Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

Turbin gas adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai fluida kerja. Di
dalam turbin gas, energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik berupa putaran yang
menggerakan roda turbin sehingga menghasilkan daya. Bagian turbin yang berputar disebut rotor
atau roda turbin dan bagian turbin yang diam disebut stator atau rumah turbin. Rotor memutar
poros daya yang menggerakan beban (generator listrik, pompa, kompresor atau yang lainnya).
Perkembangan turbin gas hingga bisa dibuat seperti sekarang ini, yakni sampai bisa
ekonomis untuk dipakai sebagai mesin penggerak pesawat terbang dan untuk instalasi darat
seperti pembangkit tenaga listrik, sudah menghabiskan waktu yang cukup lama sekali.
Konstruksi dan cara bekerjanya turbin gas adalah sangat mudah bila hanya dalam kertas (gambar
desain), tetapi kenyataannya bila diwujudkan adalah sukar, karena ada hubungannya dengan
pemakaian bahan bakar turbin yang harus hemat.
Keuntungan penggunaan turbin gas pembangkit tenaga listrik dan sebagai penyedia panas
industri karena sifatnya mudah diinstal, proses kerjanya tidak rumit, terutama cocok untuk
menanggulangi beban puncak serta dimensinya yang kecil. Penggunaan turbin gas pada saat ini
sudah mempunyai arti yang sangat luas dan besar dimana untuk penggerak pesawat terbang
dengan daya yang besar harus memakai turbin gas, tidak bisa disaingi atau digantikan oleh
penggerak mula lainnya seperti motor bakar.
Pada saat ini perkembangan penggunaan turbin gas sudah sangat maju, dimana para
ilmuan telah menemukan penggunaan turbin gas dan turbin uap sekaligus dalam satu siklus yang
disebut siklus gabungan (combine cycle). Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan
efiensi dari siklus tunggal (siklus Brayton sederhana) dengan memanfaatkan kalor dari sisa gas
buang turbin gas untuk kebutuhan ketel uap penghasil uap, guna menggerakkan turbin uap,
sehingga lebih menghemat penggunaan bahan bakar pada instalasi ketel uap.

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

BAB II
SEJARAH TURBIN GAS

Tidak banyak sumber yang memuat tentang sejarah turbin gas, kalaupun ada sejarah yang
di muat hanya bersifat garis besar atau tidak terperinci dari tahun ke tahun. Pada umumnya
berbagai sumber menjelaskan bahwa perkembangan turbin gas dari awal ditemukan sampai saat
ini membutuhkan waktu yang sangat lama hal ini di karenakan agak rumitnya konstruksi dari
turbin gas tersebut. Dari beberapa sumber diperoleh sejarah turbin gas adalah sebagai berikut :
Turbin gas sudah dikenal sejak zaman Hero of Alexandra oleh Dr. J. T. Retallita. Desain
pertama direncanakan oleh Yohn Barther (inggris) pada tahun 1791. System ini bekerja dengan
gas hasil pembakaran batu bara, kayu dan minyak bakar. Kompresornya di gerakan dengan
perantara rantai dan roda gigi oleh turbinnya.
Pada tahun 1872 Dr. F Stolze merencanakan system turbin gas mempergunakan
kompresor aksial bertingkat ganda yang digerakan langsung oleh turbin reaksi bertingkat ganda
pula. Udara yang keluar dari kompresor dibakar di dalam ruang bakar, yaitu sebuah alat yang
dipergunakan untuk menaikkan temperature udara sebelum masuk ke turbin. Jadi turbin ini
bekerja dengan gas panas sebagai fluida kerjanya
Pada tahun 1939 di swiss sudah direncanakan 2000 power plan gas turbin yang
menggerakkan generator dan kereta api pada federal rail ways. Kemudian tahun 1941 di Amerika
turbin gas juga dipergunakan untuk menggerakkan generator menghasilkan daya dari yang
rendah sampai sekitar 100.000 KW. Sedangkan bahan bakarnya dapat dipergunakan bahan bakar
gas sampai pada minyak berat . Selanjutnya, pada tahun 1935 sistem turbin gas mengalami
perkembangan yang pesat dimana diperoleh efisiensi sebesar kurang lebih 15%. Pesawat pancar
gas yang pertama diselesaikan oleh British Thomson Houston Co pada tahun 1937 sesuai
dengan konsepsi Frank Whittle (tahun 1930).

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

Dalam sumber lainnya menyebutkan :

150: Hero's Engine (aeolipile) - tampaknya Pahlawan mesin uap itu dianggap tidak lebih
dari satu mainan, dan dengan demikian potensi penuh tidak menyadari selama berabadabad.

1500: The "Chimney Jack" digambar oleh Leonardo da Vinci yang memutar
pemanggangan. Udara panas dari api naik melalui serangkaian penggemar yang
menghubungkan dan memutar pemanggangan.

1551: Jawad al-Din menemukan sebuah uap turbin, yang ia gunakan untuk kekuasaan
diri-rotating meludah. [1]

1629: Jets uap turbin yang dirotasi kemudian diputar digerakkan mesin pabrik stamping
memungkinkan untuk dikembangkan oleh Giovanni Branca.

1678: Ferdinand Verbiest membangun sebuah model kereta uap mengandalkan jet
kekuasaan.

1791: Sebuah paten diberikan kepada John Barber, seorang Inggris, untuk pertama turbin
gas sejati. Penemuannya itu sebagian besar elemen hadir dalam turbin gas modern.
Turbin ini dirancang untuk menyalakan sebuah yg tdk mempunyai kuda kereta.

1872: Sebuah turbin gas mesin ini dirancang oleh Dr Franz Stolze, tapi mesin tidak
pernah berlari di bawah kekuasaan sendiri.

1894: Sir Charles Parsons dipatenkan ide mendorong sebuah kapal dengan turbin uap,
dan membangun sebuah demonstrasi kapal (yang Turbinia ). Prinsip ini masih propulsi
dari beberapa digunakan.

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

1895: Tiga 4-ton 100 kW Parsons aliran radial generator dipasang di Cambridge Power
Station, dan digunakan untuk daya listrik pertama skema penerangan jalan di kota.

1903: A Norwegia, gidius Elling, mampu membangun turbin gas pertama yang mampu
menghasilkan kekuatan yang lebih dibandingkan yang dibutuhkan untuk menjalankan
komponen-nya sendiri, yang dianggap sebagai pencapaian pada masa ketika pengetahuan
tentang aerodinamis terbatas . Menggunakan kompresor rotary dan turbin itu dihasilkan
11 hp (besar-besaran untuk hari-hari). Karyanya ini kemudian digunakan oleh Sir Frank
Whittle.

1913: Nikola Tesla paten yang Tesla turbin berdasar pada Batas lapisan efek.

1914: Aplikasi untuk mesin turbin gas yang diajukan oleh Charles Curtis.

1918: Salah satu produsen turbin gas terkemuka hari ini, General Electric, mulai divisi
mereka turbin gas.

1920: teori praktis aliran gas melalui saluran ini dikembangkan menjadi lebih formal (dan
berlaku untuk turbin) teori aliran gas lalu airfoils oleh Dr A. A. Griffith.

1930: Sir Frank Whittle dipatenkan desain untuk turbin gas untuk jet. Karyanya pada
tenaga penggerak gas mengandalkan kerja dari semua orang yang sebelumnya bekerja di
bidang yang sama dan dia telah sendiri menyatakan bahwa penemuannya akan sulit untuk
mencapai tanpa gidius Elling karya. Pertama yang berhasil menggunakan mesin-nya
pada April 1937.

1934: Ral Pateras de Pescara dipatenkan pada free-piston mesin sebagai gas generator
turbin gas.

1936: Hans von Ohain dan Max Hahn di Jerman mengembangkan desain mesin
dipatenkan sendiri pada saat yang sama bahwa Sir Frank Whittle adalah mengembangkan
desain di Inggris.

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

Dari beberapa sumber diatas menunjukan adanya sedikit kesamaan sejarah perkembangan turbin
gas.

BAB III
KLASIFIKASI DAN SIKLUS-SIKLUS TURBIN GAS

3.1. Klasifikasi Turbin Gas


Turbin gas dapat dibedakan berdasarkan siklusnya dan konstruksi porosnya. Menurut
siklusnya, turbin gas terdiri dari turbin gas siklus tertutup (close cycle) dan turbin gas siklus
terbuka (open cycle) sedangkan berdasarkan konstruksi porosnya, turbin gas terdiri dari turbin
gas berporos tunggal (single shaft), turbin gas berporos ganda (multy shaft) dan turbin gas
dengan siklus kombinasi.
3.1.1. Turbin Gas Siklus Terbuka (Open cycle)
Dalam siklus ini, gas hasil pembakaran setelah diekspansikan pada turbin, langsung
dibuang ke udara bebas. Instalasi turbin gas dengan siklus ini memiliki struktur yang
Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

sederhana yaitu terdiri dari kompresor, ruang bakar, dan turbin sebagai penggerak beban dan
kompresor.
Pertama-tama udara dihisap dari atmosfer dan dikompresi secara adiabatik
(bisasanya dengan kompresor rotari) dan diteruskan ke ruang bakar. Udara tekan
dipanaskan dengan pembakaran bahan bakar dan hasil pembakaran (yaitu gas panas hasil
pembakaran bahan bakar) akan bercampur dengan udara tekan, sehingga akan menaikkan
massa udara tekan. Gas panas kemudian mengalir ke sudu turbin (biasanya jenis turbin
reaksi). Gas ketika mengalir pada sudu mengalami ekspansi dan kemudian dibuang ke
atmosfer.

Gb. Skema susunan turbin gas siklus terbuka


Turbin gas siklus terbuka disebut juga gas trubin pembakaran kontinyu karena
pembakaran bahan bakar terjadi secara kontinyu. Turbin ini juga bekerja berdasarkan
siklus Joule. Rumus kerja kompresor, kerja turbin sama dengan rumus pada turbin siklus
tertutup.
3.1.2. Turbin Gas Sistem Tertutup (Close cycle)
Seperti halnya pada turbin uap, turbin gas dapat pula dirancang dengan sistem siklus
tertutup yaitu fluida kerjanya tidak berhubungan dengan atmosfer sekitar. Dengan demikian
dapat dijaga kemurniannya. Hal ini sangat menguntungkan dari segi pencegahan kerusakan
yang disebabkan oleh erosi dan korosi. Pemilihan fluida kerjanya dapat disesuaikan dengan
persyaratan yang diminta. Salah satu hal yang penting adalah bahwa pada sistem ini dapat
Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

digunakan tekanan tinggi (sampai 40 atm) seperti pada turbin uap, tetapi fluida kerjanya tidak
mengalami berubahan fase.

Gb. Skema susunan gas turbin siklus tertutup

Turbin gas dengan sistem ini konstruksinya lebih rumit, karena membutuhkan pesawat
pemanas yang mempunyai luas pemanas yang besar dan juga membutuhkan pesawat
pendingin udara sebelum masuk kompresor. Keuntungannya adalah:
-

Lebih menghemat penggunaan bahan bakar


Untuk daya yang sama, turbin ini mempunyai ukuran yang lebih kecil
Bias bekerja dengan tekanan yang tinggi
Turbin gas siklus tertutup terdiri dari sebuah kompresor, ruang pemanas

(heating chamber), turbin gas yang menggerakkan generator dan kompresor, dan ruang
pendingin (cooling chamber). Pada turbin ini, udara dikompresi secara adiabatis (umumnya
dengan kompresor rotari) dan diteruskan ke ruang pemanas. Udara kompresi dipanaskan
dengan bantuan sumber eksternal, dan dialirkan ke sudu turbin (biasanya jenis reaksi).
Gas ketika mengalir di sudu akan berekspansi. Dari turbin, gas diteruskan ke ruang
pendingin dimana didinginkan pada tekanan konstan dengan bantuan sirkulasi air sampai
temperatur awal.
Gas turbin siklus tertutup bekerja berdasarkan siklus Joule seperti yang
diperlihatkan gambar.

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

Gb. Gas turbin siklus tertutup tekanan konstan.

Proses 1-2 memperlihatkan pemanasan udara di dalam ruang pemanas pada


tekanan konstan. Proses 2-3 memperlihatkan ekspansi isentropik udara di dalam turbin.
Proses 3-4 memperlihatkan pendinginan udara pada tekanan konstan di ruang pendingin.
Terakhir, proses 4-1 memperlihatkan kompresi isentropik udara di kompresor.

Perbandingan Antara Gas Turbin Siklus Tertutup Dengan Siklus Terbuka:


No
.
1.

Turbin Gas Sistem Tertutup

Turbin Gas Sistem Terbuka

Udara tekan dipanaskan di ruang

Udara tekan dipanaskan di ruang bakar.

bakar. Karena gas dipanaskan oleh

Produk pembakaran bercampur dengan

sumber eksternal, jumlah gas tetap


2.

sama.
Gas dari turbin diteruskan ke

3.

ruang pendinginan.
Fluida kerja bersirkulasi secara

4.

kontinyu.
Fluida jenis apa saja dengan sifat

udara panas.
Gas dari turbin dibuang ke atmosfir.
Fluida kerja diganti secara kontinyu.
Hanya udara yang bisa digunakan

termodinamika yang baik bisa

sebagai fluida kerja.

digunakan.

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

5.

Sudu turbin cepat aus, karena udara dari

Sudu turbin tidak cepat aus

atmosfit terkontaminasi ketika melewati

karenagas tidak terkontaminasi

ruang bakar.

ketika melewati ruang bakar.


6.

Karena udara didinginkan dengan

Karena udara dari turbin dibuang ke

sirkulasi air, cocok digunakan untuk

atmosfir, cocok digunakan untuk kendaraan

jenis instalasi stasioner atau di kapal.


7.
8.

yang bergerak.

Biaya perawatan tinggi.

Biaya perawatan rendah.


Berat instalasi per daya (hp) lebih

Berat instalasi per daya (hp) lebih

kecil.

besar.

3.1.3. Turbin Gas Poros Tunggal (Single Shaft)


Turbin jenis ini digunakan untuk menggerakkan generator listrik yang menghasilkan
energi listrik untuk keperluan proses di industri.
2.1.4. Turbin Gas Poros Ganda (Double Shaft)
Turbin jenis ini merupakan turbin gas yang terdiri dari turbin bertekanan tinggi dan
turbin bertekanan rendah, dimana turbin gas ini digunakan untuk menggerakkan beban yang
berubah seperti kompresor pada unit proses.
3.2. Siklus-Siklus Turbin Gas
Tiga siklus turbin gas yang dikenal secara umum yaitu:
3.2.1. Siklus Ericson

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

Merupakan siklus mesin kalor yang dapat balik (reversible) yang terdiri dari dua
proses isotermis dapat balik (reversible isotermic) dan dua proses isobarik dapat balik
(reversible isobaric). Proses perpindahan panas pada proses isobarik berlangsung di dalam
komponen siklus internal (regenerator), dimana effisiensi termalnya adalah : hth = 1 T1/Th,
dimana T1 = temperatur buang dan Th = temperatur panas.
3.2.2. Siklus Stirling
Merupakan siklus mesin kalor dapat balik, yang terdiri dari dua proses isotermis
dapat balik (isotermal reversible) dengan volume tetap (isokhorik). Efisiensi termalnya sama
dengan efisiensi termal pada siklus Ericson.
2.2.3. Siklus Brayton
Siklus ini merupakan siklus daya termodinamika ideal untuk turbin gas, sehingga saat
ini siklus ini yang sangat populer digunakan oleh pembuat mesin turbine atau manufacturer
dalam analisa untuk performance upgrading. Siklus Brayton ini terdiri dari proses kompresi
isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan panas pada tekanan konstan. Pada siklus
Bryton tiap-tiap keadaan proses dapat dianalisa secara berikut:

Keterangan:
-

Proses 1 ke 2 (kompresi isentropik). Kerja yang dibutuhkan oleh kompresor:


Wc = ma (h2 h1).

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

10

Proses 2 ke 3, pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan. Jumlah kalor

yang dihasilkan: Qa = (ma + mf) (h3 h2).


Proses 3 ke 4, ekspansi isentropik didalam turbin. Daya yang dibutuhkan

turbin: WT = (ma + mf) (h3 h4).


Proses 4 ke 1, pembuangan panas pada tekanan konstan ke udara. Jumlah
kalor yang dilepas: QR = (ma + mf) (h4 h1).

BAB IV
KOMPONEN TURBIN GAS
Turbin gas tersusun atas komponen-komponen utama seperti Air Inlet Section,
compressor section, combustion section, turbine section, dan exhaust section. Sedangkan
komponen pendukung turbin gas adalah starting equipment, lube-oil system, cooling system, dan
beberapa komponen pendukung lainnya. Berikut ini penjelasan tentang komponen utama turbin
gas:
4.1. Air Inlet Section
Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam udara sebelum masuk
ke kompresor. Bagian ini terdiri dari:
1. Air Inlet Housing, merupakan tempat udara masuk dimana di dalamnya terdapat peralatan
pembersih udara.

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

11

2. Inertia Separator, berfungsi untuk membersihkan debu-debu atau partikel yang terbawa
bersama udara masuk.
3. Pre-Filter, merupakan penyaringan udara awal yang dipasang pada inlet house.
4. Main Filter, merupakan penyaring utama yang terdapat pada bagian dalam inlet house,
udara yang telah melewati penyaring ini masuk ke dalam kompresor aksial.
5. Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi udara agar merata pada saat memasuki ruang
kompresor.
6. Inlet Guide Vane, merupakan blade yang berfungsi sebagai pengatur jumlah udara yang
masuk agar sesuai dengan yang diperlukan.
4.2. Compressor Section
Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor, berfungsi untuk
mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air section hingga bertekanan tinggi sehingga
pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat
menimbulkan daya output turbin yang besar. Aksial flow compressor terdiri dari dua bagian
yaitu:
1. Compressor Rotor Assembly
Merupakan bagian dari kompresor aksial yang berputar pada porosnya. Rotor ini
memiliki 17 tingkat sudu yang mengompresikan aliran udara secara aksial dari 1 atm
menjadi 17 kalinya sehingga diperoleh udara yang bertekanan tinggi. Bagian ini tersusun
dari wheels, stubshaft, tie bolt dan sudu-sudu yang disusun kosentris di sekeliling sumbu
rotor.
2. Compressor Stator
Merupakan bagian dari casing gas turbin yang terdiri dari:
-

Inlet Casing, merupakan bagian dari casing yang mengarahkan udara masuk ke
inlet bellmouth dan selanjutnya masuk ke inlet guide vane.

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

12

Forward Compressor Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat empat


stage kompresor blade.

Aft Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat compressor blade tingkat 510.

Discharge Casing, merupakan bagian casing yang berfungsi sebagai tempat


keluarnya udara yang telah dikompresi.

4.3. Combustion Section


Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida kerja yang
berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Hasil pembakaran ini berupa energi panas
yang diubah menjadi energi kinetik dengan mengarahkan udara panas tersebut ke transition
pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari keseluruhan sistem adalah untuk
mensuplai energi panas ke siklus turbin. Sistem pembakaran ini terdiri dari komponen-komponen
berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin gas.
Komponen-komponen itu adalah :
1. Combustion Chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya pencampuran antara udara
yang telah dikompresi dengan bahan bakar yang masuk.
2. Combustion Liners, terdapat didalam combustion chamber yang berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya pembakaran.
3. Fuel Nozzle, berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar ke dalam combustion liner.
4. Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api ke dalam combustion
chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar.
5. Transition Fieces, berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk aliran gas panas agar
sesuai dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas.
6. Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua combustion chamber.
Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

13

7. Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi proses pembakaran
terjadi.
4.4. Turbin Section
Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi energi
mekanik yang digunakan sebagai penggerak compresor aksial dan perlengkapan lainnya. Dari
daya total yang dihasilkan kira-kira 60% digunakan untuk memutar kompresornya sendiri, dan
sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan. Komponen-komponen pada turbin section
adalah sebagai berikut :
1. Turbin Rotor Case
2. First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first stage turbine
wheel.
3. First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik dari aliran
udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa putaran rotor.
4. Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur aliran gas panas ke
second stage turbine wheel, sedangkan diafragma berfungsi untuk memisahkan kedua
turbin wheel.
5. Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang masih cukup
besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan putar rotor yang lebih besar.
4.5. Exhaust Section
Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran
pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust section terdiri dari beberapa
bagian yaitu: (1) Exhaust Frame Assembly, dan (2) Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui
exhaust diffuser pada exhaust frame assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum dan kemudian
didifusikan dan dibuang ke atmosfer melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke atmosfer gas

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

14

panas sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil pengukuran ini digunakan
juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur trip. Pada exhaust area terdapat
18 buah termokopel yaitu, 12 buah untuk temperatur kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.
Adapun beberapa komponen penunjang dalam sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
1. Starting Equipment
Berfungsi untuk melakukan start up sebelum turbin bekerja. Jenis-jenis starting
equipment yang digunakan di unit-unit turbin gas pada umumnya adalah :
- Diesel Engine, (PG 9001A/B)
- Induction Motor, (PG-9001C/H dan KGT 4X01, 4X02 dan 4X03)
- Gas Expansion Turbine (Starting Turbine)
2. Coupling dan Accessory Gear
Berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari poros yang bergerak ke
poros yang akan digerakkan. Ada tiga jenis coupling yang digunakan, yaitu:
- Jaw Cluth, menghubungkan starting turbine dengan accessory gear dan HP turbin
-

rotor.
Accessory Gear Coupling, menghubungkan accessory gear dengan HP turbin

rotor.
Load Coupling, menghubungkan LP turbin rotor dengan kompressor beban.

3. Fuel System
Bahan bakar yang digunakan berasal dari fuel gas system dengan tekanan sekitar
15 kg/cm2. Fuel gas yang digunakan sebagai bahan bakar harus bebas dari cairan
kondensat dan partikel-partikel padat. Untuk mendapatkan kondisi tersebut diatas maka
sistem ini dilengkapi dengan knock out drum yang berfungsi untuk memisahkan cairancairan yang masih terdapat pada fuel gas.
4. Lube Oil System
Lube oil system berfungsi untuk melakukan pelumasan secara kontinu pada setiap
komponen sistem turbin gas. Lube oil disirkulasikan pada bagian-bagian utama turbin gas
dan trush bearing juga untuk accessory gear dan yang lainnya. Lube oil system terdiri
dari:
-

Oil Tank (Lube Oil Reservoir)

Oil Quantity

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

15

Pompa

Filter System

Valving System

Piping System

Instrumen untuk oil


Pada turbin gas terdapat tiga buah pompa yang digunakan untuk mensuplai lube

oil guna keperluan lubrikasi, yaitu:


-

Main Lube Oil Pump, merupakan pompa utama yang digerakkan oleh HP shaft
pada gear box yang mengatur tekanan discharge lube oil.

Auxilary Lube Oil Pump, merupakan pompa lube oil yang digerakkan oleh tenaga
listrik, beroperasi apabila tekanan dari main pump turun.

Emergency Lube Oil Pump, merupakan pompa yang beroperasi jika kedua pompa
diatas tidak mampu menyediakan lube oil.

5. Cooling System
Sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas adalah air dan udara. Udara
dipakai untuk mendinginkan berbagai komponen pada section dan bearing. Komponenkomponen utama dari cooling system adalah:
- Off base Water Cooling Unit
- Lube Oil Cooler
- Main Cooling Water Pump
- Temperature Regulation Valve
- Auxilary Water Pump
- Low Cooling Water Pressure Swich

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

16

BAB V
MATERIAL, BAHAN BAKAR, RUANG BAKAR

5.1. Material (logam) untuk instalasi turbin gas


Dengan makin tingginya temperatur operasi turbin gas, maka kekuatan logam bahan
instalasi turbin pun akan turun. Sifat material yang menentukan dalam pemilihan logam untuk
instalasi turbin gas adalah daya tahan/kekuatan logam untuk menerima beban dalam jangka
waktu yang lama (creep strength), atau pada beban berapa sesuatu benda uji/logam dapat
Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

17

patah sesudah mengalami pembebanan dalam jangka waktu yang tertentu, hal ini tergantung
dari besarnya temperatur benda uji. Material yang biasanya dibuat untuk turbin gas dan ruang
bakar yaitu baja chrom, paduan nikel dan kobalt.
5.2. Bahan bakar untuk turbin gas
Untuk turbin gas dengan proses sistem terbuka hanya bisa menggunakan bahan bakar
yang berbentuk cair atau gas, karena hasil proses pembakaran harus bebas dari sisa-sisa bahan
bakar (abu) yang keras dan tidak menimbulkan korosi yang diakibatkan peristiwa kimia.
5.2.1. Bahan bakar cair
Minyak bakar asalnya dari minyak bumi yang mengandung campuran zat
hidrokarbon. Minyak bakar berat dan sedang adalah yang mula-mula sekali dipergunakan
untuk turbin gas pada industri. Minyak ini mengandung aspal dan bitumen, yang dapat
menyebabkan terbentuknya suatu endapan yang sukar terbakar di ruang bakar dan di
sudu-sudu turbin dan abunya kebanyakan mengandung garam natrium (NaCl) dan
berkombinasi dengan Vanadium. Bahan bakar diesel adalah cocok untuk turbin gas,
tetapi harganya cukup mahal.

5.2.2. Bahan bakar yang berbentuk gas


Yang biasanya digunakan untuk turbin gas adalah gas dapur tinggi, gas bumi dan
gas yang diperoleh dari instalasi penguapan gas arang untuk industri. Gas dapur tinggi
adalah barang sisa-sisa dan harganya murah, tetapi nilai kalornya rendah. Gas bumi
adalah

bahan bakar yang ideal untuk turbin gas yang mengandung Methan (CH4)

dengan kadar 65% sampai 92%.


5.3. Konstruksi ruang bakar
Udara yang telah dimampatkan, dimasukkan ke dalam ruang bakar. Luas penampang
Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

18

yang dibutuhkan di dapat dari satu persamaan kontinuitas, yaitu A = V/c. Yang paling penting
adalah memilih dan menentukan kecepatan udara di beberapa sektor yang berlainan, dapat di
lihat pada gambar di bawah ini:

Kecepatan udara di daerah pembakaran harus mulai dari c = 25 m/detik sampai


dengan 30 m/detik. Bila c terlalu kecil, nyala api akan menyebar ke arah kompresor, dan
sebaliknya bila kecepatan udara c terlalu besar, nyala api akan membesar ke arah saluran
keluar ruang bakar. Hal ini akan mengakibatkan temperatur di bagian masuk turbin semakin
tinggi, dan juga akan memadamkan api di ruang bakar yang menyebabkan timbulnya
tegangan akibat adanya panas (thermal stress). Dimana tegangan tersebut disebabkan karena
adanya pembagian temperatur sebelum turbin yang tidak merata.
Gambar di atas, memperlihatkan kejadian di dalam ruang bakar, yang terdiri dari
selubung luar dan suatu tabung silindris yang di bagian dalamnya dilengkapi dengan
pembakar dan pengabut bahan bakar yang sebagian dari udara dialirkan di luar pembakar
agar berfungsi sebagai udara pendingin ruang bakar. Udara ini kemudian mengalir masuk ke
dalam, melalui tempat-tempat yang terbuka.
Ruang bakar yang besar dan terpisah untuk turbin gas yang dipakai oleh industri.
Turbin gas untuk industri mempunyai satu atau dua buah ruang bakar yang besar sesuai
dengan daya yang dihasilkan turbin tersebut. Untuk itu, dibuat suatu ruang bakar yang besar
dan terpisah/tersendiri dengan maksud untuk menghemat material ongkos pembuatan yang
murah dan gambar di bawah ini memperlihatkan salah satu dari dua buah ruang bakar
tersebut.
Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

19

Ruang bakar ini dipasang tegak, dan dibagian atasnya terdapat salah satu
pembakar, dari tiga pembakar yang ada. Sedangkan tabung api/pipa api dari ruang bakar
tersebut dilapisi oleh tembok dari ke ramik, seperti pada gambar di bawah ini.

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

20

BAB VI
PRINSIP KERJA TURBIN GAS

Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Kompresor
berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut, sehingga temperatur udara
juga meningkat. Kemudian udara bertekanan ini masuk kedalam ruang bakar. Di dalam ruang
bakar dilakukan proses pembakaran dengan cara mencampurkan udara bertekanan dan bahan
Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

21

bakar. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga dapat
dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil pembakaran tersebut
dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke
sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar
kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll. Setelah melewati
turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).
Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
-

Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan

Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar dengan udara
kemudian di bakar.

Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui nozel
(nozzle).

Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran pembuangan.

Berikut ini adalah perbandingan antara turbin gas dengan turbin uap:
No

Turbin Gas

.
1.

2.

3.
4.

Komponen

pentingnya

Turbin Uap
adalah Komponen pentingnya adalah ketel uap dan

kompresor ruang bakar.

asesoris.

Berat turbin per daya kuda yang Berat turbin per daya kuda yang dihasilkan
dihasilkan lebih kecil.

lebih besar.

Memerlukan ruang yang sedikit Memerlukan ruang yang lebih besar untuk
untuk instalasi.

instalasi.

Biaya instalasi dan operasi lebih Biaya instalasi dan operasi lebih besar.

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

22

sedikit.
5.

6.

7.
8.

Menghidupkan turbin lebih mudah Menghidupkan turbin (start) lebih susah dan
dan cepat.

memerlukan waktu yang cukup lama.

Pengontrolan, dengan kondisi beban Pengontrolan, dengan beban yang berubah,


yang berubah, lebih mudah.

susah.

Turbin gas tidak bergantung pada


suplai air.
Efisiensinya rendah.

Turbin uap bergantung pada suplai air.


Efisiensinya tinggi.

BAB VII
DAYA YANG DIHASILKAN TURBIN GAS

Pada instalasi tenaga uap turbin menggerakkan generator, dimana daya yang
dihasilkan

turbin dengan daya generator sama besarnya. Untuk turbin gas keadaannya

berbeda, karena daya yang dihasilkan turbin harus dibagi menjadi sebagian untuk
menggerakkan kompresor udara dan sebagian lagi untuk menggerakkan generator listrik.
Perbandingan dayanya kurang lebih 3:2:1, misalnya agar dapat memutar generator listrik yang
mempunyai daya 1000 kW, turbin gas harus mempunyai daya dara membutuhkan daya 3000
kW, karena kompresor udara membutuhkan daya 2000 kW.

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

23

Perlu diketahui bahwa oli yang dipakai untuk instalasi turbin gas harus mempunyai
randemen yang tinggi. Akhir-akhir ini randemen dan daya yang dihasilkan turbin gas naik,
karena gas yang bertemperatur tinggi, telah bisa digunakan dan bekerjanya turbin langsung
tergantung pada keadaan gasnya. Sekarang randemen turbin, sudah bisa mencapai sekitar 33%
dengan temperatur di ruang bakar dan sebelum rangkaian sudut jalan pertama untuk turbin
penggerak pesawat terbang adalah 12000 c.
Sementara itu, temperatur untuk turbin yang dipakai di industri adalah 9500C. Di samping
itu turbin gas sudah mempunyai

arti

yang sangat besar, karena untuk penggerak pesawat

terbang dengan daya yang besar harus memakai turbin gas dan sudah tidak bisa diganti lagi,
sebab ukuran luar dan berat turbin gas tidak bisa disaingi oleh motor bakar torak.
Keuntungan penggunaan turbin gas sebagai pembangkit tenaga listrik dan sebagai
penyedia panas di industri adalah mudah diinstal, proses kerjanya tidak rumit terutama cocok
untuk menanggulangi beban puncak dan dimensinya kecil. Untuk suatu hubungan antara turbin
gas dengan proses peredaran turbin uap, randemennya bisa mencapai lebih dari 42%, di lihat
dari segi ekonominya, keadaan ini sudah cukup baik.

BAB VIII
KEGUNAAN, KELEBIHAN SERTA KEKURANGAN TURBIN GAS

Penggunaan paling umum dari turbin adalah pemroduksian tenaga listrik. Hampir seluruh
tenaga listrik diproduksi menggunakan turbin dari jenis tertentu. Turbin kadangkala merupakan
bagian dari mesin yang lebih besar. Sebuah turbin gas, sebagai contoh, dapat menunjuk ke mesin
pembakaran dalam yang berisi sebuah turbin, kompresor, "kombustor", dan alternator.
Turbin dapat memiliki kepadatan tenaga ("power density") yang luar biasa (berbanding
dengan volume dan beratnya). Ini karena kemampuan mereka beroperasi pada kecepatan sangat

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

24

tinggi. Mesin utama dari Space Shuttle menggunakan turbopumps (mesin yang terdiri dari
sebuah pompa yang didorong oleh sebuah mesin turbin) untuk memberikan propellant (oksigen
cair dan hidrogen cair) ke ruang pembakaran mesin. Turbopump hidrogen cair ini sedikit lebih
besar dari mesin mobil dan memproduksi 70.000 hp (52,2 MW). Turbin juga merupakan
komponen utama mesin jet.
Turbin gas banyak digunakan untuk mesin propulsi atau jet, mesin otomotif, tenaga
pembangkit listrik, atau penggerak peralatan-peralatan industri seperti penggerak kompresor atau
pompa. Daya yang dihasilkan turbin gas mulai dari 250.000 hp untuk pembangkit listrik sampai
5 hp pada turbocharger pada mesin motor.
Keunggulan dari turbin gas adalah mesinnya yang ringan dan ukurannya yang kecil,
namun dapat menghasilkan daya yang besar. Sebagai contoh, turbin gas yang biasa dipakai untuk
penggerak generator listrik kecil. Generator ini banyak dipakai untuk mengantisipasi beban
puncak jaringan, sehingga fungsinya dapat menggantikan kalau terjadi pemadaman listrik.
Gedung-gedung perkantortan, rumah sakit, universitas, perusahaan dan lainnya banyak
menggunakan generator jenis ini. Dibandingkan dengan penggunaan generator penggerak diesel,
penggerak turbin gas ukurannya menjadi lebih kecil sehingga dapat menghemat tempat dan
mudah dipindahkan. Pesawat terbang memerlukan mesin dengan persyaratan yang spesifik yaitu
mesin dengan daya besar untuk daya dorong, tetapi ringan dan dari segi ukuran harus kecil.
Dengan alasan tersebut, penggunaan turbin gas pada pesawat terbang menjadi pilihan yang tepat,
dan tidak dapat digantikan jenis mesin lain. Pada industri dan pembangkitan listrik, turbin gas
sangat menguntungkan karena mesin mudah diinstal, operasinya tidak rumit dan tidak
memerlukan ruangan yang besar.
Pada kenyataannya tidak ada proses yang selalu ideal, tetapi terjadi kerugian-kerugaian
yang dapat menyebabkan turunnya daya yang dihasilkan oleh turbin gas dan berakibat pada
menurunnya performa turbin gas itu sendiri. Kerugian-kerugian tersebut dapat terjadi pada ketiga
komponen sistem turbin gas (kompresor, ruang bakar dan turbin). Sebab-sebab terjadinya
kerugian antara lain:

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

25

Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan (pressure losses)
diruang bakar.

Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan terjadinya
gesekan antara bantalan turbin dengan angin.

Adanya mechanical loss.

BAB IX
MAINTENANCE TURBIN GAS

Maintenance adalah perawatan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti
kerusakan terlalu cepat terhadap semua peralatan di pabrik, baik yang sedang beroperasi maupun
yang berfungsi sebagai suku cadang. Kerusakan yang timbul biasanya terjadi karena kehausan
dan ketuaan akibat pengoperasian yang terus-menerus, dan juga akibat langkah pengoperasian
yang salah.
Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

26

Maintenance pada turbin gas selalu tergantung dari faktor-faktor operasional dengan
kondisi yang berbeda di setiap wilayah, karena operasional turbin gas sangat tergantung dari
kondisi daerah operasional. Semua pabrik pembuat turbin gas telah menetapkan suatu ketetapan
yang aman dalam pengoperasian sehingga turbin selalu dalam batas kondisi aman dan tepat
waktu untuk melakukan maintenance.
Secara umum maintenance dapat dibagi dalam beberapa bagian, diantaranya adalah:
1. Preventive Maintenance
Suatu kegiatan perawatan yang direncanakan baik itu secara rutin maupun
periodik, karena apabila perawatan dilakukan tepat pada waktunya akan mengurangi
down time dari peralatan. Preventive maintenance dibagi menjadi:
-

Running Maintenance
Suatu kegiatan perawatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk memperbaiki
equipment yang rusak saja dalam satu unit. Unit produksi tetap melakukan kegiatan.

Turning Around Maintenance


Perawatan terhadap peralatan yang sengaja dihentikan pengoperasiannya.

2. Repair Maintenance
Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang tidak kritis, atau disebut juga
peralatan-peralatan yang tidak mengganggu jalannya operasi.
3. Predictive Maintenance
Kegiatan monitor, menguji dan mengukur peralatan-peralatan yang beroperasi
dengan menentukan perubahan yang terjadi pada bagian utama, apakah peralatan tersebut
berjalan dengan normal atau tidak.
4. Corrective Maintenance

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

27

Perawatan yang dilakukan dengan memperbaiki perubahan kecil yang terjadi


dalam disain, serta menambahkan komponen-komponen yang sesuai dan juga
menambahkan material-material yang cocok.
5. Break Down Maintenance
Kegiatan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan atau kelainan pada
peralatan sehingga tidak dapat berfungsi seperti biasanya.
6. Modification Maintenance
Pekerjaan yang berhubungan dengan disain suatu peralatan atau unit. Modifikasi
bertujuan menambah kehandalan peralatan atau menambah tingkat produksi dan kualitas
pekerjaan.
7. Shut Down Maintenance
Kegiatan perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang sengaja dihentikan
pengoperasiannya.

LAMPIRAN GAMBAR TURBIN GAS

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

28

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

29

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

30

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

31

Turbin Gas
Teknik.Pertambangan11

32