Anda di halaman 1dari 10

PORTOFOLIO ( KASUS IV )

Nama Peserta : dr. Siti aisyah mastur


Nama Wahana : PKM Bareng, Jombang
Topik : G1P0000Ab0 UK 38-39 minggu dengan letak lintang + anemia
Tanggal (Kasus) : 14 April 2015
Nama Pasien : Ny. Ch
No. RM : Tanggal Presentasi : 11 Mei 2015
Nama Pendamping : dr. Andri Suharyono
Tempat Presentasi : PKM Bareng, Jombang
Objek Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik

Manajemen

Masalah

Anak

Istimewa
Lansia

Bumil

Neonatus
Bayi
Remaja
Dewasa
Deskripsi : Perempuan usia 23 tahun datang dengan rujukan dari dokter untuk ANC terpadu.
Tujuan : Melakukan ANC terpadu dan penanganan pada kehamilan letak lintang.
Bahan bahasan :
Cara membahas :

Tinjauan
Pustaka
Diskusi

Riset
Presentasi dan

Kasus
Email

Audit
Pos

Diskusi
Data Pasien :
Nama : Ny. Ch
Nomor Registrasi : Nama Klinik : PKM Bareng
Telp : Terdaftar sejak : Data utama untuk bahan diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis : G1P0000Ab0 UK 38-39 minggu dengan letak lintang + anemia / KU tampak lemah dan wajah terlihat pucat.
2. Riwayat Pengobatan : Pasien belum pernah mendapat suplemen hamil.
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit : Datang dengan ingin periksa hamil karena kata dokter kandungan letak lintang, perlu melakukan ANC terpadu untuk meminta
surat rujukan.
4. Riwayat Keluarga : Tidak ada keluarga yang pernah hamil letak lintang.

5. Riwayat Pekerjaan : Karyawan pabrik di Surabaya.


6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik (RUMAH, LINGKUNGAN, PEKERJAAN)
Penderita tinggal di kos-kosan daerah surabaya hanya berdua dengan suaminya. Penderita anak ke 1 dari 2 bersaudara. Kegiatan sehari-hari bekerja di
pabrik daerah surabaya tapi semenjak hamil pasien sudah tidak bekerja. Penderita sering memeriksakan kehamilannya pada dokter di surabaya tetapi tidak
pernah mendapat suplemen untuk ibu hamil. Penderita makan sehari 3x kadang sehari 2x memakai lauk tahu, tempe, telor, ikan laut dan kadang ayam, jarang
memakai sayur.
7. Riwayat Imunisasi / KB : Imunisasi lengkap

8. lain-Lain :
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
KU

: Cukup

Kesadaran

: Compos Mentis

Kesan Status Gizi

: Kesan Cukup

Tanda Vital
TD

:-

Nadi

: 80 x/menit, isi dan tegangan cukup

Suhu

: 36,5 C (Axilla)

RR

: 22 x/menit

BB

: 55,6 Kg

Kepala Leher
Kepala : Bentuk normocefal, rambut lurus hitam, turgor dahi cukup
Kulit : Pucat (+), sianosis (-), ikterik (-)
Mata : Konjungtiva palpebra pucat (+/+), Injeksi konjungtiva (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil
isokor, reflek cahaya (+/+), sekret (-/-), exophthalmus (-/-)
Hidung : Deformitas (-), deviasi septum (-), sekret (-/-), nafas cuping hidung (-)
Telinga : Deformitas (-), sekret (-/-), nyeri ketok mastoid (-)
Mulut : Bibir pucat (-), sianosis (-), kering (+), oral thrush (-), faring hiperemis, oral ulcer(-)

Leher : JVP tidak ada peningkatan, deviasi trachea (-) , kelenjar getah bening leher dan
kelenjar tiroid tidak teraba membesar.
Thorax
Bentuk normal, sela iga tidak melebar, retraksi intercosta dan supraclavicula (-)
Cor
Inspeksi

: Iktus kordis tak tampak

Palpasi

: Iktus kordis teraba di SIC V 2cm medial linea midclavikula sinistra, tidak kuat angkat, tidak melebar, pulsasi parasternal tidak ada, pulsasi
epigastrial tidak ada, thrill tidak ada

Perkusi

: Batas kanan jantung SIC V linea parasternalis dextra


Batas kiri jantung SIC V 2 cm medial linea midclavicularis sinistra
Batas pinggang jantung SIC III linea sternalis sinistra
Kesan tidak terdapat kardiomegali

Auskultasi

: Bunyi jantung I-II tunggal, bising (-), gallop (-).

Pulmo
Inspeksi

: Simetris statis dinamis, sela iga melebar (-), retraksi sela iga (-)

Palpasi

: Stem fremitus raba kanan sama dengan kiri

Perkusi

: Sonor seluruh lapangan paru

Auskultasi

: Suara nafas Vesikuler, Rhonki (-) diseluruh lapang paru, Wheezing (-) diseluruh lapang paru.

Abdomen
Inspeksi

: Cembung, terdapat garis-garis stretch mark.

Auskultasi

: Bising usus (+) Normal, DJJ 153x/menit

Perkusi

:-

Palpasi

: TFU 33cm, teraba kepala diperut sebelah kiri dan kaki diperut sebelah kanan.

Ekstremitas
Akral hangat

Oedem
-

Daftar Pustaka :

1. Nelson. 2006. Ilmu kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono.


2. Sukandar.E.Y.(et all). 2009. Iso Farmakoterapi. Jakarta : PT. ISFI Penerbitan.
Hasil Pembelajaran :
1. Mampu menganalisis dan mengenali kehamilan letak lintang serta anemia pada kehamilan
2. Mampu melakukan pemeriksaan fisik pada kehamilan letak lintang dan anemia pada kehamilan
3. Mampu melakukan penatalaksanaan pada kehamilan letak lintang dan anemia pada kehamilan
4. Mampu berkomunikasi dan mengedukasi pasien.
Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio :
1. SUBJEKTIF :
Keluhan Utama

: Ingin periksa hamil dan minta surat rujukan.

Keluhan Tambahan

:-

Riwayat Penyakit Sekarang

: Pasien datang ingin periksa hamil dan minta rujukan karena dokter tempat pasien periksa mengatakan kehamilannya letak
lintang dan harus dioperasi.

Riwayat Penyakit Dahulu

: Pasien tidak pernah hamil letak lintang.

2. OBJEKTIF :
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
KU

: Cukup

Kesadaran

: Compos Mentis

Kesan Status Gizi

: Kesan Cukup

Tanda Vital :
TD

:-

Nadi

: 80 x/menit, isi dan tegangan cukup

Suhu

: 36,5 C (Axilla)

RR

: 22 x/menit

BB

: 55,6 Kg

Kepala Leher :
Kepala : Bentuk normocefal, rambut lurus, turgor dahi cukup
Kulit : Pucat (+), sianosis (-), ikterik (-)
Mata : Konjungtiva palpebra pucat (+/+), Injeksi konjungtiva (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil
isokor, reflek cahaya (+/+), sekret (-/-), exophthalmus (-/-)
Hidung : Deformitas (-), deviasi septum (-), sekret (-/-), nafas cuping hidung (-)
Telinga : Deformitas (-), sekret (-/-), nyeri ketok mastoid (-)
Mulut : Bibir pucat (-), sianosis (-), kering (-), oral thrush (-), faring hiperemis, oral ulcer(-)
Leher : JVP tidak ada peningkatan, deviasi trachea (-) , kelenjar getah bening leher dan
kelenjar tiroid tidak teraba membesar.
Thorax :
Bentuk normal, sela iga tidak melebar, retraksi intercosta dan supraclavicula (-)
Cor
Inspeksi

: Iktus kordis tak tampak

Palpasi

: Iktus kordis teraba di SIC V 2cm medial linea midclavikula sinistra, tidak kuat angkat, tidak melebar, pulsasi parasternal tidak ada, pulsasi
epigastrial tidak ada, thrill tidak ada

Perkusi

: Batas kanan jantung SIC V linea parasternalis dextra


Batas kiri jantung SIC V 2 cm medial linea midclavicularis sinistra
Batas pinggang jantung SIC III linea sternalis sinistra
Kesan tidak terdapat kardiomegali

Auskultasi

: Bunyi jantung I-II tunggal, bising (-), gallop (-).

Pulmo
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

: Simetris statis dinamis, sela iga melebar (-), retraksi sela iga (-)
: Stem fremitus raba kanan sama dengan kiri
: Sonor seluruh lapangan paru
: Suara nafas Vesikuler, Rhonki (-) diseluruh lapang paru, Wheezing (-) diseluruh lapang paru.

Abdomen :
Inspeksi

: Cembung, terdapat garis-garis stretch mark.

Auskultasi

: Bising usus (+) Normal, DJJ 153x/menit

Perkusi

:-

Palpasi

: TFU 33cm, teraba kepala diperut sebelah kiri dan kaki diperut sebelah kanan.

Ekstremitas :
Akral hangat
Oedem
Pemeriksaan Khusus : Tidak dilakukan

Pemeriksaan Laboratorium : HB (10), Golongan darah (O), Albumin (-), Reduksi (-).
3. ASSESMENT (Penalaran Klinis)
Letak lintang adalah bila dalam kehamilan atau dalam persalinan sumbu panjang janin melintang terhadap sumbu panjang ibu (termasuk di dalamnya
bila janin dalam posisi oblique). Letak lintang kasep adalah letak lintang dimana kepala janin tidak dapat didorong ke atas tanpa merobekkan uterus. Letak
lintang adalah bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu menyilang ibusecara tegak lurus atau mendekati 90 derajat. Jika sudut yang dibentuk kedua
sumbu ini tajam disebut oblique lie, yang terdiri dari deviated head presentation (letak kepla mengolak) dan deviated breech presentation (letak bokong
mengolak). Karena biasanya yang paling rendah adalah bahu, maka dalam hal ini disebut juga shoulder presentation.
a. Menurut letak kepala terbagi atas :
Letak lintang I : kepala di kiri
Letak lintang II : kepala di kanan
b. Menurut posisi punggung terbagi atas :
Dorso anterior (di depan)
Dorso posterior (di belakang)
Dorso superior (di atas)
Dorso inferior (di bawah
Sebab terpenting terjadinya letak lintang adalah multiparitas disertai dinding uterus dan perut lembek. Pada kehamilan prematur, hidramnion dan
kehamilan kembar, janin sering dijumpai dalam letak lintang. Keadaan-keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepala kedalam rongga panggul seperti
misalnya panggul sempit dan tumor di daerah panggul.

4. PLAN :

Diagnosis

: G1P0000Ab0 UK 38-39 minggu dengan letak lintang + anemia

Pengobatan :
1. Non farmakologis
Edukasi pasien untuk banyak makan sayur hijau (ex : Bayam ), telor ayam, dan daging-dagingan.
Memberitahukan pasien tentang keadaan hamilnya dan menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan rumah sakit yang akan melakukan operasi.
2. Farmakologis
Memberikan tablet Fe 1x1
Memberikan tablet Kalk 1x1
Memberikan tablet Vitamin B-complex
Konsultasi : -