Anda di halaman 1dari 15

HAKIKAT MANUSIA

MENURUT ISLAM

PENCIPTAAN MANUSIA

Manusia adalah makhluk paling


sempurna yang pernah diciptakan
oleh Allah SWT. Kesempurnaan
yang dimiliki manusia merupakan
suatu konsekuensi fungsi dan
tugas mereka sebagai khalifah di
muka bumi ini. Al-Quran
menerangkan bahwa manusia
berasal dari tanah.

Dalam Al-Quran di jelaskan tentang proses penciptaan manusia,


antara lain dalam Q.S Al. Muminuun:12,13 & 14.

.
.





.

Walaqad khalaqnaa-insaana min sulaalatin min thiinin
Tsumma ja'alnaahu nuthfatan fii qaraarin makiinin
Tsumma khalaqnaannuthfata 'alaqatan fakhalaqnaal 'alaqata
mudhghatan fakhalaqnaal mudhghata 'izhaaman fakasaunaal
'izhaama lahman tsumma ansya'naahu khalqan aakhara
fatabaarakallahu ahsanul khaaliqiin(a)
Artinya:
12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari
suatu saripati (berasal) dari tanah.
13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan)
dalam tempat yang kokoh (rahim).
14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu
segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal
daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu
Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta
yang paling baik.

Konsep Manusia Menurut Al Quran

Konsep Basyar, adalah makhluk sekedar berada (being),


biologis, statis, seperti hewan.
Konsep Insan, adalah makhluk yang menjadi (becoming),
psikologis, spiritualis, yang bergerak ke arah kesempurnaan.
Konsep An-Naas, adalah yang menunjuk kepada semua
manusia sebagai makhluk sosial.
Banu Adam, sebagai anak keturunan adam yang merupakan
manusia yang pertama.

Sebenarnya manusia itu terdiri dari 3 unsur yaitu:


1. Jasmani.
Terdiri dari air, kapur, angin, api dan tanah.
2. Ruh
Terbuat dari cahaya (nur). Fungsinya untuk menghidupkan jasmani.
3.Jiwa (an nafsun/rasa dan perasaan)
Manusia memiliki fitrah dalam arti potensi yaitu kelengkapan yang
diberikan pada saat dilahirkan ke dunia. Potensi yang dimiliki manusia
dapat di kelompokkan pada dua hal yaitu potensi fisik dan potensi
rohania.
Ibnu sina yang terkenal dengan filsafat jiwanya menjelaskan bahwa
manusia adalah makhluk sosial dan sekaligus makhluk ekonomi.
Manusia adalah makhluk sosial untuk menyempurnakan jiwa manusia
demi kebaikan hidupnya, karena manusia tidak hidup dengan baik
tanpa ada orang lain. Dengan kata lain manusia baru bisa mencapai
kepuasan dan memenuhi segala kepuasannya bila hidup berkumpul
bersama manusia.

Fungsi dan tujuan hidup manusia menurut islam.


a. Sebagai khalifah
Khalifah berarti pemimpin, wakil, pengelola dan pemelihara.
Khalifah Allah berarti wakil Allah, manusia dibekali dengan
profesi untuk memahami dan menguasai hukum Allah yang
terkandung dalam ciptaan-Nya. Dengan pemahaman terhadap
kebenaran tersebut manusia dapat menyusun konsep dan
melakukan rekayasa. Pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu
yang baru dalam perkembangan manusia yang dinamis.
Segala yang dihasilkan manusia dalam konteks sebagai khalifah
di landasi dengan ketundukan dan ketaatan kepada Allah Swt.
Hal ini tidak lain adalah refleksi dari fungsi penciptaan sebagai
khalifah di berikan oleh Allah dan akan dipertanggung jawabkan
oleh manusia.

Diterangkan dalam QS Al. Baqarah: 30







Wa-idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati innii jaa'ilun fiil ardhi khaliifatan
qaaluuu ataj'alu fiihaa man yufsidu fiihaa wayasfikuddimaa-a
wanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka qaala innii
a'lamu maa laa ta'lamuun(a)
Artinya:
"Ingatlah, ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat:
'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka
bumi'. Mereka berkata: 'Mengapa Engkau hendak menjadikan
(khalifah) di bumi itu, orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa
bertasbih, dengan memuji Engkau, dan mensucikan Engkau'. Rabb
berfirman: 'Sesungguhnya, Aku mengetahui, apa yang tidak kamu
ketahui'." (QS.2:30)

ungsi dan tujuan hidup manusia menurut islam.


b. Sebagai hamba Allah
Penciptaan manusia sebagai pengabdi/untuk beribadat dipahami
dengan kepatuhan, ketundukan dan pengabdian manusia kepada
Allah.
Tuntutan pelaksanaan ibadah dengan ikhlas ini di jelaskan oleh Allah
dalam Q.S Al. Bayyinah: (5), sebagai berikut:


Wamaa umiruu ilaa liya'buduullaha mukhlishiina lahuddiina
hunafaa-a wayuqiimuush-shalaata wayu'tuuzzakaata wadzalika
diinul qai-yimat(i)
Artinya:
"Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah
dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, dalam (menjalankan)
agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan
menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."
(QS.98:5)

HAKIKAT MANUSIA

Hakikat Manusia

1) Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat


menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhankebutuhannya.
2) Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab
atas tingkah laku intelektual dan sosial.
3) Seseorang yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang
positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu
menentukan nasibnya.
4) Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus
berkembang tidak pernah selesai selama hidupnya.
5) Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam
usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain
dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati.
6) Individu yang mudah terpengaruh oleh lingkungan terutama
dalam bidang sosial.

KESIMPULAN
Jadi manusia merupakan makhluk yang luar biasa kompleks. Begitu
sempurna manusia diciptakan oleh Sang Pencipta daripada makhluknya
yang lain dan manusia tidak selalu diam karena dalam setiap kehidupan
manusia selalu berpartisipasi. Kita sebagai manusia harus menjadi
individu yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.
Manusia itu tidak sepenuhnya sempurna, dalam kehidupan yang kita
jalani pasti selalu ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan, oleh
karena itu juga membutuhkan bantuan dari orang lain, karena manusia
adalah makhluk sosial sama seperti yang lain karena manusia tidak bisa
berdiri sendiri, dalam hal agama kita juga mempunyai banyak maka
dari itu kita harus saling menghargai dan mengasihi karena kita samasama makhluk yang diciptakan tidak ada bedanya , selain itu dalam
hidup manusia juga terdapat banyak aturan yang harus kita patuhi
sebagai umat manusia.

WASALAMUALAIKUM
WARAHMATULLAHI WABARAKATU