Anda di halaman 1dari 3

Definisi Plastik

Plastik adalah senyawa polimer yang terbentuk dari polimerisasi molekul- molekul kecil
(monomer) hidrokarbon yang membentuk rantai yang panjang dengan struktur yang kaku.
Plastik merupakan senyawa sintesis dari minyak bumi (terutama hidrokarbon rantai pendek)
yang dibuat dengan reaksi polimerisasi molekul- molekul kecil (monomer) yang sama ,
sehingga membentuk rantai panjang dan kaku dan akan menjadi padat setelah temperatur
pembentukannya. Plastik memiliki titik didih dan titik beku yang beragam , tergantung dari
monomer pembentuknya. Monomer yang sering digunakan adalah etena (C2H4),
propena(C3H6), styrene(C8H8), vinil klorida, nylon dan karbonat(CO3). Plastik merupakan
senyawa polimer yang penamaan nya sesuai dengan nama monomer nya dan diberi awalan
poli-. Contohnya, plastik yang terbentuk dari monomer- monomer propena, namanya adalah
polipropilena (Wardani, 2009).
Hampir semua plastik sulit untuk diuraikan. Plastik yang memiliki ikatan karbon rantai
panjang dan memiliki tingkat kestabilan yang tinggi, sama sekali tidak dapat diuraikan oleh
mikroorganisme (Wardani, 2009).
2.2

Jenis-Jenis Plastik

2.2.1 HDPE (HIGH-DENSITY POLY-ETHYLENE)


Karakteristik :

Bunyi kresek kresek

Lebih kaku
Yang umum digunakan di Indonesia :

Kantong tentengan

Kantong Buah

Untuk kuah sayur / kuah baso


2.2.2 PP (POLY PROPYLENE)
Karakteristik

Bening

Aman bersentuhan langsung dengan makanan (Food Grade)

Lebih mudah sobek dibanding PE

Yang umum digunakan di Indonesia :


Kantong kerupuk
Kantong garam
Laundry baju
Roti manis

2.2.3 LLDPE (LINEAR LOWDENSITY POLYETHYLENE)


Karakteristik :

Buram

Lemas

Ulet, tidak mudah sobek

Aman bersentuhan langsung dengan makanan


Yang umum digunakan langsung di Indonesia :

Kantong gula cetak

Pelapis dalam dus


(Hariadhi, 2008)

2.3

Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang)

Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal


mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan
bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali
(reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala
rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda,
misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek
pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk
pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar (Macklin, 2009).
Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara
umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu
industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk,
pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui
tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat
seperti besi dan sebagainya (Macklin, 2009).
Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia
dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang
dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang
mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan
peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya
industri daur ulang plastik di Indonesia (Macklin, 2009).
Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah
berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali
menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan
additive untuk meningkatkan kualitas. Empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di
pasaran yaitu Linear Low Density Polietilena (LLDPE), High Density Polyethylene (HDPE),
dan Polipropilena (PP) (Macklin, 2009).

Mungkin bisa masuk kategori sampah anorganik.


jenis-jenis plastik:
#1 : PET atau PETE adalah polyethylene terephtalate. Plastik ini digunakan untuk membuat
sebagian besar botol plastik dan kontainer dari minuman, dan juga digunakan untuk salad
dressing kontainer, botol minyak sayur dan tempat makanan ovenproof. PET dapat didaur
ulang menjadi pakaian, tote bags, furniture, karpet, hiasan jalur, dan kontainer baru.
Bersama dengan botol berlabel code #2, mereka membentuk 96 persen dari semua kontainer
dan botol plastik di Amerika Serikat, menurut U.S plastic trades association.
#2:HDPE adalah polyethylene densitas tinggi, plastik serbaguna yang dapat didaur ulang.
Digunakan untuk membuat botol detergen dan pemutih, botol jus, botol oli motor, tempat
mentega dan yogurt, beberapa kantong sampah dan kotak cereal.
dapat didaur ulang lagi menjadi botol dan kontainer, lantai keramik. pipa drainase, kandang

dan outdoor mebel.


#3: Vinyl /PVC atau V atau Polyvinyl chloride yang keras dan tahan cuaca. PVC
mengandung khlor, yang berarti bahwa beberapa berbahaya karena dioxins diproduksi selama
manufaktur. Digunakan untuk membuat beberapa kontainer dan botol untuk deterjen dan
minyak goreng, serta jendela, pipa saluran, kawat jacketing, dan bungkus makanan cerah.
sering di daur ulang oleh masyarakat, namun dapat didaur ulang untuk membuat mudflaps,
lantai, dan cabbles tikar/keset, dsb.
#4:LDPE adalah low density polyethylene dan memiliki banyak aplikasi. Sering ditemukan
dalam botol, tote bags. umumnya dapat di daur ulang untuk bil pesawat milik maskapai, tong
penyimpan pupuk kompos, bahan untuk lantai dan bahan bangunan.
#5: PP adalah Polypropylene umum ditemukan dalam tutup botol, yogurt kontainer, botol
saus, dan straws. memiliki titik lebur yang tinggi dan dapat digunakan untuk tempat cairan
panas. Dapat didaur ulang dan merupakan bagian dari pertumbuhan jumlah program daur
ulang kota yang kemudian lebih berbelok tutup botol dan item lainnya termasuk kabel
baterai, wadah, tong dan nampan.
#6: PS adalah polystyrene. yang biasa dikenal dengan merek dagang Styrofoam. styrene itu
ada di mana-mana dalam kontainer barang dan daftar pada banyak kelompok environental.
Styrene telah diklaim oleh banyak anti-waste dan kelompok kesehatan bahwa polystyrene
dapat melepaskan toksin ke dalam makanan. agen perlindungan lingkungan hidup AS
menyatakan bahwa styrene memiliki efek yang merugikan kesehatan. Dapat didaur ulang dan
digunakan untuk membuat insulasi.
#7:Other/Lainnya/Polycarbonate, klasifikasi ini meliputi berbagai plastik bukan Resins yang
cocok ke dalam kategori lainnya. Produk yang sering mengandung sejumlah plastik.
"Lainnya" adalah produk yang digunakan untuk membuat iPod, DVD, kacamata hitam, Antipeluru dan galon air 5 liter. jenis plastik ini tidak mudah untuk didaur ulang, namun dapat
dilakukan.
#8: SM atau Sampah Masyarakat, sampah plastik jenis ini tidak dapat diklasifikasikan dengan
jenis sampah manapun. Tidak dapat didaur ulang namun sangat ramah lingkungan. Semua
bagiannya dapat dibusukkan oleh mikroba. Sampah ini tidak mempunyai nilai apapun. Jenis
ini mendapat penolakan sosial dimana-mana.
Sumber: http://naw32fsystem.blogspot.com/2009/03...
http://school-press.com/sman9bandung/sou..