Anda di halaman 1dari 19

DIABETES

MELITUS

IDENTITAS PASIEN

Nama
:
Umur
:
Alamat
:
Jenis kelamin
Pekerjaan
:
Masuk PKM
No Reg
:
Ruang/ Kelas
Dikasuskan

Ny. S
51 thn
Nglebak
: Wanita
IRT
: 06 April 2015
DP-RI-05
: Ruang wanita / Kelas 3
: April 2015

ANAMNESA
( AUTOANAMNESA DAN HETEROANAMNESA)
Keluhan utama : Badan terasa lemas
Riwayat penyakit sekarang : Pasien
mengeluh badan terasa lemas sejak 1
minggu ini. Pasien jg mual dan nyeri ulu hati
tetapi tidak muntah. Badan panas dingin
dan berkeringat, serta nafsu makan dan
minum menurun sejak 1 minggu ini
sehingga membuat badan tambah lemas.
Riwayat penyakit dahulu : Pasien
mempunyai kencing manis kurang lebih
selama 3 tahun.

Riwayat pengobatan : Pasien rutin


mengkonsumsi obat kencing manis
Glibenclamide tetapi 1 minggu ini
pasien
sdh
tdk
mengkonsumsi
karena merasa sudah membaik.
Riwayat Keluarga : Disangkal.

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Tampak lemah, Gemuk
Kesadaran
: Komposmentis, GCS
E4M6V5
Vital Sign :
Tensi

110/70 mmHg (berbaring)


: 82x/menit, reguler, Isi dan

Nadi
tegangan cukup

18x/menit
Temperatur : 38,5o celcius ( Axilla )
RR

Kepala : Bentuk normocefal, rambut


bergelombang hitam, tidak mudah patah, turgor
dahi cukup
Mata : Konjungtiva palpebra pucat (-/-), Injeksi
konjungtiva (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil isokor,
reflek cahaya (+/+), sekret (-/-), exophthalmus
(-/-)
Mulut : Bibir pucat (-), sianosis (-), kering (+), oral
thrush (-), faring hiperemis, oral ulcer (-)
Leher : Kelenjar getah bening leher dan kelenjar
tiroid tidak teraba membesar.
Dada : Bentuk normal, sela iga tidak melebar,
retraksi intercosta dan supraclavicula (-)

Jantung
Inspeksi
: Iktus kordis tak tampak
Palpasi : Iktus kordis teraba di SIC V 2cm medial linea midclavikula
sinistra, tidak kuat angkat, tidak melebar.
Perkusi : Batas kanan jantung SIC V linea parasternalis dextra
Batas kiri jantung SIC V 2 cm medial linea midclavicularis
sinistra
Batas pinggang jantung SIC III linea sternalis sinistra
Kesan tidak terdapat kardiomegali
Auskultasi : HR 82x/menit, reguler
Bunyi jantung I-II tunggal, bising (-), gallop (-).
Paru-paru (depan-belakang)
Inspeksi
: Simetris statis dinamis, sela iga melebar (-), retraksi
sela iga (-)
Palpasi : Stem fremitus raba kanan sama dengan kiri
Perkusi : Sonor seluruh lapangan paru
Auskultasi : Suara nafas Vesikuler, Rhonki (-) diseluruh lapang,
Wheezing (-) diseluruh lapang paru.

Abdomen
Inspeksi : Datar, kelainan kulit (-)
Auskultasi : Bising usus (+) Normal
Perkusi: Timpani
Palpasi : Supel, hepar dan lien tidak teraba membesar
Genitalia : Tidak dievaluasi
Ekstremitas :
Superior
Inferior
- Edema
-/-/- Sianosis
-/-/- Pucat
-/-/- Motorik
5/5
5/5
- Sensorik
+/+
+/+
- Perabaan dingin
-/-/- Nyeri tekan
-/-/- Capillary Refill Time
<2detik
<2 detik

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah lengkap dan GDA
Pemeriksaan

Hasil Pasien

Nilai Normal

Hemoglobin

13,5 gr/dl

12-16 gr/dl

Leukosit

8.700 mm3

4000 -10.000 mm3

Trombosit

320.000 mm3

200.000 - 450.000 mm3

PCV

40,3 %

38% - 48%

GDA

410 mg/dl ( meningkat)

<200 mg/dl

DIAGNOSA KERJA
Diabetes Melitus Tipe II

RENCANA TERAPI
Non Farmakologis
Diet rendah serat
Diet rendah gula
Banyak minum air
Mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi
Mengkonsumsi makanan yang lunak
Tidak boleh makan yang terlalu pedas
Farmakologis
Infus NacL 0,9 % Grojok 1 flash maintenace 30 tpm
Injeksi Ampicilin 3 x 500 mg
Injeksi Piralen 2 x ampul
P.O Glibenclamid 1-1-0
P.O Pamol 3 x 1 tablet
P.O Antasida done 3 x 1 tablet
P.O Vitamin B complex 2 x 1 tablet

GDA setelah di terapi 256 mg/dl


Keluhan membaik Pulang

DEFINISI
Menurut American Diabetes Association
(ADA) tahun 2005, Diabetes Mellitus
merupakan suatu kelompok panyakit
metabolik
dengan
karakteristik
hiperglikemia yang terjadi karena kelainan
sekresi insulin, kerja insulin atau keduaduanya.

KLASIFIKASI
DM Tipe 1 Insuline Dependent
Diabetes Melitus
DM Tipe 2 Non Insuline Dependent
Diabetes Melitus
DM Tipe Spesifik Lain Tumor Pankreas,
Pankreatomi
DM Gestasional Terjadi pada wanita
hamil.

GEJALA KLINIS
Gejala klasik akut
Poliuri
Polidipsi
Berat badan menurun tanpa sebab yg jelas

TRIAS SINDROM DIABETES AKUT


Gejala kronis
Lemah badan
Kesemutan
gangguan penglihatan

DIAGNOSIS
PERKENI 2002
Kadar GDS (Plasma vena) > 200 mg/dl plus
gejala klasik.
Kadar GDP (Plasma vena) > 126 mg/dl.
Kadar Glukosa Plasma > 200 mg/dl pada 2
jam sesudah makan.

PENATALAKSANAAN
Terapi Primer :
Penyuluhan kesehatan masyarakat tentang
DM
Latihan fisik
Diet

Terapi Sekunder
Obat hipoglikemia

TERIMAKASIH