Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM I

I. Judul :Pengaruh Suhu terhadap Aktivitas Enzim


II.
Tujuan :
Mengetahui pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim
III.
Teori
:
Enzim merupakan unit fungsional dari metabolisme tubuh.Enzim
bekerja dengan urutan-urutan yang teratur dan mengkatalis ratusan reaksi
didalam tubuh.Enzim dibagi lagi menjadibeberapa jenis.Berdasarkan jenis
reaksi yang dikatalisis, enzim dapat dibagi menjadi enam golongan utama,
yaitu :
1. Oksidoreduktase : enzim yang berperan dalam reaksi pemindahan
electron (Redoks)
2. Transferase : enzim yang berperan dalam reaksi pemindahan gugus dari
suatu senyawa ke senyawa lain.
3. Hidrolase : enzim yang membantu dalam reaksi hidrolisis
4. Liase : enzim yang membantu dalam reaksi penambahan gugus pada
ikatan ganda atausebaliknya.
5. Isomerase :kelompok enzim yang mengatalisis perubahan konformasi
molekul (isomerisasi)
6. Ligase : kelompok enzim yang mengatalisis pembentukan ikatan
kovalen.
Enzim amylase yang terdapat di ekstraks kecai merupakan enzim yang
digolongkandalam kelas hidrolase.Hal ini disebabkan kerja enzim amilese
yaitu pada reaksi hidrolisisis amilum menjadi maltose.
Karena enzim merupakan suatu biokatalis dan sebagian besar enzim
tersusun atasprotein maka kerja enzim di pengaruhi beberapa faktor.Faktor
ini mempengaruhi secaralangsung pada aktivitas enzim tersebut. Berikut
factor yang mempengaruhi aktivitas enzimantara lain :
1. Reaksi yang dikatalis oleh enzim tersebut.
2. Dibutuhkan atau tidak ko-faktor tertentu, seperti misalnya ion-ion
logam atau ko-enzim(aktivitas enzim kebanyakan dibantu oleh koenzim yaitu yang berperan sebagai tempatatau bagian aktif dalam reaksi
enzim)
3. Pengaruh kosentrasi substrat dan ko-faktor.
4. pH optimum ( ativitas enzim dipengaruhi pH medium). Pada keadaan
aktivitas enzimpaling besar maka disebut pH mksimum.

5. Daerah temperature saat enzim mantap dan mempunyai aktivitas yang


tinggi. Pada suhuyang terlalu rendah kemantapan enzim tinggi tetapi
aktivitas rendah. Sedangkan pada suhutinggi aktivitasnya tinggi tetapi
kemantapan

enzim

rendah.

Suhu

yang

membuataktivitas

dan

kemantaban suatu enzim tinggi maka disebut suhu optimum.


6. Jumlah hasil reaksi juga akan mempengaruhi aktivitas enzim.
(Wirahadikusumah: 2008).
Telah disebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim
salah satunya adalah suhu.Sehubungan dengan pengaruh suhu terhadap
aktivitas enzim, semakinmeningkat suhu, aktivitas enzim akan semakin
meningkat. Pada suhu sangat rendah, aktivitas enzim dapat terhenti secara
reversibel. Kenaikan suhu lingkungan akan meningkatkan energi kinetik
enzin dan frekuensi tumbukan antara molekul enzim dan substrat, sehingga
enzim menjadi aktif.
Pada suhu dimana enzim masih aktif, umumnya kenaikan suhu 10 C
menyebabkan kecepatan reaksi enzimatis bertambah 1,1 hingga 3,0 kali
lebih besar. Pada suhu optimum, kecepatan reaksi enzimatis berlangsung
maksimal. Bila suhu ditingkatkan terus, maka enzim akan mengalami
denaturasi, sehingga aktivitas katalitiknya terhenti. Sebagian besar enzim
memiliki suhu optimum 30 C sampai 40 C dan mengalami denaturasi secara
irreversibel pada pemanasan di atas suhu 60 C.
IV.

Alat dan Bahan:


Alat:
1 Alat pemanas atau pendingin
2 Pipet tetes
3 Penjepit tabung reaksi
4 Tabung reaksi
5 Gelas kimia

3 buah
1 buah
4 buah
2 buah

Bahan:
1
2
3
4
V.

Larutan amilum 2%
Enzim amilase dari ekstrak kecai
Larutan iodium
Pereaksi benedict

Prosedur Kerja:
1. Menyediakan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering.
2. Mengisi 2 ml larutan amilum ke masing-masing tabung.

3. Menambahkan 1 ml enzim amilase pada setiap tabung.


4. Memasukkan tabung 1 ke dalam gelas kimia yang berisi es.
Menyimpan tabung 2 pada suhu kamar.
Memasukkan tabung 3 ke dalam penangas air dengan suhu 37- 40C.
Memasukkan tabung 4 ke dalam penangas air dengan suhu 75- 80C.
5. Membiarkan masing-masing tabung pada tempatnya selama 15 menit.
6. Selanjutnya, menguji dengan larutan iodium.
7. Menguji pula dengan pereaksi Benedict.
8. Mencatat dan mengamati perubahan warna yang terjadi.

Gambar Prosedur Kerja Pengaruh Suhu terhadap Aktivitas Enzim :

(1) Larutan amilum 2%

(2) Enzim amilase dari ekstrak kecai

(3) Mengambil 2 ml larutan


amilum

(5) Keempat tabung yang sudah terisi


dengan 2 ml larutan amilum

(4) Menuangkan 2 ml larutan


amilum ke dalam tabung

(6) Mengambil 1 ml enzim


amilase

(7) Menuangkan 1 ml enzim


amilase ke masing-masing
tabung

(9) Tabung 1, tabung 2, dan tabung


3 yang telah diberi perlakuan di
suhu yang berbeda-beda

(8) Memasukkan tabung 4 ke dalam


penangas air dengan suhu 75-

80C dan membiarkannya


selama 15 menit

(10)

Menguji dengan larutan


iodium

(11) Mengambil larutan yang akan


diuji oleh Pereaksi Bendecit

VI.

(13) Menuangkan 3 tetes Pereaksi


Benedict ke masing-masing tabung

Hasil Percobaan:

Nomor

Suhu

tabung
1.

(0 C)
0

(12) Menuangkan larutan sebanyak 15


tetes ke dalam tabung yang akan
diuji dengan Pereaksi Benedict

(14) Memanaskan larutan yang telah


diisi pereaksi Benedict
kemudian mencatat hasilnya

Perubahan Warna
Uji Iodium
Uji Benedict
Hitam kecoklatan

Tidak terjadi perubahan

2.

25-30

Kuning kecoklatan

warna
Tidak terjadi perubahan

3.

37-40

Hitam kecoklatan

warna
Tidak terjadi perubahan

4.

75-80

Hitam pekat

warna
Tidak terjadi perubahan
warna

Gambar Hasil Percobaan Pengaruh Suhu terhadap Aktivitas Enzim :


Uji dengan Larutan Iodium

(1) Suhu 0 C

(2) Suhu 25-30 C

(3) Suhu 37-40 C

(4) Suhu 75-80 C

(5) Dari kiri 0 C, 25-30 C, 3740 C, dan 75-80 C

Uji dengan Pereaksi Benedict

VII.

(1) Suhu 0 C

(2) Suhu 25-30 C

(3) Suhu 37-40 C

(4) Suhu 75-80 C

Pembahasan:
Dari data hasil percobaan dapat diketahui bahwa pada uji iodium tabung
pertama yang dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi es yaitu pada
suhu 0 mengalami perubahan warna yaitu coklat kehitaman.Seharusnya,
pada suhu ini enzim dalam keadaan inaktif.Namun, ada sedikit kesalahan
yang mungkin disebabkan karena kurang cepatnya praktikum mengisolasi
enzim sehingga enzim telah bereaksi pada suhu kamar dan akibatnya ada
sedikit aktivitas enzim yang terjadi.Sehingga kemungkinan besar temperatur
yang diinginkan 0C tidak dapat tercapai.Untuk tabung kedua yang disimpan
pada suhu kamar yaitu pada suhu 25-30 C menunjukkan warna coklat
kekuningan. Dan untuk tabung ketiga yang dimasukkan ke dalam penangas
air dengan suhu 37-40 C menunjukkan warna hitam kecoklatan. Pada
percobaan ini perubahan warna yang terjadi benar karena suhu yang kurang
dari 40 C akan semakin jernih. Seperti yang dapat dilihat, pada suhu 37-40
C menunjukkan warna hitam kecoklatan dan pada suhu 25-30 C

menunjukkan warna coklat kekuningan.Hal ini menunjukkan pada suhu


optimum, enzim amilase dapat menjalankan fungsinya mengubah amilum
menjadi maltosa.Dan untuk tabung keempat yang dimasukkan ke dalam
penangas air dengan suhu 75-80 C menunjukkan warna hitam pekat. Ini
disebabkan karena semakin tinggi suhu, maka laju reaksinya akan semakin
naik karena proses inaktivasi enzim meningkat karena terjadinya denaturasi.
Proses denaturasi terjadi karena enzim juga merupakan protein.Waktu
pemanasan mempunyai pengaruh terhadap aktivitas dan intensitas warna enzim.
Semakin lama waktu pemanasan,maka intensitas warnanya akan semakin
gelap karena aktivitas enzim akansemakin turun dan enzim akan memecah
sehingga aktivitas enzim akan berhenti yang ditandai dengan warna larutan yang semakin
gelap yang pada percobaan ini ditunjukkan dengan warna hitam pekat.
Sedangkan pada tabung yang diuji dengan Pereaksi Benedict menunjukkan warna
yang sama yaitu biru dan tidak terdapat endapan. Semua larutan tidak ada yang
menunjukkan reaksi positif berupa endapan berwarna merah bata.Kesalahan ini mungkin
diakibatkan karena karena kurang cepatnya praktikum mengisolasi enzim
sehingga enzim telah bereaksi pada suhu kamar dan akibatnya ada sedikit
aktivitas enzim yang terjadi.Sehingga kemungkinan besar reaksi yang
diinginkan tidak dapat tercapai.
VIII. Kesimpulan:
Dari hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa suhu sangat
berpengaruh terhadap aktivitas enzim.Jika di bawah atau di atas suhu
optimum yaitu pada 30C- 40C, aktivitas enzim menurun.Saat suhu
mendekati titik beku, enzim menjadi tidak aktif. Jika suhu dinaikkan, maka
aktivitas enzim meningkat. Namun, kenaikan suhu yang cukup besar dapat
menyebabkan enzim mengalami denaturasi dan mematikan aktivitas
katalisisnya.
IX.

Jawaban Pertanyaan:
1. Kegunaan uji iodium dan Benedict dalam percobaan adalah :
Penambahan iodium berfungsi sebagai indikator terhadap reaksi yang
terjadi dimana akan tampak perubahan warna yang menunjukkan
adanya amilum di dalam larutan tersebut. Seperti yang kita ketahui, uji

iodium digunakan untuk membuktikan adanya polisakarida yang salah


satu contohnya adalah amilum. Sedangkan uji Benedict digunakan untk
membuktikan adanya gula reduksi dimana akan menghasilkan endapan
berwarna merah bata.
2. Ya. Pada percobaan, suhu mempengaruhi aktivitas enzim. Setiap enzim
mempunyai suhu optimum, yaitu suhu dimana enzim memiliki aktivitas
maksimal. Enzim di dalam tubuh manusia mempunyai suhu optimal
sekitar 37 C. Di bawah atau di atas suhu optimum, aktivitas enzim
menurun. Suhu mendekati titik beku tidak merusak enzim, tetapi enzim
tidak aktif. Jika suhu dinaikkan, maka aktivitas enzim meningkat.
Namun, kenaikan suhu yang cukup besar dapat menyebabkan enzim
mengalami denaturasi dan mematikan aktivitas katalisisnya. Sebagian
besar enzim mengalami denaturasi pada suhu di atas 60C.
3. Enzim amilase mengalami suhu optimal 30C- 40 C karena temperatur
ini merupakan temperatur normal tubuh manusia dimana enzim
memiliki aktivitas maksimal.
4. Tiga enzim lain yang dapat menghidrolisis karbohidrat adalah :
Maltase, yaitu enzim yang menguraikan maltosa menjadi glukosa.
Sumbernya : Usus halus
Sukrase, yaitu enzim yang mengubah sukrosa (gula tebu) menjadi
glukosa dan fruktosa
Sumbernya : Usus halus
Laktase, yaitu enzim yang mengubah laktase menjadi glukosa dan
galaktosa.
Sumbernya : Usus halus
X.

Daftar Pustaka:
Fizahazny.2009. Enzim.http://filzahazny.wordpress.com/2009/07/10/enzim2/ (diakses pada 25 Desember 2011)
Hakiki, Hardhani P. 2009. Biokimia Enzim
http://www.scribd.com/doc/46628063/Biokimia-ENZIM (diakses pada
25 Desember 2011)

Tyo. 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim.


http://www.scribd.com/doc/33508405/Faktor-faktor-YangMempengaruhi-Kerja-Enzim(diakses pada 25 Desember 2011)
Yazid, Estien dan Nursanti, Lisda.2006. Penuntun Praktikum Biokimia
untuk Mahasiswa Analis. Yogyakarta: CV Andi Offset