Anda di halaman 1dari 13

Mesin Bubut

Proses bubut atau turning masih banyak digunakan didalam industri dewasa
ini, begitu juga di Indonesia, berikut adalah rumus-rumus penting yang digunakan
untuk menghitung berbagai parameter permesinan dari mesin bubut
Definisi

n
fn
ap

: putaran spindle (rpm)


: pemakanan (mm)
: kedalaman pemotongan (mm)

perlu diperhatikan arah dari proses pengerjaan bila memulai perhitungan,


kenali dahulu proses apa yang terjadi apakah facing, atau proses pemakanan ke arah
spindleataukah pembuatan groove. bila perhitungan untuk groove maka lebar dari
pahat/cutting tool adalah kedalaman pemotongan. sedangkan proses perhitungan
untuk taper dapat didekati dengan metode trapesium, metode yang lebih baik
tentunya dengan menghitung setiap pergerakan cutting tool
Kecepatan Pemotongan
dihitung dari putaran per menit terhadap diameter benda kerjanya, sering
juga disebut dengan kecepatan pada permukaan

n = putaran benda kerja (rpm)


D = Diameter benda kerja (mm)
Vc = kecepatan pemotongan (m/menit)
1.

Kecepatan potong v dalam m/menit


d
do
dm
n

= diameter rata-rata benda kerja; mm


= diameter awal benda kerja; mm
= diameter akhir benda kerja; mm
= putaran poros utama (spindel); rpm atau putaran/menit

2. Kecepatan vf dalam mm/menit


vf
=fz zn
fz
= gerak pemakanan, mm/putaran/mata potong
z
= jumlah mata potong; buah
pahat bubut z = 1
3. Kedalaman potong a dalam mm
a = do-m2
4. Waktu pemotongan sesungguhnya tc dalam menit
tc
= Lt i ; mm2
Lt
= lv + Lw + Ln ; mm
Lt
= panjang pemotongan total; mm
Lv
= panjang pengawalan; mm
Lv 0
Lw
= panjang pemotongan sesungguhnya; mm
Ln
= panjang pengakhiran; mm Ln tergantung dari besar radius
pojok pahat.
i
= banyak pemotongan; kali
Kecepatan Putaran Benda Kerja (RPM)
dihitung dari jumlah putaran setiap menitnya, konstanta 1000 adalah
perubahan dari mm ke meter.

Metal removal rate


dihutng dari kecepatan pemotongan, dikalikan dengan kedalaman pemotongan dan
pemakanannya,Vc = Kecepatan pemotongan (m/menit), sedangkan simbol lainya
sama artinya dengan sebelumnya.

Kebutuhan Daya (Net Power)


perhitungan daya yang dibutuhkan (Pc) dalam kilowatt sebenarnya dapat
dicari secara analitis maupun secara empiris, umumnya didapatkan dengan
mengasumsikan besarnya daya adalah 80 % dari daya motor, sedangkan proses
perhitungan didapatkan dari

dengan kc adalah gaya potong spesifik, Kc dihitung dengan

dengan Y0 adalah sudut chip, dan hm adalah ketebalan chip(mm) perhatikan


gambar berikut, bila menggunakan insert untuk pemotongan bubut, maka pemilihan
parameter sedikit berbeda, meskipun secara pengertian sama persis apa yang harus
dihitung

Lama Waktu Pemotongan

dengan lm adalah panjang benda kerja yang dipotong, untuk benda berbentuk
lurus tentunya mudah bukan, namun untuk benda berbentuk tirus, panjang benda
kerja dihitung dengan

Dm1 = diameter terbesar,


Dm2=diameter terkecil, semua satuan dalam mm.
Kecepatan penghasilan geram Z dalam cm3/menit

Sin kr

Z = Av = a f z v = b h v ; cm3 /menit
A = b h = a f z ; h = fz dan kr dan b =
A
b
h
kr

= luas penampang geram; mm2


= lebar geram; mm
= tebal geram; mm
= sudut potong utama; derajat

Sudut potong utama kr (principal edge angle) merupakan sudut antara mata
potong mayor dengan kecepatan pemakanan dan besarnya ditentukan oleh
geomatrik pahat dan cara pemasangan pahat pada pemegang pahat mesin bubut.

TEORI MESIN BUBUT (TURNING) DASAR


MENGENAL PROSES BUBUT(TURNING)
Proses bubut adalah proses pemesinan untuk menghasilkan bagian-bagian
mesin berbentuk silindris yang dikerjakan dengan menggunakan mesin bubut.
Prinsip dasarnya dapat didefinisikan sebagai proses pemesinan permukaan luar
benda silindris atau bubut rata:
Dengan benda kerja yang berputar
Dengan satu pahat bermata potong tunggal (with a single-point cutting tool)
Dengan gerakan pahat sejajar terhadap sumbu benda kerja pada jarak
tertentu sehingga akan membuang permukaan luar benda kerja.
Proses bubut permukaan adalah proses bubut yang identik dengan proses bubut
rata, tetapi arah gerakan pemakanan tegak lurus terhadap sumbu benda kerja.
Proses bubut tirus ) sebenarnya identik dengan proses bubut rata di atas, hanya
jalannya pahat membentuk sudut tertentu terhadap sumbu benda kerja. Demikian
juga proses bubut kontur, dilakukan dengan cara memvariasi kedalaman potong,
sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Walaupun proses bubut secara
khusus menggunakan pahat bermata potong tunggal, tetapi proses bubut bermata
potong jamak tetap termasuk proses bubut juga, karena pada dasarnya setiap pahat
bekerja sendiri-sendiri. Selain itu proses pengaturan (setting) pahatnya tetap
dilakukan
satu
persatu.
A. Parameter yang Dapat Diatur pada Mesin Bubut
Tiga parameter utama pada setiap proses bubut adalah kecepatan putar spindel
(speed), gerak makan (feed), dan kedalaman potong (depth of cut). Faktor yang lain
seperti bahan benda kerja dan jenis pahat sebenarnya juga memiliki pengaruh yang
cukup besar, tetapi tiga parameter di atas adalah bagian yang bisa diatur oleh
operator langsung pada mesin bubut. Kecepatan putar, n (speed), selalu
dihubungkan dengan sumbu utama (spindel) dan benda kerja. Kecepatan putar
dinotasikan sebagai putaran per menit (rotations per minute, rpm). Akan tetapi yang
diutamakan dalam proses bubut adalah kecepatan potong (cutting speed atau v) atau
kecepatan benda kerja dilalui oleh pahat/keliling benda kerja. Secara sederhana
kecepatan potong dapat digambarkan sebagai keliling benda kerja dikalikan dengan
kecepatan putar atau:
v = p.d.n /1.000
Di mana:
p = 3,14
v = kecepatan potong (m/menit)
d = diameter benda kerja (mm)
n = putaran benda kerja (putaran/menit)
Dengan demikian kecepatan potong ditentukan oleh diameter benda kerja.
Selain kecepatan potong ditentukan oleh diameter benda kerja, faktor bahan benda
kerja, dan bahan pahat sangat menentukan harga kecepatan potong. Pada dasarnya

pada waktu proses bubut kecepatan potong ditentukan berdasarkan bahan benda
kerja dan pahat. Harga kecepatan potong sudah tertentu, misalnya untuk benda
kerja mild steel dengan pahat dari HSS, kecepatan potongnya antara 20 sampai 30
m/menit. Gerak makan, f (feed), adalah jarak yang ditempuh oleh pahat setiap
benda kerja berputar satu kali (Gambar .4), sehingga satuan f adalah mm/putaran.
Gerak makan ditentukan berdasarkan kekuatan mesin, material benda kerja,
material pahat, bentuk pahat, dan terutama kehalusan permukaan yang diinginkan.
Gerak makan biasanya ditentukan dalam hubungannya dengan kedalaman potong
(a). Gerak makan tersebut berharga sekitar 1/3 sampai 1/20 (a), atau sesuai dengan
kehalusan permukaan yang dikehendaki. Kedalaman potong a (depth of cut),
adalah tebal bagian benda kerja yang dibuang dari benda kerja, atau jarak antara
permukaan yang dipotong terhadap permukaan yang belum terpotong (lihat
Gambar .4). Ketika pahat memotong sedalam a, maka diameter benda kerja akan
berkurang 2a, karena bagian permukaan benda kerja yang dipotong ada di dua sisi,
akibat dari benda kerja yang berputar.
Beberapa proses pemesinan selain proses bubut pada Gambar .1, pada mesin
bubut dapat juga dilakukan proses pemesinan yang lain, yaitu bubut dalam
(internal turning), proses pembuatan lubang dengan mata bor (drilling), proses
memperbesar lubang (boring), pembuatan ulir (thread cutting), dan pembuatan
alur (grooving/partingoff).
Proses tersebut dilakukan di mesin bubut dengan bantuan/tambahan
peralatan lain agar proses pemesinan bisa dilakukan

Prinsip kerja mesin bubut

Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi
pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros
ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan
yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

Bagian-bagian utama mesin bubut konvensional


Bagianbagian

utama

pada

mesin

bubut

konvesional

pada

umumnya sama walaupun merk atau buatan pabrik yang berbeda,


hanya

saja

terkadang

posisi

handel/tuas,

tombol,

tabel

penunjukan

pembubutan dan rangkaian penyusunan roda gigi untuk berbagai jenis


pembubutan

letak/posisinya

berbeda.

Demikian

juga

cara

pengoperasianya karena memilki fasilitas yang sama juga tidak jauh


berbeda.
Berikut

ini

akan

diuraikan

bagianbagian

utama

mesin

bubut

konvesional(biasa)yangpadaumumnyadimilkiolehmesintersebut.
1.4.1

Sumbu

Utama

(Main

Spindle)

Sumbu utama atau dikenal dengan main spindle (Gambar 19 a


dan 19 b) merupakan suatu sumbu utama mesin bubut yang berfungsi
sebagai dudukan chuck (cekam), plat pembawa, kolet, senter tetap
dan lainlain. Terlihat pada (Gambar 19 a) adalah sebuah sumbu
utama

mesin

bubut

yang

terpasang

sebuah

chuck

atau

cekam

diamana didalamnya terdapat susunan roda gigi yang dapat digesergeser


melalui

handel/tuas

untuk

mengatur

kebutuhan

putaran

mesin

sesuai

pembubutan.

Terlihat pada (Gambar 19 b) adalah jenis lain sumbu utama


mesin bubut yang ujungnya sedang terpasang sebuah senter tetap
(G), yang berfungsi sebagai tempat dudukan benda kerja pada saat
pembubutan dintara dua senter. Di dalam kepala tetap ini terdapat
serangkaian susunan roda gigi dan roda pulley bertingkat ataupun
roda tunggal dihubungkan dengan sabuk V atau sabuk rata. Dengan
demikian kita dapat memperoleh putaran yang berbedabeda apabila
hubungan

diantara

roda

tersebut

diubahubah

menggunakan

handel/tuas pengatur kecepatan (A), (C) dan (F). Roda (Pully V)


bertingkat ini biasanya terdiri dari 3 atau 4 buah keping dengan sumbu
yang

berbeda

Putaran

yang

dan

dihasilkan

diputar

ada

dua

oleh

sebuah

macam

yaitu

motor

putaran

listrik.

cepat

dan putaran lambat. Putaran cepat biasanya dilakukan pada kerja


tunggal

untuk

membubut

benda

dengan

sayatan

tipis

sedangkan

putaran lambat untuk kerja ganda yaitu untuk membubut dengan


tenaga

besar

dan

pemakananya

tebal

(pengasaran).

Arah

putaran

mesin dapat dibalik menggunakan tuas pembalik putaran (C), hal ini
diperlukan dengan maksud misalnya untuk membubut ulir atau untuk
membubut dengan arah berlawanan sesuai dengan sudut mata potong
pahat.

ejaMesin(bed)
Mejamesinbubut(Gambar20)berfungsisebagaitempat
dudukankepalalepas,eretan,penyanggadiam(steadyrest)dan
merupakantumpuangayapemakananwaktupembubutan.Bentuk
alasinibermacammacam,adayangdatardanadayangsalahsatu
ataukeduasisinyamempunyaiketinggiantertentu.Permukaannya
halusdanratasehinggagerakankepalalepasdanlainlaindiatasnya
lancar.Bilaalasinikotorataurusakakanmengakibatkanjalannya
eretantidaklancarsehinggaakandiperolehhasilpembubutanyang
tidakbaikataukurangpresisi.

Eretan(carriage)
Eretan(Gambar21)terdiriataseretanmemanjang(longitudinal
carriage)yangbergeraksepanjangalasmesin,eretanmelintang
(crosscarriage)yangbergerakmelintangalasmesindaneretanatas
(topcarriage),yangbergeraksesuaidenganposisipenyetelandatas
eretanmelintang.Kegunaaneretaniniadalahuntukmemberikan
pemakananyangbesarnyadapatdiaturmenurutkehendakoperator
yangdapatterukurdenganketelitiantertentuyangterdapatpadaroda
pemutarnya.Perludiketahuibahwasemuaeretandapatdijalankan
secaraotomatisataupunmanual.

KepalaLepas(tailstock)
Kepalalepassebagaimana(Gambar22)digunakanuntuk
dudukansenterputarsebagaipendukungbendakerjapadasaat
pembubutan,dudukanbortangkaitirusdancekamborsebagai
menjepitbor.Kepalalepasdapatbergesersepanjangalasmesin,
porosnyaberlubangtirussehinggamemudahkantangkaiboruntuk
dijepit.Tinggikepalalepassamadengantinggisentertetap.Kepala
lepasiniterdiridariterdapatduabagianyaitualasdanbadan,yang
diikatdengan2bautpengikat(A)yangterpasangpadakeduasisialas
kepalalepassekaligusberfungsiuntukpengaturpergeseranbadan
kepalalepasuntukkeperluanagardudukansenterputarsepusat
dengansentertetapatausumbumesin,atautidaksepusatyaitupada
waktumembubuttirusdiantaraduasenter.
Selainrodapemutar(B),kepalalepasjugaterdapatdualagi
lenganpengikatyangsatu(C)dihubungkandenganalasyang
dipasangmur,dimanafungsinyauntukmengikatkepalalepas
terhadapalasmesinagartidakterjadipergerakankepalalepasdari
kedudukannya.Sedangkanyangsatunya(D)dipasangpadasisi
tabungluncur/rumahsenterputar,biladikencangkanberfungsiagar
tidakterjadipergerakanlongitudinalsewaktumembubut.

TuasPengaturKecepatanTransporterdanSumbuPembawa
Tuaspengaturkecepatan(A)padagambar23,digunakanuntuk
mengaturkecepatanporostransporterdansumbupembawa.Adadua
pilihankecepatanyaitukecepatantinggidankecepatanrendah.
Kecepatantinggidigunakanuntukpengerjaanbendabenda
berdiameterkecildanpengerjaanpenyelesaiansedangkankecepatan
rendahdigunakanuntukpengerjaanpengasaran,ulir,alur,mengkartel
danpemotongan(cutoff).

besarnyakecepatansetiapmesinberbedabedadandapatdilihat
padaplattabelyangterterapadamesintersebut.
Pelattabel
Pelattabel(B)padagambar24,adalahtabelbesarnya
kecepatanyangditempelpadamesinbubutyangmenyatakanbesaran
perubahanantarahubunganrodarodagigididalamkotakrodagigi
ataupunterhadaprodapulleydidalamkepalatetap(headstock).
Tabelinisangatbergunauntukpedomandalampengerjaansehingga
dapatdipilihkecepatanyangsesuaidenganbesarkecilnyadiameter
bendakerjaataumenurutjenispahatdanbahanyangdikerjakan
Tuaspengubahpembaliktransporterdansumbupembawa

Tuaspembalikputaran(C)padagambar24,digunakanuntuk
membalikkanarahputaransumbuutama,halinidiperlukanbilamana
hendakmelakukanpengerjaanpenguliran,pengkartelan,ataupun
membubutpermukaan

PlatTabelKecepatanSumbuUtama
Plattabelkecepatansumbuutama(E)padaGambar25,
menunjukkanangkaangkabesarankecepatansumbuutamayang
dapatdipilihsesuaidenganpekerjaanpembubutan.

TuasTuasPengaturKecepatanSumbuUtama
Tuaspengaturkecepatansumbuutama(Gambar26)berfungsi
untukmengaturkecepatanputaranmesinsesuaihasildari
perhitunganataupembacaandaritabelputaran.

PenjepitPahat(ToolsPost)
Penjepitpahatdigunakanuntukmenjepitataumemegangpahat,
yangbentuknyaadabeberapamacamdiantaranyasepertiditunjukkan
padagambar27.Jenisinisangatpraktisdandapatmenjepitpahat4
(empat)buahsekaligussehinggadalamsuatupengerjaanbila
memerlukan4(empat)macampahatdapatdipasangdandisetel
sekaligus.

EretanAtas
Eretanatassebagaimanagambar28,berfungsisebagai
dudukanpenjepitpahatyangsekaligusberfungsiuntukmengatur
besaranmajunyapahatpadaprosespembubutanulir,alur,tirus,
champer(pingul)danlainlainyangketelitiannyabisamencapai0,01
mm.

Eretaninitidakdapatdijalankansecaraotomatis,melainkan
hanyadengancaramanual.Kedudukannyadapatdiaturdengan
memutarnyasampaiposisi360,biasanyadigunakanuntuk
membubuttirusdanpembubutanulirdenganpemakanan
menggunakaneretanatas.

Keranpendingin
Keranpendingindigunakanuntukmenyalurkanpendingin(collant)kepadabendakerjayang
sedangdibubutdengantujuanuntukmendinginkanpahatpadawaktupenyayatansehinggadapat
menjagapahattetaptajamdanpanjangumurnya.Hasilbubutannyapunhalus.

RodaPemutar
Rodapemutaryangterdapatpadakepalalepasdigunakanuntuk
menggerakkanporoskepalalepasmajuataupunmundur.Berapa
panjangyangditempuhketikamajuataumundurdapatdiukurdengan
membacacincinberskala(dial)yangadapadarodapemutartersebut.

Pergerakkaninidiperlukanketikahendakmelakukanpengeboran
untukmengetahuiataumengukurseberapadalammataborharus
dimasukkan.
TransporterdanSumbupembawa
Transporteratauporostransporteradalahporosberulirsegi
empatatautrapesiumyangbiasanyamemilikikisar6mm,digunakan
untukmembawaeretanpadawaktukerjaotomatis,misalnyawaktu
membubutulir,alurdanataupekerjaanpembubutanlainnya.
Sedangkansumbupembawaatauporospembawaadalahporos
yangselaluberputaruntukmembawaataumendukungjalannya
eretan.

TuasPenghubung
Tuaspenghubungsebagaimanadigunakanuntuk
menghubungkanrodagigiyangterdapatpadaeretandenganporos
transpotersehinggaeretanakandapatberjalansecaraotomatis
sepanjangalasmesin.Tuaspenghubunginimempunyaidua
kedudukan.Kedudukandiatasberartimembalikarahgerakputaran
(arahputaranberlawananjarumjam)danposisikebawahberarti
gerakputaransearahjarumjam.
EretanLintang
Eretanlintangsebagaimanaditunjukkanpadaberfungsi
untukmenggerakkanpahatmelintangalasmesinatauarahkedepan
ataukebelakangposisioperatoryaitudalampemakananbendakerja.
Padarodaeretaninijugaterdapatdialpengukuruntukmengetahui
berapapanjanglangkahgerakanmajuataumundurnyapahat.