakumutu limbah cair sehingga wajib melaporkan beban pencemaran limbah cair setiap bulannya. Untuk mempermudah dalam pembuatan
laporan maka dibuatlah sebuah inovasi yaitu F Ling (Formula Lingkungan). Untuk implementasi F Ling, seorang engineer lingkungan harus
mengumpulkan data terlebih dahulu kemudian memasukkan ke dalam F ling dan dapat di cetak untuk pelaporan kepada instansi terkait. F ling ini
dapat mendeteksi kerusakan peralatan sehingga cepat dapat di lakukan tindakan perbaikan. Pembuatan F Ling tidak menggunakan biaya tetapi
memiliki manfaat yang sangat signifikan dalam kinerja lingkungan. Semoga inovasi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi guna mendukung
kinerja PT PLN (persero) menuju World Class Company.

Gardu distribusi merupakan asset paling utama di sistem distribusi


dengan peran menyalurkan daya listrik dari sistem distribusi 20 kV ke pelanggan
pada tegangan 400 V. Dengan fungsi yang vital tersebut maka pola
pemeliharaan yang efektif dan efesien yang ditujukan untuk menjamin pasokan
dan pelayanan yang terbaik tidak dapat lagi dihindarkan. Namun dapat diketahui
dalam proses pemeliharaan gardu distribusi yang efektif dan efesien pada
kenyataannya masih belum dapat sepenuhnya dilaksanakan dengan berbagai
kendala terutama data pengukuran yang belum valid, proses dokumentasi asset
Pengukuran real-time
gardu yang tidak lengkap dan pola pemeliharaan yang kurang baik.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sistem pemeliharaan
Pola Pemeliharaan CBM
gardu distribusi yang efektif dan efesien adalah dengan membangun sebuah
aplikasi untuk mendukung proses dokumentasi asset dengan baik, pola
Dokumentasi asset
pemeliharaan berbasis Condition Based Maintenance, menggunakan metode
pengukuran realtime untuk keakuratan data dan mudah diakses dimanapun dan
kapanpun.
Dengan implementasi inovasi ini, PT. PLN (Persero) Area Mataram dapat
melakukan proses monitoring dan analisa yang tepat untuk melakukan proses
pemeliharaan berbasis CBM sehingga dapat menurunkan gangguan trafo dari 9
unit pada semester 1 tahun 2013 menjadi 3 unit pada semester 2 tahun 2013
yang berdampak pada peningkatan kinerja khususnya Rasio Kerusakan Trafo

Aplikasi
Imbalan kerja
Tim

P3.2 diberikan kepada pegawai bilamana tim sudah selesai melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Sejak tahun 2011, PT PLN Batam telah
menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kinerja Anggota Tim (SIKAT) yang membantu pengguna untuk dapat membentuk tim kerja / panitia
pengadaan, memantau aktifitas, menilai kinerja, dan merekapitulasi hasil penilaian termasuk menghitung besar imbalan kerja anggota tim / panitia
pengadaan sesuai dengan aturan yang berlaku pada PT PLN Batam. Berhasilnya penerapan SIKAT pada PT PLN Batam menarik perhatian unit lain dari
PT PLN (PERSERO) untuk menggunakanya yaitu PT PLN (PERSERO) Unit Induk Pembangunan XIII (sejak tahun 2013), PT PLN (PERSERO) Unit Induk
Pembangunan VIII (sejak tahun 2013) PT PLN (PERSERO) Jasa Sertifikasi (sejak Tahun 2013). Perbedaan aturan penerapan P 3.2 antara PT PLN Batam
dengan PT PLN (Persero) akhirnya memotivasi untuk membuat pengembangan dari sistem SIKAT itu sendiri dengan menyesuaikan aturan yang berlaku
di PT PLN (Persero). SIKAT Versi 2.0 dikembangkan berdasarkan keputusan Direksi PT PLN (Persero) no.303.K/DIR/2009 tentang Penerapan tarif
imbalan kerja kelompok (pay for performance 2) di lingkungan PT PLN (Persero) dan penambahan feature lainnya. Oleh karena itu, SIKAT versi 2.0
merupakan alat bantu dalam manajemen penilaian kelompok tim kerja lebih objektif, efisien dan efektif sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Feature yang ditambahkan pada versi 2.0 ini seperti adanya periode penilaian, perhitungan pagu berdasarkan grade, notifikasi via email, bentangan
organisasi dan perhitungan PPH lebih memberikan kemudahan dan nilai tambah dari versi sebelumnya. akhirnya, SIKAT 2.0 dapat diimplementasikan
pada unit PT PLN (PERSERO) lainnya yang menggunakan peraturan yang sama dalam pemberian imbalan kinerja kelompok tim.

43

1725188

Wilayah Nusa
Tenggara Barat

SISTEM SOSIALISASI BERBASIS


VISUAL SEBAGAI MEDIA
PERUBAHAN MINDSET
MENGGUNAKAN APLIKASI
INTERAKTIV (INTERNAL
AKTIVITAS)

SMK3
1. ARYADI
2.EKO PRASETYA
OPI
3.RACHARTO MANDALA
PUTRA
Intranet

Sistem informasi

44

1725189

Wilayah Sumatera SIHARIP (SISTEM INFORMASI


Barat
HARI PELAYANAN)

1. BUDI BAGIA
2.INSAN KAMIL
3.REDI ANGGRIAWAN

Kecepatan hari
pelayanan
Integritas data
Client server

Informasi

45

1. ANGGITA SAMODRA
Wilayah Sulawesi E-CLINIC SDM Online ( Aplikasi
PERKASA AS
1725190 Utara, Tengah dan Pengelolaan Keluhan Pegawai
2.TIRSA S. ROMPAS
Gorontalo
Berbasis MSDM-BK )
3.YOSINA MARIANA

Keluhan
Pegawai
Aplikasi

PT PLN (Persero) area Bima atau yang lebih dikenal oleh pelanggannya dengan sebutan PLN Bima merupakan salah satu unit pelaksana di bawah unit
induk PLN Wilayah NTB yang wilayah kerjanya mencakup 2 pulau besar yaitu pulau Lombok dan Sumbawa, karena letak geografis yang cukup luas ini
mengakibatkan kantor-kantor unit yang ada di bawah Area Bima terletak cukup jauh antara satu dengan yang lainnya. Terkadang jarak yang jauh ini
memicu adanya demotivasi pegawai dalam bekerja karena sulitnya komunikasi dan kebutuhan untuk diperhatikan oleh atasan. Menurunnya tingkat
motivasi pegawai ini tentu saja akan menurunkan pula tingkat kepekaan pegawai dalam menjalani tuntutan kewajiban mereka sebagai pegawai. Di
PLN Area Bima sendiri telah diterapkan program OPI serta SMK3 sebagai media untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan meningkatkan
performance atau kinerja yang berkelanjutan. Sebagai sarana pendukung kedua program tersebut agar dapat berjalan lebih efektif, maka dirancang
sebuah sistem sosialisasi dengan memanfaatkan aplikasi bernama INTERAKTIV. Aplikasi ini menitik beratkan kepada ke PEDULI an, baik kepedulian
atasan kepada bawahan, kepedulian pegawai terhadap aturan, terhadap kinerja, baik kepedulian untuk menjalankan tata tertib aturan perusahaan.
Aplikasi ini memanfaatkan beberapa layar monitor yang terpasang dalam lingkungan kantor PLN Area Bima sebagai sarana informasi visual yang
menampilkan foto-foto, video serta informasi yang berkaitan dengan internal PLN. Seluruh pegawai memiliki keterlibatan untuk dapat mengisi
informasi pada monitor dengan menggunakan browser pada komputer kerja masing-masing pegawai yang terkoneksi dengan jaringan intranet di
seluruh PLN Wilayah NTB. Informasi yang ditampilkan pada layar monitor dapat bersifat apresiasi ataupun kritis yang membangun serta yang bersifat
knowledge sharing sehingga satu unit dapat belajar dari unit lainnya melalui informasi yang disajikan. Dengan adanya aplikasi ini pola pikir rekan-rekan
yang ada di unit akan lebih baik dan dapat bekerja dengan semangat karena kegiatan yang mereka kerjakan dapat diperhatikan bahkan hingga level
manajer Area. Aplikasi ini dapat mendorong pegawai untuk melakukan hal positif dan memberikan efek jera pula terhadap pegawai yang melakukan
penyimpangan dari SOP atau peraturan yang telah diterapkan. Dengan adanya pola pikir positif di setiap diri pegawai tentunya akan meningkatkan
pula kinerja perusahaan yang dicita-citakan.

Makalah/Tulisan ini rnenyampaikan mengenai SIHARIP (Sistem lnformasi Hari Pelayanan). Solusi yang disebabkan karena kurang lengkapnya aplikasi
monitoring Kecepatan Hari Pelayanan untuk Pasang Baru pada AP2T dan ElS. Terutama kurangnya Integritas terhadap data Monitoring penghitungan
hari pelayanan melalui dua aplikasi diatas (implementasi di lapangan tidak sama dengan data), sehingga meenjadi celah untuk menyiasati perhitungan
kecepatan hari pelayanan demi tercapainya pencapaian target kinerja. Serta penambahan menu transaksi material untuk pelayanan. Dengan adanya
program PLN Bersih saat ini sehingga menuntut kita untuk menghadirkan solusi kejujuran dan integritas data penghitungan Hari Pelayanan serta
kemudahan transaksi material. Solusi ini muncul dengan melakukan CoP (Comunnity of Praciice) sehingga terjadi pertukaran ide antar sesama pegawai
yang dituangkan kedalam metode OPI (3D)- Lengkap dengan RCPS, lde generasi, lnitiative Charter sampai dengan workdan. SIHARIP mendukung
tercapainya indikator kinerja perusahaan baik Kecepatan pdayanan pasang baru, Penambahan pelanggan, Maturity Level Proses Bisnis Pasang Baru,
serta Waktu Perputaran Material sesuai dengan perencanaan dan mendukung program PLN Bersih, sehingga SIHARIP dapat meningktkan citra
perusahaan dimata pelanggan dan menyajikan data yang benar sesuai dengan implementasi dilapangan. SIHARIP diterapkan sejak Desember 2013
berupa aplikasi berbasis client server dan database terintegrasi. Sampai sekarang SIFIARIP telah mengalami beberapa peningkatan terutama untuk
keperluan manajemen, serta aplikasinya telah diubah dalam bentuk berbasis web, sehingga menjadi mudah dalam penggunaannya

Kebutuhan informasi dirasa sangat penting bagi semua kalangan. khususnya


di PT. PLN (Persero) sebagai salah satu perusahaan BUMN yang membutuhkan
informasi secara detail dan cepat. Selama ini, di PT PLN (Persero) Wilayah
Suluttenggo khususnya yang menangani keluhan pegawai. Karya Inovasi ini
bertujuan untuk merancang dan membuat aplikasi pengelolaan keluhan pegawai
yang dapat diakses secara online dalam bentuk web. Aplikasi ini adalah aplikasi
E-CLINIC SDM Online (Aplikasi Pengelolaan Keluhan Pegawai Berbasis MSDMBK.
Aplikasi ini dibuat mengacu pada Keputusan Direksi No.032.K/DIR/2009
tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi.
Manfaat aplikasi ini adalah mempercepat proses penyampaian keluhan dan
pertanyaan pegawai ke manajemen bidang SDM secara realtime online,
terstruktur, dinamis, efektif, dan efisien.
Adapun metodologi yang digunakan adalah dimulai dengan identifikasi dan
analisa kebutuhan informasi melalui pengumpulan data yang telah ada sebagai
bahan isi materi aplikasi E-CLINIC SDM Online. Implementasi dari desain sistem
menggunakan teknologi berbasi web dengan MySQL sebagai basisdatanya dan
PHP sebagai server-side scripting language-nya.
Aplikasi E-CLINIC SDM Online diterapkan sejak Februari 2013. Sampai saat
ini aplikasi E-CLINIC SDM Online telah mengalami beberapa improvement
terutama untuk keperluan manajemen dan pengguna, sehingga menjadi lebih

46

1725194

Wilayah Nusa
Tenggara Barat

1. ANGGRIYATMOJO
SIDELIMA (SISTEM INFORMASI LINUWID HARDONO
DATA EVALUASI PENGEDALI
2.DICKY NOVA
MATERIAL)
WARDANA
3.IPO INDRIANTO

Material
Pasang baru

Trafo Distribusi

47

1725198

PENGUKURAN BEBAN GARDU


Wilayah Maluku DISTRIBUSI MENGGUNAKAN
dan Maluku Utara SMARTPHONE ANDROID (
KURBAN GADIS ANDROID )

1. AGUSTRIAWAN
TAUFIK
2.AHMAD SATIRI
3.AMRAN ALI

Smartphone Android
Google Earth
Microsof Excel
Evaluasi

Aplikasi SIDELIMA berfungsi sebagai penyimpanan data material yang dibutuhkan untuk pemasangan sambungan baru ke calon pelanggan dengan
mengisikan panjang kabel, tarikan sambungan rumah (SR) disertai data titik koordinat persil, sehingga jumlah material sesuai dengan kebutuhan.
Sumber data yang dibutuhkan dalam aplikasi ini diperoleh dari Excecutive Information System (EIS) sebagai data induk dan AP2T sebagai data update
pengeluaran material. Dengan data yang diupdate dari EIS dan AP2T, aplikasi ini akan menghasilkan laporan material yang diperlukan secara mudah
dan cepat. Aplikasi ini membantu mengevaluasi dan mengontrol pemasangan yang dilakukan oleh vendor untuk mencegah penyalahgunaan dengan
dasar data histori agenda permohonan pasang baru yang tersimpan dalam database. Disisi lain difungsikan untuk mengatur material dalam jumlah
banyak. Selain itu dapat difungsikan sebagai database kWh meter prabayar yang digunakan rayon untuk aktivasi perintah kerja pelaksanaan pasang
baru. Menghasilkan format laporan yang tepat, cepat dan efisien. Rasio pemakaian material menjadi lebih baik karena jumlahnya sesuai dengan
kebutuhan sehingga biaya pengadaan material dapat ditekan. Pada tahun 2013, SIDELIMA dapat menghemat pengeluaran material sebanyak 373.153
meter kabel SR atau setara dengan Rp 1.119.459.000,- dengan asumsi harga kabel SR per meter sebesar Rp. 3.000,-

Trafo Distribusi merupakan salah satu alat yang menunjang dalam sistem kelistrikan yang berfungsi sebagai alat pengubah tegangan menengah
menjadi tegangan rendah yang digunakan untuk menyalurkan listrik ke pelanggan.Untuk menjaga kontinyuitas penyaluran listrik tersebut, maka perlu
dilakukan pengukuran beban secara rutin dan berkesinambungan agar penyaluran listrik kepelanggan tetap terjaga. Pengumpulan data dari hasil
pengukuran Trafo Distribusi sangatlah di perlukan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi. Mulai dari data koordinat hingga analisa kondisi Trafo
Distribusi, dapat dilakukan melalui suatu aplikasi pada Smartphone Android. Aplikasi ini dapat langsung mengirim data hasil pengukuran Trafo
Distribusi ke dalam Server. Data-data yang tersimpan di Server dapat digunakan untuk analisa lebih lanjut. Data hasil dari Aplikasi ini dapat di
implementasikan pada Aplikasi Google Earth dan Microsoft Excel. Sehingga mempermudah untuk melakukan evaluasi dan analisa terhadap beban
Trafo Distribusi.

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak

TECHNICAL SUPPORTING

Pemutus Tenaga ( PMT ) adalah suatu peralatan gardu induk yang berfungsi memutus arus beban. Seiring berjalannya waktu Pemutus Tenaga (PMT)
Bus tie GI 150 kV Rejoso APP Probolinggo mengalami penurunan kinerja pada tekanan gas sf6 nya dan harus segera dilakukan penggantian. GI Rejoso
melayani PT. Chiel Jedang Indonesia sebagai salah satu KTT (Konsumen Tegangan Tinggi) di Pasuruan, Jatim. Sehingga upaya pemadaman untuk
pekerjaan penggantian PMT Bus Tie tidak dapat dilaksanakan, disamping itu pihak PT. Cheil Jedang Indonesia akan mengalami kerugian ratusan milyar
Bus Tie
apabila suplai listrik sampai dihentikan.
Penyaluran dan
1. LEO DAVID SUPRIADI
Satu satunya cara agar pekerjaan penggantian PMT terlaksana adalah dengan metode PDKB. Selain diperlukan sebuah metode khusus, Tim PDKB
Pusat Pengatur
2.MEIWAN SUPRIYANTO
1713025
METODE PENGGANTIAN ONLINE PMT 150 KV MENGGUNAKAN
SWITCHES
)
KTT PARADISE ( PART OF DISCONNECTING
GI/GITET APP Surabaya
membuat
sebuah peralatan tambahan yang berfungsi sebagai pemisah tegangan yaitu PARADISE (PART OF DISCONNECTING
Beban (P3B) Jawa
3.YUDHA
SWITCHES). Selanjutnya Tim PDKB GI APP Surabaya bekerja sama dengan APB Jatim, Tim Proteksi APP Surabaya & Probolinggo, Tim Har JarGi APP
Bali
HARDIYANTORO
paradise
Probolinggo dan Expert Crane untuk dapat merealisasikan pekerjaan penggantian PMT dalam kondisi bertegangan (Online).
Implementasi penggunaan PARADISE (Part of Disconnecting Switches) tidak hanya terbatas pada penggantian pemutus tenaga 150 kV, akan tetapi
online
dilaksanakan pada setiap pekerjaan penggantian peralatan utama Gardu Induk yang membutuhkan pembebasan dari tegangan seperti PT,CT, dan LA,
sehingga pekerjaan dapat terselesaikan dengan lebih aman, efisien, dan handal.
Inovasi ini sudah diimplementasikan sejak 29 mei 2013 di gardu induk 150 kV Rejoso PLN APP Surabaya.
PMT

PDKB TM

1713026

Pusat Pendidikan
dan Pelatihan

1. BASYID DEDDY
HERMAWAN
CoWok 3 in 1 + (Construction for
WorkPRIYATNO
3 in 1 Plus)
2.HERU
3.MOHAMMAD ANIS
FAHRUDDIN

Simpel
Aman
Handal

Turbin Gas
3

1713123

PT Indonesia
Power

1. AGUNG SUWASONO
PEMBUATAN SPECIAL TOOLS CENTERING
BLADE RING TURBIN
GAS
2.ALDE RENALDI
Tools
3.TRI PAPRI HANDONO
Centering blade ring

CoWok 3 in 1 + ( Construction for Work 3 in 1 plus ) adalah konstruksi sementara jaringan


listrik yang digunakan pada PDKB TM untuk pemeliharaan konstruksi double dead end.
Penggunaan CoWok 3 in 1 + dimaksudkan untuk menghindari adanya pemadaman aliran
listrik ke pelanggan saat dilakukan pekerjaan pemeliharaan konstruksi double dead end.
Sejauh ini belum ada peralatan PDKB TM untuk pekerjaan tersebut sehingga selalu dilakukan
pemadaman pada saat pekerjaan tersebut berlangsung. Disamping itu CoWok 3 in 1 +
juga dapat dipergunakan untuk pemeliharaan konstruksi dead end, pemeliharaan isolator
penegang dan pemeliharaan kawat rantas.
Dimensi fisik CoWok 3 in 1 + panjang 200 cm, lebar 75 cm dengan berat total 18 kilogram.
Biaya yang diperlukan untuk membuat satu buah karya inovasi ini sangat murah dengan
lama pembuatan 6 hari. Harga ini sangat berbeda jauh apabila dibandingkan dengan harga
alat-alat PDKB TM yang pada umumnya sangat mahal.
CoWok 3 in 1 + pertama kali diimplementasikan pada tanggal 20 November 2013 di TLM
Academy Semarang yang kemudian dilanjutkan dengan implementasi di Distribusi Jawa
Timur. Dari hasil implementasi tersebut terbukti penggunaan karya inovasi ini sangat simpel,
aman dan handal.

Bertempat di Pasuruan, Grati combined cycle power plant telah berdiri sejak tahun 1995. Sampai dengan saat ini, mesin mesin pembangkit di Grati
telah melewati dua kali siklus Major Inspection sehingga didapatkan banyak pengalaman tentang temuan permasalahan pada turbin gas salah satunya
yaitu pada kerusakan Seal Strip antar stage turbin. Setelah dilakukan pengkajian lebih lanjut disimpulkan ketidak-sesuaian clearance antara seal
dengan rotor menjadi akar permasalahanya. Pengaturan clearance tersebut dilaksanakan dengan cara centering seal housing dengan blade ring
dengan menggunakan peralatan special tool MHI dan dengan cara dan pengukuran yang sangat sederhana sehingga tingkat kepresisiannya masih
dipertanyakan. Namun pada bulan desember 2011, kami telah melakukan suatu inovasi pada peralatan yang kami beri nama Centering Blade Ring
yang telah diaplikasikan pada proses centering seal housing-blade ring unit GT 2.2, GT1.2, GT 1.3 dan GT 1.1 dan telah terbukti menghasilkan setting
yang sangat akurat dan presisi sesuai dengan standart yang dikehendaki oleh MHI.

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Penjamperan A3CS

Distribusi Jawa
1713129
Timur

PDKB
1. ANGLING BUDI
WICAKSONO
APPERCUT (ALAT PENGUPAS dan PENJAMPER A3CS MUDAH
TMPRAKTIS)
2.ANTON SUGIHARTO
3.SUWANDONO K.
Tieback Connector
Line Tap Connector

PDKB

1713131

Distribusi Jawa
Timur

1. INDRA KHADRA
MAULANA
GM FUN (GALAH MULTI FUNGSI)2.TJOKORDE
DANANJAYA PUTRA
3.TOTOK SUYANTO

Konduktor
Head GM Gun
Press Clam C

PMT

1713132

Distribusi Jawa
Timur

1. ADI ASHARI
2.I MADE DWIPAYANA
CEBAN (CARA EFEKTIF UNTUK BREAKER ANALYZER )
3.MOCHAMAD HADI
PORNOMO

Pemeliharaan
Kubikel
Breaker Analyzer

Abstrak
Untuk mengatasi lambatnya dan permasalahan yang timbul pada saat
penjamperan A3CS maka dibuatlah Alat Pengupas dan PenjamPER A3CS MudAh
PrakTis(APPERCUT) adalahsatu kesatuan peralatan terbuat dari besi paduan
yang telah dibentuk sedemikian rupa disesuaikan kebutuhan di lapanganpada
metode PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) TM berjarak
yangmenggantikan fungsi alat sebelumnya yaitu:
- Pengupas kabel digunakan untuk mengupas isolasi pada kabel yang
akan ditempati LTC untuk penjamperan, dibutuhkan waktu cukup lama
sehingga pekerja merasakan kelelahan dan dapat melukai permukaan
konduktor yang mengakibatkan corona.
- Tieback Conector digunakan untuk memenempatkan ujung jumperan
pada kabel yang sudah dikupas.
- Multiplyer digunakan untuk memasang LTC (Line Tap Connektor)
setelah ujung jamperan sudah berada pada kabel yang sudah dikupas
dengan menggunakan Tieback Conector.
Appercutmempermudah dan mempersingkat waktu penyelesaian
pekerjaan penjamperan, serta memperkecil resiko kesalahan dan kecelakaan saat
pelaksanaan pekerjaan, karena ketiga proses pekerjaan tersebut dilaksanakan
dalam satu kali pelaksanaan dan tinggal pekerjaan terakhir pengepresan.
Pekerjaan ini dilakukan oleh mesin sehingga petugas tidak mengalami kelelahan

Seluruh pelaksanaan pekerjaan tanpa padam selama ini harus dilaksanakan oleh regu
PDKB. Dengan menggunakan GM FUN sebagaian pekerjaan tersebut dapat dilakukan oleh
petugas Yantek, dan alat ini sangat aman, mudah digunakan, mudah dibawa dan
multifungsi.
Pekejaan yang dapat diambil alih oleh petugas Yantek menggunakan alat ini adalah:
Mengikat konduktor terurai dengan menggunakan head GM FUN dan press
clamp c
Memotong ranting pohon keras dan lunak mengganti press clamp c dengan
gergaji untuk pohon keras dan sabit untuk pohon lunak
Mengambil sampah jaringan (layang-layang, ranting kering dan lain-lain)
menggunakan head GM FUN
Pengoperasian Cut-out/DS dan handle manual proteksi 20kV menggunakan
head GM FUN
Dengan menggunakan telescope stick (long stick) berketahanan 20 kV sebagai
pemegang head GM FUN yang berhubungan dengan jaringan bertegangan, maka petugas
Yantek dipastikan aman terhadap tegangan operasi.

Pekerjaan pemeliharaan 20 KV kubikel rutin dilakukan setahun sekali, meliputi: Open PMT (1); Draw out PMT dan pemasangan ground (2); Melepaskan
konektor supply dan kontrol PMT dari panel serta mengeluarkan PMT (3); Pembersihan panel dan PMT (4); Uji tahanan isolasi PMT dan isolator busbar
(5); Uji kemampuan discharge Vacuum PMT (6); Uji tahanan kontak PMT (7); Uji tahanan kontak busbar dan retorque bolt busbar (8); Pemasangan
kabel breaker analyzer pada finger PMT, memasukan PMT untuk memasang konektor supply dan kontrol PMT serta pengecekan wiring untuk
pemasangan kabel trigger uji keserempakan PMT (9); dilanjutkan dengan uji keserempakan (10); Melepaskan konektor supply dan kontrol PMT dari
panel serta mengeluarkan ulang PMT untuk melepas kabel breaker analyzer yang terpasang pada finger PMT (11); Memasukan kembali PMT serta
memasang konektor supply dan kontrol PMT untuk pengujian proteksi kubikel 20 kV (12); Pelepasan ground dan PMT siap didraw in (13). Pelaksanaan
pekerjaan tersebut untuk 1 kubikel membutuhkan waktu rata-rata 45 menit, jika dalam proses tersebut tidak terjadi kecelakaan kerja akibat tersengat
tegangan 110V DC atau konsleting dan kabel uji terlindas roda PMT. CEBAN (Cara mengEfektifkan Breaker Analyzer) adalah solusi untuk
mempermudah dan mempercepat proses pengujian, karena proses kegiatan nomer 9 dan 11 dapat diganti dengan proses pengujian PMT posisi diluar
kubikel sehingga kecelakaan kerja dapat dihindari. CEBAN sudah digunakan untuk beberapa merk PMT yaitu MG Fluarc, Goldstar, Modalek dan EGA
Tekelindo, sejak bulan juni 2013 di PT. PLN (Persero) Area Pengatur Distribusi Jawa Timur

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

1713135 PT PJB Services

Dalam perencanaan dan eksekusi pekerjaan pemeliharaan dibutuhkan metode-metode


yang dapat mempermudah, mempercepat dan memberikan jaminan rendahnya risiko cedera
yang ditimbulkan dari proses pemeliharaan tersebut terutama bagi eksekutor.Sebagai upaya
peningkatan efektifitas dan efisiensi perencanaan pemeliharaan dalam melakukan suatu
Sistem
investigasi defect makadibuatlah suatu tool/sistem identifikasi defect menggunakan image
1. AHMAD FAISHOL
processing untuk posisi defect yang sulit dilakukan investigasi secara langsung. Sistem
AMIN
Identifikasi
tersebut kita sebut SIDDIG yang terdiri dari kamera yang diletakkan pada ujung tongkat
SIDDIG (SISTEM IDENTIFIKASI DEFECT
DENGAN
IMAGE PROCESSING) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PERENCANAAN PEMELIHARAAN
2.FITRIANA
YUANTARI
dengan panjang tertentu (dapat diganti-ganti) dan menggunakan motor servo sebagai
3.IKE DYAH
Defect
pergerakan kamera serta menggunakan komputer/laptop sebagai pusat kontrolnya. Hasil
PERMATASARI
implementasi SIDDIG dapat digunakan untuk mempercepat investigasi secara visual pada
Image Processing
lingkungan yang panas (contohnya internal mill) maupun invertigasi yang membutuhkan
scaffolding. Selain itu SIDDIG dapat digunakan untuk kegiatan rutin preventive maintenance
visual equipment yang lain yang tidak memiliki akses yang mudah dijangkau oleh personel
pemeliharaan

Distribusi Jawa
1713136 Tengah dan DI
Yogyakarta

Ketersedian energi listrik yang memadai dan handal saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang
penting. Dalam meningkatkan kehandalan energi listrik, PLN mengatasi gangguan pada
sistem jaringan tegangan menengah dengan mengganti penghantar AAAC (All Alumunium
Alloy Conduktor ) menjadi AAACS (All Alumunium Alloy Conduktor Solation). Kabel AAACS
merupakan penghantar AAAC yang berisolasi. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi
gangguan terhadap pohon, layang layang, spanduk dan lain lain di sekitar SUTM.
AAACS
Dengan beberapa penggantian penghantar menggunakan AAACS dalam kegiatan pekerjaan
1. BAGUS PANUNTUN
pemeliharaan jaringan tegangan menengah seperti penyambungan jaringan baru,
AAAC
2.JOKO KUS PRASETIYA
penjamperan trafo, recloser, LBS (Load Brake Switch ), FCO (Fuse Cut Out ) dan pekerjaan
APEL "Alat Untuk Mengupas Kabel AAACS ( All Alumunium Alloy Conductor Solation ) Dengan Sistem Hidrolik Pada Kondisi Jaringan Bertegangan"
3.TITONI DANU
yang lain maka diperlukan pengupasan kabel AAACS. Dalam kegiatan pengupasan kabel
SUTM
PRASETYONO
AAACS petugas mengalami beberapa kesulitan terutama bila aliran listrik masih menyala
pada jaringan tegangan menengah.
Hidrolik
Dari permasalahan tersebut muncul pemikiran pembuatan alat yang kami beri nama
APEL/Alat Pengupas Kabel. Pengoperasian alat ini dipadukan dengan mesin hidrolik, selang
isolasi, telescopic stick atau universal hand pole. Proses pengupasan kabel AAACS dengan
APEL ini aman, mudah, cepat, praktis dan dapat dilakukan pada kondisi aliran listrik
menyala. Inovasi ini sudah diimplementasikan sejak bulan Februari 2013 di PT. PLN
(Persero) Area Purwokerto.

Distribusi Jawa
1713137 Tengah dan DI
Yogyakarta

APP (Alat Pengukur dan Pembatas) merupakan elemen terpenting di PT. PLN (Persero).
Adanya kelainan pada APP yang disengaja maupun yang tidak disengaja akan berpengaruh
sekali terhadap susut. Pemeriksaan APP dilaksanakan secara rutin melalui kegiatan P2TL
dalam upaya memerangi susut. Namun kenyataan di lapangan, pelaksanaan P2TL kurang
optimal dikarenakan belum adanya alat uji APP untuk mendeteksi awal kelainan yang
terdapat pada APP dan SDM yang belum memahami penghitungan deviasi KWh meter.
APP Tester Online & Mobile adalah alat bantu ukur untuk memudahkan petugas P2TL dalam
pelaksanaan P2TL. Prinsip kerja dari APP Tester Online & Mobile adalah memberikan injeksi
beban pada APP untuk menguji keakuratan pengukuran KWh meter dan kemampuan MCB.
Untuk mengetahui adanya kelainan pada KWh meter, dilakukan dengan menghitung nilai
deviasi menggunakan aplikasi android, sedangkan untuk mengetahui adanya kelainan pada
MCB, dilakukan dengan cara memberikan injeksi beban sebesar 1,5 In selama 2 menit.
Dengan menggunakan APP Tester Online & Mobile, pelaksanaan P2TL di lapangan menjadi
lebih efektif dan efisien.

APP

Abstrak

1. FAIZAL REZA
2.PONGKI RAHARJO
APP TOLE (APP TESTER ONLINE & MOBILE)
3.RAFLI HANDIKA
AGUSTIAN

P2TL
KWh meter
MCB

Gambar

No

10

Kode

Unit

Distribusi Jawa
1713139 Tengah dan DI
Yogyakarta

Judul

Inovator

Index

SISPRO ( Sistem Kontrol


& Proteksi Baterai)
1. FARIS AUNILLAH
SISPRO (SIstem Kontrol DC dan Proteksi
Baterai)MAOLANA
pada LBS dan Recloser 20 kV
2.PRARIARGA
Recovery time
3.RIFQI FILDZAHDRI
SAIDI

Gangguan

11

1713140

Distribusi Jawa
Barat & Banten

1. FAJAR MULYADIN
Tiang listrik
ALPANTIS (ALAT PANJAT TIANG LISTRIK)
2.FIRMAN HERDANI
3.SLAMET RAHMULYADI Metode angkat ungkit

P2TL
12

1713141

Distribusi Jawa
Barat & Banten

1. AKHMAD AMALUDIN
Sensor induksi
MIs-TeR P2TL(Alat Mendeteksi Induksi
Tegangan
Rendah Petugas P2TL)
2.RENDY
GALIANO
3.SETYA VERALIANI
Penyambungan tidak
resmi

Abstrak
Salah satu penunjang percepatan pengoperasian jaringan 20 kV adalah kehandalan
peralatan kontrol yang terpasang di jaringan distribusi. Disini kami membahas pengaturan
catu daya terutama disaat kontrol kehilangan sumber catu daya utama (kondisi jaringan
padam) baik dalam kondisi pemeliharaan atau kondisi gangguan. Kondisi baterai yang sudah
lemah baik dikarenakan faktor usia dan waktu pemakaian menjadi salah satu faktor
kegagalan dalam pelaksanaan unjuk kerja peralatan jaringan 20 kV. Dari sini kami mulai
mendapatkan ide untuk membuat peralatan yang mampu mengontrol catu daya dan
mengukur kemampuan baterai dengan dilengkapi digital output dan input dapat
diintegrasikan dengan SCADA. Peralatan ini kami beri nama SISPRO (Sistem Kontrol DC &
Proteksi Baterai). Fungsi dari peralatan ini diantaranya :
1. Memberikan indikasi status kemampuan baterai melalui tampilan LCD dan dapat
diintegrasikan dengan SCADA.
2. Membebaskan baterai dari beban secara otomatis dengan delay (sebagai
informasi apakah akan dilakukan pengoperasian saat panel kondisi off).
Setelah dipasangnya SISPRO pada peralatan kontol LBS dan Recloser, recovery time dapat
dipercepat dan manuver jaringan 20 kV dapat ditingkatkan sehingga angka SAIDI dapat
ditekan dan pada akhirnya kepuasan pelangggan dan citra PLN di mata pelanggan
meningkat.

Lokasi pemukiman padat dan gang sempit seperti di wilayah ibukota serta lokasi
tebing dan persawahan di wilayah pedesaan menjadi kendala teknis bagi petugas di dalam
penanganan gangguan dikarenakan lokasi tiang listrik sulit dilakukan mobilisasi kendaraan
roda empat dan tangga.
ALPANTIS atau Alat Panjat Tiang Listrik merupakan alat yang berfungsi untuk
memanjat tiang listrik yang didesain khusus dengan metode angkat ungkit secara aman dan
nyaman terutama untuk pekerjaan penanganan gangguan. Selain itu alat ini sangat praktis
yang dengan mudah dan cepat dibawa pada saat melintasi jalan sempit yang hanya dapat
dilalui dengan menggunakan kendaraan roda dua.
Alat inovasi ini telah diimplementasikan pertama kali pada tanggal 30 Oktober 2013
di PT PLN (Persero) Distribusi jawa Barat dan Banten Area Bekasi Rayon Tambun

MIs-TeR P2TL merupakan inovasi yang berfungsi sebagai alat kerja bantu petugas P2TL dalam mendeteksi adanya pelanggaran pada penyalahgunaan
hantaran (bukan sambungan resmi dari jaringan listrik PLN) sehingga dapat mendeteksi tegangan rendah (TR) terutama pada alurpenghantar yang
tidak dapat terlihat secara visual.
Alat ini dibuat dengan menggunakan metodologi sensor induksi. Sebagai indikator adanya penyalahgunaan terhadap hantaran yaitu
berupamenyalanya lampu LED berwarna merah. MIs-TeR P2TL dirakit dengan rangkaian elektronika yang sederhana dengan memanfaatkan komponen
yang mudah didapatkan seperti transistor, resistor dan kapasitor serta dikemas dalam pipa PVC dengan dimensi ukuran panjang 15 cm dan diameter 4
cm sehingga mudah, aman dan praktis dibawa kemanapun.
MIs-TeR P2TL telah diimplementasikan sejak 10 April 2013 di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat & Banten, Area Cianjur, Rayon Cipanas dan
terbukti sangat mendukung program penekanan susut. Sehingga unit diluar ini dapat dengan mudah turut mengimplementasikan MIs-TeR P2TL.

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

SUTM

13

Distribusi Jawa
1713143
Barat & Banten

1. ARIF GINANJAR
2.PILIH KONDHANG
I-SONIK (Alat Investigasi Ultrasonik)
PARAMARTA
3.YOGI INDRIYANTO

Sensor Ultrasonik
Pipa PVC
Tegangan DC
Indikator lampu LED

CT
Panas
Titik sambung

14

Penyaluran dan
1. ANDI WIJAYA
Pusat Pengatur
1713173
Real Time Temperature Monitoring
(RTM14)
2.EKO
WIBOWO
Beban (P3B) Jawa
3.PUNGKY SETIAWAN
Bali

Incoming
Seven segmen
Real time
RTM14
Online

15

1713174 Distribusi Bali

Safety Flexible Barrier

PDKB
1. I NYOMAN SUGIARTA
2.PUTU MASTIKA
Barrier
3.RIAN RAHMANA
HIDAYAT
Safety

Abstrak

I-SONIK merupakan inovasi yang berfungsi sebagai langkah preventive untuk


mendeteksi adanya penyebab kerusakan pada peralatan SUTM 20 KV yang tidak terdeteksi
secara kasat mata. Alat ini dibuat dengan metodologi sensor ultrasonik yang dapat
mendeteksi pancaran gelombang bunyi yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia.
Prinsip kerja I-SONIK adalah mengkonversikan gelombang ultrasonik dari peralatan SUTM 20
KV menjadi bunyi yang dapat di dengar oleh pendengaran manusia. Alat ini dibuat dengan
rangkaian elektronika sederhana dengan dikemas oleh pipa PVC dan memerlukan sumber
tegangan DC dari baterai 9 Volt sehingga mudah dibawa kemanapun oleh petugas
investigasi. I-SONIK sangat membantu dalam hal pemeliharan preventif, petugas investigasi
jaringan 20 KV dapat lebih detail menemukan gejala-gejala sebelum terjadi kerusakan pada
jaringan dan peralatan 20 KV. Indikator yang dipakai pada I-SONIK saat dipergunakan
adalah dengan bunyi yang dikeluarkan melalui speaker / headset dan indikator lampu LED.

Untuk meminimalisir terjadinya gangguan pada incoming trafo salah satunya adalah dengan
cara memonitor secara real time kondisi temperature di dalam sell incoming trafo. Titik panas
yang sering terjadi diantaranya pada CT incoming 20kV dan titik sambung klem. S emakin cepat
petugas mengetahui adanya gejala ketidaknormalan maka semakin cepat pula proses antisipasi
terhadap gejala adanya gangguan itu sendiri, sehingga kerugian dapat semakin ditekan. Beberapa
kendala dalam proses pengecekan temperatur pada CT incoming 20kV dan titik-titik sambung klem
antara lain:
1. Kesulitan mentermovisi pada titik yang dikehendaki karena seringkali target yang
ditermovisi dalam posisi yang tidak memungkinkan.
2. Gangguan baru diketahui setelah peralatan mengalami kerusakan.
3. Kurang cepatnya informasi yang disampaikan kepada petugas berwenang tentang
instalasi yang mengalami anomali.
4. Belum adanya tindakan pemantauan temperatur secara nyata dan terus-menerus.
Untuk mengatasi kendala di atas maka kami ciptakan suatu peralatan yang dapat memberikan
informasi suhu CT 20kV incoming trafo yang dapat digunakan secara on line untuk meminimalisir
gangguan pada peralatan tersebut. Alat ini dilengkapi dengan display 7 Segment yang menampilkan
suhu pada masing-masing phase. Dengan alat ini, kerusakan peralatan karena panas yang berlebihan
akan berkurang karena system RTM14 akan memberikan laporan status yang akurat, cepat, dan
tepat.
Kontinuitas pendistribusian energi listrik merupakan faktor penting dalam rangka
meningkatkan pelayanan kepada pelanggan guna mendukung PLN Bali untuk menjadi World
Class Company. Keandalan dan kualitas jaringan distribusi menjadi hal yang mutlak untuk
selalu dijaga dan ditingkatkan. Pemeliharaan rutin terhadap jaringan distribusi tegangan
menengah menjadi hal yang penting yang harus dilakukan untuk menjaga keandalan dan
kualitas jaringan distribusi. Namun dalam pelaksanaannya, pekerjaan yang dilaksanakan
pada jaringan tegangan menengah masih terdapat pekerjaan yang dilaksanakan dengan
memadamkan aliran listrik seperti penyambungan baru yang pengerjaannya dilakukan pada
sisi gardu distribusi. Untuk pekerjaan tersebut tim PDKB TM PT PLN (Persero) Distribusi
Bali (metode Berjarak dan Sentuh Langsung) dengan peralatan yang ada saat ini belum bisa
melakukan pekerjaan tersebut seutuhnya dikarenakan situasi dan kondisi lokasi pekerjaan
yang tidak memungkinkan. Dan selama ini pengerjaanya hanya bisa dilakukan dengan
pemadaman. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim PDKB TM Sentuh Langsung Area Bali
Selatan menciptakan suatu inovasi yakni Safety Flexible Barrier. Safety Flexible Barrier
merupakan alat bantu/pendukung kerja yang berfungsi sebagai pengaman atau pelindung
personil agar tetap berada pada posisi aman saat melakukan pemasangan kabel MVTIC dan
kelengkapannya pada tiang trafo distribusi terhadap tegangan pada kabel jumper trafo
distribusi 20 kV. Dengan adanya alat ini sampai saat ini pekerjaan sambung baru disisi trafo
distribusi dapat dilakukan tanpa memadamkan aliran listrik. Dan dari data yang ada alat ini
sudah digunakan sebanyak 42 kali dan bisa menyelamatkan kwh yang tidak tersalurkan

Gambar

No

16

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak
Permasalahan yang umumnya terjadi pada mass concrete adalah terjadinya keretakan pada
permukaan beton akibat akumulasi panas yang tidak dapat dilepaskan dengan cepat dan
adanya perbedaan temperatur yang besar antara bagian tengah dan bagian permukaan
mass concrete. Pemantauan temperatur mass concrete menjadi sangat penting dalam
mass concrete
proses perawatan mass concrete (curing) untuk mencegah terjadinya retak (thermal
cracking). Proses pemantauan temperatur mass concrete selama ini umumnya
Curing
menggunakan sensor termokopel dan dilakukan pencatatan secara manual. Hal ini membuat
proses pemantauan temperatur menjadi kurang efektif dan efisien sehingga seringkali
Thermal cracking
1. DANANG HARIYANTO
menjadi penyebab terjadinya kegagalan curing yang mengakibatkan terjadinya thermal
UIP Pembangkitan
2.RIZA MOCHAMAD
cracking.
1713192 Thermal Jawa Bali Temperature Monitoring Device (T-Mode) for Mass Concrete
Temperature monitoring
IQBAL
Temperature Monitoring Device (T-Mode) for Mass Concrete merupakan sebuah perangkat
(UIP VIII)
3.RUKDAS IMAM FAIZAL
software-hardware yang bertujuan untuk memantau temperatur pada mass concrete.
T-Mode
Perangkat T-Mode dilengkapi sensor temperatur LM35DZ yang terhubung dengan modul
mikrokontroler Arduino Mega ADK yang dilengkapi dengan antena berfrekuensi 433 MHz
Arduino ATmega32U4
dan data transceiver YS-1020 yang memiliki jangkauan transmisi data hingga 1 km.
Visualisasi data ditampilkan pada software berbasis Java dalam bentuk grafik dan angka.
Sensor LM35DZ
Dengan menggunakan T-Mode, proses pemantauan data lebih efektif dan efisien karena
pengambilan data dilakukan secara otomatis dan real time serta dapat dilakukan dari jarak
jauh. Selain itu juga data yang didapat lebih akurat dan tersimpan dengan baik dalam bentuk
database pada hardisk drive laptop. Secara finansial, manfaat yang didapatkan sangat besar

Tower tension

17

Penyaluran dan
1. BOGI WINUARSO
Pusat Pengatur
2.PUTRANTO MAHERU
1713204
CBSA (Cargo Boom Support Assembly)
Beban (P3B) Jawa
BUCHORI
Bali
3.RIZKY HUDAYA

Iisolator
SUTET
PDKB
Zero Accident

PDKB

18

1713205

Transmisi
Penyaluran dan
1. FADDYANSYAH IQBAL
Pusat Pengatur
2.MANSYUR AFIF
PNEUMATIC PORTABLE SWITCH
Scaffolding
Beban (P3B) Jawa
3.MUHAMAD MAWAHID
Bali
EFENDI
Mobile Switch
Penggantian CT PT

Pelaksanaan PDKB pada instalasi SUTT/ SUTET di PT.PLN (Persero) P3B Jawa Bali saat ini telah sangat berkembang dan maju. Sudah banyak pekerjaan
yang dapat dilakukan oleh Tim PDKB, salah satunya pekerjaan penggantian isolator pada tower tension SUTET 500 kV.
Pekerjaan penggantian isolator tension selama ini menggunakan metode Mast Boom Set dengan dasar IK No : P3B JB-TRS/IKA/05-114/PIT (Instruksi
Kerja Penggantian Isolator Tension 500 kV Mass Boom Strain Pole Strain Jack Dan Cradle). Namun selama ini pekerjaan dengan metode tersebut
membutuhkan waktu lama dan peralatan yang sangat banyak.Untuk itu Tim PDKB Jaringan APP Semarang membuat sebuah inovasi berupa alat untuk
penyederhanaan metode penggantian isolator pada tower tension sebelumnya, yaitu CBSA (Cargo Boom Support Assembly).
CBSA merupakan karya inovasi dari Tim PDKB Jaringan APP Semarang untuk pekerjaan penggantian isolator tower tension sebagai pengganti mast pole
set. Alat ini menghilangkan unsur mast pole set yang terdiri dari Wire tong, Mast pole, dan peralatan pendukung lainnya, sehingga peralatan menjadi
lebih ringkas dan waktu pelaksanaan lebih cepat sehingga dapat mengurangi resiko kelelahan personil pada pelaksanaan pekerjaan.Keuntungan
tersebut tentu sangat besar dan terlebih lagi dengan adanya alat inovasi CBSA ini tentu biaya pengadaan barang untuk satu regu tim PDKB dapat
ditekan dan efisien. Dari segi inventarisasi pergudangan CBSA mampu mengurangi ruang penyimpanan peralatan dan biaya pemeliharaan rutin
bulanan PDKB Jaringan.
Diharapkan setelah adanya alat inovasi ini, proses pekerjaan penggantian isolator tower tensiondapat dilaksanakan lebih mudah, cepat, dan zero
accident sehingga keandalan sistem transmisi lebih terjaga.

Pekerjaan PDKB GI di P3B Jawa Bali saat ini telah sangat berkembang dan maju, walaupun
pekerjaan ini terbilang baru namun pada dasarnya pekerjaan ini hampir sama
pelaksanaannya dengan PDKB yang dilakukan di Transmisi.
Yang paling utama dalam pelaksanaan pekerjaan PDKB GI adalah menggunakan scaffolding.
Scaffolding adalah alat kerja yang terbuat dari bahan isolasi, dalam pekerjaan yang
berlangsung pekerja berada di atas scaffolding pada saat bekerja.
Selain untuk pekerja, scaffolding juga bisa untuk tempat peralatan maupun material yang
diperlukan pada saat bekerja.
Dalam proses pekerjaan penggantian peralatan instalasi yang ada di serandang (switch yard)
semisal CT,PT dan LA 150kV, pada saat pelaksanaannya kita memerlukan alat Mobile Switch
dari pabrikan.
Alat tersebut harganya sangatlah mahal dan di satu sisi tiap unit saat ini belum memiliki
peralatan itu (kecuali APP BALI).
Hal ini tentunya akan menghambat saat ada pekerjaan berlangsung dan harus segera
diselesaikan.
Dengan adanya hal itu kami membuat alat yang diberi nama PENTAS alat ini nantinya akan
berfungsi sebagai pengaman bagi pekerja saat proses pembebasan peralatan dari tegangan
saat akan diperbaiki/diganti. Dan tentunya menjadi pengganti peralatan Mobile Switch yang
dari pabrikan.
Diharapkan setelah adanya alat ini dalam proses pekerjaan seperti di atas ataupun pekerjaan

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

SCADA

19

1713207

1. AGUSTINUS CUCUK
Distribusi DKI Jaya
HANDOKO
OPTIMALISASI SCADA REMOTE STATION
& Tangerang
2.MAY RUDI SETIADI
3.RUDI WARDOYO

Gangguan padam
SCADA Remote Station
Remote VPN

20

SCADA sangat dibutuhkan terutama dalam fungsinya untuk mempercepat manuver gangguan yang akan mengurangi lama padam akibat gangguan
yang berarti pula dapat mengurangi kWh tak terjual. Namun mahalnya biaya investasi pemasangan fasilitas SCADA menjadi kendala yang
mengakibatkan pertumbuhan SCADA selalu tertinggal dari pertumbuhan jaringan distribusi. Sehingga operasi manuver gangguan masih banyak
mengandalkan cara manual.
Dalam inovasi ini diusulkan sebuah metode untuk mengatasi hal tersebut diatas yaitu dengan mengoptimalkan Sistem Scada yang ada di Jakarta.
SCADA Remote Station dipasang di Area-area yang belum tersentuh sistem SCADA, yaitu dengan teknologi Remote VPN (Virtual Private Number).
Dengan Teknologi ini PLN tidak perlu membangun sistem SCADA baru.
Implementasi inovasi optimalisasi SCADA Remote Station akan membantu Area menurunkan lama waktu manuver gangguan JTM yang secara otomatis
menurunkan pula lama padam konsumen. Secara finansial implementasi inovasi ini akan mengurangi kVA tak terjual dan mengurangi pula biaya
pembuatan sistem SCADA baru yang sangat mahal.

Karya inovasi ini membahas tentang perancangan dan pembuatan tester kit untuk menguji relay
pada panel switchgear 6 KV PLTGU Gresik. Dalam pengerjaan overhaul terdapat pekerjaan-pekerjaan
yang harus dilakukan secara berurutan. Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pengetesan kondisi
kontak dari relay. Dikarenakan pengujian relay tidak dapat dilakukan di lapangan secara langsung, maka
pekerjaan tersebut ditunda. Pekerjaan yang ditunda tersebut bukan berarti memiliki prioritas yang tidak
penting, namun dikarenakan tidak adanya sarana untuk mengerjakan di unit secara cepat, praktis, dan
aman.
Tester Kit
Tujuan dari karya inovasi ini adalah memperpendek durasi pengujian relaykontrol pada
1. ARKO SETIYO P
swicthgear 6 KV PLTGU Gresik serta meningkatkan faktor keselamatan ketika pengujian relay dan
PT Pembangkitan
1713208
Tester Kit Relay Kontrol Pada Panel
Switchgear
6 kV PLTGURelay
Gresik
2.MOH
DZULKIFLI
kontrol
mengurangi error atau ketidaksiapan peralatan (relay) saat start unit sehingga dirancanglah sebuah
Jawa Bali
3.MUHAMMAD FARIH
tester kit pengetesan relay. Perancangan dan pembuatan tester kit telah berhasil dan dapat diaplikasikan
Efisiensi Waktu Overhaul sehingga mampu memperpendek durasi pengujian relay.
Hasil yang diperoleh Tester kit ini yang telah diaplikasikan sejak Overhaul CI GT 3.2 tanggal 14
Oktober 2013 adalah meningkatnya efektifitas waktu pengujian relay. Total waktu yang dibutuhkan
untuk Pengujian relay menggunakan modul hanya 5 menit saja. Bila dibandingkan dengan metode
pengujian relay secara konvensional yang memakan waktu hingga 57 menit maka efisiensi waktu yang
didapatkan cukup besar yaitu 52 menit. Hasil pengujian relay menggunakan tester kit telah melalui
Quality Assurance After Inspection sehingga ketika relay yang sebelumnya telah di tes dan dinyatakan
dalam kondisi baik di pasang kembali kedalam panel maka relay akan bekerja secara normal.

Deteksi korona

21

Abstrak

1713209

Distribusi DKI Jaya


ANDROX DINA
& Tangerang

1. IMAN SANTOSO
2.IZHAR
3.RULI BAWONO

Pengembangan
Gangguan
Kubikel

Masih adanya kelemahan dari alat deteksi korona ( DINA ) yang pertama yaitu ketika
memasukan ujung sensor suara masih bisa terinterpensi suuara luar, korona tidak bisa
dibaca langsung dilokasi karena harus di rekam dahulu oleh Voice Recorder dicatat secara
manual arah kubikel yang dideteksi , analisa spectrum gelombang suara harus
menggunakan komputer. Oleh karena itu DINA versi satu masih kurang akurat dalam
pendeteksian korona pada kubikel dan masih lambat dalam informasi data hasil analisa.
Dengan mengembangkan alat Deteksi Korona yang pertama dengan menghilangkan
kekurangannya yaitu meminimalisir intervensi suara luar, hasil deteksi korona bisa langsung
dianalisa dilokasi dan hasil analisa bisa dikirim via media sosial, sehingga gangguan pada
kubikel bisa dicegah sedini mungkin, dan untuk mempercepat pengusutan dengan
ditemukannya titik ganguan yang tepat pada gangguan tidak jelas ( GTJ ).

Gambar

No

22

23

24

Kode

1713210

1713211

1713225

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak

Pusat Pendidikan
dan Pelatihan

Alat Bantu Praktik Pengukuran Vibrasi Satu Untuk Semuamerupakan rangkaian alat
praktik yang berisi hardware, software dan sistem pendukung yang berguna untuk
pembelajaran analisa vibrasi dasar. Software vibration simulator dirancang untuk dapat
digunakan bersamaan (sampai dengan 10 pengguna), sehingga pengguna (siswa pelatihan)
dapat memperoleh data secara real time dan bersamaan.
1. ANDI KURNIAWAN
Hardware terdiri dari sensor yang merubah getaran mekanis menjadi sinyal analog,
Alat Bantu Praktik Pengukuran Vibrasi
Satu Untuk Semuaalat bantu pembelajaran, sinyal getaran, analisa vibrasi
2.EKO SETIONO
modul Analog to Digital Converter (ADC) yang berfungsi untuk merubah sinyal analog
3.M. IKHWAN HALIM
menjadi data digital sebagai inputan yang akan ditampilkan dalam bentuk grafis melalui
aplikasi pengukuran vibrasi.
Dengan adanya alat ini pelaksanaan praktik pembelajaran analisa vibrasi dasar dapat
berjalan dengan lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan akses alat bantu pembelajaran
secara bersamaan.

Pusat Pendidikan
dan Pelatihan

SiSKIA PLC (Simulator Sistem Kontrol Instrument Air Compressor berbasis


Programmable Logic Controller) merupakan simulator sistem control Instrument Air
Compressor yang digunakan sebagai alat praktikum pada pembelajaran yang berkaitan
dengan kontrol automatisasi seperti Logic Relay, PLC, dan Instrument Kontrol.
SiSKIA terdiri dari PLC sebagai pengatur, Sensor sebagai sensing element, kompressor
Simulator
sebagai final control element, serta dilengkapi dengan Layar HMI (Human Machine Interface)
5 sebagai interface. SiSKIA dapat dioprasikan pada mode manual maupun auto yang dapat
Sistem Otomatis
kita pilih melalui HMItouch screen. Pada HMI tersebut juga tertampil parameter sistem
seperti temperatur dan pressure sehingga dapat digunakan sebagai PDM (Predictive
1. EKO SETIONO
Sarana Praktikum
Maintenance). SiSKIA diprogram untuk dapat menjalankan dua buah compressor secara
SiSKIA PLC (Simulator Sistem Kontrol
Instrument
Air Compressor berbasis Programmable Logic Controller)
2.FAISAL
RIFKI KAFIL
bergantian sesuai dengan kondisi seperti yang ada di unit pembangkit. Selain itu, SiSKIA
3.MIFTAHURROZAQ
Programmable Logic
juga dilengkapi dengan sistem proteksi dan sistem monitoring realtime untuk meningkatkan
Controller
kehandalan peralatan kontrol.
Program pada SiSKIA dapat dirubah-rubah selama pelatihan, dan peserta dapat bereksperimen
Instrument Air
untuk menuliskan program yang paling efisien sesuai kondisi yang diminta. Hal
Compressor
ini dapat membawa peserta pelatihan ke pembelajaran level engineering, bukan hanya
terbatas pada level maintenance (troubleshooting). SiSKIA dapat digunakan sebagai
prototype/referensi bagi para peserta untuk menerapkan sistem sejenis (tidak hanya sistem
kompressor saja).
Dengan adanya SiSKIA, peserta mendapatkan pengalaman, skill engineering, dan

PT Indonesia
Power

PLTU batubara adalah suatu pembangkit listrik yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar utamanya. Untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar
batubara yang relatif besar jumlahnya diperlukan suatu penanganan khusus. Kebutuhan batubara PLTU Banten 1 Suralaya adalah 350 ton/jam (8400
ton/hari) pada beban pengoperasian 625 MW, untuk itu perlu pasokan batubara dengan lancar agar tidak terjadi derating unit. PLTU Banten 1 Suralaya
mempunyai kapasitas maksimum pasokan sebesar 800 ton/jam untuk memasok 7 bunker batubara dengan kapasitas masing-masing sebesar 700 ton.
Coal Bunker System
Setelah sementara waktu batubara ditampung di coal bunker, maka batubara dialirkan ke coal feeder, jumlah coal feeder ada 7 buah dengan kapasitas
1. ASEP SUBANDI
1 buah coal feeder 58,3 ton/jam.
SPECIAL TOOL SPEARROW SOLUSI UNTUK CHANNELING DAN
BLOCKAGE
PADA RAW COAL INLET COAL FEEDER
Coal
Feeder System
2.IRFAN DJUNAEDI
Dalam proses supply batubara dari coal bunker ke coal feeder sering mengalami hambatan yaitu terjadinya Channeling dan Blockage pada raw coal
inlet coal feeder. Sehingga tidak ada aliran batubara yang masuk ke coal feeder.
Sistem bahan bakar
Dengan dibuatnya special tool spearrow diharapkan dapat mengatasi gangguan Channeling dan Blockage pada raw coal inlet coal feeder sehingga
memaksimalkan supply batubara ke proses selanjutnya. Special tool ini dapat digunakan untuk mempercepat proses penanganan batubara agar turun
ke Coal feeder, sehingga tidak terjadi lagi channeling dan blockage yang terlalu lama pada jalur raw coal inlet coal feeder. Dengan adanya special tools
ini maka kelancaran aliran suplly batubara dapat terjaga dan potensi penyebab derating unit dapat dihindari.

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak

Reverse Engineering

Untuk menjadi perusahaan pembangkit berkinerja kelas dunia, maka Reliability dan availability yang baik harus dapat terjaga, dimana keandalan unit
tersebut akan berpengaruh terhadap profit dan citra perusahaan. Untuk menjaga keandalan tersebut, maka semua unsur komponen pembangkit harus
1. A.A. MADE ADI
terpelihara dengan baik dan berada dalam kondisi yang prima.
SASTRA W
Kompressor BOP merupakan bagian yang sangat penting pada unit PLTG, yang berfungsi mensuplai tekanan udara untuk keperluan operasi unit PLTG.
REVERSE ENGINEERING KONTROLLER AIR DRYER KOMPRESSOR
PLTG UNIT 3 & 4 PESANGGARAN DENGAN MENGGUNAKAN MICROCONTROLLER
Air Dryer
2.RINI ANTO SAPUTRO
Ketidak normalan fungsi kompressor BOP, sudah pasti akan mengganggu operasional PLTG, bahakan dapat menyebabkan unit tidak dapat beroperasi.
3.TOTOK GUNAWAN
Berdasarkan implementasi inovasi, didapatkan manfaat penghematan biaya pengadaan controller Air Dryer dan meningkatkan keandalan Balance Of
Compressor
Plant Compressed Air System PLTG 3 & 4 Pesanggaran. Harapan penulis selanjutnya adalah inovasi Reverse Engineering Controller Air Dryer
Compressor PLTG 3 & 4 Pesanggaran tersebut dapat digunakan secara luas, sehingga didapatkan manfaat yang lebih besar.
BOP
Reliability

25

1713226

PT Indonesia
Power

SCADA

26

1713232 Distribusi Bali

CBM
1. I KETUT SAPTA
WIJAYA
Hall Effect
CMO ( Condition Monitoring Online
) pada Gardu
Distribusi
2.I NYOMAN
ARYAWAN
3.I WAYAN
Modbus TCP
SUANDIKAYASA
Realtime
HTS

27

1713240

Pusat Penelitian
dan
Pengembangan
Ketenagalistrikan

1. BUYUNG SOFIARTO
MUNIR
Transformator
APLIKASI SISTEM DIAGNOSTIK KONDISI
TRANSFORMATOR
2.I GUSTI
MADE RAMA TENAGA
RINALDI
Diagnostik
3.R DIMAS DITYAGRAHA

Dengan dilimpahkannya kewenangan pemeliharaan Gardu Distribusi kepada APD ditemukan


bahwa salah satu penyebab kegagalan remote kontrol pada Gardu Distribusi adalah
gangguan pada elektromekanikal kubikel. Dari total 157 kubikel Gardu Distribusi pada titik
remote terdapat 41 buah kubikel yang bermasalah dimana dari jumlah yang bermasalah
tersebut sebanyak 97,5% dikarenakan faktor korosif pada elektromekanikal kubikel. Faktor
yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan tingkat korosif pada elektromekanikal kubikel
gardu distribusi selain kelembaban adalah arus pemakaian motor pada kubikel gardu
distribusi. Arus pemakaian motor menjadi semakin besar pada lingkungan kubikel yang
korosif. Dalam praktik nyata, besaran arus pemakaian motor diukur pada saat dilakukan
pemeliharaan kubikel pada Gardu Distribusi. CMO (Condition Monitoring Online) pada Gardu
Distribusi merupakan upaya untuk mendeteksi gangguan pada elektromekanikal kubikel
dengan mengukur pemakaian arus motor secara online melalui jaringan komunikasi SCADA.
CMO Gardu Distribusi dibuat dengan mengadopsi teknik CBM (Condition Based Maintenance)
dan memanfaatkan sensor Hall Effect yang dirangkai seri terhadap rangkaian motor untuk
mengukur arus pemakaian serta mikrokontroler ATMega328 sebagai unit proses dan kontrol
data. Terdapat protokol Modbus TCP yang ditanamkan pada mikrokontroler ATMega328
sehingga dapat berkomunikasi dengan Aplikasi SCADA. Dalam proses pengujian dengan
menggunakan dummy load dan motor pada kubikel Lab APD Bali, diperoleh tingkat akurasi
pengukuran sebesar 94,64% bila dibandingkan dengan alat ukur ampere meter merk
Fluke376. Dengan implementasi CMO pada Gardu Distribusi, data kondisi peralatan dapat

Transformator daya merupakan peralatan yang sangat penting dan kritis terhadap kinerja sistem tenaga listrik, sehingga diperlukan pemantauan dan
pemeliharaan kondisinya dengan baik dan benar. Kondisi kesehatan transformator dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga dapat memunculkan
perbedaan penafsiran. Pada tulisan ini dibuat sistem diagnostik kondisi transformator yang dirancang dengan pendekatan sistem skoring dan sistem
pakar. Perancangan diawali dengan penyusunan berbagai parameter kondisi transformator dalam satu tampilan antar-muka, sehingga dapat
memantau seluruh parameter secara komprehensif meliputi data terkini, sejarah pengukuran dan level kondisinya. Parameter tersebut disusun
berdasar standar IEEE, IEC dan ASTM. Sebagai keluaran akhir adalah informasi tentang indeks kesehatan transformator, yang selanjutnya digunakan
sebagai dasar dalam menentukan penanganan lanjutan. Pendekatan sistem skoring yang mendasari indeks kesehatan disusun berdasarkan Dokumen
Facilities Instructions, Standards, and Techniques Volume 3-31 tentang Diagnostik Transformator dan dikombinasikan dengan rancangan PLN Research
Institute . Pendekatan sistem pakar dilakukan menggunakan jaringan saraf tiruan dengan metode klasifikasi dalam dua tahap dengan error
performance 0.043 dan akurasi 92,9% untuk tahap I serta 0.0048 dan 99,5% untuk tahap II. Sistem diagnostik yang telah dirancang memberikan hasil
mendekati sesuai dengan data lapangan yang didapat.

Gambar

No

28

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak
Inovasi dengan judul METE (Menaikkan konstruksi double dead end with support klem)
lahir karena melihat banyaknya konstruksi double dead end yang tidak standar. Hal ini terjadi
pada saat penggantian LBS manual atas dengan motorized yang mengabaikan kelebihan tiang
diatas double dead end. Pemasangan motorized dengan cara ini juga membahayakan karena
jarak motorized dengan media yang ada dibawahnya semakin dekat. Pdkb Area Kendari
Double Dead End
berinisiatif untuk mengangkat double dead end dengan mengadopsi metode mast. Dimana
metode mast pada umumnya dipakai untuk mengangkat konduktor, namun untuk pekerjaan
LBS
menaikkan double dead end yang akan diangkat adalah cross arm, maka dibuatlah METE
1. HENDRIK MAXWELL
sebagai peralatan tambahan yang menjadi tumpuan Coduktor Support Pole (csp). Untuk
Wilayah Sulawesi
DJOEMANI
Metode Mast
mengangkat double dead end langkah pertama yang dilakukan adalah memasang konduktor
1723027 Selatan, Tenggara METE (MENAIKKAN KONSTRUKSI DOUBLE DEAD END WITH SUPPORT KLEM)
2.IRFAN USWAT
cover dan string cover setelah itu METE bisa dipasang pada cros arm, peralatan ini sebagai
dan Barat
3.YUSDI
Cross Arm
media untuk mengankat double dead end. Pada saat tumpuan berpindah pada METE maka
arming bold yang melekat di tiang bisa di lepas dan double dead end dinaikkan dengan cara
Conductor Support Pole menarik tali rope blok secara bersamaan. Setelah dinaikkan arming bold dikencangkan kembali
(CSP)
dan METE bisa dilepas kembali sehingga terciptalah konstruksi yang standar untuk memasang
motorized. Inovasi METE sudah dilaksanakan sejak tahun 2011), Jumlah Rupiah KWH yang
terselamatkan pada tgl 13-08-2013 Untuk pemasangan motorized TKK / Feeder mandonga
sebesar : Rp. 20.992.384,- Membuat konstruksi standar dengan cara menaikkan double dead
end adalah pekerjaan sulit karena harus padam, sehingga membutuhkan waktu yang lama.
Disamping itu belum ada peralatan yang bisa melakukan pekerjaan tersebut, METE adalah

Pelumasan

29

Minyak pelumas merupakan komponen utama yang sangat vital digunakan pada mesin pembangkit diesel, oleh karena itu sangatlah penting untuk
menjaga kualitas pelumas pada sistem pelumasan. Untuk menjaga kualitas minyak pelumas digunakan suatu alat bantu yaitu Lube Oil Separator,
Lub Oil Separator MMPX
peralatan ini berfungsi memisahkan minyak pelumas dari kontaminan yang masuk dalam sistem pelumasan. Adapun kelemahan dari LO Separator jika
304SGP-11
terjadi kegagalan separasi akan menurunkan kualitas pelumas. Penyebab utama dari kegagalan separasi adalah unbalance distributor LO Separator.
Modifikasi ini dilakukan seiring sering terjadinya gangguan kegagalan proses separasi pelumas pada Lub Oil Separator MMPX 304SGP-11 PLTD Poasia
1. ANDREAS ARTHUR
Distributor
Wilayah Sulawesi
dan sebagai upaya pencegahan terjadinya kerusakan pada material vital separator lainnya. Pada dasarnya Modifikasi pada Distributor dilakukan
2.RUDI HENDAR
1723064 Selatan, Tenggara DISTRIBUTOR MODIFICATION LUBE OIL SEPARATOR MMPX 304SGP-11 UNTUK MEMINIMALISIR
PADA
KOMPONEN
UTAMA
PEMBANGKIT
DIESELyang berhubungan langsung dengan top disc. Pin tersebut akan menambah
dengan caraGANGGUAN
menambahkan
penahan
(Pin) pada
bagian
atas distributor
RAHADIAN
Pin Distributor
dan Barat
kekuatan yang menghindari Unbalance akibat gaya sentrifugal bowl spindle separator. Dengan adanya Pin tersebut maka akan mengurangi beban
3.TAUFIQ ASHAR
kerja dari Parallel Pin sebagai penghubung antara distributor dan top disc. Adapun manfaat yang diperoleh pada modifikasi ini antara lain: 1. Menjaga
Top Disc
kualitas pelumas agar tidak terjadi kegagalan pelumasan yang berpotensi menimbulkan gangguan berat mesin Pembangkit 2. Meminimalisir gangguan
Lube Oil Separator yang diakibatkan oleh unbalance pada distributor dan yang mengakibatkan peningkatan pemakaian minyak pelumas (gagal
Gaya Sentrifugal
discharger - PS42). 3. Menjaga kontiunitas pengoperasian mesin berbahan bakar MFO. pelumasan, Lub Oil Separator MMPX 304SGP-11, Distributor, Pin
Distributor, Top Disc, Gaya Sentrifugal, dan Unbalance.
Unbalance

Start-up

30

Pembangkitan
1723073 Sumatera Bagian
Selatan

1. AGUNG
RAHMATULLAH
SAMBEL (SISTEM AKSELERASI MANAJEMEN ULUBELU)
2.IQBAL ABDI PUTRA
3.REZA KURNIAWAN

Manajemen
Pengoperasian
Syncron.

SAMBEL (Sistem Akselerasi Manajemen UluBELu) merupakan karya inovasi yang menghasilkan
5 (lima) tahapan instruksi kerja manajemen yang bertujuan untuk mempercepat durasi start-up
PLTP Ulubelu sehingga mampu meningkatkan kinerja perusahaan dengan memenuhi target Key
Performance Indicator manajemen, khususnya Equivalent Availability Factor (EAF) dan Overall
Effective Equipment (OEE). SAMBEL telah diimplementasikan di PLTP Ulubelu sejak 10 Oktober
2013 dan telah berhasil mempercepat durasi start-up PLTP Ulubelu dengan aman dan
menguntungkan. SAMBEL ini dilakukan dengan tahapan-tahapan pengoperasian peralatan
auxiliary cooling water system, pengoperasian peralatan lube & oil system, pengoperasian hotwell
pump A, pengoperasian peralatan gas extraction system dan automatic turbin start secara
bersamaan, pengoperasian hotwell pump B dan pengendalian level kondenser secara bersamaan.
Dengan menggunakan SAMBEL durasi start-up PLTP Ulubelu dapat dikurangi 1,43 jam dan
potensi energi listrik yang dapat dihasilkan pada tahun 2013 dan triwulan I 2014 adalah Rp.
358.479.000,-. SAMBEL dapat diaplikasikan pada pembangkit geothermal yang sejenis.

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Drill Chuck

31

Pembangkitan
1723127 Sumatera Bagian
Selatan

1. AHMAD NURMAN
2.R.BAGUS DWIARSO
NDOWER TOOL (NAIL,DOWEL PIN REMOVER TOOL)
YAKTI
3.SUPARNO

Dowel Pin
Injection Pump
Fuel Injection Valve

Silencer

32

Pembangkitan
1723128 Sumatera Bagian
Selatan

1. MGS M TANTHOWI
TOM
SISIR (STEAM BLOWING SILENCER)
2.SLAMET MUJIO
3.TEDY PRABOWO

Steam Blowing
dBA
NAB
kebisingan

AAACS

33

1723148

Wilayah
Kalimantan Barat

1. DONNY SATRIYAWAN JTM


ICP PLUS (PENGUPAS KABEL AAACS)
2.MAHSUS
3.RIO PRABOWO
PDKB

Abstrak
NDOWER TOOL (Nail, Dowel Pin Remover Tool) adalah sebuah alat yang di desain
untuk mempermudah pelepasan dowel pin, khususnya dowel pin di injection pump dan fuel
injection valve mesin diesel Wartsilla 12V46. Ndower tool telah melalui proses uji material di
PT PLN (Persero) PUSHARLIS pada tanggal 14 April 2014 dan telah diaplikasikan oleh unit
pembangkit lain. Selain itu, karya inovasi ini telah meraih peringkat 1 (satu) dalam lomba
karya inovasi internal PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel bidang Technical
Supporting yang diselenggarakan pada tanggal 1-2 April 2014 di Palembang. Alat yang mulai
diimplementasikan sejak 21 Maret 2013 tersebut, berawal dari permasalahan sulitnya
memaksimalkan proses penyekiran (meratakan permukaan) saat pemeliharaan injection
pump dan fuel injection valve. Hal ini diakibatkan oleh dua buah dowel pin yang sulit dilepas
pada kedua equipment tersebut. Implementasi ndower tool pada mesin diesel Pusat Listrik
Tegineneng mampu memberikan kontribusi terhadap perbaikan kinerja khususnya : SOF,
Tara Kalor Netto, OEE dan OPEX Non-Fuel. Dengan biaya pembuatan sebesar Rp. 109.500,(Seratus Sembilan Ribu Lima Ratus Rupiah), ndower tool mampu memberikan manfaat yang
besar, baik secara finansial maupun non finansial, yaitu : waktu pekerjaan pemeliharaan
injection pump yang semula 300 menit menjadi 270 menit dan pemeliharaan fuel injection
valve yang semula 240 menit menjadi 210 menit. Dengan menggunakan ndower tool pada
pemeliharaan kedua equipment tersebut, keuntungan finansial yang diperoleh adalah
sebesar Rp. 297.898.500,- (Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Sembilan
Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah).

SiSir atau Steam Blowing Silencer merupakan inovasi yang telah diimplementasikan
pertama kali pada Mei 2013 di PLTU #1 Teluk Sirih dan telah melalui Uji Material di PT PLN
(Persero) PUSHARLIS pada tanggal 15 April 2014. SiSir berfungsi untuk memperbaiki kinerja
dalam hal Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dimana dapat meredam suara keluaran dari
outlet instalasi perpipaaan saat pelaksanaan prosessteam blowing. SiSir yang mempunyai
bentuk fisik seperti sebuah tabung tanpa atap ini dibuat dari beberapa lapisan pelat ST
52(Carbon Steel) dan Glass Wool agar mampu mengurangi kebisingan seoptimal mungkin
tanpa memengaruhi peranan penting Steam Blowing dalam membersihkan instalasi perpipaan
jalur uap. Dengan inovasi SiSir, terjadi penurunan tingkat kebisingan dimana sebelum dipasang
SiSir (secara literature) menghasilkan tingkat kebisingan yang tinggi, >120 dBA, dan setelah
dipasang SiSir menghasilkan suara yang berada pada Nilai Ambang Batas faktor fisika di
lingkungan kerja sesuai KEP-51/MEN/1999 Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia,
yakni 85 dBA. Penurunan kebisingan tersebut juga mengurangi polusi suara terhadap
lingkungan sekitar pembangkitan yang mencerminkan kepedulian PT PLN (Persero) terhadap
lingkungan, sehingga diharapkan pembangkit-pembangkit lain dapat menerapkan hal yang
sama pada permasalahan sejenis.

Permasalahan pada penghantar Jaringan Tegangan Menengah ( JTM ) yang menggunakan Konduktor AAACS atau konduktor yang berisolasi ini
memerlukan alat bantu pengupas yang handal apalagi menggunakan metode PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) TM metode berjarak
banyak menggunakan peralatan bantu yang sudah ada seperti:
Parang : Bisa digunakan untuk mengupas konduktor A3CS ukuran apa saja, tapi pengunaannya sangat sulit dan berbahaya karna dapat merusak inti
kabel dan membahyakan linesman.
WSR 2-360 : Penggunaannya hanya untuk satu ukuran konduktor saja. Cara kerjanya diputar sambil di dorong dengan tenaga ektra, dan untuk
pemeliharannya pun sangat sulit kalau rusak ganti baru, karena produk luar negeri. Berat alat ini 1,2 kg.
Two in One : Penggunaannya hanya untuk satu ukuran konduktor saja. Cara kerjanya memotong dan membelah isolasi AAACS dengan di pres,
Setelah itu melepas bekas potongan dan belahan dengan menggunakan double hook. Berat alat ini 2,4 kg.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibuatlah Insulated Cable Peeler Plus (ICPplus) yaitu pengganti peralatan diatas sehingga mempermudah dan
mempersingkat waktu penyelesaian pekerjaan, serta memperkecil resiko kesalahan pekerjaan dan kecelakaan saat pelaksanaan pekerjaan.
ICPplus adalah gabungan dari beberapa alat diatas maupun eksperimen-eksperimen yang kami lakukan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan di
lapangan.
Inovasi ini sudah diimplementasikan sejak bulan oktober 2013 di PT. PLN (Persero) Area Singkawang.

Gambar

No

34

Kode

Unit

Wilayah
Kalimantan
1723155 Selatan dan
Kalimantan
Tengah

Judul

Inovator

Index

PLTU Asam Asam merupakan pembangkit terbesar di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, sehingga keandalan PLTU harus selalu
terjaga untuk ketersediaan pasokan listrik di Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Seluruh peralatan utama PLTU Asam Asam
menggunakan tegangan 6 kV, oleh karena itu kestabilan tegangan pada auxiliary trafo 6 kV sangat diperlukan, karena akan berpengaruh pada
Overvoltage
peralatan 6 kV dan juga peralatan-peralatan dengan suplai tegangan 400V yang bersumber dari auxiliary trafo, dimana tegangan diturunkan melalui
1. ERVINA KWINTANA
trafo-trafo 6kV/400V. Permasalahan yang pernah terjadi yaitu terbakarnya trafo-trafo 400/110 V pada peralatan kontrol Coal & Ash Handling yang
DESIGN PROTEKSI VOLTAGE ALARM
PADA AUXILIARY TRANSFORMATOR
2.MUHAMMAD
Undervoltage UNIT 1 & 2
disebabkan karena overvoltage pada tegangan 6 kV. Hal ini menimbulkan kerugian materi pada sisi peralatan, karena harus mengganti seluruh trafo3.YUSTINA RIVA YUNITA
trafo yang terbakar. Inovasi ini bertujuan untuk membuat desain proteksi voltage alarm pada auxiliary trafo unit 1 & 2 sehingga bisa dilakukan
Trafo
penanggulangan gangguan pada saat terjadi perubahan tegangan ekstrem pada auxiliary trafo sebelum terjadi kerusakan pada peralatan maupun
gangguan unit. Nilai setting yang digunakan dalam inovasi ini adalah 5% dari tegangan normal 6 kV, yaitu alarm undervoltage dengan nilai setting 5700
V dan alarm overvoltage dengan nilai setting 6300 V.

Listrik Pintar

35

1723158

Wilayah Papua
dan Papua Barat

PAPAN METER VERSI 2

1. ISNU HANDIBRATA
Engineering Token
EKO PUTRA
2.RAHMADA MULIA
Susut Non Teknis
WHARDANA MOLJOADIE
3.TRI NUR UTOMO
Alat Bantu
Papan Meter Pintar

Generator Air Cooler

36

Wilayah
Kalimantan
1723176 Selatan dan
Kalimantan
Tengah

Abstrak

Strainer Portable

1. FELANDI ARLIANTORO
Strainer openloop
2.HERI AGUS SETIAWAN
3.MUHAMMAD YUSDI
Change over
RISADI

kWh Meter Prabayar atau yang disingkat LPB yang saat ini menjadi program PLN dengan nama Listrik Pintar merupakan sebuah loncatan besar bagi
pertumbuhan kelistrikan di Indonesia. Pada tahun 2012, Indonesia berhasil mengejar Afrika Selatan yang merupakan pelopor Listrik Prabayar dunia
dalam hal pengguna kWh Meter Prabayar dengan pencapaian saat itu 7 juta pelanggan. Walau sudah diimplementasikan sejak tahun 2005,
pengembangan terhadap Listrik Pintar masih terus dilakukan termasuk pengembangan pengoperasian lapangan. Salah satu kunci pokok pengoperasian
listrik pintar adalah Engineering Token yang merupakan token-token setting kWh Meter Listrik Pintar. Tanpa token-token tersebut, listrik pintar tidak
dapat beroperasi sesuai standar dan bahkan berpotensi menimbulkan susut non teknis. Sehubungan dengan hal-hal yang terjadi di lapangan, perlu
dikembangkan sebuah alat bantu dimana dapat membantu petugas dalam pelaksanaan penyetingan kWh Meter. Dengan berbahan baku aluminium
yang ringan tapi kuat dan tahan lama, Papan Meter (PanTer) didesain dengan sederhana untuk penggunaan dimana saja dan mobile akan tetapi
memiliki banyak manfaat bagi PLN

STRAINER PORTABLE ABSTRAK Openloop merupakan pompa yamg digunakan untuk memompa air pendingin dari waterbox kondensor menuju ke
system pendingin bantu seperti: Turbine oil cooler (TOC), Generator Air Cooler, Auxilary Cooling water Cooler, dan Vacum Pum Cooler. Pada Proses
Preventive Maintenance salah satu parameter dalam pengecekan adalah DP strainer Openloop. Untuk proses pemeliharan strainer adalah dilakukan
change over peralatan, waktu pemeliharaan yang membutuhkan waktu lama. Masalah yang timbula adalah ketika akan dilakukan pemeliharaan
strainer dan harus dilakukan change over peralatan akan tetapi pompa openloop yang akan dilakukan change over juga mengalami perbaikan
peralatan. Jika tidak dilakukan pemeliharaan strainer berdampak pada kurangnya flow air pendingin sehihingga mengakibatkan temperature ke cooler
akan naik sehingga berakibat pada derating beban atau trip unit. Strainer Portable merupakan strainer tambahan yang dapat memudahkan dalam
proses pemeliharaan strainer openloop. Dimana dengan adanya alat ini kita tidak perlu melakukan change over peralatan sehingga dapat dilakukan
pemeliharaan secara online, waktu pemeliharaan yang relative lebih singkat dan jumlah man power yang dibutuhkan relative lebih sedikit sehingga
dapat dialihkan untuk pekerjaan yang lainya. Semoga inovasi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi guna mendukung kinerja PT PLN (persero)
menuju World Class Company

Gambar

No

37

Kode

Unit

PT Pelayanan
1723191 Listrik Nasional
Batam

Judul

Inovator

Index

1. SUPRIYANTO
Tool
TOOL PEMASANGAN MOTOR RADIATOR
DI PLTD BALOI PT PLN BATAM
2.SURIYANTO
3.TUKIMIN
Radiator

Kabel
Otomatisasi
38

Wilayah Sulawesi
1. EMIR MUHAIMIN
1723193 Selatan, Tenggara CAMER (CABLE METER/PENGUKUR
KABEL)
2.HANISAH
dan Barat
3.MUHAMMAD IKBAL

Sensor
Magnetic
Pelayanan

Batubara

39

1723202

Wilayah Riau dan


NIPPLE PLUS-PLUS
Kepri

1. HENDRA ISMAN
2.ILYAS
3.YUDA PRATAMA

Crusher
Bearing
Nipple Plus-plus

Abstrak

ABSTRAK TOOL PEMASANGAN MOTOR RADIATOR DI PLTD BALOI PT.PLN BATAM Inovasi ini dibuat karena adanya kendala pada saat pemeliharaan
motor radiator, Selama ini pemasangan maupun pelepasan motor radiator menggunakan alat bantu chainblok sebagai pengangkat, dengan hanya
menggunakan alat bantu chainblok tersebut pemeliharaan motor radiator menjadi molor atau lama. Pada saat pemasangan, posisi motor radiator
masih kurang naik sehingga pada saat mendudukan motor radiator tersebut harus menggunakan tenaga yang extra kuat untuk mengangkatnya atau
menggunakan tenaga 4 orang. Pada saat penurunan, motor radiator bisa terpelanting dikarenakan posisi motor radiator yang posisi semula tegak,
setelah terlepas dari dudukannya akan pada posisi miring. Disamping menggunakan tenaga exstra posisi motor tersebut pada ketinggian 3 meter
sehingga keselamatan tenaga kerja sangat berbahaya. Berawal dari kendala diatas timbulah pemikiran membuat tool untuk pemeliharan motor
radiator yang dapat memudahkan pemeliharaan motor radiator. Dengan tool hasil inovasi maka kendala yang selama ini di alami telah dapat teratasi

Metode pengukuran kabel oleh unit-unit PLN, baik itu kabel jenis twisted, AAAC, maupun LVTC, dilakukan dengan cara mengulur kabel di tanah sampai
dengan tempat yang telah ditandai dengan ukuran tertentu, atau dengan menggunakan meteran, setelah diulur sesuai dengan panjang yang
dibutuhkan baru kabel digulung kembali. Metode ini memiliki kekurangan yaitu memerlukan tempat yang luas sebagai tolak ukur, tidak efisien dalam
waktu karena kabel harus diulur terlebih dahulu sebelum bisa digulung serta kurang akurat karena tolak ukur yang digunakan tidak baku. Kekurangan
yang coba diatasi dengan CAMER (Cable meter). CAMER merupakan alat pengukur panjang kabel dengan memanfaatkan bagian dari walking meter
sebagai sentralnya dan empat roda lain yang digunakan sebagai konstruksi penekan. Kabel yang akan diukur dilewatkan melalui roda-roda camer,
putaran roda dikonversi melalui perhitungan gear ratio, counter akan menghitung tiap putaran roda sentral dengan satuan panjang (meter). Pemilihan
besar roda yang dipakai menggunakan perhitungan circumference (2?r) dimana r adalah jari-jari roda. Pengembangan selanjutnya untuk counter
analog tersebut adalah dengan melengkapi CAMER sebuah counter digital. Rangkaian sederhana mikrokontroler yang memproses inputan yang
dihasilkan oleh sensor magnetic yang dilewati magnet permanen yang berputar seiring putaran roda sentral. Tiap kali magnet tersebut melewati
sensor, akan dikenali sebagai logika 1. Beberapa logika 1 dirasiokan dengan ukuran tertentu misalnya 1 meter. Dilengkapi dengan keypad, pengguna
cukup mengetikkan volume kabel yang diinginkan, kemudian melewatkan kabel pada roda sentral, sensor secara digital akan menghitung dan
memberikan sinyal ketika telah memenuhi volume yang diinginkan. Secara analog dan digital, kedua counter camer memiliki akurasi yang sama

PLTU Tanjung Balai Karimun merupakan PLTU yang menggunakan type spreader
stoker boiler dengan bahan bakarnya yaitu batu bara, size yang direkomendasikan masuk
keruang bakar boiler yaitu 3 cm2, untuk mendapatkan ukuran batu bara yang diizinkan
maka sebelum masuk ke coal bunker batu bara harus melewati crusher (penggiling batu
bara) untuk dihancurkan sesuai ukuran. Crusher yang dimiliki PLTU Tanjung balai karimun
berjumlah 1 unit untuk melayani kebutuhan 2 unit boiler, sehingga peranan crusher sangat
penting untuk menjaga kestabilan pembangkit, jika terjadi kerusakan otomatis ke 2 unit
PLTU Tanjung balai karimun akan mengalami gangguan. Seperti kendala yang terjadi Pada
tanggal 5 Juni 2012 pada jam 9.45 crusher mengalami gangguan (panas) pada bearing A
dan mengeluarkan asap. Setelah dilakukan pembongkaran,inspeksi dan disimpulkan bahwa
penyebab gangguan ternyata bearing mengalami panas karena kekurangan grease, untuk
memastikan,bearing B ikut dilakukan pembongkaran, dan masalah yang sama juga di jumpai
pada Bearing B yaitu kekurangan grease. Penyebab ini terjadi karena posisi penggreasan
pada bearing tersebut tidak memungkinkan dijangkau oleh tim pemeliharaan,sehingga tim
pemeliharaan sulit melakukan penggreasan. untuk mengatasi hal yang sama akan berulang
kembali maka sebelum melakukan pemasangan bearing pada shaft crusher dibuat lah suatu
alat pendukung untuk mempermudah tim pemeliharaan melakukan preventive maintenance.
Yang intinya yaitu agar bisa dilakukan penambahan grease bearing crusher tanpa
pembongkaran pulley dan motor, PLTU tidak derating pada saat penambahan grease
sehingga gangguan (panas) pada bearing crusher tidak kembali terjadi, alat pendukung ini

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak

Pasang baru
Pada bulan Oktober 2009 di Wilayah Kalimantan Timur telah melayani pelanggan pasang baru dengan Listrik Pra Bayar ( LPB), dengan keterbatasan
Alat Tera Zera EPZ ( Germany ) yang hanya bisa melakukan peneraan untuk kWh meter system Open Link ( kumparan arus danb kumparatan tegangan
terpisah ), maka LPB dipasang tanpa ditera terlebih dahulu, sehingga kemungkinan error / tingkat kesalahan pengukuran kWh meter tidak diketahui
1. DWI ARISANDY
Pra Bayar
maka berdampak Losses, berdasarkan permasalah tersebut dibuat modifikasi fungsi alat tera ZERA EPZ dengan rangkaian Trasformator istilah pabrikan
Wilayah
2.HARIANTO EKO
1723206
Modifikasi Zera EPZ alat tera Kwh meter link dapat melakukan tera pada system closedengan
link sebutan Isolated Current Transformator (ICT), dan setelah ICT 212 (nama yang diberikan) digunakan beberapa bulan, ICT 212 didaftarkan ke
Kalimantan Timur
SAPUTRO
Alat Tera
LMK/PLN Puslitbang untuk diperiksa/dikalibrasi bersamaan dengan Alat Tera Zera EPZ dan pada tanggal 16 Agustus 2011 oleh PLN Puslitbang telah
3.SUKARI SUKARI
menerbitkan Sertfikat Alat Trera Zera EPZ dilengkapi ICT 212 No.2121.32.BTND.381B/11.11 ( lampiran 2) mendapat ijin untuk digunakan peneraan kWh
LPB
meter LPB dan Digital dengan system Close Link ( kumparan arus dan kumparan tegangan dijadikan satu ), Alat Tera Zera EPZ dan ICT 212 digunakan
sejak akhir tahun 2009 sampai sekarang ( lebih dari 4 tahun).
Open Link
Listrik

40

41

Komunikasi radio merupakan komunikasi yang sangat penting dalam pengaturan sistem
ketenagalistrikan AP2B Sistem Minahasa dan Gorontalo. Namun supply tegangan AC pada
repeater (station pengulang) di gunung makaweimben sering mengalami gangguan serta
penanganan gangguan relatif lama karena beratnya medan yang ditempuh. Oleh karena itu
dicarilah solusi agar dapat mengontrol dan mengawasi supply tegangan AC secara cepat,
AP2B
handal serta tidak mengesampingkan faktor keamanan.
Pada makalah inovasi ini akan dibuat suatu sistem aplikasi yang dapat mendeteksi hilangnya
Tegangan AC
tegangan, dapat mengontrol dan mengawasi secara terpusat dari jarak jauh sumber supply
1. EKO TEGUH
tegangan AC jala-jala listrik maupun dari generator. Peralatan utama yang digunakan dalam
Wilayah Sulawesi
MULYONO
Station pengulang
peralatan ini menggunakan Modul Remote Input/Output yang berperan sebagai otak untuk
1723214 Utara, Tengah dan Deteksi Tegangan dan Kontrol Generator Menggunakan Protocol IEC 104 di Repeater Makaweimben (DETERGEN 104 )
2.KHUDJATUL KHAQ
menjalankan semua perintah yang disampaikan melalui jarak jauh, generator yang telah
Gorontalo
3.LONNARD E. NELWAN Modul Remote
dimodifikasi dan fiber optik sebagai media komunikasi data yang telah terpasang di station
Input/Output
repeater Makaweimben.
Peralatan sudah diimplementasikan di station repeater Makaweimben serta sudah termonitor
Fiber optik
indikasi dan mampu untuk dieksekusi di Kantor AP2B dengan akurasi pembacaan dan
pengontrolan 100% sesuai kejadian di lapangan. Dengan adanya sistem ini maka ada
efisiensi waktu tempuh untuk penanganan gangguan akibat hilangnya supply AC di lokasi,
penghematan bahan bakar untuk sistem ketenaga-listrikan Minahasa-Gorontalo dan
cepatnya pemulihan gangguan penyulang dan koordinasi pembangkit karena sistem
telekomunikasi Radio aman dan terkendali.

Exhaust Valve Cage

42

1723216

Wilayah Nusa
Tenggara Timur

ART CAD - 3 IN 1

1. BARNABAS Y.
IMANUEL
2.MUHAMMAD REZA
ARMYA
3.SANTO

Keandalan
Kebocoran
Skir katup

Ketepatan pekerjaan pemeliharaan baik dalam pelaksanaan maupun dalam penyelesaian sangat diperlukan karena berkaitan dengan keandalan
penyaluran sistem tenaga listrik. Pada pengujian pekerjaan corrective maintenance exhaust valve cage mesin Daihatsu Tipe 6DL-28, didapati beberapa
permasalahan antara lain kebocoran gas buang yang disebabkan kerusakan valve lapping (skir katub) dan kebocoran saluran air pendingin karena
kerusakan o-ring. Dalam pekerjaan tersebut, selain perlu me-reassembly exhaust valve cage, juga harus me-reassembly cylinder head untuk
melaksanakan skir katup dan tes kebocoran. Pekerjaan ini memerlukan waktu dan tenaga yang cukup besar. Selain itu, special tool yang digunakan
untuk me-reassembly cylinder head juga terkendala karena jumlah alat. Special tool hanya tersedia 1 buah, sedangkan jumlah mesin dengan tipe yang
sama ada 3 buah dan tersebar di beberapa tempat. Sehingga apabila special tool tersebut masih dipakai di PLTD yang lain, maka Pusat Listrik Maumere
harus menunggu pekerjaan di PLTD tersebut selesai terlebih dahulu baru kemudian dikirim ke Pusat Listrik Maumere. Untuk dapat melaksanakan
pekerjaan lebih efektif dan efisien, maka dibutuhkan suatu karya inovasi yaitu Art Cad - 3 In 1 yang dapat melaksanakan pekerjaan skir katub, menguji
kualitas hasil skir katub, dan menguji ada tidaknya kebocoran pada sistem saluran air pendingin exhaust valve cage. Dengan alat ini maka pekerjaan
corrective maintenance pada Exhaust Valve Cage dapat dilaksanakan tanpa me-reassembly cylinder head

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Dispatcher
Gardu Induk

43

Wilayah Sulawesi
1. INDAH KURNIATI
Pembangkit
1723218 Utara, Tengah dan AUTOMATIC NUMBER IDENTIFICATION
RADIO
ANALOG
2.KEMAS
M. TOFANI
HS(ANIRA)
Gorontalo
3.PRIYADI
PTT
Regulator tegangan
Mikrokontroler

Abstrak
Media komunikasi radio merupakan media yang menjadi prioritas utama dan paling sering
digunakan karena sifatnya yang konferensi. Salah satu kendala yang biasa mengganggu
proses koordinasi melalui radio antara Dispatcher dengan operator Gardu Induk dan
Pembangkit adalah penggunaan radio komunikasi yang tidak tertib oleh beberapa orang,
baik dengan cara menekan PTT tanpa mengirim informasi ataupun mengirimkan suara-suara
aneh seperti siulan atau memperdengarkan lagu. Gangguan tersebut tidak diketahui
darimana asalnya, sehingga Dispatcher tidak bisa memberikan peringatan. Oleh karena itu,
dirancanglah sebuah alat yang dapat mendeteksi asal pengirim informasi melalui media
komunikasi radio.
Alat pendeteksi ini terdiri dari perangkat keras (Hardware) berupa rangkaian Regulator
Tegangan, Rangkaian Mikrokontroler dan Serial to Ethernet serta perangkat lunak (software)
berupa tampilan program pada master. Sistem ANIRA ini memanfaatkan Aksesoris konektor
pin yang ada pada radio base analog yaitu pada pin output yang disetting pada posisi Clear
to send sebagai penanda akan terjadinya komunikasi. PIN tersebut berfungsi sebagai
masukan perangkat ANIRA. Pada saat perangkat ANIRA menerima masukan dari radio base,
maka mikrokontroler akan mengirimkan karakter unik yang selanjutnya akan dikirim ke
komputer server di AP2B melalui media FO. Komputer server akan menerjemahkan setiap
karakter unik yang diterima dan akan ditampilkan pada tampilan program ANIRA. Sehingga
semua radio base analog yang telah terpasang perangkat ANIRA dapat termonitor.

44

NDS Bearing Generator merupakan salah satu komponen yang berperan penting dalam menjaga kinerja operasi generator. NDS Bearing generator
berfungsi untuk menjaga kestabilan posisi dan putaran poros serta mencegah atau mengurangi koefisien gesek antara shaft dengan body generator.
Seiring dengan jam operasi dan pola pembebanan yang berbeda beda pada suatu generator menyebabkan terjadinya step wear (keausan) pada
bearing NDS. Hal tersebut dapat mempengaruhi ketidaksempurnaan mechanical contact antara shaft dengan bearing yang mengkibatkan terjadinya
Mechanical Contact
1. ABDUL RAHMAN
kenaikan temperatur bearing NDS. Tidak adanya special tools dari pabrikan menjadi suatu kendala dalam melaksanakan pemeliharaan / penggantian
KADIR
bearing NDS generator. Kenaikan temperatur bearing NDS adalah indikasi ketidaksempurnaan mechanical contact dan salah satu upaya untuk
Wilayah Sulawesi
NDS Bearing generator
2.ANTONIUS HARNANTO
mencegah hal tersebut adalah dengan cara melakukan penggantian bearing NDS tepat waktu. Special Tools For Generator NDS Bearing Removal and
1723219 Selatan, Tenggara SPECIAL TOOLS FOR GENERATOR NDS BEARING REMOVAL AND INSTALLATION ON MIRRLESS ESL 16 MK 2 PLTD POASIA
S
Installation On Mirrlees ESL 16 MK 2 adalah sebuah alat yang dirancang untuk mempermudah dalam pelaksanaan penggantian bearing NDS,
dan Barat
Special Tools
3.BAMBANG HARIANA
mengingat ruang kerja yang sempit pada generator, tidak adanya special tools dari pabrikan dan rekomendasi dari pabrikan yakni penggantian bearing
NURZEHA
harus dilakukan di workshop membuat pekerjaan penggantian bearing akan menjadi lama sehingg durasi shut down mesin pembangkit tinggi dan
shut down
membutuhkan biaya yang signifikan. Berdasarkan implementasi inovasi yang dilakukan bulan Juni 2013 pada mesin Mirrlees #3, didapatkan manfaat
penghematan waktu pemeliharaan / penggantian bearing pada saat inspection selama 1 minggu dari selisih waktu apabila harus dikerjakan di
workshop serta manfaat finansial berupa mencegah terjadinya loss production opportunity yang cukup besar. Diharapkan inovasi special tools ini dapat
digunakan secara luas sehingga didapatkan manfaat yang lebih besar

45

Distribusi
1723222
Lampung

kWh
1. ILYAS
TAKSI PRABAYAR (alaT AKtivaSI kwh
meter PRABAYAR)
2.NUGROHO
SETIAJIB
3.SUTEGUH RAHMAN

Prabayar
Token

TAKSI PRABAYAR (alaT AktivaSI kwh meter PRABAYAR) adalah sebuah alat yang dirakit untuk membantu saat aktivasi meter Prabayar dengan cara yang
cepat dan pengoperasian alat yang mudah, alat ini juga sangat mudah dibuat dengan memodifikasi tutup terminal meter Prabayar, sehingga aktivasi
meter Prabayar tanpa harus membuka baut terminal dan memasukan kabel power pada terminal kwh meter tersebut. Dengan aktivasi yang mudah ini
diharapkan tidak terjadi aktivasi meter Prabayar pada saat pemasangan disisi pelanggan yang memungkinkan penyalahgunaan Token Engginering, agar
Listrik Pintar ini tidak dipinterin sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan efektifitas kerja serta meningkatkan mutu pengendalian dan
pengawasan Listrik Pintar

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak

Rangkaian control
Waktu beban gardu

46

1. ADE ARRANG MALLE


MANTIRI
Wilayah Maluku
1723224
RANGKAIAN KONTROL WAKTU ON/OFF
BEBAN
GARDU
2.DWI ADY
PRASTOWO
dan Maluku Utara
3.G. SUGARA PUTRA
MUTTAQIN

Saidi
Black Out
Contactor

Lama waktu padam merupakan salah satu target kinerja dalam perusahaan yang dikenal dengan SAIDI. Lama padam ini akan berpengaruh kepada kWh
Jual dan citra perusahaan. Salah satu penyebab kenapa lama padam adalah lamanya pemulihan system saat terjadi black out (BO). Lamanya pemulihan
tersebut diakibatkan karena penyulang dalam kota (1.4 MW) tidak dapat dimasukkan sebelum melepas 6 trafo. Membutuhkan waktu 20-40 menit
untuk penyulang dalam kota operasi itu belum terhitung nyala pergardu. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut di atas, tim inovasi melakukan
pembuatan rangkaian control waktu on/off beban gardu. Dengan menggunakan contactor dan timer dimana kapasitas kontactor disesuaikan dengan
kapasitas Trafo. Inovasi sangat efektif dan efisien, dalam artian permasalahan diatas cepat teratasi setelah pemasangan 3 panel pemulihan system
membutuhkan waktu 5-7 menit dan pembuatannya yang mudah dan cepat. Alat ini dapat diandalkan dan responsive dalam pengoperasiannya.

Timer

Exhaust Valve Housing (EVH) biasa mengalami keausan pada bagian bushing yang disebabkan adanya gesekan dengan klep karena pelumasan yang
tidak lancar dan kualitas material bushing yang tidak sesuai standard sehingga umur pemakaiannya semakin pendek dari jam operasi yang seharusnya.
Hal tersebut ditandai dengan terjadinya kebocoran asap pada EVH dari proses pembilasaan saat pengoperasian mesin. Kondisi peralatan special tool
spring dan bushing saat ini dengan tidak adanya dudukan EVH, sehingga membutuhkan banyak tambahan alat bantu dan banyak tenaga untuk
Exhaust Valve Housing
1. MUHAMMAD
melakukan pengikatan baut, menahan EVH saat proses mounting dan dismounting. Hal ini berdampak pada proses pemeliharaan menjadi tidak efisien,
ARIAMUDDIN
karena dibutuhkan personil yang cukup banyak dan waktu pengerjaan yang lama serta beresiko pada keselamatan dan kesehatan pekerja karena
Wilayah Maluku
Redesign Special Tool
1723227
REDESIGN SPECIAL TOOL SPRING2.RUDOLF
DAN BUSHING
6TM / 12TM
410 RRmenjongkokan dan membungkukkan badan. Hal tersebut dapat mengganggu kesiapan dan keandalan sistem karena
B. EXHAUST VALVE HOUSING MESIN SWD
dilakukan
pada posisi
dan Maluku Utara
MALAIHOLLO
dimungkinkan lamanya waktu pemeliharaan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibuatlah redesign special tool spring dan bushing EVH mesin SWD
Efisien
3.YOYOK WIDIATMOKO
6TM/12TM 410RR dengan pembuatan dudukan EVH dan penambahan pegangan jack sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan secara berdiri
dengan jumlah tenaga yang sedikit dan waktu pekerjaan yang singkat. Inovasi redesign special tool spring dan bushing EVH mesin SWD 6TM/12TM
Keselamatan dan
410RR mempermudah pekerjaan, meningkatkan efisiensi pemeliharaan, dan mengurangi resiko yang membahayakan keselamatan kerja. Disamping
Kesehatan Kerja
itu dengan waktu pemeliharaan yang lebih singkat mampu menjaga kesiapan mesin. Sehingga menunjang pencapaian target kinerja PLTD Hative Kecil
dalam meningkatkan factor ketersediaan daya (EAF), meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan dan pencapaian zero accident.
Pemeliharaan

47

Pasca bayar

48

1. BUSTANI HADI
Wilayah Sumatera
WIJAYA
1723230 Selatan Jambi dan REport (REguler SmArt Portable)
2.MOH. KHOZAIN
Bengkulu
3.SYARBANI S

Mikrokontroler
Relay kontak
TUL VI-01
Umur piutang

Prinsip kerja sistem ini yaitu memutuskan wiring pada kwh meter dengan relay contact normally closed (NC) berdasarkan waktu batas akhir
pembayaran listrik yaitu tanggal 20 setiap bulannya. Dengan menggunakan mikrokontroler setting waktu dan perintah open pada relay dapat di
program secara langsung sehingga mempermudah pengaplikasiannya pada semua merk meter pasca bayar baik analog maupun semi elektronik. LCD
diperlukan untuk memberi tanda waktu dan peringatan batas pembayaran listrik yang menggantikan fungsi TUL VI-01. Jika pelanggan telah melakukan
pembayaran maka pelanggan akan mendapatkan kode pembayaran yang kemudian bisa di entri pada keypad yang tersambung dengan meter. Namun
jika pelanggan belum melakukan pembayaran pada tanggal 20 maka secara otomatis listrik akan mati pada tanggal 21 pada bulan tersebut.Sistem ini
didesain dengan pengembangan RESA, metode portable 10 pelanggan per rayon. Ketika pelanggan yang dulunya tidak pernah mau tertib membayar,
sudah menjadi tertib membayar atau migrasi ke prabayar, maka alat akan dipindahkan ke pelanggan lain. Hal ini membuat sistem ini hemat dan
menguntungkan. Dengan demikian, pengembangan sistem ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai fasilitas bisnis pasca bayar untuk meningkatkan
nilai kinerja perusahaan khusunya umur piutang sehingga pelanggan akan lebih tertib membayar listrik juga sebagai upaya untuk menuju World class
services.

Gambar

No

49

Kode

Unit

PT Pelayanan
1723231 Listrik Nasional
Tarakan

Judul

SIMPLE TESTER

Inovator

1. AGUNG SEDAYU
2.MUHAMMAD AKBAR
3.R.BAMBANG
WIJANARKO

Index

SPARK PLUG
MGAV
PCV

50

1. DANIEL RIO
Selempang
ARMANDA
UIP Jaringan
1723235
SELEMPANG IKAT PELENGKAP PANJAT
2.DENY(SIPP)
BAGUS
Peralatan
Sulmapa (UIP XIII)
ARISTANTO
3.RAMMA DWIHADIANA Pemeriksaan

51

1. ANDRIAN JULI
FITRIANTO
UIP Jaringan
1723236
SETTING GALIAN PONDASI TOWER
(SEGA POWER)
2.HENDRY
CHRISTIAN
Sulmapa (UIP XIII)
SAPUTRA
3.YOHAN ARDHIKA

Laser Dioda
Setting galian
Trigonometri
Pondasi peralatan
Transmisi

Abstrak
Guna mendukung kehandalan sistem PT PLN Tarakan khususnya mesin
WARTSILA 34 SG tetap optimal, maka secara berkala harus dilakukan
pemeliharaan, misal pada saat penggantian SPARK PLUG, MGAV dan PCV. Untuk
mengurangi terjadi gagal start pada mesin wartsila 34 SG setelah pemeliharaan
karena komponen SPARK PLUG, MGAV dan PCV tidak berfungsi dengan baik.
Maka kami mempunyai ide untuk membuat alat yaitu SIMPLE TESTER dimana
pada suatu alat tersebut terdapat empat fungsi pengetesan yaitu (SI=Spark Plug
Ignition, M=MGAV, P=PCV dan LE=Leakage Tester). SIMPLE TESTER terbuat dari
beberapa komponen mesin wartsila khususnya komponen proses pembakaran
yaitu CCU, TRIG MODULE, KOIL IGNITION dan EXTENSION. SIMPLE TESTER
dibuat bertujuan untuk mempersiapkan material spare part pendukung
pemeliharaan yaitu SPARK PLUG, MGAV dan PCV. Jadi sebelum material spare
part tersebut digunakan harus melewati uji fungsi menggunakan SIMPLE TESTER
ini. Selain itu SIMPLE TESTER juga digunakan untuk menyeleksi barang yang
masuk ke gudang khususnya SPARK PLUG, MGAV dan PCV, oleh panitia penerima
barang. SIMPLE TESTER juga digunakan untuk mempersiapkan material bekas
handal pendukung pemeliharaan.
Tower-tower transmisi yang telah melalui tahap konstruksi (tahap, yaitu : pembuatan pondasi,
erection tower, pemasangan isolator & accessories, penarikan konduktor dan GSW/OPGW)
selanjutnya akan diperiksa sesuai prosedur standar PLN, untuk memastikan semua item telah
sesuai dengan kontrak dan SPLN.
Pemeriksaan tersebut mengharuskan pengawas untuk melakukan pengecekan mulai dari
pondasi sampai top body tower. Oleh sebab itu diperlukan perlengkapan keselamatan (body
harness) dan peralatan (buku catatan,kamera, alat komunikasi,tool kit, dsb.)
Untuk membawa peralatan pemeriksaan, pengawas umumnya membawa tempat penyimpanan
berupa tas. Tas sebagai tempat penyimpanan perlengkapan sangat membantu, tapi kurang
praktis dan efisien, karena isinya beragam sehingga bisa menyulitkan mencari barang yang
dibutuhkan. Kondisi tempat berpijak yang sangat minim juga menambah kesulitan dalam
melakukan pencatatan ataupun penggunaan alat komunikasi dan alat lain. Faktor keamanan
yang menjadi fokus dalam proses pemeriksaan, mengharuskan peralatan yang dibawa bisa
dengan mudah digunakan.
Oleh karena itu dibutuhkan tempat penyimpanan yang praktis dengan banyak tempat untuk
masing-masing peralatan, sehingga mudah untuk menyimpan dan menggunakan peralatan.
SIPP (Selempang Ikat Pelengkap Panjat) dibuat dengan desain yang praktis dengan kantongkantong
penyimpanan peralatan yang beragam, sehingga mempermudah akses penggunaan
peralatan. Tiap peralatan bisa dikaitkan dengan SIPP melalui key chain atau carbiner sehingga
tidak mudah jatuh / hilang. Personel pemeriksa bisa lebih leluasa menggunakan peralatan,
Dewasa ini kegiatan pekerjaan konstruksi PT PLN (Persero) khususnya untuk pembangunan
Jaringan dan Gardu Induk 70 kV, 150 kV, 275 kV, dan 500 kV terus dilaksanakan sebagai
penyeimbang pembangunan Pembangkit sebagai upaya penyaluran kebutuhan listrik seluruh
wilayah Indonesia.
Saluran transmisi merupakan media yang vital untuk penyaluran tenaga listrik dari hulu (sisi
pembangkitan) menuju hilir (gardu induk dan Jaringan 20 kV). Tahapan konstruksi untuk
pembangunan Sistem Transmisi diantaranya adalah penentuan penempatan titik galian
pondasi peralatan dengan cepat dan tepat sehingga didapatkan erection peralatan yang
sesuai dengan standard. Untuk dapat mempercepat penentuan posisi setting galian maka
dibutuhkan seperangkat peralatan pengukuran yang compatible dengan semua tipe pondasi
dan tipe tower.
Sega Power adalah seperangkat peralatan pengukuran yang dapat diterapkan dalam
pekerjaan setting galian untuk pondasi peralatan Transmisi serta dapat juga digunakan
untuk setting dan pengecekan sudut kemiringan stub tower. mencakup semua tipe pondasi
tower (AA-L s/d DD-HH) maupun Tower Transmisi 150 kV (tipe Aa-3 s/d Dd+9). Adapun
penerapan ini dilakukan pada pekerjaan pembangunan T/L 150 kV Paniki Tanjung Merah.
Sega Power ini dirancang menggunakan beberapa peralatan diantaranya Laser Distance
yang diposisikan pada Center As tower dengan ketinggian tertentu dan ditembakkan kearah
As galian pondasi. Peralatan ini juga dilengkapi tripod, tiang pengukuran bantu, nivo, dan 4
buah laser jarak dekat. Pembuatan peralatan ini diharapkan dapat mempermudah dan

Gambar

No

52

Kode

Unit

Wilayah Nusa
1723242
Tenggara Barat

Judul

Inovator

Index

Logger
1. EDO HERMAWAN
METODE PENGUKURAN SIMPANGAN
FASA,CT DANSimpangan
LOGGER GARDU
2.RIKISUDUT
DJATNIKA
SUdut fasa
3.YUDI PRASETYO
Clamp CT

Abstrak

Makalah Karya Inovasi ini menyampaikan mengenai Metode Pengukuran Simpangan Sudut Fasa, CT dan Logger Gardu untuk mencegah timbulnya
Susut nonteknis yang timbul akibat adanya kejenuhan pada CT dan ketidakseimbangan beban gardu.
Prinsip kerja metoda ini adalah dengan memanfaatkan kWh Meter sebagai media pengukur dan Clamp CT Sebagai Current Transformer Portable.
Untuk Uji Ratio CT dan kejenuhan simpangan sudut fasa hanya butuh dua clamp CT Clamp CT yang pertama digunakan pada sisi primer CT dan Clamp
kedua pada sisi sekunder CT, maka dengan demikian error ratio dan error simpangan sudut fasa dapat terdeteksi. Untuk Logger Gardu menggunakan
tiga clamp CT yang di gunakan pada line utama pada PHBTR (Panel Hubung Bagi Tegangan Rendah) gardu dan dilakukan pengukuran sesuai kebutuhan
(untuk gardu umum minimal 24 jam).
Dengan adanya metode ukur seperti ini maka susut nonteknis dari adanya error ratio CT dan error simpangan sudut fasa dapat dideteksi dan
dihilangkan. Penggunaan metoda sebagai logger gardu dapat mempermudah proses pengukuran karena selain mudah dipergunakan metode seperti
ini mudah untuk di duplikasi.

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak

TRANSMISI DAN DISTRIBUSI

SCADA
1

1712004

Distribusi Jawa
Timur

MODAL MERIT (MONITORING


DAN KENDALI REMOTE
TERMINAL UNIT)

1. ARIF RAHMADI
ANWAR
2.FUAD HASAN

RTU failed
Backup power supply

Treck Schoor

1712005

1712006

Distribusi Jawa
Timur

Distribusi Jawa
Timur

SEPUR BATU BARA


(SELUNGKUP & KAPUR
PENGHAMBAT TUMBUHNYA
TUMBUHAN MERAMBAT)

SINTOSI (PROTEKSI NETRAL


TRAFO DISTRIBUSI)

1. AREVAN TAUFIQUR
RACHMAN
2.ATJIP HARTANTO
3.MOHAMMAD ILHAM

SUTM
Konduktor

1. IRFAN PRIASUKMANA Tegangan lebih


2.PRISMA ASMARA
YUDHA
Sekunder bushing trafo
3.SUGENG ARDIAN
YULIANTORO

Sejak digunakannya SCADA untuk pengendalian penyulang di gardu induk, permasalahan RTU Failed masih terus berlanjut sampai
sekarang. Penyelesaiannya selalu dilakukan oleh operator gardu induk atas permintaan operator Dispatcher atau oleh petugas
pemeliharaan SCADA yang harus datang ke gardu induk, hal ini terjadi jika operator gardu induk tidak paham cara menangani gangguan
RTU failed, sehingga menyebabkan timbulnya biaya transporatsi serta waktu penyelesaian yang lama, mengingat jarak GI dan kantor APD
sangat jauh. MODAL MERIT (Monitoring dan Kendali Remote Terminal Unit) membantu penanganan gangguan RTU failed yang
disebabkan RTU hang dan gangguan power supply, dengan cara resetting RTU langsung dari HMI SCADA dan back up power supply
secara otomatis ketika MODAL MERIT mendeteksi tegangan RTU naik atau turun dibawah standard. Alat ini bersifat universal karena
kompatibel dengan semua aplikasi SCADA dan port komunikasi yang digunakan berupa Ethernet dengan kecepatan akses data hingga
10Mbps. Sejak Agustus 2013, MODAL MERIT telah terimplementasi dengan baik di GI Lawang, GI Polehan, GI Pier, GI Sukorejo dan GI
Sengkaling

Pemasangan treck schoor berfungsi untuk menahan gaya tarik konduktor terhadap tiang agar tiang tersebut tidak tertarik sehingga
dapat roboh. Dibalik kegunaan tersebut, treck schoor memiliki kelemahan karena dapat menjadi media rambatan tanaman dan sangat
berpotensi menyebabkan gangguan pada jaringan SUTM apabila rambatan tanaman tersebut mencapai konduktor SUTM. Media
rambatan juga bisa melalui tiang SUTM. Menanggapi masalah tersebut, maka diciptakanlah tambahan asesoris dan pemberian kapur
pada konstruksi treck schoor dan tiang yang diberi nama SEPUR BATU BARA (SElungkup dan kaPUR penghamBAt Tumbuhnya tumBuhAn
meRAmbat). Beberapa manfaat dari penggunaannya adalah : 1. Mengurangi resiko gangguan penyulang yang disebabkan oleh rambatan
2. Menghambat laju pertumbuhan rambatan sehingga tidak menjangkau SUTM ataupun batas ROW 3. Membuat tumbuhan merambat
terhenti dan mati akibat penambahan kapur di permukaan tanah yang tertanam pada tiang dan treck schoor. 4. Memperpanjang
frekuensi kunjungan bagi petugas survey.

Masalah utama yang dihadapi PLN saat ini adalah komplain pelanggan terhadap
kerusakan peralatan mereka akibat tegangan lebih. Untuk mengatasi permasalahan tersebut
maka dibuatlah inovasi SINTOSI sebagai solusi dalam memenuhi standar mutu tegangan
pelayanan yang berlaku dengan fitur alat:
- Dapat memproteksi tegangan lebih akibat netral disisi sekunder bushing trafo
putus dan putus menyentuh fasa.
- Memberikan back up netral ketika terdeteksi arus netral dan suhu pada
penghantar netral melebihi batas seting.
- Mampu menghitung besaran arus masing-masing fasa yang bisa digunakan
sebagai acuan untuk melakukan penambahan/penyeimbangan beban.
- Mampu menghitung KVA maks sebagai acuan melakukan manajemen trafo.
- Semua fitur diatas data dan informasinya dikirim ke petugas PLN melalui
notifikasi SMS secara event, request dan schedule
Dengan diterapkannya sejak bulan November 2013 di Area Malang Rayon Singosari,
SINTOSI telah menjamin tidak terjadi kerusakan peralatan pelanggan, membuat citra PLN di
pelanggan menjadi lebih baik.

Gambar

No

Kode

1712007

Unit

Distribusi Jawa
Tengah dan DI
Yogyakarta

Judul

Inovator

Index

Transformator 1 phasa
VC-PRO (Alat Pengaman
1. GALIH SATRIA BHAKTI
Tegangan Lebih, Drop
Completely self2.IMAM MUTTAQIEN
Tegangan dan Arus Lebih pada
protecting (CSP)
3.MUHAMMAD IMRON
JTR Trafo 1 Phasa)

PMT 20kV

1712009

Distribusi Jawa
Tengah dan DI
Yogyakarta

SLOP & FLOC (SISTEM LOCK


CONTROL PMT OUTGOING
20kV DAN FAULT LOCATOR)

1. AFID RIDHO AJI


2.DEARDO SIMON
MANALU
3.MOHAMMAD ZULFI S

Penguncian
Jarak
SCADA

1712015

Distribusi Jawa
Barat & Banten

T-JOINT

1. HERI GINANJAR
2.IRFAN HILMI FAUZAN
3.SIGMA OKKY
PRATOMO

T-joint
Arrester

Abstrak

Transformator distribusi yang digunakan di Distribusi Jateng dan DIY masih


didominasi oleh Transformator 1 Phasa. Trafo distribusi 1 Phasa memiliki sistem
proteksi yang biasa disebut Completely self-protecting (CSP) transformers, trafo CSP
memiliki peralatan proteksi terintegrasi terhadap petir, baban lebih, dan hubung singkat.
Namun demikian masih sering terjadi kegagalan proteksi terutama terhadap pengaman
tegangan lebih pada sisi sekunder, sehingga saat terjadi lonjakan tengangan melebihi
batas yang ditentukan berakibat rusaknya peralatan pada konsumen dan kerugian pada
PLN.
Untuk mengatasi hal itu, dibuatlah inovasi yang berupa alat pengaman tambahan
yang fungsinya dapat mengamankan JTR dari bahaya drop tegangan, tegangan lebih
dan atau arus lebih. Alat tersebut dinamakan VC-Pro.
Dengan Menggunakan VC-Pro maka kegagalan proteksi di sisi JTR dapat
diantisipasi, mutu tegangan tetap terjaga dan yang paling penting adalah meningkatkan
mutu pelayanan serta kepuasan pelanggan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Opsisdist APD JATENG & DIY selama tahun 2010 hingga tahun 2013 telah terjadi sebanyak lima kali
trip Trafo 150/20kV yang disebabkan bersamaan dengan pemasukan penyulang outgoing 20kV pasca gangguan pertama. Kejadian
tersebut telah menyebabkan energi tidak tersalur 243,4 MWh dan menyebabkan empat trafo tenaga rusak, dengan perkiraan total
kerugian materil lebih dari Rp.217.550.000.000. Disamping kerugian sosial, korban luka bakar, hal ini menjadi dampak buruk bagi kinerja
perusahaan, terutama KPI APD Jateng & DIY. Sesuai hasil investigasi, semua kejadian tersebut disebabkan oleh kesalahan petugas dalam
melakukan penormalan PMT 20kV penyulang outgoing setelah kejadian gangguan dengan rele kerja Instant / Hiset-2, dengan tidak
melakukan investigasi dari gardu Induk. Sehingga gangguan permanen yang masih terdapat menyebabkan short circuit pada jarak yang
sangat dekat dengan sumber tegangan dan arus gangguan yang sangat besar. Untuk mengatasi hal tersebut diatas, maka dibuat Inovasi
SLOP & FLOC yang dapat melakukan penguncian control close pasca gangguan jarak pendek dari Gardu Induk, serta melakukan kalkulasi
perkiraan jarak gangguan, dimana sistem ini terintegrasi penuh dengan SCADA, sehingga dapat dipantau oleh dispatcher secara real time.
Dengan demikian petugas harus melakukan pelacakan mulai dari Gardu Induk untuk benar-benar memastikan bahwa peralatan dalam
kondisi baik dan tidak ada lagi potensi gangguan. Sistem ini juga sangat membantu penerapan SOP PEDOMAN OPERASI SISTEM 20 kV
GARDU INDUK SE-JAWA TENGAH & DIY No. 01/AP2B-APD-AREA/2013. Inovasi SLOP & FLOC ini sudah diimplementasikan sejak 18
November 2013 di Gardu Induk Srondol Trafo 2.

T-Joint adalah sebuah komponen material berbahan alumunium sebagai pengganti sepatu kabel untuk menghubungkan jumper SUTM
dengan arrester yang mana arrester berfungsi sebagai pengaman jaringan dari tegangan lebih yang diakibatkan sambaran petir. T Joint
dibuat dari ukuran 35 mm2 sampai dengan ukuran kawat 150 mm2. Dari hasil uji tahanan kontak T.Joint memiliki tahanan kontak yang
lebih baik dibandingkan dengan konstruksi menggunakan 2 buah sepatu kabel dan dengan konstruksi dijepit pada kontak arrester. Di
area sukabumi T-Joint sudah diaplikasikan sejak tanggal 18 september 2013

Gambar

No

Kode

1712023

Unit

Judul

Penyaluran dan
Modifikasi Stud Bushing IBT
Pusat Pengatur
Type COT 750-2000 Untuk
Beban (P3B) Jawa
Mencegah Hot Spot
Bali

Inovator

1. CUCU PURWOKO
2.SUKADI
3.YUSTINUS YUDI
PRASTOWO

Index

Hot Spot
Stud
Bushing

OLR

1712024

Penyaluran dan
Pusat Pengatur
Beban (P3B) Jawa
Bali

BROWNOUT AUTOMATION
SYSTEM UNTUK MENCEGAH
PEMADAMAN MELUAS DISISI
20 KV

1. ABDUL RAHMAN
BUDISETYO
2.ALFI YULIANTA
3.ALI ROFII

OCR
Trafo
Tap Changer

10

1722012

1722029

Wilayah Aceh

Wilayah Papua
dan Papua Barat

MODIFIKASI AUTO FORWARD


SINKRON TO BACKWARD
SINKRON

Abstrak
Hot Spot merupakan salah satu dampak dari Pembebanan yang besar pada transformator, umumnya hot spot timbul karena adanya
resistansi antara dua material logam yang terhubung. Hasil thermovisi menunjukkan bahwa khusus untuk Interbus Transformer 500 MVA
500/150 kV sering ditemukan hot spot pada bushing 150 kV yaitu pada terminasi antara rod dengan stud. Modifikasi stud bushing IBT
type COT 750-2000 untuk mencegah hotspot merupakan pekerjaan mengganti stud bushing eksisting dengan stud baru yang mempunyai
dimensi serta ukuran identik dengan eksisting akan tetapi berbeda dalam bahan yang digunakan, dimana stud baru menggunakan bahan
paduan albronze. Inovasi ini pertama kali diterapkan pada Bushing 150 kV Type COT 750-2000 IBT 1 500 MVA GITET Cibatu pada triwulan
ke-4 di tahun 2009. Secara umum metode yang digunakan adalah pengumpulan data, studi literatur, analisa bahan, implementasi, dan
evaluasi hasil implementasi. Dengan mengaplikasikan inovasi ini, PT PLN (persero) P3B JB APP Karawang dapat meminimalisir faktor
kerusakan peralatan utama, memaksimalkan rating daya pembebanan IBT 500 MVA 500/150 kV serta mengurangi frekuensi pemadaman
IBT yang diakibatkan pekerjaan perbaikan hot spot pada stud bushing, sehingga keandalan sistem penyaluran tetap terjaga, efisiensi dan
kinerja Perusahaan menjadi meningkat

Salah satu penyebab terjadinya over load adalah beban lebih, namun selain itu juga disebabkan oleh tegangan 150 kV yang rendah, yang
dapat menyebabkan kenaikan arus sisi primer yang menyebabkan relay OCR pada sisi 150 kV bekerja lebih dulu dari OCR incoming 20 kV
dan trafo berhenti beroperasi. Untuk menghindari kejadian tersebut maka akan dipasang alat inovasi BROWNOUT AUTOMATION SYSTEM
UNTUK MENCEGAH PEMADAMAN MELUAS DISISI 20 KV. Alat inovasi ini terdiri dari sebuah relay Micom P122 yang digabungkan dengan
sebuah mikrokontroler sebagai pemroses perintah. Sebagai input mikrokontroler adalah kontak dari micom P122, sedangkan outputnya
berupa tiga buah magnit kontaktor, yang masing masing fungsinya adalah sebagai blok AVR, perintah untuk menurunkan Tap Changer
dan perintah untuk melepas penyulang. Alat inovasi ini berfungsi untuk menjaga kesinambungan dan keandalan penyaluran listrik,
dengan cara menurunkan tegangan sisi sekunder trafo apabila terjadi beban over load secara otomatis. Hal ini sebagai salah satu pilihan
yang paling memungkinkan dari pada pilihan untuk melepas penyulang yang mengakibatkan dampak pemadaman, sehingga
mengakibatkan energi listrik tidak tersalurkan. Jika sering terjadi pemadaman maka secara umum konsumen tidak akan sempat
memikirkan tentang stabilitas tegangan, frekuensi, harmonik dan lain-lain karena kesinambungan penyaluran merupakan salah satu hal
yang menentukan baik buruknya pelayanan listrik.

Sistem kelistrikan PLN Area Meulaboh yang masih isolated dengan 4(empat) lokasi pembangkit kapasitas kecil dan 1(satu) pembangkit
PLTU (Excess power) yang akan interkoneksi dengan sistem 150kV Gardu Induk Nagan Raya, menyebabkan saat penormalan/peralihan
Sinkron 3(tiga) sistem sisi sistem distribusi 20kV membutuhkan waktu yang lama dan pola operasi yang sulit. Sehingga perlu adanya pola operasi dan proses
1. AZMAN YUSLIANSYAH 20kV
sinkron sisi 20kV yang tepat untuk menjaga keandalan dan mutu pelayanan. Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu mempermudah dan
2.CHAIRUL ASRIL, A.MD
mempercepat proses penormalan saat padam, mengoptimalkan proses sinkron sistem isolated 20kV dan perbaikan pola operasi
3.FIRDAUS
Peralihan sistem tanpa pengalihan/manuver sistem tanpa padam, metoda dalam penulisan ini adalah survey lapangan, percobaan dan analisa rangkaian,
padam
pembuatan alat, pengujian alat, pemasangan alat pada instalasi, pemantauan alat yang telah dipasang pada sistem. Alat sinkron bekerja
disisi bus 20kV secara automatis disaat syarat sinkron terpenuhi untuk menghilangkan human error, dapat melakukan sinkron 3(tiga)
sistem dengan dua pilihan (bus A-B atau bus A-C) dalam satu alat sinkron.

1. MUH. RISAL
2.MUHAMMAD
C2S (Current Controlled Switch)
HIDAYATULLAH
3.ZAENAL GINAYA

LBS Motorized
Ground fault
C2S

Load Break Switch (LBS) merupakan komponen JTM yang penting di sistem kelistrikan Jayapura karena sistemnya keseluruhan masih
disuplai dari PLTD. LBS diperlukan untuk pengaturan pembebanan sistem secara bertahap khususnya saat terjadi blackout. Frekuensi
gangguan tanah (ground fault) di sistem Jayapura cukup tinggi karena beberapa penyulang melintasi daerah yang kondisi geografisnya
tergolong extrim seperti hutan, gunung, dan lembah. Karya inovasi ini membahas tentang optimalisasi LBS Motorized untuk memutus
gangguan tanah dengan memasang Current Controlled Switch (C2S) pada LBS motorized. C2S adalah switch terkendali arus yang bekerja
instan dan lebih cepat dibanding relay GFR di hulunya saat merasakan gangguan tanah. C2S bersifat universal karena dapat dipasang
pada berbagai tipe CT LBS motorized. C2S telah dipasang di beberapa LBS di Rayon Abepura. Tujuan pemasangan C2S ini adalah untuk
meminimalisir daerah padam karena gangguan tanah dan untuk kehandalan sistem. Biaya pembuatannya hanya Rp.640.000,- dengan
manfaat finansial bila dibandingkan dengan relay GFR sebesar Rp.20.320.000,- dan bila dibandingkan nilai LBS yang sudah dilengkapi C2S
dengan recloser sebesar Rp.103.720.000,-. Pemasangan C2S ini berkontribusi pada perbaikan kinerja SAIDI & SAIFI.

Gambar

No

11

Kode

1722031

Unit

Judul

PENANGANAN ARUS INRUSH


Wilayah Sumatera
TRAFO DISTRIBUSI DENGAN
Selatan Jambi dan
SWITCHING CONTROL PADA
Bengkulu
BEBAN JURUSAN

Inovator

Index

Trafo Distribusi
1. ARIANDU
2.SEFTIAN ADE DARMA
3.SUNTORO

Arus Inrush
Switching Control

Abstrak

Transformator sangat memegang peranan penting dalam penyaluran energi listrik mulai dari trafo daya pada pembangkit, gardu induk
dan juga trafo distribusi yang biasanya adalah pasangan luar yang ada pada tiang. Pada saat energize pada transformator mengakibatkan
perubahan fluks seketika pada inti transformator. Perubahan fluks seketika pada inti transformator akan mengakibatkan timbulnya arus
magnetisasi yang dikenal dengan istilah arus inrush. Arus inrush dengan nilai puncak beberapa kali arus normal timbul pada saat
energisasi transformator. Arus ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sistem tenaga listrik. Oleh karena itu, untuk menjaga
kualitas sistem tenaga listrik, metode untuk meminimalisasi arus ini sangat diperlukan. Salah satu cara untuk mengurangi arus inrush
pada trafo khususnya trafo distribusi adalah dengan menggunakan metode Switching Control yang dipasang pada beban jurusan trafo
distribusi. Dalam metode ini, pengaturan timer perlu dikoordinasikan dengan kondisi beban dan banyaknya jurusan pada trafo distribusi
agar didapatkan hasil yang optimal

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

FGD Absorber

1711053

Pembangkitan
Tanjung Jati B

Peningkatan Efisiensi PLTU


Tanjung Jati B Unit 1&2 Dengan 1. JOKO PURNOMO
Modifikasi FGD Absorber Dan 2. MAHENDRA
Optimalisasi Operasi Absorber ANDRIARSO
Recirculation Pump

Modifikasi
ARP
Efisiensi

Proteksi, winding

1711054

Pembangkitan
Tanjung Jati B

Modifikasi Logic Untuk Proteksi 1. ABDUL HAFIDH HAJAR


Winding Temperature Motor 2. SUTOMO

Temperatur
Motor
Logic

Abstrak

PLTU Tanjung Jati B Unit 1&2 adalah salah satu entitas pembangkit dengan kapasitas 2 x 660 MW yang terhubung dalam sistem interkoneksi 500 kV
Jawa Bali. Salah satu keunikan lain yang ada di PLTU Tanjung Jati dibandingkan dengan PLTU lain di Indonesia adalah penerapan sistem wet FGD (Flue
Gas Desulphurization) untuk proses penanganan emisi gas buangnya. Proses pengurangan kadar SO2 dilakukan dengan mereaksikan gas buang dengan
lime stone slurry (CaCO3) dan air (H2O) yang kemudian direaksikan dengan oksigen (O2). Hasil akhir dari reaksi yang sempurna antara lime stone
slurry, udara oksidasi dan gas buang yang mengandung SO2 adalah terbentuknya gypsum (CaSO4). Pada proses pembentukan gypsum yang belum
sempurna (CaSO3) maka limestone slurry disirkulasikan kembali menggunakan ARP (absorber recirculation pump). Berdasarkan desain awal FGD TJB
Unit 1&2 beroperasi dengan tiga ARP. Setelah dilakukan modifikasi pada system absorber FGD maka diperoleh peningkatan keandalan dan efektivitas
reaksi reduksi kadar SO2 sehingga system FGD dapat dioperasikan dengan dua ARP. Sistem operasi FGD dengan menggunakan dua ARP memberikan
dampak terhadap peningkatan efisiensi konsumsi energi listrik dengan potensi penghematan sebesar 24.8 GWh pertahun atau setara dengan 21,3
Milyar Rupiah dan penghematan konsumsi batu kapur sebesar 19.000 ton pertahun atau setara dengan 8 Milyar Rupiah sehingga total penghematan
yang dapat dicapai sebesar 29,3 Milyar Rupiah pertahun. Kaidah utama yang harus ditetapkan adalah menghindari dampak resiko terjadinya produksi
SO2 dengan menjaga tingkat produksi SO2 senantiasa berada pada nilai standard baku mutu lingkungan hidup berdasarkan ketetapan Kementrian
Lingkungan Hidup (KLH)

Motor FDF (Forced Draft Fan), PAF (Primary Air Fan, IDF (induced Draft Fan), CEP (Condensate Extration Pump), dan BCP (Boiler Water Circulating
Pump) mempunyai peran penting dalam keberlangsungan operasi sebuah PLTU. Masing-masing peralatan tersebut mempunyai fungsi utama antara
lain untuk memasok udara dan air. Jika salah satu dari peralatan utama tersebut berhenti beroperasi, maka akan mengakibatkan PLTU mengalami
derating (turun beban menuju 50%). PLTU Pembangkitan Tanjung Jati B pernah mengalami forced derating yang disebabkan oleh PA Fan mengalami
trip. PA Fan sendiri berfungsi sebagai pemasok udara ke pulverizer untuk mengangkut batubara yang sudah digerus oleh pulverizer menuju ruang
bakar. Kegagalan kerja PA Fan dapat mengakibatkan terganggunya proses operasi PLTU. Salah satu kegagalan kerja pada PA Fan yang terjadi di PLTU
Tanjung Jati B adalah sensor temperatur untuk winding motor mengalami kegagalan kerja (malfunction). Kondisi inilah yang mengakibatkan motor PA
Fan 4A mengalami trip, karena sensor RTD V2 megirimkan sinyal yang menyatakan bahwa kondisi temperatur winding telah mencapai trip setting
160C. Padahal nilai pembacaan dari 5 sensor RTD yang lain menunjukkan angka yang normal antara 56C - 59C. Selain sensor RTD sebagai penyebab
utama motor PA Fan 4A mengalami trip, desain logic yang sebagai gerbang logika bagi inputan sinyal dari sensor RTD juga memberikan kontribusi
terhadap gagalnya fungsi sistem proteksi temperatur winding. Gerbang logika existing yang digunakan sebagai inputan sinyal sensor RTD adalah
gerbang logika OR. Inputan gerbang logika OR berupa inputan dari 6 sinyal sensor RTD. Jika salah satu sensor RTD memberikan sinyal yang tidak
akurat (lebih tinggi dari trip setting) padahal nilai aktual temperatur winding normal, maka sinyal yang keluar dari gerbang logika OR bernilai satu, ini
akan diteruskan untuk memerintahkan motor PA Fan 4A trip. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan modifikasi logic pada DCS. Modifikasi yang
telah dilakukan pada sistem proteksi temperatur winding motor adalah mengganti gerbang logika OR dengan gerbang logika AND, serta
menambahkan Tag Macro CRH (Change Rate High). Gerbang logika AND mensyaratkan semua inputan dari sinyal sensor temperatur RTD bernilai 1
untuk menghasilkan output sinyal 1. Modifikasi gerbang logika ini untuk mengantisipasi kegagalan kerja (malfunction) dari sensor RTD itu sendiri
atau dengan kata lain ketidakakuratan pembacaan dari salah satu sensor RTD tidak akan mengakibatkan motor PA Fan mengalami trip. Sedangkan
fungsi tag macro CRH (change Rate High) berfungsi untuk memastikan sensor RTD membaca perubahan nilai temperatur dengan benar. Akibat
kegagalan kerja sensor RTD ini, mengakibatkan hilangnya kesempatan produksi energi sebesar 1.351 MWh. Untuk mencegah motor PA Fan 4A erhenti
beroperasi disebabkan oleh kegagalan kerja sensor RTD, maka dilakukan modifikasi pada logic DCS yang semula menggunakan gerbang logika OR
diubah menjadi gerbang logika AND. Dari segi finansial, tidak diperlukan biaya untuk melakukan modifikasi ini akan tetapi mampu menghindarkan
kerugian yang diakibatkan oleh kegagalan kerja sensor RTD sebesar Rp.675.500.000,-, secara non finansial modifikasi ini dapat menjaga Equivalent
Availability Factor (EAF)

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Warm-up oil gun

1711057

PENAMBAHAN START
PT Pembangkitan INDIVIDU WARM-UP OIL GUN
Jawa Bali
DAN WARM-UP OIL VALVE
PADA BOILER

1. IDA BAGUS SURYA


2. NANANG SAMSUL
WAFI
3. SUTAR

Warm-up oil valve


Firing boiler
Level steam drum

1711061

OPTIMASI LEVEL CONTROL


PADA HIGH PRESSURE HEATER
PT Pembangkitan
(HPH) UNTUK PENINGKATAN
Jawa Bali
KEHANDALAN DAN EFISIENSI
DI PLTU PAITON

1. BAYU NUGROHO
2. BUDI SANTOSO
3. SUPRIONO
MARDIYUWONO

High Pressure Heater


(HPH)
Level kontrol
Optimasi

Abstrak

Makalah ini membahas tentang penambahan start individu warm-up oil gun dan warm-up oil valve. Warm-up oil gun adalah salah satu peralatan di
PLTU Paiton unit 1 dan 2 yang fungsinya untuk pemanas lanjutan saat firing boiler sebelum dilakukannya peralihan dari bahan bakar solar ke bahan
bakar batubara, atau sebaliknya saat shutdown sebagai peralihan dari bahan bakar batubara ke bahan bakar solar. Pada PLTU Paiton unit 1 dan 2 warmup oil gun didesain untuk dijalankan dari control room dengan fasilitas start dan stop push button pada masing-masing elevasi yang langsung
menjalankan warm-up oil gun untuk ke empat corner. Dengan adanya desain seperti itu maka setiap menjalankan warm-up oil gun, selalu muncul
kesulitan untuk mengendalikan level steam drum, sehingga saat firing, boiler sering trip yang disebabkan oleh level steam drum yang tidak stabil. Dan
jadwal start unit menjadi mundur. Untuk mengatasi masalah tersebut telah dirancang dan diimplementasikan inovasi berdasarkan analisa RCFA.
Metode RCFA yang dilakukan adalah dengan analisa fishbone. Dari analisa RCFA diketahui bahwa salah satu penyebab level steam drum hunting
adalah pengoperasian keempat corner warm-up oil gun dan warm-up oil valve yang hampir bersamaan. Solusi yang diperoleh adalah berupa
penambahan start individu pada warm-up oil gun dan warm-up oil valve di PLTU Paiton unit 1 sejak 2011 dan unit 2 sejak 2012. Solusi ini
mempermudah saat firing boiler maupun shutdown boiler karena level steam drum menjadi lebih stabil. Hasil yang diperoleh setelah implementasi
penambahan start individu warm-up oil gun dan warm-up oil valve adalah meningkatkan kehandalan unit karena start boiler sesuai dengan jadwal dan
potensi boiler trip dari level steam drum yang disebabkan pengoperasian warmup oil gun dan warm-up oil valve dapat dihindari, dan juga
mendapatkan keuntungan finansial sebesar Rp 647.600.000.

High pressure heater (HPH) mempunyai peranan sangat penting dalam siklus rankine PLTU, yakni sebagai pemanas awal feedwater dengan media
pemanas extraction steam, yang akan meningkatkan efisiensi pembangkit. Pada HPH terdapat sistem kontrol level, yang mengatur level air kondensasi
pada sisi shell HPH, yang diatur oleh normally drain secara cascade, maupun emergency drain menuju Condensor. Faktor penting yang menentukan
efisiensi dan lifetime HPH adalah sistem kontrol level. Sistem kontrol yang tidak sempurna dapat menyebabkan tidak optimalnya efisiensi HPH,
ataupun dapat menyebabkan kerusakan serius pada HPH karena thermal stress dalam jangka panjang. Sistem eksisting HPH pada PLTU Paiton
menggunakan level kontrol jenis pneumatic, disamping memiliki akurasi yang kurang baik, tidak dapat dipastikan performancenya karena tidak dapat
selalu dimonitor di central control room (CCR). Dari segi riwayat gangguan, level kontrol HPH eksisting memiliki kinerja yang kurang konsisten dan
tidak akurat. Kegagalan dan ketidak akuratan sistem kontrol emergency drain menyebabkan kerugian berupa turunnya efisiensi pembangkit karena
turunnya vacum kondensor. Untuk memaksimalkan efisiensi dan lifetime HPH pada PLTU Paiton maka dilakukan optimasi sistem level kontrol yang
terdiri dari beberapa tahap antara lain (i) melakukan modifikasi instrumentasi pada HPH sehingga lebih presisi, serta bisa secara langsung dikontrol
oleh operator CCR (ii) membangun algoritma sistem kontrol di DCS sehingga menghasilkan respon yang cepat, presisi, stabil dan handal (robust) pada
berbagai variasi beban. Langkah berikutnya (iii) melakukan optimasi setpoint level kontrol untuk memaksimalkan efisiensi termal HPH tetapi tetap
menjaga reliability dalam jangka panjang. Hasil implementasi sistem kontrol level HPH ini memudahkan operator dalam melakukan manuver pada
pengoperasian HPH.

Retrackable head pulley


(RHP)

1711070

PT Indonesia
Power

MODIFIKASI SUPPORT GUIDE 1. DENI NUGRAHA


Batubara
ROLLER CARRYING IDLER PADA 2. DIAZ ZAKARIA
RHP A & B
3. SURYADI PONODIRJO Belt conveyor
PLTU UBOH Jabar 2
Palabuhanratu

PLTU UBOH Jabar 2 Palabuhanratu menggunakan belt conveyor untuk menyalurkan batubara dari dermaga menuju coal stock yard atau dari coal stock
yard menuju coal bunker. Transfer batubara menuju coal yard melalui retrackable head pulley (RHP). RHP dapat beroperasi pada mode 0, 1, dan 2.
Terjadi masalah anjlok RHP saat perpindahan dari mode 0 ke mode 2 pada 24 September 2013. Akibatnya transfer batubara dari coal yard A (reclaime)
menuju conveyor 2 B terhenti selama 24 jam. Untuk itu dibuat inovasi pembuatan rel pada jalur RHP A, supaya RHP tetap berjalan pada jalurnya

Gambar

No

10

Kode

1711071

1721037

Unit

PT Indonesia
Power

Pembangkitan
Sumatera Bagian
Selatan

Judul

MODIFIKASI SYSTEM
PERNAFASAN MTR(MAIN
TRANSFORMER) GUNA
MENCEGAH TERJADINYA
SIGNAL PALSU SUDDEN
PREESURE RELAY

OK-PAKEM (OPTIMALISASI
KINERJA PEMBANGKIT
DENGAN PENINGKATAN
KEHANDALAN MOTOR)

Inovator

Index

MTR
1. AHMAD RAMDANI
2. DEDI SUPRIADI
3. ILHAM NUR FAIJRI

Dehydrating breather
Sudden pressure relay

1. FRITZ DANIEL
PARDOMUAN
HASUGIAN
2. JEFRY SAURIATNA
3. MASAGUS
AMIRUDDIN

1721038

Pembangkitan
Sumatera Bagian
Selatan

DUA SEJOLI (DUAL SYSTEM


JOIN LIFTING OIL

1. HASBI
2. SAEFUL RACHMAT
3. SUDARMANTO

MTR merupakan komponen utama dari pembangkit listrik tenaga air dan aset perusahaan yang nilainya sangat mahal. MTR ( Main Transformer)
berfungsi sebagai Step-Up Transformer dengan dua primer 16.5 KV dan satu tegangan sekunder 500 KV ke system, Salah satu gangguan yang terjadi
pada MTR ini adalah kerjanya Sudden Pressure Relay tanpa diketahui penyebabnya baik dari sisi internal maupun dari eksternal fault sehingga
menyebabkan MTR trip. Pada tahun 2012 Sudden Pressure Relay pernah bekerja pada saat beban atau unit stand by. Improvement yang dilakukan
adalah memodifikasi dehydrating breather. Setelah dilakukan modifikasi tidak ditemukan lagi gangguan sinyal palsu sudden pressure relay pada MTRPLTA Saguling.

OK-PAKEM adalah Optimalisasi Kinerja Pembangkit dengan PeningkAtan KEandalan Motor, inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja
pembangkit dengan meningkatkan kendalan motor bertegangan 380 Volt. Inovasi telah diimplementasikan lebih dari 9 (sembilan) tahun pada PLTU
Sektor Bukit Asam dan berhasil mengurangi jumlah gangguan motor exhaust fan main oil tank dari 16 kali (2004 s/d 2005) menjadi tidak ada, sehingga
potensi kerugian dapat ditekan sebesar Rp. 65.775.000,- tiap kali motor exhaust fan main oil tank mengalami gangguan. Dasar inovasi ini karena sering
Motor exhaust fan main terjadi gangguan pada motor exhaust yang berfungsi untuk membuang panas sehingga temperatur pengoperasian motor melebihi ambang batas
oil tank
standar temperatur IEC 60034-1 (diatas 40C). Sesuai data pengukuran temperatur operasi disekitar motor terdapat dua buah motor yang bekerja
diatas temperatur 40C yaitu motor exhaust fan main oil tank dan motor exhaust fan silo fly ash (temperatur operasi mencapai 55 C). Motor exhaust
Motor exhaust fan silo fan silo fly ash pada tahun 2005 s/d 2010 mengalami 20 kali gangguan hubung singkat. Dari hasil pengamatan kami, tingginya temperatur udara
fly ash
operasi dikarenakan motor berada dalam housing dan terkopling langsung dengan fan, yang berakibat panas yang dihisap fan dapat mengenai motor
dan panas tidak tidak tersirkulasi. Untuk mengatasi hal tersebut kami membuat agar motor tidak terkena langsung dengan panas yang dihisap
sehingga temperatur pengoperasian motor lebih rendah, yaitu dengan memisahkan motor dari housing menggunakan belt untuk memutar fan.
Bearing

DUA SEJOLI

11

Abstrak

Pompa Vertikal
Centering Sleeve
Oil Elevator Tube

DUA SEJOLI adalah inovasi dari sistem pelumasan pompa vertical yang kami desain sendiri dengan metode Reverse Engineering, dimana sistem
pelumasan pada ball bearing pompa ini menggunakan sistem oil elevate. Melalui inovasi ini, pompa kondensat dapat beroperasi dengan normal tanpa
ada penurunan performance , mempercepat waktu perbaikan peralatan dari 210 hari menjadi 10 hari serta mengurangi risiko kerugian Perusahaan
hingga Rp.60.480.000.000 dengan cara menjaga redundansi pompa kondensat. Karya inovasi ini telah diimplementasikan sejak tanggal 23 Juli 2013 di
PLTU Bukit Asam Unit 4. Desain inovasi DUA SEJOLI dapat meningkatkan keandalan pompa kondensat melalui penyempurnaan centering sleeve dan oil
elevator tube baik desain maupun material dimana pada inovasi ini oil elevator tube memiliki diameter lebih besar, jumlah lebih banyak (2 buah) dan
ujung tube lebih aman terhadap turbulensi selain itu, material yang digunakan berjenis stainless steel AISI 304. Kelebihan dari desain inovasi ini adalah
dapat mengurangi risiko terjadinya kegagalan pelumasan pada bearing pompa vertikal. Inovasi ini dapat diimplementasikan pada pompa-pompa
vertikal lain dengan tipe pelumasan yang sama

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak

SI CEPER
Expansion Joint
Sealpot

12

1721039

Pembangkitan
Sumatera Bagian
Selatan

SI CEPER (SEALING AIR


CYCLONE EKSPANTION JOINT
RETURN)

1. JUNIFER
PANGIHUTAN S. 2.
MUHAMMAD ADI
WIBOWO 3. TOMMY
WIRIATAMA

Cyclone
Return solid
Bed Material

SI CEPER adalah Inovasi Line Udara Cyclone Ekspantion Joint Return, dimana telah di implementasikan pada Unit 3 dan Unit 4 PLTU Tarahan sejak
tahun 2011. Inovasi ini dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan bed material pada Ekspantion joint Return (Cyclone Return solid ) sehingga
mengurangi Loss GWh Maintenance Outage (MO ) & Planned Derated (PD ) yang disebabkan oleh kegagalan pada ekspantion joint return yang
dampaknya sangat merugikan bagi perusahaan. Operasional Inovasi SI CEPER tidak mempengaruhi sirkulasi CFB dan sistem pembakaran di Furnace.
Sejak SI CEPER diimplementasikan di unit 3 & unit 4 belum terjadi gangguan dengan masalah yang sama, sehingga SI CEPER memberi kontribusi
terhadap peningkatan kinerja Perusahaan. GAIN yang diperoleh dari implementasi inovasi ini sebesar 18.1 Milyar per unit, per tahun.

Maintenance Outage
Planned Derated

13

1721042

Wilayah
Kalimantan
Selatan dan
Kalimantan
Tengah

RE-ENGINEERING SISTEM
KONTROL PROTEKSI MESIN
DEUTZ BV8M628 UNIT #2
PLTD BANUA LIMA PANANGKALAAN

1. ERFAN JULIANTO
2. MUHAMAD SURYA
NOOR
3. SAMUEL

PLTD Panangkalaan memiliki 4 buah mesin yaitu 2 unit mesin Deutz yang sudah beroperasi sejak tahun 1986 dan 2 unit mesin Daihatsu yang beroperasi
sejak tahun 1996. Umur mesin Deutz yang sudah tua mencapai 28 tahun tidak menjadi halangan untuk tetap mampu beroperasi dengan beban 80%.
Namun karena factor usia inilah, maka kehandalan system proteksi mesin perlu perhatian lebih dalam perawatannya karena kadang-kadang pada saat
Mikrokontroler
terjadi alarm/trip, announciator alarm lamp dan announciator horn tidak berfungsi sehingga menjadi hambatan bagi operator untuk merecord
terjadinya gangguan. Disamping itu kelangkaan spare part electricnya juga menjadi hambatan bagi tim pemeliharaan ketika melakukan perbaikan pada
Module hardware
kelainan system proteksi mesin tersebut. Berdasarkan hal tersebut tim melakukan usaha perbaikan dengan usaha Re-Engineering / memodifikasi
system collective announciator alarm lamp dan horn nya ke sebuah smart relay Zelio serta menambahkan sebuah prototype modul perekam setiap
Module Software Under kejadian alarm/trip peralatan. Re-Engineering Sistem Control Proteksi Mesin Deutz Unit #2 PLTD Panangkalaan dibangun dengan menggunakan smart
VB 6
relay Zelio dan modul berbasiskan mikrokontroler PIC 16F877A. Modul ini mengirimkan sinyal-sinyal ke computer. Dimana pada komputer, dibangun
sebuah software pembaca parameter-parameter mesin dan sinyal-sinyal alarm/trip yang dikirimkan oleh modul mikrokontroler, dan ditampilkan
Database
dilayar dengan tampilan sederhana sehingga operator/user dapat memonitor setiap saat kondisi mesin lewat layar computer. Disamping menampilkan
kondisi parameter mesin, software juga secara otomatis setiap waktu tertentu melakukan perekaman data-datanya ke dalam hardisk computer dan
terus menerus mengupdate database system yang telah dibuat. Software dibangun berdasarkan bahasa pemrograman Visual Basic 6. Re-Engineering
diterapkan sejak Desember 2013 dan terus menerus dilakukan penyempurnaan sampai saat ini.

PLTG MEB
PLTMG Panaran CNG
Plant

14

1721043

PT Pelayanan
Listrik Nasional
Batam

PENEKANAN BIAYA OPERASI


DENGAN MIXING GAS PGN &
IDLP

1. BOYKE OCTARIO
2. JUANDA FLT
3. SUPRIANTO

PJBG
ROH
Flow Rate
Regulator Valve
Mixing Gas

Keberlangsungan operasi pembangkit PLTMG Panaran dan CNG Plant sangat diharapkan tidak menghadapi hambatan akibat biaya bahan bakar yang
tinggi. Mixing gas dari dua pemasok gas PT PGN (Persero) dan PT IDLP ke PLTMG Panaran dan CNG Plant dengan memasang peralatan instalasi mixing
gas yang terdiri dari meter turbin G1000, EVC, Check Valve Class #300, Gate Valve 4 inch class #300, regulator valve RMG 401 dan pressure gauge
menjadi solusi untuk penekanan biaya operasi. Besar angka kebutuhan gas yang akan disalurkan ke PLTMG Panaran dan CNG Plant diperoleh dari data
Rencana Operasi Harian (ROH) dan selanjutnya diperhitungkan untuk pengaturan pelaksanaan saat buka dan tutup valve serta saat melakukan
resetting flow rate pada regulator valve pada saat mixing gas. Pemanfaatan harga gas kedua pemasok tersebut setelah adanya pemasangan peralatan
mixing gas memberi dampak penghematan biaya operasi sebesar Rp 94.151.600,- perhari kerja. Dengan pemasangan instalasi mixing gas antara PT
PGN (Pesero) dengan PT IDLP maka ketersediaan pasokan gas untuk kontuinitas operasi pembangkit PLTMG Panaran dan CNG Plant dapat terwujud
dengan biaya yang lebih efisien serta diperoleh kecukupan pasokan daya listrik untuk meningkatkan layanan kelistrikan PT PLN Batam dan PT PLN
(Persero) WRKR

Gambar

No

15

Kode

1721044

Unit

Wilayah Aceh

Judul

Inovator

1. MUHAMMAD
Pemanfaatan Fuel Oil Bekas
PURKAN
Mesin Niigata 8L25BX Pada
2. RIZKI ZULHANDA
Instalasi Pipa HSD di PLTD Rimo 3. ULIL AZMI
PENGGABEAN, A.MD

Index

PLTD
SFC
Break Even Point (BEP)

Elemen strika

16

1721045

Wilayah Aceh

Strika Pemanas Generator

1. ARIEF FADILLAH
2. MUHAMMAD RONI

Heater
Generator
Kelembapan udara

17

1721046

Pembangkitan
Sumatera Bagian
Utara

Pipa Buang Lancar Untuk


Mengatasi Permasalahan
Sistem Transfer Abu PLTU
Labuhan Angin 2x 115 MW

1. FREYCO NAEK
SIMBOLON
2. JOHANNES
SIMORANGKIR
3. RICKY REYMOND
SUMANTRI SINAGA

Pipa buang lancar


Fly Ash (Abu)
Hopper

Abstrak

PLTD Rimo merupakan salah satu Pembangkit Diesel Isolated PLN Area Subulussalam. Pada tahun 2010 kinerja PLTD Rimo tidak dapat mencapai target
dikarenakan biaya pemeliharaan dan SFC yang relatif tinggi. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan dan mewujudkan efisiensi di bidang
pembangkitan perlu dilakukan langkah-langkah efektif yang dapat secara langsung dirasakan manfaatnya. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja
PLTD Rimo yaitu dengan memanfaatkan bekas material mesin yang sudah tidak beroperasi lagi pada system yang sedang berjalan. Tulisan ini berisi
tentang Pemanfaatan Fuel Oil Filter bekas Mesin Niigata 8L 25BX yang tidak beroperasi lagi pada Instalasi Pipa HSD PLTD Rimo. Setelah Fuel Oil Filter
ini dipasang, terdapat Low Cost Hight Impact yang dirasakan, yakni dengan berinvestasi hanya Rp. 3.400.000,- untuk biaya pembuatan dan
pemasangan Fuel oil Filter pada instalasi pipa HSD terdapat Saving Rp. 7.396.800,- setiap bulannya berdasarkan biaya penggantian Fuel Oil Filter dan
Saving berdasarkan pemakaian BBM Rp. 113.061.000,- pertahun. Sehingga adanya perbedaan yang cukup signifikan terhadap pemakaian filter HSD
yang tentunya akan mengurangi biaya pemeliharaan dan operasional pembangkit. Break Even Point (BEP) pun tercapai dalam waktu yang relatif
singkat yaitu tidak sampai dengan satu bulan. Sehingga Saving total biaya pemeliharaan dan operasional perusahaan sebesar Rp. 165.815.800, (Seratus
Enam puluh Lima Juta Delapan Ratus Lima belas ribu Delapan ratus Rupiah) Pertahun.

Mesin MTU 12V 2000 G63 merupakan salah satu unit Pembangkit yang ada di PLTD Lasikin Rayon Sinabang. PLTD Lasikin merupakan unit utama
sumber Listrik di Rayon Sinabang. Bila terjadi gangguan pada Generator Mesin tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan listrik pada Rayon
Sinabang. Salah satu penyebab rusaknya Generator mesin MTU dikarenakan kumparan stator dan rotor generator shoct circuit akibat tingginya tingkat
kelembapan udara pada saat mesin tidak dioperasikan (stand by). Untuk menghindari krusakan pada saat generator tidak dioperasikan dipasang heater
sebagai pemanas agar kondisi udara disekitar menjadi kering. Tujuan dari pemasan gan heater sebagai alat tambahan jika mesin dalam kondisi tidak
beroperasi.

Abu sebagai hasil dari pembakaran batubara pada ruang bakar boiler merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari serangkaian proses produksi
listrik pada pembangkit listrik tenaga uap batubara. Abu yang dihasilkan tersebut dibedakan menjadi dua yaitu abu fraksi ringan (fly ash) dan fraksi
berat (bottom ash), dimana sistem pembuangan kedua abu tersebut umumnya ditampung dalam sebuah hopper yang dilengkapi dengan katup
pembuangan yang dihubungkan dengan pipa berudara tekan untuk disalurkan ke ash silo sebelum dilanjutkan untuk ditampung pada ash disposal
area. Electrostatic Precipitator atau ESP merupakan suatu sistem yang digunakan untuk menangkap fly ash dan menyimpannya ke dalam hopper dan
selanjutnya dikirim ke ash silo dengan bantuan udara tekan. Sistem ini menggunakan listrik statis untuk menangkap fly ash, fly ash yang tertangkap tadi
akan jatuh ke bawah menuju hopper dengan bantuan hammer. Hammer ini berfungsi untuk memukul dinding ESP agar fly ash terlepas dan jatuh.
Hopper befungsi sebagai penampungan sementara fly ash sebelum dikirim menuju ash silo dan diangkut dengan dum truk ke ash disposal area.
Pemasalahan yang terjadi pada sistem udara tekan untuk transfer fly ash dapat menyebabkan penumpukan fly ash sehingga hopper menjadi penuh.
Hal itu menyebabkan ESP menjadi trip karena motor hammer di ESP tidak bisa distart (Hopper penuh dengan abu). Satu-satunya cara agar ESP bisa
distart lagi adalah dengan mengosongkan fly ash dari ESP. Namun hal itu tidak bisa dilakukan karena fly ash di dalam ESP dalam kondisi panas, dan
harus menunggu unit shut down terlebih dahulu. Atau dengan membuang fly ash langsung ke lingkungan melalui stack, namun hal ini dapat
mengakibatkan pencemaran lingkungan .Selain itu, jika pembuangan tetap dilakukan melalui stack, hal ini akan merusak Impellar pada Induced Draft
Fan atau ID Fan . Hal ini juga dapat mengakibatkan ID Fan trip, dan efek langsungnya unit juga menjadi trip. Dengan adanya, Pipa Buang Lancar, fly ash
(abu) di dalam hopper dapat segera dikeluarkan secara continue dan tanpa harus menunggu unit shut down. Sehingga dapat meningkatkan efisiensi
operasi unit dan dapat meningkatkan efektifitas pembuangan abu batubara serta menciptakan pembangkit listrik tenaga uap batubara yang bersih dan
ramah lingkungan.

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Turning Gear

18

1721047

Pembangkitan
Sumatera Bagian
Utara

Modifikasi Limit Switch


"Engage" Turning Gear PLTU
Unit.4 dengan Memanfaatkan
Material Bekas Layak Pakai di
Sektor Pembangkitan Belawan

1. ERWIN HASIBUAN
2. GABRIEL DWI HERI
WIBOWO
3. WAHYUDI

Limit switch
Modifikasi
Belawan

19

1721049

Wilayah Papua
dan Papua Barat

(GALAXY CW) Governor with


Automation Limit Alarm of
auXiliarY Cooling Water

1. FALENTINUS GELU
LOSOR
2. RENGGA ADE
WISUDHA
3. RISCHA RUSDIYANTO

Governor automatic
Alarm
Ccntrol

1721050

Wilayah Papua
dan Papua Barat

THE RAID 2 (TEMPERING OF


1. DEMIANUS HABEL
HOUSING RECTIFIER AT
2. SATYA SANDI YUDHA
ROTATING DIODE MAK UNIT 2) 3. SUHERMANTO

Sektor Pembangkitan Belawan sampai saat ini merupakan pembangkitan terbesar di Sumatera. Sektor Belawan memiliki 11 unit pembangkit , terdiri
dari 4 unit PLTU, 2 blok PLTGU ( 4 PLTG & 2 ST ) dan 1 unit PLTG yang beroperasi open cycle dengan kapasitas terpasang total 1193.8 MW. Strategisnya
posisi Sektor belawan sebagai penopang kebutuhan listrik di Sumatera utara menyebabkan tuntutan akan tingginya kehandalan unit pembangkit
semakin tinggi. Ketersediaan unit pembangkit menjadi hal yang sangat penting sehingga toleransi untuk frekuensi unit trip dan waktu pemulihan
semakin kecil. Setiap unit pembangkit di tuntut menurunkan frekuensi force daerated dan apabila terjadi force daerated, waktu pemulihan harus
semakin cepat. Salah satu permasalahan pada PLTU unit 4 adalah gangguan turning gear pada saat unit start up ataupun cooling down. Gangguan
tersebut menyebabkan waktu pemulihan mememerlukan waktu tambahan 5- 6 jam. Gangguan ini disebabkan oleh kerusakan pada limit switch
engage turning gear. Kondisi tersebut tidak sejalan dengan tuntutan ketersediaan suatu unit pembangkit. Modifikasi pada limit switch engage
turning gear dilakukan karena ketidaktersediaan spare part pengganti yang sesuai dengan eksisting. Modifikasi dilakukan dengan memanfaatkan
material bekas layak pakai yang tersedia di Sektor Belawan. Material tersebut diantaranya limit switch ( auma ), Rel, spring, tubing, plate dan terminal
strip. Penggunaan material bekas layak pakai dapat mengurangi biaya pemeliharaan yang dikeluarkan untuk pembelian spare part. Proses
implementasi modifikasi limit switch yang dilakukan tidak memerlukan biaya karena semua material yang digunakan adalah material bekas.
Implementasi modifikasi limit switch turning gear pada PLTU unit 4, terbukti telah menghilangkan gangguan pada turning gear selama periode Oktober
2010 sampai saat ini. Saat ini pada saat proses start up pada PLTU unit 4 tidak pernah mengalami gangguan khususnya pada limit switch engage
turning gear. Resiko kehilangan kesempatan produksi selama 5-8 jam pada setiap proses start up unit dapat dihindari.

Rangkaian Governor with Automation Limit Alarm of auXiliarY Cooling Water(GALAXY-CW) pada sistem kontrol merupakan rangkaian yang berfungsi
sebagai pertolongan pertama apabila terjadi alarm pada temperatur air. GALAXY CW akan memerintahkan governor untuk mengurangi beban unit
dengan tujuan temperatur air menjadi normal. Alat ini terletakdi panel control unit. Alat ini mempunyai keuntungan yaitu dapa mengurangi resiko unit
yang trip secara tiba-tiba akibat temperatur air yang terlalu panas. sehingga sistem juga lebih handal dan pemadaman juga dapat dihindari sehigga
citra PT.PLN (Persero) menjadi lebih baik dimata masyarakat .

Kehandalan Pembangkit sangat dipengaruhi oleh kehandalan dari Generator. Gangguan pada Generator akan berakibat fatal pada kinerja pembangkit.
Salah satu permasalahan yang sering dihadapi di PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Jayapura Pusat Listrik Jayapura pada gangguan Generator yang
dimaksud yaitu berupa kerusakan dioda dan belitan generator. Sementara untuk melakukan perbaikan dari kerusakan tersebut membutuhkan waktu
yang lama dan biaya yang cukup besar. Dengan memodifikasi rumah diode yang lama dan mengganti type diode yang baru, maka dirangkailah
Kehandalan Generator
peralatan yang disebut THE RAID 2 ( Tempering Of Housing Rectifier At Rotating Diode MAK Unit 2 ). Peralatan ini diaplikasikan pada generator
mesin MAK AK dengan peralatan, pembuatan dan proses pemeliharaannya yang relatif mudah dan singkat. THE RAID 2 ( Tempering Of Housing
Modifikasi Rumah Diode
Rectifier At Rotating Diode MAK Unit 2 ) ini telah Teraplikasi Pada Pusat Listrik Jayapura Unit Waena Sejak 21 Februari 2012. Sejak pemasangan
peralatan tersebut pada unit MAK AK, unit tersebut jarang mengalami gangguan pada sistem exsitasi generator.
Rotating Diode

20

Abstrak

Gambar

No

21

22

Kode

1721055

1721056

Unit

Judul

Inovator

Index

Rotary filter

1721058

PLTU Barru merupakan pembangkit baru di Sulawesi Selatan yang berkapasitas 2 x 50 MW yang beroperasi 2 tahun, namun telah ditemukan berbagai
macam gangguan diantaranya pada bulan Maret 2013, terjadi gangguan pada rotary filter no. 4 water intake dimana komponen casing dan bearing
rusak (pecah) sehingga mengakibatkan rotary filter water intake tidak dapat dioperasikan. Dengan tidak berfungsinya rotary filter tersebut maka
menyebabkan : 1. Terganggunya sistem pendingin utama kondensor karena flow air pada sisi suction Cooling Water Pump (CWP) 2. Produksi air demin
di Water Treatment Plant (WTP) rendah Mengingat gangguan ini sangat urgent maka muncul ide untuk mengatasi dengan cepat gangguan tersebut
yaitu dengan pembuatan journal bearing pada rotary filter. Journal bearing ini sebagai pengganti roller bearing. Bantalan journal bearing ini terdiri dari
bagian pendukung dan bagian luncur. Untuk bagian pendukung terbuat dari besi bagian luncur terbuat dari tembaga (Cu). Setelah dilakukan perbaikan
pada rotary filter maka rotary filter bisa dioperasikan dengan normal sehingga permasalahan pada perbedaan ketinggian level air laut pada upstream
dan downstream rotary filter yang menyebabkan gangguan sistem pendingin utama kondensor dapat teratasi. Pengisian water pool untuk produksi air
demin (WTP) lebih cepat. Perbaikan ini juga memudahkan pada saat dilakukan pembongkaran dan pemasangan dari poros sehingga waktu yang
diperlukan untuk pemeliharaan lebih cepat dengan tenaga kerja yang sedikit. Hal ini dapat meningkatkan keandalan dan kinerja unit pembangkit

SOLUSI CEPAT DAN TEPAT


Wilayah Sulawesi
MENGATASI GANGGUAN
Selatan, Tenggara
ROTARY FILTER WATER INTAKE
dan Barat
DI PLTU BARRU

1. ASMAR
2. FAIZAL NURDIN
3. MUHAMMAD ALI
ROSID

Wilayah
EMAN PPO (Pure Palm Oil) di
Kalimantan Timur Petung

1. ADE WIRA KUSUMA


2. DJOKO DWI ATMONO
3. KOMARI

Dalam hal mendukung program pemerintah untuk energy terbarukan, PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara berupaya
mengoperasikan Mesin PLTD dengan Pemanfatan bahan bakar nabati PPO ( Pure Palm Oil ) yang jumlahnya cukup banyak di Kalimantar Timur ini.
Program inovasi Eman PPO di Petung yang telah dilaksanakan sejak bulan Desember 2013 telah menunjukkan bahwa PPO dapat digunakan sebagai
bahan bakar mesin pembangkit diesel dengan harga yang lebih murah daripada harga bahan bakar minyak, sehingga terjadi penghematan/effisiensi
yang cukup segnifikan.

1. ASMAR
2. JUSTAN
3. MUHAMMAD ALI
ROSID

Pada tanggal 15 Maret 2013 Pkl. 09.25 wita unit 2 PLTU Barru trip akibat gangguan pada front Bearing (Bearing depan) Motor Primary Air Fan (PAF) dan
dilakukan pemeriksaan grease dan thermocouple, pkl. 22.00 unit kembali masuk sistem. Pada tanggal 11 April 2013 pkl. 18.47 kembali terjadi
gangguan pada bearing (terbakar), pada tanggal 13 april 2013 dilakukan penggantian bearing yang baru dilanjutkan dengan pengetesan ternyata PAF
trip kembali (bearing berasap), tanggal 13-26 April 2013 dilakukan pemeliharaan PAF unit 2 dengan rekondisi shaft bearing dan penggantian 1 buah
roller bearing yang mengalami retak, tanggal 26 april 2013 temperatur kembali normal dan unit dapat beroperasi, 15 mei 2013 pukul 10.11 wita
kembali terjadi gangguan dan dilakukan injeksi grease secara manual dan unit kembali paralel pkl. 14.40 wita, 10 september 2013 terjadi gangguan lagi
temperatur di lokal 76C dan dilakukan shutdown unit untuk menghindari kejadian yang fatal pada bearing (terbakar). Berdasarkan kejadian ini kami
melakuan observasi dengan inspeksi pada beberapa bagian peralatan diantaranya jalur injeksi grease dan kondisi bearing itu sendiri sehingga
disimpulkan bahwa sistem pelumasan bearing tidak optimal hal ini disebabkan pelumas tidak merata masuk ke sisi tengah bearing sampai sisi depan
roller bearing dan hanya melumasi sebagian ball bearing yang menyebabkan terjadinya high temperatur.Dengan kondisi tersebut maka kami
melakukan modifikasi saluran Injeksi pelumas dengan menggunakan plat ring C Setelah dilakukan modifikasi, Primary Air Fan dapat beroperasi dengan
baik dengan temperatur front bearing normal sampai sekarang sehingga unit 2 PLTU Barru dapat tetap beroperasi dengan handal.

Journal bearing
Kondensor

Front bearing

23

Abstrak

DESAIN HANDAL SISTEM


Wilayah Sulawesi
PELUMASAN MOTOR BEARING
Selatan, Tenggara
PAF DENGAN SIM C PLTU
dan Barat
BARRU

Thermocouple
Primary air fan
Shaft bearing, roller
bearing

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Abstrak

SWRO
BWRO
Product

24

1721060

1. ARIFIN SIREGAR
Wilayah Riau dan KOPI MIX (KOMBINASI PROSES
2. MARWAN SHOLEH
Kepri
INJEKSI MIXED BED)
3. RIO ALKADRI

Mixed bed
Regenerasi
Demin
NaOH

Water treatment Plant ( WTP ) PLTU Tanjung Balai Karimun dalam proses pengolahan air demin untuk kebutuhan boiler Menggunakan system SWRO (
Sea water reverse osmosis ). Guna mensupplay kebutuhan air di boiler, SWRO berproduksi setiap jamnya minimal menghasilkan 5 ton product, 2 ,4 ton
Product BWRO dan Demin 3 ton. Didalam proses pengolahan air laut hingga menjadi air demin dibutuhkan banyak sekali injeksi kimia diantaranya
Flogulant,Coagulant,SMBS,Antiscalant,pH, HCl, Clorine dan NaOH. Dari beberapa zat kimia tersebut ada zat yang membutuhkan waktu injeksi cukup
lama yaitu HCl dan NaOH. Injeksi kedua zat kimia itu dilaksanakan pada proses regenerasi didalam mixed bed. Satu kali injeksi zat kimia membutuhkan
waktu 30 menit dan setelah itu mixedbed harus dibilas sebelum menginject zat kedua sehingga total waktu yang dibutuhkan adalah 172 menit.
Lamanya proses regenerasi ini berpengaruh terhadap produksi air untuk mengejar kebutuhan boiler. Mengatasi permasalahan tersebut munculah
rumus kombinasi injeksi HCl dan NaOH pada proses regenerasi didalam mixedbed yang disebut dengan KOPI MIX. Rumus KOPI MIX ini
menginstruksikan supaya HCl dan NaOH di injeksi bersamaan melalui satu control sehingga bisa menghemat waktu proses regenerasi didalam
mixedbed. Alat yang dibutuhkan untuk KOPI MIX ini juga cukup sederhana hanya 2 buah regulator air instrument ( T Joint ) dan selang ( Hose ) plastic.
Keuntungan dari KOPI MIX ini yaitu tidak dibutuhkanya kembali air demin untuk proses regenerasi sehingga air demin bisa dihemat, Waktu regenerasi
mixedbed bisa dipercepat 40 menit dari sebelumnya, dan hal ini dapat dijadikan sebagai langkah preventive maintenance melalui banyaknya pompa
standby.

HCl

PLTU

25

1721062

RUBBER SUPER MANHOLE


Wilayah Riau dan
KONDENSOR PLTU Tanjung
Kepri
Balai Karimu

1. ARI SUHENDAR
2. FEBRI SUSANTO
3. SUGANDA TOBING

Sistem Kondensor
Rubber Gasket
Manhole Kondensor

Kondensor

26

1721065

Wilayah Nusa
Tenggara Barat

ALTERNATIF PERBAIKAN
WATERBOX KONDENSOR
DENGAN METODE KOMPOSIT

1. BACHTIAR BUDIYONO Korosi


2. I KADEK ARIANA
3. RIZAL DIES PRATAMA Rubber lining
Komposit

PLTU Tanjung Balai Karimun 2x7 MW merupakan PLTU pertama di Wilayah Riau dan Kepulauan Riau yang saat ini dalam proses komisioning, uji beban
dan akan segera beroperasi penuh. Banyaknya peralatan PLTU yang masih perlu di sempurnakan baik Kualitas dan Desain peralatan untuk
menghasilkan kinarja Unit yang Handal, oleh sebab itu Inovator telah mengobservasi beberapa kelemahan yang terjadi pada Sistem Kondensor,
khususnya pada Rubber Gasket Manhole Kondensor yang memiliki kualitas dan design yang masih lemah untuk sebagai perapat kondensor, maka dari
itu Inovator membuat suatu terobosan dengan menbuat suatu karya inovasi Rubber Super Manhole Kondensor sebagai pengganti media perapat
Manhole kondensor yang notabene kualitas dan Desain material yang lemah , dan sudah tidak diproduksi oleh pabrikan, serta tidak mudah ditemukan
didalam negeri. Dengan adanya Rubber Super Manhole Kondensor, maka PLTU TBK dapat meningkatkan kehandalan sistem Kondensor, dan
menghindari kerugian financial ( Biaya Pembelian ), serta kehilangan produksi kwh diakibatkan oleh Derating unit

Peralatan PLTU di indonesia sebagian besar menggunakan air laut sebagai fluida pendinginnya, salah satu peralatan tersebut adalah kondensor.
Kondensor didesain anti korosi dan tahan air laut agar kinerja tetap terjaga. Kondensor PLTU Jeranjang unit #3 memiliki kendala pada bagian proteksi
air laut. Kendala tersebut anatara lain tidak adanya cathodic protection untuk anti karat dan tidak adanya lapisan anti karat pada dinding waterbox
kondensor. Semakin bertambahnya jam kerja kondensor,terjadi kebocoran waterbox kondensor akibat korosi air laut. Kebocoran tersebut
mengakibatkan PLTU harus shutdown untuk melakukan perbaikan. Selama ini perbaikan kebocoran dilakukan dengan cara pengelasan. Perbaikan
dapat dilakukan dalam waktu singkat namun usia pakai pengelasan tersebut hanya bertahan 2 bulan. Dari proses pengelasan tersebut kondisi water
semakin rapuh karena harus menopang besi plat sebagai material penambalnya. Terdapat solusi perbaikan jangka panjang yaitu menggunakan rubber
lining. Namun solusi perbaikan tersebut membutuhkan biaya tinggi dan waktu pengerjaan yang lama. Kondisi tersebut juga diperparah karena kondisi
dinding waterbox yang sudah rapuh sehingga sangat rentan bocor/pecah meskipun sudah dilapisi karet. Saat ini teknologi komposit sudah umum
digunakan dalam dunia industry. Pelapisan dinding waterbox kondensor menggunakan komposit memiliki beberapa kelebihan diantaranya biaya
pengerjaan yang murah, material mudah didapat, waktu pengerjaan yang singkat , dan tidak membutuhkan keahlian khusus untuk melakukannya.
Dengan kondisi dinding waterbox yang sudah rapuh, pelapisan menggunakan komposit dapat menambah kekuatan dinding waterbox. Setelah
dilakukan pengujian dari implementasi pelapisan komposit tersebut, terbukti metode komposit dapat digunakan sebagai alternatif pengganti rubber
lining kondensor sekaligus menggantikan perbaikan dengan cara pengelasan.

Gambar

No

27

28

Kode

1721066

Unit

PT Pelayanan
Listrik Nasional
Batam

Judul

RECYCLE WIND ENERGY

1721067

Wilayah Sulawesi
Utara, Tengah dan MANUVER STAGER (MASTER)
Gorontalo

1721068

MODIFIKASI PENGGERAK
CIRCULATING WATER PUMP
Wilayah Sulawesi PADA SISTEM PENDINGIN DARI
Utara, Tengah dan PENGGERAK RODA GIGI
Gorontalo
MENJADI PENGGERAK
ELEKTROMOTOR PADA MS.
DEUTZ BA 12M PLTD NOPI

Inovator

1. MARTHIN EFRAIM
HARIANJA
2. SUPRAPTO
3. WAHYUDI

Index

PLTMG
Blower fan
Energy

PLTU
1. ARMIE NOVRI
WATTIMURY
Mixbed
2. KUKUH SUDARYATMO
3. SYAHRAINI
WTP
RONDONUWU
Stager

Gangguan

29

1. DZULJALALI WAL
IKRAM NASRI
2. ERDHI DWI CAHYO
3. GISNO

Recovery
Deutz BA 12 M
Gear pompa air
Elektromotor

Abstrak

PLTMG Panaran adalah merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas.Yang merupakan milik PLN BATAM untuk pertama kalinya. Dimana saat ini
beroperasi lebih dari 20 jam sesuai merit order dari pengatur beban PT. PLN Batam. PLTMG Panaran ini menggunakan mesin Roll Royce BE3540V20
dimana mesin ini berkapasitas 8,5 MW dengan kecepatan 750 rpm. Dan mesin ini membutuhkan 6 blower fan sebagai pendingin di radiatornya. Blower
fan yang di pakai pada mesin ini menggunakan motor dengan daya 15 kw dengan kecepatan 980 rpm dan menghasilkan kecepatan angin 20-25 m/s.
Melihat kecepatan angin yang di hasilkan oleh blower fan tersebut maka timbullah ide untuk memanfaatkan kecepatan angin tersebut untuk
menghasilkan energy listrik lagi. Dimana dengan memanfaatkan kecepatan angin yang di hasilkan oleh blower fan tersebut tadi didapat energy yang
cukup untuk penerangan kantor di PLTMG Panaran.

PLTU Amurang adalah pembangkit tenaga uap pertama yang dikelola oleh PLN Sektor Pembangkitan Minahasa dengan kapasitas terpasang 2 x 25 MW.
PLTU Amurang pada saat ini adalah pembangkit yang sangat diandalkan untuk mensuplai daya ke sistem SULUTGO, Jika salah satu unit PLTU Amurang
tidak beroperasi maka sistem SULUTGO akan mengalami defisit daya. Oleh karena itu keandalan operasi PLTU Amurang sangat diharapkan. Mixbed
adalah salah satu bagian dari sistem WTP yang bertugas untuk melanjutkan proses produksi air demin dari keluaran sistem BWRO. Mixbed berfungsi
penuh mengontrol nilai konduktivity air. WTP memiliki 2 (dua) unit mixbed dan setiap unit mixbed dikontrol oleh 1 (satu) unit stager. Stager adalah
komponen penting yang ada dalam kesatuan sistem MIXBED, digerakkan oleh metode automatisasi kontrol yang bekerja pada setiap port saat akan
dilakukan proses Regenerasi ion. Stager digunakan saat akan dilakukan proses regenerasi ion NaOH & HCl yang berlangsung selama 5 jam. Saat proses
regenerasi berlangsung, sering terjadi kegagalan yang disebabkan oleh error stager sehingga proses harus diulang dari awal. Jika stager mengalami
kerusakan permanen, maka mixbed hanya beroperasi satu line saja dan harus berhenti produksi saat proses regenerasi berlangsung. Kondisi tersebut
menyebabkan produksi air demin untuk unit PLTU berkurang dan dapat menyebabkan unit mengalami derating hingga berpotensi shutdown.
Berdasarkan hasil kajian dan analisa maka dilakukan INOVASI MANUVER STAGER yaitu dengan menambahkan 3 (tiga) line manuver dengan pipa baru
yaitu untuk jalur regenerasi ion NaOH, jalur regenerasi ion HCl dan jalur re-injeksi bahan kimia diantara mixbed (1) dan mixbed (2). Inovasi ini
bertujuan jika terjadi kegagalan stager (Error 04) yang artinya stager tidak dapat digunakan lagi dan harus diganti dengan stager baru, maka dapat
langsung ditangani dengan melakukan perpindahan jalur (MANUVER) dari stager yang mengalami gangguan ke stager yang lainnya (Redundant)
sehingga kekurangan pasokan air baku akibat kerusakan stager dapat dihindari dan peralatan Mixbed menjadi lebih andal. Inovasi ini telah
diimplementasikan sejak tahun 2013 yaitu pada bulan Desember 2013.

Gangguan pada sebuah unit pembangkit secara tidak langsung akan berimbas pada nilai kinerja yang lain, recovery gangguan yang cepat sangat
diperlukan, terutama bila terjadi gangguan di unit PLTD isolated yang dimana membutuhkan waktu yang cukup lama bila melakukan pengadaan spare
part yang rusak Apalagi bila unit yang mengalami kerusakan merupakan unit tertua yakni unit 2 mesin deutz BA 12 M yang telah beroperasi sejak tahun
1986, yang dimana pengadaan material baru sangat lah susah didapat. Oleh sebab itu dibutuhkan lah pengalaman kerja serta ide-ide yang inovatif
guna dapat menanggulangi gangguan tersebut. Salah satu nya dengan memodifikasi penggerak CWP yang berfungsi sebagai komponen utama dalam
sistem pendinginan pada mesin.. hal ini dilakukan dikarenakan adanya gangguan pada gear pompa air yang berfungsi sebgai penggerak pada CWP
yang disebabkan oleh kelelahan material. Tentu saja hal ini sangat mengganggu kondisi kelistrikan pada PLN Tolitoli terutama pada beban puncak, oleh
sebab itu inovasi ini berfungsi untuk merecovery gangguan tersebut agar tidak terjadi pemadaman listrik secara bergantian pada saat beban puncak.

Gambar

No

Kode

Unit

Judul

Inovator

Index

Modifikasi

30

1721069

Wilayah
Kalimantan
Selatan dan
Kalimantan
Tengah

Dioda
MODIFIKASI DIODA DAN
THYRISTOR

1. ADE FAJAR ADHITA


2. HAKIKI THORIKI
3. RAHMAN SAPUTRA

Thyristor
Power exciter
Proteksi

31

1721241

Wilayah Nusa
Tenggara Barat

OPTIMALISASI PRODUKSI DAYA


MAMPU SPD DENGAN
METODE MENURUNKAN
KECEPATAN ALIRAN AIR
PENDINGIN PADA SULZER 12ZV
40/48

1. DANNY RAHMAN EKA Penurunan kecepatan


PUTRA
2. HAIRUL IMAM AZHARI Air pendingin mesin
3. I KOMANG EKA
WIMERTA
Temperatur

Abstrak

Modifikasi Rangkaian Dioda dan Thyristor pada PLTA Ir. PM. Noor Oleh : Rahman Saputra, Ade Fajar Adhita dan Hakiki Thoriki Salah satu gangguan
yang kadang terjadi di PLTA Ir. PM. Noor adalah kerusakan pada salah satu komponen elektronik rangkaian dioda dan thyristor pada Power Exciter.
Berdasarkan hasil analisa, gangguan tersebut disebabkan oleh jenuhnya komponen elektronik dan kontrol proteksi yang kurang handal. Tidak adanya
indikasi rangkaian mana yang rusak menyebabkan pemulihan unit memerlukan waktu yang cukup lama, mulai dari 3 jam hingga 8 jam. Untuk
mengatasi hal tersebut, maka kami membuat sebuah inovasi untuk memodifikasi rangkaian dioda dan thyristor, dengan menambahkan indikator pada
setiap stage (rangkaian dioda dan thyristor), memperbarui beberapa komponen elektronik, serta menambahkan kontrol proteksi untuk meningkatkan
kehandalan. Modifikasi ini telah diimplementasikan pada unit 1 PLTA sejak Oktober 2012 dan unit 2 & 3 pada November 2013. Sejak
mengimplementasikan modifikasi ini, power exciter menjadi lebih handal, sampai saat ini tidak ada gangguan yang disebabkan oleh kerusakan
rangkaian dioda dan thyristor yang telah dimodifikasi. Hal ini memberikan kesempatan PLN untuk berhemat hingga Rp 1.269.000.000,- per tahun untuk
setiap unit PLTA

Sistem pendingin mesin adalah suatu sistem untuk menurunkan temperatur mesin. Proses ini dilakukan dengan cara memindahkan panas atau kalor
dari mesin ke media pendingin atau lingkungan. Sehingga dalam prosesnya diperlukan media untuk memindahkan kalor tersebut. Adapun media yang
dipakai adalah fluida air. Tingginya temperatur mesin menyebabkan unit pembangkit tidak dapat berproduksi optimal. Bahkan bila temperatur
melebihi batas toleransi, sistem proteksi akan bekerja yang menyebabkan unit pembangkit trip. Jika salah satu unit pembangkit di PLTD Paokmotong
tidak berproduksi maka akan berdampak pada ketersediaan daya serta kenaikan biaya operasional. Maka untuk menghindari tingginya temperatur air
pendingin, penulis melakukan inovasi dengan cara menurunkan kecepatan air pendingin dari pompa jacket water dan mengalirkannya ke bak
penambah. Tujuan dari inovasi ini adalah mengoptimalkan fungsi penyerapan panas dari air pendingin mesin dan menjaga temperatur mesin agar
tidak terjadi over heating pada material mesin sehingga unit pembangkit dapat dibebani maksimal. Setelah inovasi ini, tingginya temperatur air
pendingin dapat diatasi sekaligus memperpanjang umur pakai material sehingga unit pembangkit di PLTD Paokmotong dapat berproduksi optimal.

Gambar