Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH TERAPI PIJAT REFLEKSITERHADAP PENURUNAN

TEKANANDARAHPADAPENDERITAHIPERTENSIDIDESA LEYANGAN KEC.


UNGARAN TIMUR KAB. SEMARANG
SAMSUDIN, STIKES NGUDI WALUYO UNGARAN
ABSTRAK
Hipertensi dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, penyakit ginjal,
kerusakan mata, dan stroke. Salah satu terapi non farmakologis yang ditawarkan
untuk menurunkan hipertensi dengan terapi masase (pijat).. Tujuan penelitian yaitu
untuk menganalisis pengaruh pijat refleksi terhadap penurunan tekanan darah pada
penderita hipertensi di Desa Leyangan Kec. Ungaran Timur Kab. Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment design
dengan rancangan pre test-post test control group design, dengan populasi
sebanyak 273 orang hipertensi. Metode pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling dengan sampel sebanyak 36 orang yang dibagi menjadi
kelompok intervensi dan kontrol. Alat pengambilan data berupa sphygmomanometer
jarum, stetoskop dan lembar observasi. Uji analisis Univariat menggunakan variabel
numerik dan Uji analisis Bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test.
hasil penelitian rata-rata TDsistolik : 163,33 mmHg menjadi 146,94 mmHg dan TDdiastolik : 89,44 mmHg
menjadi 80,00 mmHg. Ada pengaruh pijat refleksasi kaki terhadap penurunan tekanan darah
pada penderita hipertensi di Desa Leyangan Kec. Ungaran Timur Kab.Semarang
dengan nilai p Valuesistolik : 0,001 ( =0,05) dan p Value diastolik : 0,002 ( =0,05)
Bagi penderita hipertensi dapat melakukan pijat refleksi selama 30 menit / hari,
untuk menurunkan tekanan darah.
ABSTRACT
Hypertension can increase the risk of heart disease, kidney disease, eye
damage, and stroke. One of the non-pharmacological therapies are offered to reduce
hypertension by therapeutic massage (massage). The research objective is to
analyze the effect of reflexology on blood pressure in patients with hypertension in
the village Leyangan district. East ungaran Kab. Semarang.
This study uses a quasi-experiment research design to the design of pre-testpost-test control group design, with a population of 273 hypertensive men. Purposive
sampling method using sampling with a sample of 36 people, divided into
intervention and control groups. Data collection tools such as needles
sphygmomanometer, stethoscope and observation sheet. Univariate analysis of
trials using the numeric variables and test Bivariate analysis using the Wilcoxon
Signed Ranks Test.
average results TDsistolik: 163.33 mmHg to 146.94 mmHg and TDdiastolik:
89.44 mm Hg to 80.00 mm Hg. There refleksasi foot massage effect of the decrease
in blood pressure in patients with hypertension in the village Leyangan district. East
ungaran Valuesistolik Kab.Semarang with p values: 0.001 ( = 0.05) and diastolic p
Value: 0.002 ( = 0.05)
For patients with hypertension can do reflexology for 30 minutes / day, to
lower blood pressure.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sampai saat ini hipertensi
masih tetap menjadi masalah
karena beberapa hal, antara lain
meningkatnya
prevalensi
hipertensi,
masih
banyaknya
pasien hipertensi yang belum
mendapat pengobatan maupun
yang sudah diobati tetapi tekanan
darahnya belum mencapai target,
serta adanya penyakit penyerta
dan
komplikasi
yang
dapat
meningkatkan
morbiditas
(kesakitan)
dan
mortalitas
(kematian) (Sudoyo, 2007).
Jumlah
penderita
hipertensi terus bertambah dari
tahun ke tahun. Penelitian
terakhir, dikemukakan bahwa
terdapat sekitar 50 juta (21,7%)
orang dewasa Amerika Serikat
menderita hipertensi, Thailand
sebesar l7% dari total penduduk,
Vietnam
34,6%,
Singapura
24,9%, Malaysia 29,9%, dan
Indonesia memiliki angka yang
cukup tinggi, yaitu 15% dari 230
juta penduduk indonesia, berarti
hampir
35
juta
penduduk
indonesia
terkena
hipertensi
(Susilo & Wulandari, 2011).
Hipertensi merupakan penyebab
kematian nomor 3 setelah stroke
dan tuberkulosis, yakni mencapai
6,7% dari populasi kematian pada
semua
umur
di
Indonesia
(Depkes RI, 2010).
Terapi hipertensi secara
umum ada 2 yaitu dapat
dilakukan secara farmakologi dan
nonfarmakologi.
Penatalaksanaan
farmakologi
adalah
pengobatan
yang
menggunakan
obat-obatan
modern. Penanganan hipertensi

dapat
dilakukan
dengan
menggunakan
pengobatan
modern atau obat antihipertensi
dari berbagai golongan yaitu
golongan Diuretik, penghambat
Adrenergik seperti -bloker, ACEInhibitor, ARB, Antagonis Kalsium,
dan Vasodilator (Junaidi, 2010).
Pengobatan
modern
untuk
hipertensi walaupun legal dan
banyak
menyembuhkan
hipertensi tetapi pengobatan ini
juga memiliki efek samping. Efek
samping yang mungkin timbul
adalah sakit kepala, pusing,
lemas, dan mual (Susilo &
Wulandari, 2011). Salah satu
terapi non farmakologis yang
ditawarkan untuk menurunkan
hipertensi dengan terapi masase
(pijat). Teknik pemijatan pada titik
tertentu dapat menghilangkan
sumbatan dalam darah sehingga
aliran darah dan energi di dalam
tubuh kembali lancar (Dalimartha,
2008).
B. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui
pengaruh terapi pijat refleksi
terhadap penurunan tekanan
darah
pada
penderita
hipertensi di Desa Leyangan
Kec. Ungaran Timur Kab.
Semarang.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui
gambaran
tekanan
darah
pada
penderita
hipertensi
sebelum diberikan pijat
refleksi pada kelompok
intervensi
di
Desa
Leyangan Kec. Ungaran
Timur Kab. Semarang

b. Mengetahui
gambaran
tekanan
darah
pada
penderita
hipertensi
setelah diberikan pijat
refleksi pada kelompok
intervensi
di
Desa
Leyangan Kec. Ungaran
Timur Kab. Semarang
c. Mengetahui
gambaran
tekanan darah penderita
hipertensi sebelum dan
sesudah pada kelompok
kontrol di Desa Leyangan
Kec. Ungaran Timur Kab.
Semarang

d. Mengetahui
perbedaan
tekanan
darah
pada
penderita
hipertensi
sebelum dan sesudah
diberikan pijat refleksi
pada kelompok intervensi
di Desa Leyangan Kec.
Ungaran
Timur
Kab.
Semarang
e. Menganalisis
pengaruh
pijat refleksi terhadap
tekanan
darah
pada
penderita hipertensi di
Desa
Leyangan
Kec.
Ungaran
Timur
Kab.
Semarang

METODOLOGI PENELITIAN

A. Kerangka Konsep Penelitian


Variabel Independen

Variabel Dependen

Pijat refleksi kaki


Tekanan Darah
Penderita Hipertensi
B. Definisi Operasional
N
o
1.

Variab
el

Definisi Operasional

Cara Ukur

Hasil Ukur

Variab
el
Indep
ende
nt
pijat
reflek
si

Pemberian terapi yang


dilakukan dengan cara
memijat
dengan
melakukan
penekanan
pada titik syaraf di kaki
selama 30 menit dalm
sehari dan di lakukan
dalam kurun waktu 4 hari
pada penderita hipertensi
di Desa Leyangan Kec.
Ungaran
Timur
untuk
memberikan rangsangan
bioelektrik
pada
kaki
sehingga
memberikan
perasaan rileks dan segar

Skal
a
Uku
r
-

2.

Variab
el
Depe
ndent
Tekan
an
Darah
Pend
erita
Hipert
ensi

karena aliran darah dalam


tubuh menjadi lancar
Hipertensi
dapat
didefinisikan
sebagai
tekanan darah persisten
dimana tekanan sistoliknya
di atas 140 mmHg dan
tekanan diastolik diatas 90
mmHg.
Tekanan
yang
ditimbulkan pada dinding
arteri yang dihasilkan oleh
tekanan ventrikel kiri ketika
berkontraksi
dan
berelaksasi, yang diukur
dengan
alat
ukur
sphygmomanometer dan
stetoskop,
kemudian
memunculkan hasil dalam
bentuk angka sistolik dan
diastolik, yang dilakukan
sebelum diberikan terapi
pijat refleksi kaki dan
setelah 4 hari diberikan
terapi pijat refleksi kaki
selama 30 menit/hari.

C. Hipotesis
D. Hipotesis dalam penelitian ini
adalah ada pengaruh pemberian
pijat refleksi terhadap penurunan
tekanan darah pada penderita
hipertensi di Desa Leyangan Kec.
Ungaran Timur Kab, Semarang.

E.
F. Rancangan Penelitian
G.
1. Jenis
Penelitian
ini
menggunakan
pendekatan
kuantitatif,
metode
yang
digunakan
adalah
quasy
experiment
design
atau
eksperimen semu.
2. Populasi dan Sampel
a. Populasi
H. Populasi
dalam
penelitian ini adalah semua
orang yang mengalami
hipertensi
di
Desa

Sphygmoman
ometer
dan
stetoskop
yang di ukur
sebanyak
2
kali
yaitu
sebelum
dilakukan
terapi
pijat
kaki dan 4
hari
setelah
dilakukan
terapi
pijat
kaki

Didapatkan
hasil
tekanan
darah sistol
dan diastol
sebelum dan
sesudah
diberikan
terapi pijat
refleksi kaki
dinyatakan
dalam
mmHg

Inter
val

50

Leyangan Kec. Ungaran


Timur
Kab.
Semarang
sejumlah 273 orang.
b. Sampel
I. Sampel
dalam
penelitian ini adalah orang
yang mengalami hipertensi
di Desa Leyangan Kec.
Ungaran
Timur
Kab.
Semarang sejumlah 36
responden
J. Uji Validitas dan Reliabilitas
1. Uji Validitas
K. Uji validitas dan reliabilitas
untuk
Sphygmomanometer
dilakukan dengan kalibrasi.
Kalibrasi merupakan proses
verifikasi bahwa suatu akurasi
alat ukur sesuai dengan
rancangannya.
Kalibrasi
dilakukan
dengan
membandingkan suatu standar

yang
terhubung
dengan
standar
nasional
maupun
internasional dan bahan-bahan
acuan tersertifikasi.
L. Alat yang digunakan untuk
mengukur tekanan darah pada
penelitian ini menggunakan
sphygmomanometer. Ukuran
tekanan darah dinyatakan
dalam mmHg. Pengecekan
alat ukur sphygmomanometer
dilakukan
dengan
cara
pengukuran tekanan darah
dilakukan sebanyak 3 kali,
dengan rata-rata selisihnya
tidak terlalu jauh (< 5 mmHg),
dapat dinyatakan valid.

2. Analisa univariat
M. Analisa yang digunakan dalam
variabel univariat yaitu variabel
numerik.
3. Analisa bivariat
N. Uji
statistik
yang
digunakan Man Withney untuk
kemaknaan hasil perhitungan
statistik
digunakan
batas
kemaknaan 0,05 terhadap
hipotesis apabila p-value <0,05
artinya terdapat hubungan
yang bermakna (Ho ditolak).
Sedangkan apabila p-value >
0,05
berarti
tidak
ada
hubungan yang bermakna (Ho
diterima).

O.
P. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Q.
A. Analisis univariat
R.
Tabel 5.1 gambaran tekanan darah pada penderita hipertensi
sebelum dan sesudah diberikan terapi pijat refleksi pada kelompok intervensi
dan kelompok kontrol di Desa Leyangan Kec. Ungaran Timur Kab. Semarang.

S.
T. Tekanan darah

U.

V. Mi

ean

Y. Kelompok
intervensi
Z. Sistolok
Sebelum

AA.

AB.
AC.

AE.
AF.

AH.
AI. 19

163.3
3

140

AD.

AG.

AJ.

130

160

AT. 10

X. p
v
al
u
e

AK.
AL.
0.001

AM.

Sesudah

146.9
4

AN.diastolik
Sebelum

AP.

AR.

91.67

90

AQ.

AS.

AU.

81.72

70

95

AZ.
BA.

BC.
BD.

BF.
BG.

BI.
BJ.

169.1
7

150

190

0.805

BB.

BE.

BH.

150

185

AO.
Sesudah
AW.
Kelompo
k kontrol
AX. sistolik
Sebelum

AY.
Sesudah

W. Ma

169.1

AV.
0.001

BK.diastolik
Sebelum
BL.
Sesudah

BM.

BO.

BQ.

BS.

92.78

90

100

0.480

BN.

BP.

BR.

92.22

90

100

BT.
B. Analisis Bivariat

BU.
BV.

Pengaruh pijat refleksi kaki terhadap tekanan darah pada


penderita hipertensi di Desa Leyangan Kec. Ungaran Timur
Kab. Semarang.
BW.
T
BX.
K BY.
Mean
BZ.
CA.
ekanan
elompo (mmHg)
Z
p
darah
k
va
lu
e
CB.
S
CC.
K
CE.
CF.
CG.
istolik
ontrol
158.06
0,000
4
CD.
I
.
nterven
4
si
1
1
CH.
D
CI. Kontrol
CK.
CL.
CM.
iastolik
86.11
0,000
CJ.
I
4
nterven
.
si
3
1
3

CN.
CO.

Berdasarkan uji
Man Withney. didapatkan nilai
p-value =0,000 < (0,05)
maka H0 ditolak, ini berarti ada
pengaruh signifikan terhadap
tekanan darah pada penderita
hipertensi
yang
diberikan
terapi pijat refleksi di Desa
Leyangan Kec. Ungaran Timur
Kab. Semarang.

CP.
C. Pembahasan
1. Gambaran
Tekanan
Darah
Penderita Hipertensi Sebelum

Diberikan pijat refleksi pada


Kelompok Intervensi dan Kontrol
di Desa Leyangan Kec. Ungaran
Timur Kab, Semarang
CQ. Berdasarkan
hasil
penelitian terhadap tekanan
darah pada penderita hipertensi
sebelum diberikan pijat refleksi
rata-rata tekanan darah sistolik
responden
sebesar
163,33
mmHg, dan rata-rata tekanan
darah
diastolik
responden
sebesar
89,44
mmHg.
Sedangkan
hasil
penelitian
terhadap
tekanan
darah

penderita
hipertensi
pada
kelompok
kontrol
sebelum
diberikan perlakuan rata-rata
tekanan
darah
sistolik
responden
sebesar
169.17
mmHg, dan rata-rata tekanan
darah
diastolik
responden
sebesar 92,78 mmHg.
CR. Dilihat dari rata-rata
tekanan
darah
sebelum
diberikan pijat refleksi pada
kelompok
intervensi
dan
kelompok kontrol menghasilkan
rata-rata tekanan darah sistolik
dan diastolik yang cukup tinggi.
Tekanan darah yang tergolong
dalam kategori tinggi baik pada
kelompok
kontrol
maupun
kelompok intervensi sebelum
diberikan
perlakukan
pada
penelitian ini dipengaruhi oleh
banyak
faktor
diantaranya
adalah faktor usia, jenis kelamin,
pekerjaan dan perilaku atau
gaya
hidup
responden.
Berdasarkan hasil penelitian
diketahui bahwa sebagian besar
responden
adalah
berumur
diatas 50 tahun yaitu sebanyak
13 orang (72,2 %) pada
kelompok kontrol dan sebanyak
10 orang (44,6 %) pada
kelompok
intervensi.
Hal
tersebut menunjukkan bahwa
sebagian
besar
responden
sudah memasuki usia lanjut
sehingga beresiko mengalami
hipertensi

CS.
2. Gambaran
Tekanan
Darah
Penderita Hipertensi awal dan
akhir pada kelompok Kontrol di
Desa Leyangan Kec. Ungaran
Timur Kab, Semarang
CT. Hasil
penelitian
terhadap tekanan darah pada
penderita hipertensi kelompok
kontrol rata-rata tekanan darah

awal sistolik responden sebesar


169.17 mmHg, dan rata-rata
tekanan
darah
diastolik
responden
sebesar
92,78
mmHg. Sedangkan rata-rata
tekanan darah akhir sistolik
berubah menjadi 169.17 mmHg,
dan rata-rata tekanan darah
diastolik menjadi 92,22 mmHg.
Hasil
analisis
data
untuk
tekanan
darah
sistolik
menggunakan
uji
Wilcoxon
Signed Ranks Test didapatkan
p value = 0,0805 > ( =0,05),
dan untuk tekanan darah
diastolik nilai p value = 0,0480 <
( =0,05),
ini menunjukkan
bahwa tidak ada perbedaan
yang signifikan tekanan darah
pada penderita hipertensi awal
dan akhir pada kelompok kontrol
di Desa Leyangan Kec. Ungaran
Timur Kab. Semarang.
CU. Berdasarkan
hasil
penelitian diketahui bahwa ratarata tekanan darah kelompok
kontrol
menunjukkan
tidak
adanya peningkatan rata-rata
pada tekanan darah sistolik dan
diastolik.
Tidak
terjadinya
perubahan tekanan darah pada
kelompok kontrol disebabkan
karena responden kelompok
kontrol ada yang tidak dapat
mengendalikan dan ada yang
dapat mengendalikan faktor
yang dapat meningkatkan dan
menurunkan tekanan darah bagi
penderita
hipertensi,
salah
satunya adalah pengendalian
asupan garam. bukan hanya itu
faktor usia, jenis kelamin,
pekerjaan dan perilaku atau
gaya hidup responden juga
dapat mempengaruhi terjadinga
penurunan
tekanan
darah
sehingga pada kelompok kontrol
tidak terjadi perubahan tekanan
darah.

CV.
CW.

KESIMPULAN

CX.
1. Karakteristik
Gambaran
tekanan darah pada kelompok
intervensi
sebelum
dan
sesudah diberikan pijat refleksi
pada penderita hipertensi,
terjadi penurunan rata-rata
tekanan darah sistolik dari
163,33 mmHg menjadi 146,94
mmHg, dan penurunan ratarata tekanan darah diastolik
dari 89,44 mmHg menjadi
81,72 mmHg.
2. Gambaran
tekanan
darah
pada
kelompok
kontrol
sebelum
dan
sesudah
diberikan
perlakuan
pada
penderita hipertensi,
tidak
terjadi terjadi peningkatan atau
penurunan rata-rata tekanan
darah sistolik dari 169,17
mmHg menjadi 169,17 mmHg,
dan sedikit penurunan ratarata tekanan darah diastolik
dari 92,78 mmHg menjadi
92,22 mmHg.
3. Ada perbedaan yang signifikan
tekanan darah sistolik maupun
diastolik penderita hipertensi
sebelum
dan
sesudah
diberikan pijat refleksi pada
kelompok intervensi di Desa
Leyangan Kec. Ungaran Timur
Kab, Semarang
(p value
0,000).
4. Ada pengaruh pemberian pijat
refleksi kaki terhadap tekanan
darah
pada
penderita
hipertensi di Desa Leyangan
Kec. Ungaran Timur Kab,
Semarang (p value = 0,000).

CY.
CZ.
DAFTAR PUSTAKA
DA.
DB. Arikunto, S. (2006). Prosedur
penelitian suatu pendekatan

DC.
DD.

DE.

DF.

DG.
DH.

DI.

DJ.

praktik. Edisi revisi 6. Cetakan


ke-13. Jakarta: PT. Rineka
Cipta.
Aslani, M. (2003). Teknik Pijat
untuk
Pemula.
Jakarta:
Erlangga.
Barbara & Kevin (2012). Pijat
refleksi, sehat lewat pijatan
kaki. PT. Gaya Favorit Press :
Jakarta
Cohen, L.D., Townsend, R.R.,
2008.
In
the
Clinic
Hypertension. Available from:
www.annals.org/intheclinic/.
(Accesed 17 Juni 2013).
Cutler,
N.
(2007).
Hypertension:
Massage
Indication or Contraindication.
Dibuka pada tanggal 04 Maret
2013
dari
http://www.integrativehealthcare.org/mt/archives/200
7/01/Hypertension .html.
Dalimartha, S. (2008). Care
yourself, hipertensi. Jakarta:
Penebar Plus.
Depkes
RI
(Departemen
Kesehatan
Republik
Indonesia). (2010). Hipertensi
penyebab kematian nomor
tiga. Diakses: 13 Februari
2010,
dari
http://www.depkes.go.id/index.
php/berita/press-release/810hipertansi-penyebab-kematiannomor-tiga.html.
Dinkes (Dinas Kesehatan).
(2011).
Profil
kesehatan
provinsi Jawa Tengah tahun
2011. Diakses: 30 November
2012,
dari
http://www.dinkesjatengprov.go
.id/dokumen/profil/profil2011/B
AB%20I-VI%202011.pdf.
Dadan,
Gunawan.
(2011).
Sembuh dengan pijat alternatif
hentakan kaki. Medpress :
Yogyakarta.

DK.

DL.

DM.

DN.

DO.

DP.

DQ.

DR.

DS.

Firdaus. (2011). Terapi pijat


untuk kesehatan kecerdasan
otak dan kekuatan daya ingat.
Buku Biru : Jogyakarta
Gala, 2009. Refleksologi Kaki
Jurus Sehat dengan Pijat
Refleksi Secara Mandiri. Image
Press, Jogjakarta.
Gunawan, D (2011). Sembuh
dengan
pijat
alternatif
hentakan kaki. Jogyakarta
medpress.
Guyton & Hall. (2007). Buku
Ajar
Fisiologi
Kedokteran,
cetakan I. Alih bahasa: dr
irawati.. (et al). Edisi 11.
Jakarta: EGC.
Hidayat, A. A. A. (2008). Riset
keperawatan
dan
teknik
penulisan ilmiah. Edisi 2.
Cetakan
ke-3.
Jakarta:
Salemba Medika.
_____________.
(2009).
Metode
penelitian
keperawatan
dan
teknik
analisa data. Jakarta: Salemba
Medika.
Irmawan (2012). Efektifitas
pijat
refleksi
kaki
dan
hipnoterapi
terhadap
penurunan tekanan darah
pada pasien hipertensi. Jurnal
Ilmiah
Kesehatan
Keperawatan, Volume 8, No. 2
Juni 2012 Diakses: 7 Juni
2013,
dari
http://ejournal.stikesmuhgomb
ong.ac.id/index.php/JIKK/articl
e/view/68
Iskandar (2010). Health Triad
(Body, Mind and System).
Elexmedia
Komputindo,
Jakarta.
JNC (2003) The Seventh Of
Joint National Comitte. Diakses
tanggal
17
Juni
2013;
Repository.ipb.ac.id.

DT.

Junaidi, I. (2010). Hipertensi


pengenalan, pencegahan, dan
pengobatan.
Jakarta:
PT.
Bhuana Ilmu Populer.
DU. Kholish, N. (2011). Bebas
hipertensi
seumur
hidup
dengan
terapi
herbal.
Yogyakarta: Real Books.
DV. Kumar, V., Cotran, S.R., dan
Robbins, L.S., (2007). Buku
Ajar Patologi. Edisi 7. Jakarta:
EGC
DW. Kusyati, E., dkk. (2005).
Protap;
keterampilan
dan
prosedur keperawatan dasar.
Semarang: Kilat Press.
DX.
Melina, Syafitri. (2009). FaktorFaktor Penyebab Klien Memilih
Terapi Alternatif Pijat Refleksi
di Kota Medan Diakses: 18
Juli
2013,
dari
http://repository.usu.ac.id/handl
e/123456789/24750
DY. Muttaqin, Arif. (2009). Buku
Ajar Asuhan Keperawatan
Klien
dengan
Gangguan
Sistem Kardiovaskular dan
Hematologi. Jakarta : Salemba
Medika.
DZ. Notoatmodjo,
S.
(2005).
Metodologi
penelitian
kesehatan.
Cetakan
ke-3.
Jakarta: PT. Rineka Cipta
EA.
_____________.
(2010). Metodologi penelitian
kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta.
EB. Nursalam. (2011). Metodologi
Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta: Salemba.
EC. Nursalam. (2008). Konsep dan
penerapan
metodologi
penelitian ilmu keperawatan,
pedoman skripsi, tesis, dan
instrumen
penelitian
keperawatan. Edisi 2. Jakarta:
Salemba Medika.

ED.
EE.

EF.

EG.

EH.

EI.

EJ.
EK.

10

Palmer, A. (2007). Simple


Guide Tekanan Darah Tinggi.
Jakarta: Erlangga.
Potter, P. A & Perry, A. G.
(2005). Buku ajar fundamental
keperawatan konsep, proses,
dan praktik. Alih Bahasa:
Renata Komalasari. Edisi 4
Jakarta: EGC.
Price, S. A. & Wilson, L. M.
(2005). Patofisiologi konsep
klinis proses-proses penyakit.
Alih Bahasa: brahmu pendit..
(et al) Edisi 6. Jakarta: EGC.
Smeltzer, S. C & Bare, B. G.
(2002). Buku ajar keperawatan
medikal-bedah
brunner
&
suddarth. Alih bahasa: Agung
Waluyo. Edisi 8. Cetakan 1.
Volume 2. Jakarta: EGC.
Sudoyo, A. W., dkk. (2007).
Buku ajar ilmu penyakit dalam.
Edisi IV. Jilid 1. Cetakan ke-2.
Jakarta: Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia (FKUI).
Sugiyono. (2008). Statistik
Non
Parametris
Untuk
Penelitian. Bandung : CV
Alfabeta
Sugiyono (2009). Statistika
untuk Penelitian. Cetakan ke20. Bandung: Alfabeta, CV.
Susilo, Y. & Wulandari, A.
(2011). Cara jitu mengatasi
hipertensi. Edisi 1. Yogyakarta:
ANDI.

EL.

EM.
EN.

EO.

EP.

EQ.

ER.
ES.

ET.

_________. (2010). Hipertensi;


informasi
lengkap
untuk
penderita
&
keluarganya.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama.
Tarigan. 2009. Sehat dengan
Terapi
Pijat.
www.mediaindonesia.com.
Trionggo, Ira. (2013). Panduan
sehat sembuhkan penyakit
dengan pijat dan herbal.
Indoliterasi : Yogyakarta
Wijayakusuma,
H. (2006).
Terapi pijat refleksi kaki.
Cetakan 2. Jakarta: Pustaka
Bunda.
Wijayakusuma,
H. (2008).
Ramuan
lengkap
herbal
taklukkan penyakit. Cetakan 1.
Jakarta: Pustaka Bunda.
Wijayakusuma,
H.
&
Dalimartha, S. (2008). Ramuan
tradisional untuk pengobatan
darah tinggi. Jakarta: Niaga
Swadaya.
Yuliarti, N. (2009). A to Z food
supplement.
Edisi
1.
Yogyakarta: ANDI.
Yusuf, I., (2008). Hipertensi
Sekunder. Medical Review 21
(3): 71-79. Available from:
http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin
/jurnal/213087179.pdf (diakses
17 Juni 2013)