Anda di halaman 1dari 7

Kesehatan jiwa dapat dilihat lewat tes yang menggunakan metode Minnesota

Multiphasic Personality Inventory (MMPI). Dengan model ini, peserta ujian


diwajibkan menjawab 566 butir soal. Materinya berkisar tentang kegiatan seharihari. Soal yang diujikan juga mudah saja, misalnya "Aku ingin jadi penari," "Kadangkadang aku merasa ingin mengumpat caci," "Aku sekarang ingin jadi wanita," dan
"Tidurku sering terganggu dan terjaga." Setiap soal cukup dijawab dengan memilih
kata "ya" atau "tidak."
Dari serangkaian materi sepele ini akan muncul kesimpulan tentang sepuluh kondisi
jiwa si calon: hypochondriasis (keluhan fisik), depression, schizophrenic (mengalami
halusinasi dan kekacauan proses pikir), paranoia (kecurigaan berlebihan),
conversion hysteria (sakit jasmani karena pengaruh psikologis), psychopathic
deviate (antisosial), masculinity-femininity (mengukur seberapa maskulin dan
femininnya seseorang lewat kegiatan yang dilakukan), social introvert (kemampuan
untuk berinteraksi dengan orang lain), psychasthenia (ketelitian), dan hypomania
(reaksi ketika berhadapan dengan orang banyak).
Hypochondriasis
Adalah gangguan dimana seseorang disibukkan dengan rasa takut mengalami
penyakit serius.
Hypochondriasis terjadi paling sering diantara usia 20 dan 30 tahun dan tampak
mempengaruhi kedua jenis kelamin secara seimbang. Beberapa orang dengan
hypochondriasis juga mengalami depresi atau kegelisahan.
Pada Hypochondriasis, perhatian orang tersebut mengenai penyakit serius
seringkali didasarkan pada salah tafsir pada fungsi normal tubuh. Pemeriksaan dan
penentraman hati kembali oleh dokter untuk menghilangkan perhatian mereka;
orang dengan hypochondriasis cenderung untuk percaya bahwa dokter
bagaimanapun juga telah gagal untuk menemukan penyakit yang mendasari.
GEJALA
Hypochondriasis diduga ketika orang yang sehat dengan gejala ringan diasyikkan
dengan gejala-gejala yang spesifik dan tidak bereaksi untuk ditentramkan kembali
hatinya setelah evaluasi seksama. Hubungan pribadi dan performa kerja seringkali
menderita sebagaimana orang tersebut menjadi semakin terarah dengan isu
kesehatan
DIAGNOSA
Diagnosa pada Hypochondriasis dipastikan ketika keadaan berlangsung lama
setidaknya 6 bulan dan gejala-gejala orang tersebut tidak dapat dihubungkan
dengan depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya.
Depresi
Menurut Nasional Insitute of Mental Health (dalam Siswanto, 2002), gangguan
depresi dipahami sebagai suatu penyakit tubuh yang menyeluruh (whole-body),
yang meliputi tubuh, suasana perasaan dan pikiran. Ini berpengaruh terhadap cara
makan dan tidur, cara seseorang merasa mengenai dirinya sendiri dan cara orang
berpikir mengenai sesuatu. Gangguan depresi tidak sama dengan suasana murung

(blue mood). Ini juga tidak sama dengan kelemahan pribadi atau suatu kondisi yang
dapat dikehendaki atau diharapkan berlaku. Orang dengan penyakit depresi tidak
dapat begitu saja memaksa diri mereka sendiri dan menjadi lebih baik. Leitenberg
& Wilson (1986) menyatakan bahwa mereka yang depresi menunjukkan kontrol diri
rendah, yaitu evaluasi diri yang negatif, harapan terhadap performance rendah,
suka menghukum diri dan sedikit memberikan hadiah terhadap diri sendiri. Hal ini
sesuai dengan pendapat Beck (1985) yang menyatakan bahwa individu yang
mengalami depresi karena pada awal perkembangannya ia memperoleh skema
kognitif dengan karakteristik berupa rendahnya penilaian terhadap diri sendiri dan
tidak adanya keyakinan mengenai masa depannya.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, disimpulkan bahwa depresi adalah suatu
kelompok gangguan klinis yang ditandai oleh hilangnya perasaan kendali dan
pengalaman subyektif adanya penderitaan berat, simtom-simtom yang muncul
seperti kesedihan, keputusasaan, perasaan tidak berharga dan perasaan bersalah,
menarik diri dari orang lain, gangguan makan, gangguan tidur, menarik diri,
kehilangan konsentrasi, ide yang meloncat-loncat, tegang, kehilangan energi dan
munculnya pikiran atau ide bunuh diri. Penelitian ini mengacu pada definisi dari
teori Beck yang menyatakan bahwa depresi menunjuk pada suasana mood yang
depresif, konsep diri negatif, keinginan-keinginan regresif serta adanya perubahanperubahan vegetatif dan perubahan pada tingkat aktivitas.
BENTUK-BENTUK DEPRESI
Dalam psikiatri, gangguan depresi dibedakan dalam dua bentuk. Pertama adalah
bentuk gangguan depresi yang ditandai dengan episode depresi. Dalam bentuk ini
depresi muncul dalam gejala-gejala seperti rasa sedih, tidak berdaya, murung,
munculnya perasaan bersalah dan berdosa. Jika depresinya semakin berat maka
akan timbul perasaan putus asa diikuti munculnya keinginan mati dan ide bunuh
diri. Kedua berupa gangguan depresi bipolar yang kadang disebut juga dengan
gangguan manic depresif, yang ditandai dengan perubahan drastis antara manic
dan depresi, The Encarta Desk Encyclopedia (dalam Sulistyorini, 2005).
Martin (dalam Hadi 2004), menyebutkan ada tiga jenis depresi, yaitu :
1.Depresi eksogenus, adalah depresi yang terjadi karena faktor dari luar, seperti
kehilangan sesuatu atau seseorang
2.Depresi endogenus, adalah depresi yang terjadi karena faktor dari dalam, seperti
gangguan hormon, gangguan kimia dalam otak atau susunan saraf
3.Depresi neurotik, adalah depresi yang terjadi apabila depresi reaktif tidak
terselesaikan secara baik dan tuntas. Depresi ini merupakan respon terhadap stres
dan kecemasan yang telah ditimbun dalam waktu yang lama.
Masculinity - Femininity
Dimensi ini terkait dengan pembagian peran antar gender dalam masyarakat.
Maskulinitas mengindikasikan kecenderungan suatu masyarakat untuk
menunjukkan kebanggaan personal melalui prestasi, ketegasan, heroisme,
kesuksesan finansial dan material.
Di sisi lain, femininitas mengindikasikan kecenderungan suatu masyarakat

terhadap hubungan kekeluargaan, kesederhanaan, kepedulian terhadap yang


lemah, dan kesetaraan hidup serta pelestarian lingkungan.
Paranoia
Istilah paranoia berasal dari dua kata Yunani yang terpisah, para yang berarti di
luar, dan nous yang bermakna pikiran. Gabungan kedua kata ini pada awalnya
berarti, gila-di luar pemikiran yang wajar dan rasional. Sekarang istilah paranoia
merujuk kepada ketakutan tak berdasar dan tak rasional.
GEJALA
Dalam kadar yang rendah, gangguan paranoia biasanya berwujud kecurigaan yang
berlebihan. Penderita paranoia yang ringan masih bisa bekerja dan berkeluarga
namun pada umumnya lingkup kehidupannya terbatas. Ia sukar mempercayai orang
yang berada di luar lingkar kepercayaannya. Ia senantiasa bertanya-tanya apakah
yang sesungguhnya terkandung di balik perkataan atau perbuatan orang.
Di dalam kadar yang tinggi, penderita paranoia mengembangkan dan hidup dalam
delusi-pemikiran tidak rasional dan jauh dari realitas-yang berisikan ketakutan. Pada
umumnya ketakutan penderita paranoia bertema ancaman-seseorang atau
sekelompok orang tengah merancang rencana untuk mencelakakannya. Biasanya
penderita paranoia dapat membingkai cerita yang mendetail tentang
bagaimanakah caranya orang atau kelompok ini berusaha mencelakakannya. Agar
ia terselamatkan dari rancangan "jahat" itu, maka ia pun menciptakan sebuah
rencana balasan untuk menyingkapkan rancangan jahat itu dan menyelamatkan
dirinya dari kejaran "orang jahat" itu.
ASAL-MUASAL
Gangguan paranoia dapat ditimbulkan oleh lingkungan yang mencekam yang
mengharuskan pribadi itu hidup dalam ketakutan untuk waktu yang
berkepanjangan. Pada akhirnya benaknya penuh ketakutan dan untuk melindungi
diri dari kemungkinan datangnya bahaya, maka ia harus senantiasa berjaga-jagamencurigai orang. Namun dalam kadar yang besar, gangguan paranoia bersumber
dari senyawa kimiawi di otak yang acap diwariskan dari garis keturunan.
DAMPAK
Siapa pun yang pernah hidup dengan penderita paranoia tahu betapa sulitnya hidup
dengannya. Apa pun yang kita katakan untuk meyakinkannya bahwa pikirannya
keliru, tidaklah akan membawa hasil. Dampak terburuk adalah bila ia menganggap
bahwa kitalah sumber ancaman baginya. Ia dapat melarikan diri dari hadapan kita
atau ia berupaya untuk menyerang kita terlebih dahulu. Atau dampak lainnya
adalah jika ia beranggapan bahwa ia harus melindungi kita dari ancaman luar,
maka ia akan membangun benteng untuk memisahkan kita dari dunia luar.
PENANGANAN
Gangguan ini dapat diobati namun sukar disembuhkan. Dengan bantuan obat maka
delusi ketakutannya dapat ditekan namun ketakutan dan kecurigaan bisa muncul
kembali sewaktu-waktu.
Psychasthenia

Psychasthenia adalah gangguan jiwa yang bersifat paksaan, yang berarti


kurangnya kemampuan jiwa untuk tetap dalam keadaan integrasi yang normal.
Gejala penyakit ini terdiri dari :
1.Phobia
phobia adalah rasa takut yang tidak masuk akal, atau yang ditakuti tidak seimbang
dengan ketakutan, penderita tidak tahu mengapa takut dan tidak dapat
menghindari rasa takut itu. Kadang-kadang rasa takut yang tidak masuk akal itu
menyebabkan tertawaan orang, sehingga ia semakin merasa cemas. Diantara
phobia yang terkenal ialah takut berada di tempat yang tertutup, tinggi, luas,
ditengah orang ramai, melihat darah, binatang kecil, kotoran dan sebagainya.
2.Obsesi
yaitu gejala gangguan jiwa, dimana penderita dikuasai oleh suatu pikiran yang tidak
bisa dihindarinya. Misalnya seorang gadis yang merasa bahwa ia akan sengsara
saja. Apabila ia sedang menimba air maka ia merasa akan jatuh ke dalam sumur. Ia
merasa pula bahwa hidupnya selalu diliputi kesusahan.
Dalam penelitian terbukti bahwa si gadis tersebut adalah anak yang sangat
dimanja, akan tetapi terpaksa hidup terpisah dari orang tuanya. Kegagalan dalam
penyesuaian diri akibat perpisahan itu, menyebabkan ia merasa sangat kecewa dan
selalu menyalahkan nasibnya.
3.Kompulsif
kompulsif adalah gangguan jiwa, yang menyebabkan melakukan sesuatu, baik
masuk akal ataupun tindakan itu tidak dilakukannya, maka penderita akan merasa
gelisah dan cemas, kegelisahan atau kecemasan itu baru hilang apabila tindakan itu
dilakukan, gejalanya banyak seperti ;
a.repetitive compulsive
orang terpaksa mengulang-ngulang pekerjaannya. Akan tetapi tidak semua
pengulangan dianggap sebagai gangguan jiwa. Pengulangan yang termasuk
gangguan jiwa ialah apabila kelakuan itu mempengaruhi hubungan sosialnya, dalam
mencapai suatu kebutuhan atau keinginannya. Disamping itu ia terpaksa pula
mengeluarkan tenaga lebih banyak dari kebutuhan pekerjaannya, karena untuk
setiap pekerjaan yang dilakukannya, ia terpaksa mengulang ulanginya kembali.
Banyak juga orang yang dapat menahan perasaan ingin mengulang-ngulang itu,
dan menyalurkan keinginannya itu ke arah yang bermanfaat dan sesuai dengan
alam sekitarnya.tetapi bila keadaannya terganggu, maka kecemasannya bertambah
dan keinginannya untuk mengulang-ulangi itubertambah kuat.
b.serial compulsive
Dalam hal ini, penderita terpaksa melakukan suatu urutan-urutan tertentu dalam
kehidupannya sehari-hari. Misalnya dalam berpakaian, harus dimulai dengan pakai
sepatu, kain, baju dan seterusnya. Jika ia merubah urutan-urutan itu, ia akan
merasa cemas sekali., ia tidak akan merasa tenang, sebelum mengulang kembali
dari semula. Demikian pula halnya dengan membuka pakaian.
c.compulsive ordelinenese
Dalam hal ini seorang terpaksa harus mengikuti suatu aturan tertentu dalam

kehidupan sehari-hari. Misalnya seseorang akan merasa terganggu bila buku-buku


dalam almarinya diubah susunan atau salah penempatannya. Jika terjadi
perubahan, ia akan merasa gelisah.
d.copulsive magic
Orang yang dihinggapi gangguan ini, terpaksa membaca kalimat-kalimat tertentu
sebelum melakukan suatu pekerjaan. Seandainya ia terlanjur malakukan suatu
pekerjaan tanpa membaca kalimat-kalimat itu, ia akan merasa cemas dan gelisah.
Untuk menghilangkannya ia terpaksa mengulangi pekerjaannya itu dengan terlebih
dahulu membaca kalimat-kalimat tersebut.
e.kleptomania
Penderita terpaksa mencuri baran orang lain. Sebenarnya ia merasa gelisah dengan
kelakuan mencuri itu, akan tetapi ia tidak dapat menghindari dirinya dari tindakan
itu. Yang banyak menderita gejala ini adalah anak-anak karena orang tuanya terlalu
keras, terlalu disiplin, atau kurang memperhatikan anak-anaknya.
f. fetishism
Pada gejala ini orang terpaksa mengumpulkan dan menyimpan barang-barang
kepunyaan orang lain dari seks yan berlainan. Misalnya orang laki-laki yang suka
menyimpan sapu tangan, sepatu atau rambut wanita, yang baginya mempunyai arti
atau nilai seksuil dalam perasaannya.
g.compulsive yang berhubungan dengan seksuil
Gejala ini ada dua macam yaitu pertama, ingin tahu tentang kelamin dari orang
yang berlainan seks, dan kedua ingin memamerkan kelamin sendiri. Dalam hal yang
pertama, seseorang akan berusaha untuk melihat atau memperhatikan bentuk
tubuh dan kelamin orang lain dengan berbagai cara, atau juga memegangmegangnya. Dalam hal kedua orang yang merasa terdorong untuk memamerkan
tubuh dan kelaminnya tanpa merasa malu.
Schizoprenia
Schizoprenia adalah kekacauan jiwa yang serius ditandai dengan kehilangan kontak
pada kenyataan (psikosis), halusinasi, khayalan (kepercayaan yang salah), pikiran
yang abnormal dan mengganggu kerja dan fungsi sosial. Schizophrenia lebih sering
terjadi daripada penyakit Alzheimer, penyakit gula, atau multiple sklerosis.
Beberapa ciri-ciri kekacauan merupakan bagian dari gejala Schizophrenia.
Kekacauan yang menyerupai Schizophrenia, tetapi dengan gejala yang ada kurang
dari 6 bulan, hal ini disebut Schizophreniform.
Kekacauan dengan lama kegilaan berakhir sedikitnya 1 hari tetapi kurang dari 1
bulan disebut penyakit psikosis singkat.
Suatu kekacauan ditandai oleh adanya perasaan, seperti depresi atau keranjingan,
serta gejala schizophrenia yang lebih khas disebut schizoaffective.
Suatu kekacauan watak yang mungkin mirip dengan gejala Schizophrenia, tetapi
dengan gejala umum yang tidak begitu hebat seperti kriteria untuk kegilaan,
disebut schizotypal kekacauan watak.
JENIS-JENIS SCHIZOPHRENIA
Schizophrenia paranoid ditandai dengan keasyikan dengan khayalan atau halusinasi

pendengaran; berbicara ngawur dan emosi yang aneh menonjol.


Hebephrenic atau Schizophrenia tidak teratur ditandai dengan berbicara ngawur,
kelakuan aneh, dan emosi datar yang aneh.
Schizophrenia Catatonic didominasi dengan gejala fisik seperti keadaan tak
bergerak, gerak tubuh berlebihan, atau melakukan postur aneh.
PENYEBAB
Meskipun penyebab spesifik Schizophrenia tidak diketahui, kekacauan ini secara
jelas mempunyai dasar biologi.
Banyak teori menyetujui model vulnerability-stress, dimana schizophrenia sering
terjadi pada orang yang secara biologis lemah. Apa yang membuat orang yang
lemah menjadi Schizophrenia belum diketahui tetapi mungkin termasuk
kecenderungan genetik; masalah setelah, selama, atau sesudah kelahiran; atau
infeksi virus otak.
Kesulitan dalam mengolah informasi, ketidakmampuan untuk memberi perhatian,
ketidakmampuan untuk bertingkah laku dengan cara yang dapat diterima secara
sosial, dan ketidakmampuan untuk menanggulangi masalah umum mungkin
menunjukkan kelemahan.
Di model ini, tekanan lingkungan, seperti peristiwa kehidupan menegangkan atau
bagian masalah mendasar yang salah, menjadi pemicu datangnya dan kambuhnya
Schizophrenia pada individu yang lemah.
GEJALA
Secara umum, gejala terbagi dalam tiga kelompok utama; khayalan dan halusinasi;
pikiran yang kacau dan tabiat yang aneh; dan dengan gejala yang minim dan
negatif.
Khayalan adalah kepercayaan palsu yang biasanya meliputi salah tafsir persepsi
atau pengalaman. Misalnya, penderita Schizophrenia mungkin mengalami khayalan,
percaya bahwa mereka sedang disiksa, diikuti, diperdayakan, atau dimatamatai.Mereka mungkin mempunyai referensi khayalan, percaya bahwa bagian dari
buku, koran, atau syair lagu ditujukan secara khusus untuk mereka.
Mereka mungkin mempunyai khayalan pemikiran yang terbalik atau pikiran disisipi,
percaya bahwa orang lain bisa membaca pikiran mereka, bahwa pikiran mereka
sedang ditransfer ke orang lain, atau bahwa pikiran dan gerak hati mereka sedang
dipaksakan pada oleh pihak lain.
Halusinasi baik, penglihatan, bau, rasa, atau sentuhan mungkin terjadi, meskipun
halusinasi suara (halusinasi pendengaran) adalah yang sering terjadi.
Penderita mungkin mendengar suara yang mengomentari kelakuannya, berbicara
dengan satu sama lain, atau membuat komentar kritis dan kasar terhadapnya.
Kekacauan pikiran berkaitan dengan pikiran yang berantakan, yang tampak kalau
berbicara bertele-tele, bergeser dari satu topik kepada lainnya, dan kehilangan arah
tujuannya. Kemampuan bicara mungkin dengan perlahan menjadi tak teratur atau
betul-betul membingungkan dan tak dapat dipahami.

Kelakuan aneh mungkin berubah bentuk menjadi kebodohan kanak-kanak,


kegelisahan, atau penampilan, kebersihan, atau berlagak yang tak pantas.
Gejala defisit atau negatif Schizophrenia termasuk tidak terpengaruh, kemunduran
ketrampilan berbicara, anhedonia, dan antisosial.
Tidak terpengaruh, seperti emosi yang datar. Mimik penderita mungkin tak
beremosi; kontak mata buruk dan kesulitan mengekspresikan perasaan. Peristiwa
yang umumnya membuat orang tertawa atau menangis tak diresponnya.
Kemunduran ketrampilan berbicara sesuai dengan kemunduran pemikiran yang
menyebabkan penurunan keterampilan berbicara. Jawaban terhadap pertanyaan
mungkin ketus, satu dua kata, membuat kesan kekosongan dalam.
Anhedonia merujuk pada ketidakmampuan menikmati kesenangan; penderita
mungkin kurang tertarik pada hobinya dan melewatkan lebih banyak waktu tanpa
tujuan.
Asosial adalah kurangnya ketertarikan untuk berhubungan dengan orang lain.
Gejala-gejala negatif ini sering dihubungkan dengan kehilangan motivasi,
pencapaian maksud, dan cita-cita.
Hypomania
Penderita kelainan bipolar yang mengalami perpindahan suasana di antara depresi
berat dan tinggi dikenal sebagai mania atau lebih rendah yang dikenal sebagai
hypomania. Gejala-gejala yang tinggi termasuk merasa terganggu, suasana hati
yang meningkat disertai dengan turunnya kebutuhan untuk tidur, menyerocos dan
tingkah laku kasar yang dipicu oleh pertimbangan yang buruk sehingga
mengakibatkan konsekuensi yang menyakitkan bagi mereka sendiri atau orangorang yang dikasihinya.