Anda di halaman 1dari 16

1

RENCANA KERJA DAN SYARAT ( RKS )


A SPESIFIKASI UMUM
1.

UMUM
Lokasi Pekerjaan
Lokasi Pekerjaan adalah Dsn Bone-Bone Pantai Ds. Bambu Kec. Mamuju
Kab. Mamuju Prov. Sulawesi Barat, sebagaimana dapat dilihat pada Album
Gambar Kerja.
Ruang Lingkup Kontrak
Kegiatan : Pembangunan / Rehabilitasi Tanggul Pantai
Pekerjaan : Pembangunan Tanggul Dusun Bone Bone Pantai
Jasa Masuk ke Daerah Kerja
Jalan masuk ke dan melalui daerah kerja ialah menggunakan jalan-jalan
setempat yang ada yang berhubungan dengan Jalan Raya yang berdekatan
dengan daerah proyek.
Penyedia jasa dapat menggunakan tanah yang dibebaskan oleh pemberi
Tugas untuk keperluan jalan masuk kedaerah kerja, apabila Penyedia Jasa
membutuhkan jalan masuk demi kemajuan pekerjaan.
Dalam hal ini Penyedia Jasa diminta membuat permohonan tertulis kepada
Direksi jauh hari sebelumnya, sehingga tambahan pembebasan tanah dapat
dilakukan.
Pemberi tugas tidak bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan masuk
atau bangunan yang digunakan oleh Penyedia Jasa selama pelaksanaan
pekerjaan.
Apabila Penyedia membutuhkan jalan lain yang tidak ditentukan oleh Direksi
harus dikerjakan oleh Penyedia Jasa atas bebannya sendiri dan harga untuk
semua pekerjaan tersebut sudah termasuk dalam Harga Kontrak.
Gambar-gambar yang Dimiliki Penyedia
1.01. Gambar-gambar Pekerjaan Tetap
a) Umum
Semua gambar-gambar yang disiapkan oleh Penyedia haruslah
gambar-gambar yang telah ditandatangani oleh Direksi, dan
apabila ada perubahan harus diserahkan kepada Direksi untuk
mendapatkan persetujuan sebelum program pelaksanaan dimulai.
b) Gambar-gambar Pelaksanaan
Penyedia harus menggunakan gambar kontrak sebagai dasar
untuk mempersiapkan gambar pelaksanaan. Gambar itu dibuat
lebih detail untuk pekerjaan tetap dan dimana mungkin dapat
memperlihatkan penampang melintang dan memanjang dari
beton, pasangan batu, pengaturan bidang pembesian termasuk
rencana pembengkokan, pemotongan dan daftar besi beton, tipe
bahan yang digunakan, mutu, tempat dan ukuran yang tepat.
c) Penyedia harus Menyediakan 1 (satu) set gambar-gambar lengkap
di lapangan. Apabila ada pekerjaan dilaksanakan sebelum ada
persetujuan Direksi adalah menjadi resiko Penyedia. Persetujuan
Direksi terhadap gambar-gambar tersebut tidak akan meringankan
tanggung jawab Penyedia atas kebenaran gambar tersebut.
1.02.

Gambar-gambar Pekerjaan Sementara


a) Umum
Semua gambar yang disiapkan oleh Penyedia harus terperinci dan
diserahkan kepada Direksi sebelum tanggal pelaksanaan
pekerjaan atau dalam waktu yang telah ditentukan dalam kontrak.

Gambar perencanaan yang diusulkan Penyedia yang dipakai


dalam pelaksanaan konstruksi (sah) juga harus diserahkan kepada
Direksi sebanyak 3 (tiga) rangkap.
b) Gambar-gambar untuk Pekerjaan Sementara yang ditinggalkan
Penyedia hendaknya mengusulkan pekerjaan sementara yang
berkaitan dengan pekerjaan tetap secar lebih mendetail dan
diserahkan kepada Direksi untuk mengubah dan mendapat
persetujuan sebelum tanggal dimulainya pelaksanaan.
1.03.

Gambar-gambar Purnalaksana
Selama masa pelaksanaan, Penyedia harus memelihara satu set
gambar yang dilaksanakan paling akhir untuk tiap-tiap pekerjaan. Pada
gambar yang memperlihatkan perubahan yang sudah diberikan sesuai
dengan kontrak, sejauh gambar tersebut sudah dilaksanakan dengan
benar kemudian dicap sudah dilaksanakan.
Gambar-gambar yang dilaksanakan akan diperiksa tiap bulan
dilapangan oleh Direksi dan tiap hari oleh Pengawas Lapangan, dan
apabila diketemukan hal-hal yang tidak memuaskan dan tidak
dilaksanakan, paling lambat harus diperiksa kembali selama 6 (enam)
hari kerja.

Standard
Semua bahan dan mutu pekerjaan harus sesuai dengan ketentuanketentuan dari Normalisasi Standard Indonesia.
Program Pelaksanaan dan Laporan
1.04. Program Pelaksanaan
Penyedia harus melaksanakan Program Pelaksanaan sesuai dengan
syarat-syarat kontrak dengan menggunakan CPM network. Program
tersebut harus dibuat dalam dua bentuk yaitu bar-chart dan daftar
yang memperlihatkan setiap kegiatan :
i. Mulai tanggal paling awal
ii. Mulai tanggal paling akhir
iii. Waktu yang diperlukan
Aktivitas yang terlihat pada Program harus sudah termasuk
pelaksanaan pekerjaan sementara dan tetap, kelonggaran waktu yang
diperlukan untuk persiapan dan persetujuan gambar-gambar,
pengiriman peralatan dan bahan kelapangan dan juga kelonggaran
dengan adanya hari libur umum maupun kegiatan.
1.05.

Laporan Kemajuan
Diawal bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi, Penyedia
harus menyerahkan salinan laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk
yang bisa diterima Direksi, yang menggambarkan secara detail
kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu.
Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut :
i.
Prosentase kemajuan pekerjaan
berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan maupun
prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya.
ii.
Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang
diselesaikan maupun prosentase rencana yang diprogramkan
harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai pada bulan laporan.
iii.
Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan
berturut-turut dengan ramalan tanggal permulaan dan
penyelesaiannya.
iv.
Uraian pokok pekerjaan sementara yang
dilaksanakan selama masa laporan.

v.

Daftar besarnya pembayaran terakhir yang


diterima dan kebutuhan pembayaran yang diperlukan bulan
berikutnya.
vi.
Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan
kontrak dan masalah yang timbul atau berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan.
1.06. Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan
Penyedia jasa harus menyerahkan beberapa rangkap Rencana
Mingguan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan
untuk minggu berikutnya. Rencana tersebut harus sudah termasuk
pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan, pengadaan bahan, pengangkutan dan
peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi.
Penyedia jasa harus menyerahkan beberapa rangkap rencana kerja
harian secara tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh
Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari berikutnya. Rencana kerja
harus mencakup pekerjaan tanah, pekerjaan beton dan kegiatan lain
yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.
Penyedia jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan
sistem bar-chart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya.
Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang waktu dari mulai
sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaannya Rencana
kerja ini harus diserahkan kepada Direksi pada tiap bulan untuk
perbaikan dan perubahan.
1.07. Rapat Bersama untuk Membicarakan Kemajuan Pekerjaan
Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia diadakan seminggu sekali
pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud dari
pada rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang
dilakukan, pekerjaan yang diusulkan untuk minggu selanjutnya dan
membahas permasalahan yang timbul agar dapat segera diselesaikan.
Bahan dan Perlengkapan yang Harus Disediakan oleh Penyedia
1.08. Umum
Penyedia harus menyediakan semua bahan dan perlengkapan yang
diperlukan penyelesaian pekerjaan yang tercantum dalam kontrak,
semua bahan dan perlengkapan yang merupakan bagian dari
pekerjaan harus dan sesuai dengan standard yang diberikan dalam
spesifikasi atau standard dalam Spesifikasi Umum.
Bila Penyedia dalam mengusulkan Penyediaan bahan dan
perlengkapan tidak sesuai dengan suatu standard seperti tersebut di
atas, Penyedia harus segera memberitahukan kepada Direksi untuk
mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi.
1.09. Perlengkapan Konstruksi
Penyedia harus segera menyediakan semua perlengkapan konstruksi
yang diperlukan dalam pelaksanaan dalam jumlah yang cukup. Apabila
Direksi memandang belum sesuai dengan kontrak, maka Penyedia
harus segera memenuhi kekurangannya, dalam Penyediaan semua
perlengkapan dan peralatan harus lengkap dengan Spare Parts yang
cukup dan memeliharanya agar pekerjaan dapat dikerjakan dengan
sempurna.
1.10. Bahan Pengganti
Penyedia harus mendatangkan bahan yang ditentukan, bila bahan
tersebut tidak tersedia di pasaran maka dapat digunakan bahan
pengganti dengan mendapat izin tertulis dari Direksi. Harga satuan
dalam volume pekerjaan tidak akan disesuaikan dengan adanya

pertambahan harga antara bahan yang ditentukan dengan harga


pengganti.
1.11. Pemeriksaan Bahan dan Perlengkapan
Perlengkapan dan bahan yang disediakan oleh Penyedia akan
dilakukan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan dalam kontrak pada
salah satu atau lebih tempat yang ditentukan Direksi :
a) Tempat produksi dan pembuatan
b) Tempat pengapalan
c) Lapangan
Penyedia jasa supaya menyerahkan penjelasan yang menyangkut
perlengkapan dan bahan kepada Pemberi Tugas sesuai yang
dimintanya untuk tujuan pemeriksaan, tetapi bagaimanapun juga tidak
merugikan Penyedia dari tanggung jawabnya untuk menyediakan
perlengkapan dan bahan sesuai dengan spesifikasi.
1.12. Spesifikasi, Brosur dan Data yang Harus Disediakan oleh Penyedia
Penyedia supaya menyerahkan kepada Direksi tiga set spesifikasi
yang lengkap, brosur dan data bahan dan perlengkapan untuk
mendapat persetujuan dan harus disediakan sesuai dengan Kontrak
dalam waktu 30 (tiga puluh) hari dari sejak penerimaan Surat Perintah
Kerja. Persetujuan dari Spesifikasi, brosur dan data bagaimanapun
juga tidak meringankan Penyedia dari tanggung jawabnya dalam
hubungannya dengan Kontrak.
Survey dan Pengukuran Pekerjaan
1.13. Bench Marks
Tanda dasar proyek merupakan Bench Mark yang terletak berdekatan
dengan sungai/saluran seperti terlihat pada gambar. Ketinggian dari
Bench Mark ini adalah didasarkan pada titik tetap utama.
Bench Mark yang lain dan titik referensi yang terlihat pada gambar
yang diberikan kepada Penyedia sebagai referensi. Sebelum
menggunakan suatu Bench Mark dan titik referensi kecuali Bench
Mark dasar untuk setting out pekerjaan, Penyedia perlu melakukan
pengukuran pemeriksaan untuk ketelitiannya. Pemberi tugas tidak
akan bertanggung jawab atas ketelitian Bench Mark yang lain begitu
juga dengan titik referensinya.
Penyedia jasa perlu mendirikan Bench Mark tambahan sementara
untuk kemudahannya, tetapi tiap Bench Mark sementara yang
didirikan merupakan rencana dan tempatnyadsetujui oleh Direksi dan
akan merupakan ketelitian yang berhubungan dengan Bench Mark
yang didirikan oleh Direksi.
1.14. Permukaan Tanah asli untuk Tujuan Pengukuran
Muka tanah yang terlihat pada gambar akan dianggap betul sesuai
dengan kontrak. Apabila terjadi keraguan dari Penyedia kebenaran
dari muka tanah, sekkurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum
mulai bekerja Penyedia memberitahukan kepada Direksi secara
tertulis untuk menyelesaikan dan melaksanakan pengukuran kembali
ketinggian muka tanah tersebut.
Dalam segala hal sebelum memulai pekerjaan tanah Penyedia akan
mengukur dan mengambil ketinggian terhadap daerah yang diduduki,
dengan menggunakan Bench Mark atau titik referensi yang disetujui
Direksi pada saat Wakil Direksi berada. Ketinggian muka tanah yang
ditentukan perlu mendapat persetujuan Direksi. Pengukuran volume
yang dikerjakan dibuat berdasarkan ketinggian yang disetujui.

1.15. Bantuan Pengukuran Staff Direksi


Penyedia bekerja sama dengan Direksi dalam pemeriksaan setting-out
dan dalam melaksanakan pengukuran untuk mengetahui secara pasti
kemajuan pekerjaan yang diperlukan dalam proses pembayaran.
Dalam pemasangan patok yang cukup, tinggi, pinggir yang lurus,
penyangga, cetakan profil dan lain-lan yang perlu untuk pemeriksaan
setting-out dan pengukuran kemajuan pekerjaan harus sesuai dengan
petunjuk Direksi. Semua biaya untuk bahan dan buruh untuk maksud
tersebut di atas merupakan beban Penyedia. Dan biaya tersebut
sudah termasuk dalam harga satuan di dalam pekerjaan lain-lain pada
daftar volume pekerjaan.
Pekerjaan Sementara
1.16. Umum
Penyedia Jasa akan bertanggung jawab terhadap perencanaan,
spesifikasi, pelaksanaan dan berikut pemindahan semua pekerjaan
sementara untuk pelaksanaan pekerjaan sebaik-baiknya. Detail dari
pekerjaan sementara dimana Penyedia Jasa bermaksud untuk
melaksanakan pekerjaan dilapangan, pertama-tama diserahkan
kepada Direksi untuk mendapat persetujuan sesuai dengan prosedur
dalam spesifikasi umum. Apabila Penyedia Jasa bermaksud untuk
mengajukan alternatif untuk pekerjaan sementara diluar daerah
lapangan seperti terlihat pada Gambar, semua biaya yang dibutuhkan
untuk melaksanakan termasuk pembebasan tanah, sewa tanah dan
sebagainya, dtanggung oleh Penyedia Jasa dan biaya sudah termasuk
pada uraian pekerjaan pada daftar volume pekerjaan. Keterlambatan
tidak akan meringankan Penyedia terhadap tanggung jawab untuk
memenuhi ketentuan dalam Kontrak. Dalam hal tersebut tidak
diberikan perpanjangan waktu bila terjadi keterlambatan.
1.17. Lapangan Kerja
Lapangan kerja seperti terlihat pada gambar yang digunakan untuk
pelaksanaan pekerjaan, dijamin oleh Pemberi tugas dan bebas dari
biaya pembebasan tanah. Penyedia sedapat mungkin melaksanakan
pekerjaan sementara pada tanah tadi seperti pada gambar atau
seperti petunjuk Direksi. Penyedia hendaknya membatasi kegiatan
peralatan dan anak buahnya pada tanah yang sudah dibebaskan,
termasuk arah jalan masuk yang disetujui Direksi sehingga
mengurangi kerusakan tanaman/pemilikan dan kerusakan tanah.
Bekas yang dilalui kendaraan supaya diperbaiki. Sebelum diterimanya
pekerjaan oleh Pemberi Tugas tanah harus dikembalikan kekeadaan
semula.
Penyedia bertanggung jawab langsung kepada Pemberi Tugas untuk
semua kerusakan misalnya kerusakan tanaman atau tanah hasil galian
baik milik Pemberi Tugas atau orang lain. Penyedia Jasa mengganti
kerugian terhadap semua kehilangan dan tuntutan karena kerusakan
tersebut sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.
1.18.

Kantor Penyedia Jasa, perkampungan, gudang, bengkel,


pemondokan buruh, dsb.
Penyedia harus menyediakan, memelihara mengerjakan dan
memindahkan bangunan sementara lainnya setelah selesai pekerjaan,
supaya diserahkan kepada Pemberi Tugas. Penyedia supaya
menyerahkan rancangan tempat kerja dan bangunan sementara
secara umum kepada Direksi untuk mendapat persetujuan pada waktu
yang ditetapkan. Pelaksanaan pekerjaan tidak boleh dimulai sebelum
mendapat persetujuan Direksi. Perkampungan staf Penyedia dan
pemondokan buruh harus dilengkapi dengan semua pelayanan yang
perlu seperti saluran pembuang, penerangan, jalan, gang, tempat
parkir, pemagaran, kesehatan, ruang masak, pencegahan kebakaran

dan peralatan pencegahan sesuai dengan batas yang ditentukan


dalam kontrak. Penyedia supaya juga melengkapi keperluan air bersih
dan penerangan yang cukup untuk kantor Penyedia, perkampungan
stafnya, pemondokan buruh, bengkel dan tempat lainnya didaerah
kerja.
Keamanan dan Pemeriksaan Kesehatan
1.19. Umum
Semua keamanan dan pemeriksaan kesehatan yang perlu selama
pelaksanaan pekerjaan, antara lain pengaturan kesehatan.
pembersihan lapangan, bahan peledak dan bensin, pemagaran
sementara, keamanan dan pencegahan kebakaran dibuat dan
dipelihara oleh Penyedia Jasa atas biaya Penyedia Jasa. Penyedia
Jasa harus bertanggung jawab terhadap semua keamanan dan
pemeriksaan kesehatan, dan menyerahkan tertib peraturan dan
organisasi untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Tidak ada
pembayaran tambahan dalam hal ini semua biaya sudah termasuk
dalam harga Kontrak.
1.20. Sistim Pengawasan Keamanan
Penyedia jasa supaya mengatur sistim pengawasan, keadaan dan
organisasinya dan diserahkan untuk mendapat persetujuan Direksi.
Sistim pengawasan keamanan dengan kapasitas peralatan dan tenaga
yang cukup untuk menghindari kecelakaan dan kerusakan terhadap
manusia dan barang milik yang bersangkutan.
Sistim pengawasan keamanan harus dilaksanakan sesuai dengan
program yang disetujui dan berpegang pada hukum/peraturan yang
berlaku di Indonesia.
1.21. Peraturan Kesehatan
Penyedia jasa harus mengusahakan lapangan kerja dalam keadaan
bersih dan keadaan sehat serta melengkapi/memelihara kemudahan
untuk penggunaan tenaga yang dipekerjakan pada suatu tempat yang
telah disetujui oleh Direksi dan oleh penguasa setempat.
Penyedia jasa hendaknya juga membuat pengumuman dan
mengambil langkah-langkah pencegahan yang perlu untuk menjaga
agar lapangan kerja tetap bersih.
1.22. Pencegahan Kebakaran
Penyedia jasa harus melakukan pencegahan dan melindungi api yang
terjadi pada atau sekitar lapangan kerja dan harus menyediakan
segala yang diperlukan/peralatan pencegahan kebakaran yang cukup,
untuk siap digunakan pada semua bangunan air dan bangunan
gedung atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan, termasuk
perkampungan tempat tinggal, pemondokan buruh dan bangunan
gedung lainnya. Penyedia Jasa akan memelihara peralatan dan
perlengkapan pemadam kebakaran yang dibutuhkan dalam keadaan
baik sampai pekerjaan diterima oleh Pemberi Tugas.
Penyedia jasa akan berusaha keras untuk memadamkan kebakaran
yang terjadi dilapangan kerja, dalam hal ini Penyedia Jasa
menyediakan perlengkapan yang mutlak diperlukan dan tenaga buruh
yang dipekerjakan dilapangan termasuk peralatan dan tenaga Sub
Penyedia Jasa.

B SPESIFIKASI TEKNIK
PEKERJAAN TANAH
1.

UMUM
Pembersihan Lapangan
Penyedia harus membersihkan lapangan kerja. Penyedia harus
membongkar akar-akar, mengisi lubang-lubangnya dengan tanah
dipadatkan kemudian membuang dari tempat pekerjaan semula bahanbahan hasil pembersihan lapangan.
Pekerjaan Tanah
Semua pekerjaan tanah dari beberapa bagian harus dilaksanakan
menurut ukuran ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar, atau
menurut ukuran dan ketinggian lain, yang mungkin akan diperintahkan
oleh Direksi. Ukuran yang berdasarkan atau berhubungan dengan
ketinggian tanah, atau jarak terusan harus ditunjukkan kepada Direksi
lebih dahulu, sebelum memulai pekerjaan tanah pada setiap tempat.
Yang dimaksud dengan ketinggian tanah dalam spesifikasi adalah
tinggi permukaan tanah sesudah pembersihan lapangan dan sebelum
pekerjaan tanah dimulai.
Jalan Masuk
Penyedia harus memanfaatkan dan memelihara jaringan jalan masuk
yang sudah ada beserta bangunan pelengkapnya yang dilalui selama
pelaksanaan fisik berlangsung guna pengankutan material, pengukuran
dan pengawasan pekerjaan.
Kupasan
Kupasan yang dimaksud adalah pengambilan lapisan atas untuk top
soil tanah hingga bersih dari rumput-rumput dan akar tambahan serta
lapisan tanah jelek/Lumpur dengan kedalaman minimum 0,20 m.
Luasnya Penggalian
Luasnya penggalian harus sekecil mungkin menurut Direksi, untuk
pekerjaan bangunan. Penggalian dimulai dari muka tanah dengan
harus mengambil lebar yang cukup sesuai gambar atau ditentukan lain
oleh Direksi.
Tanah Luar (Borrow Area)
Dimana disebutkan atau diperintahkan oleh Direksi, bahan timbunan
yang diperlukan untuk pekerjaan harus diambilkan dari daerah tanah
luar (Borrow Area) yang disetujui setelah diuji kecocokan bahan.
Sebelum penggalian pada tanah tersebut, permukaannya harus
dikupas dari tanaman-tanaman termasuk akar-akarnya. Apabila
diperintahkan Direksi, tanah harus dikupas sampai kedalaman 0,25 m
untuk sementara ditimbun dan ditempatkan disekitarnya.
Setelah selesai penggalian, Penyedia harus meninggalkan daerah
tersebut dalam keadaan rapi sampai memuaskan Direksi termasuk
semua pekerjaan tadi yang diperiksa untuk mencegah penggenangan
air didaerah tersebut. Apabila tanah luar pada sawah atau tegalan yang
dipakai untuk timbunan tidak boleh lebih dalam dari 0,5 m kecuali
ditentukan lain dan setelah semua penggalian selesai, daerah tersebut
harus ditinggalkan dalam keadaan sedemikian sehingga daerah
tersebut bisa dipakai kembali termasuk hal-hal yang menyangkut
drainase dari daerah itu. Batas tanah luar minimum 100 meter diluar
dari pekerjaan tetap.

Penyedia harus menggali, memuat, mengankut, membuang,


membentuk dan memadatkan bahan-bahan timbunan tersebut sesuai
dengan ukuran yang tercantum dalam gambar.
Pemadatan pada Timbunan
Pemadatan timbunan khusus terdiri dari bahan-bahan yang telah
disetujui dihampar dalam tiap-tiap lapisan yang datar dan ketebalam
merata ( 30 cm) dengan kemiringan keluar, dan kemudian dipadatkan
sehingga tebal setelah padat tidak boleh lebih dari 0,15 m. kandungan
air dari tanah timbunan harus dijaga sedemikian baik secara
pengeringan alami atau dengan pembasahan memakai alat semprot.
Pemadatan harus menggunakan alat pemadat (stemper) atau peralatan
lainnya yang disetujui sehingga menghasilkan kepadatan tanah sesuai
dengan petunjuk Direksi.
Penggalian Tanah Jelek
Jika suatu bahan yang jelek terdapat ditempat pondasi, Penyedia harus
memindahkan dan membuangnya ketempat yang disetujui oleh Direksi.
Jika Penyedia menjumpai sesuatu bahan yang menurut pendapatnya
mungkin tidak baik, dia harus segera memberitahukan secara tertulis
kepada Direksi yang akan memberi petunjuk kepada Penyedia apakah
bahan tersebut akan ditentukan sebagai bahan jelek atau baik. Biaya
yang berhubungan dengan bahan yang jelek itu harus menjadi beban
Penyedia untuk memenuhi spesifikasi termasuk menjaga agar galian
bebas dari air.
Persetujuan Direksi untuk hal-hal di atas tidak dapat dipakai untuk
menghilangkan tanggung jawab Penyedia apabila terdapat kegagalan
di dalam melaksanakan bangunan pada tanah jelek.
Penyiapan Tanah
Sebelum mengerjakan timbunan, permukaan dari tanah yang akan
ditimbun harus disiapkan. Permukaan tanah tersebut diatas harus
dibersihkan dari segala tumbuh-tumbuhan termasuk akar-akarnya.
Sebelum memulai menimbun, permukaan tanahnya digaruk sampai
kedalaman yang lebih besar dari retak-retak tanah yang ada dan paling
tidak sampai kedalaman 0,15 m, dan kadar air tanah yang digaruk
harus dijaga baik secara pengeringan alami atau pembahasan dengan
alat semprot.
Kalau pelaksanaan pemadatan terhenti, permukaan dari timbunan
harus digaruk kembali dan kadar airnya diperiksa kembali sebelum
pekerjaan timbunan atau pemadatan dilanjutkan.
2.

BANGUNAN
Cara Penggalian
Penyedia harus menyampaikan usul mengenai cara-cara penggalian,
termasuk detail dari konstruksi penahan yang mungkin diperlukan,
guna mendapat persetujuan Direksi secara tertulis sekurang-kurangnya
14 hari sebelum dimulainya pekerjaan, sehingga keamanan
penggaliannya terjamin.
Pengalian
Pengalian harus dilaksanakan sedemikian hingga memungkinkan
dikerjakan dengan baik, dapat membuat menyokong bagi tebing galian,
dan masih cukup ruangan untuk pembuatan acuan, pengecoran beton,
memasang pasangan batu dan melaksanakan timbunan, termasuk
pemadatan dan kegiatan pekerjaan lainnya.

Kelebihan Pengalian
Pengalian yang melebihi batas yang ditentukan pada gambar atau yang
diperintahkan menurut Pasal 3.03.
harus diisi kembali oleh Penyedia dengan tanah yang dipadatkan
sebagaimana yang dikehendaki Direksi.
Perapian Perrmukan Galian dengan Tangan
Dasar galian yang akan menerima beton, pasangan batu atau isian
dipadatkan 0,15 m yang terakhir dari galian harus dirapikan dengan
tangan, atau dengan cara yang mungkin dibenarkan atau diperintahkan
oleh Direksi.
Hal ini dilakukan setelah pembersihaan semua Lumpur pada waktu
akan mendapatkan konstruksi diatasnya.
Pemilihan dan Pemadatan Tanah Isian
Dimana pengisian kembali dibawah muka tanah dan dekat dengan
bangunan diperlukan bahan yang akan dipakai harus disetujui oleh
Direksi dan dipadatkan sesuai Pasal 1.06.
PEKERJAAN BETON
1.

BAHAN-BAHAN
Semen
Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan harus Portland Cement,
produksi dalam negeri, Penyedia harus menyediakan contoh semen
apabila diminta oleh Direksi, keduanya yaitu contoh dari gudang
Penyedia dilapangan dan dari pabrik.
Portland Cement yang disimpan dalam gudang lapangan harus
memenuhi persyaratan teknis penyimpanan, bilamana Portland Cement
telah mengeras, maka tidak boleh dipakai untuk campuran.
Bahan Batuan
Bahan batuan untuk beton dan adukan harus memenuhi Pasal Standar
Nasional Indonesia NI-2.
(i) Pasir harus diambil dari sungai atau tambang pasir. Penambahan
bahan lain seperti pasir dari batu pecah akan diijinkan, apabila
menurut pendapat Direksi, pasir yang ada tidak memenuhi
gradasinya. Kandungan maximum terhadap lempung lanau dan
debu tidak boleh lebih dari 3 % (tiga persen) perbandingan berat.
(ii) Bahan batuan (kerikil) harus memenuhi persyaratan dan
bergradasi baik dengan diameter maximum tergantung dari klas
betonnya.
Apabila kelas dari beton menghendaki perlawanan abrasi yang
baik, maka batuan harus diambil dari lokasi setempat yang
menurut penilaian Direksi adalah yang terbaik.
Air
Air yang dipakai untuk membuat, merawat beton dan membuat adukan
harus dari sumber yang disetujui oleh Direksi dan memenuhi Standar
Nasional Indonesia.
Zat Tambahan
Beton atau adukan harus dibuat dari semen, pasir, kerikil dan air
sebagaiamana ditentukan tidak boleh ada campuran bahan-bahan lain
tanpa persetujuan Direksi, Penyedia tidak boleh memakai zat pelambat
untuk memudahkan persiapan pembuatan sambungan-sambungan,
sebagaimana susunannya zat pelambat dan cara pemakaiannya harus
mendapat persetujuan Direksi.

10

Penyimpanan Bahan-Bahan Bangunan


Semua semen harus dikirim ketempat pekerjaan dalam karung kertas
yang ditandai, utuh dan tertutup sepatutnya atau bungkusan lainnya
yang disetujui. Semua semen harus disimpan dalam gudang tidak
terpengaruh oleh cuaca.
Lantai dari gudang harus dinaikkan diatas permukan tanah untuk
mencegah pengisapan air penyimpanan ditempat terbuka dapat
diijinkan pada pekerjaan kecil dengan penguasaan tertulis dari Direksi,
dalam hal mana selalu harus ditempatkan diatas tempat yang dilindungi
dengan tutup yang tahan air menurut persetujuan Direksi. Masingmasing kiriman semen harus disimpan terpisah sedemikian, sehingga
ada jalan masuk dengan mudah untuk memeriksaan dan pengujian.
Setelah disetujui Direksi penggunaan semen harus menurut urutan
pengiriman.Tiap jenis material pasir, kerikil, dan batu harus disimpan
dalam petak terpisah dan terpelihara dan aman dari hal- hal yang
merusak. Tulangan baja harus disimpan jauh dari tanah yang diganjal
untuk mencegah perubahaan bentuknya.
2.

ACUAN DAN PEKERJAAN PENYELESAIAN


Acuan
Acuan harus dibuat untuk tetap kaku selama pengecoran dan
pengerasan beton dan untuk memperoleh bentuk permukan yang
diperlukan. Penyedia harus menyerahkan rencana-rencana dan
penjelasan tentang acuan dan harus membuat contoh-contoh acuan
untuk mendapat pengesahan Direksi. Acuan harus dipasang dengan
sempurna, sesuai dengan bentuk-bentuk dan ukuran yang benar dari
pekerjaan beton, yang ditunjukan dalam gambar. Cara pendukungan
yang akan menghasilkan lubang-lubang atau tali-tali kawat yang
membentang pada seluruh lebar dari permukaan kepermukaan beton
tidak dibenarkan. Acuan menutup harus dibuat pada permukaan
beton,dimana kemiringannya lebih curam dari 1:3. Acuan untuk
permukan beton harus sedemikian rupa untuk mencegah hilangnya
bahan-bahan dari beton dan bisa menghasilkan permukan beton yang
padat.Jika dibutuhkan oleh Direksi untuk permukan beton yang
melibatkan harus sedemikian rupa sehingga menghasilkan permukan
yang halus tanpa adanya garis atau kelihatan terputus.Tiap kali
sebelum pembetonan dimulai, acuan harus diperiksa dengan teliti dan
dibersihkan. Pembetonan hanya boleh dimulai apabila Direksi sudah
memeriksa dan memberi persetujuan acuan yang telah dipasang.Untuk
pembetonan dicuaca panas atau kering. Penyedia harus membuat
rencana acuan dan membukanya, sehingga permukaan-permukaan
beton dapat terlihat untuk dimulai perawatan sesegera mungkin. Acuan
hanya boleh dibuka dengan ijin Direksi dibawah pengawasan seorang
mandor yang berwenang. Harus diberi perhatian yang besar pada
waktu pembukaan acuan untuk menghindari kegoncangan atau
pembalikan tegangan beton. Dalam hal mana Direksi berpendapat
bahwa usul Penyedia untuk membuka acuan belum pada waktunya
baik berdasarkan perhitungan cuaca atau dengan alasan lainnya maka
Direksi dapat memerintahkan Penyedia menunda pembukaan acuan
dan Penyedia tidak boleh menuntut kerugian atas penundaan tersebut.
Untuk beton dengan semen portland biasa, waktu paling sedikit untuk
pembukaan acuan harus menurut daftar dibawah ini :
Muka sisi balok, lantai dan dinding
1 hari
Bagian bawah
21 hari

Perancah

11

Tiap-tiap cetakan harus dipasang diatas papan kayu yang kokoh dan
harus mudah distel. Tiang perancah boleh mempunyai paling banyak
satu sambungan yang tidak disokong kearah samping. Bambu juga
boleh digunakan untuk tiang peracah, asalkan dipikirkan terhadap
stabilitas terutama terhadap berat sendiri beton, serta beban-beban lain
yang timbul selama pengecoran seperti akibat getaran alat penggetar,
berat pekerja dll.
Pekerjaan Permukaan
Untuk menyelesaikan permukan beton dibedakan dua jenis,
sebagaimana diuraikan berikut:
(i) Penyelesaian kasar
Penyelesaian kasar dari beton adalah penyelesaian permukan
yang dicakar-cakar. Permukaan beton yang diaci dengan
penyelesaian kasar, harus teratur bebas dari tonjolan tapi tetap
agak kasar. Permukan beton yang tanpa acuan dan ditentukan
dengan penyelesaian kasar, harus digaruk rata dengan lis tetapi
dengan mutu yang sama seperti muka beton yag diacu dan
dengan penyelesaian kasar.
(ii) Penyelesaian halus
Penyelesaian halus adalah penyelesaian yang dihasilkan oleh
pemakaian papan kayu rata plywood atau pelat baja untuk acuan.
Muka beton diacu diselesaikan dengan halus harus bebas dari
tanda-tanda kayu; lekuk-lekuk dan lain-lain kesalahan
pemotongan. Pola dari papan cetak harus teratur, muka beton
yang diacu dengan penyelesaian halus harus digaruk kemudian
digosok halus dengan penggosok kayu atau baja sampai rata dan
dengan mutu yang sama seperti yang diacu.
Kecuali ditentukan lain maka penyelesaian halus harus dituntut
untuk permukaan beton yang tetap kelihatan.
Muka beton yang terbuka, kedap air harus digosok halus dengan
cetok baja sampai halus. Muka beton yang tampak lainnya harus
digosok dengan penggosok/lepa kayu sampai halus.
Pekerjaan menggosok harus dilakukan setelah beton cukup keras
agar tidak terjadi timbulnya air dengan butiran halus dipermukaan.
Muka beton tidak boleh diperbaiki tanpa ijin Direksi sesudah
dibongkar cetakannya.
Kecuali ditunjukkan pada gambar, maka sudut-sudut tajam harus
dibuat tumpul dengan ukuran 2 cm x 2 cm.
3. MUTU PEKERJAAN
3.1Perbandingan Campuran
Perbandingan campuran untuk beton digunakan adalah volume 1
bagian semen, 2 bagian pasir, dan 3 bagian kerikil.
Penyedia tidak boleh merubah perbandingan atau sumber bahan yang
sudah dsetujui tanpa persetujuan dari Direksi lebih dahulu.
Persetujuan dari Direksi tentang campuran yang diusulkan tidak akan
diberikan sebelum Penyedia mengadakan percobaan campuran
dengan pengujiannya untuk tiap kelas beton dan telah menyerahkan
keterangan lengkap hasil percobaannya tentang mutu pekerjaan (factor
kepadatan dan slump), kekuatan dan berat jenis kepada Direksi untuk
persetujuanna.
Penyedia tidak boleh mulai dengan pekerjaan sebelum usul campuran
tersebut disetujui.
3.2Mengawasi dan Mencampur Bahan Beton
Penyedia harus mencampur dengan hati-hati bahan-bahan dari tiap
kelas beton dengan perbandingan berdasarkan ukuran volume. Air
harus ditambahkan pada bahan batuan, pasir dan semen di dalam

12

mesin pengaduk mekanis, banyaknya harus menurut jumlah paling


kecil yang diperlukan untuk memperoleh pemadatan penuh. Alat
pengukuran air harus menunjukkan banyaknya air yang diperlukan dan
direncana agar secara otomatis berhenti bila jumlah air tersebut sudah
dialirkan ke dalam campuran.
Penyedia harus merencanakan tempat dari alat pencampuran dan
tempat bahan-bahan untuk memberi ruang kerja yang cukup.
Rencana ini harus diserahkan untuk mendapat persetujuan Direksi,
sebelum alat pencampuran dan bahan-bahan ditempatkan.
3.3Mengangkut, Menempatkan, dan Memadatkan Beton
Beton harus diangkut sedemikian rupa sehingga sampai di tempat
pelaksanaan, beton masih merupakan mutu yang ditentukan dan
kekentalan yang memenuhi, dan terjadi penambahan atau
pengurangan apapun sejak meninggalkan tempat adukan. Penyedia
harus mendapat persetujuan Direksi atas pengaturan yang
direncanakan, sebelum pekerjaan pembetonan dimulai. Beton tidak
diperbolehkan untuk dijatuhkan dari ketinggian lebih dari 1,5 m,
ketebalan beton dalam tuangan tidak boleh lebih dari 1,0 m untuk satu
kali pengecoran.
Pengecoran harus dilaksanakan terus-menerus sampai ketempat
sambungan cor yang direncanakan sebelumnya. Penyedia harus
mengingat pemadatan dari beton adalah pekerjaan yang penting
dengan tujuan untuk menghasilkan beton rapat air dengan kepadatan
maximum. Pemadatan harus dibantu dengan pemakaian mesin
penggetar dari jenis tenggelam, tetapi tidak mengakibatkan bergetarnya
tulangan dan acuan. Jumlah dan jenis alat getar yang tersedia untuk
dipakai pada setiap masa pembetonan, harus dengan persetujuan
Direksi.
3.4Sambungan Cor
Penjelasan dan kedudukan dari tempat sambungan-sambungan cor
harus diserahkan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan sebelum
mulai dengan pengecoran.
Tempat sambungan harus ditempatkan sedemikian rupa, sehingga
pengaruh dari penyusutan dan suhu sangat diperkecil. Dimana
pekerjaan beton panjang atau luas dan menurut Direksi
pelaksanaannya lebih praktis, maka Penyedia harus mengatur rencana
pelaksanaan sedimikian rupa, sehingga sebelum beton baru dicorkan
menyambung yang lama, beton sudah berumur 4 minggu.
Sambungan cor harus rapat air, dan harus dibentuk dalam garis-garis
lurus dengan acuan yang kaku tegak lurus pada garis tegangan pokok
dan sejauh mungkin dapat dilaksanakan, pada tempat gaya
lintang/geser yang terkecil. Sambungan itu merupakan jenis pertemuan
biasa, kecuali jika jenis lain dikehendaki oleh Direksi. Sebelum yang
baru dicor disamping beton yang sudah mengeras, beton yang lama
harus dibersihkan dari batuan di atas seluruh penampangnya dan
meninggalkan permukaan kasar yang bersih serta bebas dari buih
semen.
Ukuran vertical dari beton yang dituangkan pad suatu kali pengecoran
harus lebih dari 1,0 m dan ukuran mendatar harus tidak lebih dari 7 m,
meskipun tanpa adanya persetujuan terlebih dahulu dari Direksi.
3.5Pembetonan Diatas Permukaaan Yang Tidak Kedap Air
Penyedia tidak boleh melaksanakan pengecoran pada permukaan yang
tidak kedap air sebelum permukaan itu ditutup dengan kulit/membrane
kedap air atau kedap lainnya yang disetujui oleh Direksi.
3.6Pembetonan Dalam Cuaca yang Tidak Menguntungkan

13

Penyedia tidak boleh mengecor pada waktu hujan deras tanpa


perlindungan, Penyedia harus menyiapkan alat perlindungan beton
terhadap hujan dan terik matahari sebelum pengecoran.
Apabila suhu udara melebihi 35 derajat celcius Penyedia tidak boleh
mengecor tanpa persetujuan Direksi dan tanpa mengambil tindakan
pencegahan seperlunya untuk menjaga supaya suhu beton pada waktu
pencampuran dan penuangan kurang dari 35 Celcius misalnya dengan
menjaga bahan-bahan beton dan acuan agar terlindung dari matahari,
atau menyemprot air pada bahan batuan dan acuan.
3.7Melindungi dan Merawat Beton
Sampai beton mengeras seluruhnya dalam waktu tidak kurang dari 7
hari, Penyedia harus melindungi beton dari angin, matahari, suhu tinggi
atau rendah pergantian atau pembalikan derajat suhu, pembebanan
sebelum waktunya lendutan atau tumbukan dan air tanah yang
merusak.
Jika ditentukan lain oleh Direksi, permukaan beton yang kelihatan
harus dijaga terus basah sesudah dicor, tidak kurang dari 7 hari untuk
beton dengan semen Portland, atau 3 hari untuk beton dengan semen
yang cepat mengeras. Permukaan seperti itu segera setelah dibuka
acuannya maka harus segera ditutup dengan karung goni yang
dibasahi atau pasir atau lain-lain bahan yang mungkin disetujui Direksi.
Penyedia harus membuat perlengkapan khusus atas permintaan
Direksi untuk perawatan dan pembasahan yang dimaksud sepanjang
masa dari 6 sampai 24 jam sesudah pengecoran beton.
4

PASANGAN BATU

1.

BAHAN-BAHAN
1.1

Batu
Batu yang dipakai pada pekerjaan yang ditunjukkan dalam gambargambar seperti pasangan batu atau lapisan lindung batu, haruslah batu
yang bersih dan keras, tahan lama dan sejenis menurut persetujuan
Direksi dan bersih dari campuran besi, noda-noda, lubang-lubang,
pasir, cacat atau tidak sempurna lainnya. Batu tersebut harus diambil
dari sumber yang disetujui Direksi.
Pasangan batu terdiri dari batu sungai atau gunung dan setiap batu
harus mempunyai berat antara 6 Kg sampai 25 Kg, akan tetapi batu
yang lebih kecil dapat dipakai atas persetujuan Direksi. Ukuran
maksimum harus memperhatikan tebal dinding, tetapi harus
memperhatikan batasan berat seperti tercantum di atas. Sebagai
contoh : sebuah batu berukuran 0,20 x 0,20 x 0,25 m 3 akan mempunyai
berat kira-kira 25 Kg.

1.2

Adukan
Jika tidak ditentukan lain, adukan untuk pekerjaan pasangan batu harus
dari semen Portland dan pasir dengan perbandingan isi 1 Pc : 4 Ps
atau seperti ditentukan dalam gambar untuk tiap jenis pekerjaan.
Pasir harus sama dengan yang disyarafkan untuk pekerjaan beton.
Pasir haruslah mempunyai gradasi yang baik dan kekasaran yang
memungkinkan untuk menghasilkan adukan yang baik. Semen
haruslah Portland Cement dari spesifikasi ini. Air harus diberikan dalam
jumlah cukup/sesuai untuk menghasilkan adukan yang baik.
Cara dan alat yang dipakai untuk mencampur harusla sedemikian rupa
sehingga jumlah dari setiap bahan adukan bisa dikontrol dan ditentukan
secara tepat sesuai persetujuan Direksi. Apabila mesin yang dipakai,
bahan adukan kecuali air harus dicampur lebih dahulu didalam mesin
selama paling tidak 2 menit. Bila pengaduan dilakukan dengan tangan,

14

bahan adukan yang harus dicampur di dalam semacam kotak diaduk


dua kali secara kering dan akhirnya tiga kali setelah diberi air sampai
adukan sewarna semua dan merata. Adukan harus dicampur sebanyak
yang diperlukan ntuk dipakai, dan adukan yang tidak dipakai selama 30
menit harus dibuang. Pemakaian kembali adkan tersebut tidak
diperkenankan. Kotak untuk mengaduk harus dibersihkan setiap akhir
hari kerja.

2.

1.3

Penyimpanan dari Bahan-bahan


Semen dan pasir untuk adukan harus disimpan sesuai petunjuk Direksi.
Dan juga harus dilindungi dengan atap atau penutup lain yang tahan
air.

1.4

Alas dan Sambungan


Tiap batu untuk pasangan harus seluruhnya dibasahi lebih dahulu
sebelum dipasang dan harus diletakkan dengan alasnya tegak lurus
kepada arah tegangan utama. Setiap batu harus diberi alas adukan,
semua sambungan diisi padat dengan adukan pada waktu pekerjaan
berlangsung. Tebal adukan tidak lebih ari 50 mm lebarnya, serta tidak
boleh ada batu berimpit satu sama lainnya
Batu pasak tidak boleh disisipkan sesudah semua batu selesai
dipasang.

PEKERJAAN PLESTERAN
Apabila dipermukaan dinding dan lantai dari pasangan batu kali yang ada
maupun yang baru harus diplester dengan adukan 1 Pc : 2 Psr. Pekerjaan
plesteran dikerjakan secara 2 lapis sampai ketebalan 2 cm. Apabila tidak
diperintahkan lain pasangan harus diplester pada bagian atas dinding, ujungujung pasangan, dan untuk 0,10 m di bawah tepi atas atau sesuai dengan
yang tertera pada gambar. Pertemuan pasangan (plesteran sudut) selebar 810 untuk bangunan kecil dan 15 cm untuk bangunan yang besar sedang pada
samping rangka pintu sorong, diplester tegak selebar 10 cm. Plesteran juga
dilakukan pada alur skot balk. Sebelum pekerjaan plesteran dilakukan maka
bidang dasar harus dibuat kasar dan bersih. Pekerjaan plesteran harus rata,
lurus dan halus. Setelah pekerjaan plesteran cukup kering, kemudian harus
dipelihara dengan siraman air secara rutin.

PERLENGKAPAN DIREKSI
1.1

Bantuan Untuk Direksi


Penyedia harus memberikan bantuan kepada Direksi dengan
menyediakan tenaga dan peralatan yang dibutuhkan sehubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan setiap saat atau dari waktu kewaktu.

1.2

Peralatan Pengukuran Dan Perlengkapannya


Penyedia harus menyediakan dan memelihara peralatan pengukuran
dan perlengkapanya untuk dipakai oleh Direksi. Alat dan perlengkapan
itu harus baru atau apabila tidak baru harus menurut persetujuan
Direksi, serta dijaga supaya tetap dalam keadaan baik, jika ada
kehilangan atau rusak diganti segera. Semua alat-alat dan
perlengkapan itu tetap menjadi milik penyedia. Penjelasan secukupnya
harus diserahkan bersama penawaran, untuk memungkinkan Direksi
menilai mutu alat-alat dan perlengkapan yang akan disediakan
penyedia,alat-alat dan perlengkapan tidak boleh ditukar dalam waktu
pelaksanaan penyedia, kecuali dengan ijin atau perintah dari Direksi.

1.3

Foto-Foto

15

Penyedia harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh


tukang yang berpengalaman. Foto-foto harus berwarna dan ditunjukan
sebagai laporan/pencatataan tentang pelaksanaan yaitu awal
pertengahaan atau akhir suatu bagian tertentu dari pekerjaan yang
diprintahkan oleh Direksi. Pada setiap tahap pengembalian gambar
untuk tiap lokasi, pengembalian harus dari titik dan arah yang sama
dan yang sudah ditentukan sebelumnya. Bilamana mungkin pada latar
belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda khusus untuk
memudahkan mengenali lokasi tersebut. Foto negatif dan cetakannya
tidak boleh diubah atau ditambah apapun. Sebelum pengambilan
gambar-gambar maka harus dibuat rencana / denah yang menunjukan
lokasi, posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan
kepada direksi untuk disetujui.
Tiap foto berukuran 120 mm x 90 mm dan diberi catatan sebagai
berikut :
- Detail Kontrak
- Nama Bangunan atau Lokasi
- Tanggal Pengambilan
- Tahap Pelaksanaan
Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi
dengan satu set pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode
tersebut. Juga pada akhir pelaksanaan kontrak, maka foto-foto harus
diserahkan kepada Direksi dalam album-album. Foto-foto ditempelkan
dalam album secara beraturan menurut lokasinya masing-masing. Tiap
obyek harus lengkap tahapnya yakni 0%, 50% dan 100% dan ditempel
pada satu halaman.
Penyerahaan dilakukan sebanyak 3 (tiga) ganda bersama 1 (satu)
negatifnya.Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi
keterangan atau tanda sama untuk memudahkan mengindifikasi negatif
dan cetakannya. Semua album menjadi milik pemberi Tugas dan tanpa
ijinnya tidak boleh diberikan/ dipinjamkan kepada siapapun.
1.4

Gambar Kerja (Working Drawing)


Direksi mungkin memerlukan gambar kerja untuk memberikan
penjelasan bagian dari pekerjaan pokok, termasuk semua pekerjaan
sementara yang perlu. Penyedia harus menyediakan gambar kerja
berdasarkan desain, gambar standar, permukaan tanah asli, ketinggian
akhir yang diperintahkan dan lain-lain dari Direksi. Ukuran dan susunan
gambar harus sama dengan gambar standar dari kontrak.

1.5

Gambar-Gambar Purnalaksana (As Built Drawing)


Penyedia harus membuat gambar-gambar yang sesuai dengan
pekerjaan yang dilakasanakan. Cetakan dari gambar- gambar harus
diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. Gambar-gambar yang telah
disetujui digandakan sebanyak 1 rekalkir dan 3 cetakan blue print,
kemudian disalin diatas kertas film tebal 0,063 mm dengan memakai
tinta diserahkan kepada Direksi setelah pekerjaan selesai. Semua
gambar-gambar harus berukuran standar seperti gambar-gambar
penyediaan. Gambar-gambar harus menunjukkan semua penjelasan
dari pekerjaan yang dilaksanakan.

PERLENGKAPAN OPERASIONAL
1.1

Umum
Perlengkapan yang disyaratkan pada Pasal 1.02. sampai 1.07. harus
disediakan oleh kontraktor sesuai dengan yang tertera dalam daftar
banyaknya pekerjaan, kontraktor tidak boleh menggunakan bentuk
konstruksi atau detail tanpa pemberitahuan secara tertulis terlebih
dahulu.

16

1.2

Papan Operasi
Papan operasi dibuat dan dipasang. Papan dan tiang-tiangnya harus
dibuat dari kayu klas satu dan harus dipasang pada beton cor atau
sesuai dengan petunjuk Direksi.