Anda di halaman 1dari 11

Pengertian Teks Prosedur Kompleks

Teks Prosedur Kompleks adalah suatu teks yang menjelaskan langkah-langkah/tahap-tahap atau
prosedur yang harus dilakukan oleh seseorang demi mencapai suatu tujuan. Teks Prosedur ini
memiliki ungsi sosial menjelaskan bagaimana sesuatu tersebut bisa dibuat atau dilakukan dengan
langkah-langkah yang urut.
Struktur Teks Prosedur Kompleks

Pembuka. Merupakan suatu tulisan yang berisi mengenai tujuan atau hasil
akhir yang nantinya akan dicapai jika seseorang tersebut mengikuti langkahlangkah yang ada pada teks.

Langkah-langkah. Prosedur yang harus/wajib diikuti agar dapat mencapai


tujuan yang diinginkan dengan tepat.

Ciri Ciri
Suatu teks dapat dikatakan sebuah teks ekplanasi jika memiliki ciri ciri seperti
berikut :
1. Memuat informasi informasi fakta.
2. Membahas suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau ilmu pengetahuan.
3. Bersifat informative dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca untuk
mempercayai hal yang dibahas di dalam teks.
4. Memiliki / menggunakan sequence markers, seperti pertama, kedua, ketiga, dsb.
atau pertama, berikutnya, terakhir.

Struktur Teks Ekplanasi


Teks ekplanasi terdiri dari bagian bagian seperti di bawah ini :
1. General Statement / Pernyataan umum
Bagian pertama teks ekplanasi adalah general statement atau yang disebut juga
dengan pernyataan umum. Bagian ini menyampaikan topik atau permasalahan
yang akan di bahas pada teks ekplanasi yang berupa gambaran umum mengenai
apa dan mengapa suatu fenomena tersebut bisa terjadi. General statement ini
harus ditulis semenarik mungkin agar para pembaca bisa tertarik untuk membaca
isi teks secara keseluruhan.
2. Sequence of Explanation / Deretan Penjelas

Bagian ini mengandung penjelasan penjelasan mengenai sebuah topik yang akan
dibahas secara lebih mendalam. Bagian ini ditulis untuk menjawab pertanyaan how,
bagaimana dan urutan sebab akibat dari sebuah fenomena yang terjadi. Bagian
ini biasanya ditulis dalam 2 atau 3 paragraf.
3. Closing
Bagian terakhir dari teks ekplanasi adalah closing yang mengandung intisari atau
kesimpulan dari fenomena yang telah dibahas. Di dalam bagian ini juga bisa
ditambahkan saran atau juga tanggapan penulis mengenai fenomena tersebut

Contoh Teks Eksplanasi


Urbanisasi
Akhir akhir ini jumlah penduduk di kota kota besar, seperti Jakarta mengalami
kenaikan yang sangat signifikan. Kenaikan jumlah penduduk ini disebabkan oleh
sebuah fenomena sosial yang terjadi belakangan ini, yaitu Urbanisasi. Fenomena
inilah yang menyebabkan laju pertumbuhan penduduk yang tidak terbendung,
sehingga dapat menyebabkan beberapa permasalahan permasalahan yang timbul
di kota besar. Lalu, apakah Urbanisasi itu, dan faktor faktor apa saja yang
mendorong fenomena sosial ini? Berikut adalah penjelasan mengenai urbanisasi.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa menuju kota. Namun, berbeda
dengan perspektif ilmu pengetahuan, Urbanisasi dipandang sebagai presentase
jumlah penduduk yang tinggal di perkotaaan. Perpindahan penduduk ini dibagi
menjadi beberapa jenis, yaitu migrasi dan mobilitas penduduk. Migrasi adalah
perpindahan penduduk dari desa menuju kota untuk tujuan menetap. Sedangkan,
mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota hanya untuk
tinggal sementara. Urbanisasi migrasi inilah yang menjadi penyebab utama
melonjaknya jumlah penduduk di daerah perkotaan. Perpindahan penduduk yang
sangat massive ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor
penarik.
Faktor pendorong adalah penyebab urbanisasi yang berasal dari desa itu sendiri.
Faktor faktor tersebut diantaranya, yang pertama lahan pertanian yang semakin
sempit. Menyempitnya lahan pertanian di desa menyebabkan orang orang di desa
tidak bisa lagi bekerja sehingga mengharuskan mereka untuk mencari pekerjaan
lain di luar desa. Yang kedua adalah terbatasnya sarana dan prasarana di desa.
Ketiadaan sarana dan prasarana ini menyebabkan masyrakat desa merasa kesulitan
dalam berbagai hal, akibatnya mereka merasa perlu mencari tempat yang memiliki
sarana dan prasarana lengkap, yaitu di kota. Dan yang terakhir adalah ketidak
cocokan dengan budaya tempat asal. Masyarakat desa yang tidak cocok dengan
budaya asal mereka terpaksa harus ke luar dari desa tersebut sehingga bisa hidup

lebih nyaman.
Selain faktor pendorong, ada juga faktor penarik. Faktor ini adalah penyebab
urbanisasi yang berasal dari kota. Ada beberapa penyebab yang menjadi faktor
penarik, yaitu yang pertama adalah banyaknya lapangan pekerjaan di kota. Orang
orang desa yang pindah dari desa tujuan utamannya adalah mencari pekerjaan.
Dengan begitu, kota adalah tempat yang paling tepat karena di sana tersedia
banyak lapangan pekerjaan. Kemudian, pandangan akan kehidupan kota yang lebih
modern. Masyarakat desa yang bosan dengan kehidupan serba sederhana di desa
akan beralih ke kota karena di sanalah kehidupan lebih modern dan juga ditunjang
dengan fasilitas lengkap lainnya.
Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpukan bahwa melonjaknya jumlah
penduduk di perkotaan disebabkan oleh fenomena urbanisasi, yaitu perpindahan
masyarakat desa menuju kota. Perpindahan ini sendiri disebabkan oleh faktor
pendorong dan faktor penarik. Sebenarnya, urbanisasi ini adalah suatu fenomena
yang positif jika masyarakat yang pindah ke kota memiliki skill atau kemampuan
khusus. Sebaliknya, jika tidak memiliki skill dan kemampuan, urbanisasi ini hanya
akan menyebabkan masalah sosial di perkotaan.

URBANISASI
Oleh: Salsabila Yola

Pernyataan Umum
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang
cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota
akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah
peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah
lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan
lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya
harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian
pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa
dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk
urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini
adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk
melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
Urbanisasi identik dengan sebuah tujuan untuk memperbaiki kondisi hidup yang semula serba
kekurangan untuk menjadi lebih baik. Urbanisasi bagi kota besar seperti Jakarta merupakan
problema pelik yang setiap tahun pasti datang menghampiri. Hal ini mengidentifikasikan bahwa
tempat asal mereka lahan ekonominya tidak cukup prospektif. Terlebih mereka melihat bahwa
kota besar kususnya Jakarta merupakan pusatnya perekonomian, maka ketertarikan untuk
mengadu nasib dengan urbanisasi semakin bertambah.
Nalarnya, dengan meningkatnya jumlah penduduk suatu kota, juga akan mempengaruhi
meningkatnya Produk Domestic Bruto (PDB) dan pencapaian pembanguan kota tersebut, itu
hanya terjadi bila urbanisasi di kota besar masih pada tingkat yang bisa dikendalikan. Namun
deda halnya yang terjadi di kota Jakarta yang sudah sangat tidak terkontrol, bahkan meningkat
dari tahun ke tahun. Bukannya pencapaian pembangunan justru muncul masalah yang baru,
misalnya: kemiskinan, pengangguran, tatakota yang carut marut, kesejahteraan yang kurang
merata, bahkan timbulnya kriminalitas yang semakin merajalela. Secara empiris, arus urbanisasi
selalu searah dengan arus pembangunan. Dan saat ini pembangunan di Jakarta masih dianggap
yang paling baik di negeri ini. Fakta ini menunjukkan bahwa kesalahan bukan hanya terletak dari
urbanisasi, namun juga pada kebijakan pembangunan yang tidak merata. Hal ini menunjukkan
bahwa progam otonomi daerah juga kurang maksimal, padahal bila progam tersebut bisa tercapai
dengan memaksimalkan potensi daerahnya masing-masing akan menekan jumlah arus urbanisasi
dan pembangunan daerah juga akan tercapai.
Sebab Akibat
Penyebab urbanisasi atau perpindahan penduduk perdesaan ke perkotaan terjadi karena adanya
daya tarik (pull factors) dari perkotaan dan daya dorong (push factors) dari perdesaan.
A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi

Kehidupan kota yang lebih modern

Sarana dan prasarana kota lebih lengkap

Banyak lapangan pekerjaan di kota

Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan lebih mudah didapat dan
berkualitas

Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih
mudah untuk mendapatkan penghasilan

Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi
industri kerajinan.

Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat
pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.

Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau
untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah.

Tersedia beragam fasilitas kehidupan, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi,


rekreasi, dan pusat-pusat perbelanjaan.

Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi

Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya

Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa

Terbatasnya sarana dan prasarana di desa

Diusir dari desa asal

Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,

Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.

Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat
sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.

Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.

Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama,
kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan
lain dikota.

Seubungan dengan proses tersebut di atas, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu
daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang baik. Artinya adalah, sebab suatu daerah
mempunyai daya tarik sedemikian rupa, sehingga orang-orang pendatang semakin banyak.
Secara umum dapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya adalah sebagai berikut :

Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan atau menjadi ibukota (contohnya
Jakarta).

Tempat tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha


perdagangan/perniagaan, misalnya sebuah kota pelabuhan atau sebuah kota yang letaknya
dekat pada sumber bahan-bahan mentah.

Timbulnya industri di daerah itu yang memproduksikan barang-barang maupun jasa-jasa.

Akibat Urbanisasi

Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota

Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)

Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan

Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal

Terjadinya urbanisasi membawa dampak positil dan negatif, baik bagi desa yang
ditinggalkan, maupun bagi kota yang dihuni.

Dampak positif urbanisasi bagi desa (daerah asal) yaitu, meningkatnya kesejahteraan penduduk
melalui kiriman uang dan hasil pekerjaan di kota, mendorong pembangunan desa karena
penduduk telah mengetahui kemajuan dikota, bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi
dapat mengurangi jumlah penduduk, dan mengurangi jumlah pengangguran di pedesaan.
Dampak negatif urbanisasi bagi desa yaitu, desa kekurangan tenaga kerja untuk mengolah
pertanian, perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat sering ditularkan dan kehidupan
kota, dan desa banyak kehilangan penduduk yang berkualitas.

Dampak positif urbanisasi bagi kota yaitu, kota dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja,
dan semakin banyaknya sumber daya manusia yang berkualitas.
Dampak negatif urbanisasi bagi kota yaitu, timbulnya pengangguran, munculnya tunawisma dan
gubuk-gubuk liar di tengah-tengah kota, meningkatnya kemacetan lalu lintas, meningkatnya
kejahatan, pelacuran, perjudian, dan bentuk masalah sosial lainnya.
Banyaknya problema akibat "urbanisasi" ini, tentunya menambah persoalan yang perlu
diselesaikan oleh pemerintah maupun masyarakat. Langkah-langkah yang perlu dilaksanakan
dalam pemecahannya terhadap masalah ini antara lain, adalah:

Mengembalikan para penganggur di kota ke desa masing-masing.

Memberikan keterampilan kerja (usaha) produktif kepada angkatan kerja di daerah


pedesaan.

Memberikan bantuan modal untuk usaha produktif.

Mentransmigrasikan para penganggur yang berada di perkotaan.

Dan langkah-langkah lainnya yang dapat mengurangi atau mengatasi terjadinya "urbanisasi".

Mengantisipasi perpindahan penduduk dari desa ke kota, sehingga"urbanisasi" dapat


ditekan.

Memperbaiki tingkat ekonomi daerah pedesaan, sehingga mereka mampu hidup dengan
penghasilan yang diperoleh di desa.

Meningkatan fasilitas pendidikan, kesehatan dan rekreasi di daerah pedesaan, sehingga


membuat mereka kerasan 'betah' tinggal di desa mereka masing-masing.

Dan langkah-langkah lain yang kiranya dapat mencegah mereka untuk tidak berbondongbondong berpindah ke kota.

Weller dan Bouvier mengatakan, ada 3 solusi untuk menekan urbanisasi.


1. Solusi pertama, melarang penduduk untuk pindah ke kota. Solusi ini sudah pernah
dilakukan oleh kota-kota besar sperti Jakarta, bahkan sampai saat ini masih dilakukan
untuk meneknan urbanisasi namun kurang efektif karena terkasan otoriter.
2. Solusi kedua, penyeimbangan pembangunan di desa dan di kota, namun pada saat ini di
desa masih bertumpu pada sector agrarian seperti sector pertanian sedangkan
pembangunan harus dilakukan secara menyeluruh, seperti sektor industry, jasa,
infastruktur.
3. Solusi ketiga, mengembangkan kota-kota kecil di daerah sebagai sentra pertumbuhan
ekonomi yang baru. Sebenarnya pengembangan kota di daerah sudah dipermudah dengan
adanya progam otonomi daerah, sehigga pemerintah daerah mempunyai otoritas yang
lebih besar untuk membagun daerah masing-masing. Semua elemen harus terlibat,
pemerintah sebagai pengelola kebijakan, masyarakat sebagai objek, pemilik modal
sebagai investor yang menopang pertumbuhan ekonomi.

Teks prosedur kompleks adalah teks tersebut harus memuat seluruh unsur yang
membangun secara utuh sebuah prosedur kompleks. Unsur yang kami maksud
disini adalah terkait dengan struktur dari sebuah teks prosedur kompleks.

Cara Membuat Keranjang Bunga


Keranjang bunga kecil mungil sangat menarik warna bentuknya maupun dekorasinya. Tentu saja,
manfaat lainnya dapat dipergunakan sebagai tempat kue untuk ulang tahun atau tempat kado.
Bahan-bahan yang diperlukan juga sangat sederhana, antara lain kertas karton berwarna atau
kertas duplek, perekat, dan kertas warna-warni untuk dekorasi. Bentuk dan keranjang bunga ini
bisa segi empat, bundar, lonjong, atau bentuk lainnya seperti yang dikehendaki. Alat-alatnya
gunting, yaitu perekat dan staples. Untuk membuatnya, ikuti langkah-langkah berikut ini:
Langkah membuatnya:
1. Sehelai kertas karton berwarna dipotong segi empat sama sisi dengan ukuran 18
sentimeter setiap sisinya. Setelah dipotong, ukurlah ke dalam tiga sentimeter lagi pada
masing-masing sisi. Kemudian, ditarik garis titik pada keempat sampingnya. Terdapatlah
segi empat sama sisi yang lebih kecil dengan panjang masing-masing sisi 15 cm. Kini
membentuk kotak keranjang pada setiap sudut digunting sebelah. Setelah keempat sudut
digunting, barulah keempat sisi itu ditekuk sehingga merupakan kotak terbuka supaya
kuat sambungan tekukan itu dihubungkan dengan sisi yang lain dengan perekat atau di
stapler.
2. Tahap kedua dibuat gantungan keranjang. Gantungan ini juga bisa dibuat bermacam
variasi, seperti bentuk segitiga, bulat lonjong, dan segi empat. Salah satu contoh membuat
gantungan segitiga, yaitu kertas duplex yang dipotong dengan panjang 30 sentimeter.
Kemudian, dilipat dua dan pada kedua ujungnya ditekuk lagi masing-masing sepanjang
tiga sentimeter. Maksud tekukan pada kedua ujung gantungan itu untuk sambungan pada
kedua sisi keranjang.
3. Merakit keranjang bunga dengan menempelkan gantungan pada kedua sisi keranjang.
Kedua ujung diberi perekat dan ditempelkan pada kedua sisi atau dengan cara distaples.
Setelah rakitan selesai, barulah diberi dekorasi dengan guntingan kertas warna yang
disusun dengan bermacam-macam variasi. Yang patut diberi dekorasi ialah hampir
seluruh bagian kecuali bagian dasar yang tidak kelihatan. Membuat dekorasi yang sama
bentuknya dengan melipat kertas menjadi beberapa lipatan yang kemudian digunting
sekaligus. Umpamanya, dekorasi samping keranjang dengan bentuk segitiga atau tengah
bulatan. Dekorasi pada gantungan dengan bentuk bunga rampai berkembang dan tunas
padi tersusun dan dekorasi pada dasar keranjang dengan bunga-bunga yang bertebaran.
Jadilah keranjang bunga indah yang siap untuk tempat merangkai bunga atau tempat
kado. Bisa juga untuk tempat makanan kecil dalam pesta ulang tahun.

TUGAS BAHASA INDONESIA


TENTANG TEKS EKSPLANASI DAN TEKS PROSEDUR
KOMPLEKS

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 5:


1.MULIADI (MODERATOR)
2.NINDYA FEBRIA WISTA SAPUTRI
(PENYAJI)
3.NURUL SISKA DEWI (NOTULEN)
4.SITI AMINAH (ANGGOTA)
5.ROHIYATUN (ANGGOTA)

X IPA 1