Anda di halaman 1dari 52

Poster Kesehatan

dan Keselamatan
Kerja
Kelompok 8
Dinda Reskiyah Sakinah
M. Rizky Adhitya Putra
Rizka Perwita Sari

Pengertian Poster
Dalam wikipedia dijelaskan bahwa poster atau

plakat adalah karya seni atau desain grafis


yang memuat komposisi gambar dan huruf di
atas kertas berukuran besar.
Pengaplikasiannya dengan ditempel di
dinding atau permukaan datar lainnya dengan
sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin.
Karena itu poster biasanya dibuat dengan
warna-warna kontras dan kuat

Poster K3
Sebuah poster kesehatan dan keselamatan

kerja adalah sebuah poster yang menjelaskan


aturan atau memberikan saran yang
dirancang untuk membuat orang keluar dari
bahaya di tempat kerja seperti kantor, pabrik,
sekolah, gedung pemerintah atau akomodasi
sewaan.

ARTI LAMBANG LOGO K3


Bentuk lambang : Palang
dilingkari roda bergerigi sebelas
berwarna hijau di atas dasar
putih.
Arti dan makna lambang :
Palang : bebas dari kecelakan
dan sakit akibat kerja.
Roda gigi : bekerja dengan
kesegaran jasmani dan rohani
Warna putih : bersih, suci
Warna hijau : selamat, sehat
dan sejahtera
Sebelas gerigi roda : 11 Bab
dalam Undang-undang No. 1
tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja

Cara membuat poster K3


1. J = Judul harus menarik orang yang
2.

3.
4.
5.

membacanya walau sekilas


E = Efisiensi kalimat dibuat dalam bentuk
teks yang lebih singkat tanpa
menghilangkan inti pesan
L = Layout poster harus eye catching
(enak dipandang mata)
A = Animasi
S = Susunan teks pada poster dibuat
beraturan

CONTOH POSTER K3

Fungsi Poster K3
Poster digunakan sebagai salah satu media

menyampaikan pesan-pesan K3. Diharapkan


poster dapat menjadi media yang efektif
sehingga orang tertarik membaca,
terinspirasi, dan melakukan isi pesan dalam
poster, kemudian bagaimana cara membuat
poster K3 yang efektif sehingga menarik
orang untuk membaca dan bertindak

Rambu Kesehatan dan


Keselamatan Kerja di Lab
Rambu-rambu keselamatan dan kesehatan
kerja adalah merupakan tanda-tanda yang
dipasang ditempat kerja/laboratorium, guna
mengingatkan atau mengidentifikasi pada
semua pelaksana kegiatan disekeliling tempat
tersebut terhadap kondisi, resiko, yang terkait
dengan keselamatan dan kesehatan kerja

Rambu-rambu dalam laboratorium


1.
2.
3.
4.

Gambar-gambar/poster
Tulisan/logo/semboyan/motto
Simbol-simbol
Beberapa tanda harus dipasang sebagai bagian yang
dipersyaratkan dari aturan kesehatan dan keselamatan
kerja untuk membantu mengurangi risiko berbahaya,
adapun poster merupakan penjelasan yang menjelaskan
suatu aktifitas dalam bentuk sebab dan akibat. Kesemua
hal tersebut diatas teraplikasikan rangka untuk
mengingatkan kembali pentingnya prosedur, proses
pekerjaan dan hasil pekerjaan yang aman dan memenuhi
standar kualifikasi yang telah ditentukan berdasarkan
undang-undang keselamatan kerja yang berlaku.

Kombinasi warna dasar dan tulisan


dasar rambu K3

Bentuk dasar rambu-rambu standar yang perlu dipahami

B. Rambu-Rambu di
Laboratorium
1. Rambu Larangan
Rambu ini adalah rambu yang memberikan
larangan yang wajib ditaati kepada siapa saja
yang ada di lingkungan itu harus mematuhinya,
tanpa ada pengecualian. Adapun larangan yang
harus ditaati adalah sesuai dengan rambu
gambar atau informasi yang terpasang. Ciri-ciri
rambu larangan yang sering ditemui yaitu
bentuk bulat, latar belakang berwarna putih, dan
logo berwarna hitam, dengan lingkaran
terpotong berwarna merah sebagai berikut:

Contoh Rambu Larangan

2. Rambu Peringatan
Rambu ini adalah rambu yang memberikan
peringatan yang perlu diperhatikan kepada siapa
saja yang ada di lingkungan itu karena dapat
mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan.
Adapun Peringatan yang perlu diikuti adalah
sesuai dengan rambu gambar atau informasi
yang terpasang. Ciri-ciri rambu peringatan yang
sering ditemui yaitu bentuk segitiga, latar
belakang berwarna kuning, dan logo/gambar
berwarna hitam, dengan bingkai berwarna hitam.

Contoh Rambu
Peringatan

3.Rambu Prasyarat/ Wajib


Dilaksanakan
Rambu ini adalah rambu yang meberikan
persyaratan dilaksanakan kepada siapa saja
yang ada di lingkungan itu karena prasyarat
tersebut merupakan kewajiban yang harus
dilaksanakan. Adapun Prasyarat yang perlu
dilaksankan adalah sesuai dengan rambu
tergambar atau informasi yang terpasang.
Ciri-ciri rambu prasyarat/kewajiban yang
sering ditemui yaitu bentuk bulat, latar
belakang berwarna biru, dan logo/gambar

Contoh Rambu Persyaratan

4. Rambu Pertolongan
Rambu ini adalah rambu yang meberikan
bantuan/pertolongan serta arah yang ada di
lingkungan itu karena arah/per/longan tersebut
merupak petunjuk arah yang harus diikuti siapa saja
terutama bila terjadi kondisi darurat.Adapun rambu
pertolongan atau petunjuk arah tersebut dipasang
pada tempat yang strategis dan mudah terlihat.
dengan jelas. Ciri-ciri rambu pertolongan atau
petunjuk arah tersebut berbentuk segi empat
dengan warna dasar hijau dan logo/gambar warna
putih.

Contoh Rambu Pertolongan

Manfaat Pemasangan
Rambu
Menyediakan kejelasan informasi dan memberikan pengarahan umum
Memberikan penjelasan tentang kesehatan dan keselamatan kerja
Menunjukkan adanya potensi bahaya yang mungkin tidak terlihat
Mengingatkan para pelaksanan dimana harus menggunakan peralatan
perlindungan diri sebelum memulai aktifitas di tempat kerja.
5. Menunjukkan dimana peralatan darurat keselamatan berada.
6. Memberikan peringatan waspada terhadap beberapa tindakan yang
atau perilaku yang tidak diperbolehkan.
7. Tanda digunakan untuk memperingatkan karyawan dan anggota
masyarakat tentang zat-zat berbahaya seperti asam, atau untuk
menunjukkan fitur-fitur keselama tan seperti keluar api. Mereka juga
dapat memberikan informasi umum atau instruksi spesifik tentang
peralatan yang harus dipakai di daerah yang ditunjuk.
1.
2.
3.
4.

SIMBOL BAHAYA
Simbol bahaya adalah simbol dikenali dirancang
untuk memperingatkan tentang bahan berbahaya,
lokasi, atau benda, termasuk arus listrik, racun, dan
hal-hal lain. Penggunaan simbol-simbol bahaya
sering diatur oleh hukum dan diarahkan oleh
organisasi standar. Simbol bahaya mungkin muncul
dengan warna yang berbeda, latar belakang,
perbatasan dan informasi tambahan dalam rangka
untuk menentukan jenis bahaya.
Simbol bahaya digunakan untuk pelabelan bahanbahan berbahayamenurut Peraturan tentang Bahan
Berbahaya(Ordinance on Hazardeous Substances).

Simbol bahaya adalah piktogram dengan

tanda hitam pada latar belakang oranye,


kategori bahaya untuk bahan dan formulasi
ditandai dengan simbol bahaya, yang terbagi
dalam
Resiko kebakaran dan ledakan (sifat fisikakimia)
Resiko kesehatan (sifat toksikologi) atau
Kombinasi dari keduanya.

A. Standar Eropa
Parlemen Eropa dan Dewan mengadopsi Peraturan
tentang Klasifikasi , Pelabelan dan Kemasan Zat
dan Campuran ( CLP ) . Ini mulai berlaku pada
tanggal 20 Januari 2009. Peraturan CLP akan
menggantikan ketentuan-ketentuan tertentu dari
arahan berkaitan dengan klasifikasi , kemasan dan
pelabelan bahan-bahan berbahaya dan setelah
masa transisi
Ketentuan pelabelan mengambil papan Piktogram
merah berbingkai bahaya, bahaya dan laporan
pencegahan diatur dalam GHS PBB , misalnya :

Old Hazard Symbols

New Hazard Symbol

Standar Negara Australia


Hampir mirip dengan standar

eropa hanya saja ada kategori


dikompresi gas, radioaktif dan
lain-lain.
Sifatnya: radioaktif
Contoh : karbon-14, uranium,
plutonium
Cara penangannya :
kalau tidak perlu, jangan
menggunakan bahan ini karena
bahan ini memancarkan sinarsinar radioaktif yang dapat
merusak/mematikan sel-sel
tubuh.

Simbol-simbol bahaya
Keterangan :

Ledakan akan dipicu oleh suatu reaksi keras


dari bahan. Sebagai Produksi atau bekerja
dengan bahan mudah meledak
memerlukan pengetahuan dan
pengalaman praktis maupun keselamatan
khusus. Apabila bekerja dengan bahanbahan tersebut kuantitas harus dijaga
sekecil/sedikit mungkin baik untuk
penanganan maupun persediaan/cadangan
Contoh :
Asam nitrat dapat menimbulkan ledakan
jika bereaksi dengan beberapa solven
seperti aseton, dietil eter, etanol, dll. Contoh
yang lain KClO3, NH4NO3, C6H2(NO2)3CH3
Keamanan :
Hindari pukulan/ benturan, gesekan,
pemanasan, api dan sumber nyala lain

Explosive (bersifat mudah meledak)

Sifatnya dapat meledak dengan adanya

panas, percikan bunga api, guncangan atau


gesekan.

Kode Huruf : E

Keterangan :
Bahan-bahan dan formulasi yang
ditandai dengan notasi bahaya
OXIDIZING biasanya tidak mudah
terbakar. Tetapi bila kontak dengan
bahan mudah terbakar atau bahan
sangat mudah terbakar mereka
dapat meningkatkan resiko
kebakaran secara signifikan.
Contoh :
Kalium klorat ( KCLO3), Kalium
permanganat (KMnO4), Hidrogen
peroksida (H2O2), Asam nitrat
(HNO3) pekat, dan K2Cr2O7
Keamanan :
Hindari panas serta bahan mudah
terbakar dan reduktor.

Oxidizing (pengoksidasi)
Bersifat pengoksidasi, dapat

menyebabkan kebakaran dengan


menghasilkan panas saat kontak
dengan bahan organik, bahan
pereduksi, dll.
Kode Huruf : O

Keterangan :
Bahan-bahan dan formulasi yang
ditandai dengan notasi bahaya.
EXTREMELY FLAMMABLE merupakan
likuid yang memiliki titik nyala sangat
rendah (di bawah 0o C) dan titik didih
rendah dengan titik didih awal (di
bawah +35oC).
Bahan amat sangat mudah terbakar
berupa gas dengan udara dapat
membentuk suatu campuran bersifat
mudah meledak di bawah kondisi
normal.
Contoh :
bahan dengan sifat tersebut adalah
dietil eter (cairan) dan propane (gas)
Keamanan :
Hindari campuran dengan udara dan
hindari sumber api.

Extremely flammable (amat

sangat mudah terbakar)


Kode Huruf : F

Keterangan :
Bahan dan formulasi ditandai dengan
notasi bahaya HIGHLY FLAMMABLE
adalah subyek untuk self-heating dan
penyalaan di bawah kondisi atmosferik
biasa, atau mereka mempunyai titik
nyala rendah (di bawah +21oC).
Bahan-bahan yang dapat menjadi
panas di udara pada temperatur kamar
tanpa tambahan pasokan energi dan
akhirnya terbakar, juga diberi label
sebagai highly flammable.
Contoh :
misalnya aseton dan logam natrium, yang
sering digunakan di laboratorium sebagai
solven dan agen pengering.
Keamanan :
Hindari dari sumber api, api terbuka dan
loncatan api, serta hindari pengaruh pada
kelembaban tertentu.

Highly flammable

(sangat mudah terbakar)


Kode Huruf : F+

Keterangan :
Bahan kimia memiliki titik nyala rendah
dan mudah menyala/terbakar dengan api
bunsen, permukaan metal panas atau
loncatan bunga api
Tidak ada simbol bahaya diperlukan untuk
melabeli bahan dan formulasi dengan
notasi bahaya FLAMMABLE. Bahan dan
formulasi likuid yang memiliki titik nyala
antara +21oC dan +55oC dikategorikan
sebagai bahan mudah terbakar
(Flammable)
Contoh :
bahan dengan sifat tersebut misalnya
minyak terpentin, dietil eter
(C2H5OC2H5), karbon disulfide (CS2),
asetilena (C2H2).
Keamanan :
Hindari atau jauhkan dari api terbuka,
sumber api dan loncatan api.

Flammable
(mudah terbakar)

Keterangan :
Padatan yang mudah terbakar
didefinisikan sebagai padatan yang
memenuhi salah satu syarat dibawah ini:
Merupakan bahan peledak basah,
Merupakan zat yang dapat bereaksi
sendiri, karena tidak stabil terhadap panas
dan terdekomposisi menghasilkan panas
(walaupun tanpa oksigen dari udara),
Padatan yang mudah sekali terbakar.
Contoh :
Bahan yang bereaksi dengan air dan
menimbulkan panas serta api (pyrophoric
material) adalah suatu cairan atau padatan
(banyak atau sedikit jumlahnya) yang
dalam 5 (lima) menit berada di udara
bebas tanpa disulut api dapat terbakar
(menimbulkan api) dengan sendirinya.
Keamanan :
Hindari panas atau bahan mudah terbakar
dan reduktor serta hindari kontak dengan
air apabila bereaksi dengan air dan
menimbulkan panas serta api.

Flammable Solid
( padatan mudah terbakar)

Keterangan :
Bahan dan formulasi yang
ditandai dengan notasi
bahaya VERY TOXIC dapat
menyebabkan kerusakan
kesehatan akut atau kronis
dan bahkan kematian pada
konsentrasi sangat rendah
jika masuk ke tubuh melalui
inhalasi, melalui mulut
(ingestion),atau kontak
dengan kulit.
Contoh :
Contoh bahan dengan sifat
tersebut misalnya kalium
sianida, hydrogen sulfida,

Very toxic (sangat beracun)


Kode huruf : T+

Keterangan :
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan
notasi bahaya TOXIC dapat menyebabkan
kerusakan kesehatan akut atau kronis dan
bahkan kematian pada konsentrasi sangat
rendah jika masuk ke tubuh melalui inhalasi,
melalui mulut (ingestion),atau kontak dengan
kulit.
Sifat-sifat merusak secara kronis yang lain
dengan simbol bahaya TOXIC SUBSTANCES
dan kode huruf T
Bahan karsinogenik dapat menyebabkan
kanker atau meningkatkan timbulnya kanker
jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui
mulut dan kontak dengan kulit.
Contoh :
bahan dengan sifat tersebut misalnya solvensolven seperti metanol (toksik) dan benzene
(toksik, karsinogenik). karbon tetraklorida
(CCl4), Hidrogen sulfida (H2S), Benzena
(C6H6)
Keamanan :
Hindari Kontak atau masuk kedalam tubuh,
segera berobat kedokter bila kemungkinan
keracunan.

Toxic (beracun)
Kode huruf : T

Keterangan :
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan
notasi bahaya HARMFUL memiliki resiko
merusak kesehatan sedang jika masuk ke
tubuh melalui inhalasi, melalui mulut
(ingestion), atau kontak dengan kulit.
tidak diberi notasi toxic, akan ditandai dengan
simbol bahaya HARMFUL SUBSTANCES dan
kode huruf Xn.
Bahan-bahan yang dicurigai memiliki sifat
karsinogenik, juga akan ditandai dengan
simbol bahaya HARMFUL SUBSTANCES dan
kode huruf Xn. Bahan yang dicurigai memiliki
sifat karsinogenik dapat menyebabkan kanker
dengan probabilitas tinggi melalui inhalasi,
melalui mulut (ingestion) atau kontak dengan
kulit.
Contoh :
misalnya solven 1,2-etane-1,2-diol atau etilen
glikol (berbahaya), diklorometan (berbahaya,
dicurigai karsinogenik).NaOH, C6H5OH, Cl2
Keamanan :
Hindari kontak dengan tubuh atau hindari
penghirupan, segera berobat jika terkena
bahan.

Harmful (berbahaya)
Kode huruf : Xn
Hindari kontak dengan tubuh atau
hindari penghirupan, segera berobat jika
terkena bahan.

Keterangan :
Bahan dan formulasi dengan
notasi irritant adalah tidak
korosif tetapi dapat
menyebabkan inflamasi jika
kontak dengan kulit atau selaput
lendir.
Contoh :
Contoh bahan dengan sifat
tersebut misalnya
isopropilamina, kalsium klorida
dan asam dan basa encer.
Keamanan :
Hindari kontaminasi pernafasan,
kontak dengan kulit dan mata.

Irritant
(menyebabkan iritasi)

Kode huruf : Xi

Keterangan :
Bahan dan formulasi dengan
notasi CORROSIVE adalah merusak
jaringan hidup. Jika suatu bahan
merusak kesehatan dan kulit
hewan uji atau sifat ini dapat
diprediksi karena karakteristik
kimia bahan uji, seperti asam (pH
<2) dan basa (pH>11,5), ditandai
sebagai bahan korosif.
Contoh :
Contoh bahan dengan sifat
tersebut misalnya asam mineral
seperti HCl dan H2SO4maupun
basa seperti larutan NaOH (>2%).
Keamanan :
Hindari kontaminasi pernafasan,
kontak dengan kulit dan mata

Corrosive (Korosif)
Kode Huruf : C

Keterangan :
Bahan dan formulasi dengan notasi
DANGEROUS FOR ENVIRONMENT
adalah dapat menyebabkan efek
tiba-tiba atau dalam sela waktu
tertentu pada satu kompartemen
lingkungan atau lebih (air, tanah,
udara, tanaman, mikroorganisme)
dan menyebabkan gangguan
ekologi.
Contoh :
tributil timah kloroda,
tetraklorometan, dan petroleum
hidrokarbon seperti pentana dan
petroleum bensin, serta AgNO3,
Hg2Cl2, HgCl2
Keamanan :
Hindari kontak atau bercambur
dengan lingkungan yang dapat
membahayakan makhluk hidup,

NATURE POLLUTING
Bahan berbahaya bagi lingkungan
bersifat berbahaya bagi satu atau beberapa
komponen dalam lingkungan kehidupan.
Kode huruf : N

Keterangan :
Digunakan dalam
transportasi cairan
yang mudah
terbakar.
Contoh :
Alcohol, aseton,
xylene, toluene,
ethanol, methanol,
hexane, acetonitrile,

Flammable Liquid
(Mudah terbakar
Cair)

Keterangan :
Simbol pengaman
yang digunakan
untuk transportasi
atau penyimpanan
gas yang mudah
terbakar.
Contoh :
Hydrogen acetylene

Flammable Gas
(Gas mudah terbakar
)

Keterangan :
Simbol pengaman
yang digunakan dalam
transportasi gas non
mudah terbakar (dan
karenanya sering tidak
berbahaya, setidaknya
di tempat terbuka).
Contoh :
Carbon dioxide,
nitrogen, air

Non flammable gas


(Non mudah terbakar
gas)

Keterangan :
Secara spontan
terbakar material
(mengobati dengan
hati-hati! ).
Spontaneously
Combustible
(Secara spontan
mudah terbakar )

Keterangan :
Catch-semua simbol
untuk semua bahaya
lainnya (biasanya
ditentukan dalam
ruang).
Miscellaneous
danger
(Miscellaneous
bahaya)

Miscellaneous
danger
(Miscellaneous
bahaya)

Keterangan :
Polutan laut tidak
membuang dalam
sistem saluran
pembuangan.

Marine Pollutant
(Polutan Kelautan)

Keterangan :
Digunakan untuk
transportasi gas
beracun pada tabung
gas, atau kadangkadang sebagai
indikator pada
kendaraan.

Poisonous Gas
(Gas Beracun )

Keterangan :
Simbol keamanan
bahan kimia yang
digunakan dalam
transportasi dan
penyimpanan
peroksida organik.
Asam peroksiasetat

Organic Peroxide
(Peroksida organic)

Keterangan :
Ini umumnya berarti
bahwa ia akan
bereaksi cukup keras
dengan air.
Dangerous when wet
(Berbahaya saat
basah )

Keterangan :
Bahan Berbahaya bagi
dijauhkan dari bahan
yang dapat dimakan.

Stow away from foodstuffs


(Menyelundup jauh dari bahan
makanan)

Pertanyaan
1. Apakah Indonesia memakai standar eropa

atau standar Australia? (Desi Fitriyanti


Kelompok 4)
2. Apa yang dimaksud dengan animasi pada
saat membuat poster yang baik dan benar? (
M. Ihsan Kamil Kelompok 5)
3. Perbedaan antara old hazard symbol dan
new hazard symbol? ( M. Abdul Jabbar
Kelompok 1)

Jawaban
1. Menurut kami, Indonesia memakai standar

eropa karena standar Australia tidak ada


tanda bahaya, hanya saja di standar
Australia ada kategori dikompresi gas,
radioaktif dan lain-lain.
2. Animasi adalah salah satu bentuk gambar
unik atau lucu yang bisa ditampilkan dalam
poster dan seakan akan berbicara dalam
bentuk visual sehinga orang senang
membaca dan menangkap informasi yang
disajikan tersebut.

3. Perbedaan Old Hazard Symbol dan New Hazard

Symbol Beberapa dari mereka yang mirip dengan


simbol Eropa tetapi tidak ada satu kata yang
menggambarkan bahaya. Fitur yang paling mencolok
adalah perubahan simbol pelabelan:
- Bukan simbol bahaya dengan pencetakan hitam
pada persegi panjang oranye-kuning yang telah
digunakan sampai saat ini,
- Sekarang sembilan Piktogram bahaya dengan
simbol hitam pada latar belakang putih dengan
Rhombuses merah berbingkai digunakan untuk
memberikan peringatan