Anda di halaman 1dari 2

MATA KULIAH

: ETIKA BISNIS

MATERI

: ETIKA MORAL, HUKUM, DAN AGAMA ( BAB 1 )

NAMA

: IKLIMA FITRI RAHMATIAH

DAFTAR PUSTAKA

1. TEMPO.CO, JAKARTA
2. http://nasional.tempo.co/read/news/2015/10/14/078709368/kerusuhan-di-acehsingkil-menuai-kecaman
KASUS

Kerusuhan di Aceh Singkil


Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mengecam tindakan sekelompok orang tak
bertanggung jawab yang membakar Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Deleng Lagan,
Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Lembaga ini menyatakan
kekerasan tersebut memperlihatkan ketidakhadiran negara dalam melindungi kebebasan
beragama dan berkeyakinan.
"Pembakaran gereja di Aceh Singkil menunjukkan negara belum hadir dalam melindungi
hak atas kebebasan beragama. Seharusnya hal ini dapat dicegah," kata Alghifarri Aqsa, Direktur
LBH Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2015. Menurut pengacara publik LBH Jakarta, Matthew Michele
Lenggu, negara melalui aparatnya harus mampu melindungi jemaat Gereja HKI dari kelompok
intoleran. "Jemaat harus bisa dipastikan bisa tenang beribadah," ucapnya.
LBH Jakarta menduga sikap intoleransi kelompok masyarakat di Aceh Singkil
melibatkan Bupati Aceh Singkil, yang menerbitkan keputusan terkait dengan puluhan bangunan
gereja di sana pada Senin, 12 Oktober lalu. Pemerintah didesak segera memulihkan situasi
keamanan, menindak tegas pelaku pembakaran Gereja HKI, serta memberikan jaminan
keamanan bagi jemaat gereja di Aceh Singkil agar dapat beribadah secara aman dan damai.
Kerusuhan pecah di Aceh Singkil pada Selasa, 13 Oktober 2015. Sekelompok orang
mendatangi Gereja HKI lantas membakarnya. Setelah itu, massa bergerak ke Gereja Kristen
Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) Danggurun yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi
sebelumnya. Saat itulah bentrok terjadi. Akibatnya, dua orang dilaporkan tewas.

Kutukan atas tindak intoleran di Aceh Singkil juga diserukan Komisi Nasional Hak Asasi
Manusia. Lembaga ini mengutuk keras pembakaran Gereja HKI. "Ini merupakan intoleransi
yang jarang terdengar terjadi di Aceh," ujar komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution,
seperti tertuang dalam keterangan tertulisnya.
Komnas HAM menganggap peristiwa pembakaran gereja ini merupakan tantangan bagi
pemerintah, terutama pemerintah daerah Aceh dalam menjaga kedamaian dan kebinekaan.
Pemerintah Aceh juga dituntut dapat memenuhi hak-hak konstitusional warga negara khususnya
hak beragama.
Dalam

menyelesaikan

masalah,

Komnas

HAM

mengimbau

masyarakat

agar

mengedepankan dialog antarumat beragama. "Agar tidak mudah diadu domba oleh pihak-pihak
yang tidak bertanggung jawab," kata Maneger. Komnas HAM mendesak pemerintah agar
mengusut tuntas kasus tersebut dan menghukum siapa pun yang bersalah.

Anda mungkin juga menyukai