Anda di halaman 1dari 2

Nama

: Pande Nyoman Frans Wirawan


Kelas
: 7D / DIVAkuntansi Reguler
No. Absen : 31
NPM
: 154060006527

RESUME PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG ATAS


PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI
Nama Terdakwa
Pekerjaan
Perkara
Nomor Putusan
Tanggal Putusan

: Yasin Naue, SE, MM. Alias Yasin;


: PNS (BP4K) Kabupaten Bone Bolango;
:Tindak korupsi atas pengadaan dan pendistribusian beras untuk keluarga
miskin (RASKIN) di Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2010
: 2442 K/Pid.Sus/2014
: 8 April 2015

Kronologi :
Terdakwa Yasin Naue pada tahun 2010 bertugas sebagai Staf pada Bagian Ekonomi
Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango. Pada tahun 2010 Pemda Kabupaten Bone
Bolango mengadakan Program Beras Untuk Keluarga Miskin (Raskin) yang bertujuan
mengurangi beban pengeuaran RTS (Rumah Tangga Sasaran) melalui pemenuhan sebagian
kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras.
Terdakwa menjual jatah beras RASKIN Kecamatan Pinogu periode Januari s.d. Maret 2010
kepada saksi Hardi Maruf dan terdakwa memperoleh keuntungan sebesar Rp25.800.000,00
Terdakwa menjual jatah beras RASKIN Kecamatan Pinogu periode April s.d. Desember 2010
kepada saksi Pulu Usman dan terdakwa memperoleh keuntungan sebesar Rp78.850.000,00
Sehingga terdakwa memperoleh keuntungan dengan menjual beras RASKIN sebesar
Rp104.650.000,00
Perbuatan terdakwa tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis Program Beras Untuk Keluarga
Miskin karena yang seharusnya bertanggung jawab atas penyaluran beras RASKIN di Desa
Pinogu, Pinogu Permai, Dataran Hijau, dan desa Bangio adalah Camat Suwawa Timur yaitu
saksi Nikson Gubali, S.Pd
Perbuatan terdakwa dilakukan dengan bekerja sama dengan dua orang saksi yaitu Yurni Ntau,
S.Pd, MM selaku Kepala Bagian Ekonomi Pemda Kabupaten Bone Bolango (dilakukan
penuntutan secara terpisah) dan Muhamad Idris Mataihu, S.Pd (dilakukan penuntutan secara
terpisah), dimana saksi Yurni Ntau juga mendapatkan keuntungan dari penjualan beras
RASKIN yang dijual oleh terdakwa dan juga ikut menjual jatah beras RASKIN ke pihak lain,
sedangkan saksi Muhamad Idris Mataihu juga menguntungkan diri sendiri dengan tidak
menyalurkan uang selisih penjualan beras RASKIN kepada Kepala-Kepala Desa Penerima
RASKIN.
Akibat tidak disalurkannya beras RASKIN Kecamatan Pinogu oleh terdakwa bersama dengan
saksi Yurni Ntau dan Idris Mataihu, negara mengalami kerugian keuangan dari Dana APBN
sebesar Rp255.801.000,00 dan kerugian dana APBD Kab. Bone Bolango sebesar
Rp60.060.000,00
Bahwa perbuatan terdakwa melawan hukum dan telah menguntungkan diri terdakwa atau
orang lain atau suatu korporasi yang telah atau dapat merugikan keuangan negara, terdakwa
diancam pidana melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU
No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Jo pasal 64 Ayat 1 KUHP
Bahwa perbuatan terdakwa telah menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri
terdakwa atau orang lain atau suatu korporasi yang telah atau dapat merugikan keuangan
negara, terdakwa diancam pidana melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah
dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Jo pasal 64 Ayat 1 KUHP

Bahwa perbuatan terdakwa adalah PNS atau orang lain yang ditugaskan menjalankan suatu
jabatan umum terus menerus atau untuk sementara waktu, dengan sengaja menggelapkan
uang atau surat berharga yang disimpan karena jabatannya, atau membiarkan uang atau surat
berharga tersebut diambil atau digelapkan oleh orang lain, atau membantu dalam melakukan
hal tersebut terdakwa diancam pidana melanggar Pasal 8 Jo. Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah
dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Jo pasal 64 Ayat 1 KUHP
Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Gorontalo
Nomor:13/PID.SUS-TPK/2014/PT.GTO tanggal 26 September 2014 yaitu
Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut
Menjatuhkan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda sejumlah
Rp200.000.000,00
Pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp42.450.000,00
Pemohon kasasi memohon keberatan atas penjatuhan hukuman terhadap Terdakwa Yasin
Naue mengenai uang pengganti sejumlah Rp42.450.000,00 yang menurut pemohon kasasi
belum mencerminkan rasa keadilan masyarakat dan belum membuat jera pelaku tindak pidana
serta belum menjadikan daya tangkal bagi orang yang akan melakukan kejahatan itu.
Mahkamah Agung memutuskan/mengadili untuk menolak permohonan kasasi dari Pemohon
Kasasi dengan alasan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri
Gorontalo dibuat berdasarkan pertimbangan yang benar, Judex Facti tidak salah dalam
menerapkan hukum.