Anda di halaman 1dari 114

VESSEL DAN BAHAN ISIAN

DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
BAGIAN I
I.

Pendahuluan
Teknologi
diciptakan
bertujuan
untuk
membantu pekerjaan manusia, dalam bidang
industri yang membutuhkan alat-alat berat yang tidak
mungkin manusia dapat menggantikan peran alat
tersebut. Dalam dunia industri terutama dalam
bidang
fluida
bertekanan,pengolahannya
membutuhkan perhatian lebih dan peran alat
didalamnya karena fluida merupakan senyawa yang
kompleks. Sebagai contoh bejana (vessel)
merupakan alat penunjang dalam proses produksi
yang melibatkan fluida. Bejana berfungsi sebagai
media untuk memroses dan menyimpan material
fluida yang bertujuan untuk menjaga kondisinya agar
dapat dimanfaatkan pada proses selanjutnya.
Penggunaan vessel tidak hanya sebagai alat
untuk menyimpan fluida saja tetapi juga sebagai alat
pemroses. Misalnya sistem yang bekerja dengan
mengontakkan gas dan cairan seperti absorpsi solut
dari fasa gas, desorpsi solut dari fasa cair (stripping),
distilasi, reaksi kimia tertentu, dan scrubbing suatu
bahan partikulat pada sistem pengendalian
pencemaran dan sebagainya. Pada sistem yang
terjadi kontak antara gas dan cairan diperlukan suatu
bahan yang membantu kontak antar fase tersebut
(Asisten Laboratorium Operasi Teknik Kimia
UNTIRTA, 2015). Bahan ini disebut bahan isian atau
packing material. Selain membantu kontak antar

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
fase bahan isian juga bisa ikut bekerja dalam hal ini
melakukan reaksi kimia misalnya resin dalam
penukar ion, baik kation maupun anion.
Dalam buku ini akan dibahas secara singkat
dan diusahakan untuk mudah dipahami tentang
bejana (vessel) dan bahan isian (packing material)
pada proses produksi urea di PT Petrokimia Gresik.

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
BAGIAN II
VESSEL
II.1. Definisi Vessel (Bejana)
Vessel atau bejana merupakan tangki
yang digunakan untuk penyimpanan fluida.
Kemudian Bejana yang bekerja dibawah
tekanan disebut pressure vessel yang
digunakan tempat penampungan suatu fluida
baik berupa cair maupun gas. Tekanan yang
bekerja pada vessel bias jadi lebih besar
daripada tekanan atmosferik atau kurang dari
tekanan atmosferik (vacuum). Biasanya fluida
yang disimpan dalam bejana tekan adalah

fluida yang memiliki karakteristik maupun


perlakuan
khusus,
misalnya
fluida
bertekanan, fluida dalam temperatur rendah
maupun temperatur tinggi dan lain-lain
(Aziz, Hamid, & Hidayat, 2014).
II.2. Klasifikasi Vessel
Berdasarkan
orientasinya
vessel
dibedakan menjadi dua jenis diantaranya :
1) Vessel vertikal
Posisi vertical yaitu posisi tegak lurus
terhadap sumbu netral axis, dimana posisi
ini banyak digunakan didalam instalasi yang
mempunyai tempat tidak begitu luas.

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
2) Vessel horizontal
Bejana tekan pada posisi horizontal banyak
ditemukan dan digunakan pada ladang
sumur minyak didaratan karena mempunyai
kapasitas produksi yang lebih besar.
Kemudian panjang vessel dan beban yang
bekerja juga menentukan apakah harus di
tempatkan secara vertical atau horizontal.
Sebagai contoh, jenis bejana tekan dengan
posisi horizontal ini biasanya berfungsi
sebagai separator 3Phase, yaitu pemisahan
antara minyak mentah (crude oil), air
(water) dan gas.
Berdasarkan fungsi/penggunaan vessel
diindustri maka vessel diklasifikasikan sebagai
berikut :
a. Separator adalah jenis dari vessel yang
digunakan
untuk memisahkan. Sesuai
dengan namanya, separate yang artinya
memisahkan.
b. Drum Vessel adalah jenis vessel yang
digunakan untuk menampung fluida.
Fluida tersebut nantinya akan dipompakan
ke proses yang lain, ke pembuangan atau
bahkan ke unit produksi. Contoh drum
vessel diantaranya :

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
1. Reaktor
Reaktor adalah jenis vessel yang
digunakan
sebagai tempat untuk
reaksi kimia. Vessel ini dapat berisi
katalis, yaitu suatu zat yang bertugas
untuk mempercepat reaksi dan
mengarahkan reaksi.
2. Separator drum
Vessel
yang
berfungsi
untuk
menampung fluida untuk sementara
tetapi juga digunakan untuk melakukan
pemisahan (separate).
3. Knockout drum
Drum
jenis
ini
bertugas
mengumpulkan fluida yang masih
memiliki kandungan
gas.
Fluida
dipisahkan
dengan
mengunakan
demister, suatu pengumpul fluida
seperti layaknya saringan. Fluida
dengan fase gas akan naik ke atas dan
fulida dengan fase cair akan turun ke
bawah yang disebabkan oleh gaya
grafitasi.
4. Flash drum
Vessel
ini
digunakan
untuk
menguapakan seluruh atau sebagian
cairan (liquid) yang bertekanan tinggi
dengan menempatkannya pada vessel
yang bertekanan rendah.

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
5. Blowdown drum
6. Reflux accumulator drum
c. Storage vessel
Vessel jenis ini digunakan untuk melakukan
penyimpanan bahan kimia atau dikenal
dengan sebutan tangki storage.
d. Tower vessel
Tower atau istilahnya column, column
adalah ekuipment yang paling utama
dalah sebuah proses facility. Column
biasanya berbentuk vertikal vessel, dalam
sebuah plant bentuknya paling menonjol
karena bentuk vesselnya paling tinggi
dibanding vessel yang lain. Tower ini
digunakan
untuk
menyaring
dan
memisahkan bahan mentah (crude oil)
yang masih terdiri dari berbagai macam
fase, disebut juga dengan fractionation
column.
Berdasarkan pada bentuk geometrinya,
vessel dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :
1. Open and closed tanks
Penggunaan open atau closed tangki
tergantung pada fluida yang ditangani dan
tergantung
pada
proses
operasinya.
Misalnnya fluida yang mudah terbakar, fluida
yang bersifat toksik, dan gas harus disimpan
pada tangki tertutup. Kemudian bahan kimia
berbahaya, seperti asam dan kaustik harus
disimpan dalam closed tanki (vessel). Hal ini

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
akan mengurangi resiko yang dapat
ditimbulkan jika disimpan pada tangka
tertutup.
2. Tangki silinder dengan atap dan dasar
tertutup rapat
Cylindrical Tangki yang tertutup rapat pada
dasar dan atapnya digunakan jika tekanan
uap dari fluida yang disimpan mempunyai
tekanan yang besar.
3. Sperhical tank (tangki bola)
Sperhical tank digunakan untuk menyimpan
gas-gas yang dicairkan seperti LPG, O2, N2
dan lain lain bahkan dapat menyimpan gas
cair tersebut hingga mencapai tekanan 75
psi, volume tanki dapat mencapai 50000
barrel, untuk penyimpanan LNG dengan
kondisi cryogenic. Untuk aplikasi tekanan
tinggi biasanya tanggi dilapisi dengan isolasi
berbahan polyurethane foam.
II.3. Bagian-bagian Vessel
Vessel terdiri dari beberapa bagian
yang dijadikan satu dengan cara pengelasan
ataupun dengan baut bertujuan untuk
mempertahankan posisi vessel dan memberikan
kemudahan bagi operator untuk melakukan
maintenance pada vessel. Bagian-bagian pada
vessel pada umumnya dituliskan pada gambar
3.1 sebagai berikut :

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.1 Bagian-bagian vessel (Indonesian


Piping Knowledge, 2013)
Penjelasan mengenai bagian-bagian pada
vessel sebagai berikut :
1. Manhole adalah nozzle, bedanya manhole tidak
di koneksikan dengan pipa hanya ditutup
dengan blind flange. Yang nantinya manhole ini
berfungsi untuk ruang akses bagi operator yang
akan masuk ke dalam vessel baik untuk
maintenace atau pemasangan equipment
internal vessel (Indonesian Piping Knowledge,
2014a).
2. Access opening adalah bentuk lingkaran
(seperti lubang) pada skirt vessel, yang
memungkinkan operator untuk masuk dan
melakukan maintenance. Beberapa istilah lain
menyebutkan nya dengan access hole
(Indonesian Piping Knowledge, 2014a).
3. Platfrom adalah tempat orang berjalan atau
meletakan ekuipment di dalam sebuah 'site'.

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Platfrom juga digunakan untuk membantu
proses maintenance peralatan.
4. Head adalah bagian penutup dari vessel. Head
berada di bagian kanan dan kiri untuk vessel
horizontal, atau bagiaan atas dan bawah untuk
vessel vertikal. Jenis head bermacam-macam
diantaranya elliptical, hemisperical, conical,
torisperical, type flat, dan type flange.
5. Shell adalah bagain dari vessel yang berbentuk
silinder, yang menyelubungi dari vessel itu
sendiri. Shell merupakan plat lembaran yang
kemudian di bentuk sampai nanti akhirnya
menjadi silindris.
6. Support adalah penyangga. Jenis support yang
digunakan tergantung pada ukuran dan orientasi
dari pressure vessel. Dalam semua kasus,
support untuk pressure vessel harus kuat untuk
menerima beban selfweight, angin, dan beban
gempa. Basic load dihitung untuk merancang
anchorage dan pondasi untuk pressure vessel.

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Jenis support yang umum digunakan adaah
sebagai berikut :
a) Skirt support
Skirt support diaplikasikan untuk
pressure vessel yang tinggi dengan posisi
vertikal. Skrit support
menggunakan
plat
metal
berbentuk
silinder dan dilas pada
bagian bawah shell dari
pressure vessel atau
pada head bagian
bawah. Pada vessel
jenis bola, skirt support
dilas pada bagian dekat
Gambar 2.2 Skirt
mid-plane dari shell.
support, Platform, dan
Skirt
support
Shell pada Vertikal
vessel
dapat
menyediakan
cukup
fleksibilitas
sehingga ketika terjadi ekspansi termal
pada shell tidak akan menyebabkan
tekanan panas yang tinggi di titik temu shell
dengan skirt (Sakti, 2012).
b) Legs Suppport
Legs support digunakan pada vessel
vertikal yang berukuran kecil dan spherical
pressure vessel, biasanya dilas ke bagian
bawah shell. Rasio maksimum panjang legs
support terhadap diameter drum biasanya
2:1. Jumlah legs yang dibutuhkan

10

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
tergantung pada ukuran vessel dan beban
yang diterima (Sakti, 2012).

Gambar 2.4 Legs


Support Vertikal
Vessel

c) Saddle Support
Saddle Support biasanya digunakan
untuk vessel horisontal, dipasang dua lokasi
dengan saddle support. Saddle support

Gambar 2.5 Saddles Support


(Highland Tank, 2013)
berfungsi mendistribusikan beban berat di
seluruh permukaan dari shell untuk
mencegah terjadinya local stress yang
berlebihan dalam shell di titik-titik support.

11

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Lebar saddle, antara lain detail desain,
ditentukan dari desain kondisi pressure
vessel.
Salah satu saddle biasanya dipasang
sebagai fix anchor dan lainnya sebagai
fleksibel anchor yang mengakomodasi
thermal expansion ke arah longitudinal.
7. Ladder dan cages
Ladder dan cages adalah tangga serta
kurungannya (cages), cages berfungsi untuk
mencegah agar operator tidak jatuh dari tangga,
disamping itu memiliki efek psikologis berupa
keamanan bagi si operator ketika menaiki
tangga (Indonesian Piping Knowledge, 2014a).

Gambar 2.6 Ladder dan Cages (Highland


Tank, 2013)

12

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
8. Nozzle
Nozzle adalah ruang keluaran atau
masukan dalam vessel, terbuat dengan atau
tanpa potongan pipa yang di las dengan flange.
Flange adalah komponen dalam system
pemipaan yang berguna untuk menyambungkan
pipa satu dengan pipa yang lain atau dalam hal
ini menyambungkan nozzle dengan pipa
lain(Indonesian Piping Knowledge, 2014b).
9. Davit adalah sebuah alat yang fungsi utamanya
untuk pengangkut di vessel, biasanya di letakan
dengan sambungan soket yang nantinya dapat
untuk mengangut blind flange. Kalau untuk
column, biasanya di sebut column davit, ia
berfungsi untuk mengangkat relief valve, trays
dan internal vessel lainya(Indonesian Piping
Knowledge, 2014a).

Gambar 2.7 Nozzle, flange dan davit (Highland


Tank, 2013)

13

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
10. Hinges adalah alat untuk mengangkat atau
memindahkan blind flange yang merupakan
penutup dari mainhole. Fungsi hinges sama
seperti davit, tetapi mempunyai bentuk yang
berbeda.
Penggunaan davit atau hinges, karena blind
flange cukup berat dan operator tidak akan
mampu untuk mengangkatnya. Sebagai contoh
pada pintu misalnya hinges adalah engsel
pintunya dan flange adalah daun pintunya.

Gambar 2.8 Hinges pada vessel (WSF


Industries Inc., 2001)
Perbedaan hinges dan davit adalah
mekanisme
penggunaannya,
hinges
mengunakan
mekanisme
buka
tutup,
sedangkan davit mekanismenya dengan
menggeser blind flange(Indonesian Piping
Knowledge, 2014a).
11. Base plate adalah plat datar bagian dari vessel
yang letaknya plaing bawah, ia bersentuhan
langsung dengan pondasi (Indonesian Piping
Knowledge, 2014a).

14

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
II.4. Vessel di Pabrik Urea PT Petrokimia Gresik

Gambar 2.9 Reaktor (DC101)


Reaktor (DC-101)
Fungsi
: Mereaksikan NH3 cair dengan
gas CO2 yang membentuk
ammonium karbamat dengan
reaksi bersifat eksotermis yang
kemudian diikuti reaksi karbamat
menjadi urea yang merupakan
reaksi endotermis.
Tipe
: Hemispirical
Material
: Shell Carbon Steel+ 316 SS UG
Lining
Kapasitas
: 1,517 x 1011 mm3
Tebal
: 90 mm
Tekanan Desain : 184 kg/cm2

15

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Tekanan Operasi
Dimensi
Suhu Desain
Suhu Operasi

: 175 kg/cm2
: 2550 x 28000 mm (ID x TT height)
: 220oC
: 190/180 (Top/Bottom) oC

Gambar 2.10. Stripper

Stripper (DA-101)
Fungsi
: Menguraikan karbamat menjadi
ammoniak (NH3) dan CO2
dengan media CO2 feed
Tipe
: Vertical Silinder
Material
: Shell = Carbon steel A516 GR 70
Tube = Duplex stainless steel,
DP12
Tekanan Operasi : Shell = 20 kg/cm2
Tube = 175 kg/cm2

16

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Suhu Operasi

: Shell = 214oC (in=out)


Tube = 190oC (in) ;177 oC (out)
Tekanan Desain : Shell = 25 kg/cm2
Tube = 184 kg/cm2
Suhu Desain
: Shell = 240oC
Tube = 220oC
Fluida
: Shell = steam
Tube = Urea solution
Insulation
: Shell = 100
Tube = 90

Scrubber (DA-102)
Fungsi
: Mengubah gas yang tidak
bereaksi menjadi karbamat
Tipe
: Packed Tower
Material
: Shell & Tube = Carbon steel A516
GR70 + Stainless steel 316 LSS
UG
Tekanan Desain : 184 kg/cm2.g
Tekanan Operasi : 175 kg/cm2.g
Suhu Desain
: 220oC
Suhu Operasi
: 214 oC
Kapasitas
: 2,55 m3
Fluida
: mixed gas dan carbamate
solution
Kapasitas
: 2,55 m3

17

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.11 HP Decomposer


HP Decomposer (DA-201 A)
Fungsi
: Sebagai pemanas sekaligus
menurunkan tekanan untuk
mengurai ammoniak dan
memisahkan ekses ammoniak
dari larutan urea (sebagai alat
pemurnian)
Material
:
Shell = Stainless steel strip A240 TP 329
Tube = Stainless steel strip A240 TP 329
Tekanan Desain : Shell = 25 Kg/cm2
Tube = 20 Kg/cm2
Tekanan operasi : Shell = 20 kg/cm2
Tube = 17.5 kg/cm2
Suhu Desain
: Shell = 240oC
Tube = 190oC

18

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

: Shell = 214 (in) / 167 (out) oC


Tube = 155 (in) / 158 (out) oC
Kapasitas Normal: Shell = 0,496 m3
Tube = 7,91 m3
Suhu Operasi

Gambar 2.12 LP Decomposer

LP Decomposer (DA-202 B)
Tipe
: Sieve Tray Raching Ring
Material
: Shell = Carbon Steel A516 GR60
/ A240 Tipe 16
Kapasitas
: 20,9 m3
Tekanan desain : Shell = 8 kg/cm2
Tube = 4 kg/cm2
Tekanan Operasi : Shell = 4 kg/cm2
Tube = 2.5 kg/cm2
Suhu Desain
: Shell = 200 oC
Tube = 165 oC

19

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Suhu Operasi

: Shell = 151 oC (in) ; 154 oC (out)


Tube = 131 oC (in) ; 138 oC (out)

HP Absorber Upper (EA-401 A)


Tipe
: H-NEN
Material
:
Shell = Stainless steel A240 Tipe 316 L
Tube = Stainless steel A213 Tipe 316 L
Surface Area
: 114 m2
Tekanan Desain : Shell = 20 kg/cm2
Tube = 7 kg/cm2
Tekanan Operasi : Shell = 17.3 kg/cm2
Tube = 4 kg/cm2
Suhu Desain
: Shell = 130 oC
Tube = 70 oC
Suhu Operasi
: Shell = 91.5 oC (in) ; 91.5 oC (out)
Tube = 38 oC (in) ; 50 oC (out)
Fluida
: Shell = Carbamate Solution
Tube = Cooling water

20

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.13 HP Absorber (EA401B)


HP Absorber Lower (EA-401B)
Tipe
: H-NKN
Material
: Shell = Carbon steel A516 GR70
+316 LSS CLAD / A156
GR70
Tube = Carbon steel A213 Tipe
316 L
Fluida
: Shell = Carbamate solution
Tube = Urea slurry/ Hot water/
Cooling Water
Tekanan Desain : Shell = 20 kg/cm2
Tube = 3,5 kg/cm2 (Urea Slurry)
4 kg/cm2 (Hot water)
7 kg/cm2 (Cooling water)
Tekanan Operasi : Shell = 17.3 kg/cm2
Tube = 1 kg/cm2 (Urea Slurry)
2.5 kg/cm2 (Hot water)
4 kg/cm2 (Cooling water)
Suhu Desain
: Shell = 140 oC
Tube = 120 oC (Urea Slurry)
120 oC (Hot water)
70 oC (Cooling water)

21

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Suhu Operasi

: Shell = 108 oC (in) ; 108 oC (out)


Tube = 77.5 oC (in) ; 83.3 oC (out)
Urea Slurry
85 oC (in) ; 90 oC (out)
Hot water
38 oC (in) ; 50 oC (out)
Cooling water

Gambar 2.14 Urea Hydrolizer


Urea Hydrolizer (DA-502)
Fungsi
: Memisahkan
partikel
urea
menjadi gas CO2 dan gas
ammoniak
dengan
cara
pemanasan uap kukus tekanan
18 Kg/cm2, selanjutnya gas hasil
pemisahan dikirim ke proses
condensate stripper (DA-501)

22

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Tipe
Material
Tebal
Suhu Desain
Suhu Operasi
Tekanan Desain
Tekanan Operasi
Kapasitas
Fluida
Dimensi

: Menara vertical (Ujung Elips)


: Stainless steel A240 T316
: 90 mm
: 240oC
: 200 oC
: 22 kg/cm2
: 18 kg/cm2
: 25,3 m3
: Proses kondensat
: 1500 x 138000 mm
(DT x TT height)

Gambar 2.15 Final Separator (FA203)


Final Separator (FA-203)
Fungsi
: Memekatkan larutan urea
dengan cara memisahkan antara

23

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

larutan urea dengan air dengan


cara penghisapan sistem vakum
(evaporasi) pada tekanan 25
mmHg Suhu 138oC sehingga
konsentrasi larutan urea dari 90%
menjadi 99,7 %
Tipe
: Siinder vertikal
Material
: Stainless steel A240 T304
Tebal
: 75 mm
Kapasitas
: 81,4 m3
Dimensi
: 3700 / 5000 mm (DT x TT height)
Fluida
: Urea solution
Suhu Desain
: 170oC
Suhu Operasi
: 138 oC
Tekanan Desain : 1.75 kg/cm2
Tekanan Operasi : 25 mmHg.A

24

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.16 Vacuum Concentrator (FA202A)


Vacuum Concentrator (FA-202A)
Fungsi
: Memekatkan larutan ureadengan
cara memisahkan antara cairan
urea dengan air menggunakan
penghisap sistem vakum pada
tekanan 150 mmHg
Tipe
: Silinder vertikal
Kode
: ASME SEC VII DIV 1
Material
: Stainless steel A240 T304
Tebal
: 75 mm
Kapasitas
: 143,9 m3
Dimensi
: 4800 x 9230 mm (DT x TT height)
Fluida
: Urea solution
Suhu Desain
: 170oC
Suhu Operasi
: 132 oC
Tekanan Desain : 1.75 & F.V kg/cm2
Tekanan Operasi : 150 mmHg.A

25

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.17 Vacuum Concentrator lower (FA-202B)


Vacuum Concetrator Lower (FA-202B)
Tipe
: Silinder Vertikal
Kode
: ASME SEC VII DIV 1
Material
: 304 SS CLAD+A516 GR60
Fluida
: Urea solution
Tekanan Desain : Shell = 1.75 dan F.V kg/cm2
Jacket = Full Water
Tekanan Operasi : Shell = 150 mmHg
Jacket = Full Water
Suhu Operasi
: Shell = 77oC
Jacket = 90oC
Suhu Desain
: Shell = 110oC
Jacket = 120oC
Kapasitas
: Shell
= 114.8 m3
Jacket
= 7.5 m3
Washing Coloumn (DA-401)
Tipe
: Vertikal (Ujung Elips)
Material
: SS A240 T340
Ukuran
: (IDx Tinggi) = 700 x 5450
Fluida
: Amonium Karbamat
Suhu Desain
: 130 oC

26

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Suhu Operasi
: 65 oC
Tekanan Desain : 20 kg/cm2
Tekanan Operasi : 17.3 kg/cm2
Flash Separator (FA-205)
Tipe
: Vertikal (Ujung Elips) dan Flat
Bottom
Material
: SS A240 T304
Ukuran
: (IDx Tinggi) = 1300 x 1600
Desain
: Suhu = 140oC

Gambar 2.16 Process Condenate Stripper (DA501)


Process Condensate Stripper (DA-501)
Kode
: ASME SEC VIII DIV 1
Suhu Operasi
: 138 0C
Suhu Desain
: 175 0C

27

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Fluida
Tekanan Operasi
Tekanan Desain
Kapasitas

: Process Condensate
: 3.0 kg / cm2
: 5.0 kg / cm2
: 35.0 m3

Gambar 2.17 Final Absorber (DA503)


Final Absorber (DA-503)
Kode
: ASME SEC VIII DIV 1
Suhu Operasi
: 67 0C
Suhu Desain
: 160 0C
Fluida
: Process Condensate
Tekanan Operasi : Atmosfer
Tekanan Desain : 1.05 dan Full Water kg / cm2
Kapasitas
: 1.7 m3

28

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.18 First Stage Suction Separator (FA-111)


First Stage Suction Separator (FA-111)
Kode
: ASME SEC VIII DIV 1
Suhu Operasi
: 35 0C
Suhu Desain
: 70 0C
Fluida
: gas CO2 , water
Tekanan Operasi : 0.8 kg / cm2
Tekanan Desain : 1.8 kg / cm2
Kapasitas
: 14.9 m3

29

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.19 Second Stage Suction Separator (FA-112)


Second Stage Suction Separator (FA-112)
Kode
: ASME SEC VII DIV 1
Suhu Operasi
: 40 0C
Suhu Desain
: 70 0C
Fluida
: gas CO2 , water
Tekanan Operasi : 4.7 kg / cm2
Tekanan Desain : 9.3 kg / cm2
Kapasitas
: 5.8 m3

30

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.20 Third Stage Suction Separator (FA-113)


Third Stage Suction Separator (FA-113)
Kode
: ASME SEC VIII DIV 1
Suhu Operasi
: 40 0C
Suhu Desain
: 70 0C
Fluida
: gas CO2 , water
Tekanan Operasi : 20.9 kg / cm2
Tekanan Desain : 30.0 kg / cm2
Kapasitas
: 3.1 m3

31

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.21 Fourth Stage Suction Separator (FA-114)


Fourth Stage Suction Separator (FA-114)
Kode
: ASME SEC VIII DIV 1
Suhu Operasi
: 60 0C
Suhu Desain
: 120 0C
Fluida
: gas CO2 , water
Tekanan Operasi : 101 kg / cm2
Tekanan Desain : 120 kg / cm2
Kapasitas
: 1.4 m3

32

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.22 Saturation Drum (FA-102)


Saturation Drum (FA-102)
Kode
: ASME SEC VIII DIV 1
Suhu Operasi
: 214 0C
Suhu Desain
: 240 0C
Fluida
: Steam Condensate
Tekanan Operasi : 20 kg / cm2
Tekanan Desain : 25 kg / cm2
Kapasitas
: 13.0 m3

33

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.23 Steam Drum (FA-103)


Steam Drum (FA-103)
Kode
: ASME SEC VIII DIV 1
Suhu Operasi
: 158 0C
Suhu Desain
: 200 0C
Fluida
: Steam Condensate
Tekanan Operasi : 5.0 kg / cm2
Tekanan Desain : 8.0 kg / cm2
Kapasitas
: 18.0 m3

34

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.24 Steam Condensate Tank (FA-104)


Steam Condensate Tank (FA-104)
Kode
: API 650 APP J
Suhu Operasi
: 52 0C
Suhu Desain
: 100 0C
Fluida
: Steam Condensate
Tekanan Operasi : Atmosfer
Tekanan Desain : Full Liquid
Kapasitas
: Nominal
= 13.0 m3
Net
= 11.1 m3

35

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.25 Ammonia Reservoir (FA-105)


Ammonia Reservoir (FA-105)
Kode
: ASME SEC VIII DIV 1
Suhu Operasi
: 30 0C
Suhu Desain
: 70 0C
Fluida
: Ammonia
Tekanan Operasi : 18.0 kg / cm2
Tekanan Desain : 21.0 kg / cm2
Kapasitas
: 60.5 m3

36

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.26 Sealing Water Tank (FA-121)


Sealing Water Tank (FA-121)
Kode
: API 650 APP J
Suhu Operasi
: 40 0C
Suhu Desain
: 70 0C
Tekanan Operasi : Atmosfer
Tekanan Desain : Full Liquid
Kapasitas
: Nominal
= 2.5 m3
Net
= 1.9 m3

37

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.27 Urea Solution Tank (FA-201)


Urea Solution Tank (FA-201)
Kode
: API 650 APP F
Suhu Operasi
: 97 0C
Suhu Desain
: 140 0C
Fluida
: Larutan Urea
Tekanan Operasi : Atmosfer
Tekanan Desain : Full Liquid
Kapasitas
: Nominal
= 628.2 m3
Net
= 588.3 m3

38

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Hot Water Tank (FA-204)
Kode
: API 650 APP J
Suhu Operasi
: 85 0C
Suhu Desain
: 120 0C
Tekanan Operasi : Atmosfer
Tekanan Desain : Full Water
Kapasitas
: Nominal
= 14.9 m3
Net
= 12.5 m3
Heat Tank (FA-301)
Kode
Suhu Operasi
Suhu Desain
Fluida
Tekanan Operasi
Tekanan Desain
Kapasitas

: ASME SEC VIII DIV 1


: 138 0C
: 170 0C
: Urea Solution
: Atmosfer
: Full Liquid
: Shell
= 0.14 m3
Jacket
= 0.03 m3

39

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.28 Urea Dissolving Tank (FA-302)


Dissolving Tank (FA-302)
Kode
: none
Suhu Operasi
: 80 0C
Suhu Desain
: 110 0C
Tekanan Operasi : Atmosfer
Tekanan Desain : Full Liquid
Kapasitas
: Nominal
Net

= 20.5 m3
= 19.0 m3

Strainer Washing Tank (FA-304)


Kode
: none
Suhu Operasi
: 40 0C
Suhu Desain
: 70 0C
Tekanan Operasi
: Atmosfer
Tekanan Desain
: Full Water
Kapasitas
: Nominal
Net

40

= 0.35 m3
= 0.28 m3

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.29 Water Tank (FA-305)


Water Tank (FA-305)
Kode
: API 650 APP J
Suhu Operasi
: 85 0C
Suhu Desain
: 120 0C
Tekanan Operasi : Atmosfer
Tekanan Desain : Full Water
Kapasitas
: Nominal
= 6.2 m3
Net
= 5.0 m3
Urea Drainage Tank (FA-306)
Kode
: API 650 APP J
Suhu Operasi
: 36 0C
Suhu Desain
: 80 0C
Tekanan Operasi : Atmosfer
Tekanan Desain : Full Liquid
Kapasitas
: Nominal
= 0.42 KL
Net
= 0.29 KL

41

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.30 Carbonate Solution Tank (FA-401)


Carbonate Solution Tank (FA-401)
Kode
: API 650 APP F
Suhu Operasi
: 60 0C
Suhu Desain
: 120 0C
Tekanan Operasi : Atmosfer
Tekanan Desain : Full Liquid
Kapasitas
: Nominal
= 343.3 m3
Net
= 318.1 m3

42

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.31 Process Condensate Tank (FA-501)


Process Condensate Tank (FA-501)
Kode
: API 650 APP J
Suhu Operasi
: 55 0C
Suhu Desain
: 90 0C
Tekanan Operasi : Atmosfer
Tekanan Desain : Full Water
Kapasitas
: Nominal
= 15.2 m3
Net
= 12.6 m3

43

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.31 HP Absorber Upper (EA-401A)


HP Absorber Upper (EA-401A)
Ukuran
: 850 6000
Kode
: ASME SEC. VIII DIV. 1
Luas permukaan per shell : 114 m2
Jumlah shell
:1
Fluida
: Shell = Carbamate
Solution
Tube = Cooling Water
Suhu Operasi (IN/OUT) : Shell = 91.5 0C / 91.5 0C
Tube = 38 0C / 50 0C
Suhu Desain
: Shell = 130 0C
Tube = 70 0C
Tekanan Operasi
: Shell = 17.3 kg / cm2 G
Tube = 4.0 kg / cm2 G
Tekanan Desain
: Shell = 20.0 kg / cm2 G
Tube = 7.0 kg / cm2 G
NO. of pass per shell
: Shell = 1
Tube = 2

44

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.32 Condensate Pot for EA-201 (FA-206)


Condensate Pot for EA-201 (FA-206)
Kode
: ASME SEC VIII DIV 1
Suhu Operasi
: 143 0C
Suhu Desain
: 200 0C
Fluida
: Condensate
Tekanan Operasi : 3.0 kg / cm2
Tekanan Desain : 8.0 kg / cm2
Kapasitas
: 0,3 m3

45

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Gambar 2.31 Final Concentrator (EA-202)


Final Concentrator (EA-202)
Ukuran
: 850 3000
Kode
: ASME SEC. VII DIV. 1
Luas permukaan per shell : 128 m2
Jumlah shell
:1
Fluida
: Shell = Steam
Tube = Urea Solution
Suhu Operasi (IN/OUT) : Shell = 155 0C / 155 0C
Tube = 132 0C / 138 0C
Suhu Desain
: Shell = 200 0C
Tube = 170 0C
Tekanan Operasi
: Shell = 4.5 kg/cm2 G
Tube = -1.0 kg/cm2 G
Tekanan Desain
: Shell = 8.0 kg/cm2 G

Tube = F.V & 1.75 2

NO. of pass per shell

: Shell = 1
Tube = 1

46

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
BAGIAN III
BAHAN ISIAN
III.1. Gambaran tentang Bahan Isian
Pada dunia industri penggunaan bahan
pendukung seperti packing dan resin menjadi
sebuah hal yang wajib untuk memperoleh proses
yang efisien dan efektif. Misalnya proses absorbsi
gas ke dalam larutan, tanpa packing proses
absrobsi akan berlangsung lebih lama. Dalam hal
ini packing berperan sebagai bahan isian yang
digunakan sebagai alat kontak antar fasa. Selain
sebagai alat kontak antar fase, packing juga
digunakan dalam teknologi katalis dimana katalis
ditanam di permukaan bahan packing. Pada
perancangan proses pemilihan packing harus
dilakukan dengan teliti yang disesuaikan dengan
karakteristik fluida yang akan dikontakkan.
Tujuan utama penggunaan bahan isian
packing adalah menyediakan luas kontak yang
besar antara kedua fase. Sebagai alat kontak antar
fasa bahan isian memiliki tiga fungsi diantaranya
sebagai
tempat
berlangsungnya
proses
perpindahan, tempat terbentuknya keseimbangan,
dan alat pemisah dua fase seimbang. Bahan isian
(packing) dapat disusun secara acak (random
packing) maupun secara teratur atau regular
packing (Samsudin, 2015).
Selain packing, proses produksi urea
membutuhkan steam sebagai salah satu sumber
panas untuk proses, yang dihasilkan dari proses

47

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
penguapan air demin (demineralized water). Ketika
steam memasuki proses dan panasnya sudah
diambil maka wujudnya akan berubah menjadi
process condensate, kembali ke fase cair. Process
condensate sudah tidak lagi murni sebagai air
demin karena telah mengandung mineral dalam
bentuk ion, sehingga supaya bisa digunakan
kembali sebagai bahan baku pembuatan steam
maka harus di proses dalam unit demin water
melalui sejumlah penukar ion untuk dihilangkan
kandungan mineralnya. Dalam penukar ion akan
digunakan resin sebagai agen penukar ion. Resin
penukar ion tidak selamanya bisa digunakan terus
menerus, ada saatnya resin mengalami keadaan
jenuh sehingga harus dilakukan proses regenerasi
untuk memperoleh kembali kemampuannya
sebagai penukar ion.
Penggunaan bahan isian seperti resin dan
packing pasti akan mempengaruhi kondisi operasi
dari suatu proses misalnya pressure drop (Unit
Operations Laboratory UIC, 2005). Untuk itu perlu
dilakukan pengawasan yang ketat dari mulai
pemilihan bahan isian supaya menghasilkan
proses yang efisien.

48

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
III.2. Packing sebagai Alat Kontak Antar Fase
III.2.1. Kriteria Pemilihan Packing
Pada proses yang melibatkan kontak
antar fase maka pemilihan bahan isian
(packing) harus memenuhi kriteria-kriteria
sebagai berikut (Samsudin, 2015):
1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mempunyai luas permukaan untuk


bidang kontak yang besar tiap satuan
volumenya.
Tumpukan bahan isian dalam kolom
harus memberikan rongga yang cukup
Memiliki karakteristik pembasahan yang
baik
Tahan terhadap bahan yang bersifat
korosif
Bulk density rendah
Ringan, kuat, dan tidak mudah pecah
Murah dan mudah diperoleh

III.2.2 Pemilihan Ukuran Packing


Pemilihan ukuran bahan isian perlu
dipertimbangkan dengan harapan sesuai
dengan ukuran kolom dan menghasilkan luas
permukaan kontak yang besar. Bahan isian
dipilih berdasarkan syarat-syarat berikut :
1. Bahan isian dengan ukuran yang kecil
mempunyai harga yang mahal, luas

49

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
permukaan tiap volumeya besar tetapi
menghasilkan pressure drop yang tinggi
2. Bahan isian dengan ukuran yang besar
mempunyai harga yang murah dan
pressure drop rendah tetapi mempunyai
luas permukaan tiap volumenya kecil.
3. Bahan isian dengan ukuran besar
digunakan untuk kolom dengan diameter
besar dan berlaku untuk sebaliknya. Jika
bahan isian ukuran besar digunakan untuk
kolom ukuran kecil akan menghasilkan
distribusi cairan yang buruk.
4. Rekomendasi ukuran random packing :
Tabel 3.1 Ukuran Random Packing
Diameter kolom
Ukuran Packing
< 0.3 m (1 ft)
< 25 mm (1 in)
0.3 - 0.9 m (1 to 3 ft) 25-38 mm (1-1.5 in)
>0.9 m (3 ft)
50-75 mm (2-3 in)
III.2.3 Jenis Packing
1. Random Packing :
a. Pall rings
b. Raschig ring
c. Intalox saddles
d. Partition Rings
e. Berl saddle
f. Lessing rings
g. Tellerette

50

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
2. Regular Packing (Structured packing)
a. Flexipac
b. Intalox
c. Mellapak

Gambar 3.1 Random Packing (Bosnax, 2015; Samsudin, 2015)

Gambar 3.2 Structured Packing (Koch-Glitsch, 2015; Sulzer Chemtech, 2015)

51

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
III.2.4 Kelebihan dan Kelemahan tiap Jenis
Packing
Setiap
jenis
packing
mempunyai
kelebihan dan kekurangan tersendiri yang
jelaskan pada tabel 3.2 sebagai berikut :
Tabel 3.2 Kelebihan dan Kelemahan tiap
Jenis Packing (Samsudin, 2015)
Pall Ring
1.

2.

3.

1.
2.
3.

Kelebihan
Kekurangan
Kapasitas lebih
1. Pembersihan
tinggi dan
sulit dilakukan
Presure drop
2. Harga lebih
rendah (dibawah
mahal
separuh Raschig
dibandingkan
rings)
raschig ring,
Nilai HTU lebih
lessing ring, berl
rendah dari Berl
Saddle.
saddle dan
Distribusi cairan
intalox saddle
baik dan
kapasitas besar
Raschig Ring
Kelebihan
Kekurangan
Harganya lebih
1. Efisiensinya lebih
murah
rendah
Tidak terlalu
2. Kontaknya terlalu
berat
cepat
Sensitivitas lebih
rendah terhadap

52

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
kualitas distribusi
cair dan uap
4. Dapat digunakan
untuk bahan
yang tidak tahan
suhu tinggi
Intalox Saddles
Kelebihan
Kekurangan
1. Pressure Drop
1. Kontaknya
rendah dengan
berlangsung
luas permukaan
secara cepat
yang lebih tinggi
2. Harganya mahal
2. Distribusi uapcair di
distribusikan
secara merata
sama pada
kedua sisi.
3. Stabilitas kimia
tinggi, dan daya
tahan panas yang
sangat baik
Partition Rings
Kelebihan
Kekurangan
1. Penyerapannya
1. Pembersihannya
baik
sulit dilakukan.
2. Tidak bereaksi
2. Harganya lebih
dengan zat kimia
mahal
3. Lebih banyak
dibandingkan
memiliki laluan
raschig ring,
sehingga
lessing ring, berl
memungkinkan
saddle dan

53

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
untuk kontak
dengan baik

1.

2.

3.

4.

1.
2.
3.

intalox saddle

Berl Saddles
Kelebihan
Kekurangan
Distribusi
uap- 1. Kontaknya
cair merata sama
berlangsung
pada kedua sisi
secara cepat
Stabilitas kimia
2. Harganya mahal
tinggi dan daya
tahan
panas
yang sangat baik
Sensitivitas lebih
rendah terhadap
kualitas distribusi
cair dan uap
Luas permukaan
besar
Lessing Rings
Kelebihan
Kekurangan
Harganya murah
1. Efisiensinya lebih
Tidak terlalu
rendah
berat
2. Kontaknya
Dapat digunakan
berlangsung
untuk bahan
secara cepat
yang tidak tahan

suhu tinggi
4. Sensitivitas lebih
rendah terhadap
kualitas distribusi
cair dan uap

54

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Tellerette
Kelebihan
1. Pressure drop
dan nilai HTU
rendah
2. Batas flooding
lebih tinggi dari
pada Raschig
ring maupun Berl
saddle
3. Dapat dibuat dari
plastic
4. Luas permukaan
lebih besar
5. Lebih banyak
memiliki laluan
sehingga
memungkinkan
kontak dengan
baik

Kekurangan
1. Harganya lebih
mahal
dibandingkan
raschig ring,
lessing ring, berl
saddle, dan
intalox saddle
2. Pembersihan
sulit dilakukan

III.2.5 Material Packing


Packing dapat dibuat dari berbagai
material untuk mendapatkan proses yang
efisien. Material yang digunakan diantaranya
plastic, keramik, karbon, dan metal. Material ini
masing-masing mempunyai kelebihan dan
kekurangan.

55

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

Plastik
Keramik

Karbon
Metal

Gambar 3.3 Material penyusun Packing


Material ini digunakan karena alasan sebagai
berikut (Samsudin, 2015) :
1.

2.

3.

Plastik digunakan karena harganya relative


murah dan cukup kuat, tetapi mempunyai
kemampuan terbasahi yang buruk pada laju
cairan yang rendah.
Keramik digunakan karena sifatnya yang
tidak terkorosi pada temperature yang
cenderung naik, sedangkan plastik tidak
tahan pada temperature yang cukup tinggi.
Keramik mempunyai kemampuan terbasahi
yang baik. Kelemahannya kekuatannya
lebih rendah daripada metal.
Karbon digunakan karena sifatnya yang
tahan korosi tetapi mempunyai kekuatan
yang lebih rendah daripada keramik dan
metal

56

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
4.

Metal digunakan karena mempunyai


kekuatan dan kemampuan terbasahi yang
baik.

III.3 Resin Ion Exchange


Resin adalah polimer organic atau anorganik
yang digunakan sebagai penukar kation atau anion
dari fase larutan. Resin penukar ion umumnya
berbentuk butiran gel terdiri dari :
1) Jaringan polimer
2) Gugus fungsional ionic yang melekat pada
jaringan yang nanti akan membentuk
kompleks anion atau kation
3) Counter ions pada resin asam maka counter
ion berupa H+ dan resin basa berupa OH4) Pelarut
Resin dibedakan menjadi resin kation dan
resin anion. Resin kation dibedakan menjadi Resin
kation asam lemah (WAC) dan resin kation asam
kuat (SAC). Resin kation asam lemah digunakan
untuk dealkalisasi. Begitu juga dengan resin anion,
dibedakan menjadi resin anion basa lemah (WBA)
dan resin anion basa kuat (SBA). Kedua resin anion
ini digunakan untuk memproduksi air deionisasi.
Resin WBA tidak bisa menghilangkan Silica, ion
karbonat.
Sedangkan
SAB
resin
dapat
2
menghilangkan ion negative seperti Cl , SO4 , NO3-,
CO32- , SiO2- , dan OH- (Puretec Industrial Water,
2015).

57

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
III.4 Mekanisme kerja Ion Exchange
Resin
mengandung
kation
B+
akan
dipertukarkan dengan kation A+ dalam larutan.
Kation A+ dan B+ akan terdifusi karena perbedaan
konsentrasi antara resin dan larutan.
Reaksi pertukaran kation :
RH2 + 2NaCI
Resin mengandung
ion H+ yang akan
ditukar dengan ion
Na+

RNa2 + 2HCI
Kation Na+
dalam air

Kompleks
Resin

Reaksi pertukaran anion :


R(OH)2 + H2CO3 RCO3 + 2H20
Pertukaran ion akan
kesetimbangan dicapai.

58

berlangsung

sampai

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
III.5 Bahan Isian di Proses Produksi Urea
PT Petrokimia Gresik
1. DA102 (MTL-US, 2015; Toyo Engineering Corp.,
1991a, 1991b)
Nama alat
: Scrubber
Fungsi
: absorbsi mixed gas dari reakto
(DC 101) dengan recycle
carbamate solution
Jenis Packing : Raschig ring Stainles Steel
Spesifikasi
:
Diameter
= 3 inchi
Surface area
= 20 ft2/ft3
3
Jumlah pack per ft
= 51
Ruang kosong (Free space) = 95%
Standar wall thickness
=0.062 inchi
2. DA 202 (MTL-US, 2015; Toyo Engineering Corp.,
1991a, 1991b)
Nama alat
: LP Decomposer
Fungsi
: Mendekomposisi ammonium
carbamate menjadi amoniak dan
gas
karbondioksida
serta
memisahkan ekses NH3 dari
larutan urea
Jenis packing : Raschig ring Stainless Steel
Spesifikasi
:
= 340 kg/m3
= 3 inchi
= 20 ft2/ft

Bulk density
Diameter
Surface area

59

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Jumlah pack per ft3
Ruang kosong
Standar wall thickness

= 51
= 95%
=0.062 inchi

3. DA 401 (MTL-US, 2015; Toyo Engineering Corp.,


1991a, 1991b)
Nama alat
: Washing Coloumn
Fungsi
: Membantu penyerapan gas
amoniak dan karbondioksida dari
decomposer menjadi larutan
karbamate dialirkan ke EA 401 A
(Absorber) dan selanjutnya
menuju ke reactor
Jenis packing : Raschig ring Stainless Steel
Spesifikasi

Diameter
Bulk density
Surface area
Jumlah pack per ft3
Ruang kosong
Standar wall thickness

= Atas : 1 inchi ;
Bawah : 1 inchi
= 1140 kg/m3
= 62 ft2/ft3
= 1430
= 92%
= 0.032 inchi

4. DA503 (MTL-US, 2015; Toyo Engineering Corp.,


1991a, 1991b)
Nama alat
: Final Absorber
Fungsi
: Absorbsi gas amoniak dengan
process condensate larutan yang
dihasilkan menjadi absorben
untuk DA401

60

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Jenis packing

: Raschig ring Stainless Steel

Spesifikasi

:
1

Diameter

= 1 2 inchi

Bulk density
= 793 kg/m3
Surface area
= 39 ft2/ft3
Jumlah pack per ft3
= 400
Ruang kosong (Free space) = 90%
Standard Wall thickness
= 0.062 inchi
5. EA402 (MTL-US, 2015; Toyo Engineering Corp.,
1991a, 1991b)
Nama alat
: LP absorber
Fungsi
: Menyerap gas NH3 dan CO2
dengan absorben process
condensate menjadi
larutan carbamate dan
dikembalikan ke reaktor
Jenis packing : Raschig ring Stainless steel
Spesifikasi
:
Diameter
= 1 inchi
Bulk density
= 39 lb/ft3
Surface area
= 62 ft2/ft3
Jumlah pack. per ft3
= 1430
Ruang kosong (Free space) = 92%
Standard Wall thickness
= 0.032 inchi

61

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
6. FD304 (Toyo Engineering Corp., 1991a, 1991b)
Nama alat
: Packed bed for dust recovery
Fungsi
: Menangkap debu urea sebelum
dikeluarkan ke atmosfer
Jenis packing : Mesh TP ring (polypropylene)
Spesifikasi

Diameter = 1 inchi
7. DA801 (Toyo Engineering Corp., 1991b)
Nama alat
: Mixed Bed Polisher Urea plant
Fungsi
: Sebagai ion exchanger air
proses yang telah digunakan
karena mengandung
ion NH3- dan ion lainnya sebelum
masuk ke water treatment plant
Jenis resin

: Resin penukar kation dan


penukar anion
Bahan pembuat : Copolymer styrene dan
divinylbenzene
Spesifikasi
:
Resin kation
Type
Total excharge cap. (wet)
Moisture retention cap.
Efective size
Settle density

62

= Strong acid
= min 1.9 meq/ml
= 42-45 %
= 0.45-0.6
= min 0.8

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Resin Anion
Type
Total excharge cap. (wet)
Moisture retention cap.
Effective size
Settle density

63

= Strong base
= min 1 meq/ml
= 53-67 %
= 0.4-0.6
= min 0.6

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
DAFTAR PUSTAKA
Asisten Laboratorium Operasi Teknik Kimia UNTIRTA.
(2015). Kontraktor gas cair (pp. 115). Universitas
Tirtayasa.
Aziz, A., Hamid, A., & Hidayat, I. (2014). Perancangan
Bejana Tekan (Pressure Vessel) untuk Separasi 3
Fasa. Sinergi, 18, 3138.
Bosnax. (2015). Ceramic Random Packing. Bangkok,
Thailand.
Highland Tank. (2013). ASME Pressure Vessels & Water
Storage Tanks.
Indonesian Piping Knowledge. (2013). Bagian Bagian
Dalam Pressure Vessel. Retrieved September 24,
2015, from http://www.idpipe.com/2013/06/bagianbagian-pressure-vessel.html
Indonesian Piping Knowledge. (2014a). Istilah Istilah
Dalam
Pressure
Vessel.
Retrieved
from
http://www.idpipe.com/2014/09/istilah-istilah-dalampressure-vessel.html
Indonesian Piping Knowledge. (2014b). Perbedaan
Nozzle dan Flange. Retrieved September 24, 2015,
from
http://www.idpipe.com/2014/08/perbedaannozzle-dan-flange.html
Koch-Glitsch. (2015). Structured Packing. Wichita, USA:
Koch-Glitsch Corp.

64

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
MTL-US. (2015). RASCHIG RINGS. Baton Rouge, Los
Angeles, USA. Retrieved from http://www.mtlus.com/packingspec_html/raschingrings.html
Puretec Industrial Water. (2015). Basics of Deionized
Water by Ion Exchange.
Sakti, W. . (2012). Pressure Vessel (Bejana Bertekanan).
Retrieved
September
23,
2015,
from
https://wbsakti.wordpress.com/2012/11/22/pressure
-vessel-bejana-bertekanan/
Samsudin, A. M. (2015). Perancangan Alat Proses:
Pemilihan Tipe Kolom Pemisah. Universitas
Diponegoro, Semarang.
Sulzer Chemtech. (2015). Structured Packings for
Distillation, Absorption and Reactive Distillation.
Winterthur, Switzerland: Sulzer Chemtech Ltd.
Toyo Engineering Corp. (1991a). Process Engineering
Design Package For 1400 MTPD Urea Plant For
P.T. Petrokimia Gresik (Persero)-Ammonia and
Urea Project at Gresik, East Java, Indonesia.
Toyo Engineering Corp. (1991b). Technical Book - P.T.
Petrokimia Gresik (Persero). Gresik, Jawa Timur.
Unit Operations Laboratory UIC. (2005). Fluid FLow
Through Packed and Fluid Beds. In ChE 381: Unit
Operations Laboratory (pp. 16). University of
Illonois
at
Chicago.
Retrieved
from
http://tigger.uic.edu/depts/chme/UnitOps/PackedBe
ds.pdf

65

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
WSF Industries Inc. (2001). RAPIDOOR - Autoclave
Quick-Access Closures. Retrieved September 24,
2015,
from
http://www.wsfindustries.com/rapidoor.html

66

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
LAMPIRAN
Prilling Tower (IA-301)

67

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

68

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Demister For Dust Recovery (FD-305)

69

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Packed Bed For Dust Recovery (FD-304)

70

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Trommel (FD-303)

71

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Fluidizing Cooler (FD-302)

72

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Strainer (FD-301)

73

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Dust Chamber (FC-301)

74

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Condensate Tank (FB-801)

75

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Process Condensate Tank (FA-501)

76

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Carbonate Solution Tank (FA-401)

77

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Urea Drainage Tank (FA-306)

78

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Water Tank (FA-305)

79

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Strainer Washing Tank (FA-304)

80

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Dissolving Tank (FA-302)

81

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Head Tank (FA-301)

82

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Condensate Pot For EA201 (FA-206)

83

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Flash Separator (FA-205)

84

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Hot Water Tank (FA-204)

85

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Final Separator (FA-203)

86

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

87

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Urea Solution Tank (FA-201)

88

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Sealing Water Tank (FA-121)

89

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Fourth Stage Suction Separator (FA-114)

90

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Third Stage Suction Separator (FA-113)

91

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Second Stage Suction Separator (FA-112)

92

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
First Stage Suction Separator (FA-111)

93

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Ammonia Reservoir (FA-105)

94

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Steam Condensate Tank (FA-104)

95

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Steam Drum (FA-103)

96

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Saturation Drum (FA-102)

97

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
LP Absorber (EA-402)

98

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
HP Absorber Lower (EA-401B)

99

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
HP Absorber Upper (EA-401A)

100

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Final Concentrator (EA-202)

101

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Reactor (DC-101)

102

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

103

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Mixed-Bed Polisher (DA-801)

104

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

105

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Final Absorber (DA-503)

106

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Urea Hydrolizer (DA-502)

107

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Process Condensate Stripper (DA-501)

108

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

109

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Washing Column (DA-401)

110

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
LP Decomposer (DA-202)

111

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

112

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK
Stripper (DA-101)

113

VESSEL DAN BAHAN ISIAN


DI PABRIK UREA
PT PETROKIMIA GRESIK

114