Anda di halaman 1dari 11

BAB III

IMPLEMENTASI PPC DI PT.UNINDO


3.1 Landasan Teori
Perusahaan manufacturing tidak bisa hanya mengandalkan faktor
biaya saja yang menjadi keunggulan bersaing. Kecepatan, kualitas,
ketepatan dan pengelolaan kapasitas akan mempengaruhi daya saing.
Salah satu kunci keberhasilannya adalah perencaan produksi dan
kebutuhan material yang sistematis dan menyeluruh serta didukung oleh
fungsi control terhadap inventory. Oleh karenanya peran dan kontribusi
Production Planning dan Control (PPC) menjadi sangat sentral.
PPC (Production Planning Control) adalah suatu kegiatan dari mulai
proses merencanakan suatu produksi hingga selesainya produksi yang
mana dalam prosesnya dilakukanlah suatu pengontrolan untuk menjamin
kualitas ser ketepatan waktu produksi yang diminta.
PPC megatur aliran material dari proses produksi mulai bahan
mentah sampai produk jadi bahkan sampai produk diterima konsumen.
Dengan melakukan PPC yang optimal perusahaan akan mendapatkan
keuntungan maksimal serta menguasai pasar tertentu (Abieb, 2012).
3.2 Analisa
System PPC yang berjalan di PT.UNINDO menggunakan Alstom
Management System dan Alstom Production System yang juga di terapkan
di ALSTOM GROUP yang tersebar di seluruh dunia. Adapun system yang
ada pada Alstom ini sudah sangat bagus secara teori dan terbukti dengan
adanya pencapaian ALSTOM GROUP sebagai perusahaan Multinasional
yang dapat bersaing dan tersebar di penjuru dunia. Sebagai salah satu
bagian dari ALSTOM GROUP Divisi ALSTOM GRID, UNINDO dalam
pelaksanaannya sudah menerapkan apa yang seharusnya dilakukan
sebagaimana yang telah Alstom Production System anjurkan.
10

System PPC yang sudah sangat baik ini ditunjang dengan


pengalaman UNINDO sendiri sebagai perusahaan yang telah beroperasi
sejak 1969 membuat system yang ada itu semakin mapan dan memjamin
akaln lancarnya produksi yang ada di PT.UNINDO. terbukti dengan
diraihnya berbagai sertifikat standarisasi internasional seperti ISO 9001
(standar kualitas barang), ISO 14001 (standar lingkungan kerja), OHAS
18001 (standar keselamatan kerja dengan program zero accident).
3.2.1

Temuan implementasi teori PPC di PT.UNINDO

Pada bahasan ini, akan dibahas mengenai sistem aliran produk.


Mulai dari supplier sampai produk itu tiba di customer namun tak semua
materi yang telah dijelaskan di kelas dapat ditemukan di PT.UNINDO
dikarenakan adanya privasi dan rahasia internal perusahaan untuk
menjaga kelancaran dan keamanan di PT.UNINDO.

Dapat dilihat pada bagian atas system yang diterapkan kurang


lebih sama dengan system PPC pada umumnya. Berikut akan saya
jelaskan sedikit tentang System Planning yang ditemukan di terapkan di
PT. UNINDO.

11

A. Pendahuluan
Pada topik ini ada beberapa istilah asing seperti :
LOI

MPS :

Letter Of Intent, adminstrasi


Master Production Schedule, Dokumen penjadwalan produksi
yang dapat dilihat oleh semua departemen terkait supaya dapat
mengetahui lagkah apa yang akan dilakukan selanjutnya.

OIR

Order Intake Review, Dokumen berupa

pesanan produk

dengan spesifikasi yang sudah dilampirkan.


PO

UTR :

Purchase Order, Pesanan dari costumer.


Unit Transformers, Departemen yang berkaitan langsung dalam
pelaksanaan sebuah projek pembuatan trafo.

WBS :

Work Breakdown Structure, Dokumen tentang projek yang akan


dilakukan, beserta action plan yang harus dilakukan tiap tiap
departemen.

B. Deskripsi Metoda Perencanaan Produksi


Proses planning dimulai dari rencana penjualan Departemen
Commercial yang terdapat pada laporan Sales To Go. Departemen
planning akan membuat forecast planning dengan menggunakan standar
leadtime. Setelah costumer memberikan Purchase Order (PO) atau Letter
of Intent (LOI)

akan dilakukan OIR (Order Intake Review). Work

Breakdown Structure (WBS) akan dikeluarkan oleh Departemen Project.


Actual Planning akan dibuat berdasarkan Kontrak dan ketersediaan
kapasitas. Master Production Schedule(MPS) akan dikirimkan dan
diinformasikan oleh Staff Planning ke departemen yang terkait untuk
mengetahui kapan proses pengerjaan dimulai dan dijalankan. Proses
actual Harian/Mingguan yang dihasilkan akan dipantau dalam meeting
mingguan.

12

Update dan R eschedule planning akan dilakukan berdasarkan


perubahan informasi material, proses produksi,

informasi aktivitas

engineering, project management dan commercial . Informasi akan


diberikan ke Project Department dan UTR Management dari waktu ke
waktu ketika terjadi penyimpangan aktifitas yang tidak sesuai dengan
planning.
Berikut beberapa dokumentasi PPC di PT.UNINDO
Flash Meeting, yaitu meeting mingguan yang dilakukan setiap hari
selasa dan kamis selama 30menit sebelum kegiatan lain dilakukan

Gambar 3.1 Papan hasil rapat mingguan

13

Pengendalian Alur Trafo, yaitu kegiatan mengupgrade situasi terbaru,


lokasi dan progress masing-masing trafo. Kegiatan ini dilaksanakan
bersamaan dengan Flash Meeting.

Gambar 3.2 Papan Transformer Storage Layout

Production Flow Process, merupakan sebuah layout yang dilengkapi


dengan keterangan divisi dan alur produksi. Berfungsi untuk
memberitahu alur produksi yang ada di PT.UNINDO

14

Gambar 3.3 Production Flow Process


Berikut Skema dari Production Planning and Production Control Di PT.
UNINDO

16

C. Prosedur & Tanggung Jawab


Selain menentukan bagan dan alur produksi, Alstom Production
System juga mengatur tentang procedure dan tanggung jawab yang harus
dilakukan oleh masing-masing divisi ataau orang yang akan terlibat dalam
production planning tersebut. Tentu saja hal ini sangat berguna sebagai
pegangan dan paduan untuk masing-masing pelaksana production
planning control agar

masing-masing orang atau divisi yang terlibat

tersebut bisa bekerja secara jelas, terarah, maksimal dan meminimalisir


adanya salah komunikasi yang sangat bisa terjadi di setiap orang atau
divisi pelaksana system ini. Berikut tugas dan prosedurnya :
Planning Manager / Officer:

Melaksanakan

proses

planning

untuk memenuhi persyaratan costumer sesuai PO (kontrak).


Menginformasikan planning ke Departemen yang terkait dan
memverifikasi

output

Mendapatkan

komitmen

berdasarkan
dari

kebutuhan

planning.

departemen-departemen

terkait

(Engineering, Purchasing, Operations, test & Project) untuk


mendapatkan informasi untuk update atau reschedule
Project personnel:
Membuat
WBS
dan
memberikan
informasi ke Departemen Planning dan Engineering jika ada
penambahan spesifikasi atau perubahan kontrak.
Manajer-manajer Terkait:
Mematuhi Planning yang telah
dibuat. Untuk update planning dapat dilakukan pada meeting

17

mingguan planning (Engineering, Purchasing, Operations, test &


Project).
Comercial personnel:

Memberikan

rincian

tendering

schedule/forecast Schedule.

3.2.2

Tindakan yang telah dilakukan PT. UNINDO

Pada system perencanaan produksi yang diterapkan di PT.Unelec


Indonesia, telah terstruktur dengan rapi. Sistem ini menitikberatkan
koordinasi antar departemen yang baik. Dengan memanfaatkan LAN
(Local Area Network) sehingga proses koordinasi dapat dilakukan secara
cepat.
Ada juga meeting rutin yang dilakukan oleh divisi terkait untuk
mengupgrade perkembangan dan mengontrol jalannya produksi apakah
ada kendala atau tidak dan apakah sesuai dengan rencana atau tidak.
Sampai makalah ini dibuat (25-07-2015) belum terlihat dimana titik
kelemahan system yang diterapkan ini, Karena koordinasi yang sudah
baik, tiap departemen dengan cepat melakukan tugas sesuai yang ada
pada WBS, dan juga karena ada beberapa materi PPC yang menjadi
privasi UNINDO dan saya tidak dapat mengetahui lebih mendalam apa
yang terjadi pada system PPC di PT.UNINDO.
3.2.3

Usulan Tindakan

System yang baik dari pusat jika deterapkan dengan baik maka
akan menghasilkan hasil yang baik pula. System di PT.UNINDO yang
sudah baik ini harus diterapkan secara maksimal dan perlu adanya saling
percaya dan menjaga satu sama lain.
Yang dapat saya usulkan mungkin bukan kepada systemnya, akan
tetapi kepada pengawasan dan audit dari pusat yang sewaktu-waktu harus
dilakukan. Untuk memastikan system yang bagus yang dimiliki ALSTOM
dapat ditanamkan dan dilaksanakan dengan baik di PT.UNINDO.

18

Juga dunia usaha akan berkembang dan persaingan akan semakin


ketat. Mungkin pihak UNINDO bisa mengevaluasi setiap tahun system
PPC yang dipakai, agar bisa berkembang mengikuti perkembangan yang
ada diluar dan dapat bersaing dengan perusahaan lain yang bergerak di
bidang usaha yang sama.

3.2.4 Kesimpulan
Production Planning Control (PPC) yang ada di PT.UNINDO sudah
sangat baik karena menerapkan sistem ALSTOM yang dimana ALSTOM
itu sendiri adalah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang
transfortasi dan energy dan memiliki cabang di berbagai penjuru dunia.
Sistem yang baik menjadi tidak berarti jika tidak diterapkan, maka
yang harus diperhatikan untuk PPC yang ada di PT.UNINDO bukan
sistemnya, akan tetapi pengawasan dan usaha agar sistem yang telah
dibuat bisa berjalan dan diterapkan dengan baik di PT.UNINDO.
Namun dunia usaha dan persaingan akan berkembang dan sangat
ketat. Maka sistem ppc yang dipakai PT.UNINDO harus flexible mengikuti
perkembangan jaman pula.

19

BAB IV
PENUTUP

4.1 Penutup
PPC pada sebuah perusahaan sangat penting untuk dirancang
sedemikian rupa agar menghasilkan produk yang memuaskan customer.
Demikianlah perencanaan produksi yang dilakukan oleh PT.Unelec
Indonesia. Dengan system yang dijalankan kita dapat mengetahui bahwa
komunikasi dan koordinasi antar departemen sangatlah penting demi
kelancaran proses produksi.
Pada kesempatan PPI di PT.UNINDO ini saya sangat beruntung
karena saya ditempatkan di bagian staff Industrial, jadi saya bisa belajar
sedikit banyak tentang management sekaligus tentang produksi. Dimana
divisi Industrial yang menangani segala hal yang berhubungan dengan
industrial process seperti tooling design, tooling, improvement dan

20

sparepart. Divisi ini bukanlah divisi yang terlibat langsung dalam produksi,
akan tetapi divisi ini bertugas mendukung dan memasok segala kebutuhan
produksi dan mengembangkan/improvement hal yang sudah ada pada
divisi produksi agar bisa menambah produktivitas pada divisi tersebut.
Namun untuk bagian

Production Planning Control (PPC) itu

berbeda department sehingga saya tidak bisa memahami secara


mendalam Production Planning Control yang ada di PT.UNINDO.

21