Anda di halaman 1dari 3

Nama : Wilda Gunawan

NIM : 50120090010
LAPORAN PENDAHULUAN
ISOLASI SOSIAL
A. Masalah Utama : Isolasi Sosial
Definisi
Isolasi sosial adalah suatu keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena
orang lain menyatakan sikap yang negatif dan mengancam (Towsend,1998).
Isolasi sosial adalah suatu sikap dimana individu menghindari diri dari interaksi
dengan orang lain. Individu merasa bahwa ia kehilangan hubungan akrab dan tidak
mempunyai kesempatan untuk membagi perasaan, pikiran, prestasi atau kegagalan. Ia
mempunyai kesulitan untuk berhubungan secara spontan dengan orang lain yang
dimanifestasikan dengan sikap memisahkan diri, tidak ada perhatian dan tidak sanggup
membagi pengamatan dengan orang lain (Balitbang, 2007).
B. Proses Terjadinya Masalah
1. Faktor Predisposisi
Gangguan komunikasi dalam keluarga merupakan faktor pendukung
terjadinya gangguan dalam hubungan sosial sehingga menimbulkan ketidakjelasan
yang mengakibatkan adanya kesalahan dalam penerimaan pesan dalam waktu yang
sama atau ekspresi emosi yang tinggi dalam keluarga yang menghambat untuk
berhubungan dengan lingkungan diluar keluarga.
2. Faktor Presipitasi
Stressor psikologis

yaitu

stress

yang

terjadi

akibat

ansietas

yang

berkepanjangan dan terjadi bersamaan dengan keterbatasan kemampuan individu


untuk mengatasinya.
3. Rentang Respon
Respon adaptif

Respon Maladaptif

Respon Adaptif : respon yang masih dapat diterima oleh norma-norma


sosial dan kebudayaan yang secara umum berlaku.

Respon Maladaptif : respon yang menyimpang dari norma sosial dan


kehidupan di suatu tempat.
C. 1. Pohon Masalah
Akibat

Gangguan sensori persepsi: Halusinasi

Masalah Utama

Isolasi Sosial

Penyebab

Harga Diri Rendah

2. Masalah Keperawatan dan Data yang Perlu Dikaji


Isolasi Sosial
Data objektif:

Klien mengatakan malas bergaul dengan orang lain.


Klien mengatakan dirinya tidak ingin ditemani perawat dan meminta untuk

sendirian.
Klien mengatakan tidak mau berbicara dengan orang lain.
Tidak mau berkomunikasi.
Data lainnya mungkin didapatkan dari pengkajian kepada keluarga.
Data subjektif:
Kurang spontan.
Apatis (acuh terhadap lingkungan).
Ekspresi wajah kurang berseri.
Tidak merawat diri dan tidak memperhatikan kebersihan diri.
Tidak ada atau kurang komunikasi verbal.
Mengisolasi diri.
Tidak atau kurang sadar terhadap lingkungan sekitar.
Asupan makanan dan minuman terganggu.
Retensi urine dan feses.
Aktivitas menurun.
Kurang berenergi dan bertenaga.
Rendah diri.
Postur tubuh berubah, mis. sikap fetus atau janin
C.

Diagnosa Keperawatan
Isolasi sosial

D.

Rencana tindakan keperawatan

Terlampir
REFERENSI
Chopra, S. (2009). Delusional Disorder. Emedicine. Diunduh tanggal 19 November 2011 dari
http://emedicine.medscape.com/article/292991-overview
Depkes RI. (2000). Keperawatan Jiwa: Teori dan Tindakan Keperawatan Jiwa. Jakarta:
Depkes RI
Fitria, N. (2009). Prinsip Dasar Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan dan Strategi
Pelaksanaan Tindakan Keperawatan untuk 7 Diagnosis Keperawatan Jiwa Berat
bagi Program S1 Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika