Anda di halaman 1dari 68

Mardiyono, PhD

PRODI D III KEPERAWATAN PURWOKERTO

Herarkhi Ilmu
Pilosofi
Ilmu
Paradigma
Ilmu

Ilmu

Konsep

Paradigma Ilmu Keperawatan

Manusia

keperawatan

Pelayanan keperawatan

Lingkungan

Paradigma Ilmu keperawatan

Manusia
BPKSKS
B=Biologis
P=Psikologis
K=Kognitif
S=sosial
K=kultural
S=Spiritual

keperawatan

Sehat

Sakit

Pelayanan keperawatan

Ilmu keperawatan

Pelayanan keperawatan

Tenaga keperawatan

Profesi keperawatan

Lingkungan

Fisik

Biologis

Sosial

Politik

Teori Keperawatan
1.

Teori Self care = Teori orem

2.

Teori Transkultural = Teori Leininger

3.

Teori caring = Teori Watson

4.

Teori hubungan = Teori Henderson

5.

Teori system = Teori Betty Neuman

6.

Teori adaptasi = Teori Roy

7.

Teori energy = Teori Roger

8.

Teori interaksi system = Teori Imogene King

9.

dll

TEORI SELF CARE


DOROTHEA M. OREM

Teori Self Care

Ahli = Dorothea E. Orem

Teori Self Care terdiri konsep:

1.

Self care:
o

self care agency

Self care demand

2.

Self care deficit

3.

Nursing agency: wholly compensatory, partially compensatory, dan supportive educative system

4.

lingkungan

1. SELF CARE

Merupakan aktifitas dan insisiatif dr diri sendiri yg dilakukan o/ diri sendiri u/ memenuhi
dan mempertahankan kehidupan, kesehatan dna kesejahteraan.
Kemampuan seseorang dalam self care dipengaruhi oleh :
o

Usia

Perkembangan

Sosiokultur

Kesehatan

Self care bersifat universal

pemenuhan ADL

kebutuhan dasar manusia

2. SELF CARE DEFISIT

Diterapkan pada anak2 yg belum dewasa, pasien


dengan penurunan kemampuan dalam perawatan
diri atau self care.

Prinsip :
o

Melibatkan pasien dan keluarga dlm pemecahan


masalah, menentukan kapan dan bagaimanna pasien
memerlukan bantuan

Bertanggung jawab memenuhi ebutuhan pasien yang


tidak mampu u/ memenuhi kebutuhannya sec mandiri
(bio-psiko-sosio-spiritualnya)

3.Tindakan KEPERAWATAN

Menguraikan sec jelas bagaimana ebutuhna pasien terpenuhi o/


perawat atau o/ pasien itu sendiri

Oren mengidentifikais 3 bentuk sistem pelayanan keperawatan yaitu :


o

Wholly compensatory sistem / sistem bantuan sec penuh

Partially compensatory system / bantuan sebagian

Sistem suportif dan edukatif

a. Wholly compensatory
system

Merp tindk memberikan bantuan secara penuh


kpd pasien dikarenakan ketidkamampuannya
dalam memenuhi kebutuhannya sec mandiri
sehingga memerluan bantuan dalam pergerakan,
ambulasi, mobilisasi.
Dilakukan pda pasien yang :
o
o
o
o

Koma
Sadar : fraktur vertebrae,
Pasien yang tidak dapat melakukan penilaian dan
keputusan tentang kebutuhannya sendiri
Pasien RM

b. Partially compensatory
Merp pemberian perawatan
diri secra sebagian saja dan ditujukan
system
kepada pasien yang memerluan bantuan minimal

Contoh :
o

Pasien post operasi abdomen butuh bantuan dalam ambulasi,


perawtan luka. Tetapi memiliki kemampuan dalam personal
hygiene, makan

c. Sistem suportif dan edukasi

Diberikana pada pasien yg membutuhkan dukungan pendiidkan dgn harapan pasien melakukan
perawatan sec mandiri

Tujuan : agar pasien dapat melakukan tindakan setelah dilakukan edukasi/ pendiidkan kesehatan/
penyuluhan.

Contoh :
o

Pasien yang akan melahirkan butuh infromasi pengaturan posisi, cara mengejan

TEORI TRANSKURTURAL
MADELINE LEININGER

TEORI TRANSKULTURAL KEPERAWATAN

KONSEP UTAMA TEORI


TRANSKULTURAL KEPERAWATAN

Care adalah fenomena yang dihubungkan dengan tingkahlaku asistif, suportif dan
memampukan (enabling) atau untuk individu (atau kelompok) yang secara nyata atau
dikemudian hari membutuhkan untuk menjadikannya lebih baik atau meningkatkan
kondisi seorang manusia atau jalan hidupnya.

Caring adalah tindakan yang diarahkan untuk membantu, mendukung atau memampukan
individu lain (atau kelompok) yang secara nyata atau dikemudian hari membutuhkan
untuk menjadikannya lebih baik atau meningkatkan kondisi seorang manusia atau jalan
hidupnya.

KONSEP UTAMA TEORI TRANSKULTURAL


KEPERAWATAN
1.

Culture adalah pembelajaran, pembagian dan transmisi nilai-nilai, keyakinan, norma-norma dan cara hidup
pada kelompok tertentu yang memberikan petunjuk pikiran, keputusan, dan tindakan serta pola-pola
pengungkapkannya.

2.

Cultural care adalah pengetahuan kognitif tentang nilai, keyakinan, dan pola-pola pengungkapannya yang
membantu, mendukung dan memampukan individu lain atau kelompok untuk mempertahankan
kesejahteraan, meningkatkan kondisi manusia atau jalan hidupnya, atau untuk menghadapi kematian atau
ketidakmampuan.

3.

Cultural value adalah hasrat atau keinginan yang tertinggi tentang tindakan aatau pengetahuan tertentu
yang sering didukung oleh budaya pada waktu tertentu.

KONSEP UTAMA TEORI TRANSKULTURAL


KEPERAWATAN
4. Cultural care diversity adalah keberagaman arti, pola-pola, nilai-nilai atau symbol
pelayanan yang secara budaya berasal dari kesehatan (kesejahteraan) atau untuk
meningkatkan kondisi manusia, cara hidup atau untuk menghadapi kematian.
5. Cultural care universality adalah kebiasan, arti yang mirip atau seragam, pola-pola, nilainilai atau symbol pelayanan yang secara budaya berasal dari kesehatan (kesejahteraan)
atau untuk meningkatkan kondisi manusia, cara hidup atau untuk menghadapi kematian.
6. Etnocentrism adalah kepercayaan yang dimiliki seseorang bahwa ide, kepercayaan, dan
kebiasaan tindakan lebih tinggi dari budaya lain.

KONSEP UTAMA TEORI TRANSKULTURAL


KEPERAWATAN
7. Transcultural nursing adalah suatu pembelajaran bagian atau cabang
keperawatan yang berfokus pada studi atau analisis komparatif dari budaya
dengan respek pada keperawatan dan praktik pelayanan sehat-sakit,
keyakinan dan nilai-nilai dengan tujuan untuk memberikan pelayanan
keperawatan yang berarti dan manjur kepada manusia sesuai dengan nilainilai budayanya dalam konteks sehat-sakit.
8. Cultural care repatterning atau restructuring adalah merekonstruksi atau
merubah desain untuk membantu merubah kesehatan atau pola hidup klien
yang berarti bagi mereka.

CULTURE CARE DIVERSITY AND UNIVERSALITY


dan PROSES KEPERAWATAN

Perencanaan dan implementasi pada model sunrise dapat dilihat pada nursing
care decision and action.

Ada tiga jenis tindakan yang diberikan dapat diberikan perawat dengan
mengingat prinsip pelayanan keperawatan yang sensitive terhadap budaya.

1.

cultural preservation/ maintenance,

2.

cultural care accommodation/ negotiation,

3.

cultural care repatterning/ restructuring

KONSEP UTAMA TEORI TRANSKULTURAL


KEPERAWATAN

Cultural imposition (beban budaya) adalah kecenderungan tenaga kesehatan untuk


membebankan keyakinan, kebiasaan dan nilai-nilai pada budaya lain dikarenakan mereka
meyakini bahwa budayanya lebih tinggi daripada kelompok lain.
Cultural care preservation (penjagaan atau mempertahankan budaya) adalah fenomena
memberikan bantuan, dukungan dan memampukan berdasarkan budayanya yang membantu
menjaga atau mempertahankan kesehatan atau pelayanan yang diinginkan.
Cultural care accommodation atau negotiation adalah fenomena memberikan bantuan,
dukungan dan memampukan berdasarkan budayanya yang merefleksikan cara-cara untuk
beradaptasi, bernegosiasi atau menyesuaikan.

KONSEP UTAMA TEORI TRANSKULTURAL


KEPERAWATAN

Etnonursing adalah studi tentang keyakinan, nilai-nilai dan praktik


pelayanan keperawatan sebagaimana secara kognitif dirasakan dan
dipahami oleh suatu budaya yang didesain melalui pengalaman,
keyakinan dan system nilainya.
Nursing adalah suatu pembelajaran terhadap kiat humanistic dan
ilmu yang difokuskan pada tingkahlaku perawatan (care behavior),
fungsi dan proses-proses personal (individu atau kelompok) yang
diarahkan pada promosi dan mempertahnkan tingkah laku sehat atau
memulihkan dari sakit yang dapat berupa fisik, psikokultural, dan
sosial atau arti hal-hal tesebut yang akan dibantu secara umum oleh
seorang perawat professional atau seseorang dengan peran
kompetensi yang hampir sama.

CULTURE CARE DIVERSITY AND


UNIVERSALITY dan PROSES
KEPERAWATAN
Model sunrise (Lihat
gambar) seiring dengan proses

keperawatan, karena keduanya mempresentasikan suatu


proses pemecahan masalah
Leininger mengistilahkan konflik budaya ini dalam dua
kategori yaitu shok budaya (cultural shock) dan beban
budaya (cultural imposition).
cultural shock terjadi jika orang dari luar mencoba
mempelajari atau beradaptasi secara efektif terhadap suatu
kelompok budaya lain dan akan merasakan perasaan tidak
nyaman, gelisah dan disorientasi karena perbedaan nilainilai budaya, keyakinan dan kebiasaan.
Cultural imposition adalah usaha orang luar baik secara
diam-diam maupun terang-terangan, memaksakan nilainilai budaya, keyakinan dan kebiasaan/ perilaku yang
dimilikinya kepada individu, keluarga atau kelompok dari
budaya lain

CULTURE CARE DIVERSITY AND UNIVERSALITY


dan PROSES KEPERAWATAN

Bagian atas dari model sunrise meliputi pengembangan


pengetahuan tentang budaya, orang dan system
pelayanan dalam hal ini keperawatan.

Jika digunakan secara benar akan mencegah terjadinya


cultural shock dan cultural imposition.

Tingkat ini mirip dengan pengkajian dan diagnosis


pada fase dari proses keperawatan.

Leininger memang tidak mengembangkan instrument


untuk mengkaji keperawatan transkultural.

CULTURE CARE DIVERSITY AND UNIVERSALITY dan PROSES


KEPERAWATAN

Pada bagian akhir dari model sunrise ini menunjukan evaluasi hasil dari proses
keperawatan, yaitu culturally congruent care for health, well-being and dying.

Leininger berasumsi bahwa evaluasi akhir dari proses keperawatan yang


berdasarkan transkultural adalah perawatan kesehatan yang sesuai dengan
budaya, kesejahteraan atau kematian

TOERI CARING
JEAN WATSON

TEORI CARING
TEORI JEAN WATSON

Teori Caring terdiri dari 4 konsep:

1.

Transpersonal caring relationship = hubungan transpersaonal caring

2.

Carative factor = faktor caratif

3.

Caring Healing = penyembuhan caring

4.

Caring moment = momen caring

TEORI CARING
TEORI JEAN WATSON

Hubungan transpersonal caring

Hubungan transpersonal caring meliputi 3 dimensi:

1.

diri sendiri

2.

fenomena lapang

3.

inter subyektifitas

faktor caratif

Faktor caratif termasuK:

1.

kepercayaan-harapan

2.

bantuan-saling percaya

3.

hubungan caring dan ekspresi perasaan

4.

belajar mengajar transpersonal

5.

suportif, proteksi atau koreksi mental dan spiritualitas

Healing caring

Healing caring meliputi:

1.

penyembuhan fisik

2.

psikologis,

3.

spiritual

Momen caring

Momen caring terjadi ketika perawat menstimulasi pasien menciptakan hubungan bermakna untuk
mendapatkan hubungan satu sama lain ke tingkat spiritual dan potensi penyembuhan.

Momen caring mencakup waktu dan tempat untuk mempromosi kemungkinan penyembuhan dan hubungan
antar manusia yang sangat erat

interaksi perawat-pasien dapat mempromosi kontrol diri, nyaman, penyembuhan diri, modalitas lingkungan
nyaman, dan keharmonisan fisik

TEORI HUBUNGAN
TEORI HENDERSON

TEORI KEPERAWATAN HENDERSON


Membantu individu yang sakit dan yang sehat dalam melaksanakan aktivitas yang memiliki kontribusi
terhadap kesehatan dan penyemuhannya, dimana individu tersebut akan mampu mengerjakannya tanpa
bantuan bila ia memiliki kekuatan, kemauan, dan pengetahuan yang dibutuhkan. Dan hal ini dilakukan
dengan cara membantu mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin.

Kebutuhan Dasar Manusia Menurut


Henderson
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Bernapas secara normal


Makan dan minum cukup
Eliminasi
Bergerak dan mempertaankan posisi yang dikehendaki
Istirahat dan tidur
Memilih cara berpakaian; berpakaian dan melepas pakaian
Mempertahankan temperatur tubuh dalam rentang normal
Menjaga tubuh tetap bersih dan rapi.
Menghindari bahaya dari lingkungan
Berkomunikasi engan orang lain
Beribadah menurut keyakianan
Bekerja yang menjanjikan prestasi
Bermain dan berpartisispasi dalam berbagai bentuk rekreasi
Belajar, menggali atau memuaskan rasa keingintahuan yang mengacu pada perkembangan dan kesehatan normal.

Menurut Henderson, ke-14 kebutuhan dasar yang harus menjadi fokus


tersebut dipengaruhi oleh :

Usia

Kondisi emosional (mood & temperamen)

Latar belakang sosial dan budaya.

Kondisi fisik dan mental, termasuk berat badan, kemampuan dan


ketidakmampuan sensorik, kemampuan dan ketidakmampuan lakomotif,
dan status mental.

Perencanaan yang cermat akan mengklarifikasikan hal-hal berikut :

Urutan aktifitas yang harus dilakukan.

Aktifitas perawat yang harus dan tidak boleh dilakukan

Perubahan-perubahan yang telah dibuat.

Sebagai ringkasannya, prinsip-prinsip dasar dari model Henderson adalah


sebagai berikut :

Fungsi unik dari perawat

Upaya pasien kearah kemandirian

Asuhan keperawatan dasar berdasarkan kebutuhan dasar manusia

Perencanaan yang akan diberikan.

Asumsi - Asumsi Pada Teori Virginia


Henderson
Keperawatan (nursing)

Perawat mempunyai keunikan untuk membantu individu sehat atau sakit.


Perawat dapat melakukan beberapa hal yang dapat membantu kemampuan
untuk memenuhi kebutuhan klien, diantaranya :
a)

Menciptakan rasa kekeluargaan dengan klien.

b)

Berusaha mengerti maksud klien

c)

Berusaha untuk selalu peka terhadap ekspresi non verbal

d)

Berusaha mendorong klien untuk mengekspresikan perasaannya.

e)

Berusaha mengenal dan menghargai klien.

Pasien / person (pasien)


Teori Handerson berfokus pada individu yang berdasarkan pandangannya,
yaitu bahwa jasmani (body) dan rohani (mind) tidak dapat dipisahkan.
Pemahaman konsep teori keperawatan dari Virginia Handerson didasari
kepada keyakinan dan nilai yang dimilaikinya diantaranya:
1. Manusia akan mengalami perkembangan mulai dari prtumbuhan dan
perkembangandalam rentang kehidupan.
2. Dalam melaksankan aktifitas sehari hari individu akan mengalami
ketergantungan sejak lahir hingga menjadi mandiri pada dewasa yang dapat
dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan dan kesehatan.
3. Dalam melaksanakan aktifitas sehari hari individu dapat dikelompokkan
menjadi tiga kelompok diantaranya terhambat dalam melakukan aktifitas,
belum dapat melaksanakan aktifitas dan tidak dapat melakukan aktifitas.

Kesehatan (health)
a)Kesehatan adalah kualitas dari kehidupan.
b)

Kesehatan adalah dasar dari fungsi manusia.

c)

Kesehatan diperlukan secara mandiri dan saling menggantungkan.

d)

Peningkatan keshehatan lebih penting dari perawatan orang sakit.

e)
Seseorang dapat memperoleh kesehatan jika dia mempunyai
kekuatan, kemauan, dan pengetahuan.

Lingkungan (environment)
a)
Individu yang sehat mampu mengontrol lingkungannya, tetapi
penyakit akan menurunkan kemampuan untuk mempengaruhi lingkungan.
b)
c)

Perawat harus mampu memberikan pendidikan kesehatan.


Perawat harus melindungi pasien dari kecelakaan akibat lingkungan.

d)
Perawat harus mampu mencegah terjadinya kecelakaan melalui
rekomendasi terkait dengan konstruksi bangunan dan penempatan alat.
e)
Dokter menggunakan hasil kerja perawat untuk menentukan tindakan
terbaik dalam mencegah kecacatan
f)
Perawat harus mengetahui tentang sosial budaya dan praktek
keagamaan pasien.

Hubungan Perawat-Klien
a.

Perawat sebagai pengganti bagi klien


Henderson melukiskan pandangan ini ketika ia mengatakan bahwa perawat
adalah kesadaran dari yang tidak sadar, kehidupan dari yang bunuh diri,
kaki dari yang diamputasi, mata bagi yang baru saja buta, alat bergerak bagi
bayi, pengetahuan dan percaya diri bagi ibu muda, penyambung lidah bagi
yang terlalu lemah atau menarik diri untuk bicara. (KDIK, 2001)

b.

Perawat sebagai perbantuan bagi klien


Henderson mengatakan 'Kemandirian adalah suatu hal yang relative, tidak
satupun kita tidak bergantung pada orang lain, tetapi kita mencoba memberi
kemandirian dalam kesehatan, bukan ketergantungan dalam kesakitan'

c. Perawat sebagai mitra klien


Sebagai mitra, ners dan klien bersama-sama memformulasikan rencana
perawatan. Adapun diagnosisnya selalu ada kebutuhan dasar yang perlu
dipenuhi, tetapi kebutuhan ini dimodifikasi oleh patologi dan kondisi ini
seperti usia, temperamen, status emosional, status sosial kultur dan kapasitas
fisik dan intelektual.

Hubungan Perawat-Dokter

Henderson menekankan agar perawat tidak mengikuti perintah dokter karena


perawat memiliki tugas yang unik.

Perawat harus membuat rencana keperawatan bersama klien lalu


mengusulkan kepada dokter untuk disesuaikan dengan program
pengobatannya. Lebih luas Henderson menegaskan agar para perawat
membantu klien dengan manajemen keperawatannya ketika dokter tidak ada.
(Marriner Ann, 1986)

Perawat sebagai Anggota Tim


Kesehatan

Henderson menggambarkan fungsi masing-masing profesi kesehatan dan


keluarga sebagai suatu irisan dalam suatu lingkaran, besarnya ukuran dari
irisan tersebut sangat tergantung pada apa yang dibutuhkan klien, dan
karenanya besarnya ukuran irisan tersebut akan berubah sesuai dengan
kemajuan kondisi klien.

APLIKASI TEORI KONSEP


HENDERSON PADA PRAKTIK
Berdasarkan 14 kebutuhan dasar manusia menurut Henderson, aplikasi yang
KEPERAWATAN
dapat diterapkan
dalam asuhan keperawatan diantaranya :

1. Memberikan fasilitas oksigenasi jika pasien sesak nafas.


2. Pemilihan dan penyediaan makanan
3. Membantu pasien dalam hal BAB dan BAK.
4. Mengetahui tentang prinsip-prinsip keseimbangan tubuh, miring, dan
bersandar.
5. Membantu pasien untuk mendapatkan posisi tidur yang baik dan
merubahnya agar tidak terjadi lecet

6. Memilihkan pakaian yang tepat dari pakaian yang tersedia dan membantu
pasien untuk memakainya
7. Mengetahui physiologi panas dan bisa mendorong kearah tercapainya
keadaan panas maupun dingin dengan mengubah temperature, kelembapan
atau pergerakan udara, atau dengan memotivasi klien untuk meningkatkan
atau mengurangi aktifitasnya

8. untuk memotivasi klien mengenai konsep konsep kesehatan bahwa


walaupun sakit klien tidak perlu untuk menurunkan standard kesehatannya,
dan bisa menjaga tetap bersih baik fisik maupun jiwanya
9. melindungi klien dari trauma dan bahaya yang timbul yang mungkin banyak
factor yang membuat klien tidak merasa nyaman dan aman

10. Perawat menjadi penterjemah dalam hubungan klien dengan tim kesehatan
lain dalam memajukan kesehatannya, dan membuat klien mengerti akan
dirinya sendiri, juga mampu menciptakan lingkungan yang teraupeutik.
11. menghormati klien dalam memenuhi kebutuhan spiritualnya dan
meyakinkan pasien bahwa kepercayaan, keyakinan dan agama sangat
berpengaruh terhadap upaya penyembuhan.

12. Dalam perawatan dasar maka penilaian terhadap interprestasi terhadap


kebutuhan klien sangat penting, dimana sakit bisa menjadi lebih ringan
apabila seseorang dapat terus bekerja
13. memilihkan aktifitas yang cocok sesuai umur, kecerdasan, pengalaman dan
selera klien, kondisi, serta keadaan penyakitnya
14. membantu klien belajar dalam mendorong usaha penyembuhan dan
meningkatkan kesehatan, serta memperkuat dan mengikuti rencana terapi
yang diberikan

TEORI SYSTEM
TEORI BETTY NEUMAN

CARE SYSTEM

Aktiftas keperawatan yg ditujukan pd penurunan stress dgn memperkuat


pertahanan diri secara fleksibel, normal, resisten dengan sasaran pelayanan
adl komunitas
o

Garis pertahanan fleksibel dana pelayanan kesehatan, iklim , pekerjaan

Garis pertahanan normal ketersediaan pelayanan, pendapatan, rumah sehat

Garis pertahanan resisten ketersediaan pelayanan kesh, pendiidan masy,


transportasi, tempat rekreasi, cakupan imunisasi

CARE SYSTEM

Intervensi keperawatan diarahkan pada upaya pencegahan primer, sekunder


dan tertier
Pandangan betty neuman :
o
o
o

Memandang manusia sbg makhluk holistik dan sistem terbuka mencari


keseimbangan
Pelayanan kep dipengaruhi o/ lingkungan sekitar klien
Sehat terbebasnya g3 pemenuhan kebutuhan keseimbanagn yg dinamis dan
mampu menghindari stresor

Fokus model Neuman respon individu terhadap stress tindakan yg hrs dilakukan adl
pencegahan primer, sekunder, tertier

CARE SYSTEM

Pencegahan primer
o

Tindakan u/ mengidentifikais stressor

Mencegah reaksi tubuhh krn stressor

Mendukung koping yg konstruktif

Pencegahan sekunder
o

Tindkan u/ mengurangi atau menghilangkan gejala penyakit

Pencegahan tertier
o

Pengobatan rutin dan teratur

Pencegahan thdp kerusakan lebih anjut dan komplikais penyakit

TEORI ADAPTASI
TEORI ROY

TEORI ADAPTASI

Menguraikan bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatnnya dgn


cara mempertahankan perilaku secara adaptif serta mampu merubah
perilakunya yang maladaptif

Individu memiliki sistem adaptif yang selalu beradaptasi/ berubah setiap saat

KONSEP ADAPTASI

TEORI ADAPTASI

Pandangan Roy tentang konsep dan model adaptasi :

1.

Manusia sbg makhul bio-psiko-sosio-spiritual yang selalu berinteraksi dgn


lingkungannya

2.

Seseorang hars beradaptasi u/ mencapai homeostasis/ keseimbangan hidupnya

3.

Terdapat 3 tingkatan adaptasi yaitu :

Focal stimulasi beradapptasi dengan seseorang sec langsung

Kontekstual stimulus stimulus lain yg dialami seseorang baik internal


amaupun eksternal yang mudah diukur/ diobservasi

Residual stimulus stimulus lain yang berasal dr lingkungan yg sukar


diobservasi

4. Sistem adaptas memiliki 4 model adaptasi


1. fungsi fisiologis : oksigenais, nutrisi, eliminas, aktifitas, istiahat, indera,
cairan dan elektrolit, neurologis dan endokrin
2.konsep diri
3. fungsi peran
4. interdependent/ interpersonal
5. Individu memerlukan energi u/ mempertahankan kelangsungan hidup
meningkatkn respon adaptif

TEORI ADAPTASI

Teori ROY :

Sistem adaptasi

u/ memenuhi kebutuhannya yaitu :


o

Kebutuhan fisiologis dasar

Pengembangan konsep diri positif

Penampilan peran sosial

Pencapaian eseimbangan antara kemandirian dan ketergantungan

TERIMA KASIH

TUGAS: BUATLAH MATRIK:


1.Nama

teori: teori johnson, teori energy dan teori interaksi system/king

theory
2.Ahli
3.Konsep
4.Aplikasi

pada situasi pasien