Anda di halaman 1dari 4

PENGELOLAAN PELAPORAN

No. Dokumen

RSUD TANI DAN


NELAYAN

No. Revisi

Halaman

1/2

Jl.Prof.Dr.H.Aloei Saboe Desa


Lamu Kec.Tilamuta
Kab.Boalemo Prov.Gorontalo
KP.96313 Telp/Fax:(0443)
211023

Direktur RSUD Tani dan Nelayan


STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit
dr.MUH.JAMAL.MPH.AAAK
NIP. 19680511 200112 1 003

PENGERTIAN

1. Laporan Insiden RS (Internal) : Pelaporan secara tertulis setiap


kejadian yang tidak diharapkan (KTD) atau kejadian nyaris
cedera (KNC) yang menimpa pasien atau kejadian lain yang
menimpa keluarga pengunjung, maupun karyawan yang terjadi
di RS..
2. Keselamatan pasien : Bebas dari bahaya atau Risiko (hazard).
3. Hazard/bahaya : Suatu keadaan, perubahan atau tindakan
yang dapat meningkatkan Risiko pada pasien. Keadaan adalah
semua factor yang berhubungan atau mempengaruhi suatu
peristiwa keselamatan pasien/patient safety event, agent atau
personal. Sedangkan Agent adalah substansi, objek atau system
yang menyebabkan perubahan
4. Insiden keselamatan pasien (IKP) adalah setiap kejadian atau
situasi yang dapat menyebabkan berpotensi mengakibatkan
cedera yang tidak seharusnya terjadi.
5. KTD (kejadian tidak diharapkan) : Suatu kejadian yang tidak
diharapkan yang dapat mengakibatkan cedera pada pasien
akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil
tindakan yang seharusnya diambil, dan bukan karena penyakit
dasarnya atau kondisi pasien. Cedera dapat diakibatkan oleh
kesalahan medis atau bukan kesalahan medis karena tidak dapat
dicegah.
6. Kejadian Sentinel (sentinel event) adalah suatu KTD yang

PENGELOLAAN PELAPORAN

No. Dokumen

RSUD TANI DAN


NELAYAN

No. Revisi

Halaman

2/2

Jl.Prof.Dr.H.Aloei Saboe Desa


Lamu Kec.Tilamuta
Kab.Boalemo Prov.Gorontalo
KP.96313 Telp/Fax:(0443)
211023

Direktur RSUD Tani dan Nelayan


STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit
dr.MUH.JAMAL.MPH.AAAK
NIP. 19680511 200112 1 003

mengakibatkan kematian atau cedera yang serius, biasanya


dipake untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak
dapat diterima, seperti operasi pada bagian tubuh yang salah.
Pemilihan kata Sentinel terkait dengan keseriusan cedera
yang terjadi (misalnya amputasi pada kaki yang salah).
7. Analisis akar masalah/Root Cause Analysis (RCA) : Suatu
proses berulang yang sistematik dimana factor-faktor yang
berkontribusi dalam suatu insiden diidentifikasikan dengan
merekonstruksi kronologis kejadian menggunakan pertanyaan
kenapa yang diulang hingga menemukan akar penyebabnya
dan penjelasannya. Pertanyaan kenapa harus ditanyakan
hingga tim investigator mendapatkan fakta, bukan hasil
spekulasi.
8. Analisis akar masalah/Root Cause Analysis (RCA) : Suatu
proses berulang yang sistematik dimana factor-faktor yang
berkontribusi dalam suatu insiden diidentifikasikan dengan
merekonstruksi kronologis kejadian menggunakan pertanyaan
kenapa yang diulang hingga menemukan akar penyebabnya
dan penjelasannya. Pertanyaan kenapa harus ditanyakan
hingga tim investigator mendapatkan fakta, bukan hasil
TUJUAN

spekulasi.
1. KTD dikelola secara terstruktur sehingga menjadi pembelajaran
bagi setiap tenaga RSDS.

PENGELOLAAN PELAPORAN

No. Dokumen

RSUD TANI DAN


NELAYAN

No. Revisi

Halaman

3/2

Jl.Prof.Dr.H.Aloei Saboe Desa


Lamu Kec.Tilamuta
Kab.Boalemo Prov.Gorontalo
KP.96313 Telp/Fax:(0443)
211023

Direktur RSUD Tani dan Nelayan


STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit
dr.MUH.JAMAL.MPH.AAAK
NIP. 19680511 200112 1 003

2. Menurunnya insiden keselamatan pasien (KTD dan KNC) dan


meningkatnya mutu pelayanan dan keselamatan pasien
1. Setiap karyawan berkewajiban melaporkan bila terjadi KTD.
KEBIJAKAN

2. Rumah Sakit Tani dan Nelayan mengembangkan budaya


pelaporan keselamatan dan belajar dari insiden yang terjadi di

PROSEDUR

rumah sakit.
1. Tentukan bentuk investigasi sesuai dengan dan analisis yang
akan dilakukan sebagai berikut :
a. Grade biru : Investigasi sederhana oleh atasan langsung,
waktu maksimal 1 minggu.
b. Grade hijau : Investigasi sederhana oleh atasan langsung,
waktu maksimal 2 minggu.
c. Grade kuning : Investigasi komprehensif/analisis akar
masalah/RCA oleh tim KP di RS, waktu maksimal 45 hari.
d. Grade merah : Investigasi komprehensif/analisis akar
masalah/RCA oleh tim KP di RS, waktu maksimal 45 hari
2. Setelah selesai melakukan investigasi sederhana, laporan hasil
investigasi dan laporan insiden dilaporkan ke tim KP di RS.
3. Tim KP di RS akan menganalisis kembali hasil investigasi dan
laporan insiden untuk menentukan apakah perlu dilakukan
investigasi lanjutan (RCA) dengan melakukan regarding.
4. Untuk grade kuning/merah, Tim KP di RS akan melakukan
analisis akar masalah/Root Cause Analysis (RCA).

PENGELOLAAN PELAPORAN

No. Dokumen

RSUD TANI DAN


NELAYAN

No. Revisi

Halaman

4/2

Jl.Prof.Dr.H.Aloei Saboe Desa


Lamu Kec.Tilamuta
Kab.Boalemo Prov.Gorontalo
KP.96313 Telp/Fax:(0443)
211023

Direktur RSUD Tani dan Nelayan


STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Tanggal Terbit
dr.MUH.JAMAL.MPH.AAAK
NIP. 19680511 200112 1 003

5. Setelah melakukan RCA, Tim KP di RS akan membuat laporan


dan rekomendasi untuk perbaikan serta Pembelajaran berupa :
Petunjuk/Safety alert untuk mencegah kejadian yang sama
terulang kembali.
6. Hasil RCA rekomendasi dan rencana kerja dilaporkan kepada
Direktur Rumah Sakit
7. Rekomendasi untuk Perbaikan dan Pembelajaran diberikan
umpan balik kepada unit kerja terkait.
8. Unit kerja membuat analisa dan tren kejadian di satuan kerjanya
masing-masing.
9. Monitoring dan Evaluasi Perbaikan oleh Tim KP di RS.
10. Catatan; Laporan IKP jangan disimpan di dokumen Rekam
medis, jangan di foto copy, hanya disimpan di Tim Keselamatan
Pasien.
11. Dokumen pendukung
a. S7P3 Instrumen Akreditasi Admen
b. S7P4 Instrumen Akreditasi Yan Med
1. Sub Komite Keselamatan Pasien
UNIT TERKAIT

2.

Semua Unit Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan


Nelayan