Anda di halaman 1dari 11

TUGAS PIKE

Nama : Rizky Adhim P.


NIM : 07212189

TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2015

1. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah pembangkit yang


mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk
menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini biasa
disebut sebagai hidroelektrik.

Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang
dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air.
Namun, secara luas, pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas
pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi
pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain
seperti tenaga ombak. Hidroelektrisitas adalah sumber energi terbarukan.

Di banyak bagian Kanada (provinsi British


Columbia, Manitoba, Ontario, Quebec, dan Newfoundland and Labrador)
hidroelektrisitas digunakan secara luas. Pusat tenaga yang dijalani oleh
provinsi-provinsi ini disebut BC Hydro, Manitoba Hydro,Hydro
One (dulunya "Ontario Hydro"), Hydro-Qubec, dan Newfoundland and
Labrador Hydro. Hydro-Qubec merupakan perusahaan penghasil listrik
hydro terbesar dunia, dengan total listrik terpasang sebesar
31.512 MW (2005).
Pembangkit tinggi tenaga air (PLTA) bekerja dengan cara merubah energi
potensial (dari dam atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan
bantuan turbin air) dan dari energi mekanik menjadi energi listrik(dengan
bantuan generator).
Kapasitas PLTA diseluruh dunia ada sekitar 675.000 MW ,setara dengan

3,6 milyar barrel minyak atau sama dengan 24 % kebutuhan listrik dunia
yang digunakan oleh lebih 1 milyar orang.
Jenis jenis PLTA :
Potensi tenaga air didapat pada sungai yang mengalir di daerah
pegunungan. Untuk dapat memanfaatkan potensi dari sungai ini, maka
kita perlu membendung sungai tersebut dan airnya disalurkan ke
bangunan air PLTA. Ditinjau dari cara membendung air, PLTA dapat dibagi
menjadi 2 kategori yaitu :
1.

PLTA run off river

2.

PLTA dengan kolam tando (reservoir)

Pada PLTA run off river, air sungai dialihkan dengan menggunankan dam
yang dibangun memotong aliran sungai. Air sungai ini kemudian
disalurkan ke bangunan air PLTA.
Pada PLTA dengan kolam tando (reservoir), air sungai dibendung dengan
bendungan besar agar terjadi penimbunan air sehingga terjadi kolam
tando. Selanjutnya air di kolam tando disalurkan ke bangunan air PLTA.
Dengan adanya penimbunan air terlebih dahulu dalam kolam tando, maka
pada musim hujan di mana debit air sungai besarnya melebihi kapasitas
penyaluran air bangunan air PLTA, air dapat ditampung dalam kolam
tando. Pada musim kemarau di mana debit air sungai lebih kecil daripada
kapasitas penyaluran air bangunan air PLTA, selisih kekurangan air ini
dapat diatasi dengan mengambil air dari timbunan air yang ada dalam
kolam tando. Inilah keuntungan penggunaan kolam tando pada PLTA. Hal
ini tidak dapat dilakukan pada PLTA run off river.
Pada PLTA run off river, daya yang dapat dibangkitkan tergantung pada
debit air sungai, tetapi PLTA run off river biaya pembangunannya lebih
murah daripada PLTA dengan kolam tando (reservoir), karena kolam tando
memerlukan bendungan yang besar dan juga memerlukan daerah
genangan yang luas.
Jika ada sungai yang mengalir keluar dari sebuah danau, maka dapat
dibangun PLTA dengan menggunakan danau tersebut sebagai kolam
tando. Contoh mengenai hal ini yaitu PLTA Asahan yang menggunakan

Danau Toba sebagai kolam tando, karena Sungai Asahan mengalir dari
Danau Toba.
Cara Kerja PLTA
Komponen kompnen dasar PLTA berupa dam, turbin, generator dan
transmisi.
Dam berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar karena turbin
memerlukan pasokan air yang cukup dan stabil. Selain itu dam juga
berfungsi untuk pengendalian banjir. contoh waduk Jatiluhur yang
berkapasitas 3 miliar kubik air dengan volume efektif sebesar 2,6 miliar
kubik.
Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi
mekanik. gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan
turbin berputar. Turbin air kebanyakan seperti kincir angin, dengan
menggantikan fungsi dorong angin untuk memutar baling-baling
digantikan air untuk memutar turbin. Perputaran turbin ini di hubungkan
ke generator. Turbin terdiri dari berbagai jenis seperti turbin Francis,
Kaplan, Pelton, dll.
Generator dihubungkan ke turbin dengan bantuan poros dan gearbox.
Memanfaatkan perputaran turbin untuk memutar kumparan magnet
didalam generator sehingga terjadi pergerakan elektron yang
membangkitkan arus AC.
Travo digunakan untuk menaikan tegangan arus bolak balik (AC) agar
listrik tidak banyak terbuang saat dialirkan melalui transmisi. Travo yang
digunakan adalah travo step up.
Transmisi berguna untuk mengalirkan listrik dari PLTA ke rumah rumah
atau industri. Sebelum listrik kita pakai tegangannya di turunkan lagi
dengan travo step down.
Menurut Harvey (1993), PLTA dibagi menjadi tiga, yaitu mikro hidro antara
0300 kW, mini hidro antara 300-10.000 kW, dan PLTA dengan daya listrik
diatas 10.000 kW.
Nama-Nama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
PLTA Angkup Provinsi NAD

PLTA Cibadak Provinsi Jawa Barat


PLTA Cirata Provinsi Jawa Barat
PLTA Garung Provinsi Jawa Tengah
PLTA Jatiluhur Provinsi Jawa Barat
PLTA Karangkates Provinsi Jawa Timur
PLTA Lodaya Provinsi Jawa Timur
PLTA Maninjau Provinsi Sumatera Utara
PLTA Paiton Provinsi Jawa Timur
PLTA Pangeran Moh. Nor Provinsi Kalimantan Timur
PLTA Riam Kanan Provinsi Kalimantan Selatan
PLTA Sadang Provinsi Sulawesi Selatan
PLTA Saguling Provinsi Jawa Barat
PLTA Selorejo Provinsi Jawa Timur
PLTA Sempor Provinsi Jawa Tengah
PLTA Sengguruh Provinsi Jawa Timur
PLTA Sentai Provinsi Papua
PLTA Sigura-Gura Provinsi Sumatera Utara
PLTA Soroako Provinsi Bengkulu
PLTA Tes Provinsi Bengkulu
PLTA Tonsea Provinsi Sulawesi Utara
PLTA Tuntang Provinsi Jawa Tengah
PLTA Wlingi Raya Provinsi Jawa Timur
PLTA Wonogiri Provinsi Jawa Tengah

2. PLTM adalah Pembangkit Listrik yang mengandalkan energi potensial


dan kinetik dari air untuk menghasilkanenergi listrik. Energi listrik yang
memiliki kapasitas daya lebih kecil dari PLTA sekitar 300-10000KW
PLTM di indonesia :

Blitar, Jatim = PLTM lodagung (1.30uw)


Jombang, Jatim = PLTM Jatimierek (2,62uw)
Kediri, Jatim = PLTM mrican (2,7uw)

3. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)


A. Pengertian Mikrohidro
Pembangkitan listrik mikrohidro adalah pembangkitan listrik dihasilkan
oleh generator listrik DC atau AC. Mikrohidro berasal dari kata micro yang
berarti kecil dan hydro artinya air, arti keseluruhan adalah pembangkitan
listrik daya kecil yang digerakkan oleh tenaga air. Tenaga air besaral dari
aliran sungai kecil atau danau yang dibendung dan kemudian dari
ketinggian tertentu dan memiliki debit yang sesuai akan menggerakkan
turbin yang dihubungkan dengan generator listrik.
Generator yang digunakan untuk mikrohidro dirancang mudah untuk
dioperasikan dan dipelihara, didesain menunjang keselamatan, tetapi
peralatan dari listrik akan menjadi berbahaya bila tidak digunakan dengan
baik. Beberapa point dari pedoman ini, instruksinya menunjukan hal yang
wajib diperhatikan dan harus diikuti seperti ditunjukkan berikut ini.
B. Prinsip Kerja PLT Mikrohidro
Pembangkit tenaga listrik mikrohidro pada prinsipnya memanfaatkan
beda ketinggian dan jumlah debit air per detik yang ada pada aliran air
irigasi, sungai atau air terjun. Aliran air ini akan memutar poros turbin
sehingga menghasilkan energi mekanik. Energi ini selanjutnya
menggerakkan generator dan menghasilkan energi listrik.
C. Konversi Energi PLTMH
Energi Potensial - Energi Mekanik - Energi Listrik

Gb. Sistem PLTMH


D. Bagian-bagian PLT Mikro Hidro

Gb. Sistem PLTMH


1. Waduk (reservoir)
Waduk adalah danau yang dibuat untuk membandung sungai untuk
memperoleh air sebanyak mungkin sehingga mencapai elevasi.

2. Bendungan (dam)
Dam berfungsi menutup aliran sungai sungai sehingga terbentuk
waduk.Tipe bendungan harus memenuhi syarat topografi, geologi dan
syarat lain seperti bentuk serta model bendungan.

Gb. Bendungan
3. Saringan (Sand trap)
Saringan ini dipasang didepan pintu pengambilan air, berguna untuk
menyaring kotoran kotoran atau sampah yang terbawa sehingga air
menjadi bersih dan tidak mengganggu operasi mesin PLTMH.

Gb. Saringan
4. Pintu pengambilan air (Intake)
Pintu Pengambilan Air adalah pintu yang dipasang diujung pipa dan
hanya digunakan saat pipa pesat dikosongkan untuk melaksanakn
pembersihan pipa atau perbaikan.
5. Pipa pesat (penstok)
Fungsinya untuk mengalirkan air dari saluran pnghantar atau kolam
tando menuju turbin. Pipa pesat mempunyai posisi kemiringan yang tajam
dengan maksud agar diperoleh kecepatan dan tekanan air yang tinggi
untuk memutar turbin. Konstruksinya harus diperhitungkan agar dapat
menerima tekanan besar yang timbul termasuk tekanan dari pukulan air.
Pipa pesat merupakan bagian yang cukup mahal, untuk itu pemilihan pipa
yang tepat sangat penting.

Gb. Penstok
6. Katub utama (main value atau inlet value)
Katub utama dipasang didepan turbin berfungsi untuk membuka aliran
air, Menstart turbin atau menutup aliran (menghentikan turbin). Katup
utama ditutup saat perbaikan turbin atau perbaikan mesin dalam rumah
pembangkit. Pengaturan tekanan air pada katup utama digunakan pompa
hidrolik.
7. Power House
Gedung Sentral merupakan tempat instalasi turbin air,generator,
peralatan Bantu, ruang pemasangan, ruang pemeliharaan dan ruang
control.
Beberapa instalasi PLTMH dalam rumah pembangkit adalah :
a. Turbin, merupakan salah satu bagian penting dalam PLTMH yang
menerima energi potensial air dan mengubahnya menjadi putaran
(energi mekanis). Putaran turbin dihubungkan dengan generator
untuk menghasilkan listrik.

b. Generator, generator yang digunakan adalah generator pembangkit


listrik AC. Untuk memilih kemampuan generator dalam menghasilkan
energi listrik disesuaikan dengan perhitungan daya dari data hasil survei.
Kemampuan generator dalam menghasilkan listrik biasanya dinyatakan
dalam VoltAmpere (VA) atau dalam kilo volt Ampere (kVA).

Gb. Generator
c. Penghubung turbin dengan generator, penghubung turbin dengan
generator atau sistem transmisi energi ekanik ini dapat digunakan sabuk
atau puli, roda gerigi atau dihubungkan langsung pada porosnya.
1) Sabuk atau puli digunakan jika putaran per menit (rpm) turbin belum
memenuhi putaran rotor pada
generator, jadi puli berfungsi untuk
menurunkan atau menaikan rpm motor generator.
2) Roda gerigi mempunyai sifat yang sama dengan puli
3) Penghubung langsung pada poros turbin dan generator, jika putaran
turbin sudah lama dengan putaran
rotor pada generator.

Gb. Instalasi PLTMH


E. Perhitungan Teknis
Potensi daya mikrohidro dapat dihitung dengan persamaan daya:
(P) = 9.8 x Q x Hn x ;
di mana:
P = Daya (kW)
Q = debit aliran (m/s)
Hn = Head net (m)
9.8 = konstanta gravitasi
= efisiensi keseluruhan.
Misalnya, diketahui data di suatu lokasi adalah sebagai berikut:
Q = 300 m3/s2, Hn = 12 m dan h = 0.5. Maka,
besarnya potensi day a (P) adalah:
P = 9.8 x Q x Hn x h
= 9.8 x 300 x 12 x 0.5
= 17 640 W
= 17.64 kW
Contoh PLTMH di Indonesia :
Banjarnegara PLTMH rakit
Wonorejo PLTMH wonorejo
Madiun PLTMH widas