Anda di halaman 1dari 18

Penelitian Paradigma Sipiritual

By :
Iwan Fitrah
Ronal Semuel Blegur
Adam Handry Saputra

Kamus oxford mendefinisikan spiritual sebagai sebuah


kata sifat
Yang berkaitan dengan atau berpengaruh pada jiwa/
roh manusia dibandingkan dengan hal-hal materi atau
Kaitan Spiritualitas di Dalam Suatu Penelitian
fisik.
Yang berkaitan dengan agama atau keyakinan
Pemahaman aspek diri (self) pada penelitian kuantitatif
beragama
membawa konsekuensi pada ontologi, epistomologi, dan
metodologi. Hingga bukan suatu hal yang berlebihan jika
metode penelitian pada ujungnya juga menyangkut aspek
spiritual, terutama jika seseorang memahami diri (self)-nya
secara utuh (Bladon, 2007 dalam Triyuwono, 2013 ).

Tesiss Jurnal

SSRF (Spiritual Science Research Foundation) :


mendefinisikan kata spiritual sebagai semua unsur/
elemen di luar batas panca indra, pikiran (yaitu
perasaan, emosi dan hasrat kita) dan akal budi/
intelek (yaitu proses pengambilan keputusan dan
kemampuan nalar).

Teori

Penelitian Paradigma
Defenisi Spiritual
Sipiritual

Beberapa Intisari yang dapat kami temukan berkaitan dengan


penelitian menggunakan konsep (paradigma) spiritual adalah
sebagai berikut :
metode penelitian positivis memasuki wilayah kuantitatif
dan kualitatif. Sementara penelitian dengan paradigma

Tesiss Jurnal

Lebih jauh mengenai Metode Penelitian Paradigma Sipiritual,


dalam hal ini kami sepenuhnya merujuk pada sebuah
penelitian Triyuwono, 2013 :
[MAKRIFAT] METODE PENELITIAN KUALITATIF [DAN
KUANTITATIF] UNTUK PENGEMBANGAN DISIPLIN
AKUNTANSI

Teori

Tujuan Penelitian Menggunakan Aspek (Paradigma)


Spiritual
Tujuan penelitian, khsususnya penelitian akuntansi dengan
paradigma spiritualis adalah membangkitkan kesadaran
ketuhanan (to awaken god-consciousness). Paradigma ini
menghendaki agar ilmu akuntansi yang dihasilkan dari
sebuah proses penelitian dapat membangkitkan kesadaran
ketuhanan.
Metode PenelitianParadigma Sipiritual

Tesiss Jurnal

Paradigma interpretivis, kritis, posmodernis, dan spiritualis


menggunakan metode kualitatif dengan orientasi
penelitainnya pada kontruksi teori.
Spiritualis menjadi semakin jelas dlm akuntansi jika
didefinisikan misalnya sebagai akuntansi syariah :
Seni dan ilmu meracik informasi yang berfungsi sebagai
doa dan dzikir untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,
mental, dan spiritual manusia dalam rangka beribadah
dan kembali kepada Tuhan dengan jiwa yang suci dan
tenang
Penelitian menggunakan paradigma spiritualitas
menggunakan desain penelitian suka-suka, yang dapat
kami artikan bahwa model penelitian ini boleh
menggunakan seluruh desain penelitian yang, kemudian alat
analisisnya mengunakan instuisi
Pada penelitian spiritualis, disain penelitian tidak bersifat
konkrit sebagaimana beberapa jenis penelitian lainnya.
bersifat tidak konkrit disini salah satunya menunjukan
bahwa penelitian ini menggunakan kekuatan di balik
saya, yang pada dasarnya kekuatan tersebut adalah
pikiran tuhan, penelitinya juga penuh dengan kehadiran

Teori

Sambungan........

Tesiss Jurnal

Oleh : Asdar, 2014


A. LATAR BELAKANG
Adanya history Praktek akuntansi yang ditulis tahun
765H/1363M
Qs. Al Baqarah : 282 Islam mendorong praktek akuntansi
Akuntansi yang dalam bahasa Arabnya adalah Muhasabah,
Hisab, yang alam Harahap (1997:276) dditemukan 109 kali
dalam Al Quran.
Simanjuntak dan Januarsi (2011) organisasi keagamaan
merupakan entitas publik dengan pengembangan nilai-nilai
spiritualitas .
B. PENDAHULUAN
Akuntansi dalam lembaga keagaamaan merupakan
1. Rumusan Masalah
jawaban Horizontal maupun vertikal
pertanggung
Terdapatnya akuntansi dalam dimensi spiritual dan dengan
(Muhammad, 2002)
pendekatan berdasar pada theologi Islam
Akuntasi tidak hanya dalam konteks akuntansi materialis,
melainkan juga dalam konsep akuntansi non material.
2. Tujuan Penelitian
Menemukan makna kehadiran akuntansi dalam pengelolaan
masjid

Teori

Tesis : Praktik akuntansi Dalam


pengelolaan Masjid

Tesiss Jurnal

Sifat penelitian ini terkait proses memaknai realitas sosial


dengan nilai-nilainya. Meskipun arti kata memaknai menurut
Triyuwono (2009:2017) begitu dekat dengan dengan kajian
interpretif. Namun, adanya fakta-fakta sosial berupa integrasi
nilai-nilai islam pd praktik akuntansi dlm pengelolaan manajemen
masjid, suatu aqidah, dalam hal ini adalah Islam. Sehingga jika
diangkat dari nilai-nilai kepercayaan (religi) yang mengandung
makna spiritual, maka mencuatkan paradigma sendiri, yaitu
paradigma spiritual.

Teori

3. Kontribusi Penelitian
Membawa praktik akuntansi lembaga keagamaan menuju ke arah
yang lebih baik
Pengembangan pengetahuan akuntansi dalam konteks organisasi
keagamaan
C.
METODOLOGI
PENELITIAN
Pengayaan
informasi
terkait nilai-nilai islam dlm praktik akuntansi
Merupakan penelitian non-positivistik
keagamaan.
Fokus pada proses untuk menemukan / memahami fakta-fakta
sosial dlm praktek akuntansi organisasi keagamaan dari
perspektif dalam diri (inner perspektive) berdasarkan subjek
pelaku, dan nilai-nilai pelaku disini diangkat dari
spiritualitasnya.
D. PENELITIAN

G. PENELITIAN TERDAHULU
Studi akuntansi di organisasi keagamaan (swaon dan
Geredor, 1988 dalam Roada, 2011)
Adanya relevansi yang antara Islam dan akuntabilitas
(Lighbody, 2001 dan West &Zech )
Simanjuntak dan Januarsi (2011) menganalisa akuntabilitas
dan pengelolaan keuangan di masjid .

Tesiss Jurnal

F. TEKNIK ANALISA DATA


Pola pikir normatif u/ mengetahui pandangan Alquran dan
kaitannya dengan praktek akuntansi di masjid
Pola pikir Empiris melihat apa dan bagaimana konsep
akuntansi yang ada di lapangan.

Teori

E. PROSES PENELITIAN
Penentuan situs penelitian Masjid Abu Dzar Al-Ghifary,
Malang.
Memilih informan berdasarkan tugas dan keterlibatan serta
keaktifan dalam kegiatan masjid tersebut, g
Sumber data dan metode pengumpulan data : 1)
Observasi , 2) Dokumentasi, 3) Wawancara,


2. Prinsip akuntansi pada pengurus masjid adalah pemahaman
yang benar atas penyajian laporan keuangan dengan
penekanan pada kejujuran, informatif, mudah dipahami semua
pihak, tak terkecuali teruntuk orang awam sekalipun.
QS Al Baqarah:42 Dan janganlah kalian campur adukan
yang haq (kebenaran) dan yang bathil (kecurangan)...dan

Tesiss Jurnal

1. Akuntansi sebagai Muhasabah, selain bermakna


perhitungan/pembukuan keuangan melakukan muhasabah
introspeksi diri
QS. Al Ahzab:52 Bahwasannya Allah terhadap sesuatu
maha mengawasi
Qs. At Taghaabun:4 dan QS. Al Baqarah:235 Allah maha
mengetahui segala sesuatu baik yang tampak atau yang
tidak (yang dirahasiakan).
Makna introspeksi diri agar ia benar-benar tahu tentang
dirinya. Sehingga ia dapat mengetahui sebab-sebab
penyelewengan dari kebenaran, kemudian dilanjutkan
dengan mengkoreksi diri sebelum habis umurnya (Syahatah,
2001:49).

Teori

H. PEMBAHASAN

Tesiss Jurnal

I. KESIMPULAN
Prinsip akuntansi yang benar dlm kontek pemahaman
pengurus masjid bukan pd prinsip sesuai dengan standar
akuntansi keuangan modern, melainkan mensyaratkan nilai
keikhlasan, keadilan, pertanggung jawaban dan kebenaran
Akuntabilitas dalam islam adalah amanah dalam dimensi
hubungan manusia dengan Allah, maka seluruh bentuk
aktifitasnya insya Allah menjadi ibadah di hadapan Allah
SWTY. Dan juga sebagai amanah secara horizontal, sehingga
tanpa terkecuali dengan demikian akan melahirkan
kepercayaan orang lain (trustable).

Teori

3. Akuntansi dalam pengelolaan masjid


Adanya ambu-rambu prinsip umum yang harus diikuti dalam
bermuamalah (Qs. Al Baqarah : 282) agar manusia disiplin
dalam hal pembukuan dan catat mencatat (akuntansi).
Akuntansi organisasi keagamaan memiliki domain publik
(para anggota, umat/ pengikut agama di organisasi keagaam
tsb (Bastian:217).
Akuntansi di masjid itu penting, ndak bisa diabaikan karna
menyangkut uang rakyat. (ketua DM)

Oleh :Iwan
Triyuwono

II. Study Sebelumnya


Studi Wulandari (2012) telah memberikan informasi tentang
apa makna pemain bagi manajemen, yaitu pemain sebagai
aktiva (asset)
Burton & Chadwick (2014), Spieler et., al. (2007), Humara
(2005),
Niednagel (2004), dan Hyllegard et., al. (2001)
memberikan perhatian pd aspek pemain, mulai dari kateristik
fisik, aspek psikologis, faktor lingkungan, sampai aspek
branding.
Bagi mereka, rekruitmen pemain sepak bola
merupakan titik krusial untuk kinerja dan nama baik Klub di
masa yg akan datang
Pengembangan karir pemain tidak hanya ditopang oleh
dirinya sendiri, tetapi juga oleh keberadaan Klub, manajemen,
dan pihak lainnya. Interaksi dari berbagai pihak sangat
menentukan keberadaan para pemain

Tesiss Jurnal

I. Latar Belakang
Penelitian ini bertujuan membangun konsep kinerja klub sepak
bola dengan menggunakan budaya khas kota Malang, yaitu
budaya basa wali-an, malangkucecwara dan salam satu jiwa.

Teori

Jurnal Akuntansi Multiparadigma


SPIRITUALITAS AKUNTANSI MALANGAN:
SALAM SATU JIWA DAN KONSEP KINERJA KLUB SEPAK BOLA

Tesiss Jurnal

IV. Paradigma dan Desain Penelitian yang Digunakan


a. Paradigma
Menggunakan cara pandang spiritualis (spiritualist paradigm).
Menekankan pada keutuhan sebuah konsep, yaitu keutuhan
aspek kemanusiaan, budaya, spiritualitas, dan ketuhanan
Alasan utama menggunakan paradigma ini adalah agar
konsep kinerja yang dihasilkan bersifat lebih utuh (bila
dibandingkan dengan menggunakan paradigma yang lain).
Karena, paradigma spiritualis memang lebih menekankan
pada keutuhan realitas
Menurut paradigma ini, realitas berada dalam satu kesatuan,
bahkan dalam satu kesatuan dengan Tuhan (Chodjim 2013;
Mustofa 2005)
Alasan berikuta adalah untuk memberikan nuansa ygberbeda
dg paradigma modernis yg melihat realitas secara terpisah.
Bagi paradigma modernis, realitas yg satu selalu berada
dlmkeadaan terpisah dgrealitas yg lain. Bahkan paradigma ini
tdk memberikan ruang sama sekali bagi Tuhan. Sehingga

Teori

III. Pertanyaan penelitian


Penelitian ini mengangkat pertanyaan: bagaimana bentuk
konsep kinerja klub sepak bola dengan menggunakan budaya
lokal Malang?

1
0

Teori
Tesiss Jurnal

Yang
terakhir,
paradigma
spiritualis
memberikan
pembelajaran bagi kita semua bahwa berspiritualpun dpt
dimulai dg melakukan penelitian ttg kinerja Klub sepak bola.
Kegiatan ilmiah yg spiritual ini juga merupakan jalan bagi
setiap peneliti untuk mengenal Tuhan lebih dekat dan
merupakan jalan bagi peneliti utk kembali pd Tuhan dg jiwa
yang suci dan tenang
b. Desain penelitian
Disain penelitian spiritualis (memang tidak umum digunakan)
merupakan disain penelitian yang berdasarkan pada
spontanitas spiritual. Spontanitas spiritual dapat dimiliki oleh
setiap orang dengan kadar yang sangat bervariasi
Spontanitas spiritual pada dasarnya merupakan pengalaman
keterhubungan spiritual antara seseorang dengan lingkungan
dan Tuhan. Keterhubungan spiritual ini sebetulnya adalah
suatu hal yang nyata, karena segala sesuatu adalah bagian
yang satu dengan Tuhan seperti yang telah dijelaskan di atas
(Chodjim 2002; 2003; 2013; Mustofa 2005)
Disain penelitian spiritualis tidak memiliki metode yang baku
sebagaimana yang ditemukan pada penelitian positivis
maupun non-positivis lainnya. Metode yang digunakan
sepenuhnya mengikuti gerak spirit (ruh) dalam diri peneliti
(Aman 2014; 2013; Seale 2001; Lee 1999)

1
1

Teori
Tesiss Jurnal

V. Metode yang Digunakan


Komunikasi dengan Tuhan melalui doa, tafakkur, dan dzikir
merupakan bagian yang sangat penting untuk
mendapatkan inspirasi (ilham) (Aman 2014; 2013; Newberg
& Waldman 2009)
Data yang digunakan adalah data empiris dan non-empiris
Data menjadi bahan bagi peneliti untuk diolah di alam
bawah sadar sehingga peneliti mendapatkan pemahaman
intuitif atas realitas di dunia empiris (Aman 2013; 2014;
VI. Prosedur
Penggunaan
Metode
Newberg &
Waldman 2009;
Murphy 2006).
1. Berdoa kepada Tuhan, yaitu memohon perkenan Dia untuk
memberikan ide tentang metode dan alat apa yang cocok
untuk menganalisis data yang sudah tersedia
2. Selalu memikirkan (tafakkur) apa yang akan dianalisis,
dibahas, dan diargumentasikan
3. Mengakses energi ilmu Tuhan (dzikir). semuanya
diinteraksikan sedemikian rupa dengan kesadaran dan
kepasrahan mendalam sehingga akhirnya memperoleh
inspirasi (Aman 2014; 2013; Newberg & Waldman 2009)
Melalui proses tersebut, diperoleh inspirasi berupa bola
(melalui pandangan imajiner). Artinya, alat yang digunakan
untuk menganalisis data adalah dengan menggunakan
metafora bola. Oleh karena itu, pembahasan ini
menggunakan metafora bola.

1
2

b. Malangkucecwara
Garis penghubung yang berfungsi sebagai alat pembalik ini
mengandung sebuah nilai, yaitu nilai yang terkandung dalam
kata malangkuewara (Tuhan menghancurkan kebathilan dan
menegakkan kebenaran)
Para
1.
2.
3.
4.
5.
6.

pihak (Stakeholders) sebagai dimensi luar :


Pemain,
Pemilik,
Pengelola,
Pelatih,
Pendukung (supporter), dan
Pendonor

Tesiss Jurnal

a. Basa walik-an
Dengan menggunakan konsep basa walik-an tersebut, kita
membalik sesuatu yang sifatnya eksternal dan materi (yaitu,
laba sebagai tujuan puncak atau tujuan eksternal) menjadi
sesuatu yang sifatnya internal dan spiritual

Teori

VI. Analisis Data

1
3

Teori
Tesiss Jurnal

Sambungan........
Para pihak (Stakeholders) sebagai dimensi luar :
1. Pemain
Tali malangkuewara dalam konteks pemain ini berupa
ketrampilan, keramahan, pengalaman, prestasi, komitmen,
loyalitas, profesionalitas, kedisiplinan, dan bakat (talenta)
2. Pemilik
Tali malangkuewara dalam konteks pemilik: pelihara,
perhatian, keberlangsungan, tanggung-jawab, dan ikhlas
3. Pengelola
Tali malangkuewara dalam konteks pengelola: pelihara,
perhatian, keberlangsungan, tanggung-jawab, kreasi, inovasi,
ikhlas, dan ikhsan
4. Pelatih
Tali malangkuewara dalam konteks pelatih: sabar, tekun,
kreatif, inovatif, edukatif, ikhlas, dan ikhsan
5. Pendukung
Tali malangkuewara dalam konteks pendukung: sopan,
hormat, toleran, sabar, dan bertanggungjawab
6. Pendonor
Tali malangkuewara dalam konteks pendonor: perhatian,
pemberi, ikhlas, dan ikhsan

1
4

o Kinerja Klub sepak bola merupakan konsep yang


mengutamakan manusia sebagai makhluk mulia, di mana
kemuliaannya terukur pada seberapa jauh manusia tersebut
telah tunduk dan patuh pada kehendak Tuhan. Semakin
tunduk dan patuh, maka semakin bertakwa dan mulia.
o Dengan metafora bola dan konsep basa wali-an, maka konsep
kinerja yang biasanya berorientasi keluar (materi) kemudian
dibalik dan diarahkan ke dalam (spiritual). Bagian luar bola
dikonotasikan sebagai kulit luar yang sifatnya materi (seperti
keinginan untuk mendapatkan laba maksimal, aktiva yang
besar, dan akumulasi modal)

Tesiss Jurnal

VII. Hasil Penelitian


KONSEP KINERJA BERKETUHANAN

Teori

c. Titik pusat bola: Tuhan Sebagai Tujuan Akhir


Semua dimensi yang ada dalam konsep ini menuju pada titik
pusat melalui jalan kebenaran malangkuewara. Titik pusat
dari bola ini adalah kosong, tetapi ada. Keberadaannya
mutlak, karena Dia adalah Yang Maha Mutlak di mana semua
makhluk akan kembali.

1
5

Tesiss Jurnal

o Dari kulit materi ini kemudian ditarik ke dalam dengan


menggunakan tali kebenaran malangkuewara, yaitu tali
pada tataran mental yang dapat menghubungkan lapisan
materi sifat manusia ke lapisan terdalam, yaitu titik pusat
bola, yang tidak lain adalah titik Tuhan
o Titik Tuhan ini yang menjadi tujuan final dari semua para
pihak yang terlibat secara langsung atau tidak di Klub sepak
bola. Titik Tuhan diindikasikan dengan takwa, yaitu suatu
kondisi di mana manusia merasakan secara sadar ketundukan
total pada kehendak Tuhan YME
o Setiap pihak, dapat menggunakan jalur profesinya masingmasing untuk masuk kedalam titik Tuhan (takwa) melalui jalan
kebenaran mental malangkucecwara sebagai jembatan
peghubung antara titik kesejahteraan materi, sebagai bagian
terluar dari bola dengan Tuhan.

Teori

Sambungan....

1
6

Habis..........
....