Anda di halaman 1dari 9

ETIKA BISNIS

BA-MKU Kwu UNS- Solo


Oleh : Jumiyanto Widodo

ETIKA :
sama artinya dengan MORAL, yang berarti adat kebiasaan
atau cara hidup seseorang dalam melakukan perbuatan yang baik dan benar
dari sudut budaya, susila dan agama, dan tindakantindakan yang
dikategorikan sebagai tindakan yang buruk oleh suatu masyarakat

ETIKET :
Berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam
pergaulan formal yang berisikan tentang pedoman atau norma tertentu
yang mengatur bagaimana suatu perbuatan dilakukan atau tidak
dilakukan
MELOBI merupakan rangkaian usaha yang dilaksanakan untuk
mempengaruhi pihak yang menjadi sasaran agar mempunyai sudut
pandang positif terhadap topik tertentu. Lobi akan menjadi
katalisator bagi pencapaian tujuan.
NEGOSIASI adalah proses pertukaran barang atau jasa antara 2 pihak
atau lebih, dan masing-masing pihak berupaya untuk menyepakati
tingkat harga yang sesuai untuk proses pertukaran tersebut. Sedang
dalam komunikasi bisnis, negosiasi adalah suatu proses dimana dua
pihak atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama atau
bertentangan, bertemu dan berbicara untuk mencapai suatu
kesepakatan.

Ethical is what my feeling tell me is right?

KONTINUM PEMBELAJARAN ETIKA


BISNIS
Berikan tanggapan thd pernyataan :
1. Ethical is what my feeling tell me is
right (Berperilaku etik, karena sudah
sesuai dengan feeling mereka =
kebenaran pribadi).
2. Berperilaku etik, karena memenuhi
harapan orang lain.
3. Perilaku seseorang juga dibatasi oleh
perilaku orang lain.
4. Hubungan pergaulan sebagai aspek
kehidupan moral, bagaimana
mempertahankan dan memelihara
kehidupan

Etika bisnis dapat meliputi scope institusi maupun


pribadi

Etika bisnis institusional berhubungan dengan pihak luar


berkenaan dengan kegiatan/manajemen institusi (contoh adalah
tanggung jawab sosial perusahaan)
Etika bisnis perseorangan berhubungan dengan pembuat
keputusan secara individu
Etika bisnis perseorangan memiliki 2 asumsi. Pertama, perusahaan
adalah sebuah kesatuan orang yang abstrak tapi sah, dimana etika
juga merupakan sesuatu yang abstrak. Kedua, karakter moral &
sistem nilai perusahaan mencerminkan etika perseorangan & skala
nilai dari tanggung jawab eksekutif secara individu bagi kebijakan
perusahaan
Etika bisnis perseorangan akan menyambung teori motivasi
karyawan dengan sebuah pertimbangan nilai-nilai, tipe-tipe
karakter manajemen & tipe-tipe gaya kepemimpinan manajemen
dengan moralitas

Kata kunci dalam etika, lobby & Negosiasi


1. Nilai

Nilai etik/moral/susila
Nilai keindahan

Nilai kenikmatan
Nilai hayati ~sensitifitas

~Pribadi Utuh

~Indra Jiwa

~biologis

2. Hak & Kewajiban


Hak adalah ruang kebebasan seseorang dalam mendapatkan
sesuatu fakta dan atau perilaku tindakan.
Kewajiban adalah keharusan untuk melakukan tindakan dan
atau mematuhi aturan

3. Peraturan & Hubungan Sosial

Peraturan adalah prakondisi yang membimbing kita dalam


menghadapi situasi dimana terjadi benturan kepentingan yang
bertentangan
Hubungan Sosial adalah aspek kehidupan sosial, yang secara
terus menerus menghasilkan keputusan dan aturan.

Sonny Keraf (1998) menjelaskan, bahwa prinsip


etika bisnis sebagai berikut;
(Etika Bisnis; tuntutan dan relevansinya. DR.A. Sonny Keraf. Jakarta; Penerbit
Kanisius,1998 dlm http://edratna.wordpress.com/2006/12/06/budaya-korporatifetika-bisnis-dan-corporate-sosial-responsibilities/

1. Prinsip otonomi; adalah sikap dan kemampuan


manusia untuk mengambil keputusan dan
bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa
yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
2. Prinsip kejujuran. Terdapat tiga lingkup kegiatan
bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa
bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil
kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama,
jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian
dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran
barang atau jasa dengan mutu dan harga yang
sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja
intern dalam suatu perusahaan.

Sonny Keraf (1998) menjelaskan, bahwa prinsip


etika bisnis sebagai berikut;
(Etika Bisnis; tuntutan dan relevansinya. DR.A. Sonny Keraf. Jakarta; Penerbit
Kanisius,1998 dlm http://edratna.wordpress.com/2006/12/06/budaya-korporatifetika-bisnis-dan-corporate-sosial-responsibilities/

3. Prinsip keadilan; menuntut agar setiap orang


diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan
yang adil dan sesuai kriteria yang rasional
obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
4. Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit
principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan
sedemikian
rupa
sehingga
menguntungkan
semua pihak.
5. Prinsip integritas moral; terutama dihayati
sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis
atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis
dengan
tetap
menjaga
nama
baik
pimpinan/orang2nya maupun perusahaannya.

Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan

Masyarakat
Lingkungan
Pekerja
Pelanggan