Anda di halaman 1dari 163

TEHNIK PENDOKUMENTASIAN

PROSES KEPERAWATAN

DOKUMENTASI PENGKAJIAN
KEPERAWATAN

PENGKAJIAN, DIAGNOSIS, DAN


RENCANA KEPERAWATAN,
MERUPAKAN LANGKAH
LANGKAH AWAL DARI PROSES
KEPERAWATAN YANG AKTUAL

TUJUAN DARI
PENGKAJIAN
UNTUK MENGUMPULKAN,
MENGORGANISIR, DAN MENCATAT
DATA YANG MENJELASKAN RESPON
MANUSIA YANG MEMPENGARUHI
POLA POLA KESEHATAN PASIEN.

2. TUJUAN DARI DIAGNOSIS KEPERAWATAN


ADALAH UNTUK MENGINTERPRETASIKAN
DAN MEMBERIKAN NAMA POLA POLA
RESPON MANUSIA TERHADAP MASALAH
MASALAH KESEHATAN.
3. TUJUAN RENCANA DARI KEPERAWATAN
ADALAH UNTUK MERANCANG SUATU
RENCANA KEPERAWATAN UNTUK
MEMBERIKAN INTERVENSI KEPERAWATAN
BERDASARKAN RESPON MANUSIA
TERHADAP MASALAH MASALAH
KESEHATAN.

LANGKAH LANGKAH PROSES


KEPERAWATAN INI MEMERLUKAN
DOKUMENTASI AWAL DAN TERUS
MENERUS.
SUATU PENGKAJIAN YANG
KOMPREHENSIF ATAU
MENYELURUH, SISTEMATIS YANG
LOGIS AKAN MENGARAH DAN
MENDUKUNG PADA IDENTIFIKASI
MASALAH MASALAH PASIEN.

MASALAH MASALAH INI DENGAN


MENGGUNAKAN DATA PENGKAJIAN SEBAGAI
DASAR FORMULASI YANG DINYATAKAN
SEBAGAI DIAGNOSA KEPERAWATAN.
RENCANA KEPERAWATAN MENCANTUMKAN
DIAGNOSIS KEPERAWATAN DAN
MENGKOMUNIKASIKAN PERNYATAAN TUJUAN
YANG DAPAT DI UKUR, HASIL YANG
DIHARAPAN DAN INTERVENSI KEPERAWATAN
TERUTAMA YANG DIRANCANG UNTUK PASIEN.

STANDAR DOKUMENTASI UNTUK


BAGIAN I ADALAH : CATATAN
YANG MENGGABUNGKAN HASIL
PENGKAJIAN SISTEMATIS DARI
DIAGNOSIS KEPERAWATAN YANG
DIFORMULASIKAN DAN RENCANA
PERAWATAN YANG
DIKEMBANGKAN.

B. PENTINGNYA CATATAN PENGKAJIAN


KEPERAWATAN
TUJUAN DARI
PENGKAJIAN ADALAH
UNTUK
MENGUMPULKAN,
MENGORGANISIR DAN
MENCATAT DATA YANG
MENJELASKAN RESPON
MANUSIA TERHADAP
MASALAH MASALAH
KESEHATAN.

TUJUAN DARI DATA CATATAN PENGKAJIAN


KEPERAWATAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

1. UNTUK MENGIDENTIFIKASI
KEBUTUHAN PASIEN YANG UNIK
DAN RESPONS PASIEN TERHADAP
MASALAH MASALAH YANG
DINYATAKAN SEBAGAI DIAGNOSIS
KEPERAWATAN YANG
MEMPENGARUHI TINDAKAN
RENCANA KEPERAWATAN YANG
DIPERLUKAN.

2. UNTUK MENGGABUNGKAN DAN


MENGORGANISIR INFORMASI
YANG DIKUMPULKAN DARI
BEBERAPA SUMBER MENJADI SATU
SUMBER YANG UMUM, SEHINGGA
POLA POLA KESEHATAN PASIEN
DAPAT DIANALISA DAN MASALAH
MASALAH DAPAT
DIIDENTIFIKASIKAN.

3. UNTUK MEYAKINKAN GARIS DASAR


INFORMASI YANG ADA DAN UNTUK
BERTINDAK SEBAGAI POINT
REFERENSI UNTUK MENGUKUR
PERUBAHAN PERUBAHAN PADA
KONDISI PASIEN.
4. UNTUK MENGIDENTIFIKASIKAN
KARAKTERISTIK UNIK DARI KONDISI
PASIEN DAN RESPON YANG AKAN
MEMPENGARUHI RENCANA DAN
PEMBERIAN KEPERAWATAN.

3. UNTUK MENSUPLAI DATA YANG


CUKUP GUNAMEMBERIKAN ALASAN
AKAN KEBUTUHAN PASIEN UNTUK
PERAWATAN KEPERAWATAN.
4. UNTUK MEMBERIKAN DASAR GUNA
PENULISAN RENCANA
KEPERAWATAN YANG EFEKTIF.

UNTUK MENCAPAI TUJUAN, PERAWAT


MENGGUNAKAN SEMUA INFORMASI YANG
ADA TENTANG PASIEN YANG DIKUMPULKAN
DARI INTERVIEW PASIEN, RIWAYAT
KESEHATAN, PEMERIKSAAN FISIK DAN TES
LABORATORIUM DAN TES DIAGNOSTIK
LAINNYA.
PENGKAJIAN HARUS LENGKAP DAN
SEAKURAT MUNGKIN.

STANDAR DOKUMENTASI UNTUK


BAGIAN II ADALAH : PERAWAT
MENCATAT DATA PENGKAJIAN
KEPERAWATAN DENGAN CARA YANG
SISTEMATIS, KOMPREHENSIF, AKURAT
DAN TERUS MENERUS.

1. TIPE TIPE PENGKAJIAN


1) PENGKAJIAN AWAL.
PENGKAJIAN AWAL TERJADI KETIKA PASIEN MASUK
DALAM FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN ATAU
MULAI MENGGUNAKAN JASA PELAYANAN.
PENGKAJIAN PERTAMA INI DIDOKUMENTASIKAN
PADA BENTUK CHART KHUSUS, BIASANYA DITUNJUK
SEBAGAI FORMULIR DATA KEPERAWATAN
( NURSING DATA BASE FORM ) SKOPE INFORMASI
CENDERUNG LUAS KARENA PERAWAT PERLU
MENENTUKAN GARIS DASAR INFORMASI KLINIS
YANG KOMPREHENSIF.

PENGKAJIAN UMUM DAN HUSUS INI


MEMBERIKAN TIPE INFORMASI YANG
PERLU UNTUK MENGIDENTIFIKASI
MASALAH MASALAH PASIEN DDAN
MENGAWALI SERTA MERENCANAKAN
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN.

MISALNYA SEORANG PERAWAT


DIPERLUKAAN UNTUK MELENGKAPI
PENGKAJIAN SEORANG PERAWAT YANG
BEKERJA DI UNIT PERAWATAN INTENSIVE
PEDIATRIC NEUROLOGIC AKAN PERLU
UNTUK MEMFOKUSKAN PERIHAL
PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN
FUNGSI NEUROLOGIS ANAK .

2) PENGKAJIAN SELANJUTNYA.
PENGKAJIAN SELANJUTNYA
MENGUATKAN DAN MEMPERLUAS
INFORMASI DASAR YANG DIPEROLEH
SELAMA PENGKAJIAN AWAL.

INFORMASI TAMBAHAN DARI TESTING DIAGNOSTIK


BARU, JUGA DARI SUMBER-SUMBER LAINNYA YANG
PERLU DITAMBAHKAN PADA CATATAN PASIEN.
PRNCATATAN PENGKAJIAN SELANJUTNYA MEMBUAT
CATATAN PERAWATAN KESEHATAN ITU TIDAK
KETINGGALAN ATAU UP-TO-DATE.
PENGEMBANGAN DATA HARUS SELALU DICATAT,
KARENA DATA INI MENAMBAH INFORMASI YANG
SUDAH ADA MENJADI LEBIH TERPERINCI ( SEPERTI
KETIKA HASIL TES DARAH MENGUATKAN
RESPIRATORY DISTRESS YANG SUDAH ADA
SEBELUMNYA).
DATA INI BISA MENGIDENTIFIKASI INFORMASI YANG
BARU ( SEPERTI KETIKA PASIEN PRA OPERASI
MENGINGATKAN ALERGI OBAT YANG SEBELUMNYA
BELUM DINYATAKAN ).

3). PENGKAJIAN ULANG


DATA PENGKAJIAN ULANG ADALAH ITEM INFORMASI YANG
DIPEROLEH DARI AKTIVITAS EVALUASI DARI PROSES
KEPERAWATAN.
KETKA HASIL EVALUSI PASIEN MENUNJUKAN KURANG
BERKEMBANG TERHADAP TUJUAN DAN YANG DIHARAPKAN,
MAKA KEMUNGKINAN YANG ADA BAHWA MASALAH PASIEN
DIIDENTIFIKASIKAN DENGAN TIDAK BEGITU BENAR, BAHWA
INTERVENSI YANG DIIDENTIFIKASIKAN DALAM RENCANA
TIDAK SESUAI ATAU INTERVENSI BELUM DILAKUKAN
DENGAN DURASI YANG CUKUP ATAU INTENSITASNYA
KURANG MENCUKUPI.

4). PENGKAJIAN KEMBALI


PERAWATAN HARUS MEMERIKSA KEMBALI DATA
PENGKAJIAN SEBELUMNYA UNTUK PETUNJUK
BARU BAGI MASALAH MASALAH PASIEN, ATAU
HARUS MENGEMBANGKAN DATA ASAL UNTUK
MEMPEROLEH INFORMASI TAMBAHAN TENTANG
PASIEN.
DOKUMENTASI PENGKAJIAN DATA ULANG
MENUNJUKAN PETANGGUNGJAWABAN PERAWAT
UNTUK MELANJUTKAN USAHA MENYELESAIKAN
MASALAH.

2. CATATAN PENGKAJIAN AWAL


PENGKAJIAN AWAL DICATAT DALAM BENTUK DATA
BASE YANG DIKEMBANGKAN UNTUK
PENGGUNAAN UMUM SUATU AGEN, UNTUK
PENGGUNAAN SPESIFIK PADA UNIT PERAWATAN
KHUSUS, ATAU UNTUK TIPE POPULASI PASIEN
TERTENTU.
BEBERAPA FORMAT YANG BERBEDA DALAM
PENGGUNAAN TERMASUK FORMAT TANYA JAWAB,
DAFTAR PEMERIKSAAN, DAN KUESIONER DIRI
PASIEN.

(1) FORMAT TANYA JAWAB


PERAWAT MENCATAT RESPON PASIEN TERHADAP
PERTANYAAN YANG DI DAFTAR.
PERTANYAANNYA BIASANYA MENUNJUKAN DARI
YANG PALING PERSONAL SAMPAI YANG PRIBADI
( MISALNYA, INFORMASI UMUM MENGENAI
TANGGAL LAHIR, STATUS PERKAWINAN DAN
HISTORI KESEHATAN TERUS KE PERTANYAAN
PERTANYAAN YANG LEBIH PERSONAL YANG
BERHUBUNGAN DENGAN STATUS FINANSIAL,
AGAMA, SEKSUAL DAN SEBAGAINYA )

BIASANYA PERTANYAAN PERTANYAAN


TERSEBUT DIORGANISIR MENURUT
KERANGKA KERJA.
DATA PEMERIKSAAN FISIK
DIKUMPULKAN DAN
DIDOKUMENTASIKAN DALAM
INTERVIEW ATAU DI LENGKAPI PADA
AKHIR RIWAYAT YANG DIAMBIL DAN
PEMERIKSAAN FISIK.

(2). CHECKLIST DENGAN FORMAT KOMENTAR


TERBUKA
SEPERTI FORMAT TANYA JAWAB, TIPE ALAT PENGUMPULAN
DATA INI MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA YANG
TERORGANISIR.
FORMAT CHECKLIST MENGHEMAT WAKTU PERAWAT DARI
PADA MENGHABISKAN WAKTU UNTUK MENULIS SETIAP
RESPONS INDIVIDU JUGA MENURUNKAN KEMUNGKINAN
BAHWA POLA RESPON MANUSIA TERTENTU ATAU BODY
SISTEM TIDAK AKAN DINILAI.
KARENA CARA PERNYATAAN DINYATAKAN, PERAWAT PERLU
MENGECEK YA ATAU TIDAK DAN UNTUK
MENDOKUMENTASIKAN LEBIH LANJUT ATAU MENJELASKAN
PENEMUAN YANG ABNORMAL.

(3). FORMAT KUESIONER DIRI PASIEN.


BIASANYA PASIEN DIPERLUKAN UNTUK MENGECEK
INFORMASI YANG SUDAH ADA YANG BERHUBUNGAN
DENGAN RIWAYAT KESEHATAN.
BENTUK INI YANG PALING SESUAI UNTUK POPULASI PASIEN
YANG SPESIFIK DENGAN TINGKAT MEMBACA DAN KOSA KATA
YANG SESUAI.
KETIKA SELESAI, PERAWAT MENGESAHKAN INFORMASI YANG
DIBERIKAN DAN SELANJUTNYA DENGAN PEMERIKSAAN FISIK.
TIPE INSTRUMEN INI MENJADI LEBIH UMUM DIGUNAKAN.
INI MEMUDAHKAN PENELITIAN MASALAH PASIEN DAN
MEMBANU UNTUK MENENTKAN TIPE INTERVENSI
KEPERAWATAN YANG DIPERLUKAN DALAM KEADAAN
TERTENTU.

3. CATATAN PENGKAJIAN TERUS MENERUS

PENGKAJIAN SELANJUTNYA DICATAT DALAM


CATATAN KEMAJUAN PERAWAT ATAU PADA
LEMBAR YANG SESUAI.
INI DAPAT DIKATEGORIKAN SEBAGAI DATA
PENGUAT ATAU DATA YANG
DIKEMBANGKAN.
KLASIFIKASI PENGKAJIAN DENGAN CARA INI
MEMUNGKINKAN SESEORANG UNTUK
MENENTUKAN DIMANA DATA HARUS DI
CATAT.

4. DATA PENGUAT
ADALAH INFORMASI YANG DIULANG ATAU DATA YANG
SUDAH DIKUMPULKAN SEBELUMNYA, DIDOKUMENTASIKAN
UNTUK MENUNJUKAN MONITORING PASIEN YANG TERUS
MENERUS DAN PENGAWASAN KETIKA PERAWAT TERUS
MENERUS MEMECAHKAN MASALAH KLIEN.
CATATAN GRAFIS ADALAH CONTOH DARI BENTUK INI. INI
MENUNJUKAN MONITORING YANG TERUS MENERUS DAN
PENILAIAN TANDA TANDA VITAL.

5. DATA YANG DIKEMBANGKAN


DATA YANG DIKEMBANGKAN TIDAK SELALU DICATAT PADA
FLOWSHEET.
HAMPIR SELALU INFORMAI TAMBAHAN DIPERLUKAN UNTUK
PENJELASAN.
CONTOHNYA, TEMPERATUR YANG TIBA TIBA TINGGI
DICATAT PADA CATATAN GRAFIS TIDAK MENGINDIKASIKAN
BAHWA PASIEN JUGA MENERIMA TRANFUSI DARAH PADA
SAAT YANG SAMA.
PERAWAT MENDOKUMENTASIKAN DATA RELEVAN YANG
DIKEMBANGKAN INI DALAM CATATAN KEMAJUAN GUNA
MENDUKUNG PENILAIAN KEPERAWATAN BAHWA KLIEN
MENGALAMI REAKSI TRAFUSI DARAH PADA WAKTU
TEMPERATUR TINGGI.

6. PENCATATN PENGKAJIAN KHUSUS


KETIKA ALAT PENGUKURAN KHUSUS DIMASUKAN KE DALAM
PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN KLINIS, MAKA
PENGGUNAANNYA HARUS SELALU DICATAT DALAM CATATAN
KLINIS.
DALAM KASUS YANG SAMA, ALAT YANG DIGUNAKAN TERSEBUT
DISAHKAN, OLEH AGEN SEBAGAI .
DALAM KASUS INI, HASILNYA LANGSUNG DICATAT PADA
FORMULIR, DAN FORMULIR INI (ALAT) MENJADI BAGIAN YANG
VALID DARI ASUHAN KEPERAWATAN, CATATAN ( MISALNYA
GLASGOW COMA SCALE ). SUATU SKALA MENGGUNAKAN ANGKA
UNTUK MENCATAT URUTAN DATA PENGKAJIAN YANG
DIKUMPULKAN.
ALAT PENILAIAN TERSEBUT UMUMNYA DIGUNAKAN UNTUK
MENDOKUMENTASIKAN PENEMUAN NEUROLOGIS OBYEKTIF DAN
PERUBAHAN YANG SESUAI DALAM STATUS MENTAL.

SKALA INI MEMBERIKAN TIGA ASPEK


RESPONSIFITAS :
1.PEMBUKAAN MATA,
2.RESPONS VERBAL YANG TERBAIK,
3.RESPONS MOTOR YANG TERBAIK.

CONTOH: THE MCGILL PAIN SCALE ADALAH


ALAT PENILAIAN DIMANA PERAWAT
MEMILIH ANGKA YANG PALING BAIK PADA
SKALA NOL SAMPAI LIMA.
0 = TIDAK NYERI
1 = NYERI RINGAN (MENGABAIKAN,
MENGOMEL, TEKANAN, TEKANAN KUAT)
2 = SEDANG
3 = BERAT
4 = SANGAT BERAT
5 = NYERI YANG HEBAT.

C. METODE DOKUMENTASI PENGKAJIAN

1.

PETUNJUK PENULISAN PENGKAJIAN.


GUNAKAN ORMAT YANG SISTEMATIS UNTUK MENCATAT
PENKAJIAN, YANG MELIPUTI :
- RIWAYAT PASIEN MASUK RUMAH SAKIT.
- RESPON KLIEN YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PERSEPSI KESEHATAN KLIEN.
- RIWAYAT PENGOBATAN
- DATA PASIEN RUJUKAN, PULANG DAN KEUANGAN.

2.

GUNAKAN FORMAT YANG


TELAH TERSUSUN UNTUK
PENCATATAN PENGKAJIAN.
Pendekatan : mayor body system.

Sistem respirasi
Sistem cardiovascular
Sistem persarafan
Sistem perkemihan
Sistem pencernaan

Data subyektif

Data obyektif

3.
4.
5.
6.
7.
8.

KELOMPOKKAN DATA DATA BERDASARKAN MODEL


PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN.
TULIS DATA OBYEKTIF TANPA BIAS (TANPA MENGARTIKAN),
MENILAI, MEMASUKAN PENDAPAT PRIBADI.
SERTAKAN PERNYATAAN YANG MENDUKUNG
INTERPRETASI DATA OBYEKTF.
JELASKAN OBSERVASI DAN TEMUAN SECARA SISTEMATIS,
TERMASUK DEFINISI KARAKTERISTIKNYA.
IKUTI ATURAN ATAU PROSEDUR YANG DIPAKAI DAN
DISEPAKATI DI INSTUMENNYA.
TULISKAN SECARA JELAS DAN RINGKAS.

DOKUMENTASI DIAGNOSA
KEPERAWATAN.
?

A. PENTINGNYA PENCATATAN DIAGNOSA


KEPERAWATAN
DIAGNOSA KEPERAWATAN ADALAH TAHAP
PROSES KEPERAWATAN YANG MELIPUTI :
MENGIDENTIFIKASI MASALAH PASIEN YANG DAPAT
DI PECAHKAN (DITANGANI, DIKURANGI ATAU
DIRUBAH MELALUI INTERVENSI KEPERAWATAN
DAN MANAJEMEN).
DIAGNOSA PERAWATAN ADALAH SEBUAH
PERNYATAAN SINGKAT DALAM PERTIMBANGAN
PERAWAT MENGGAMBARKAN RESPON PASIEN
PADA MASALAH KESEHATAN AKTUAL DAN
POTENSIAL.

KUNCI PERUMUSAN YANG TEPAT


PADA DIAGNOSA KEPERAWATAN
ADALAH MEMAKAI PROSES
PEMECAHAN MASALAH MELIPUTI 3
KOMPONEN YAITU : PES (PROBLEM,
ETIOLOGI, SIGN/SYMPTOM) ADALAH
BERMANFAAT DALAM PENYUSUNAN
PENULISAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN :

1. IDENTIFIKASI MASALAH, GANGGUAN


KESEHATAN ATAU KEBUTUHAN
PERAWATAN.
2. PENYELIDIKAN DAN MENENTUKAN
PENYEBAB MASALAH.
3. MENENTUKAN TANDA DAN GEJALA
MASALAH.
.

P : PROBLEM ADALAH PERNYATAAN SINGKAT


TENTANG MASALAH AKTUAL ATAU RESIKO
KESEHATAN. PERNYATAAN YANG MENYATAKAN
GANGGUAN KESEHATAN YANG DIALAMI PASIEN
YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBUTUHAN
PELAYANAN PERAWATAN.
E : ETIOLOGI MERUPAKAN UNGKAPAN SINGKAT
YANG MENUNJUKAN KEMUNGKINAN PENYEBAB
ATAU FAKTOR RESIKO PADA MASALAH AKTUAL
ATAU MASALAH RESIKO PASIEN. INI TERMASUK
MASALAH BIOPSIKOSOSIAL SPIRITUAL
KULTURAL ATAU PENGARUS LINGKUNGAN YANG
MENYEBABKAN TIMBULNYA MASALAH

S : SIGN DAN SYMPTOM ( TANDA DAN


GEJALA ) MERUPAKAN PERNYATAAN
KHUSUS TENTANG PERILAKU REAKSI
PASIEN YANG SESUAI DENGAN KEADAAN
PASIEN TERHADAP MASALAH TINDAKAN
KEPERAWATAN ATAU MANAJEMENNYA.
SIGN DAN SYMPTOM MERUPAKAN DATA
SUBYEKTIF DAN OBYEKTIF YANG
DIKUMPULKAN SELAMA PROSES
PERAWATAN.

B. TUJUAN PENCATATAN DIAGNOSA


KEPERAWATAN

MAKSUD PENCATATAN DIAGNOSA


KEPERAWATAN :
1. MENYAMPAIKAN MASALAH PASIEN DALAM
ISTILAH ISTILAH YANG DAPAT
DIMENGERTI UNTUK SEMUA PERAWAT.
2. MENGENALI MASALAH MASALAH PASIEN
YANG UTAMA PADA PENGKAJIAN DATA.
3. MENGENALI PERKEMBANGAN TINDAKAN
KEPERAWATAN.

KATEGORI DIAGNGOSA KEPERAWATAN.


PADA PRINSIPNYA ADA 3 JENIS DIAGNOSA
KEPERAWATAN : AKTUAL, RESIKO DAN
KEMUNGKINAN :
1. DIAGNOSA KEPERAWATAN AKTUAL :
MENUNJUKAN MASALAH YANG ADA DARI
PENGKAJIAN DATA, PERAWAT MEMERIKSA
DATA, MENENTUKAN POLA YANG ADA
( MENGENAL KARAKTERISTIK PENDEFINISIAN
)DAN PERKEMBANGAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN KEMUDIAN PENANGANAN
KEPERAWATAN YANG DAPAT DIRENCANAKAN
DAN DIAJUKAN.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN RESIKO /


RESIKO TINGGI : MERUPAKAN MASALAH
POTENSIAL DARI PENGKAJIAN DATA
YANG AKHIRNYA MENJADI MASALAH
AKTUAL JIKA TANPA ADANYA TINDAKAN
KEPERAWATAN YANG TEPAT. DIAGNOSA
KEPERAWATAN POTENSIAL DITUJUKAN
PADA PENCEGAHAN ATAU
MENGINTENSIPKAN MASALAH YANG
ADA.

C. KOMPONEN DIAGNOSA KEPERAWATAN


PERNYATAAN ISTILAH DIAGNOSA DENGAN SEBUTAN
PROBLEM, ETIOLOGI, SIGN
DAN SYMPTOM, AHLI PERAWATAN MERUMUSKAN :
Diagnosa keperawatan = pernyataan masalah + penyebab +
gejala.

DALAM PRAKTEK KENYATAAN PERAWAT HANYA


MENGGUNAKAN MASALAH DAN PENYEBABNYA.
KARENA TANDA DAN GEJALA SUDAH
DIGAMBARKAN DALAM DOKUMEN PENGKAJIAN
DATA.

3. DIAGNOSA KEPERAWATAN KEMUNGKINAN :


- MENUNJUKAN SITUASI KEMUNGKINAN YANG
DITEKANKAN PADA PENGAMATAN DAN
PENGAWASAN.
- DALAM KEADAAN INI PERAWAT MENGENAL
FAKTOR YANG PASTI MENGENAI KEADAAN
PASIEN YANG MANA DAPAT TIMBUL MASALAH
ATAU MUNGKIN.
- SELAIN KEPERLUAN DATA BELUM TERKUMPUL
UNTUK MEMBENARKAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN, DIAGNOSA KEPERAWATAN
KEMUNGKINAN TIDAK MEMERLUKAN TINDAKAN
KEPERAWATAN TETAPI PENGUMPULAN DATA
YANG TERUS MENERUS.

4. JENIS DIAGNOSA YANG LAINNYA


MELIPUTI DIAGNOSA KEPERAWATAN
KEMUNGKINAN DAN WELLNESS.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
MENGGAMBARKAN REAKSI KEADAAN
SESEORANG, CONTOHNYA :
KECEMASAN, HIPERTERMI,
GANGGUAN KOMUNIKASI YANG
MENGGAMBARKAN REAKSI KEADAAN
SESEORANG,
CONTOH DARI DEFINISI YANG
DIKEMUKAKAN OLEH NANDA YANG
MELIPUTI :

ANXIETY (KECEMASAN);
SUATU KEADAAN DIMANA INDIVIDU
MENGALAMI PERASAAN GELISAH ( CEMAS )
DAN AKTIVITAS PADA SISTEM SARAF
OTONOM PADA RESPON TIDAK JELAS
ANCAMAN NON SPESIFIK.
HIPERTERMI :
SUATU KEADAAN DIMANA INDIVIDU
MENGALAMI ATAU BERESIKO TERJADI
PENINGKATAN TEMPERATUR TUBUH
MENCAPAI 37,8 C PER ORAL, 38,8 C
PERECTAL OLEH KARENA EKSTERNAL
FAKTOR.

GANGGUAN KOMUNIKASI VERBAL :


SUATU KEADAAN DIMANA INDIVIDU
MENGALAMI ATAU DAPAT
MENGALAMI SUATU PENURUNAN
KEPANDAIAN UNTUK MENERIMA DAN
MEMBERI PESAN ( SEPERTI
KESUKARAN DALAM
MENGEKSPRESIKAN PIKIRAN, IDE,
ATAU KEINGINAN.)

1. PERNYATAAN MASALAH SELALU DIDAHULUI OLEH


KATA YANG MENGURAIKAN TARAF ATAU TINGKAT
MASALAH, JIKA TIDAK KATA RESIKO ATAU
KEMUNGKINAN , MENDAHULUI PERNYATAAN
MASALAH, URAIAN LAIN DIGUNAKAN UNTUK
MENGGAMBARKAN KEADAAN MASALAH AKTUAL.
DIAGNOSA KEPERAWATAN DIKAITKAN DENGAN
MASALAH MASALAH YANG MEMERLUKAN
TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK MEMECAHKAN
ATAU MERINGANKAN GANGGUAN STATUS
KESEHATAN.
DIAGNOSA KEPERAWATAN INI DIDAHULUI OLEH
BEBERAPA MODIFIER YANG MENGIKUTI :

-Akut
-Perubahan
-Kronis
-Kompromi
-Penurunan
-Kekurangan
-Kecacatan
-gangguan

-Disfungsi
-Kelebihan
-Peningkatan
-Ketidakefektifan
-Kerusakan
-Kurang dari
-Rendah
-Lebih dari

CONTOH PERNYATAAN DIAGNOSA


KEPERAWATAN AKTUAL :
GANGGUAN PENGELOLAAN PEMELIHARAAN
RUMAH BERHUBUNGAN DENGAN TIDAK
ADEKUATNYA SUPPORT SISTEM.
PERUBAHAN PEMELIHARAAN KESEHATAN
BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN
PENGHASILAN.
KETIDAK EFEKTIFAN PENGATURAN SUHU /
PANAS BERHUBUNGAN DENGAN
IMMATURITY.

DIAGNOSA KEPERAWATAN RESIKO


BERHUBUNGAN DENGAN
MASALAH DAN MEMERLUKAN
TINDAKAN KEPERAWATAN UNTUK
MENCEGAH TERJADINYA
MASALAH AKTUAL ATAU
PENURUNAN STATUS KESEHATAN
KLIEN.

DIAGNOSA KEPERAWATAN KEMUNGKINAN


BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH YANG
MEMERLUKAN DATA TAMBAHAN
PENGAWASAN DAN PENGAMATAN UNTUK
MEMBUKTIKAN PERKEMBANGAN MASALAH.
HUBUNGAN ETIOLOGI ( PENYEBAB )
MASALAH UNTUK PERNYATAAN MASALAH.
2. PENYEBAB MASALAH ADALAH PERNYATAAN
TENTANG FAKTOR FAKTOR YANG
BERPENGARUH ATAU MEMPERBESAR
MASALAH.

CONTOH PENULISAN DIAGNOSA PERAWATAN


DENGAN PROBLEM DAN ETIOLOGI :
1. GANGGUAN KOMUNIKASI VERBAL
BERHUBUNGAN DENGAN INTUBASI DAN
SEDASI :
A. SIFAT
: GANGGUAN
B. MASALAH
: KOMUNIKASI VERBAL
C. KATA PENGHUBUNG
: BERHUBUNGAN
DENGAN
D. FAKTOR PENYEBAB
: INTUBASI DAN
SEDASI

2. POTENSIAL TERJADINYA HIPERTERMI


BERHUBUNGAN DENGAN
DEHIDRASI.
A. SIFAT
: RESIKO / RESIKO TINGGI
B. MASALAH : HIPERTERMI
C. KATA PENGHUBUNG
:
BERHUBUNGAN DENGAN
D. FAKTOR PENYEBAB : DEHIDRASI

3. KECEMASAN YANG MENDADAK BERHUBUNGAN


DENGAN KETIDAKTAHUAN PENYEBAB.
A. SIFAT
: MENDADAK
B. MASALAH
: KECEMASAN
C. KATA PENGHUBUNG
: BERHUBUNGAN
DENGAN
D. FAKTOR PENYEBAB
: KETIDAKTAHUAN.
DIDALAM PENDOKUMENTASIAN DIAGNOSE
KEPERAWATAN BIASANYA HANYA DITULIS
MASALAH DAN PENYEBAB.

-SISTEM PENDOKUMENTASIAN
MEMBOLEHKAN TANDA DAN GEJALA UNTUK
UNTUK DICATAT PADA DARI CATATAN
KEPERAWATAN
CONTOH :
-DATA S : KEADAAN TIDAK MAKAN DAN
MINUM SELAMA 48 JAM,
MUNTAH
TERUS MENERUS, SELAMA 24 JAM,
MELAPORKAN DEMAM.
-DATA O : TEMPERATUR PERORAL
MENCAPAI 102 F, EMESIS 2 X,
KULIT KERING, MEMBRAN MUKOSA PUCAT.

- MASALAH : AKUT HIPERTERMI


BERHUBUNGAN DENGAN EMESIS DAN
KURANGNYA INTAKE ORAL.

HANYA MASALAH KESEHATAN AKTUAL DAN


RESIKO DICATAT PADA CATATAN
KEPERAWATAN ATAU CATATAN
PERKEMBANGAN.
SEBAB MEREKA MENGGAMBARKAN
DIAGNOSA YANG MEMERLUKAN
TINDAKAN KEPERAWATAN YANG SPESIFIK.

D. PENGETAHUAN DAN KEMAMPUANPERAWAT YANG


DIPERLUKAN UNTUK PENULISAN DIAGNOSE
PERAWATAN.

KEMAMPUAN MENYUSUN DIAGNOSA,


MENGGUNAKAN KESELURUHAN PROSES
PENGKAJIAN MEMBERIKAN DASAR UNTUK
PERUMUSAN DIAGNOSA PERAWATAN.
DIAGNOSA KEPERAWATAN MENGGUNAKAN
STRUKTUR PES HUBUNGAN
PERTIMBANGAN PERAWAT TENTANG
MASALAH KLIEN DAN SESUAI KEBUTUHAN
UNTUK PELAYANAN PERAWATAN DENGAN
DATA YANG MEMBANTU KEPUTUSAN.

KARAKTERISTIK MAYOR ADALAH


ELEMEN DATA YANG HARUS SELALU
ADA UNTUK SUATU TABEL DIAGNOSA
YANG DIGNAKAN.
DIG
KARAKTERISTIK MINOR ADALAH
ELEMEN DATA YANG BIASANYA,
TETAPI TIDAK SELALU ADA. CONTOH :

HIPERTERMI :
- KRITERIA MAYOR
: SUHU ORAL 37 C, SUHU
REKTAL 38 C
- KRITERIA MINOR
: KULIT KEMERAHAN,
TERASA PANAS, NAFAS CEPAT, KEJANG,
MENGGIGIL, DEHIDRASI, LEMAH,LESU, KURANG
NAFSU MAKAN, BINGUNG.
GANGGUAN KOMUNIKASI VERBAL :
- KRITERIA MAYOR
: TIDAK TEPATNYA
PEMBICARAAN, KEKURANGMAMPUAN BERBICARA,
TIDAK ADA TANGGAPAN KETIKA BERBICARA.
- KRITERIA MINOR
: TIDAK BERBICARA DENGAN
JELAS, TIDAK DAPAT BERBICARA, BINGUNG.

DIAGNOSA KEPERAWATAN SEJALAN DENGAN


DIAGNOSA MEDIS SEBAB DAPAT MENGUMPULKAN
GEJALA DARI KEADAAN PENYAKIT, CONTOH
PERBEDAAN DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN
DIAGNOSA MEDIS :
DIAGNOSA MEDIS
: GAGAL
JANTUNG BAWAAN.
DIAGNOSA KEPERAWATAN :
- KETAKUTAN BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAK
MAMPUAN UNTUK BERNAFAS.
- GANGGUAN PERTUKARAN UDARA
BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH PERNAFASAN.
- KELEBIHAN VOLUME CAIRAN BERHUBUNGAN
DENGAN KELEBIHAN CAIRAN DAN PEMASUKAN
SODIUM.

TINDAKAN MEDIS HANYA BERDASARKAN GEJALAGEJALA DARI SUATU PENYAKIT. PENGOBATAN


PEMENUHAN VOLUME CAIRAN PADA MASALAH INI,
MAKA AKAN DIBERIKAN TERAPI YANG
MENINGKATKAN KERJA JANTUNG.
TINDAKAN KEPERAWATAN YAITU, MEMONITOR
PEMASUKAN DAN PENGELUARAN CAIRAN DARI
PEMBERIAN TERAPI ITU, POSISI DIANGGAP PASIEN
BAIK UNTUK BERNAFAS, MENCATAT SETIAP HARI
DARI HASIL PENGUKURAN MASALAH KELEBIHAN
CAIRAN DAN PEMBERIAN TERAPI DALAM HAL INI
ADALAH SALAH SATU CONTOH DIAGNOSA DAN
TINDAKAN KOLABORASI.

E. METODE PENCATATAN DIAGNOSE KEPERAWATAN

DIAGNOSE KEPERAWATAN ADALAH


RENCANA TINDAKAN UNTUK MENGENAL
DAN MEMPRIORITASKAN DARI PELAYANAN
PERAWATAN, KECENDERUNGAN DAN
TANGGAPAN DARI PASIEN DAN PENGARUH
TINDAKAN KEPERAWATAN TERHADAPNYA.
JIKA MUNGKIN DALAM MENGISI CATATAN
KEPERAWATAN HARUS JUGA TERTERA
DALAM DIAGNOSA KEPERAWATAN.
DIAGNOSA KEPERAWATAN SEBAGAI
DAFTAR YANG DIIKUTI DENGAN CATATAN.

KETIKA DOKUMENTASI KEPERAWATAN


AKAN DIMULAI DARI CATATAN
KEPERAWATAN, INFORMASI TERSEBUT
MUNGKIN BERUBAH UBAH DAPAT
DIKEMBALIKAN LAGI PADA PENGKAJIAN
DATA; BAGIAN KECIL PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATAN PADA
KEPUTUSAN MERINGANKAN DIAGNOSA
ATAU EVALUASI REAKSI PASIEN.
DIAGNOSA PERAWATAN ADALAH
MEMPERSATUKAN BAGIAN DARI SELURUH
PROSES PERAWATAN.

F. PETUNJUK UNTUK PENULISAN DIAGNOSA


KEPERAWATAN.

1. PEMAKAIAN PE DAN PES UNTUK FORMAT


DIAGNOSA AKTUAL, KECUALI KETIKA PETUGAS
YANG BERBEDA MENGAMBIL TINDAKAN SEGERA.
a. YAKINKAN MASALAH PENYEBAB UTAMA DALAM
DIAGNOSA SEJALAN DENGAN ETIOLOGI.
PENULISAN MASALAH CUKUP RINGKAS MENGIKUTI
CONTOH TANPA MERUBAH KONSEP.
1. PERUBAHAN NUTRISI KURANG DARI
KEBUTUHAN TUBUH BERHUBUNGAN DENGAN
MUAL DAN MUNTAH.
2. KEKURANGAN AKAN PENAMBAHAN PEMASUKAN
NUTRISI UNTUK KEBUTUHAN BEDREST.

b. TULIS PERNYATAAN SUPAYA


PERMASALAHAN DAN ETIOLOGI
MENUNJUKAN SPESIFIK DAN HASIL
YANG BERBEDA. GANGGUAN
INTEGRITAS KULIT BERHUBUNGAN
DENGAN PENEKANAN PADA
ALOKALISASI. GANGGUAN
KOMUNIKASI, CONTOHNYA PASIEN
CVA, TIDAK BISA BERBICARA.

C. JIKA PENYEBAB TIDAK DAPAT DITENTUKAN,

MENENTUKAN PROBLEM DAN


DOKUMENTASI YANG TAK DIKENAL
ETIOLOGINYA MAKA DIAGNOSA
KEPERAWATAN BOLEH DITULISKAN
PERNYATAAN KOMUNIKASI VERBAL UNTUK
PASIEN YANG TAK DIKETAHUI ETIOLOGINYA.

2. CATAT DIAGNOSA KEPERAWATAN


POTENSIAL DALAM SEBUAH PROBLEM /
FORMAT ETIOLOGI.

3. PEMAKAIAN TERMINOLOGI TETAP DENGAN


DIAGNOSA KEPERAWATAN DARI NANDA.
SEHUBUNGAN DENGAN (DIANTARA
PROBLEM DAN ETILOGI) DAN DIBANDING
DENGAN ( DIANTARA ETIOLOGI, SIGN,
DAN SYMPTOM) TERGANTUNG BAHASA.
4. MERUJUK PADA DAFTAR YANG DAPAT
DITERIMA, BENTUK DIAGNOSA
KEPERAWATAN UNTUK CATATAN STANDAR
DALAM SAKU ATAU RINGKASAN.

5. MULAI PERNYATAAN DIAGNOSA DENGAN


MENGUBAH REDAKSINYA KEDALAM SUATU
KEADAAN DIAGNOSA KEPERAWATAN.
6. PASTIKAN DATA MAYOR DAN PENUNJANG DATA
MINOR KARAKTERISTIK PENDEFINISIAN DIPEROLEH
DOKUMENTASI BAGIAN PENGKAJIAN PASIEN UNTUK
MENEGAKAN DIAGNOSA KEPERAWATAN.
7. PERNYATAAN AWAL DALAM PERENCANAAN
KEPERAWATAN DI DAFTAR MASALAH DAN NAMA
DOKUMENTASI DALAM CATATAN PERAWATAN.
PEMAKAIAN MASING-MASING DIAGNOSA
KEPERAWATAN SEBAGAI PETUNJUK UNTUK
MEMBUAT CATATAN PERKEMBANGAN.

9. HUBUNGKAN PADA TIAP-TIAP


DIAGNOSA KEPERAWATAN BILA
MERUJUK DAN MEMBERIKAN
LAPORAN PERUBAHAN.
10. SETIAP PERGANTIAN JAGA
PERAWAT,GUNAKAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN SEBAGAI PEDOMAN
UNTUK PENGKAJIAN, TINDAKAN DAN
EVALUASI.

10. CATAT BAHAN PERAWATANADALAH DASAR


UNTUK PERTIMBANGAN DARI LANGKAH
LANGKAH PROSES PERAWATAN.
11. PENCATATAN SEMUA DIAGNOSA KEPERAWATAN
HARUS MEREPLEKSIKAN DIMENSI DALAM
MASALAH YANG BERORIENTASI PADA SISTEM
PENCATATAN PERAWAT.
12. SUATU AGENDA ATAU PENCATATAN MUNGKIN
MEMERLUKAN UNTUK MEMBUAT DIAGNOSA
KEPERAWATAN DAN SISTEM PENCATATN YANG
RELEVAN.

G. KESIMPULAN

1. PROSES DAN PENCATATN DIAGNOSA


KEPERAWATAN DALAM RENCANA DAN
DIDALAM CATATAN PERKEMBANGAN.
2. PEMAKAIAN DARI FORMAT PE UNTUK
TIAP MASALAH POTENSIAL.
3. PENGKAJIAN DATA PADA DOKUMEN,
SEMUA FAKTOR MAYOR UNTUK TIAP
DIAGNOSA. BILA KITA KELUAR DARI
ITU, FAKTOR MINOR ADALAH JUGA
DATA PELENGKAP.

4. DOKUMEN DARI PENGKAJIAN ATAU


MENGIKUTI DIAGNOSA
KEPERAWATAN YANG TEPAT.
5. ULANGI DATA SALAH, SATU
INFORMASI PENGKAJIAN
PERAWATAN, SEBAGAI PERAWAT
PROFESIONAL DARI KERJASAMA
DENGAN STAF PEMBUAT DIAGNOSA.

DOKUMENTASI RENCANA TINDAKAN


KEPERAWATAN
WM.

LANGKAH KETIGA DARI PROSES KEPERAWATAN


ADALAH PERENCANAAN.
MENURUT KOZIER ET AL. (1995) PERENCANAAN
ADALAH SESUATU YANG TELAH DIPERTIMBANGKAN
SECARA MENDALAM, TAHAP YANG SISTEMATIS DARI
PROSES KEPERAWATAN MELIPUTI KEGIATAN
PEMBUATAN KEPUTUSAN DAN PEMECAHAN
MASALAH.
DALAM PERENCANAAN KEPERAWATAN, PERAWAT
MENETAPKANNYA BERDASARKAN HASIL
PENGUMPULAN DATA DAN RUMUSAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN YANG MERUPAKAN PETUNJUK DALAM
MEMBUAT TUJUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN
UNTUK MENCEGAH, MENURUNKAN, ATAU
MENGELIMINASI MASALAH KESEHATAN KLIEN.

LANGKAH-LANGKAH DALAM
MEMBUAT PERENCANAAN
KEPERAWATAN MELIPUTI:
PENETAPAN PRIORITAS,
PENETAPAN TUJUAN DAN KRITERIA
HASIL YANG DIHARAPKAN,
MENENTUKAN INTERVENSI
KEPERAWATAN YANG TEPAT DAN
PENGEMBANGAN RENCANA ASUHAN
KEPERAWATAN.

SETELAH DIAGNOSA KEPERAWATAN


DIRUMUSKAN SECARA SPESIFIK,
PERAWAT MENGGUNAKAN
KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS UNTUK
SEGERA MENETAPKAN PRIORITAS
DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN
INTERVENSI YANG PENTING SESUAI
DENGAN KEBUTUHAN KLIEN (POTTER
& PERRY, 1997).

PENETAPAN PRIORITAS BERTUJUAN UNTUK


MENGIDENTIFIKASI URUTAN INTERVENSI
KEPERAWATAN YANG SESUAI DENGAN
BERBAGAI MASALAH KLIEN (CARPENITO,
1997).
PENETAPAN PRIORITAS DILAKUKAN KARENA
TIDAK SEMUA MASALAH DAPAT DIATASI
DALAM WAKTU YANG BERSAMAAN.
SALAH SATU METODE DALAM MENETAPKAN
PRIORITAS DENGAN MEMPERGUNAKAN
HIRARKI KEBUTUHAN MENURUT MASLOW.
PRIORITAS DAPAT DIKLASIFIKASI MENJADI
TIGA TINGKATAN, ANTARA LAIN HIGH
PRIORITY, INTERMEDIATE PRIORITY, DAN LOW
PRIORITY.

DALAM MENETAPKAN PRIORITAS PERAWAT


JUGA HARUS MEMPERHATIKAN NILAI DAN
KEPERCAYAAN KLIEN TERHADAP KESEHATAN,
PRIORITAS KLIEN, SUMBER YANG TERSEDIA
UNTUK KLIEN DAN PERAWAT, PENTINGNYA
MASALAH KESEHATAN YANG DIHADAPI, DAN
RENCANA PENGOBATAN MEDIS.
DIAGNOSA KEPERAWATAN KLIEN DAN
PENETAPAN PRIORITAS MEMBANTU DALAM
MENENTUKAN TUJUAN KEPERAWATAN.
TUJUAN ADALAH PETUNJUK UNTUK
MENYELEKSI INTERVENSI KEPERAWATAN DAN
KRITERIA HASIL DALAM MENGEVALUASI
INTERVENSI YANG TELAH DIBERIKAN
(MCCLOSKEY & BULECHEK, 1994, DALAM
POTTER & PERRY, 1997).

EVALUASI KRITIS PERAWAT DALAM


MENETAPKAN TUJUAN DAN UKURAN
HASIL YANG DIHARAPKAN
DITEKANKAN PADA DIAGNOSA,
MASALAH YANG MENDESAK, DAN
SUMBER-SUMBER KLIEN SERTA
SISTEM PELAYANAN KEPERAWATAN
(BANDMAN & BANDMAN, 1995,
DALAM POTTER & PERRY, 1997).

TUJUAN PENULISAN RENCANA


ASUHAN KEPERAWATAN DAN KRITERIA
HASIL YANG DIHARAPKAN ADALAH:
1) TUJUAN DAN KRITERIA HASIL YANG
DIHARAPKAN MERUPAKAN PETUNJUK
UNTUK INTERVENSI KEPERAWATAN
PADA INDIVIDU.
2) TUJUAN DAN KRITERIA HASIL YANG
DIHARAPKAN MENENTUKAN
EFEKTIVITAS DARI INTERVENSI
KEPERAWATAN.

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

DALAM PENULISAN TUJUAN DAN KRITERIA


HASIL YANG DIHARAPKAN TERDAPAT
BEBERAPA PETUNJUK, ANTARA LAIN:
BERDASARKAN DIAGNOSA KEPERAWATAN
YANG TELAH DIRUMUSKAN,
MERUPAKAN HASIL AKHIR YANG INGIN
DICAPAI.
MENCAKUP KRITERIA HASIL YANG MERUPAKAN
DASAR UNTUK MELAKUKAN EVALUASI.
BERPUSAT PADA KLIEN.
TERLIHAT/ DAPAT DIAMATI.
DAPAT DIUKUR.
ADANYA BATASAN WAKTU.
REALISTIK.

STRATEGI INTERVENSI KEPERAWATAN


BERHUBUNGAN DENGAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN SPESIFIK YANG
DITETAPKAN PERAWAT UNTUK MENCAPAI
TUJUAN PERAWATAN KLIEN DAN KRITERIA
HASIL.
INTERVENSI KEPERAWATAN YANG SPESIFIK
HARUS BERFOKUS DALAM
MENGELIMINASI ATAU MENURUNKAN
ETIOLOGI (PENYEBAB) DARI DIAGNOSA
KEPERAWATAN, DAN SESUAI DENGAN
PERNYATAAN TUJUAN SERTA KRITERIA
HASIL.

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


DALAM MENENTUKAN RENCANA
INTERVENSI KEPERAWATAN ADALAH:
1)MENGIDENTIFIKASI ALTERNATIF TINDAKAN.
2)MENETAPKAN DAN MENGUASAI TEKNIK
SERTA PROSEDUR KEPERAWATAN YANG
AKAN DILAKUKAN.
3)MELIBATKAN KLIEN DAN KELUARGANYA.
4)MELIBATKAN ANGGOTA TIM KESEHATAN
LAINNYA.
5)MENGETAHUI LATAR BELAKANG BUDAYA
DAN AGAMA KLIEN.

6) MEMPERTIMBANGKAN LINGKUNGAN,
SUMBER, DAN FASILITAS YANG
TERSEDIA.
7) MEMPERHATIKAN KEBIJAKSANAAN DAN
PERATURAN YANG BERLAKU. HARUS
DAPAT MENJAMIN RASA AMAN KLIEN.
8) MENGARAH PADA TUJUAN DAN KRITERIA
HASIL YANG AKAN DICAPAI.
9) BERSIFAT REALISTIK DAN RASIONAL.
10)RENCANA TINDAKAN DISUSUN SECARA
BERURUTAN SESUAI PRIORITAS.

DEMIKIAN JUGA DALAM TEHNIK PENULISAN


RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN, ADA
BEBERAPA FAKTOR YANG HARUS
DIPERHATIKAN OLEH PERAWAT ANTARA LAIN:
1) KALIMAT YANG DITULIS HARUS BERUPA
KALIMAT INSTRUKSI, BERFUNGSI UNTUK
MENJELASKAN TINDAKAN YANG AKAN
DILAKUKAN. INSTRUKSI DIBUAT SECARA
RINGKAS, TEGAS, TEPAT DAN KALIMAT MUDAH
DIMENGERTI.
2) DAPAT DIJADIKAN ALAT KOMUNIKASI ANTAR
ANGGOTA KEPERAWATAN/ TIM KESEHATAN
LAIN UNTUK KESINAMBUNGAN ASUHAN
KEPERAWATAN YANG AKDIBERIKAN KEPADA
KLIEN.

3) MEMUAT INFORMASI YANG SELALU


BARU.
4) DIDOKUMENTASIKAN PADA TEMPAT/
KOLOM YANG DITENTUKAN SEBAGAI
PERTANGGUNG-JAWABAN DAN
PERTANGGUNGGUGATAN PERAWAT
TERHADAP ASUHAN KEPERAWATAN
YANG DIBERIKAN KEPADA KLIEN.

DALAM PELAKSANAAN RENCANA


KEPERAWATAN PERAWAT MEMAKAI FORMAT
YANG DIDALAMNYA TERDAPAT BEBERAPA
KOLOM.
KOLOM-KOLOM TERSEBUT TERDIRI DARI
KOLOM DIAGNOSA KEPERAWATAN, KOLOM
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL, DAN KOLOM
RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN
BESERTA RASIONALNYA.

A. PENTINGNYA DOKUMENTASI RENCANA TINDAKAN

PERENCANAAN ADALAH SALAH SATU TAHAP


DARI PROSES PERAWATAN TERMASUK
MENENTUKAN PRIORITAS, DAN
MENENTUKAN METODE YANG DIGUNAKAN
UNTUK PENYELESAIAN MASALAH.
TUJUAN DARI PERENCANAAN, MENYUSUN
RENCANA KEPERAWATAN YANG DAPAT
DIGUNAKAN DALAM MASALAH, AKTUAL,
RESIKO ATAU KEMUNGKINAN REAKSI
MANUSIA TERHADAP MASALAH KESEHATAN.

PENCATATAN PENGKAJIAN, DIAGNOSA


KEPERAWATAN DAN MENETAPKAN ALASAN
UNTUK MASALAH KLIEN, DARI DATA
PENGKAJIAN DAN DIAGNOSA
KEPERAWATAN.
INI ADALAH LANGKAH PENGHUBUNG
DIANTARA DIAGNOSA DAN INTERVENSI
PERENCANAAN KEPERAWATAN,
DITULISKAN SEDEMIKIA RUPA SEHINGGA
PERAWAT DAPAT MEMILIH DAN
MEMPRIORITASKAN MASALAH YANG
BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN,
PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN.

DATA INI DI DAPAT DARI KELUHAN KLIEN DAN


MENGGAMBARKAN INTERVENSI KEPERAWATAN
TERHADAP PENGOBATAN SUATU PENYAKIT.
DALAM PERENCANAAN SEHARI HARI
DIGUNAKAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH
YANG AKURAT SECARA KONSISTEN.
PERAWAT MENGGUNAKAN PROSES PEMECAHAN
MASALAH UNTUK MEMPRIOROTASKAN MASALAH
KLIEN DAN MENDAPATKAN INTERVENSI
KEPERAWATAN DAN PENGATURAN
PERMASALAHAN TIAP TIAP KLIEN DAN
PELAKSANAAN KEPERAWATAN UNTUK MENGOBATI
KEADAAN KLIEN.


1.

2.
3.

PERENCANAAN KEPERAWATAN MELIPUTI


BEBERAPA ASPEK KESIAPAN ITU ANTARA LAIN:
MENGUMPULKAN DAN MENGELOLA INFORMASI
YANG BENAR DARI KLIEN SEBAGAI SUMBER
UTAMA DOKUMENTASI, PADA PRINSIPNYA
PENGKAJIAN PERAWATAN MENGGAMBARKAN
BERBAGAI ASPEK DARI DATA KLIEN, SEHINGGA,
MASALAH-MASALAH KLIEN DAPAT
TERIDENTIFIKASI DAN DIJADIKAN RUJUKAN
UNTUK MENETAPKAN DATA DASAR.
PERENCANAAN KEPERAWATAN MERUPAKAN
ALAT KOMUNIKASI ANTARA PERAWAT DAN KLIEN.
RENCANA KEPERAWATAN MELIBATKAN
ANGGOTA KESEHATAN LAIN SEBAGAI SATU
ANGGOTA TIM.

PERAWAT DAN PETUGAS KESEHATAN LAIN BEKERJA


UNTUK MENGENAL, KEBUTUHAN KEPERAWATAN
KLIEN DAN DAPAT MENGGUNAKAN RENCANA
KEPERAWATAN SEBAGAI RUJUKAN UNTUK
INTERVENSI TERHADAP MASALAH KLIEN DAN HASIL
YANG INGIN DICAPAI.
4. PROSES KEPERAWATAN DARI PENGKAJIAN DAN
DIAGNOSA BERHU BUNGAN DENGAN PELAKSANAAN
DAN EVALUASI. RENCANA KEPERAWATAN ADALAH
DOKUMEN YANG TELAH DIPILIH UNTUK DICATAT DAN
HASIL YANG DIHARAPKAN DARI KLIEN. KRITERIA
HASIL ADALAH PERNYATAAN YANG DAPAT DIUKUR
YANG MENJELASKAN / MENGGAMBARKAN STATUS
KESEHATAN KLIEN YANG DIMAKSUD.

B. TIPE RENCANA TIDAKAN


MODEL RENCANA TINDAKAN PERAWATAN
1.

2.

3.

BENTUK RENCANA TINDAKAN SEDERHANA YANG


MANA DITULIS DENGAN TANGAN DAN DIKEMBANGKAN
OLEH PERAWAT UNTUK KLIEN YANG KHUSUS.
STANDAR RENCANA TINDAKAN PERAWATAN YANG
DIKEMBANGKAN OLEH ORGANISASI PERAWAT UNTUK
PENANGANAN SECARA UMUM MASALAH YANG
TERJADI.
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN SEDERHANA
MENGGUNAKAN 3 PENDEKATAN : UNTUK DIAGNOSA
KEPERAWATAN, UNTUK KRITERIA HASIL DAN UNTUK
INTERVENSI KEPERAWATAN.

PELAKSANAAN RENCANA TINDAKAN


BERDASARKAN DIAGNOSA MEDIS ATAU
PROSEDUR SEPERTI : KATETERISASI, JANTUNG,
DIABETES, INFARK MYOCARD. KARAKTERISTIK
RENCANA TINDAKAN INI MELIPUTI DIAGNOSA
KEPERAWATAN YANG MENCERMINKAN REAKSI
MANUSIA YANG SEBELUMNYA, TERHADAP KONDISI
KESEHATAN DAN TINDAKAN DAN KOMPLIKASINYA.
ADVIS DOKTER SECARA RUTIN DAPAT DISATUKAN
DALAM INTERVENSI DENGAN PERSETUJUAN
DOKTER.

C. METODE DOKUMENTASI RENCANA TINDAKAN


FOKUS DARI PERENCANAAN ADALAH UNTUK MENYUSUN
BLUEPRINT RENCANA TINDAKAN DENGAN
PENDEKATAN PENYELESAIAN MASALAH. MELALUI
PROSES INI, PERAWAT MEMPRIORITASKAN DAN
MEMBUAT DAFTAR MASALAH KLIEN YANG MEMERLUKAN
INTERVENSI KEPERAWATAN, MENYUSUN HASIL HASIL
YANG DIHARAPKAN, DAN MENGELOLA KONDISI KLIEN
YANG PERLU SEGERA INTERVENSI KEPERAWATAN.
KOMPONEN DALAM RENCANA TINDAKAN
KEPERAWATAN : DIAGNOSA KEPERAWATAN, HASIL YANG
DIHARAPKAN DAN RENCANA TINDAKAN YANG
MENGIDENTIFIKASI INTERVENSI KEPERAWATAN.

1. DIAGNOSA KEPERAWATAN

DIAGNOSA KEPERAWATAN HARUS


MERUPAKAN PRIORITAS UNTUK
MERAWAT KLIEN.
BEBERAPA DIAGNOSA YANG
MENGGAMBARKAN KEMUNGKINAN
KONDISI YANG MENGANCAM HARUS
DITUJUKAN SESUDAH SITUASI AKTUAL
(MASALAH NYATA) YANG DIKERJAKAN;

SEBAGAI CONTOH : KLIEN DENGAN GANGGUAN


PERTUKARAN GAS MENGALAMI KERACUNAN KARBON
MONOKSIDA ATAU AKTUAL GANGGUAN KEKURANGAN
CAIRAN KARENA PERDARAHAN YANG BANYAK AKIBAT
TEMBAKAN DIPERUT HAL ITU MERUPAKAN KONDISI YANG
MENGANCAM DAN MERUPAKAN PRIORITAS MASALAH
UTAMA ( RESIKO / KEMUNGKINAN ) YANG MENGANCAM
MENGENAI DI ATAS JIKA TIDAK DIKETAHUI AKAN
MENGGANGGU PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
ATAU MENGGANGGU FUNGSI RESPON MANUSIA
TERHADAP PENYAKIT DAN TEKANAN (LINGKUNGAN)
SEKTOR, BERSAMA DENGAN KEMAMPUAN PEMBELAAN
KOPING (STRESS)ADALAH HAL YANG MENGANCAM YANG
HARUS DIMASUKAN DALAM INTERVENSI KEPERAWATAN.

2. KRITERIA HASIL :

1.

SETIAP DIAGNOSA KEPERAWATAN HARUS


MEMPUNYAI SEDIKITNYA SATU KRITERIA HAASIL.
LINGKUP DARI KRITERIA HASIL ADALAH :
KLIEN DAPAT MAMPU MELAKUKAN DAN
MENDEMONSTRASIKAN, PENYELESAIAN
MASALAH, PERTANYAAN PERTANYAAN DARI
PERAWAT HARUS BERHUBUNGAN DENGAN
KRITERIA HASIL DITETAPKAN TERMASUK :
APAKAH YANG DILAKUKAN DAPAT DITERIMA
KLIEN SECARA MAXIMAL ? DAN APAKAH
TINDAKAN ITU DIPERLUKAN UNTUK
MEMPERLIHATKAN KEMAJUAN KE ARAH TINGKAT
PERBAIKAN ?

2. PENGGUNAAN TINDAKAN
MEMBATASI DAPAT DIJADIKAN
UKURAN KEMAJUAN KLIEN. MEMILIH
BATASAN MENYEDIAKAN TINDAKAN
DAN UNTUK MENCAPAI TINGKATAN
KEMAJUAN KEARAH TUJUAN.

MEMBACA MEMBENARKAN, MENGIDENTIFIKASI,


MENGHINDARKAN BATASAN PENGGUNAAN UKURAN
KEPANDAIAN KEMAMPUAN MENGINGAT, MENGIDENTIFIKASI,
MENGGAMBARKAN BATAS PENGGUNAAN UKURAN
PERKIRAAN, KETRAMPILAN SIKAP, PENGALAMAN DAN
MENGHARGAI.
3. MENGGUNAKAN UKURAN UNTUK MEMPERBESAR BATASAN
TINDAKAN. MENGUKUR BEBERAPA BANYAK DAN UKURAN
YANG BISA DIHASILKAN. SEBAGAI CONTOH, DAPAT
BERJALAN DARI TEMPAT TIDUR KE KAMAR MANDI DENGAN
BANTUAN 1 ORANG, KAJI KEBERHASILAN PERGERAKAN
YANG DIHARAPKAN DAN SEBERAPA JAUH / BANYAK
BANTUAN YANG DITERIMA.

4.

MENETAPKAN WAKTU PERENCANAAN DARI TINDAKAN


YANG DIBERIKAN. CONTOH DARI PENCATATAN UNTUK
DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN KRITERIA HASIL :
DIAGNOSA KEPERAWATAN : KURANGNYA AKTIVITAS
SEHUBUNGAN DENGAN KURANGNYA KEMAMPUAN.
KRITERIA HASIL ( JANGKA PANJANG ) KLIEN AKAN :
DIIKUT SERTAKAN DALAM KEGIATAN BARU YANG TIDAK
TERDAPAT DALAM FUNGSI UTAMA.
MENGGAMBARKAN KEPUTUSAN DENGAN
MENGIKUTSERTAKAN PADA AKTIVITAS BARU.


1.
2.

3.
4.
5.

HASIL YANG DIHARAPKAN (JANGKA PANJANG) KLIEN


AKAN :
MENGINGAT KEMBALI KEGIATAN YANG TELAH
DILAKSANAKAN PADA TANGGAL TERTENTU.
MENGIDENTIFIKASIKAN CARA UNTUK MENYESUAIKAN
KEGIATAN YANG TELAH TERLAKSANA DENGAN KEADAAN
YANG ADA.
MENCOBA MEMPERBAIKI KEGIATAN BERDASARKAN NAMA
WAKTU (TANGGAL)
MENGIDENTIFIKASI SEDIKITNYA SATU KEGIATAN BARU
YANG MENGGUNAKAN BEBERAPA PERASAAN
SETELAH DILATIH BERDASARKAN PENGALAMAN SECARA
LANGSUNG DARI KEGIATAN BARU.

3. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN ( NURSING


ORDER )

TINDAKAN KEPERAWATAN ADALAH MEMPEROLEH /


TANGGUNG JAWAB MANDIRI, KHUSUSNYA OLEH PERAWAT
YANG DIKERJAKAN BERSAMA DENGAN PERINTAH MEDIS
BERDASARKAN MASALAH KLIEN DAN BANTUAN YANG
DITERIMA KLIEN ADALAH HASIL YANG DIHARAPKAN.

PETUNJUK PENULISAN RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


YANG EFEKTIF.
1. SEBELUM MENULISKAN RENCANA TINDAKAN
KEPERAWATAN, KAJI ULANG SEMUA DATA YANG ADA
SUMBER DATA YANG MEMUASKAN MELIPUTI :

PENGKAJIAN SEWAKTU KLIEN MASUK RUMAH SAKIT.


DIAGNOSA PERAWATAN WAKTU MASUK RUMAH SAKIT
KELUHAN UTAMA KLIEN ATAU ALASAN DALAM
BERHUBUNGAN DENGAN PELAYANAN KESEHATAN.
LABORATORIUM RITME
LATAR BELAKANG SOSIAL BUDAYA
RIWAYAT KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN FISIK
OBSERVASI DARI TIM KESEHATAN LAIN.

2. DAFTAR DAN JENIS MASALAH AKTUAL, RESIKO DAN


KEMUNGKINAN.

BERIKAN PRIORITAS UTAMA PADA MASALAH AKTUAL


YANG MENGANCAM JIWA, YANG DIHUBUNGKAN
DENGAN MASALAH YANG MENGANCAM KESEHATAN,
TANYALAH DIRI SENDIRI DENGAN PERTANYAAN.
- APAKAH MUNGKIN MASALAH CUKUP JELAS DAN
RINGKAS ?
- APAKAH MASALAH TERSEBUT MENCERMINKAN DATA
SECARA SUBYEKTIF DAN OBYEKTIF DARI DATA
DATA YANG TERKUMPUL.
- APAKAH PETUGAS LAIN MENGERTI APA YANG TELAH
DITULIS.

- APAKAH FAKTOR PENYEBAB DAN


PENDUKUNG CUKUP JELAS
DIMENGERTI DALAM MEMBANTU
MENEMUKAN PRIORITAS YANG
DITULISKAN.
- APAKAH MASALAH POTENSIAL
SUDAH FALID.
- APAKAH SETIAP MASALAH TELAH
TERKAJI.

3.

4.

5.

UNTUK MEMPERMUDAH DAN BISA DIMENGERTI


DALAM MEMBUAT RENCANA TINDAKAN BERILAH
GAMBARAN DAN ILUSTRASI (CONTOH) BILA
MUNGKIN DIAGNOSA KHUSUSNYA SANGAT
MEMBANTU KETIKA TEKNOLOGI CANGGIH
DIGUNAKAN UNTUK PERAWATAN KLIEN ATAU
KETIKA MENGGAMBARKAN LOKASI ANATOMI.
TULISKAN DENGAN JELAS, KHUSUS, TERUKUR,
KRITERIA HASIL YANG DIHARAPKANUNTUK
MENETAPKAN MASALAH.
SELALU DITANDA TANGANI DAN DIBERI TANGGAL
RENCANA TINDAKAN, HAL INI PENTING KARENA
SEORANG PERAWAT PROFESIONAL AKAN
BERTANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT
UNTUK MELAKSANAKAN RENCANA TINDAKAN
YANG TELAH DITULIS.

6. MULAI RENCANA TINDAKAN DENGAN


MENGGUNAKAN ACTION VERB
- CATAT TANDA TANDA VITAL SETIAP
PERGANTIAN DINAS.
- TIMBANG BB SETIAP HARI
- INFORMASIKAN KEPADA KLIEN ALASAN
ISOLASI.
7. ALASAN PRINSIP SPECIVICITY UNTUK
MENULISKAN DIAGNOSA KEPERAWATAN :
- BAGAIMANA PROSEDUR AKAN DILAKSANAKAN.
- KAPAN DAN BERAPA LAMA
- JELASKAN SECARA SINGKAT KEPERLUAN APA
YANG HARUS
DIPENUHI, TERMASUK
TAHAPAN-TAHAPAN TINDAKAN

8. TULISKAN RASIONAL DARI RENCANA


TINDAKAN. HAL INI SANGAT MEMBANTU
TENAGA KEPERAWATAN UNTUK BEKERJA
SECARA RASIONAL YANG TIDAK HANYA
BERDASARKAN KEGIATAN RUTINITAS
PADA SEMUA PERMASALAHAN KLIEN DAN
HAL INI AKAN DAPAT MEMBANTU DALAM
MENGEVALUSI EFEKTIFITAS TINDAKAN.
9. RENCANA TINDAKAN HARUS SELALU
TERTULIS DAN DITANDATANGANI
10. RENCANA TINDAKAN HARUS DICATAT
SEBAGAI HAL YANG PERMANEN.

11. KLIEN DAN KELUARGANYA JIKA


MEMUNGKINKAN DIIKUTSERTAKAN
DALAM PERENCANAAN.
12. RENCANA TINDAKAN HARUS
SESUAI DENGAN WAKTU YANG
DITENTUKAN DAN DIUSAHAKAN
UNTUK SELALU DIPERBAHARUI :
MISALNYA SETIAP PERGANTIAN
DINAS, SETIAP HARI DAN SEWAKTU
WAKTU DIPERLUKAN.

DOKUMENTASI INTERVENSI /
TINDAKAN KEPERAWATAN
WM.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN ADALAH


SERANGKAIAN KEGIATAN YANG DILAKUKAN OLEH
PERAWAT UNTUK MEMBANTU KLIEN DARI
MASALAH STATUS KESEHATAN YANG DIHADAPI
KESTATUS KESEHATAN YANG LEBIH BAIK YANG
MENGGAMBARKAN KRITERIA HASIL YANG
DIHARAPKAN (GORDON, 1994, DALAM POTTER &
PERRY, 1997).
UKURAN INTERVENSI KEPERAWATAN YANG
DIBERIKAN KEPADA KLIEN TERKAIT DENGAN
DUKUNGAN, PENGOBATAN, TINDAKAN UNTUK
MEMPERBAIKI KONDISI, PENDIDIKAN UNTUK
KLIEN-KELUARGA, ATAU TINDAKAN UNTUK
MENCEGAH MASALAH KESEHATAN YANG MUNCUL
DIKEMUDIAN HARI.

UNTUK KESUKSESAN PELAKSANAAN


IMPLEMENTASI KEPERAWATAN AGAR SESUAI
DENGAN RENCANA KEPERAWATAN, PERAWAT
HARUS MEMPUNYAI KEMAMPUAN KOGNITIF
(INTELEKTUAL), KEMAMPUAN DALAM
HUBUNGAN INTERPERSONAL, DAN
KETERAMPILAN DALAM MELAKUKAN
TINDAKAN.
PROSES PELAKSANAAN IMPLEMENTASI HARUS
BERPUSAT KEPADA KEBUTUHAN KLIEN,
FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI
KEBUTUHAN KEPERAWATAN, STRATEGI
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN, DAN KEGIATAN
KOMUNIKASI. (KOZIER ET AL., 1995).

DALAM IMPLEMENTASI TINDAKAN KEPERAWATAN


MEMERLUKAN BEBERAPA PERTIMBANGAN, ANTARA
LAIN:
1) INDIVIDUALITAS KLIEN, DENGAN
MENGKOMUNIKASIKAN MAKNA DASAR DARI SUATU
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN YANG AKAN DILAKUKAN.
2) MELIBATKAN KLIEN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN
ENERGI YANG DIMILIKI, PENYAKITNYA, HAKIKAT
STRESSOR, KEADAAN PSIKO-SOSIO-KULTURAL,
PENGERTIAN TERHADAP PENYAKIT DAN INTERVENSI.
3) PENCEGAHAN TERHADAP KOMPLIKASI YANG MUNGKIN
TERJADI.
4) MEMPERTAHANKAN KONDISI TUBUH AGAR PENYAKIT
TIDAK MENJADI LEBIH PARAH SERTA UPAYA
PENINGKATAN KESEHATAN.
5) UPAYA RASA AMAN DAN BANTUAN KEPADA KLIEN
DALAM MEMENUHI KEBUTUHANNNYA.
6) PENAMPILAN PERAWAT YANG BIJAKSANA DARI SEGALA
KEGIATAN YANG DILAKUKAN KEPADA KLIEN.

BEBERAPA PEDOMAN DALAM PELAKSANAAN


IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (KOZIER ET
AL,. 1995) ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
1)BERDASARKAN RESPONS KLIEN.
2)BERDASARKAN ILMU PENGETAHUAN, HASIL
PENELITIAN KEPERAWATAN, STANDAR
PELAYANAN PROFESSIONAL, HUKUM DAN
KODE ETIK KEPERAWATAN.
3)BERDASARKAN PENGGUNAAN SUMBERSUMBER YANG TERSEDIA.
4)SESUAI DENGAN TANGGUNG JAWAB DAN
TANGGUNG GUGAT PROFESI KEPERAWATAN.
5)MENGERTI DENGAN JELAS PESANANPESANAN YANG ADA DALAM RENCANA
INTERVENSI KEPERAWATAN.

6) HARUS DAPAT MENCIPTAKAN ADAPTASI


DENGAN KLIEN SEBAGAI INDIVIDU DALAM
UPAYA MENINGKATKAN PERAN SERTA
UNTUK MERAWAT DIRI SENDIRI (SELF
CARE).
7) MENEKANKAN PADA ASPEK PENCEGAHAN
DAN UPAYA PENINGKATAN STATUS
KESEHATAN. DAPAT MENJAGA RASA AMAN,
HARGA DIRI DAN MELINDUNGI KLIEN.
8) MEMBERIKAN PENDIDIKAN, DUKUNGAN
DAN BANTUAN.
9) BERSIFAT HOLISTIK.
10)KERJASAMA DENGAN PROFESI LAIN.
11)MELAKUKAN DOKUMENTASI

MENURUT CRAVEN DAN HIRNLE (2000)


SECARA GARIS BESAR TERDAPAT TIGA
KATEGORI DARI IMPLEMENTASI KEPERAWATAN,
ANTARA LAIN:
1.COGNITIVE IMPLEMENTATIONS, MELIPUTI
PENGAJARAN/ PENDIDIKAN, MENGHUBUNGKAN
TINGKAT PENGETAHUAN KLIEN DENGAN
KEGIATAN HIDUP SEHARI-HARI, MEMBUAT
STRATEGI UNTUK KLIEN DENGAN DISFUNGSI
KOMUNIKASI, MEMBERIKAN UMPAN BALIK,
MENGAWASI TIM KEPERAWATAN, MENGAWASI
PENAMPILAN KLIEN DAN KELUARGA, SERTA
MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SESUAI
KEBUTUHAN, DAN LAIN LAIN.

2. INTERPERSONAL IMPLEMENTATIONS,
MELIPUTI :
- KOORDINASI KEGIATAN-KEGIATAN,
- MENINGKATKAN PELAYANAN,
- MENCIPTAKAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK,
- MENETAPKAN JADWAL PERSONAL,
- PENGUNGKAPAN PERASAAN,
- MEMBERIKAN DUKUNGAN SPIRITUAL,
- BERTINDAK SEBAGAI ADVOKASI KLIEN,
- ROLE MODEL, DAN LAIN LAIN.

3. TECHNICAL IMPLEMENTATIONS, MELIPUTI:


- PEMBERIAN PERAWATAN KEBERSIHAN KULIT,
- MELAKUKAN AKTIVITAS RUTIN
KEPERAWATAN,
- MENEMUKAN PERUBAHAN DARI DATA DASAR
KLIEN,
- MENGORGANISIR RESPON KLIEN YANG
ABNORMAL,
- MELAKUKAN TINDAKAN KEPERAWATAN
MANDIRI,
- KOLABORASI,
- DAN RUJUKAN, DAN LAIN-LAIN.

DALAM MELAKUKAN IMPLEMENTASI


KEPERAWATAN, PERAWAT DAPAT
MELAKUKANNYA SESUAI DENGAN
RENCANA KEPERAWATAN DAN JENIS
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN.
TERDAPAT TIGA JENIS IMPLEMENTASI
KEPERAWATAN, ANTARA LAIN:
1. INDEPENDENT IMPLEMENTATIONS,
ADALAH IMPLEMENTASI YANG
DIPRAKARSAI SENDIRI OLEH PERAWAT
UNTUK MEMBANTU KLIEN DALAM
MENGATASI MASALAHNYA SESUAI
DENGAN KEBUTUHAN,

MISALNYA:
- MEMBANTU DALAM MEMENUHI ACTIVITY
DAILY LIVING (ADL),
- MEMBERIKAN PERAWATAN DIRI,
- MENGATUR POSISI TIDUR,
- MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG
TERAPEUTIK,
- MEMBERIKAN DORONGAN MOTIVASI,
- PEMENUHAN KEBUTUHAN PSIKO-SOSIOSPIRITUAL,
- PERAWATAN ALAT INVASIVE YANG
DIPERGUNAKAN KLIEN,
- MELAKUKAN DOKUMENTASI, DAN LAIN-LAIN.

2. INTERDEPENDEN/ COLLABORATIVE
IMPLEMENTATIONS, ADALAH TINDAKAN
KEPERAWATAN ATAS DASAR KERJASAMA SESAMA
TIM KEPERAWATAN ATAU DENGAN TIM KESEHATAN
LAINNYA, SEPERTI DOKTER.
-

CONTOHNYA DALAM HAL PEMBERIAN OBAT ORAL,


OBAT INJEKSI, INFUS, KATETER URIN, NASO
GASTRIC TUBE (NGT), DAN LAIN-LAIN.
KETERKAITAN DALAM TINDAKAN KERJASAMA INI
MISALNYA DALAM PEMBERIAN OBAT INJEKSI, JENIS
OBAT, DOSIS, DAN EFEK SAMPING MERUPAKAN
TANGGUNGJAWAB DOKTER TETAPI BENAR OBAT,
KETEPATAN JADWAL PEMBERIAN, KETEPATAN
CARA PEMBERIAN, KETEPATAN DOSIS PEMBERIAN,
DAN KETEPATAN KLIEN, SERTA RESPON KLIEN
SETELAH PEMBERIAN MERUPAKAN TANGGUNG
JAWAB DAN MENJADI PERHATIAN PERAWAT.

3. DEPENDENT IMPLEMENTATIONS,
ADALAH TINDAKAN KEPERAWATAN
ATAS DASAR RUJUKAN DARI PROFESI
LAIN, SEPERTI AHLI GIZI,
PHYSIOTHERAPIES, PSIKOLOG DAN
SEBAGAINYA,
MISALNYA DALAM HAL: PEMBERIAN
NUTRISI PADA KLIEN SESUAI DENGAN
DIIT YANG TELAH DIBUAT OLEH AHLI
GIZI, LATIHAN FISIK (MOBILISASI
FISIK) SESUAI DENGAN ANJURAN
DARI BAGIAN FISIOTERAPI.

SECARA OPERASIONAL HAL-HAL YANG PERLU


DIPERHATIKAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN ADALAH:
1. PADA TAHAP PERSIAPAN.
A. MENGGALI PERASAAN, ANALISIS KEKUATAN DAN
KETERBATASAN PROFESSIONAL PADA DIRI
SENDIRI.
B. MEMAHAMI RENCANA KEPERAWATAN SECARA
BAIK.
C. MENGUASAI KETERAMPILAN TEKNIS
KEPERAWATAN.
D. MEMAHAMI RASIONAL ILMIAH DARI TINDAKAN
YANG AKAN DILAKUKAN.

E. MENGETAHUI SUMBER DAYA YANG


DIPERLUKAN.
F. MEMAHAMI KODE ETIK DAN ASPEK
HUKUM YANG BERLAKU DALAM
PELAYANAN KEPERAWATAN.
G. MEMAHAMI STANDAR PRAKTIK KLINIK
KEPERAWATAN UNTUK MENGUKUR
KEBERHASILAN.
H. MEMAHAMI EFEK SAMPING DAN
KOMPLIKASI YANG MUNGKIN MUNCUL.
I. PENAMPILAN PERAWAT HARUS
MENYAKINKAN.

2. PADA TAHAP PELAKSANAAN.


A. MENGKOMUNIKASIKAN/ MENGINFORMASIKAN KEPADA
KLIEN TENTANG KEPUTUSAN TINDAKAN KEPERAWATAN
YANG AKAN DILAKUKAN OLEH PERAWAT.
B. BERI KESEMPATAN KEPADA KLIEN UNTUK
MENGEKSPRESIKAN PERASAANNYA TERHADAP
PENJELASAN YANG TELAH DIBERIKAN OLEH PERAWAT.
C. MENERAPKAN PENGETAHUAN INTELEKTUAL,
KEMAMPUAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA DAN
KEMAMPUAN TEKNIS KEPERAWATAN DALAM
PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN YANG
DIBERIKAN OLEH PERAWAT.
D.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA SAAT
PELAKSANAAN TINDAKAN ADALAH ENERGI KLIEN,
PENCEGAHAN KECELAKAAN DAN KOMPLIKASI, RASA
AMAN, PRIVACY, KONDISI KLIEN, RESPON KLIEN
TERHADAP TINDAKAN YANG TELAH DIBERIKAN.

3. PADA TAHAP TERMINASI.


A. TERUS MEMPERHATIKAN RESPONS
KLIEN TERHADAP TINDAKAN
KEPERAWATAN YANG TELAH DIBERIKAN.
B. TINJAU KEMAJUAN KLIEN DARI
TINDAKAN KEPERAWATAN YANG TELAH
DIBERIKAN.
C. RAPIKAN PERALATAN DAN LINGKUNGAN
KLIEN DAN LAKUKAN TERMINASI.
D. LAKUKAN PENDOKUMENTASIAN.

A. GAMBARAN PERENCANAAN DAN


EVALUASI
DOKUMENTASI PROSES KEPERAWATAN
DIMULAI DARI PENGUMPULAN DATA DAN
ANALISA MASALAH.
KEMUDIAN PERAWAT MEMASUKAN INFORMASI
INI DALAM CATATAN PERAWATAN UNTUK
MEMIKIRKAN RENCANA PERAWATAN.
PRIORITAS MASALAH KLIEN BERDASARKAN
HASIL DAN JENIS TINDAKAN PERAWATAN YANG
MEMBERIKAN KOREKSI TERHADAP CARA KERJA
PERAWAT DEMI PENCAPAIAN TUJUAN.

PENETAPAN RENCANA PERAWATAN,


EVALUASI KLIEN DAN PENYESUAIAN
PERENCANAAN YANG LENGKAP
ADALAH MEKANISME DARI PROSES
KEPERAWATAN.
TUJUAN DARI TINDAKAN ADALAH
MEMBERIKAN TINDAKAN PERAWATAN
BERDASARKAN RESPON KLIEN
TERHADAP MASALAH KESEHATANNYA,
DAN MENCEGAH MASALAH BARU
YANG AKAN TIMBUL.

TUJUAN DARI EVALUASI ADALAH MENILAI


KEBERHASILAN DARI TINDAKAN PERAWATAN,
RESPON KLIEN TERHADAP TINDAKAN YANG
TELAH DIBERIKAN DAN MENCEGAH MASALAHMASALAH YANG MUNGKIN TIMBUL LAGI.

SESUDAH ITU MENDOKUMENTASIKAN RENCANA


PERAWATAN DAN MENCATAT KENDALA DALAM
PELAKSANAAN PERENCANAAN, PENCAPAIAN
TUJUAN KETEPATAN DARI TINDAKAN
PERAWATAN DAN RESPON KLIEN TERHADAP
RENCANA PERAWATAN.

B. DOKUMENTASI TINDAKAN
KEPERAWATAN

PENULISAN TINDAKAN KEPERAWATAN


ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
1. MENGKOMUNIKASIKAN /
MENDOKUMENTASIKAN TINDAKAN
KEPERAWATAN DAN RENCANA PERAWATAN
SELANJUTNYA PADA PERAWAT YANG LAIN.
2. MEMBERIKAN PETUNJUK YANG LENGKAP
DARI TINDAKAN PERAWATAN YANG PERLU
DILAKSANAKAN UNTUK MENYELESAIKAN
MASALAH KLIEN.

3. MENJADI BAHAN BUKTI YANG


BENAR DARI TUJUAN
LANGSUNG DENGAN MAKSUD
MENGENAL MASALAH KLIEN.
4. SEBAGAI DASAR UNTUK
MENGETAHUI EFEKTIFITAS
PERENCANAAN JIKA
DIPERLUKAN UNTUK MEREVISI
PERENCANAAN.

C. JENIS INTERVENSI
INTERVENSI KEPERAWATAN MELIPUTI :
TINDAKAN TERAPEUTI DAN TINDAKAN
SURVELLANCE
1. INTERVENSI TERAPEUTIK, ADALAH
ASUHAN KEPERAWATAN YANG LANGSUNG
SESUAI KEADAAN KLIEN. RENCANA
KEPERAWATAN YANG LEBIH DARI SATU
HARUS DIKERJAKAN SUNGGUH
SUNGGUH SESUAI PRIORITAS MASALAH
DALAM DIAGNOSA KEPERAWATAN.

2. INTERVENSI PEMANTAPAN /
OBSERVASI.
PROSES INI MEMBUTUHKAN
KETAJAMAN OBSERVASI PERAWAT
TERMASUK KETRAMPILAN
MENGEVALUASI YANG TEPAT..
CONTOH

Diagnosa
keperawatan

Ketidak
efektifan
bersihan
jalan
nafas

Tindakan perawatan
(terapeutik)

-Mengatur posisi untuk


pemberian O2.
-Suction bila tidak ada
kontra indikasi
-Mengajar tehnik batuk
-Mengambil sampel
blood gas arteri.

Therapi medicus

-Mengatur
pemberian
oksigen.
-Pemberian
obat
ekspektoran.
-Memeriksa
sputum
-Mengukur
blood gas
arteri

Diagnosa
keperawatan

Tindakan perawatan
(terapeutik)

Therapi medicus

cemas

-Mengajarkan kegiatan untuk


mengurangi tres.
-Mengatu lingkungan yang aman
-Mengalihkan orientasi yang
realitas

-Memberi obat
tranquilizer,
sedativa.

Penurunan
cardiac output

-- atur posisi fowler / semi fowler.


-Mengurangi pergerakan.
-Mengatur lingkungan yang
merangsang.

-Mengurangi diet
yang mengandung
sodium.
-Infus cairan
elektrolit, sesuai
berat badan.
-Memberikan obat
untuk
meningkatkan
cardiac output.

TINDAKAN KEPERAWATAN SURVEILANCE,


MELIPUTI :

1.
2.
3.
4.
5.

TANDA TANDA VITAL


KESADARAN
PRODUKSI URINE
MONITOR GULA DARAH
MONITOR BLOOD GAS

6. PEMERIKSAAN FISIK JANTUNG, PARU


DLL.
7. OBSERVASI EMOSIONAL (TINGKAH
LAKU, KOMUNIKASI DLL )
8. MONITORING JANTUNG.
9. MONITORING RESPIRASI
10. MONITORING JANIN
11. MONITORING INTAKE / OUTPUT

3. KOMPONEN PENTING PADA DOKUMENTASI


INTERVENSI.
DOKUMENTASI INTERVENSI MENGIDENTIFIKASI,
MENGAPA SESUATU TERJADI TERHADAP KLIEN,
APA YANG TERJADI, KAPAN, BAGAIMANA, DAN
SIAPA YANG MELAKUKAN INTERVENSI.
WHY : HARUS DIJELASKAN ALASAN TINDAKAN
HARUS DILAKSANAKAN DAN DATA YANG ADA
DARI HASIL DOKUMENTASI PENGKAJIAN DAN
DIAGNOSA KEPERAWATAN.
WHAT : DITULIS SECARA JELAS RINGKAS DARI
PENGOBATAN / TINDAKAN DALAM BENTUK
ACTION VERBS.

WHEN : MENGANDUNG ASPEK YANG


PENTING DARI DOKUMENTASI INTERVENSI.
PENCATATN WAKTU MELAKSANAKAN
INTERVENSI SANGAT PENTING DALAM HAL
PERTANGGUNG JAWABAN HUKUM DAN
EFEKTIFITAS TINDAKAN TERTENTU.
HOW : TINDAKAN DILAKSANAKAN DALAM
PENAMBAHAN PENCATATAN YANG LEBIH
DETAIL. MISALNYA MIRING KANAN / KIRI
DENGAN BANTUAN PERAWAT
MENANDAKAN SUATU PRINSIP ILMIAH DAN
RASIONAL DARI RENCANA TINDAKAN.
METODE INI AKAN BISA MENINGKATKAN
DALAM UPAYA UPAYA PENGGUNAAN
PROSEDUR KEPERAWATAN YANG TEPAT.

WHO : SIAPA YANG MELAKSANAKAN


INTERVENSI HARUS DITULIS PADA
DOKUMENTASI SERTA TANDA
TANGAN SEBAGAI
PERTANGGUNGJAWABAN.

4. INTERVENSI YANG MEMERLUKAN SUATU


DOKUMENTASI KHUSUS
1.

2.

PROSEDUR INVASIVE
MERUPAKAN BAGIAN PENTING DARI PROSES
KEPERAWATAN, KARENA MEMERLUKAN PENGETAHUAN
TENTANG IPTEK YANG TINGGI. MISALNYA PERAWAT
MEMBERIKAN TRANSFUSI DARAH, CHEMOTERAPI,
MEMASANG KATETER. TINDAKAN TERSEBUT MEMBAWA
RESIKO YANG TINGGI PADA KLIEN TERHADAP KOMPLIKASI,
PERLU INFORM CONSENT SEBELUM TINDAKAN.
INTERVENSI MENDIDIK KLIEN.
KEGIATAN INI DILAKUKAN SECARA TERUS MENERUS AGAR
KLIEN MEMAHAMI BETUL SERTA MERUBAH SIKAP DAN
TINGKAH LAKUNYA. APABILA PERENCANAAN TIDAK DAPAT
DILAKSANAKAN MAKA AKAN DILANJUTKAN PADA
PERTEMUAN BERIKUTNYA.

CONTOH RENCANA PENDIDIKAN YANG BERLAWANAN


DENGAN PENDIDIKAN YANG DILAKSANAKAN.
Rencana pendidikan
1.

2.
3.

Kebutuhan belajar pasien termasuk


seluk beluk belajar obyektif dan
strategi mengajar.
Kegiatan yang dilaksanakan sesuai
jadwal.
Melaksanakan perawatan secara
kontinyu mengenai kebersihan diri
setelah kembali ke rumah.

Pendidikan yang dilaksanakan secara


kebetulan
1.

2.

3.

Memberikan nasehat dan dorongan


secara umum yang
berkesinambungan.
Memberikan kesempatan selama
pertemuan untuk mengenal cara
belajar.
Mengenal pelajaran yang kurang
dan membutuhkan rencana belajar
secara formal.

PERKEMBANGAN KLIEN SELAMA HIDUP


Tingkat
perkembangan

Contoh catatan perkembangan

Sebelum lahir.

Emosinya normal dan fisiknya berkembang selama kehamilan,


persiapan untuk melahirkan makin teratur.
Perkembangan anak normal, mengalami perubahan secara
individual semakin kebal.
Respon terhadap dunia luar, semakin dekat dengan
keluarganya.
Berkembang menjadi anak anak, melatih bab, bak.
Bermain sangat penting bagi dirinya, selalu bertanya tentang
identitas sex, tidur dan makan sendiri.
Perlu diberi pendidikan sex, memberikan pujian bila dapat
menyelesaikan sesuatu hal.
Fisik dan emosinya semakin matang, kematangan sex,
memperhatikan masalah kecantikan dan memilih makanan
sendiri, mengikuti pola perkembangan yang normal.
Seimbang dan bertambah sehat, stress berkurang dan mulai
memikirkan kehamilan.

Masa bayi.
Bayi 18 bulan.
18 bln-3 tahun.
Sebelum sekolah
3-6 tahun.
Masa kecil 6 12
tahun.
Masa remaja.
Dewasa muda.

Tengah
hidupnya.

Berhenti mens, daya tahan fisik mulai


turun, aktifitas mulai berkurang.

Usia tua.

Semakin tidak seimbang, semakin bebas,


perlu gizi dan latihan fisik yang baik.

DOKUMENTASI EVALUASI
KEPERAWATAN
WM

A. PENTINGNYA PENCATATAN
EVALUASI KEPERAWATAN

1.

TUJUAN EVALUASI ADALAH UNTUK MENENTUKAN


SEBERAPA EFEKTIFNYA TINDAKAN KEPERAWATAN
UNTUK MENCEGAH ATAU MENGOBATI RESPON
MANUSIA TERHADAP PROSEDUR KESEHATAN.
KOMPONEN EVALUASI DICATAT UNTUK :
MENGKOMUNIKASIKAN STATUS KLIEN DAN
HASILNYA BERHUBUNGAN DENGAN SEMUA ARTI
UMUM UNTUK SEMUA PERAWAT.

2. MEMBERIKAN INFORMASI YANG


BERMANFAAT UNTUK MEMUTUSKAN
APAKAH MENGAWALI, MELANJUTKAN,
MEMODIFIKASI ATAU MENGHENTIKAN
TINDAKAN KEPERAWATAN.
3. MEMBERIKAN BUKTI REVISI UNTUK
PERENCANAAN PERAWATAN YANG
BERDASARKAN PADA CATATAN
PENILAIAN ULANG ATAU REFORMULASI
DIAGNOSA PERAWATAN.

EVALUASI ADALAH LANGKAH AKHIR DARI PROSES


PERAWATAN.
TUGAS SELAMA TAHAP INI TERMASUK PENCATATAN
PERNYATAAN EVALUASI DAN REVISI RENCANA
TINDAKAN KEPERAWATAN DAN INTERVENSI JIKA PERLU.
PERNYATAAN EVALUASI MEMBERIKAN INFORMASI YANG
PENTING TENTANG PENGARUH INTERVENSI YANG
DIRENCANAKAN PADA KEADAAN KESEHATAN KLIEN.
MISALNYA, KEMAMPUAN KLIEN UNTUK MENGATUR
PERAWATAN DIRINYA SENDIRI ATAU MENGIKUTI
INTERVENSI YANG DIBERIKAN PADA AWAL PROSES
EVALUASI.

B. TIPE TIPE PERNYATAAN EVALUASI.


1. PERNYATAAN EVALUASI FORMATIF,
PERNYATAAN FORMATIF MEREFLEKSIKAN
OBSERVASI PERAWAT, DAN ANALISIS TERHADAP
KLIEN TERHADAP RESPON LANGSUNG PADA
INTERVENSI KEPERAWATAN.
CONTOHNYA BERJALAN SELAMA 15 MENIT DI
RUANG MASUK.
TIDAK ADA KELEMAHAN ATAU SESAK NAFAS
YANG DIOBSERVASI PADA KLIEN .
EVALUASI FORMATIF MEREFLEKSIKAN OBSERVASI
PERAWAT DAN KESAN TERHADAP APA YANG
SEDANG TERJADI PADA KLIEN PADA SAAT ITU.

2. PERNYATAAN EVALUASI SUMATIF.


- PERNYATAAN EVALUASI SUMATIF
MEREFLEKSIKAN REKAPITULASI DAN
SINOPSIS OBSERVASI DAN ANALISIS
MENGENAI STATUS KESEHATAN
KLIEN TERHADAP WAKTU.
- PERNYATAAN PERNYATAAN INI
MENGURAIKAN KEMAJUAN
TERHADAP PENCAPAIAN KONDISI
YANG DIJELASKAN DALAM HASIL
YANG DIHARAPKAN.

CONTOH CONTOH PERNYATAAN EVALUASI


A. Formatif (evaluasi respon klien saat itu);
Berjaga jaga dan orientasi setelah rangkaian GI.
Tidak ada epigastrik distress. Prosedur yang dolerir baik.
Minum jus dan roti setelah prosedur.
B.
Sumatif ( evaluasi kumulatif perkembangan klien
terhadap pemenuhan hasil yang diharapkan)
Menghadiri 3 session kelompok PKMRS terhadap
penanganan diabetes. Walaupun gelisah ketika pertama
kali memegang syringe, merasa nyaman dengan alat
tersebut pada hari kedua. Menunjukan pemakaian
insulin sendiri selama tiga hari: rotasi tempat-tempat
injeksi, menggunakan tehnik aseptik dan menghitung
dosis insulin yang benar.

CONTOH CONTOH PERNYATAAN EVALUASI

C. Kombinasi sumatif dan formatif.


transpor dari ruang emergency ke ICCU
dengan oksigen pertable.mencurigai adanya
atrial fibrilasi. Resp 20 -24.
D. Tinjauan periodik sumatif.
tidak ada perubahan penting sejak
peninjauan akhir. Bingung dimalam hari.
Memerlukan bantuan semua ADL.

LANGKAH LANGKAH DALAM


PENCATATAN EVALUASI.
1. PENGUMPULAN DATA DAN PEMBENTUKAN
PERNYATAAN KESIMPULAN MERUPAKAN LANGKAH
PENTING DALAM PENCATATAN EVALUASI.
CONTOH. KETIKA PERAWAT MENCATAT SUATU
PERUBAHAN TEKANAN DARAH DARI 180/120 KE
128/84 SETELAH KLIEN MENERIMA PENGOBATAN
ANTI HIPERTENSI,INI ADALAH INFORMASI MASALAH
SUBYEKTIF YANG DAPAT MEMBERIKAN TANTANGAN
TERTENTU BAGI PERAWAT DALAM KONDISI KLIEN
SEPERTI ALAT ALAT UNTUK DOKUMENTASI
PERUBAHAN-PERUBAHAN TERTENTU BELUM ADA.

2. KEPEKAAN TERHADAP
KEMAMPUAN KLIEN UNTUK
MENCAPAI TUJUAN YANG
DITETAPKAN.
3. KESADARAN FAKTOR
LINGKUNGAN,SOSIAL DAN
DUKUNGAN KELUARGA.