Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-nya sehingga penulis dapat menyusun makalah penelitian ini dengan
baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini penulis membahas mengenai pengaruh
harga barang terhadap daya beli konsumen.
Makalah penelitian ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai
pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah
penelitian ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah penelitian
ini. Oleh karena itu penulis mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun penulis. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Mataram, 24 Januari 2015

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Shampoo adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk maksud keramas rambut,
sehingga setelah itu kulit kepala dan rambut menjadi bersih, dan sedapat mungkin menjadi
lembut, mudah diatur dan berkilau. Dan merupakan produk perawatan rambut yang
digunakan untuk menghilangkan minyak, debu, serpihan kulit, dan kotoran lain dari rambut..
Shampoo adalah suatu zat yang terdiri dari surfaktan, pelembut, pembentuk busa,
pengental dan sebagainya yang berguna untuk membersihkan kotoran yang melekat pada
rambut seperti sebum, keringat, sehingga rambut akan kelihatan lebih bersih, indah dan
mudah ditata.
Kemajuan yang telah dicapai berbagai perekonomian, terutama perekonomian negaranegara maju, membuktikan bahwa : pada umumnya mekanisme toko adalah sistem yang
cukup efisien di dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi dan mengembangkan
perekonomian, tetapi dalam keadaan tertentu ia menimbulkan beberapa akibat buruk
sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk memperbaikinya.
Barang apa yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya, sering menjadi masalah
pokok dalam perekonomian. Masalah itu dipecahkan dengan melakukan interaksi antara para
pembeli dan penjual di toko. Interaksi tersebut akan menentukan tingkat harga barang yang
wujud antara toko yang satu dengan toko yang lain dan jumlah barang yang akan
diperjualbelikan. Sebagai langkah pertama untuk menerangkan interaksi diantara para
pembeli dengan para penjual perlulah terlebih dahulu diterangkan teori permintaan dan
teori harga keseimbangan. Teori permintaan menerangkan tentang sifat permintaaan para
pembeli terhadap sesuatu barang. Sedangkan teori harga keseimbangan menerangkan sifat
jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta pada tingkat harga
tertentu. Dengan menggabungkan permintaan oleh pembeli dan penawaran oleh penjual akan
dapat ditunjukkan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual, akan menentukan harga
keseimbangan atau harga pasar dan jumlah barang yang akan diperjualbelikan.
Secara teori maupun dalam praktek sehari-hari, juga sangat berguna untuk mengetahui
sampai sejauh mana responsifnya permintaan dan penawaran terhadap perubahan harga.
Apabila perubahan harga yang kecil meninbulkan perubahan yang besar terhadap jumlah
perubahan barang yang diminta maka dikatakan bahwa permintaan barang tersebut bersifst
sangat responsif terhadap perubahan harga, atau permintaannya adalah elastis. Sebaliknya,

apabila perubahan harga relatif besar tetapi permintaannya tidak banyak berubah maka
dikatakanlah bahwa permintaannya tidak elastis. Oleh sebab itu perlu dikembangkan satu
pengukuran kuantitatif yang menunjukkan sampai di mana besarnya pengaruh perubahan
harga terhadap perubahan permintaan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat di identifikasi masalah-masalah sebagai
berikut,
1. Apa penyebab perbedaan harga shampo di toko indomaret dan alfamart?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah
1. Untuk mengetahui perbedaan harga pada toko indomaret dan alfamart

D. Manfaat Penelitian
Dengan melakukan penelitian perbandingan harga antara dua toko tersebut kita
mengetahui bagaimana minat para pembeli terhadap produk/ barang antara toko indomaret
dan alfamart.
E. Kajian Pustaka
Shampoo adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk maksud keramas rambut,
sehingga setelah itu kulit kepala dan rambut menjadi bersih, dan sedapat mungkin menjadi
lembut, mudah diatur dan berkilau. Dan merupakan produk perawatan rambut yang
digunakan untuk menghilangkan minyak, debu, serpihan kulit, dan kotoran lain dari rambut..
Shampoo adalah suatu zat yang terdiri dari surfaktan, pelembut, pembentuk busa,
pengental dan sebagainya yang berguna untuk membersihkan kotoran yang melekat pada
rambut seperti sebum, keringat, sehingga rambut akan kelihatan lebih bersih, indah dan
mudah ditata.
Sebuah formulasi shampoo yang baik mempunyai kemampuan khusus yang dapat
meminimalisasi iritasi mata, mengontrol ketombe (dandruff) serta dapat memperbaiki
struktur rambut secara keseluruhan.
Preparat shampoo harus meninggalkan kesan harum pada rambut, lembut dan mudah
diatur, memiliki performance yang baik (warna dan viskositas yang baik) harga yang murah
dan terjangkau. Secara spesifik suatu shampoo harus:
1. Mudah larut dalam air, walapun air sadah tanpa mengalami pengendapan
2. Memiliki daya bersih yang baik tanpa terlalu banyak menghilangkan minyak dari
kulit kepala
3. Menjadikan rambut halus, lembut serta mudah disisir

4.

Cepat bebusa dan mudah dibilas serta tidak menimbulkan iritasi jika

kontakdengan mata
5. Memiliki pH yang baik netral maupun sedikit basa
6. Tidak iritasi pada tangan dan kulit kepala
7. Memiliki performa yang baik
Antidandruff shampoo merupakan shampoo yang ditujukan untuk mengontrol sel kulit mati
dikulit kepala, formulasinya hamper sama seperti shampoo lain tetapi ditambahkan bahan
aktif seperti senium sulfide, zinc pirythion, sulfur.
Shampo bila dicampur dengan air , dapat melarutkan minyak alami yang dikeluarkan oleh
tubuh untuk melindungi rambut. Setelah mencuci rambut dengan shampo , biasanya
digunakan produk conditioner agar rambut mudah ditata kembali.
Shampo untuk bayi dibuat sedemikian rupa sehingga tidak perih di mata. Shampo untuk
binatang juga dapat mengandung insektisida untuk membunuh kutu. Beberapa shampo
manusia tidak dapat digunakan untuk binatang karena mengandung seng (misalnya shampo
anti ketombe). Logam ini tidak beracun bagi manusia, namun berbahaya bagi binatang.

Sejarah shampo

Pada awalnya shampoo dibuat dari berbagai jenis bahan yang diperoleh dari sumber
alam, seperti sari biji rerak, sari daging kelapa, sari abu merang ( sekam padi).
Shampoo yang menggunakan bahan alam sudah banyak ditinggalkan, dan diganti dengan
shampo yang dibuat dari detergen.
Agar shampo berfungsi sebagaimana disebutkan diatas, shampoo harus memiliki sifat sebagai
berikut :
1. Shampoo harus dapat membentuk busa yang berlebih, yang terbentuk dengan cepat,
lembut dan mudah dihilangkan dengan membilas dengan air.
2. Shampoo harus mempunyai sifat detergensi yang baik tetapi tidak berlebihan,
karena jika tidak kulit kepala menjadi kering.
3. Shampoo harus dapat menghilangkan segala kotoran pada rambut, tetapi dapat
mengganti lemak natural yang ikut tercuci dengan zat lipid yang ada didalam
komposisi shampo. Kotoran rambut yang dimaksud tentunya sangat kompleks yaitu :
sekret dari kulit, sel kulit yang rusak, kotoran yang disebabkan oleh lingkungan dan
sisa sediaan kosmetik.
4. Tidak mengiritasi kulit kepala dan juga mata.
5. Shampoo harus tetap stabil.
Shampo yang dibuat transparan tidak boleh menjadi keruh dalam penyimpanan.
Viskositas dan pHnya juga harus tetap konstan, shampo harus tidak terpengaruh oleh

wadahnya ataupun jasadrenik dan dapat mempertahankan bau parfum yang ditambahkan
kedalamnya.
Detergen yang digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan shampo memiliki sifat
fisikokimia tersendiri yang umumnya tidak sepenuhnya searah dengan ciri sifat yang
dikehendaki untuk shampo. Umumnya, detergen dapat melarutkan lemak dan daya
pembersihnya kuat, sehingga jika digunakan untuk keramas rambut, lemak rambut dapat
hilang, rambut menjadi kering, kusam dan mudah menjadi kusut, menyebabkan sukar diatur.
Sifat detergen yang terutama dikehendaki untuk shampo adalah kemampuan membangkitkan
busa. Jenis detergen yang paling lazim diedarkan tergolong alkil sulfat, terutama laurilsulfat,
juga alkohol monohidrat dengan rantai C10 18. Sifat detergen ini tergantung pada panjang
rantai alkohol lemak yang digunakan. Homolog rendah seperti C12 ( lauril ) dan C14
( miristil ) memiliki sifat yang lebih baik dibandingkan dengan homolog yang lebih tinggi
seperti C16 ( palmitil ) dan C18 ( stearil ) dalam hal memberikan busa dan basah dengan sifat
pembersih yang baik, meskipun suhu rendah. Detergen alkilsulfat yang dibuat dari alkohol
lemak, kelarutannya menurun dengan meningkatnya homolog rantai karbonnya, sehingga
shampo yang dibuat dari detergen alkilsulfat dengan atom C16-18 tidak dapat disimpan pada
suhu rendah. Kelarutan detergen alkilsulfat dalam air berkurang, sehingga tidak begitu
berbusa, lagipula detergen ini dipengaruhi oleh efek air sadah.
Detergen alkilsulfat dengan alkohol lemak dengan rantai karbon kurang dari 10 seperti C8
( kaprilil ) dan C10 ( kapril ) lebih condong menunjukkan sifat iritasi.
Detergen alkilsulfat dengan rantai karbon 12 14 adalah noniritan, memberikan cukup busa
pada suhu kamar, dan tidak mudah rusak dalam penyimpanan.
Trietanolamina ( TEA ) laurilsulfat dianggap paling luas dapat diterima untuk digunakan
dalam pembuatan shampo, disamping itu dalam penyimpanan tetap stabil. Amonium
alkilsulfat, meskipun memiliki keaktifan pembersih yang sedang, tetapi jarang digunakan
untuk pembuatan shampo, karena suhu padatnya tinggi. Biasanya senyawa ini digunakan
sebagai campuran detergen seperti nampak pada amonium monoetanolamina atau amonium
trietanolamina alkilsulfat. Shampo dengan formulasi tersebut memiliki pembersih dan
pembusa yang baik, rambut yang dikeramas dengan shampo ini masih mudah diatur.
Di samping itu detergen yang digunakan untuk pembuatan shampo, harus memiliki sifat
berikut :
1.

Harus bebas reaksi iritasi dan toksik, terutama pada kulit dan mata atau mukosa

tertentu.

2.

Tidak boleh memberikan bau tidak enak, atau bau yang tidak mungkin ditutupi

dengan baik.
3.
Warnanya tidak boleh menyolok.
Jenis-jenis shampo
1. Shampo bubuk (Dry Shampoo)
Sebagai dasar shampo digunakan sabun bubuk, sedangkan zat pengencer biasanya
digunakan natrium karbonat, natrium bikarbonat, natrium seskuikarbonat, dinatrium
fosfat, atau boraks.
2. Shampo emulsi
Shampo ini mudah dituang, karena konsistensinya tidak begitu kental. Tergantung
dari jenis zat tambahan yang digunakan, shampo ini diedarkan dengan berbagai nama
seperti shampo lanolin, shampo telur, shampo protein, shampo brendi, shampo lemon,
shampo susu atau bahkan shampo strawberry.
3. Shampo krim atau pasta (Creme paste Shampoo)
Sebagai bahan dasar digunakan natrium alkilsulfat dari jenis alkohol rantai sedang
yang dapat memberikan konsistensi kuat. Untuk membuat shampo pasta dapat
digunakan malam seperti setilalkohol sebagai pengental. Dan sebagai pemantap busa
dapat digunakan dietanolamida minyak kelapa atau isopropanolamida laurat.
4. Shampo larutan (Liquid Shampoo)
Merupakan larutan jernih. Faktor yang harus diperhatikan dalam formulasi shampo
ini meliputi viskosita, warna keharuman, pembentukan dan stabilitas busa, dan
pemgawetan.
Zat pengawet yang lazim digunakan meliputi 0,2 % larutan formaldehid 40 %, garam
fenilraksa; kedua zat ini sangat racun, sehingga perlu memperhatikan batas kadar
yang ditetapkan pemerintah. Parfum yang digunakan berkisar antara 0,3 1,0 %,
tetapi umumnya berkadar 0,5 %.
Pengaruh

penetapan

harga

ditinjau

dari

kesadaran

harga,kesadaran

nilai

fisik

produk,potongan harga,harga kualitas,harga prestis.Lokasi ditinjau dari visibilitas,alur lalu


lintas,tempat parkir,ketersedian angkutan umum,kesetrategisan lokasi. Minat beli Konsumen
ditinjau dari interest (keinginan) dan awareness (kehendak). Penelitian ini bertujuan untuk
meneliti pengaruh Penetapan Harga dan Lokasi Terhadap Minat Beli Konsumen di Restoran
Pecel Lele Lela Jl. Dipati Ukur No. 248 Bandung. Menggunakan metode regresi linier
berganda, korelasi pearson (Product Moment Pearson), Koefisien reliabilitas Spearman, Uji
MSI Methode Succesive Interval , dan pengujian hipotesis uji F dan uji T. Hasil penelitian
menunjukan adanya pengaruh secara parsial yang memiliki pengaruh secara signifikan
terhadap minat beli konsumen yakni variabel Lokasi dengan pengaruh yang tinggi serta kuat

dengan besar pengaruh sebesar 44,8% dan variabel Penetapan Harga memberikan pengaruh
secara signifikan terhadap Minat Beli Konsumen dengan pengaruh sebesar 17,3%. Secara
simultan terdapat pengaruh tinggi serta kuat dan signifikan antara Penetapan Harga dan
Lokasi terhadap Minat Beli konsumen dengan besar pengaruh sebesar 64,1% dan sisanya
sebesar 35,9% merupakan variabel lain yang tidak diteliti
F. Populasi dan sampel penelitian
1. Populasi penelitian
Semua shampo di toko indomaret dan alfamart
2. Sampel penelitian
Masing-masing 10 produk shampo yang ada di toko indomaret dan alfamart
G. Rumusan hipotesis
Terdapat perbedaan harga dan jumlah konsumen di Indomart dan Alfamart.
Ha=hipotesis nol : ada pengaruh perbedaan harga barang antara Indomart dan Alfamart.
H0=hipotesis alternative : tidak ada pengaruh harga barang antara Indomaret dan Alfamart.

H. Analisis data
I. Hasil dan pembahasan
1. Tabel Penelitian
INDOMARET
N

JENIS SHAMPO

HARGA

0
1

Clear strong &soft

Rp 21.800

Clear anti-dandruff

Rp 21.800

Sunsilk

Rp 9.000

Head&shoulders

Rp 21.200

Pantene nature care

Rp 23.500

Pantene hairfall control

Rp 19.600

Lifebuoy anti-dandruff

Rp 25.200

Lifebouy strong&shiny

Rp 25.700

Tresemme smooth&shiny

Rp 19.000

10

Natur pencuci rambut

Rp 18.500

ALFAMART
N

JENIS SHAMPO

HARGA

0
1

Clear strong &soft

Rp 22.200

Clear anti-dandruff

Rp 21.700

Sunsilk

Rp 8.900

Head&shoulders

Rp 20.900

Pantene nature care

Rp 24.000

Pantene hairfall control

Rp 20.000

Lifebuoy anti-dandruff

Rp 25.500

Lifebouy strong&shiny

Rp 25.500

Tresemme smooth&shiny

Rp 15.200

10

Natur pencuci rambut

Rp 20.700

2. Pembahasan
Salah satu cara yang dilakukan oleh seorang wanita untuk menjaga kesehatan dan
kelembaban rambutnya adalah keramas dengan menggunakan shampo. Namun sayangnya
produk perawatan rambut ini memiliki harga yang tidak murah. Selain itu, bahan kimia yang

terdapat di dalam shampo hanya memiliki efek sementara serta berpotensi membuat rambut
kehilangan kemilau alaminya.
Untuk perawatan rambut kebanyakan orang tak tanggung-tanggung mengeluarkan uang
banyak hanya untuk mendapatkan rambut indah. Bahkan kadang rela membeli shampo
termahal dengan kualitas bagus. Itu semata-mata untuk mendapatkan rambut indah, sehat dan
kuat. Tetapi apakah dengan membeli sampho harga mahal menjadi jaminan dalam hal
kesehatan.
Banyak orang membeli shampo sesuai dengan keadaan kulit kepala, ada yang
berketombe, kering, kusam, rontok. Sebaiknya sebelum membeli sampho harus mengetahui
dan cermat kandungan apa saja yang ada dalam shampo yang dapat membahayakan kulit
kepala dan rambut. Karena tidak jarang bahan-bahan yang digunakan untuk membuat shampo
menggunakan bahan yang berbahaya untuk kulit kepala dan rambut.
Nah berikut merupakan bahan berbahaya yang ada dalam shampo:
1.

Ammonium Lauryl, Laureth Sulfate, dan Ammonium Xylene Sulfonate


Ketiganya tersebut merupakan bahan kimia sangat berbahaya untuk rambut dan kulit
kepala yang terdapat dalam shampo, bahan ini dapat menyebabkan rambut menjadi
kering. Cobalah periksa apakah shampo anda terdapat kandungan Ammonium Lauryl,
Laureth Sulfate, dan Ammonium Xylene Sulfonate.

2.

Formaldehyde
Formaldehyde merupakan bahan yang digunakan untuk mengawetkan jenazah. Dapat
menyebabkan radang pada kulit, luka bakar.
3. Parabens
pemicu kanker kulit, membuat hormon tidak seimbang dan terdapat juga pada
beberapa kosmetik.

4.

Dietanolamina
Penyebab kanker karena dapat langsung melalui DNA.

5.

Sodium Lauryl/Laureth Sulfate


Bahan yang sering digunakan untuk membuat detergen dan bahan untuk pembersih
pada industri dan pabrik.

Tabel Penolong
1. Tabel Penolong Indomaret
INDOMARET
X1
21.800

X1-R
1.270

(X1-R)2
1.612.900

21.800

1.270

1.612.900

Sunsilk

9.000

-11.530

132.940.900

Head&shoulders

21.200

670

448.900

Pantene nature care

23.500

2.970

8.820.900

Pantene hairfall control

19.600

-930

864.900

Lifebuoy anti-dandruff

25.200

4.670

21.808.900

Lifebouy strong&shiny

25.700

5.170

26.728.900

Tresemme smooth&shiny

19.000

-1.530

2.340.900

10

Natur pencuci rambut

18.500

-2.030

4.120.900

Jumlah ()
Rata-rata (R)

205.300
20.530

NO
1

JENIS SHAMPO
Clear strong &soft

Clear anti-dandruff

a. Rata-rata
X1
1 = n 1
1 =

205300
10

1 = 20530
b. Simpangan baku
(X 1R)2
S12 =
n1

201.301.000

S12 =

201301000
101

S12 =

201301000
9

S12 = 22.366.777,77

2. Tabel Penolong Alfamart


ALFAMART
X2
22.200

X2-R
1.740

(X2-R)2
3.027.600

21.700

1.240

1.537.600

Sunsilk

8.900

-11.560

Head&shoulders

20.900

440

Pantene nature care

24.000

3.540

12.531.600

Pantene hairfall control

20.000

-460

211.600

Lifebuoy anti-dandruff

25.500

5.040

25.401.600

Lifebouy strong&shiny

25.500

5.040

25.401.600

Tresemme smooth&shiny

15.200

-5.260

27.667.600

10

Natur pencuci rambut

20.700

240

Jumlah ()
Rata-rata (R)

204.600
20.460

NO
1

JENIS SHAMPO
Clear strong &soft

Clear anti-dandruff

a. Rata-rata

X2
2 = n 2
2 =

204.600
10

2 = 20460
b. Simpangan baku
(X 2R)2
S22 =
n1

133.633.600
193.600

57.600
229.663.400

S22 =

229663400
101

S22 =

229663400
9

S22 = 25.518.155,55

3. t-hitung
t-hitung =

1 2

s 12
s 22
+
n1
n2
2053020460
22366777,77
25518155,55
+
10
10

t-hitung =

t-hitung =

70
2236677,777+ 2551815,555

t-hitung =

70
4788493,332

t-hitung =

70

4. t-tabel
Taraf Signifikasi () = 5%
dk : n1 + n2 2 = 10 + 10 - 2 = 18
t-tabel =

J. Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
1. Perbedaan harga barang pada suatu toko atau misalnya seperti tempat yang
kita teliti yaitu Indomaret dan Alfamart mempengaruhi ketertarikan dan minat
para konsumen dalam melakukan transaksi berbelanja.

Saran

DAFTAR PUSTAKA
C. Rowe, Raymond, Paul J. Sheskey and Sian C. Owen. 2006. Handbook of pharmaceutical
excipiens, 5th edition. USA: Pharmaceutical press and American Pharmacist Association
Kumar, Ashok., Mali, Rakesh roshan.,2010, EVALUASION OF PREPARED SHAMPOO
FORMULATIONS AND TO COMPARE FORMULATED SHAMPOO WITH MARKETED
SHAMPOOS
http://id.answer.yahoo.com/question/index?qid=20080804071258AAvtaXf

http//:www.rajagrosir.com/news/1/Bahaya-Detergen-Bagi-Kesehatan-Lingkungan
Tranggono, Retno I.S. 2011. Ilmu pengetahuan kosmetik. Gramedia