Anda di halaman 1dari 4

PROGRAM INDONESIA SEHAT UNTUK

ATASI MASALAH KESEHATAN


DIPUBLIKASIKAN PADA : SELASA, 03 FEBRUARI 2015 00:00:00, DIBACA : 4.629 KALI

Jakarta, 3 Februari 2015


Indeks Pembangunan Manusia Indonesia dari tahun ke tahun meningkat, walaupun saat ini
Indonesia masih berada pada ranking 108 dari 187 negara di dunia. Pembangunan manusia pada
dasarnya adalah upaya untuk memanusiakan manusia kembali. Adapun upaya yang dapat
ditempuh harus dipusatkan pada seluruh proses kehidupan manusia itu sendiri, mulai dari bayi
dengan pemberian ASI dan imunisasi hingga lanjut usia, dengan memberikan jaminan sosial.
Kebutuhan-kebutuhan pada setiap tahap kehidupan harus terpenuhi agar dapat mencapai
kehidupan yang lebih bermartabat.
Seluruh proses ini harus ditunjang dengan ketersediaan pangan, air bersih, sanitasi, energi dan
akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan, jelas Menkes Prof. Dr. dr. Nila F. Moeleok, Sp.M(K)
saat Jumpa Pers Awal Tahun tentang program kerja Kemenkes, di Jakarta (3/2).
Dalam rangka mendorong pembangunan manusia secara menyeluruh, perlu perhatian pada
kesehatan sejak dini atau sejak Balita. Kita lihat bahwa sangat penting untuk melakukan investasi
yang tepat waktu agar pertumbuhan otak anak sampai usia 5 tahun dapat berjalan dengan baik,
untuk menghindari loss generation, terang Menkes.
Ditegaskan, salah satu ancaman serius terhadap pembangunan kesehatan, khususnya pada
kualitas generasi mendatang, adalah stunting. Dimana rata-rata angka stunting di Indonesia
sebesar 37.2%. Menurut standar WHO, persentase ini termasuk kategori berat.
Menkes juga mencermati angka kejadian pernikahan dini yang masih cukup tinggi dan
kerentanan remaja pada perilaku seks berisiko serta HIV/AIDS khususnya pada kelompok usia
produktif.
Kematian ibu juga menjadi tantangan dari waktu ke waktu. Ada berbagai penyebab kematian ini
baik penyebab langsung maupun tidak langsung, maupun faktor penyebab yang sebenarnya
berada di luar bidang kesehatan itu sendiri, seperti infrastruktur, ketersedian air bersih,

transportasi, dan nilai-nilai budaya. Faktor-faktor non-kesehatan inilah yang justru memberikan
pengaruh besar karena dapat menentukan berhasil tidaknya upaya penurunan angka kematian
ibu, ungkap Menkes.
Guna mengurangi dampak kesehatan seperti contoh di atas, Kemenkes menyelenggarakan
Program Indonesia Sehat sebagai upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku
sehat, hidup dalam lingkungan sehat, serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang
bermutu untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Program Indonesia Sehat terdiri atas 1)

Paradigma Sehat; 2) Penguatan Pelayanan


Kesehatan Primer; dan 3) Jaminan Kesehatan Nasional. Ketiganya akan
dilakukan dengan menerapkan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko
(health risk).

Paradigma sehat menyasar pada 1) penentu kebijakan pada lintas sektor, untuk
memperhatikan dampak kesehatan dari kebijakan yang diambil baik di hulu maupun di hilir, 2)
Tenaga kesehatan, yang mengupayakan agar orang sehat tetap sehat atau tidak menjadi sakit,
orang sakit menjadi sehat dan orang sakit tidak menjadi lebih sakit; 3) Institusi Kesehatan, yang
diharapkan penerapan standar mutu dan standar tarif dalam pelayanan kepada masyarakat, serta
4) Masyarakat, yang merasa kesehatan adalah harta berharga yang harus dijaga.
Kementerian Kesehatan akan melakukan penguatan pelayanan kesehatan untuk
tahun 2015-2019. Penguatan dilakukan meliputi 1) Kesiapan 6.000 Puskesmas di 6 regional; 2)
Terbentuknya 14 RS Rujukan Nasional; serta Terbentuknya 184 RS Rujukan regional.
Khusus untuk daerah terpencil dan sangat terpencil, di bangun RS kelas D Pratama dengan
kapasitas 50 Tempat Tidur untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan rujukan. Pada regional
Papua akan didirikan 13 Rumah Sakit Pratama. Sementara pada Regional Sumatera, Jawa, BaliNusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi akan didirikan 55 Rumah Sakit Pratama.
Menkes menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah melakukan implementasi e-catalogue pada
pengadaan obat dan alat kesehatan di lingkup Satuan Kerja Pemerintah. Hal ini telah dimulai
sejak tahun 2013 untuk obat, dan awal tahun 2014 untuk alkes. Ini merupakan wujud nyata
tindak lanjut arahan Presiden RI agar pengadaan barang/jasa di lingkup Pemerintah dilakukan
secara elektronik.
Kartu Indonesia Sehat (KIS)
KIS yang diluncurkan tanggal 3 November 2014 merupakan wujud program Indonesia Sehat di
bawah Pemerintahan Presiden Jokowi. Program ini 1) menjamin dan memastikan masyarakat
kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan;
2) perluasan cakupan PBI termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan
Bayi Baru Lahir dari peserta Penerima PBI; serta 3) Memberikan tambahan Manfaat berupa
layanan preventif, promotif dan deteksi dini dilaksanakan lebih intensif dan terintegrasi.

Pertemuan Antar Menteri


Dalam mensinergikan program kesehatan dengan program pembangunan di kementerian lain,
Menteri Kesehatan telah melakukan beberapa pertemuan dengan Menteri Kebinet Kerja.
Pertemuan dilakukan sejak akhir tahun 2014 dan masih berlangsung hingga saat ini.
Tanggal 23 Desember 2014 Menkes bertemu dengan Mendagri. Ini merupakan pertemuan
pertama antar Menteri Kabinet Kerja. Hasil pertemuan kedua Menteri adalah Mensosialisasikan
JKN melalui asosiasi kepala daerah; Memperkuat pembekalan teamwork Nakes yang akan
ditempatkan di daerah untuk menyeimbangkan pelayanan promotif-preventif dan kuratifrehabilitatif; Memperbanyak Puskesmas Bergerak untuk pelayanan kesehatan di daerah terpencil;
Prioritas pembangunan Puskesmas di 50 wilayah; Membuat surat edaran kepada kepala daerah
untuk mendukung peraturan pemerintah terkait Standar Pelayanan Mutu (SPM) bidang
kesehatan; dan Integrasi data administrasi kependudukan.
Tanggal 31 Desember 2014 Menkes bertemu dengan Menkominfo. Hasil pertemuan menyepakati
Penguatan SPGDT dengan layanan satu nomor panggil 119 serta Pelaksanaan assessment oleh
Kemenkominfo terhadap berbagai aplikasi yang ada di Kemenkes.
Pada tanggal 2 Januari 2015 Menkes melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Hasil pertemuan adalah Menyiapkan
infrastruktur pendukung (bangunan fisik, jalan, air bersih, sarana komunikasi); Sistem keamanan
secara khusus untuk wilayah perbatasan terkait dengan pergerakan manusia, hewan, barang,
penyakit; dan Khusus untuk wilayah transmigrasi baru mempertimbangkan juga bidang usaha
kecil yang terjamin dan sehat.
Tanggal 5 Januari 2015, Menkes bertemu dengan Menteri Perdagangan. Hasil pertemuan adalah
Mempromosikan jamu sebagai warisan budaya Indonesia baik di dalam negeri maupun luar
negeri; Mendukung perlindungan masyarakat untuk produk makanan import; Mendukung
pengaturan bahan berbahaya untuk makanan dan minuman; Meningkatkan koordinasi
perdagangan barang dan jasa dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Pada tanggal 8 Januari 2015 Menkes melakukan Rapat Koordinasi dengan Menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat, dengan hasil yaitu Membangun akses masyarakat ke fasilitas
pelayanan Kesehatan Primer; Meningkatkan pembangunan saranan air bersih dan sanitasi untuk
masyarakat; Membangun perumahan untuk tenaga kesehatan; Mengintegrasikan pembangunan
kawasan kumuh dengan program Kesehatan (Air bersih, STBM dan PHBS); dan Target
kolaborasi dilaksanakan dalam 5 tahun ke depan,
Tanggal 27 Januari 2015 Menkes bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun
hasil pertemuan adalah Menyusun materi PHBS untuk guru sebagai agent of change;
Merevitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS); Menghidupkan kembali program Pemberian
Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) melalui gerakan sarapan pagi; Membangun paket
kegiatan rutin anak sekolah berupa Membaca, Olah raga, menyanyi lagu daerah dan piket
membersihkan lingkungan sekolah; serta Kegiatan akan dimulai dengan tahun ajaran baru
2015/2016: Menyusun peraturan tentang pendirian SMK dan bidang penjurusannya.

Nusantara Sehat (NS)


Sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan primer untuk mewujudkan Indonesia Sehat
Kemenkes membentuk program Nusantara Sehat (NS). Di dalam program ini dilakukan
peningkatan jumlah, sebaran, komposisi dan mutu Nakes berbasis pada tim yang memiliki latar
belakang berbeda mulai dari dokter, perawat dan Nakes lainnya (pendekatan Team Based).
Program NS tidak hanya berfokus pada kegiatan kuratif tetapi juga pada promotif dan prefentif
untuk mengamankan kesehatan masyarakatdan daerah yang paling membutuhkan sesuai dengan
Nawa Cita membangun dari pinggiran.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan
RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode
lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan
email kontak[at]depkes[dot]go[dot]id.
- See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/15020400002/program-indonesia-sehatuntuk-atasi-masalah-kesehatan.html#sthash.jPZPpAdJ.dpuf