Anda di halaman 1dari 6

makalah tentang kompetensi kepribadian guru

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Manusia pada umumnya mempunyai masing-masing peran dalam kehidupan
berkaitan dengan keberadaan dirinya. Sebagai makhluk sosial tentunya setiap insan
harus menerima penilaian dari orang-orang di sekitarnya berdasarkan perilaku yang
ditampilkannya baik secara individu maupun sosial. Dimanapun seseorang berada
pasti akan mendapat sorotan dari masyarakat di sekitarnya.
Terlebih lagi bagi seseorang yang mempunyai peran sebagai seorang guru.
Posisi kehidupan guru tentu akan mendapat penilaian yang beragam dari masyarakat
di sekitarnya. Seorang guru dituntut mempunyai dedikasi yang tinggi untuk
menggeluti dunia keguruan. Seorang guru juga dituntut memahami hakikat profesi
keguruan yang tidak lepas dari persoalan individu dan sosial guru.
Pelaksanaan tugas sebagai guru harus didukung oleh suatu perasaan bangga
akan tugas yang dipercayakan kepadanya untuk mempersiapkan generasi masa depan.
Untuk itu seorang guru memerlukan suatu kompetensi dalam melaksanakan tugasnya.
Suatu kompetensi kepribadian seorang guru yang dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari.
B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud kompetensi kepribadian?


2. Apa saja kompetensi kepribadian guru?
C. Tujuan
1. Untuk lebih memahami tentang kompetensi kepribadian bagi seorang guru
2. Untuk mengetahui apa saja kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru

D. Manfaat
Makalah ini dibuat guna memberikan informasi kepada para pendidik tentang
kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru.

BAB II
ISI

A. Pengertian Kompetensi Kepribadian


Kata kompetensi secara harfiah dapat diartikan sebagai suatu kecakapan atau
kemampuan. Dalam bahasa Arab kompetensi disebut dengan kafaah, dan juga alahliyah, yang berarti memiliki kemampuan dan keterampilan dalam bidangnya
sehingga mempunyai kewenangan atau otoritas untuk melakukan sesuatu dalam batas
ilmunya.
Kompetensi dalam arti luas yaitu standar kemampuan yang diperlukan untuk
menggambarkan kualifikasi seseorang baik secara kualitatif maupun kuantitatif dalam
melaksanakan tugasnya.
Istilah kepribadian dalam ilmu psikolgi mempunyai sifat hakiki yang tercermin
pada sikap seseorang. Kata kepribadian diambil dari terjemahan kata yang berasal dari
bahasa Inggris, yaitu personality. Menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam
Ngainun Naim, kata personality mempunyai pengertian sebagai sifat dan tingkah laku
khas seseorang yang membedakannya dari orang lain.
Tugas seorang guru bukan hanya melaksanakan pembelajaran di sekolah,
seorang guru juga harus bisa menempatkan diri dalam masyarakat sesuai dengan
perennya sebagai seseorang yang dijadikan panutan.
WR Houston (1974:4) mengemukakan bahwa kecakapan kerja direalisasikan
dalam perbuatan yang bermakna, bernilai sosial dan yang memenuhi standar
karakteristik tertentu yang diakui oleh kelompok profesinya atau oleh warga
masyarakatnya.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru
adalah kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi yang khas dari guru itu

sendiri berkaitan erat dengan falsafah hidup yang mengharapkan guru menjadi model
manusia yang memiliki nilai-nilai luhur sebagai panutan bagi peserta didiknya.
B. Kompetensi kepribadian yang harus dimiliki guru
Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar, memiliki
karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan
pengembangan peserta didik. Guru harus mempunyai kemampuan yang berkaitan
dengan kemantapan dan integritas kepribadian seorang guru.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional
Pendidikan dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian
adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian. Aspek-aspek
kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu:
1. Mantap dan stabil yang memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai
norma hukum, norma sosial, dan etika yang berlaku, dan bangga sebagai
guru.
2. Dewasa, yang berarti mempunyai kemandirian untuk bertindak sebagai
pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru.
3. Arif dan bijaksana, yaitu perilaku yang menunjukkan keterbukaan dalam
berpikir dan bertindak, menampilkan tindakan yang didasarkan pada
kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat.
4. Berwibawa, yaitu perilaku guru yang disegani sehingga berpengaruh
positif terhadap peserta didik.
5. Memiliki akhlak mulia dan memiliki perilaku yang dapat diteladani oleh
peserta didik, bertindak sesuai norma religious, jujur, ikhlas, dan suka
menolong.
Gumelar dan Dahyat (2002:127) merujuk pada pendapat Asian Institut for
Teacher Education mengemukakan kompetebsi pribadi guru sebagai berikut:
1. Pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama.
2. Pengetahuan tentang budaya dan tradisi.
3. Pengetahuan tentang inti demokrasi.
4. Pengetahuan tentang estetika.
5. Memiliki apresiasi dan kesadaran sosial.
6. Memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan.

7. Setia terhadap harkat dan martabat manusia.


Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian yang
harus dimiliki oleh seorang guru adalah sikap yang mencerminkan pribadi yang
berakhlak mulia, berwibawa, bijaksana, dewasa, mantap dan stabil dalam menjalani
tugasnya, memiliki pengetahuan berkaitan dengan bidangnya sebagai seorang
pendidik dan pembina, juga harus mempunyai etos kerja yang tinggi dalam
menjalankan tugasnya.

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
1. kompetensi kepribadian guru adalah kompetensi yang berkaitan dengan perilaku
pribadi yang khas dari guru itu sendiri berkaitan erat dengan falsafah hidup yang
mengharapkan guru menjadi model manusia yang memiliki nilai-nilai luhur
sebagai panutan bagi peserta didiknya.

2. kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah sikap yang
mencerminkan pribadi yang berakhlak mulia, berwibawa, bijaksana, dewasa,
mantap dan stabil dalam menjalani tugasnya, memiliki pengetahuan berkaitan
dengan bidangnya sebagai seorang pendidik dan pembina, juga harus mempunyai
etos kerja yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.
B. Saran
Kompetensi kepribadian guru semuanya bermuara ke dalam intern pribadi
seorang guru, baik kompetensi pedagogik, profesional, dan sosial. Tampilan
kepribadian guru akan lebih banyak mempengaruhi minat peserta didik dalam
mengikuti dan mengaplikasikan apa yang telah diajarkan oleh guru. Pribadi guru
yang santun, jujur, ikhlas, dan dapat diteladani mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap keberhasilan dalam pembelajaran.
Oleh karena itu, kita sebagai seorang guru dan calon guru harus memiliki
aspek-aspek kepribadian guru guna menghasilkan anak didik yang cerdas, pintar,
terampil, dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang
luhur.