Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN PADA

NEONATUS
(RESUSITASI PADA BBL)

THALHA ALI, S.Pd, SKM

TERJADINYA GAWAT JANIN


Sebelum

terjadi asfiksia biasanya


didahului dengan hipoksia (gawat janin)
yang ditandai dengan terjadinya Denyut
Jantung Janin yang kurang atau melebihi
ambang batas normal (Bradikardi dan
Tajikardi).

Jika

terjadi kondisi seperti diatas maka


asuhan yang diberikan :
-

Observasi ketat pada kala I

Ibu diberi O2

Atur posisi ibu

Setelah

asuhan diberikan, tunggu dan


periksa DJJ 3 kali berturut, jika tetap
(Bradikardi) atau kurang dari 120 x/menit
pasien dirujuk

KONDISI-KONDISI IBU YANG


MEMUNGKINKAN UNTUK TERJADI
GAWAT JANIN :
-

Ibu dengan hipertensi

Adanya riwayat perdarahan hamil muda

Ibu dengan demam tinggi

Kehamilan serotinus

Ibu dengan penyakitkronis (asma, DM)

Kehamilan gamelli

Hidramnion

Kondisi-kondisi bayi yang memungkinkan untuk terjadi


gawat janin :
-

Tali pusat menumbung

Lilitan tali pusat

Persiapan :
-

Alat harus siap pakai (steril)

Tempat harus satu ruangan (berdekatan dengan ibu


bersalin) karena waktunya hanya 30 detik.

Ruangan cukup terang (lampu 60 watt) dan hangat

Meja resusitasi harus rata dan keras

RESUSITASI PADA BAYI BARU LAHIR

Sebelum bayi lahir ada 2 pertanyaan :


1.

Apakah hamil cukup bulan?

2.

Apakah air ketuban mengandung mekonium?

.Setelah

lahir : Bayi tidak bernapas secara spontan

Jika air ketuban mengandung mekonium, saat kepala


sudah lahir lakukan isapan lendir. Setelah bayi lahir
seluruhnya lakukan isapan lendir ulang dimeja resusitasi.

JIKA TERJADI ASFIKSIA, TANDATANDANYA :


Bila bayi tidak bernapas spontan segera setelah lahir,
lakukan pemotongan tali pusat tanpa diikat dan bayi segera
diberi selimut sehingga seluruh bayi tertutup (kecuali muka bayi)
kemudian bayi lagsung dibawa kemeja resusitasi, Lakukan 6
langkah awal :
1.

Jaga bayi tetap hangat

2.

Atus posisi sehingga kepala bay sedikit ekstensi

3.

Isap lendir dari mulut (5 cm) dan hidung (3 cm) dengan de


lee

4.

Keringkan dan rangsangan taktil kemudian ganti selimut

5.

reposisi

6.

evaluasi

EVALUASI/PENILAIAN YANG DILAKUKAN


JIKA BERHASIL :
1.

pernapasan dinilai dalam 1 menit

2.

jika >30 x/menit, resusitasi dianggap berhasil.

3.

Lanjutkan perawatan Bayi Baru Lahir normal dengan


posisi kangguru

4.

Beritahu ibu jika ada tanda-tanda bahaya segera lapor


kepetugas. Tanda-tanda bahaya pada pasca resusitasi :
a.

Jika terjadi kesulitan bernapas

b.

Kondisi kulit bayi biru

c.

Bayi merintih, ngorok

d.

Terjadi retraksi dinding dada

Evaluasi/penilaian yang dilakukan Jika tidak


berhasil :
Pernapasan <30 x/menit, lanjutkan dengan
Ventilasi sebagai lajutan resusitasi yang gagal.
Pengertian Ventilasi adalah memasukkan
sejumlah udara kedalan alveoli paru-paru untuk
membuka jalan napas.

VENTILASI ADA 2 MACAM:


1.

Ventilasi percobaan
Ventilasi percobaan : tiupan udara yangdimasukkan
kedalam saluran napas bayi yang bertujuan untuk
meyakinkan bahwa jalan napas bayi benar-banar sudah
terbuka, caranya :
-.

Sungkup dipasang dengan benar sehingga kedua


tangan penolong dapat mebentuk huruf C (ibu jari
dan jari tengah).

-.

Tiupkan udara melalui sungkup dengan tekanan 30


cm air sebanyak 2 kali

-.

Keudian nilai apakah dada bayi mengembang

NEXT...
-

Jika sudah 2 kali tidak mengembang, kemungkinan :

Pemasangan sungkup yang tidak benar sehinga


ada kebocoran

Posisi kepala bayi yang kurang menghidu

Mungkin masih ada lendir, lanjutkan penghipasan


lendir

Setelah kegiatan diatas dilakukan dengan benar,


lanjutkan dengan ventilasi definitif

2. VENTILASI DEFENITIF
-

Waktu pelaksanaan hanya 30 detik dengan tekaknan 20


cm air, dilakukan sebanyak 20 kali

Lanjutkan dengan penilaian :

Bila pernapasan >30 x/menit, dinyatakan berhasil

Jika ventilasi dilakukan sebanyak 2 kali, pernapasan


tidak mencapai 30 x/menit maka ventilasi dianggap
gagal segera lakukan rujukan.

Kriteria
.
.

hasil:
Jika berhasil lanjutkan dengan BBL
Jika gagal setelah dilakukan resusitasi,
maka lakukan rujakan
Tidak ada harapan untuk rujukan, bayi
dinyatakan meninggal.