Anda di halaman 1dari 7

Maksud dan Tujuan sosialisasi K3 :

1. Menekan serendah mungkin resiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat
hubungan kerja, serta meningkatkan produktifitas dan efisiensi kerja.
2. Dengan cara memelihara kesehatan tenaga kerja, maka pencapaian kinerja akan lebih
maksimal.
3. Pemeliharaan kesehatan dan keselamatan kerja dapat dilakukan dengan penerapan
penggunaan alat perlindungan diri. Penggunaan alat perlindungan diri dalam UndangUndang ketenagakerjaan juga merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan bagi
pekerja.
4. Pemakaian alat pelindung diri dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan
instrumen yang melindungi pekerja, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari
bahaya akibat kecelakaan kerja (penyakit dermatitis).
Pada kegiatan wawancara para pekerja pembangunan pos jaga memiliki daftar pertanyaan
seperti:
a. Waktu kerja yang dihabiskan dalam waktu sehari?
b. Berapa kisaran gaji/penghasilan yang diperoleh?
c. Jika sakit, apa yang dilakukan?
d. Apa penyakit yang biasa menyerang?
e. Dari pihak RT dalam menangani hal kesehatan seperti apa?

PENJABARAN ROLE PLAY

A. Proses Penyampaian
Pertemuan Pertama
1. Orientasi
Waktu : Minggu, 25 Oktober 2015 (pukul 08.00 WITA)
Durasi : 5 menit
Tempat : Lokasi Bangunan
Bahasan:
Perkenalan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore, salam sejahtera
untuk kita semua. Bagaimana kabar bapak sekalian? Semoga selalu dalam keadaan
sehat walafiat dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Pada sore hari ini
perkenalkan kami mahasiswa mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman.
Saya A, B, dan C yang akan memberikan penyuluhan dan D, E, dan F juga yang
akan membantu saya dalam memberi sosialisasi kepada bapak-bapak semuanya. Di
sini kami akan memberikan sosialisasi tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3). Sebelumnya, kita kenalan dulu ya pak! Ini dengan bapak siapa? Oke, kita
mulai ya.
Penjelasan latar belakang, tujuan, metode, dan materi kegiatan
Pertama, alangkah baiknya kita mengawali kegiatan kita hari ini dengan bacaan
basmallah bersama-sama. Bismillahirohmanirrohim. Saya akan menjelaskan latar
belakang, tujuan, cara, dan materi kegiatan sosialisasi kita hari ini. Apakah bapakbapak tahu mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)?
Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan upaya untuk mencegah atau
mengurangi kecelakaan atau penyakit saat bekerja. Peranan bapak-bapak sebagai
tenaga kerja sangat penting. Oleh karena itu, upaya perlindungan terhadap bapak-

bapak sekalian sangat perlu. Dengan cara memelihara dan meningkatkan kesehatan
bapak-bapak sekalian maka hasil kerja akan menjadi lebih baik.
Dari hasil penelitian, kebanyakan para pengrajin tahu menderita penyakit kulit atau
dalam bahasa ilmiahnya dermatitis. Bapak-bapak pasti menganggap penyakit ini
merupakan penyakit yang sepele bukan? Padahal penyakit itu cukup berbahaya bila
dibiarkan begitu saja. Selain itu, bapak-bapak juga bisa mengalami Infeksi Saluran
Pernapasan Atas (ISPA). Kami akan menyampaikan beberapa informasi ini dengan
cara penyuluhan. Nantinya kami juga akan memberikan poster mengenai Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (K3).
Kami juga akan mengajarkan bagaimana cara melakukan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja yang benar dan tepat. Tujuan untuk kegiatan ini adalah untuk
menjelaskan bahaya dan dampak tidak melaksanakan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3) di lingkungan pabrik tahu, tanda dan gejala, faktor yang menyebabkan,
serta pencegahan penyakit kulit atau dermatitis, ISPA, dan penyakit lain karena
tidak melaksanakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta higienisitas pada
proses pembuatan tahu.
2. Kegiatan inti
Waktu: Rabu, 12 Desember 2012 (pukul 15.05 WIB)
Durasi: 30 menit
Tempat : Rumah pengelola pengrajin tahu
Bahasan:
Sebelum saya memulai penyuluhan, saya ingin tahu. Apakah di pabrik tahu tempat
bapak-bapak bekerja telah melakukan K3? Terima kasih atas jawabannya ya Pak! Ini
ada sekedar hadiah untuk Bapak.
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, K3 adalah upaya untuk mencegah atau
menghilangkan kecelakaan atau penyakit saat bekerja. Saat membuat tahu bapak-bapak
menggunakan air cuka bukan? Nah, perlu diketahui air cuka apabila terkena kulit akan

menjadi penyebab penyakit kulit atau dermatitis. Atau saat mengolah tahu lebih sering
terkena air panas bukan? Apakah bapak-bapak tahu tentang penyakit dermatitis?
Dermatitis adalah penyakit yang dapat terjadi akibat dari terkena zat-zat kimia seperti
air cuka yang digunakan saat proses penggumpalan tahu. Dermatitis bisa disebabkan
pula apabila terkena air panas. Nah, ini gambarnya! Gejala atau tanda-tanda dermatitis
menurut Departemen Kesehatan tahun 2009 adalah iritasi, gatal-gatal, kulit kering dan
pecah-pecah, kemerah-merahan, dan koreng yang sulit sembuh. Penyebab lain
dermatitis yaitu proses pembuatan yang tidak mengukus bahan kedelai sebelum
dicampurkan pati kental sehingga hal ini memungkinkan jamur lebih mudah
berkembang dan dapat menimbulkan reaksi gatal pada kulit.
Kemudian saat melakukan proses perendaman dan penggilingan kedelai, apabila sikap
kerja yang tidak benar dapat mengakibatkan sakit pada otot, gangguan fungsi dan
bentuk otot, serta tumpahan cairan panas dapat menyebabkan luka bakar pada bagian
tubuh yang terkena. Saat melakukan penyaringan, uap panas yang timbul dapat
mengakibatkan peradangan atau Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA) dengan gejala
batuk, pilek, sesak napas, dan demam. Panas dapat menimbulkan banyak kehilangan
cairan, serta kemungkinan timbulnya kejang otot dan menurunnya kesadaran.
Saat proses pengolahan, hendaknya memperhatikan kebersihan makanan tersebut dan
kebersihan lingkungan kerja. Kebersihan lingkungan kerja yang kurang baik seperti
panas, lembab, lantai kotor dan basah, bau yang menyengat, dan lain-lain dapat
menimbulkan gangguan kesehatan seperti penyakit infeksi, gangguan kenyamanan
kerja, kecelakaan, penyakit alergi atau dermatitis. Penyakit infeksi yang sering diderita
perajin tahu adalah infeksi jamur, karena kondisi lingkungan kerja yang basah dan
lembab, yang merupakan kondisi yang lebih baik bagi jamur untuk berkembang biak.
Sirkulasi udara yang kurang memenuhi syarat dapat menimbulkan penyakit saluran
pernapasan, gangguan kenyamanan kerja, dan lain-lain. Apabila tahu diolah tanpa ada
penerapan higiene, maka hal demikian dapat merugikan konsumen atau pembeli. Tahu
menjadi tempat berkumpulnya kuman. Mereka yang mengkonsumsi tahu akan
menderita sakit perut atau diare. Sepintas diare terdengar merupakan penyakit sepele,
namun bukan alasan untuk mengabaikannya. Hal ini karena apabila seseorang

mengalami diare hebat akan mengakibatkan zat-zat gizi hilang dari tubuh, kehilangan
cairan tubuh, dan dapat meninggal bila kehilangan cairan tubuh lebih banyak.
Saat ini berita tentang penggunaan formalin pada makanan sedang heboh-hebohnya.
Apakah bapak-bapak tahu apa itu formalin? Apa bahayanya bila menggunakan formalin
untuk pengawet makanan terutama tahu? Formalin adalah zat kimia yang biasanya
digunakan untuk bahan pengawet mayat. Selain itu, formalin juga digunakan sebagai
anti bakteri atau pembunuh kuman sehingga dimanfaatkan untuk pembersih lantai,
kapal, gudang dan pakaian, pembasmi lalat, dan berbagai serangga lain. Coba bapakbapak bayangkan apa yang akan terjadi bila zat tersebut masuk atau terhirup ke dalam
tubuh kita? Formalin sangat berbahaya jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan. Akibat
yang ditimbulkan dapat berupa luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran pernafasan,
reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia. Jika kandungan dalam tubuh tinggi,
akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel, sehingga menekan
fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan kerusakan pada organ
tubuh. Formalin merupakan zat yang bersifat karsinogenik atau bisa menyebabkan
kanker. Beberapa penelitian terhadap tikus dan anjing pemberian formalin dalam dosis
tertentu jangka panjang secara bermakna mengakibatkan kanker saluran cerna seperti
adenocarcinoma

pylorus

atau

kanker

usus.

Penelitian

lainnya

menyebutkan

pengingkatan resiko kanker faring (tenggorokan), sinus, dan cavum nasal (hidung) pada
pekerja tekstil akibat paparan formalin melalui hirupan.
Nah, mengerikan bukan? Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan pencegahan.
Contohnya penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan, alas kaki, masker serta
alat pelindung diri lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan sangat dibutuhkan
pengrajin untuk menghindari diri dari penyakit akibat kerja seperti dermatitis atau ISPA.
Sangat diperlukan perilaku yang baik bagi setiap pekerja seperti pengetahuan yang baik,
sikap yang positif, dan tindakan yang sesuai dalam melaksanakan pekerjaan. Istirahat
yang cukup agar stamina tetap terjaga. Sekarang saya akan mempraktikkan cara
memakai sarung tangan yang benar. Pertama pastikan sarung tangan dalam keadaan
yang bersih. Kemudian pastikan saat memakai sarung tangan kanan untuk tangan kanan
dan sarung tangan kiri untuk tangan kiri. Memakai sarung tangan saat memasukkan air

cuka untuk menggumpalkan kedelai menjadi tahu dan saat mengaduk bahan kedelai saat
dikukus. Saat bekerja gunakan selalu alas kaki dan masker. Hindari merokok, terlebih
bekerja sambil merokok, pola makan yang tidak terartur dan tidak seimbang, ceroboh
dan tidak mengindahkan aturan kerja yang berlaku misalnya menolak anjuran
menggunakan alat pelindung diri, bercanda berlebihan dengan teman sekerja pada
waktu bekerja, menggunakan obat-obat terlarang atau minum-minuman berenergi secara
berlebihan. Selama bekerja, gunakanlah masker dan sarung tangan agar tahu tidak
terkena kotoran dari kita. Supaya saat bekerja lebih nyaman, pastikan lingkungan kerja
bersih dan sirkulasi udara cukup. Saat melakukan proses pembuatan tahu diusahakan
untuk menerapkan higienis atau kebersihan. Saat berhadapan dengan panas, gunakanlah
bahan pakaian yang menyerap keringat seperti bahan dari katun. Pastikan tidak ada
keringat yang menetes dibahan kedelai. Salurkan air bekas pembuatan tahu ke saluran
air. Saat proses memecah kedelai sebagai bahan tahu, gunakan tongkat yang terbuat dari
kayu. Setelah bekerja, bersihkan pabrik. Hindari penggunaan bahan pengawet
berbahaya seperti formalin karena formalin memang sangat berbahaya. Nah, ini gambar
dari K3, dipasang ditempat kerjanya ya Pak supaya bisa selalu ingat.
3.

Penutup
Waktu : Rabu, 12 Desember 2012 (pukul 15.35 WIB)
Durasi : 5 menit
Tempat : Rumah pengelola pengrajin tahu
Bahasan:
Pemberi promosi kesehatan mengakhiri kegiatan dengan pemberian alat Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (K3)
Nah, tidak terasa masuk dipenghujung acara. Bagaimana perasaan bapak-bapak
setelah mengikuti penyuluhan ini? Coba kita ulangi lagi tadi kita membahas apa
saja? Ya benar sekali Pak! Ternyata Bapak memperhatikan sekali penyuluhan kali
ini. Di sini kami ada beberapa alat untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

untuk bapak-bapak semuanya. Dipakai terus ya sesuai dengan yang kami ajarkan
tadi!
Pemberi promosi kesehatan menjelaskan kontrak selanjutnya mengenai pemantauan
Tentunya bapak-bapak semuanya ingin sehat selalu selama bekerja? Oleh karena
itu, apa yang telah kami ajarkan tadi dipraktikkan selalu ya Pak. Nah, untuk itu,
kami akan kembali ke sini lagi hari Selasa tanggal 4 Desember 2012 jam 10 pagi
untuk melihat apakah bapak-bapak sudah mempraktikkan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) dan higienisitas tahu atau belum. Bagaimana bapak-bapak
semuanya? Bersedia tidak Pak?
Pemberi promosi kesehatan menyampaikan kesimpulan dan ucapan terima kasih
kegiatan dan mengakhiri acara hari itu dengan pembacaan doa
Terima kasih ya bapak-bapak semuanya sudah bersedia meluangkan waktunya
untuk mengikuti penyuluhan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) hari
ini. Kami harap, bapak-bapak dapat menerapkannya saat bekerja secara terus
menerus agar kesehatan bapak-bapak tetap terjaga dan bisa bekerja dengan baik.
Karena tadi kita memulai dengan basmallah maka mari kita akhiri kegiatan kita kali
ini dengan bacaan hamdallah. Alhamdullillahirobbilallamin. Terima kasih sekali
lagi

ya

Pak!

wabarokatuh.

Semoga

bermanfaat.

Wassallamualaikum

warahmatullahi