Anda di halaman 1dari 75

Indikator Kinerja dan

Penetapan Kinerja

Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan:
Mampu memahami mengenai indikator kinerja
dan cara penetapan indikator kinerja
Mampu memahami cara penyusunan penetapan
kinerja.

Pokok Bahasan
1. Pengertian Indikator Kinerja
2. Syarat dan Kriteria Indikator Kinerja
3. Tipe dan Jenis Indikator Kinerja
4. Penggunaan Indikator Kinerja
5. Pengertian Indikator Kinerja Utama (IKU )
6. Tujuan Penggunaan Indikator Kinerja Utama
7. Langkah-Langkah Penetapan IKU
8. Penerapan Indikator Kinerja Utama
9. Pengertian Penetapan Kinerja
10. Tujuan Penetapan Kinerja
11. Keterkaitan dengan Sistem AKIP
12. Format Penetapan Kinerja

Pengertian Indikator Kinerja


Sesuatu yang dijadikan alat ukur kinerja atau hasil
yang dicapai
Ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan
tingkat pencapaian suatu kegiatan dan sasaran yang
telah ditetapkan, yang memberikan penjelasan baik
secara kuantitatif maupun kualitatif mengenai apa
yang diukur untuk menentukan apakah tujuan sudah
tercapai
Alat ukur yang digunakan untuk menentukan derajat
keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya
Ukuran kinerja yang digunakan untuk mengetahui
perkembangan upaya dalam mencapai hasil dan hasil
kerja yang dicapai

Indikator Kinerja
( Kep. Kepala LAN. No.239 tahun 2003 )

Ukuran kuantitatif dan/ atau kualitatif yang


menggambarkan tingkat pencapaian suatu
sasaran atau tujuan yang ditetapkan
organisasi
Indikator kinerja harus merupakan sesuatu
yang akan dihitung dan diukur serta
digunakan untuk menilai tingkat kinerja

Fungsi Indikator Kinerja


1. Memperjelas tentang apa, berapa dan bagaimana
kemajuan
pelaksanaan
kegiatan/program
dan
kebijakan organisasi
2. Menciptakan konsensus yang dibangun oleh berbagai
pihak terkait untuk menghindari kesalahan interpretasi
selama pelaksanaan kebijakan/program/kegiatan dan
dalam menilai kinerja instansi pemerintah yang
melaksanakannya
3. Membangun dasar bagi pengukuran, analisis, dan
evaluasi kinerja organisasi/unit kerja

SYARAT DAN KRITERIA


INDIKATOR KINERJA

Syarat-Syarat Indikator Kinerja


1. Spesifik (Spesific), Jelas dan fokus, dapat dipahami dan
tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi

2. Dapat diukur secara objektif baik kuantitatif


maupun kualitatif(Measurable), mempunyai
3.
4.
5.
6.

kesimpulan yang sama bila diukur oleh dua pihak yang berbeda
Dapat dicapai, dan penting(Attainable), Dalam lingkup kendali sesuai Tupoksi, mampu menyediakan datanya dan
harus berguna untuk menunjukan keberhasilan
Relevan, harus berhubungan dengan apa yang diukur
Berjangka waktu tertentu (Time bound), mempertimbangkan periode waktu tertentu pencapaiannya
Dapat dipantau dan dikumpulkan (Trackable),
dapat ditelusuri secara jelas sumber datanya

Kriteria Indikator Kinerja


Langsung
Objektif
Cukup
Kuantitatif (jika mungkin)
Terinci (jika Mungkin)
Praktis
Dapat diyakini

Langsung
Suatu indikator kinerja harus dapat mengukur
sedekat mungkin dengan hasil yang akan
diukur
Tidak seharusnya dikaitkan pada tingkat yang
lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dg
hasil yang diukur

Objektif
Indikator yang objektif tidak memiliki ambiguitas
mengenai apa yang akan diukur
Jadi terdapat suatu kesepakatan umum t entang
interprestasi terhadap hasil, yaitu indikator terse but hanya mempunyai satu dimensi dan tepat
secara operasional
Mempunyai satu dimensi artinya bahwa indikator
hanya mengukur satu fenomena setiap saat.
Hindari untuk menggabungkan terlalu banyak
fenomena dalam satu indikator.

Cukup
Berapa indikator kinerja yang harus digunakan
untuk mengukur suatu hasil tergantung pada:
a.Kompleksitas hasil yang akan diukur.
b.Sumber daya yang tersedia untuk memonitor
kinerja
c.Jumlah informasi yang diperlukan untuk
membuat keputusan yang memadai

Kuantitatif (jika mungkin)


Indikator kuantitatif adalah indikator dalam
angka.
Indikator kualitatif adalah indikator yang bersifat
pengamatan deskriptif ( pendapat ahli atas suatu
kekuatan instansi atau penjelasan mengenai
suatu perilaku)

Terinci ( jika mungkin)


Merinci/memilih hasil program di tingkat
masyarakat dari segi jenis kelamin, umur,
lokasi atau dimensi lainnya

Praktis
Indikator kinerja dikatakan praktis apabila data
dapat diperoleh pada saat yang tepat dengan
biaya yang wajar.
Dapat diyakini
Pertimbangan terakhir dalam memilih indikator
kinerja adalah apakah kualitas data yang
memadai untuk pengambilan keputusan dapat
diperoleh

TIPE INDIKATOR KINERJA


Kualitatif: menggunakan skala (misal: baik, cukup, kurang)
Kuantitatif absolut: menggunakan angka absolut (misal: 30
orang, 80 unit)
Persentase: menggunakan angka persentase (misal: 50%,
100%)
Rasio: membandingkan angka absolut dengan angka absolut
lain yang terkait (misal: rasio jumlah guru dibandingkan jumlah
murid)
Rata-rata: angka rata-rata dari suatu populasi atau total
kejadian (misal: rata-rata biaya pelatihan per peserta dalam
suatu diklat)
Indeks: angka patokan dari beberapa variabel kejadian
berdasarkan suatu rumus tertentu (misal: indeks harga saham,
indeks pembangunan manusia)
16

INDIKATOR KINERJA KUALITATIF


Adalah Indikator Kinerja yang dinyatakan dalam
bentuk kalimat tanpa ada unsur kuantitatif dan
menunjukkan kualitas sesuatu.
Indikator Kinerja kualitatif dapat terjadi jika sulit
menyatakan IK secara kuantitatif dan ini biasanya
timbul pada saat menetapkan indikator tujuan.
Misalnya tentang kepuasan pengguna jasa.

Indikator Kinerja Kuantitatif adalah:


Indikator Kinerja yang mengandung unsur angka
atau menyatakan kuantitas sesuatu.
Indikator Kinerja kuantitatif dapat berupa:

angka absolut
prosentase
rasio
atau indeks.

Indikator Sasaran
Adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian
sasaran untuk diwujudkan pada tahun
bersangkutan
Setiap indikator sasaran disertai dengan
rencana tingkat capaiannya (targetnya) masingmasing.
Indikator sasaran adalah outcome pada
indikator kegiatan

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN


1.Indikator Masukan ( Input )
2.Indikator Keluaran ( Output )
3.Indikator Hasil (Outcome )
4.Indikator Manfaat ( Benefit )
5.Indikator Dampak ( Impact )

INDIKATOR MASUKAN (INPUT)

Indikator Masukan:
Segala sesuatu yang dibutuhkan agar
pelaksanaan kegiatan dapat berjalan
untuk menghasilkan keluaran (output).
Contoh :
- Dana,
- SDM,
- Informasi,
- Kebijakan/peraturan per-uu-an

INDIKATOR KELUARAN (OUTPUT)

Indikator Keluaran:
Sesuatu yang diharapkan langsung
dicapai dari suatu kegiatan yang dapat
berupa fisik dan/atau non fisikyang
disediakan bagi stakeholder-nya
Contoh :
- Jumlah pelajar yang lulus
- Jumlah vaksinasi yang diberikan
kepada anak-anak
- Jumlah panjang jalan yang diperbaiki

INDIKATOR HASIL (OUTCOME)

Indikator Hasil:
Segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya
keluaran kegiatan pada jangka menengah
pengukuran memerlukan penelitian lebih lanjut
karena perlu dikumpulkan dengan sistem
pengumpulan data
Contoh :
-

Jumlah peserta yang dapat baca tulis setelah


menyelesaikan kursus membaca dan menulis.

Tingkat kelulusan mahasiswa

Perubahan persentase tingkat kematian dijalan raya.

INDIKATOR MANFAAT (BENEFIT)

Indikator Manfaat:
Sesuatu yang terkait dengan tujuan akhir dari
pelaksanaan kegiatan.
Contoh :
-

Tingkat pendapatan petani

INDIKATOR IMPACT (DAMPAK)


Indikator Dampak:
Pengaruh yang ditimbulkan baik positif maupun
negatif pada setiap tingkatan indikator berdasarkan
asumsi yang telah ditetapkan diukur setelah
berlalunya kegiatan atau program dalam jangka waktu
yang akan ditentukan kemudian
Contoh :
-

Persentase kenaikan pertumbuhan ekonomi

Persentase anak sekolah yang dapat melanjutkan


pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi

Persentase turunnya tingkat korupsi pada tingkat


nasional.

Contoh Indikator Kinerja


Pendidikan/Pengembangan SDM
Jumlah anak usia sekolah yang tertampung di SD
Rasio dosen yang berpendidikan S-2 keatas di PTN
Kesehatan dan Kependudukan
Tingkat pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin di Puskesmas
Jumlah rumah yg di fogging untuk mencegah penyakit deman berdarah
Aparatur Pemerintah :
Jumlah instansi pemerintah yang telah menyampaikan LAKIP
Jumlah PNS yang berpendidikan S1
Perhubungan/Transportasi :
Panjang jalan Propinsi yang berhasil dibangun
Penurunan jumlah penumpang KA Jabotabek yang tidak membeli karcis

Indikator Kinerja Utama


( Peraturan Menpan No. 9 tahun 2007 )

Adalah Ukuran keberhasilan dari suatu tujuan


dan sasaran strategis organisasi
Instansi Pemerintah diwajibkan menetapkan
indikator kinerja utama
Sasaran strategis adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang
lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih
pendek dari tujuan

Hakekat IKU
Indikator Kinerja Utama merupakan
indikator yang paling menentukan
( Strategis ) bagi kelangsungan hidup
suatu organisasi
Indikator Kinerja Utama merupakan
indikator kinerja yang dipilih dari sekian
banyak indikator kinerja yang dimiliki
organisasi tersebut

TUJUAN PENETAPAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA

1. Untuk memperoleh informasi kinerja yang


penting dan diperlukan dalam melakukan
manajemen kinerja secara baik;
2. Untuk memperoleh ukuran keberhasilan
yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan
peningkatan akuntabilitas kinerja.
29

Penetapan Indikator Kinerja Utama


Menteri/Pimpinan Lembaga untuk tingkat
kementerian/lembaga, unit eselon I dan unit
mandiri;
Sekjen Lembaga Tinggi/Lembaga lain untuk
tingkat lembaga,unit eselon I dan unit mandiri;
Gub/Bup/Wali untuk tingkat prov/ kab/kota,
SKPD dan unit kerja mandiri.

30

Penetapan
Indikator Kinerja Utama

Harus selaras antar tingkatan unit organisasi


Indikator
kinerja
utama
pada
tingkat
Kementerian
Negara/Departemen/LPND/Pemerintah
Provinsi/
Pemerintah
Kabupaten/Pemerintah Kota sekurang-kurangnya menggunakan
indikator hasil (outcome) sesuai dengan kewenangan, tugas, dan
fungsi;
Indikator kinerja utama pada unit organisasi setingkat eselon I
menggunakan indikator hasil (outcome);
Indikator kinerja utama pada unit organisasi setingkat eselon
II/SKPD/unit kerja mandiri sekurang-kurangnya menggunakan
indikator keluaran (output).
31

Pertimbangan Dalam Penyusunan IKU


Dokumen Perencanaan ( RPJM, Renstra, Kebijakan Umum
dan dokumen strategis lainnya yang relevan);
Bidang kewenangan, tugas dan fungsi;
Kebutuhan informasi kinerja untuk penyelenggaraan
akuntabilitas kinerja;
Kebutuhan data statistik pemerintah;
Kelaziman pada bidang tertentu;
Melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) dari
instansi pemerintah yang bersangkutan.

32

SCHEMA:
KERANGKA KERJA PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA

Identifikasi & Pengumpulan


sejumlah Indikator kinerja

Pembuatan Daftar Awal


Indikator Kinerja
Kriteria
Indikator
Kinerja yang
Baik

Bidang kewenangan, tugas


pokok dan fungsi
organisasi

Renstra, Arah kebijakan


umum, strategi penting
Keperluan Statistik
Pemerintah dan dunia
internasional

Konsultasi

Kebutuhan informasi
untuk pengelolaan
keuangan & kinerja

Penilaian &
Pemilihan

Kebutuhan informasi
untuk akuntabilitas

Penentuan & Penerapannya


33

Pengembangan IKU
Menggunakan prinsip-prinsip kehatihatian; kecermatan; keterbukaan dan
transparansi.
Pengaturan di lingkungan Instansi
Pemerintah ditetapkan oleh pimpinan
instansi pemerintah yang bersangkutan.
34

Keselarasan Indikator Kinerja


dalam Lingkungan
Pemerintah Daerah
RPJMD

Pemerintah
Daerah

Sekretariat
Daerah

Badan-badan

Indikator
Kinerja
Dinas-dinas

35

Renstra
Satuan Kerja

PEMANFAATAN IKU
Perencanaan
Stratejik

IKU

Perencanaan
Kinerja Tahunan
Evaluasi &
Pelaporan Kinerja

Pengukuran
Kinerja

Penganggaran
Kinerja

Penetapan
Kinerja

Keterkaitan Rencana Stratejik dengan Rencana Kinerja tahunan


Rencana stratejik
Tujuan

Sasaran

Cara Mencapai Tujuan


dan Sasaran

Uraian

Uraian

Indikator

Kebijakan

Program

Ket

IKU
Rencana Kinerja Tahunan
Sasaran
Uraian

Indikator

Rencana
Tingkat
Capaian
(target)

IKU

Program

Kegiatan

Ket

Uraian

Indikator
Kinerja

Satuan

Rencana
Tingkat
Capaian
(target)

Masukan
Keluaran
Hasil
Manfaat
Dampak

Rencana Kinerja Tahunan


Tahun : .........

Instansi :

Sasaran

Program

Uraian

Indikator Target

Meningkatnya mutu
SDM
tenaga
kesehatan

Jumlah orang
tenaga
dokter
dokter
spesialis
spesialis
Jumlah
tenaga
paramedis yang
trampil

orang
perawat
orang
bidan

Kegiatan

Ket

Uraian

Indikator

Satuan Target

Pengembangan
SDM tenaga kesehatan

1.Pening
katan
pendidikan
tenaga
dokter

Input
Dana
SDM
Output :
Jumlah
dokter yg
mengikuti
pendidikan
spesialis
Outcome :
Peningkat
an spesialisasi dokter
Benefits :
Impact :

Rp.
Orang

500 jt
5

Orang

Orang

Rencana Kinerja tahunan


Tahun :

Instansi :

sasaran
Uraian
1

Indikator

Target

Prog
ram
4

Kegiatan
Uraian
5

Indikator
6

2. Pelatihan Input :
tenaga
Dana
paramedis SDM
Output :
Jumlah
tenaga
paramedis
yg mengiBenefit :
kuti pendiMeningkatnya
dikan lanjutmutu pelayanan
an kesehatan
Outcome :
Impact :
Meningkatnya Terciptanya
kesejahteraan tenaga
para-medis
masy.
yang trampil

Ket
Satuan
7
Rp.
Orang
Orang

Orang

Taget
8

FORMULIR RENCANA STRATEGIS


RENCANA STRATEGIS
TAHUN . S.D ..
INSTANSI :

FORM RS

TUJUAN

SASARAN

CARA MENCAPAI
TUJUAN DAN
SASARAN

URAIAN

URAIAN

INDIKATOR

KEBIJAKAN

PROGRAM

KETERANGAN

IKU
onn 2004

RENSTRA
Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

IKU
Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

IKU

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

(1)

(2)

(3)

RENCANA
KINERJA
TAHUNAN

PENETAPAN
KINERJA

IKU
PENGUKURAN
KINERJA
Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

Realisasi

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

IKU

CONTOH-CONTOH IKU
NO

INSTANSI

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA1

PENDIDIKAN

Meningkatnya Mutu
Pendidikan

1. Angka Melek Huruf


2. Rata-rata nilai Ujian
Nasional
3. Angka Lulusan
4. Angka Partisipasi Sekolah

KESEHATAN

Meningkatnya Kualitas
Kesehatan Penduduk

1. Angka Usia Harapan


Hidup
2. Angka Prevalensi Penyakit
3. Angka Kematian

CONTOH-CONTOH IKU
NO

INSTANSI

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA1

AGAMA

Meningkatnya Kualitas
Pelayanan Kehidupan
Beragama

1. Jumlah Rumah Ibadah


yang Diiberikan Bantuan
2. Rasio Tempat Ibadah
persatuan penduduk

TENAGA KERJA

Meningkatnya Kualitas
Ktenagakerjaan

1. Tingkat Pengangguran
terbuka
2. Angka Pengangguran
3. Persentase Penduduk
yang bekerja terhadap
total penduduk

CONTOH-CONTOH IKU
NO

INSTANSI

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA1

PEMUDA DAN
OLAHRAGA

Meningkatnya Aktivitas
Kepemudaan

1. Jumlah Organisasi Pemuda


2. Jumlah Kegiatan
Kepemudaan

PERTANIAN

Meningkatnya Kproduksi dan


Produktivitas Pertanian
Tanaman Pangan

1. Tingkat Produktifitas Padi


2. Tingkat Produktifitas
Palawija
3. Luas areal tanam
Persawahan

CONTOH-CONTOH IKU
NO

INSTANSI

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA1

KOPERASI

Meningkatnya Kualitas
Koperasi

1. Persentase koperasi aktif


2. Persentase koperasi aktif
yang memiliki manajer
koperasi
3. Ersentase koperasi yang
dapat menjalankan
usahanya secara mandiri

PU

Meningkatnya Kualitas
Prasarana jalan Raya

1. Proporsi jaringan jalan


dalam kondisi baik
2. Rasio panjang jalan
perjumlah kendaraan
3. Panjang jalan yang
direhabilitasi

CONTOH-CONTOH IKU
NO

INSTANSI

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

PEMERINTAHAN

Meningkatnya Kualitas
Pelayanan Publik

1. Jumlah SKPD yang telah


mepunyai standar
pelayanan
2. Indeks Kepuasan
masyarakat terhadap
pelayanan Instansi
Daerah/ SKPD

10

DIKLAT

Terwujudnya Standar
pelayanan diklat yang
bermutu

1. Diperolehnya sertfikat
manajemen mutu ISO
2. Diperolehnya sertfikat
akreditasi dan reakreditasi
diklat
3. Tersusunnya SOP sistem
diklat

PENETAPAN KINERJA

Penetapan Kinerja
Merupakan tekad dan janji rencana kinerja yang
akan dicapai dan disepakati antara pihak
pengemban tugas dengan pihak yang
memberikan tugas
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi No. 29 tahun 2010 tanggal 31 Desember 2010
Tentang
Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Dokumen Penetapan Kinerja


Merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/
kesepakatan kinerja/ perjanjian kinerja antara
atasan dan bawahan untuk mewujudkan target
kinerja tertentu berdasarkan pada sumberdaya
yang dimiliki oleh Instansi
SKPD dan Unit kerja mandiri, menyusun penetapan kinerja setelah
menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan ditandatangani oleh
Gubernur/ Bupati/ Walikota dan pimpinan SKPD/ unit kerja
Unit kerja mandiri adalah unit kerja yang mengelola anggaran
tersendiri dan atau unit yang ditentukan oleh pimpinan instansi masingmasing

Pernyataan penetapan kinerja pemerintah


Provinsi/ Kabupaten/ Kota
Penetapan Kinerja tahun. ..
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahaan yang efektif, transparans
dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama
:
Jabatan
:
Pada tahun . . Ini berjanji akan mewujudkan target kinerja tahunan sesuai
lampiran perjanjian ini dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah
seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan
kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami
.., 20
Gubernur/Bupati/Walikota. .
.

Pernyataan penetapan kinerja Tingkat


SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
Penetapan Kinerja tahun. ..
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahaan yang efektif, transparans dan
akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama
:
Jabatan
:
Selanjutnya disebut pihak pertama
Nama
:
Jabatan
:
Selaku atasan langsung pihak pertama, selanjutnya disebut pihak kedua
Pihak pertama pada tahun . . Ini berjanji akan mewujudkan target kinerja tahunan
sesuai lampiran perjanjian ini dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah
seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan
kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab pihak pertama
Pihak kedua akan memberikan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi
akuntabilitas kinerja terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan
yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi
.., 20
Pihak Kedua
Pihak pertama

Formulir Penetapan Kinerja


Tingkat Pemerintah Provinsi/Kabupaten/kota
Provinsi/Kabupaten/ Kota :
Tahun Anggaran
:
Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target
3

Jumlah anggaran tahun : . Rp.


Tempat, ..20.
Gubernur/Bupati/Walikota. .
( . )

Penyampaian Dokumen
Penetapan Kinerja
Gubernur/ Bupati/ Walikota menyampaikan
dokumen penetapan kinerja kepada presiden
melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi selambatlambatnya 3 bulan setelah dokumen anggaran di
sahkan

Formulir Penetapan Kinerja


Tingkat Pemerintah Provinsi/Kabupaten/kota
Provinsi/Kabupaten/ Kota :
Tahun Anggaran
:
Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

1
Meningkatnya pendapatan
petani

Target

% peningkatan pendapatan
petani
Tingkat produksi padi per
Ha per musim tanam

Jumlah anggaran tahun : . Rp.


Tempat, ..20.
Gubernur/Bupati/Walikota. .
( . )

Formulir Penetapan Kinerja


Tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah
Satuan Kerja Perangkat Daerah
:
Tahun Anggaran
:
Sasaran
Strategis

Indikator Kinerja

Target

Program/
Kegiatan

Anggaran

Jumlah Anggaran :
Program.

: Rp. ..

Gubernur./Bupati/Walikota
..

(
)

Tempat, 20.
Kepala Dinas. ..
(

Formulir Rencana Kinerja Tahunan


Tingkat Pemerintah Provinsi/Kabupaten/kota
Provinsi/Kabupaten/ Kota :
Tahun
:
Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

Formulir Rencana Kinerja Tahunan


Satuan Kerja Perangkat Daerah
SKPD
Tahun

:
:

Sasaran Strategis
1

Indikator Kinerja
2

Target
3

Diskusi Kelompok
1. Bentuk kelompok sekaligus dengan strukturnya
(Ketua, Sekretaris, Juru bicara dan anggota)
2. Pilih salah satu instansi dari anggota kelompok
3. Buat rencana kinerja tahunan dari instansi yang
dipilih.( minimal dua sasaran dengan masingmasing indikator kinerjanya)
4. Format Rencana Kinerja tahunan yang dibuat
ditambah dengan satu kolom lagi yaitu kolom
Tujuan

Dinas/Badan :

Tujuan

Sasaran
Uraian

Rencana Kinerja Tahunan

Indikator
3

Kegiatan
Target Uraian
4

Indikator
kinerja
7

Input:
Output:
Outcome:
Benefit:
Impact

Ket

Satuan Target
8

10

Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja


Unit Kerja/SKPD :
Visi
:
Misi
:
Tujuan

Sasaran

Indikator

Target/Tahun
1

Tujuan I. .........

Sasaran I. ........

1. ............
2. ...........
3. ............

Sasaran II

1. ...........
2. ...........
3. ...........

TERIMA KASIH

Kaitan TAPKIN dan SAKIP


RPJM

Renstra
RKT
Performance
Feedback

RKA
TAPKIN
Kinerja Aktual

LAKIP
Perwakilan BPKP Prov.Sumbar

Lap. Keuangan

Format Penetapan kinerja


1. Pernyataan Penetapan Kinerja ;
2. Lampiran yang berisi:

Program-Program Utama
Sasaran yang mencerminkan sesuatu yang
akan dicapai
Ukuran-ukuran kinerja yang jelas (Indikator Kinerja Output dan atau
Outcome)
Rencana tingkat capaian untuk masing-masing indikator.
Anggaran untuk setiap Program Utama.

Perwakilan BPKP Prov.Sumbar

Pernyataan Penetapan Kinerja


Merupakan suatu pernyataan kesanggupan dari
pimpinan instansi/ unit kerja penerima amanah
kepada atasan langsungnya untuk mewujudkan
suatu target kinerja tertentu

Perwakilan BPKP Prov.Sumbar

Pernyataan penetapan kinerja ini paling tidak terdiri


dari :
a) Pernyataan untuk mewujudkan suatu kinerja
pada suatu tahun tertentu;
b) Tanggal ditandatanganinya pernyataan
penetapan kinerja;
c) Tanda tangan penerima amanah;
d) Persetujuan atasan langsung atau pemberi
amanah.

Perwakilan BPKP Prov.Sumbar

Tahapan Penyusunan Penetapan Kinerja


1.
2.
3.
4.

Penyusunan Rencana Strategis


Penyususunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT)
Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran
Menyusun Penetapan Kinerja

Perwakilan BPKP Prov.Sumbar

Keterkaitan Renstra dengan RKT


FORM RS
TUJUAN

SASARAN

STRATEGI

Uraian

Uraian

Indikator

Kebijakan

Program

KET
6

FORM RKT
SASARAN

PRO
GRAM

Uraian

Indikator
Kinerja

Target

Perwakilan BPKP Prov.Sumbar

KEGIATAN

KET

Uraian

Indikator
Kinerja

Satuan

Target

Keterkaitan RKT dengan TAPKIN


FORM RKT
SASARAN

PRO
GRAM

Uraian

Indikator
Kinerja

Target

KEGIATAN

KET

Uraian

Indikator
Kinerja

Satuan

Target

FORM TAPKIN
PROGRAM
UTAMA

SASARAN

Perwakilan BPKP Prov.Sumbar

IK OUTPUT

IK OUTCOME
Anggaran

Uraian

Uraian

Target

Uraian

Target

Sistem Akuntabilitas Kinerja


Instansi Pemerintah
Perencanaan
Strategis

(Renstra, Renja, PK)

Evaluasi dan
Pemanfaatan
Informasi Kinerja

Pengukuran
Kinerja

(instumen : IK)

(LAKIP)

Pelaporan
Kinerja
(LAKIP)
69

Sasaran RPJMD (outcomes)


Berkembangnya perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata
IK Sasaran (outcomes):
Peningkatan Jumlah kunjungan wisatawan
Dinas
% Peningkatan PDRB dari sektor pariwisata
Pariwisata
% Peningkatan PAD dari sektor wisata
Dinas Koperasi,
Perindustrian &
Perdagangan

IK Outputs :
Jumlah sentra usaha kecil
yang terbentuk
BAPPEDA
IK Outputs:
Juml. Tata ruang objek
wisata yang disusun
RPJMD yang tersedia

Dinas Pariwisata

IK Outputs :
Jumlah brosur dan
kalender wisata
tersedia
Jumlah kelompok sadar
wisata yang terbentuk
Jumlah promosi dan
atraksi wisata

Dinas PU
IK Outputs :
Panjang jalan ke wil.
wisata
Juml. jembatan yg
dibangun
Dinas Perhubungan
IK Outputs:
Jumlah rambu-rambu
jalan yang dipasang
di jalan ke wilayah
wisata
Jumlah trayek
angkutan ke wilayah
wisata
70

Sasaran RPJMD (outcomes)

Berkembangnya perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan

IK Sasaran (outcomes)
% Peningkatan Pendapatan Petani
% Produksi hasil pertanian
% Peningkatan pendapatan peternak
% kenaikan jumlah produkasi hasil peterenakan
% kenaikan jumlah produksi hasil perikanan

Dinas Pertanian& peternakan


IK.Outputs

Master plan balai pembenihan

Jlm balai benih induk, holtikultura & padi


Jml fasilitasi pembuatan kompos
Penyedian bibit unggul
Jml pelatihan ketrampilan peternak & petani
Jml pembinaan manajemen usaha peternakan
Jml fasilitasi kemitraan dengan dunia usaha
Pembangunan TPH

Dinas
Pertanian
& Peternakan

Dinas PU
IK Outputs :

Jml Perbaikan jaringan dan


pembangunan irigasi
Jml Rehabilitasi jaringan irigasi
Jml operasi irigasi
Jml perbaikan sarana dan
prasarana perhubungan di sentra
produksi

71

Perlu dibedakan ?
apa yang akan
dihasilkan?
apa yang akan
dikerjakan?
apa yang akan
dibuat?

Kasus -1

Terselenggaranya
sosialisasi

Kasus -2

Tersusunnya peraturan
perundang-undangan

Keselarasan Indikator Kinerja


dalam Lingkungan Kementerian

RPJMN

Renstra
Kementerian

Kementerian

IndiKator
Kinerja

Eselon I

Renstra
Unit Organisasi
Eselon II

75