Anda di halaman 1dari 3

2.3.

Petrologi
Baik lokasi dan proses pembentukan dari magma kimberlitic masih menjadi
penelaahan yang terus berlanjut. Pengayaan unsur ekstrem dan aspek geokimianya telah
mengundang spekulasi besar mengenai proses pembentukannya, dengan variasi model
pembentukan yang menempatkan area generasi kimberlit di mantel litosfer subkontinen(sub-continental lithospheric mantle, SCLM) atau hingga sedalam zona transisi.
Mekanisme pengayaan unsur yang dijumpai pada kimberlit juga menjadi topik yang
menarik perhatian yang mencakup model peleburan parsial, asimilasi sedimen
tersubduksi atau asal usul sumber magma primer.
Secara historis, kimberlit dibagi menjadi dua varietas berbeda yang diberi
terminologi basaltik atau micaceous yang didasarkan pada pengamatan petrografi
(Wagner, 1914). Di kemudian hari ini direvisi oleh Smith (1983) yang menamakannya
ulang menjadi kimberlit Grup 1 dan Grup 2 berdasarkan afinitas isotopik dari batuanbatuan ini menggunakan sistem Nd, Sr, dan PB. Mitchell (1995) kemudian mengajukan
pandangan bahwa kimberlit grup 1 dan grup 2 memperlihatkan perbedaan yang sangat
kentara, sehingga keduanya sepertinya tidak berelasi secara dekat seperti yang telah
dipertimbangkan sebelumnya. Dia menunjukkan jika kimberlit grup 2 memperlihatkan
affnitas yang lebih dekat ke lamproites dari pada ke kimberlit grup 1. Oleh karenanya, Ia
mereklasifikasi kimberlit grup 2 menjadi orangeites untuk mencegah kebingungan.
Kimberlite Grup 1
Kimberlit grup 1 adalah batuan beku potasik ultramafik yang kaya akan CO2 dan
didominasi oleh susunan mineral olivine forsteritik, ilmenit magnesian, kromium pyrope,
alamandine-pyrope, chromium diopside (pada beberapa kasus subcalcik), phlogopite,
enstatite, dan chromit yang miskin unsur Ti. Kimberlit grup 1 mempertunjukkan tekstur
inequigranular khas yang disebabkan kehadiran fenokris olivine, pyrope, chromian
diopside, ilmenit magnesian dan phlogopite dengan ukuran makrokristik(0.5-10 mm)
hingga megakristik(10-200 mm) pada masa dasar dengan ukuran halus hingga medium.
Mineralogi masa dasar, yang lebih menyerupai komposisi asli batuan beku, mengandung
olivine forsteritik, pyrope garnet, Cr-diopside, ilmenit magnesian dan spinel.

Lamproite Olivine
Olivine lamproite sebelumnya diberi nama kimberlit grup 2 atau orangeites setelah
sebelumnya secara salah dianggap hanya hadir di Afrika Selatan. Kehadiran dan aspek
petrologinya, kendati demikian, secara global identik dan seharusnya tidak direferensi
secara salah sebagai kimberlit. Olivin lamproites adalah batuan peralkalin ultrapotasik
yang kaya akan unsur volatile(dominan H20). Karakteristik yang berbeda dari olivine
lamproites adalah phlogophite makrokris dan mikrophenocris, bersama masa dasar mika
yang bervariasi komposisinya dari phlogopit hingga tetraferiphlogopit(anomaly phlogopit
yang miskin AI sehingga membutuhkan Fe untuk mesuk ke system tetrahedral). Olivin
makrokris dan Kristal primer euhedral dari masa dasar olivine bersifat umum namun
bukan konstituen esensial.
Fase karakteristik primer yang ada pada masa dasar mencakup: pirokesen yang
terzonasi(inti dari diopside yang dikelilingi Ti-aegirin); mineral grup spinel(chromite
magnesian hingga magnetit titaniferus); perovskit kaya Sr dan REE, apatit kaya SR,
phosphate kaya REE(monazite, daqingshanenite), grup mineral potasian barian holandit,
rutile pembawa Nb dan ilmenit pembawa Mn.
Mineral Indikator Kimberlit
Kimberlit adalah batuan beku unik karena mengandung varietas spesies mineral
dengan komposisi kimia yang mengindikasikan bahwa ia terbentuk pada keadaan tekanan
dan temperatur tinggi di dalam mantel. Mineral-mineral ini antara lain adalah diopside
chromium(piroksen), spinel chromium, ilmenit magnesian, dan garnet pyrope yang kaya
akan chromium. Pada umumnya mineral-mineral yang disebutkan ini tidak dijumpai pada
kebanyakan batuan beku, membuatnya menjadi indikator yang berguna untuk kimberlit.
Mineral-mineral indikator ini pada umumnya akan dicari pada sedimen modern di
endapan alluvial. Kehadirannya dapat mengindikasikan kehadiran kimberlit.
Geokimia
Aspek geokimia dari kimberlit didefinisikan dengan parameter-parameter berikut:
Ultramafik, MgO > 12 % dan pada umumnya > 15 %
Ultrapotasik, Molar K2O/Al2O3 > 3
Ni(>400 ppm), Cr(>1000 ppm), Co(>150 ppm)

Pengayaan REE
Pengayaan menengah hingga tinggi dari unsur LILE,LILE= >1,000 ppm
LILE=Large ion lithopolite elements
Kaya kandungan H20 dan CO2